TINJAUAN PUSTAKA
D. Pengaruh lingkungan pendidikan dalam mengatasi pergaulan bebas remaja di Kec. Turikale
Berbicara tentang lingkungan pendidikan tidak terlepas dari ketiga faktor pendidikan dalam hal ini Keluarga, Sekolah, Masyarakat. Ketiga lembaga pendidikan memiliki tugas dan fungsi yang sama dalam pendidikan anak, dalam hal pendidikan remaja dalam mengatasi pergaulan bebas yang semaki marak terjadi dilingkungan masyarakat.
Seperti yang kita lihat bahwa anak-anak sekarang jauh lebih dewasa secara psikologi dibandingkan dengan umurnya, anak-anak seakan-akan dipaksa hidup dengan bahasa dan gaya hidup orang dewasa. Salah satu diantaranya pada usia sebelum sekolah sudah dipaksa membiasakan diri mendengarkan lagu-lagu dewasa yang bertemakan cinta pada lawan jenis, sehingga anak-anak kecil sekarang ini sudah terbiasa mendengar kata pacar, cinta dan hal-hal yang berhubungan ikatan dewasa. Oleh sebab itu dibutuhkan Peran dari ketiga lembaga pendidikan agar remaja-remaja saat ini tidak terlalu jauh terjerumus dalam dunia yang seharusnya belum mereka dapatkan (dunia dewasa).
Lingkungan pendidikan dalam mengatasi pergaulan bebas remaja di Kecamatan Turikale sangat berpengaruh terhadap pembinaan serta perkembangan remaja agar terhindar dari pergaulan bebas yang ada di Kecamatan Turikale. Ini menunjukan bahwa peran orang tua, guru dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendidik remaja-remaja agar
terhindar dari pergaulan bebas seperti, merokok, pacaran, berdua-duaan, pulang larut malam, mengakses video-video terlarang, dll.
Lingkungan pendidikan dalam hal ini orang tua, guru dan masyarakat di Kecamatan Turikale sudah hampir sepenuhnya menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pendidik, pembina, pelindung dan pencegah bagi anak-anak agar terhindar dari pergaulan bebas, sebagai contoh :
1. Memasukkan anak-anak dalam TK/TPA
2. Mengontrol setiap kegiatan yang dilakukan oleh anaknya. 3. Mengadakan kegiatan-kegiatan dalam masyarakat sepereti :
a. Pembentukan remaja mesjid
b. Lomba-lomba antar tingkat TK/TPA c. Menyediakan tempat fasilitas olahraga
Sebagian dari lingkungan pendidikan belum menjalankan tugasnya sebagai pendidik, pembina, pelindung bagi remaja-remaja di Kecamatan Turikale.
Berikut ini beberapa fakta yang ditemukan peneliti yang mengakibatkan remaja mudah terjerumus dalam pergaulan bebas :
1. Orangtua yang masih kurang memperhatikan anaknya, baik dalam memilih teman atau dalam pendidikan anak, ini disebabkan orang tua yang sibuk dengan kerjaan mereka
48
masing-masing dan melupakan tugas mereka sebagai pendidik awal bagi anak.
2. Kesalahan orangtua dalam mendidik anak dengan selalu memanjakan dan menuruti semua permintaan anak, secara otomatis orang tua sudah mengajarkan sifat yang buruk terhadap anak.
3. Orangtua lebih menekankan pelajaran-pelajaran umum ketimbang pelajaran-pelajaran agama kepada anaknya.
4. Remaja-remaja di Kecamatan Turikale sebagian terpengaruh dari lingkungan dewasa yang mereka lihat dan meniru serta mengikuti apa yang dilakukan oleh orang dewasa tersebut, seperti merokok, balapan liar, minum, pulang larut malam dll.
Maka tabel berikut ini akan menunjukkan seberapa pengaruhnya lingkungan pendidikan dalam mengatasi pergaulan bebas di Kecamatan Turikale.
Tabel 9
Tanggapan Responden Tentang Pengaruh Lingkungan Pendidikan Dalam Mengatasi Pergaulan Bebas Remaja di Kecamatan Turikale
NO Indikator Frekuensi Persentase
1. Sangat Berpengaruh 232 orang 55%
2. Berpengaruh 100 orang 23%
3. Tidak Berpengaruh 93 orang 22%
Jumlah 425 100%
Dari hasil olahan angket di atas mendefinisikan tanggapan responden yang mengatakan bahwa 55 persen Lingkungan pendidikan sangat berpengaruh terhadap pergaulan bebas, sedangkan 23 persen mengatakan lingkungan pendidikan berpengaruh terhadap pergaulan bebas dan 23 persen mengatakan tidak berpengaruh.Hasil ini membuktikan bahwa lingkungan pendidikan (Orangtua, Guru, Masyarakat) belum sepenuhnya menjalankan tugasnya dengan baik.
