BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil
TINJAUAN PUSTAKA
3.3 Metode Penelitian
4.1.5 Pengaruh Interaksi Perlakuan
Hasil analisis data mengenai pengaruh interaksi perlakuan yang diberikan terhadap respon pertumbuhan Shorea spp dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5 Pengaruh interaksi perlakuan terhadap respon pertumbuhan Shorea spp.
Jenis Shorea Jenis
Ektomikoriza Interaksi Perlakuan Respon pertumbuhan (%) Sumber (cm) (mm) (gr) Shorea selanica Scleroderma columnare 10% asam humat 5000 ppm + - + Riyanto (2003) Shorea mesisopterik Scleroderma columnare 10 ml ssam oksalat 1800 ppm + td + Riniarti (2002)
Shorea seminis Isolat tanah 10 ml Asam oksalat 1800
ppm Scleroderma columnare 10 ml asam oksalat 1800 ppm + td +
Ket : (+) = berpengaruh positif
( - ) = tidak berpengaruh
(td) = tidak dicantumkan data
4.2 Pembahasan
Shorea spp. merupakan salah satu jenis Dipterocarpaceae yang memiliki hubungan simbiosis mutualistik dengan fungi ektomikoriza. Inokulasi fungi ektomikoriza pada anakan Dipterocarpaceae dapat meningkatkan penyerapan unsur hara makro dan mikro yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan. Selain itu juga dapat meningkatkan penyerapan air serta meningkatkan ketahanan terhadap patogen dan kekeringan.(Santoso 1988 dalam Riyanto 2003).Fungi ektomikoriza memiliki peranan dan manfaat terhadap respon pertumbuhan Shorea spp. yang dapat diamati dari parameter tinggi, diameter dan berat kering total.Oleh karena itu diperlukan adanya jenis fungi ektomikoriza yang sesuai berasosiasi dengan jenis Shorea spp. agar dapat menghasilkan tingkat pertumbuhan bibit yang berkualitas di persemaian. Karena dengan bibit yang berkualitas tersebut maka akan mendukung keberhasilan pertumbuhan di lapangan.
Berdasarkan pengumpulan data dan informasi penelitian mengenai pengaruh inokulasi fungi ektomikoriza terhadap respon peningkatan pertumbuhan Shorea spp. di persemaian, maka didapatkan secara umum jenis Shorea spp. yang dapat berasoiasi dengan fungi ektomikoriza adalah Shorea selanica, Shorea mesisopterik, Shorea seminis, Shorea balangeran, Shorea javanica, Shorea leprosula, Shorea, Shorea ovalis, Shorea johorensis dan Shorea crysophylla. Aspek pengamatan yang dapat diamati dari hasil analisis data penelitian berupa Status ektomikoriza, efetifitas ektomikoriza, teknik inokulasi, pengaruh media tumbuh dan pengaruh interaksi perlakuan terhadap respon pertumbuhan Shorea spp. pada persemaian
4.2.1 Status Ektomikoriza
Status ektomikoriza pada Shorea spp. dapat diamati dari infeksi akar yang terjadi karena infeksi akar merupakan indikasi awal terjadinya simbiosis mutualistik antara mikoriza dengan tanaman inangnya (Indriyanto 2008). Tingkat kolonisasi dan kompatibilitas fungi ektomikoriza terhadap tanaman inangnya diketahui memiliki sifat khusus yaitu fungi tertentu akan membentuk ektomikoriza lebih baik pada inang tertentu (Prameswari 2004). Berdasarkan jenis Shorea spp. maka dapat terlihat prosentase infeksi akar tertinggi pada Shorea selanica dan Shorea seminis diinokulasikan oleh fungi ektomikoriza jenis Scleroderma columnare. Pada Shorea mesisopterik diinokulasikan oleh inokulum tanah yang berasal dari lantai hutan yang berektomikoriza dan jenis fungi ektomikorizanya tidak diidentifikasi, pada Shorea balangeran diinokulasikan oleh Boletus sp., Pada Shorea leprosula diinokulasikan oleh campuran antara Amanita sp., Russula sp. dan Scleroderma columnare. Penggunaan campuran fungi ektomikoriza dapat mengantisipasi pada saat terjadi ketidakcocokan antara jenis Shorea spp. yang diinokulasikan dengan salah satu jenis fungi ektomikoriza tetapi masih berkesempatan untuk cocok pada jenis fungi ektomikoriza yang lainnya. Pada Shorea pinanga diinokulasikan oleh Pisolithus arhizus, pada Shorea ovalis diinokulasikan oleh Amanita umbronata dan pada Shorea johorensis diinokulasikan oleh Thelephora terrestris dan Inocybe sp. Pada Shorea javanica dan Shorea crysophylla tidak dicantumkan data mengenai infeksi akar yang terjadi.
