BAB V HASIL PENELITIAN
5.3 Pembahasan Hasil Penelitian
5.3.2 Pengaruh Kondisi Ketunarunguan Terhadap Proses Belajar
Kesulitan mendengar diartikan sebagai gangguan permanen atau fluktuasi sehingga mempengaruhi kinerja pendidikan anak, tetapi di dalamnya tidak termasuk dalam ketulian. Berdasarkan defenisi tersebut didapatkan bahwa gangguan pendengaran pada anak sangat berpengaruh terhadap pendidikannya
sehingga perlu adanya adaptasi pendidikan khusus untuk membantu anak yang mengalami tunarungu (Kirk. dkk, 2009).
Anak tunarungu dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh mengalami hambatan pada alat vital yakni pendengaran dan kesulitan bicara. Hal ini membuat peran orangtua sangat extra dari mendampingi anak normal pada umunya.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara penelitian, anak tunarungu selain menggunakan bahasa isyarat sebagai media komunikasi, guru juga mewajibkan siswa mempelajari ujaran (vokal) agar dapat berkomunikasi dengan orang sekitarnya. Hal ini benar adanya dengan pernyataan dari informan utama I dan informan kunci.
Berdasarkan hasil penelitian dan observasi, diketahui keterbatasan siswa tunarungu tidak membuat motivasi siswa menurun. Siswa tunarungu bahkan rajin dalam mengerjakan tugas-tugasnya sesuai yang diperintahkan guru. Hal ini sesuai dengan penuturran informan utama II, III, IV dan V. Terkait rasa bosan ketika pemeblajaran jarak jauh, siswa tunarungu tidak merasa bosan karena penggunaan gadget bisa juga menjadi hiburan bagi mereka.
Berdasarkan hasil penelitian dan observasi, jika dilihat dari hasil belajar siswa tunarungu dapat disimpulkan bahwa selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tidak membuat hasil akademis mereka menurun, bahkan ada yang meningkat selama belajar di rumah. Hal ini juga tidak jauh dari peran orangtua selama membimbing anak di rumah.
5.3.3 Pandemi Covid-19 dan Dampaknya terhadap Sektor Pendidikan Coronavirus merupakan virus yang termasuk ke dalam RNA strain tunggal positif yang meninfeksi saluran pernapasan yang ditandai gejala berupa batuk, demam, dan terganggunya system proses pernapasan (Yuliana, 2020).
Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit dari yang gejala ringan hingga akut. Tanda dan gejala covid-19 pada umunya yaitu gejala pernapasan akut seperti demam, batuk, dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari bahkan sampai 14 hari. Pada kasus covid-19 yang berat menyebabkan pneumonia, gagal ginjal, sindrom pernapasan akut hingga menyebabkan kematian. Tanda dan gejala klinis sejauh ini sejauh ini yang menyumbang kasus terbanyak adalah demam, dengan beberapa mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen yang menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru-paru (Kemenkes, 2020).
Berdasarkan penemuan virus tersebut membuat dampak diberbagai sektor termasuk sektor pendidikan. Indonesia dalam menangani Covid-19 mengambil langkah dengan mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh. Mulai dari SD hingga perguruan tinggi belajar secara daring dan luring. Termasuk juga sekolah inklusif yakni SLB. SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumut melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan melalui media WhatsApp, hal ini benar dengan pernyataan oleh informan I dan informan kunci. Menurut informan kunci, walaupun selama pandemi belajar dari rumah tetapi perlombaan tingkat kota/kabupaten hingga nasional masih diadakan. Dan sekolah memfasilitasi anak-anak yang ikut lomba.
Berdasarkan hasil penelitian dan observasi, diketahui pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara berjalan dengan baik, hal ini seiring dengan peran serta orangtua yang sesuai dengan pernyataan informan kunci dan informan utama. Hal-hal yang menjadi bagi orangtua karena harus mengintrepetasikan materi yang diberikan oleh guru kepada anak, begitupun dalam materi vokal (ujaran), orangtua semampunya mengajari anak. Hal ini berdasarkan pada pernyataan informan utama III.
Hal-hal yang menjadi penghambat bagi orangtua adalah dalam membuat tugas video anak, orangtua harus dibantu saudara dari tunarungu, begitu juga dalam pengiriman video tugas. Informan utama IV yang tidak berasal dari asyarakat ekonomi bawah terpaksa harus membeli Handphone walaupun setengah pakai untuk mendukung fasilitas belajar anak. Karena rumah siswa masih berada dalam kota Medan jadi terkait jaringan internet tidak begitu dipermasalahkan.
