BAB II TINJAUAN PUSTAKA
C. Penelitian Terdahulu dan Penurunan Hipotesa
3. Pengaruh Kebermanfaatan Sistem Terhadap Penerapan E-SPT
5. Pengaruh Penerapan E-SPT Terhadap Efisiensi Proses Data...64 BAB V SIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN
A. Simpulan...66 B. Saran...67 C. Keterbatasan Penelitian...68 DAFTAR PUSTAKA
4.1. Sebaran Kuisioner Berdasarkan Obyek Penelitian...41
4.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Sebaran Kuisioner...41
4.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Kelengkapan Identitas...42
4.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Ketidaklengkapan Identitas...42
4.5. Karakteristik Responden Berdasarkan Kedudukan di Instansi Asal...43
4.6. Hasil Uji Validitas...44
4.7. Hasil Uji Reliabilitas...47
4.8. Statistik Deskriptif...49
4.9. Hasil Uji Normalitas Desain Model Penelitian I...50
4.10. Hasil Uji Normalitas Desain Model Penelitian II...51
4.11. Hasil Uji Multikolinearitas Desain Model Penelitian I...52
4.12. Hasil Uji Multikolinearitas Desain Model Penelitian II...52
4.13. Hasil Uji Heteroskedastisitas Desain Model Penelitian I...53
4.14. Hasil Uji Heteroskedastisitas Desain Model Penelitian II...54
4.15. Hasil Uji Regresi Berganda...55
4.16. Hasil Uji Regresi Sederhana...55
4.17. Uji Koefisien Determinasi Model Penelitian I...56
4.18. Uji Koefisien Determinasi Model Penelitian II...57
4.19. Uji Signifikansi Simultan (Uji F) Model Penelitian I...57
DAFTAR GAMBAR
teknologi, yaitu membuat sistem online dalam pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) yang ditetapkan sejak tahun 2009. Dengan demikian, wajib pajak diharapkan dapat lebih mudah dan taat dalam melaporkan kewajiban perpajakannya dengan menggunakan e-SPT.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Kemudahan Sistem, Kebermanfaatan Sistem dan Kualitas Sistem terhadap Penerapan E-SPT serta Implikasinya terhadap Efisiensi Proses Data. Subyek dalam penelitian ini adalah wajib pajak badan yang terdaftar di tiap-tiap KPP Pratama yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan berjumlah 126 responden yang dipilih dengan menggunakan metode convenience sampling dengan cara menyebar kusioner. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi berganda dan metode regresi sederhana.
Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa pengetahuan perpajakan berpengaruh positif terhadap penerapan e-SPT, kemudahan sistem tidak memiliki pengaruh terhadap penerapan e-SPT sedangkan kebermanfaatan sistem memiliki pengaruh negatif terhadap penerapan e-SPT, kualitas sistem berpengaruh positif terhadap penerapan SPT dan penerapan e-SPT memiliki pengaruh positif terhadap efisiensi proses data.
Kata Kunci : E-SPT, Efisiensi Proses Data, Pengetahuan Perpajakan, Kemudahan Sistem, Kebermanfaatan Sistem, dan Kualitas Sistem.
services through the use of technology with creating online system to fulfill the tax return (SPT). The online system was established since 2009. Therefore, it is hoped that taxpayer will be easier and obedient in reporting the tax obligation using e-SPT.
This purpose of the research was to analyze the influence of tax knowledge, the simplicity of the system, the usefulness of system and the quality of system towards the integration of electronic tax return (e-SPT) and the implication of the data processing efficiency. The participants of the research were the registered corporate who have an obligation to pay the tax in every tax office (KPP Pratama) in the region of Yogyakarta. The researcher selected 126 respondents using convenience sampling method and used questionnaire to collect the data. The researcher finally used multiple regression method and simple regression method to analyze the data.
Based on the analysis, the researcher found that the tax knowledge gives positive influence toward the integration of e-SPT. The easiness of system does not give effect to the integration of e-SPT, whereasthe usefulness of system gives negative effect toward the integration of e-SPT. Further, the quality of system gives positive effect to the integration of e-SPT and the integration of e-SPT gives positive effect to thedata processing efficiency.