Ini menunjukan bahwa lingkungan pendidikan dalam hal ini keluarga, guru dan masyarakat sangat berpengaruh dalam membimbing dan mengawasi remaja di Kecamatan Turikale ini, meskipun masih kurang efektif, buktinya masih ada remaja-remaja yang melakukan kenakalan-kenakalan seperti, berduaan di Tempat sunyi, pulang larut malam, merokok dan lain sebagainya.
Hal ini ditegaskan oleh Andi Faulle ( Anggota Masyarakat ) Bahwa : Peran lingkungan pendidikan saat ini tidak berjalan secara efektif lagi, karna kebanyakan orangtua sudah tidak lagi menjalankan kodratnya sebagai orangtua. Mereka Lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja ketimbang mengurus dan mengontrol anaknya. (Wawancara Tgl 4 Maret 2015)
Sedangkan menurut H. Amran ( Anggota masyarakat ) mengatakan bahwa :
Tidak ada tindakan tegas dan kerjasama antara orangtua, guru dan masyarakat dalam memberantas pergaulan bebas anak remaja di Kecamatan Turikale ini.( wawancara tgl 6 Maret )
Untuk mengatasi permasalah remaja di Kecamatan Turikale ini dibutuhkan kerjasama antara orangtua, guru dan pihak masyarakat untuk
50
mengatasi pergaulan-pergaulan remaja yang semakin hari semakin marak dan meresahkan berbagai pihak.
Orangtua harus lebih memperhatian anaknya dan meluangkan waktu yang lebih banyak kepada anak serta memberikan pelajaran-pelajaran agama, guru dan masyarakat harus mengontrol dan mengawasi perkembangan remaja saat dia memasuki lingkungan masyarakat agar pergaulan remaja tidak sampai pada hal-hal yang dapat merusak moral dan akidah mereka. Dibutuhkan sanksi tegas kepada remaja-remaja yang melakukan hal-hal tersebut, supaya memberikan efek jera kepada remaja-remaja yang ada di Kecamatan Turikale.
Pemerintah setempat harus saling bekerjasama untuk membuat semacam kegiatan-kegiatan yang positif untuk remaja-remaja agar mereka dapat mengembangkan dan menyalurkan kreatifitas dan bakat yang mereka miliki, dan ini harus mendapat dukungan penuh dari pihak orangtua dan guru agar kegiatan ini bisa berjalan secara efektif dan efisien. Ini semua harus dilakukan agar remaja-remaja yang ada di Kecamatan Turikale ini bisa membuat dirinya terhindar dari yang namanya pergaulan bebas.
Dapat kita lihat betapa pentingnya peran ketiga lembaga tersebut (orangtua, guru dan masyarakat) dalam, menjaga, merawat, mendidik serta pembinaan moral agar terhindar pergaulan bebas dikalangan remaja saat ini.
51 A. Kesimpulan
Berdasarkan dari pembahasan di atas, bahwa penulis menyimpulkan sebagai berikut :
1. Lingkungan pendidikan di Kecamatan Turikale sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan, yang merupakan bagian dari lingkungan sosial. Peran serta tanggungjawab lingkungan pendidikan sangat dibutuhkan dalam membina dan menjaga remaja-remaja agar tidak terjerumus dalam dunia pergaulan bebas.
Kondisi Lingkungan Pendidikan di Kecamatan Turikale belum sepenuhnya menjalankan tugas serta tanggungjawab sebagai pendidik, pembina dengan baik, hal ini dibuktikan remaja masih melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merusak nilai-nilai sosial dalam masyarakat seperti berduan di tempat sunyi, pulang larut malam, keluar bersama pasanganya/pacar, mengakses video terlarang internet.
2. Bentuk-bentuk pergaulan bebas remaja di Kecamatan Turikale, pacaran (berpegang tangan, duduk berduan, berboncengan bukan muhrimnya), Mengakses video-video porno internet,
52
merokok, pulang larut malam. Hal tersebut membuktikan bahwa pergaulan bebas remaja memang sudah di luar kepantasan bergaul. Hal ini membuat banyak pihak prihatin terhadap kelakuan remaja. Karena hal tersebut dapat menghancurkan masa depan mereka.
3. Lingkungan pendidikan dalam mengatasi pergaulan bebas remaja di Kecamatan Turikale sangat berpengaruh terhadap pembinaan serta perkembangan remaja agar terhindar dari pergaulan bebas. Ini menunjukan bahwa peran orang tua, guru dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendidik remaja-remaja agar terhindar dari pergaulan bebas.
Hasil tanggapan responden menunjukan bahwa lingkungan pendidikan dalam hal ini keluarga, guru dan masyarakat sangat berpengaruh dalam membimbing dan mengawasi remaja di Kecamatan Turikale ini, meskipun masih kurang efektif, buktinya masih ada remaja-remaja yang melakukan kenakalan-kenakalan seperti, berduaan di Tempat sunyi, pulang larut malam, merokok dan lain sebagainya.