• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dependent Variable: SHARPE

TABEL IV.32 Koefisien Determinasi

3. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Sharpe’s Measure

a. Perusahaan Multinasional

Pengaruh secara simultan kinerja keuangan terhadap sharpe’s measure terbukti signifikan pada perusahaan mutinasional (Tabel IV.13). Hal ini sesuai dengan penelitian Kusuma (1999) dimana terdapat pengaruh secara simultan kinerja keuangan terhadap sharpe’s measure pada perusahaan multinasional.

Terdapat empat pengaruh signifikan secara parsial dari variabel kinerja keuangan terhadap sharpe’s measure pada perusahaan multinasional dimana kinerja keuangan Quick ratio, ROA, Long-term Capital Investment dan Inventory turnover berpengaruh secara partial terhadap sharpe’s measure perusahaan multinasional. Hal ini sesuai dengan penelitian Kusuma (1999) dimana Quick ratio, ROA long-term capital investment dan Inventory turnover berpengaruh secara partial terhadap

sharpe’s measure perusahaan multinasional. Menurut Kusuma (1999) ROA, Long-term capital investment dan Inventory turnover perusahaan multinasional berpengaruh positif karena besaran keuntungan perusahaan dalam pengembalian aset perusahaan menandakan perusahaan beroperasi optimal dalam menghasilkan laba, sehingga tingkat pengembalian investasi dari investor pun akan meningkat. Disisi lain penambahan atau peningkatan investasi pada aktiva tetap dapat diinterprestasikan oleh para pemodal sebagai prospek pendapatan dimasa depan. Menurut Brigham dan Houston

106 (2006) besaran inventory turnover menunjukkan seberapa besar efisiensi atau efektivitas perusahaan dalam pengelolaan aktivanya dalam hal ini persediaan, semakin tinggi nilai inventory turnover menunjukkan persediaan berada pada putaran yang optimal, produktif dan mencerminkan dengan tingkat pengembalian yang tinggi. Penelitian ini juga mendukung penelitian dari Kusuma (1999) dimana variabel DER, PER, PBV dan DPR terbukti memang tidak berpengaruh secara partial terhadap sharpe’s measure perusahaan multinasional karena memang bukan variabel kunci untuk memonitor sharpe’s measure perusahaan multinasional.

b. Perusahaan Domestik

Pengaruh secara simultan kinerja keuangan terhadap sharpe’s measure terbukti signifikan pada perusahaan domestik (Tabel IV.14). Hal ini sesuai dengan penelitian Kusuma (1999) terdapat pengaruh secara simultan kinerja keuangan terhadap sharpe’s measure pada perusahaan domestik.

Sedangkan pengaruh parsial kinerja keuangan terhadap sharpe’s measure pada perusahaan domestik didapatkan bahwa kinerja keuangan ROA, PBV dan DPR berpengaruh secara partial terhadap sharpe’s measure

perusahaan domestik. Ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Kusuma (1999) dimana return on asset dan market price to book value

107 domestik. ROA berpengaruh positif terhadap sharpe’s measure karena besaran keuntungan perusahaan dalam pengembalian aset perusahaan menandakan perusahaan beroperasi optimal dalam menghasilkan laba sehingga tingkat pengembalian investasi dari investor pun akan meningkat.

PBV berpengaruh negatif terhadap sharpe’s measure mempunyai makna bahwa apabila nilai rasio PBV semakin turun maka akan menaikkan nilai sharpe’s measure. Hal ini konsisten dengan teori dari Bodie, Kane dan Markus (1996:576) bahwa analis pasar modal mempertimbangkan suatu saham dengan rasio PBV yang rendah merupakan investasi yang aman dan relatif menolak saham dengan rasio PBV yang tinggi, hal ini menunjukkan bahwa ekspektasi para pemodal lebih menyukai investasi yang aman ketika hendak berinvestasi pada perusahaan domestik.

Disisi lain DPR berpengaruh negatif terhadap sharpe’s measure, hal menunjukkan apabila nilai rasio DPR semakin turun maka akan menaikkan nilai sharpe’s measure. Hal ini mungkin memunculkan ketidaklogisan pemikiran bahwa ketika dividen yang akan diterima oleh pemodal mengecil malah akan direspon baik oleh pemodal dengan tanda naiknya pengembalian, dalam hal ini sharpe’s measure. Namun berdasarkan teori dari Bodie, Kane dan Markus (1996:529) meskipun dividen lebih kecil dari kebijakan laba ditahan, yang berikutnya akan terjadi pertumbuhan terhadap asset perusahaan karena adanya investasi ulang dari laba ditahan yang akan meningkatkan peluang pertumbuhan

108 dividen dimasa yang akan datang, dan direfleksikan dengan harga saham saat itu.

Dilain pihak penelitian ini mendukung penelitian Kusuma (1999) dimana terbukti juga bahwa Quick Ratio, leverage, long-term capital investment dan inventory turnover terbukti tidak berpengaruh secara partial terhadap sharpe’s measure perusahaan domestik. Menurut Kusuma (1999)

Quick Ratio pada perusahaan domestik kurang begitu penting dan efektif karena tingkatan eksposur yang dihadapi relatif lebih rendah, sedangkan

long-term capital investment tidak berpengaruh pada perusahaan domestik karena penggunaan aset tetap yang relatif sedikit dapat diinterprestasikan sebagai kurang bagusnya prospek perusahaan dimasa depan.

Inventory turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap sharpe’s measure perusahaan domestik, karena menurut Shapiro (1996) dalam Kusuma (1999) inventori dalam perusahaan domestik relatif lebih mudah dikontrol sehingga inventory bukanlah faktor besar dalam menjelaskan

market performance.