5.4 Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan yang dialami peneliti dalam melakukan penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1. Penelitian ini dilakukan selama Covid-19 sehingga terkendala beberapa aturan terkait protokol kesehatan yang mempengaruhi hasil observasi penelitian.
2. Rendahnya tingkat pendidikan para informan sehingga dalam menjawab setiap pertanyaan peneliti yang diberikan membutuhkan waktu yang lama untuk memahami terlebih dahulu.
3. Masih ada item-item lain tentang Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh oleh anak tunarungu yang perlu diteliti, namun peneliti batasi dalam penelitian ini kepada bagaiman peran orangtua dalam membimbing anak tunarungu.
.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data di atas bahwa dapat disimpulkan peran orangtua yang memiliki anak tunarungu dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, sebagai berikut :
a. Orangtua sebagai pendamping utama (as aids), Peran orangtua disini mendampingi anak selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, membimbing anak agar mengerjakan tugas sesuai jadwal yang ditentukan.
b. Orangtua sebagai advokat (as advocates) .peran orangtua sebagai advokat mengusahakan kebutuhan anak selama belajara daring, membelikan paket kuota, menyediakan alat tulis dan mengambil lembar tugas siswa ke sekolah dan juga berkomunikasi dengan guru terkait materi pelajaran yang tidak dimengerti.
c. Orangtua sebagai Sebagai sumber (as resources), Peran orangtua sebagai sumber yaitu memberikan layanan pendidikan sesuai kebutuhan anak seperti anak di masukkan ke dalam les/terapi vokal.
d. Orangtua sebagai guru (as teacher), berperan selayaknya guru selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, mengajari anak sesuai kemampuannya, memberikan arahan tentang protokol kesehatan.
e. Orangtua sebagai diagnostisian (diagnosticians). Dalam hal ini peran orangtua selama pembelajaran jarak jauh mencari metode atau cara mengajar yang mudah dipahami oleh anak.
6.1 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan peneliti tentang , maka peneliti memberikan saran sebagai berikut :
1. Peneliti berharap kepada orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (tunarungu) agar selalu senantiasa memberikan pendampingan kepada anak ketika belajar agar anak dapat lebih bersemangat dalam belajar. Dan yang sudah berusaha mendampingi anak saat belajar lebih ditingkatkan lagi agar dapat dijadikanmotivasi orang tua lain yang belum bisa mendampingi anak ketika belajar.
2. Peneliti berharap kepada guru agar selalu senantiasa berusaha menciptakan pembelajaran yang menyenangkan agar siswa lebih bersemangat dalam belajar walaupun ketika harus belajar dari rumah. Dan apa yang sudah dilakukan agar bisa dijadikan motivasi dan pedoman agar lebih meningkatkan keterampilan dalam mengajar dan supayasiswa tidak bosan belajar.
3. Peneliti juga berharap kepada pihak sekolah agar melakukan pembinaan dalam proses pembelajaran jarak jauh selama pandemi ini dalam hal penggunaan aplikasi pendukungpembelajaran, agar orang tua tidak bosan dan tidak bingung ketika harus menggunakan beberapa aplikasi pembelajaran guna mendukung terlaksananya proses belajar dengan baik.
93
DAFTAR PUSTAKA Sumber Buku:
Ahmadi, A. (2013). Psikologi Belajar. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Afrizal. (2014). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta : PT Grafindo Persada.
Efendi, M.(2006). Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan.Jakarta: Bumi Aksara.
Haenuddin. (2013). Pendidikan anak Berkebutuhan Khusus Tuna Rungu.
Jakarta: Pt. Luxima Media Jakarta
Hasbullah. (2011). Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Moleong, L. J. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Murtiningsih, RP.P. (2013) Kiat Sukses Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Rusmaini. (2011). Ilmu Pendidikan. Plembang: Grafika Telindo Press.
Siagian, M.(2011). Metode Penelitian Sosial.Pedoman Praktis Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Kesehatan. Medan: PT. Grasindo monorotama Soekanto, S. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo.
Sugiyono.(2008). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Bandung:
Alfabeta.
Sunar, D. (2008). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Winarsih, M. (2007). Intervensi dini bagi anak tunarungu dalam pemerolehan bahasa. Jakarta: Depdiknas Dirjen Dikti.
Sumber Jurnal:
Apriliani, A, H (2021). Pelaksanaan Pembelajaran jarak Jauh
Azhari, M. (2020). Proses Pembelajaran Daring Di tengah Antisipasi Penyebaran Virus Corona Dinilai Belum Maksimal.
Baron, A.R & Brancombe, R, N. (2012). Social Psychology. In Person Education (Vol.6)
Darmono. (2015). Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
Dayanto, & Karim. (2017). Pembelajaran Abad 21. Gava Media.