Keywords: E-SPT, Data Processing Efficiency, Tax Knowledge, Easiness Of System, Usefulness Of System And Quality Of System
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pajak memegang peranan yang sangat vital dalam kelangsungan sistem
pemerintahan negara karena pajak merupakan sektor pemasukan terbesar bagi
kas negara. Pajak dijadikan sebagai alat yang sah untuk memasukkan dana
secara optimal ke dalam kas negara dengan disahkan oleh Undang-Undang
yang menjadikannya berkekuatan hukum. Pajak dijadikan sebagai instrumen
utama untuk mencapai tujuan-tujuan negara dengan cara memasukkan
penerimaan uang kas negara sebanyak-banyaknya sesuai dengan penerimaan
pajak yang telah ditargetkan.
Di dalam APBN, total penerimaan pajak pada tahun 2015 adalah sebesar
Rp.1.491,5 triliyun atau sebesar 84,7% dari total penerimaan negara. Sebesar
Rp.1.537,2 triliyun penerimaan pajak yang di dapatkan pada tahun 2014 atau
91,7% dari total penerimaan negara (www.kemenkeu.go.id). Sedangakan pada
tahun 2013, tercatat sebesar Rp. 1.077,3 triliyun penerimaan pajak atau
sebesar 93,8% dari total penerimaan Negara (www.ekon.go.id). Hal tersebut
membuktikan bahwa lebih dari 70% penerimaan pendapatan Negara
bersumber dari pajak.
Dana di dalam APBN yang bersumber dari pajak digunakan pemerintah
untuk membiayai pengeluaran rutin masyarakat, yaitu dengan melakukan
pembangunan infrastruktur dan semua kepentingan umum. Pengeluaran rutin
sekolah, jembatan, jalan raya dan sebagainya. Selain itu, pajak juga dapat
berfungsi sebagai pengatur kegiatan ekonomi masyarakat. Contohnya adalah
untuk membatasi gaya hidup masyarakat Indonesia yang konsumtif.
Lembaga pemerintahan yang bertanggung jawab atas pemungutan
pajaknya di Indonesia adalah Direktorat Jendral Pajak (DJP), merupakan
lembaga pemerintah yang berwenang dalam merumuskan dan melaksanakan
kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perpajakan. Melalui wewenang
tersebut, DJP akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan
penerimaan pajak.
Salah satu upaya yang dilakukan DJP yaitu mengalihkan sistem
pemungutan pajak dari Official Assessment System dimana besaran pajak yang
harus dibayar dihitung oleh fiskus menjadi Self Assesment System. Dimana
wajib pajak diberikan kepercayaan untuk mendaftarkan diri menjadi wajib
pajak dan mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), lalu menghitung
sendiri jumlah pajak yang harus dibayarkan sesuai dengan pendapatan,
menyetorkan pajaknya, lalu melaporkannya dengan menggunakan Surat
Pemberitahuan (SPT).
Dari tujuh puluh lima juta penduduk Indonesia yang seharusnya memiliki
NPWP, baru sekitar 20 juta yang terdaftar memiliki NPWP, dan hanya 10 juta
saja yang melaporkan SPT. Dari rasio pajak tersebut, dapat disimpulkan
bahwa tingkat kepatuhan masyarakat Indonesia masih kurang. Namun, sejak
dikeluarkannya peraturan Dirjen Pajak No.6/PJ/2009, masyarakat Indonesia
Tercatat pelapor SPT online melalui e-filing mencapai 1,7 juta orang pada
tahun 2014 dan sebanyak 500 ribu pada awal Maret 2015
(www.kemenkeu.go.id). Dengan demikian, DJP diharapkan untuk bisa
memonitor penyetoran pajak dengan lebih jeli dan mampu memberikan
pelayanan yang baik kepada wajib pajak.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, DJP melakukan
modernisasi dengan cara melakukan pembaharuan-pembaharuan dalam sistem
administrasi perpajakan salah satunya yaitu merubah SPT ke dalam bentuk
elektronik yang dikemas ke dalam aplikasi e-SPT, e-filing, maupun e-faktur.
Di dalam penelitian Kader dkk., (2015) ditemukan bahwa penerapan e-SPT
berpengaruh terhadap efisiensi pengisian SPT menurut persepsi wajib pajak di
wilayah kecamatan Sario Manado.
