• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.5 Pengaruh Karakteristik responden terhadap Komitmen

4.5.1 Komitmen Afektif

Pengaruh karakteristik responden terhadap komitmen afektif diuji menggunakan analisis regresi berganda. Komitmen Afektif menjadi variabel terikat dan untuk variabel bebas terdiri dari usia(X1), jenis kelamin(X2), pendidikan (X3) dan lama kerja (X4). Berdasarkan hasil output SPSS (Lampiran 7) maka persamaan regresi dapat dirumuskan sebagai berikut:

Y= 14.995-0,060X1+1,289X2-0,051X3+0,045X4………5 Tabel 6. Hasil perhitungan regresi berganda

Variabel Koefisien arah regresi

Konstanta (Y) 14,995

Usia (X1) -0,060

Jenis Kelamin (X2) 1,289

Pendidikan (X3) -0,051

Lama Kerja (X4) 0,045

Berdasarkan hasil perhitungan 5, jika segala sesuatu pada variabel karakteristik pegawai dianggap konstanta maka nilai komitmen afektif sebesar 14.995. Koefisien regresi sebesar (-) 0.060 untuk variabel usia menyatakan bahwa jika ada penambahan usia pegawai sebesar 1 tahun maka tidak ada berpengaruh tehadap peningkatan komitmen afektif, koefisien 1.289 untuk jenis kelamin menyatakan bahwa jenis kelamin pegawai pada kantor distrik Abepura berpengaruh terhadap komitmen afektif. Koefisien 0.051 untuk pendidikan bernilai negative yang mengartikan bahwa jika adanya penambahan tingkat pendidikan tidak memberikan pengaruh terhadap komitmen afektif, sedangkan koefisien 0.045 untuk variabel lama kerja menyatakan jika ada penambhan lama bekerja seorang pegawai distrik tidak memberikan pengaruh komitmen afektif pada kantor distrik.

Hasil uji F (Tabel 7) berguna untuk menentukan apakah model penaksiran yang digunakan sudah tepat atau belum. Model regresi yang digunakan Y= a+b1x1+b2x2+….bixi, berdasarkan hasil olah data diperoleh nilai F = 1.096,

kemudian dibandingkan dengan f-tabel 2.69. Perbandingan nilai f hitung yang lebih kecil dari pada nilai f tabel, maka dapat diketahui bahwa model linear tersebut kurang tepat.

Tabel 7. Nilai f-hitung dan f-tabel

Nilai F-tabel Nilai F-hitung

2,69 1,096

Uji t digunakan untuk menguji signifikasi koefisien regresi b, yaitu apakah variabel independent (X) berpengaruh nyata atau tidak. Berdasarkan hasil uji hipotesis pada taraf = 0.05 dengan derajat bebas (db) sebesar 32 diperoleh t-tabel sebesar 1.70 sedangkan t-hitung dari masing-masing nilai variabel X (Tabel 8) adalah untuk usia nilai hitung < tabel, jenis kelamin nilai hitung > t-tabel, pendidikan nilai t-hitung < t-tabel dan lama kerja mempunyai nilai t-hitung < t-tabel.

Maka didapat nilai t-hitung jenis kelamin lebih besar dengan t-tabel sehingga dapat dikatakan terima H1 yang berarti karakteristik responden jenis kelamin berpengaruh terhadap komitmen afektif. Nilai t-hitung didukung dengan nilai signifikan pada tingkat 10 persen, yaitu 0,1 persen. Nilai signifikasi jenis kelamin 0,058 persen < 0,1 persen, yang artinya jenis kelamin berpengaruh positif terhadap komitmen afektif.

Tabel 8. Nilai Signifikasi dan Nilai t-hitung Variabel Afektif

Jenis kelamin lebih berpengaruh terhadap komitmen afektif, karena laki-laki yang sudah berkeluarga dinilai lebih bertanggung-jawab terhadap pekerjaannya. Sebab laki-laki menginginkan pekerjaan tersebut dengan adanya tanggungan,

Variabel Komitmen Afektif

Nilai t-hitung Signifikansi 10%

Usia (X1) -0.835 0.410

Jenis kelamin (X2) 1.970 0.058

Tingkat pendidikan (X3) -0.151 0.881

sedangkan bagi perempuan yang telah berkeluarga akan lebih fokus terhadap keluarga dibandingkan dengan komitmen terhadap pekerjaan yang ada.