Handayani, Tri. (2020). Peran Orang Tua Dalam Membimbing Anak Pada Pembelajaran Daring Di Desa Ngrapah Kabupaten Banyubiru Tahun Ajaran 2019/2020
Kirk, S, Gallagher, J, J, Coleman, M, R &Anastasiow, N. (2009). Educating Exeptional Children. Ney York: Houghton Mifflin Harcourt Publishing Company.
Maulana, D. (2020). Analisis Belajar Daring Pada Pandemi Covid-19 Di Jurusan Sistem Informasi Institut Bisnis Dan Informatika Kosgorop 1957.urnal sistem Informasi Bisnis Vol 1 No 2.
Mardhiyah, Siti Dawiyah, Jasminto. (2013). Al Ta’dib. Vol 3 No. 1:31-42
Nafizah, D. (2020). Peran Orang Tua Dalam Proses Pembelajaran Online Di Tengah Pandemi Covid-19 Terhadap Siswa Kelas IV MIN 3 Karanganyar Pradipta, R. F., & Dewantoro, D. A. (2019). Origami and Fine Motoric Ability of
Intellectual Disabiliy Students. International Journal of Innovation, 5(5), 531-545
Putri, S, S., Supena, A., Yatimah, D. (2019). Dukungan Sosial Orangtua Anak Tunarungu Usia 11 Tahun di SDN Perwira Kota Bogor. Jurnal Pendidikan Indonesia (Vol 5 No 1) Hal 20-26
Rizal, M, A, .S. (2018). Model Pembelajaran Dominan Online (Domon) di SMA Terbuka Kepanjen. Jurnal TEKNODIK, 22(1): 1-10..
Rizki, S (2020). Membangun efektivitas pembelajaran sosiologi ditengah pandemi. Jurnal Undiksha. Vol 2 No 3
Safitri, Kantri L. (2020). Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Minat Belajar Pada Pembelajaran Online di SD Negeri 5 Metro Pusat
Setiawan, A. R. (2020). Lembar Kegiatan Literasi Saintifik untuk Pembelajaran Jarak Jauh Topik Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19). Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 28–37. (Diakses pada tanggal 9 Juni 2021 pukul 21.05)
Suparno. (2007). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Yuliana. (2020). Wellness And Healthy Magazine. Journal Press. 2(1)
Sumber Online
Albertus, A. (2020). Begini Metode Pembeljaran Jarak Jauh Disdik DKI Jakarta.
Artikel Edukasi. Kompas. https:// www. kompas.com/edu /read/ 2020/
06/05/ 181621171/ berikut-ini-pedoman-pjj-luring -dalam-masa-darurat covid-19? page=all. (Diakses pada tanggal 13 Juli 2021 pukul 15.46 WIB.) Kemendikbud..(2020). Pedoman Pelaksanaan Belajar dari Rumah Selama
Darurat Bencana COVID-19 di Indonesia
http://pusdatin.kemendikbud.go.id/PANDUAN-PEMBELAJARAN-JARAK-JAUH-BELAJAR-DIRUMAH-MASA-C-19 .(Diakses pada 10 April 2021 pukul 09.05 WIB)
Kemenkes.(2020) Pedoman Pencegahan dan pengendalian Covid-19.
https://wwwcovid-19.kemkes.go.id/protokol-covid-10/kmk-no-hk-01-07-menkes-413-2020-ttg-pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-covid-19.
(Diakses pada tanggal 20 Juli 2021 pukul 10.40 WIB).
Satuan Tugas Penanganan Covid-19. (2021). Diakses di https://covid19.go.id/
tanggal 11 Februari 2021 pukul 17.44 WIB.
96
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Foto bersama ibu Putri Wali Kelas IIIB Foto bersama ibu Naina
Foto bersama ibu Yunengsih Foto bersama ibu Yusnanidan Nugi dan Mutiara
Foto bersama Zeny Screenshot Video Call WhatsApp dengan Ibu Nurfadhilah dan Atika
97
SURAT IZIN PENELITIAN
98
SURAT BALASAN PENELITIAN
99
PEDOMAN WAWANCARA
Peran Orangtua Yang Memiliki Anak Tunarungu Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Jarak jauh (Studi Kasus Orangtua Dari Siswa Tunarungu di
SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara) A. Informan Utama
Informan utama dalam penelitian ini adalah 3 orangtua dari siswa beserta guru atau wali kelas yang mengajar di SLB Negeri PTP Sumatera Utara.