Surat pemberitahuan elektronik (e-SPT) digunakan oleh wajib pajak
sebagai sarana pelaporan kewajiban perpajakannya. Penerapan e-SPT
dimaksudkan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dengan cara
mempermudah proses pelaporan. Tujuan pembuatan e-SPT salah satunya
adalah efisien dalam proses data. Baik yang digunakan wajib pajak untuk
melaporkan maupun yang digunakan fiskus untuk disimpan kedalam database.
Suryadi (2012) dan Lingga (2012) telah melakukan penelitian mengenai
pengaruh penerapan e-SPT terhadap efisiensi pemrosesan data perpajakan.
Dimana dalam kedua penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan
e-SPT memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi pemrosesan data.
dilakukan oleh wajib pajak untuk melaporkan data yang berhubungan dengan
kewajiban pajak, hanya dibutuhkan usaha yang sedikit dan cepat. Data-data
yang dilaporkan oleh wajib pajak, akan diproses secara lebih cepat karena
tidak membutuhkan proses rekam ulang data.
Efisien dalam pemrosesan data dapat dikatakan ketika tidak terjadinya
kegiatan berulang dalam suatu rangkaian kegiatan. Sehingga akan
menghasilkan informasi yang jelas, tepat waktu dan akurat, meminimalisirkan
sumber daya manusia, serta menghemat waktu dan biaya. Efisien dalam
pemrosesan data perpajakan akan menghasilkan informasi yang jelas, tepat
waktu dan akurat jika wajib pajak memiliki pengetahuan perpajakan yang
mumpuni. Pengetahuan perpajakan yang dimiliki oleh wajib pajak dinilai
menjadi faktor dalam meningkatkan kepatuhan perpajakan. Karena semakin
tinggi pengetahuan yang dimiliki oleh wajib pajak mengenai tata cara dan
undang-undang perpajakan maka dapat mempengaruhi peningkatan kepatuhan
wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya (Gustiyani, 2014).
Zuhdi dkk., (2015) menyebutkan bahwa kepatuhan wajib pajak
dipengaruhi secara simultan oleh penerapan e-SPT dan pengetahuan
perpajakan, artinya adalah kepatuhan wajib pajak dapat meningkat jika
pengetahuan wajib pajak dan penerapan e-SPT dapat dilaksanakan dengan
baik. Kepatuhan wajib pajak akan semakin meningkat jika didorong oleh
adanya pemahaman wajib pajak mengenai tata cara perpajakan dan
mendorong wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan
tepat waktu.
Rais dan Pinatik (2015) didalam penelitiannya menyatakan bahwa secara
parsial kemudahan e-SPT berpengaruh terhadap pelaporan e-SPT pada wajib
pajak pribadi di Kota Bitung. Kemudahan sistem yang diharapkan adalah
mencakup kemudahan dalam perekaman data, kemudahan pemakaian,
kemudahan dalam penghitungan dan kemudahan dalam pelaporan. Ketika
wajib pajak merasa mudah dalam menggunakan sistem e-SPT, maka wajib
pajak akan terus menggunakannya sebagai sarana pelaporan kewajiban
perpajakannya. Jika penggunaan dilakukan secara terus-menerus dan
berulang-ulang maka wajib pajak akan merasakan kebermanfaatan dari sistem
tersebut.
Sugihanti (2011) menyatakan bahwa minat penggunaan e-SPT akan
meningkat ketika pelaporan dengan menggunakan e-SPT telah memperhatikan
hal-hal yang memberikan manfaat bagi wajib pajak. Dalam hal ini,
kebermanfaatan sistem diharapkan mampu mengurangi tingkat kesalahan
(human error) dan lebih efisien dalam hal waktu, tenaga dan biaya. Sistem
yang dirasa dapat memberikan manfaat bagi penggunanya, maka akan
menimbulkan rasa puas dan mengindikasikan bahwa sistem tersebut berhasil.
Namun, keberhasilan sistem akan dipengaruhi oleh kualitas sistem.
Jika kualitas sistem sudah baik, maka sistem yang diciptakan untuk
memenuhi kebutuhan dan kepuasan pengguna tersebut dapat dikatakan
bahwa jika kualitas sistem yang dihasilkan oleh e-filing adalah baik, maka
akan semakin banyak wajib pajak yang menggunakan sistem e-filing. Chen et
al., (2015) berpendapat bahwa di dalam Web Service Quality (WSQ) terdiri
dari kualitas informasi, kualitas sistem dan kualitas layanan memiliki dampak
yang positif pada kegunaan dan kepuasan pengguna.
Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penerapan e-SPT yang merupakan
upaya peningkatan kualitas pelayanan dari DJP untuk meningkatkan
penerimaan pajak dengan judul Pengaruh Pengetahuan Perpajakan,
Kemudahan Sistem, Kebermanfaatan Sistem dan Kualitas Sistem terhadap Penerapan e-SPT serta Implikasinya terhadap Efisiensi Proses Data.
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi tambahan bagi
pihak-pihak yang ingin memperdalam pengetahuan mengenai e-SPT dan dapat
memberikan kontribusi terhadap penerapan literatur akuntansi perpajakan.
Selain itu, penelitian ini dapat menjadi masukan bagi praktisi perpajakan
untuk dapat membuat kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan sistem
administrasi yang modern (e-SPT) agar meningkatkan penerimaan pajak.
Lingga (2012) telah melakukan penelitian yang berjudul pengaruh
penerapan e-SPT terhadap efisiensi pemrosesan data perpajakan : Survey
terhadap pengusaha kena pajak pada KPP Pratama X, Bandung. Variabel
independen dan dependen penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah
yang menjadi indikator kesuksesan e-SPT, yaitu pengetahuan perpajakan,
kemudahan sistem, kebermanfaatan sistem dan kualitas sistem. Selain itu, hal
lain yang membedakan dengan peneliti sebelumnya yaitu lokasi penelitian
yang akan dilakukan di KPP Pratama yang ada di Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah yang
dapat ditarik dalam penelitian ini yaitu:
1. Apakah pengetahuan pajak yang dimiliki oleh wajib pajak dapat
mempengaruhi penerapan e-SPT?
2. Apakah kemudahan sistem dapat mempengaruhi penerapan e-SPT?
3. Apakah kebermanfaat sistem dapat mempengaruhi penerapan e-SPT?
4. Apakah kualitas sistem dapat mempengaruhi penerapan e-SPT?
5. Apakah penerapan e-SPT dapat mempengaruhi efisiensi proses data?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu :
1. Untuk menganalisa pengaruh pengetahuan pajak terhadap penerapan
e-SPT.
2. Untuk mengukur tingkat kemudahan sistem terhadap penerapan e-SPT.
3. Untuk mengukur tingkat kebermanfaatan sistem terhadap penerapan
e-SPT.
5. Untuk mengidentifikasi pengaruh atas penerapan e-SPT terhadap efisiensi
proses data.
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang didapatkan dengan dilakukannya penelitian ini
yaitu:
1. Bagi Akademisi
Sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan
mengukur sejauh mana implementasi ilmu yang sesuai dengan
perkembangan zaman. Serta memberikan informasi dan gambaran yang
lebih jelas bagi para peneliti yang ingin melakukan penelitian mengenai
pengetahuan perpajakan, kemudahan sistem, kebermanfaatan sistem,
kualitas sistem, penerapan e-SPT dan efisiensi proses data perpajakan.
2. Bagi Praktisi
Sebagai informasi tambahan, masukan, sekaligus pertimbangan
bagi pihak-pihak yang berwenang dan berhubungan dengan penelitian ini
dalam penetapan kebijakan dan pelaksanaan peraturan perpajakan agar
dapat meningkatkan kualitas pelayanan untuk meningkatkan penerimaan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Technology Acceptance Model (TAM)
Technology Acceptance Model (TAM) merupakan salah satu model
yang dibentuk untuk menganalisis faktor-faktor diterimanya teknologi
komputer. Model ini pertamakali diperkenalkan oleh Fred Davis pada
tahun 1986. TAM merupakan turunan dari Theory of Reasoned Action
(TRA) yang dikembangkan pada tahun 1980. Penggunaan terhadap suatu
sistem informasi diperkirakan dan dijelaskan oleh teori ini.
Di dalam teori TAM, dirumuskan faktor-faktor yang mempengaruhi
organisasi menerima terhadap suatu teknologi. Faktor-faktor tersebut
dijelaskan melalui hubungan sebab akibat antara keyakinan dan perilaku,
tujuan, maupun penggunaan aktual dari pengguna suatu sistem informasi.