Beberapa perbedaan yang terjadi pada penelitian ini dengan beberapa penelitian terdahulu (Michel dan Shaked, 1986 ; Kusuma, 1999) dimungkinkan terjadi karena perbedaan tahun penelitian dan utamanya perbedaaan level atau tingkatan kriteria perusahaan multinasional yang digunakan, karena pada penelitian ini menggunakan kriteria perusahaan multinasional yang didasarkan pada perusahaan yang beroperasi minimal di

109 dua negara atau tergolong dalam mini multinational enterprise (Hill, 2003:17) karena keterbatasan sumber dan data yang dimiliki oleh peneliti. Pada akhirnya akan relatif berbeda dengan taraf atau tingkatan sampel perusahaan multinasional yang digunakan pada penelitian terdahulu yang relatif mempunyai kriteria yang lebih tinggi.

110

BAB V

PENUTUP

Bab ini merupakan bab penutup di mana disajikan seluruh rangkuman hasil perhitungan dan analisis data sebagai suatu kesimpulan. Bab ini juga menyajikan keterbatasan penelitian serta saran-saran yang dapat digunakan sebagai solusi pengembangan penelitian mendatang.

A. Kesimpulan

Penelitian ini merupakan replikasi partial dari penelitian yang dilakukan oleh Michel dan Shaked (1986), Kusuma (1999). Jumlah sampel yang digunakan dalam perhitungan sebanyak 24 perusahaan multinasional dan 16 perusahaan domestik dengan metode pooled data, sehingga didapatkan 72 observasi perusahaan multinasional dan 48 observasi perusahaan domestik.

Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil analisis terhadap

sharpe’s measure dan kinerja keuangan perusahaan multinasional dan perusahaan domestik adalah sebagai berikut :

1. Ukuran market performance yang digunakan adalah sharpe's measure baik pada perusahaan multinasional dan perusahaan domestik. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa sharpe’s measure perusahaan multinasional berbeda dengan sharpe’s measure perusahaan domestik, sehingga hipotesis 1 diterima.

111 2. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa sharpe’s measure perusahaan multinasional lebih unggul dibandingkan sharpe’s measure perusahaan domestik, sehingga hipotesis 2 diterima.

3. Penelitian ini menemukan bahwa ROA dan PER perusahaan multinasional berbeda dengan perusahaan domestik, sehingga hipotesis 3 diterima. Sedangkan pada variabel Quick ratio, DER, PBV, DPR Long-term capital investmentdan Inventory turnover antara perusahaan multinasional dengan perusahaan domestik tidak berbeda, sehingga hipotesis 3 ditolak.

4. Penelitian ini juga meneliti terkait dengan pengaruh kinerja keuangan terhadap sharpe’s measure pada perusahaan multinasional dan perusahaan domestik baik secara simultan maupun secara partial. Berikut ringkasan kesimpulan:

a. Kinerja keuangan perusahaan multinasional berpengaruh secara simultan terhadap sharpe’s measure perusahaan multinasional, sehingga hipotesis 4 diterima.

b. Kinerja keuangan perusahaan domestik berpengaruh secara simultan terhadap sharpe’s measure perusahaan domestik, sehingga hipotesis 5 diterima.

c. Quick ratio secara partial terbukti berpengaruh terhadap sharpe’s measure perusahaan multinasional, sehingga hipotesis 6 diterima. Sedangkan pada perusahaan domestik quick ratio secara partial terbukti tidak berpengaruh terhadap sharpe’s measure perusahaan domestik, sehingga hipotesis 6 ditolak.

112 d. ROA secara partial terbukti berpengaruh terhadap sharpe’s measure

perusahaan multinasional dan sharpe’s measure perusahaan domestik, sehingga hipotesis 7 diterima.

e. DER secara partial terbukti tidak berpengaruh terhadap sharpe’s measure perusahaan multinasional dan sharpe’s measure perusahaan domestik, sehingga hipotesis 8 ditolak.

f. PER secara partial terbukti tidak berpengaruh terhadap sharpe’s measure perusahaan multinasional dan sharpe’s measure perusahaan domestik, sehingga hipotesis 9 ditolak.

g. PBV secara partial terbukti tidak berpengaruh terhadap sharpe’s measure perusahaan multinasional, sehingga hipotesis 10 ditolak. Sedangkan pada perusahaan domestik PBV secara partial terbukti berpengaruh terhadap sharpe’s measure perusahaan domestik, sehingga hipotesis 10 diterima.

h. DPR secara partial terbukti tidak berpengaruh terhadap sharpe’s measure perusahaan multinasional, sehingga hipotesis 11 ditolak. Sedangkan pada perusahaan domestik DPR secara partial terbukti berpengaruh terhadap sharpe’s measure perusahaan domestik, sehingga hipotesis 11 diterima.

i. Long-term capital investment secara partial terbukti berpengaruh terhadap sharpe’s measure perusahaan multinasional, sehingga hipotesis 12 diterima. Sedangkan pada perusahaan domestik

Long-113

term capital investment tidak terbukti berpengaruh terhadap sharpe’s measure perusahaan domestik, sehingga hipotesis 12 ditolak.

j. Inventory turnover secara partial terbukti berpengaruh terhadap

sharpe’s measure perusahaan multinasional, sehingga hipotesis 12 diterima. Sedangkan pada perusahaan domestik Inventory turnover

tidak terbukti berpengaruh terhadap sharpe’s measure perusahaan domestik, sehingga hipotesis 12 ditolak.

Dokumen terkait