L. METODE PENELITIAN 1 Populasi dan Sampel Penelitian
10. Pengaruh Implementas
Merupakan kejadian yang tidak terduga yang dapat menguntungkan salah satu kelompok. Misalnya peneliti tenjun langsung ke lapangan menerapkan perlakuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga ada kemungkinan peneliti akan menerapan pmbelajaran pada klompok eksperimen dengan sebaik-baiknya agar terjadi perbedaan prestasi belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengaruh implementas ini dapat dikontrol dengan cara peneliti menggunakan dua orang guru matematika yang setara dari segi jenis kelamin, jenjang pendidikan, golongan (pangkat), pengalaman mengajar, lama mengajar dan lain-lain. Peneliti meminta bantuan kepala sekolah dalam mentukan guru yang nantinya dilibatkan dalam penelitian. Sedangkan untuk menghindari bias yang terjadi akibat perlakukan guru dikontrol dengan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah di susun penliti, baik untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Setelah diperoleh dua orang guru yang setara sesuai kreteria di atas, kemudian untuk menentukan guru mana yang mengajar di kelompok eksperimen maupun guru mana yang mengajar kelompok kontrol ditentukan dengan cara diundi.
Setelah ditentukan guru yang akan mengajar di masing-masing kelompok, guru-guru tersebut akan diberikan pengarahan dan pembekalan tentang proses pembelajaran pada masing- masing kelompok. Khusus untuk guru yang mendapat mengajar di kelompok eksperimen yaitu dengan menerapakan pendekatan kontekstual akan di uji coba selama dua minggu dan dipantau langsung oleh peneliti. Sedangkan untuk guru yang dapat mengajar di kelompok kontrol tidak dilakukan uji coba karena guru sudah terbiasa menerapkan pembelajaran dengan pendekatan konvensional.
2.2 Prosedur Penelitian
Pada penelitian ini, langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut. 1. Menentukan sampel berupa kelas dari populasi yang tersedia dengan cara random.
2. Dari sampel yang telah diambil kemudian diundi untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol.
3. Menyusun media pembelajaran (alat peraga, LKS, Silabus, dll) yang nantinya digunakan selama proses belajar-mengajar pada kelompok eksperimen.
4. Menyusun instrumen penelitian berupa tes prestasi belajar pada ranah kognitif untuk mengukur prestasi belajar mtematika siswa.
5. Mengkonsultasikan instrumen penelitian dengan guru matematika, dosen matematika, dan dosen pembimbing.
7. Memberikan tes gaya berfikir untuk memilah gaya berfikir konvergen dan gaya berfikir divergen siswa.
8. Melaksanakan penelitian yaitu memberikan perlakuan kepada kelas eksperimen berupa pembelajaran kontekstual dengan sintaks pembelajaran sebagai berikut.
Tabel 1.6 Sintaks pembelajaran kontekstual
Phase Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Pengantar
1. Orientasi Siswa Pada
Masalah
Memotivasi siswa (memfokuskan perhatian siswa) dengan cara tanya jawab berkaitan dengan materi dalam kehidupan sehari-hari
Menyampaikan tujuan pembelajaran dan logistik yang diperlukan
Siswa menjawab pertanyaan guru
Siswa mempersiapkan logistik yang diperlukan
Eksplorasi
2. Mengorganisasikan Siswa
untuk Belajar
Guru membagi siswa dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 orang yang bersifat heterogen (jenis kelamin, kemampuan, gaya berfikir) Guru Membagikan LKS
Guru membimbing siswa dan memfasilitasi siswa dalam menyelesaikan masalah
Guru senantiasa mengajukan pertanyaan untuk menggali apa yang difikirkan siswa
Siswa menuju kelompoknya masing-masing
Siswa Bekerja dalam kelompok
Siswa menjawab pertanyaan guru
Pengembangan
3. Mengembangkan dan
menyajikan hasil karya
Guru membantu siswa menyiapkan bahan persentasi di depan kelas
Guru meminta siswa kelompok menyajikan hasil kerja kelompoknya
Siswa mepresentasikan hasil kerja kelompoknya
Peringkasan
4. Mengevaluasi dan membuat
kesimpulan
Siswa menyimpulkan materi yang dipelajari
5. Memberikan pekerjaan
rumah (PR)
Siswa mengerjakan
9. Memberikan perlakuan kepada kelas kontrol berupa pembelajaran konvensional dengan sintaks pembelajaran sebagai berikut.
Tabel 1.7 Sintak pembelajaran konvensional
Phase Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Apersepsi Menyampaikanbahasan atau materi yangpokok
akan diberikan
Mendengarkan informasi yang disampaikan dan menerima materi baru
Kegiatan Inti
Mendemontrasikan
ketrampilan atau menyajikan materi tahap demi tahap
Memperhatikan penjelasan guru
Memberikan contoh soal yang relevan dengan materi yang diberikan
Mencatat contoh soal Menyelesaikan soal yang ada
dalam LKS Menyelesaikan soal-soalyang ada dalam LKS
Penutup Memberikan pekerjaan rumah(PR) Mencatat pekerjaan rumah(PR)
10. Memberikan pos-test pada akhir penelitian, baik utuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.
11. Menganalisis data hasil penelitian dan melakukan uji hipotesis.
3 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
3.1 Variabel Penelitian
Penelitian ini melibatkan variabel bebas dan variabel terikat yang dijelaskan sebagai berikut.
a. Variabel Bebas
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran kontekstual yang dikenakan pada kelompok eksperimen dan pembelajaran konvensional yang dikenakan pada kelompok kontrol. Sedangkan variabel bebas intervensi adalah gaya berfikir siswa yang dibagi menjadi gaya berfikir konvergen dan gaya berfikir divergen.
b. Variabel Terikat
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar matematika siswa.
Untuk menggambarkan secara operasional variabel penelitian, dibawah ini diberikan definisi operasional masing-masing variabel.
a. Pendekatan Konvensional
Yang dimaksud dengan pendekatan konvensional dalam penelitian ini adalah prosedur yang digunkan guru dalam membahas suatu pokok bahasan yang telah biasa digunkan dalam pembelajaran matematika. Langkah-langkah pembelajaran diawali dengan penjelasan singkat materi oleh guru, siswa diajarkan teori, defenisi, teorema yang harus dihafal, pemberian contoh soal dan diakhiri dengan latihan soal
b. Pendekatan Kontekstual
Pendekatan kontekstual adalah suatu pendekatan pembelajaran di mana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam pembelajarannya dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan kehidupan mereka sehari-hari serta lebih menekankan pada belajar bermakna.
c. Gaya Berfikir
Gaya berfikir adalah perbedaan-perbedaan individu dalam merespon suatu permasalahan tentang hal-hal yang terkait dengan pembicaraan atau informasi yang diberikan. Klasifikasi gaya berfikir yang digunakan dalam penelitian ini adalah berfikir konvergen dan berfikir divergen. Pengukuran gaya berfikir siswa dilakukan dengan menggunakan tes berfikir divergen yang dikembangkan oleh Utami Munandar.
d. Prestasi Belajar Matematika
Prestasi belajar matematika adalah tingkat penguasaan kognitif siswa terhadap materi pelajaran matematika setelah mengalami proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Prestasi belajar ini dinyatakan dengan skor yang diperoleh siswa dalam menjawab tes prestasi belajar matematika pada ranah kognitif yang diberikan pada akhir penelitian, dan data yang diperoleh berupa data interval.