Model TAM yang diadopsi dari model TRA didasarkan pada
bahwasanya tindakan seserang untuk bersikap dan berperilaku didasarkan
pada reaksi dan persepsi seseorang terhadap suatu hal. Reaksi dan persepsi
pengguna teknologi informasi akan menentukan diterima atau tidaknya
sistem tersebut.
Faktor yang dapat mempengaruhi persepsi dan reaksi pengguna yaitu
kemanfaatan dan kemudahan penggunaan sistem informasi. Hal tersebut
pengguna akan melihat manfaat dan kemudahan sistem informasi yang
dijadikan sebagai tolak ukur untuk menerima suatu teknologi.
2. Information System Succsess Model (ISSM)
Information System Succsess Model (ISSM) atau model parsimoni
kesuksesan sistem informasi D & M Succsess Model dikembangkan oleh
DeLone dan McLean pada tahun 1992. Dalam model yang dikembangkan
ini, DeLone dan McLean menrefleksikan enam elemen kesuksesan sistem,
antara lain :
a. Kualitas sistem (system quality)
b. Kualitas informasi (information quality)
c. Penggunaan (use)
d. Kepuasan pemakai (user satisfaction)
e. Dampak individual (individual impact)
f. Dampak organisasional (organizational impact)
Model kesuksesan ini didasarkan pada proses dan hubungan kausal
dari elemen-elemen yang telah disebutkan diatas. Model ini tidak
mengukur kesuksesan sistem informasi secara independen, namun
mengukurnya secara keseluruhan, dimana setiap elemen mempengaruhi
elemen-elemen lainnya.
Kesuksesan sistem yang digambarkan DeLone dan McLean diukur
dari elemen kualitas sistem dan kualitas informasi secara independen dan
penggunaan dan kepuasan pemakai akan mempengaruhi dampak
individual dan dampak organisasional.
Namun pada tahun 2003, DeLone dan McLean memperbarui modelnya
dan menyebutnya sebagai updated ISSM. Hal-hal yang diperbarui yaitu :
a. Menambah elemen kualitas pelayanan (service quality) sebagai
tambahan dari elemen-elemen kualitas yang sudah ada.
b. Menggabungkan dampak individual (individual impact) dan
dampak organisasional (organizational impact) menjadi satu
variabel yaitu manfaat-manfaat bersih (net benefits).
c. Menambahkan dimensi minat memakai (intention to use) sebagai
alternatif dari dimensi pemakaian (use).
3. Surat Pemberitahuan Elektronik (E-SPT)
Surat Pemberitahuan Elektronik atau e-SPT dapat diartikan sebagai
aplikasi yang digunakan wajib pajak agar pelaporan SPT lebih mudah
disampaikan yang mana software tersebut dibuat oleh DJP. Pengertian
e-SPT secara lebih lengkap menurut DJP adalah Surat Pemberitahuan
beserta lampiran-lampirannya dalam bentuk digital dan dilaporkan secara
elektronik atau dengan menggunakan media computer yang digunakan
untuk membantu wajib pajak dalam melaporkan perhitungan dan
pembayaran pajak yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Maksud dari menggunakan e-SPT adalah untuk melancarakan semua
yang berkaitan dengan melaporkan kewajiban pajak dapat berjalan dengan
baik, lancar, akurat, dan mempermudah wajib pajak yang diharapkan
meningkatnya kepatuhan dari wajib pajak. Kelebihan dari penggunaan
aplikasi e-SPT menurut DJP adalah:
a. Penyampaian SPT dapat dilaksanakan dengan cepat dan aman, dan
lampiran data dapat disimpan kedalam bentuk compact disk (CD)
atau flash disk.
b. Data perpajakan yang diinput dapat terorganisir dengan baik.
c. Aplikasi e-SPT dapat mengorganisir data perpajakan wajib pajak
dengan sistematis.
d. Perhitungan dalam hal pajak yang harus dibayar dapat dilakukan
dengan cepat dan tepat.
e. Penghitungan dalam membuat laporan pajak menjadi lebih mudah.
f. Data yang diinput oleh wajib pajak akan legkap karena diproses
menggunakan sistem komputerisasi.
g. Mengurangi penggunaan kertas dan mengefisienkan
pekerjaan-pekerjaan berulang perekaman SPT yang memakan sumber daya
cukup banyak.