a. Identitas Informan Utama : 1. Nama :
b. Butir Pertanyaan Wawancara untuk Guru/Wali Kelas :
1. Bagaimana cara agar anak mudah memahami materi yang disampaikan secara daring?
2. Aplikasi apa yang digunakan dalam proses pembelajaran jarak jauh?
3. Bagaimana cara guru mengajar secara daring ? 4. Kapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilakukan?
5. Bagaimana cara anak mempersiapkan diri agar dapat mengikuti pembelajaran?
6. Adakah tempat khusus bagi anak tunarungu dalam pembelajaran jarak jauh?
7. Bagaimana mekanisme presensi dalam pembelajaran jarak jauh?
8. Bagaimana sistem penilaian dalam pembelajaran jarak jauh?
9. Bagaimana mekanisme pembinaan siswa tunarungu pada pembelajaran jarak jauh?
10. Adakah program remidi berlaku pada masa pembelajaran jarak jauh?
11. Bagaimana pengaturan jadwal pembelajaran secara daring?
12. Bagaiamana tanggapan guru ketika siswa tunarungu belum memahami materi yangdisampaikan?
c. Butir Pertanyaan Wawancara Untuk Orangtua Siswa :
1. Apa yang dilakukan orang tua selama pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi ini?
2. Apa saja fasilitas di rumah dalam menunjang proses pembelajaran jarak jauh?
3. Apakah orang tua selalu menemani anak ketika proses pembelajaran berlangsung?
4. Anak dikategorikan mengalami kesulitan pendengaran tingkat?
5. Apakah anak memakai alat dengar bantu untuk menunjang proses belajar ?
6. Apa yang dilakukan orang tua ketika anak mengalami masalah teknologi dalam pembelajaran jarak jauh ?
7. Apa yang dilakukan orang tua ketika anak mengalami kesulitan materi pelajaran?
8. Apakah anak merasa bosan dalam pembelajaran jarak jauh selama pandemi ini?
9. Apakah orang tua kesulitan dalam mengajari dan mendampingi anak tunarungu dalam belajar?
10. Apakah orangtua memiliki metode khusus untuk mengajar anak tunarungu dirumah?
11. Apakah orang tua kesulitan dalam memahami materi yang anak belum memahami?
12. Apakah orang tua tetap meluangkan waktu disela-sela kesibukan untuk mendampingi anak belajar?
13. Apakah anak dapat memahami materi yang disampaikan secara daring?
14. Bagaimana perubahan anak selama pembelajaran jarak jauh?
15. Apakah nilai akademik anak tunarungu naik/turun setelah pembelajaran jarak jauh?
B. Informan Kunci
Informan kunci dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah SLB Negeri PTP Sumatera Utara:
a. Identitas Informan Kunci : 1. Nama :
b. Butir Pertanyaan Wawancara Informan Kunci : 1. Apa itu pembelajaran jarak jauh?
2. Apa kontribusi sekolah dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh?
3. Bagaimana penerapan pembelajaran jarak jauh dilakukan?
4. Apakah proses pembelajaran jarak jauh berjalan lancar selama pandemic covid-19?
5. Apa saja hambatan ketika pembelajaran jarak jauh berlangsung?
6. Fasilitas apa saja yang diberikan pihak SLB untuk penerapan pembelajaran jarak jauh?
7. Bagaimana respon orangtua setelah adanya kebijakan pembelajaran jarak jauh?
8. Apakah ada perubahan yang terjadi setelah adanya pembelajaran jarak jauh?
9. Apakah ada keluhan orangua terhadap sekolah terkait pembelajaran jarak jauh?
10. Apakah ada penilaian khusus kepada siswa disabilitas (tunarungu) yang tidak mencapai nilai standar?
C. Informan Tambahan
Informan tambahan dalam penelitian yaitu tiga orang saudara (kakak atau abang) dari siswa tunarungu SLB Negeri PTP Sumatera Utara.
a. Identitas Informan Tambahan : 1. Nama :
2. Umur :
3. Jenis Kelamin : 4. Alamat : 5. Agama :
6. Pendidikan Terakhir : 7. Pekerjaan :
b. Butir Pertanyaan Wawancara Informan Tambahan :
1. Apakah mengetahui adanya pemberlakuan pembelajaran jarak jauh?
2. Apakah saudara/saudari mengetahui siswa tunarungu juga menerapkan pembelajaran jarak jauh?
3. Bagaimana respon saudara sebagai tetangga yang melihat orangtua mendampingi siswa tunarungu dalam pembelajaran jarak jauh?
4. Apakah orangtua siswa tunarungu melaksanakan perannya selama pandemi ?
5. Bagaimana tanggapan saudara terhadap anak yang ikut dalam pembelajaran jarak jauh?
6. Apakah saudara selaku saudara kandung melihat kegiatan pemberlakuan pembelajaran jarak jauh pada anak tunarungu mengalami perubahan
103