4.5.2 Komitmen Normatif

Pada komitmen normative dengan menggunakan SPSS (Lampiran 7), maka didapat persamaan regresi linear berganda dengan rumus sebagai berikut:

Y=17.253-0.076X1-0.408X2-0.250X3+0.053X4………6 Tabel 9. Hasil Perhitungan regresi berganda

Variabel Koefisien arah regresi

Konstanta (Y) 17,253

Usia (X1) -0,076

Jenis Kelamin (X3) -0,408

Pendidikan (X4) -0,250

Lama Kerja (X5) 0,053

Dengan perhitungan 6, yang berarti jika nilai variable bernilai konstan maka nilai komitmen normative adalah sebesar kantor distrik 17,253. Koefisien regresi sebesar (-) 0,076 untuk usia menyatakan jika ada pertambahan usia pegawai kantor disrik tidak akan meningkatkan komitmen normative pada diri pegawai. Koefisien regresi sebesar (-) 0,408 untuk jenis kelamin menyatakan bahwa jika ada penambahan jenis kelamin pegawai yang ada pada kantor distrik tidak meningkatkan komitmen normative. Koefisien regresi sebesar (-) 0,250 untuk pendidikan menyatakan bahwa jika ada peningkatan tingkat pendidikan pegawai kantor distrik tidak memberikan pengaruh terhadap komitmen normative. Koefisien regresi sebesar 0,053 untuk lama kerja menyatakan bahwa jika ada pertambahan lama kerja seorang pegawai setahun maka akan meningkatkan komitmen sebesar nilai tersebut.

Uji F pada persamaan regresi linear yang digunakan adalah Y= a+b1x1+b2x2+…bixi. Berdasarkan hasil olahan didapatkan f-hitung sebesar 0,491 dan f-tabel sebesar 2,69 karena f-hitung < f-tabel maka dapat disimpulkan bahwa model linear yang ada kurang tepat.

Uji t yang digunakan untuk menguji signifikansi koefisien regresi b, apakah variabel independent berpengaruh nyata atau tidak. Dengan hasil olahan yang

didapat pada taraf = 0,05 dengan derajat bebas (db) sebesar 32 diperoleh t-hitung (Y) sebesar 6,478 dan t-tabel sebesar 1,70. Dan nilai dari masing-masing variabel X (Tabel 10) adalah pada usia nilai t-hitung < t-tabel, jenis kelamin nilai t-hitung < tabel, pendidikan nilai hitung < tabel dan lama kerja nilai hitung < t-tabel. Dengan hasil yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa dari lima karakteristik responden tidak ada yang berpengaruh terhadap komitmen normatif atau terima H0.

Tabel 10. Nilai Signifikasi dan Nilai t-hitung variabel Normatif

4.5.3 Komitmen Kontinuan

Pada komitmen kontinuan dengan menggunakan (Lampiran 7) maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

Y= 15,265+0,0X1-0,159X2-0,105X3-0,40X4………..7 Tabel 11. Hasil regresi berganda

Variabel Koefisien arah regresi

Konstanta (Y) 15,265

Usia (X1) 0,0

Jenis Kelamin (X3) -0,159

Pendidikan (X4) -0,105

Lama Kerja (X5) -0,04

Dengan perhitungan 7 maka diperoleh nilai konstanta sebesar 15,265 yang dapat disimpulkan bahwa jika kantor distrik tidak memperhatikan karakteristik pegawai yang ada dikantor maka komitmen kontinuan akan bernilai 15,265. Koefisien regresi sebesar 0,0 untuk usia menyatakan bahwa usia bisa meningkatkan

Variabel Komitmen Normatif

Nilai t-hitung Signifikansi 10%

Usia (X1) -1.084 0.286

Jenis Kelamin (X2) -0.642 0.526

Tingkat Pendidikan (X3) -0.757 0.454

komitmen kontinuan, koefisien regresi sebesar (-) 0,159 untuk jenis kelamin menyatakan bahwa jenis kelamin pegawai tidak meningkatkan komitmen kontinuan. Koefisien regresi sebesar (-) 0,105 untuk pendidikan menyatakan bahwa pendidikan tidak meningkatkan komitmen kontinuan, sedangkan koefisien regresi sebesar (-) 0,40 untuk lama kerja menyatakan bahwa lama kerja seorang pegawai tidak meningkatkan komitmen kontinuan.

Uji F berguna untuk menentukan apakah model penaksiran yang digunakan sudah tepat atau belum. Model regresi yang digunakan adalah Y= a+b1x1+b2x2+….bixi, berdasarkan hasil pengolahan yang didapat nilai f-hitung sebesar 0,301 sedangkan f-tabel 2,69 maka dapat disimpulkan bahwa model linear yang digunakan kurang tepat.

Uji t digunakan untuk menguji signifikasi koefisien regresi b, yaitu apakah variabel independent (X) berpengaruh nyata atau tidak. Berdasarkan hasil yang didapat dengan derajat bebas (db) sebesar 32 diperoleh t-hitung (Tabel 12) untuk masing-masing variabel adalah hitung usia < tabel, jenis kelamin nilai hitung<tabel, nilai hitung pendidikan < tabel sedangkan lama kerja nilai t-hitung< t-tabel. Maka disimpulkan bahwa karakteristik responden tidak berpengaruh nyata pada komitmen kontinuan.

Tabel 12. Nilai Signifikasi dan Nilai t-hitung variabel komitmen Kontinuan

Dokumen terkait