4. Efisiensi Proses Data
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring edisi IV (2008)
memberikan beberapa pengertian untuk kata efisien, yaitu sebagai berikut:
a. Tepat atau sesuai untuk mengerjakan/menghasilkan sesuatu dengan
b. Mampu menjalankan dengan tepat dan cermat; berdayaguna; tepat
guna.
Lingga (2012) menyebutkan bahwa efisiensi adalah melakukan sesuatu
secara benar, maksudnya adalah upaya untuk mencapai suatu tujuan
dengan melakukan perhitungan jumlah pengorbanan sumber daya yang
dikeluarkan.
Istilah proses di definisikan oleh KBBI daring edisi IV (2008) sebagai
berikut :
a. Runtutan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu.
b. Rangkaian tindakan, pembuatan, atau pengolahan yang
menghasilkan produk.
Sedangkan Handayaningrat (1996) berpendapat bahwa proses adalah
tuntutan perubahan dari sesuatu yang dilakukan secara terus menerus.
Jogyanto (2005) mendeskripsikan data sebagai kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Sedangkan
definisi data menurut KBBI daring edisi IV (2008) adalah :
a. Keterangan yang benar dan nyata.
b. Keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan bahan kajian
(analisis atau kesimpulan).
Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa efisiensi proses
secara berulang untuk mengolah sumber yang benar dan nyata menjadi
suatu output yang berbentuk informasi yang diinginkan dengan input yang
sedikit.
5. Pengetahuan Pajak
Kamus Besar Bahasa Indonesia daring edisi IV (2008)
mendeskripsikan pengetahuan sebagai segala sesuatu yang diketahui,
segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan hal. Pengetahuan adalah
hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek
melalui indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga, dan sebagainya)
(Notoatmodjo, 2010).
Soemitro dalam Mardiasmo (2011) mendefinisikan pajak adalah iuran
rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang-undang (UU) yang dapat
dipaksakan dengan tiada mendapat jasa timbale (kontraprestasi) yang
langsung dapat ditunjukkan dan digunakan untuk membayar pengeluaran
umum.
Menurut UU No.28 Pasal 1 Ayat 1 Tahun 2007, pajak adalah
kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh orang pribadi atau
badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang dengan tidak
mendapatkan imbalan langsung dan digunakan untuk keperluan Negara
bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pengetahuan dan pemahaman pertaturan perpajakan yang dimaksud
(KUP) yang meliputi cara melaporkan SPT, membayar, tempat membayar,
denda dan batas waktu pembayaran atau pelaporan SPT (Resmi, 2009).
Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan
pajak merupakan segala sesuatu mengenai perpajakan yang meliputi
melakukan pendaftaran untuk terdaftar menjadi wajib pajak, mengisi Surat
Pemberitahuan (SPT) dengan benar, melakukan perhitungan pajak
sebagaimana mestinya, menyetorkan pajak secara tepat waktu sesuai
dengan Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) yang diperoleh dari proses
melihat, mendengar, merasakan dan berfikir yang menjadi dasar manusia
dalam bersikap dan bertindak.
6. Kemudahan Sistem
Menurut KBBI daring edisi IV (2008), mudah diartikan tidak
memerlukan banyak tenaga atau pikiran dalam mengerjakan; tidak sukar;
tidak berat; gampang. Perceived ease of use didefinisikan Davis et al.,
(1989) dan Chin and Todd (1995) dengan seberapa besar kemudahan
untuk memahami dan menggunakan teknologi computer yang dapat
dirasakan.
Kata sistem didefinisikan oleh KBBI daring edisi IV (2008) sebagai :
a. Perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga
membentuk suatu totalitas.
b. susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dan sebagainya.
Jogiyanto (2005) menjelaskan bahwa sistem adalah suatu tujuan
Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang
nyata. Kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat,
benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi
Kemudahan penggunaan didefinisikan sebagai keyakinan seseorang
untuk menggunakan suatu sistem tidak memerlukan usaha apapun (free of
effort) atau mudahnya teknologi tersebut dipahami oleh pengguna (Hanafi
dkk., 2012).
Dari definisi-definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kemudahan
sistem adalah tingkatan dimana seseorang percaya bahwa untuk
menggunakan suatu teknologi untuk mencapai tujuan tertentu tidak
diperlukan banyak tenaga.
7. Kebermanfaatan Sistem
Perceived usefulness is defined here as “the degree to which a person
believes that using a particular system would enhance his or her job