4.2.2 Efektifitas Ektomikoriza
Fungi ektomikoriza pada umumnya memiliki peranan penting terhadap peningkatan pertumbuhan Shorea spp. di persemaian. Hal tersebut dapat diamati dari respon peningkatan parameter pertumbuhan berupa tinggi, diameter dan berat kering total. Shorea spp. merupakan jenis yang komersial dengan hasil produksi kayunya. Oleh karena itu peningkatan tinggi dan diameter pada umumnya dijadikan indikator pertumbuhan tetapi tidak dapat dijadikan indikator keberhasilan dari kolonisasi fungi ektomikoriza. Peningkatan pertumbuhan tinggi
dan diameter bisa diakibatkan karena faktor lingkungan yang mendukung. Berat kering total merupakan penambahan dari berat kering akar dan berat kering pucuk, yang dapat digunakan untuk menggambarkan besarnya fotosintat atau hasil dari fotosintesis yang terkandung dalam suatu tanaman. Hal tersebut menjadi tolak ukur seberapa besar infeksi ektomikoriza pada akar bekerja secara optimal menyerap unsur hara dari dalam tanah.
Efektifitas ektomikoriza dapat diamati dari prosentase peningkatannya yang memberikan respon positif terbaik terhadap pertumbuhan jika dibandingkan dengan kontrol. Pada Shorea selanica dan Shorea seminis diinokulasikan oleh fungi ektomikoriza jenis Scleroderma columnare.Pada Shorea mesisopterik diinokulasikan oleh inokulum tanah yang berasal dari lantai hutan yang berektomikoriza dan jenis fungi ektomikorizanya tidak diidentifikasi, pada Shorea balangeran diinokulasikan oleh Boletus sp. dan pada Shorea pinanga diinokulasikan oleh Pisolithus arhizus.Pada Shorea javanica, Shorea leprosula, Shorea ovalis, Shorea johorensis dan Shorea crysophylla tidak dicantumkan data mengenai prosentase peningkatan berat kering total sehingga tidak dapat diamati tingkat keefektifannya.
4.2.3 Teknik Inokulasi
Efektifitas dan efisiensi dari teknik inokulasi dipengaruhi oleh faktor tingkat kecocokan tanaman inang dengan mikoriza, kondisi lingkungan, jenis inokulan yang digunakan dan ketersediaan inokulan (Indriyanto 2008). Keefektifitasan dan efisiensi dari teknik inokulasi tersebut dapat diamati dari parameter infeksi akar yang terjadi dan peningkatan berat kering total. Karena respon terhadap peningkatan parameter berat kering total tidak akan terjadi jika tidak diawali dengan terjadinya infeksi akar.
Berdasarkan hasil analisis data penelitian, teknik inokulasi yang umumnya digunakan pada Shorea spp. adalah menggunakan tablet. Tablet tersebut terbuat dari spora kering dicampur dengan pembawa yang cocok kemudian ditekan dan dicetak dengan ukuran tertentu hingga akhirnya membentuk membentuk tablet (Supriyanto et al. 2003 dalam Omon 2007).
. Bentuk pengemasan ini sangat baik untuk fungi ektomikoriza karena hampir semua fungi ektomikoriza membentuk badan buah atau sporocarp.Spora dalam jumlah besar yang terdapat di dalam badan buah atau sporocarp dapat dijadikan bahan inokulan. Telah banyak dicoba dan dibuktikan bahwa inokulasi dengan spora dapat efektif dalam membentuk struktur ektomikoriza bahkan di persemaian yang jauh dari tegakan asli (Setiadi 1988).