BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
G. Pengaruh Natrium Alginat, Na-CMC, dan Interaksinya
Cina
Data yang didapat dari uji sifat fisik dan stabilitas kemudian dianalisis menggunakan program R-12.14.1 dengan uji two way ANOVA pada taraf kepercayaan 95%.
Data yang didapat dari uji viskositas dan daya sebar diuji kenormalannya dengan uji Saphiro-Wilk, karena jumlah sampel kurang dari 50. Tujuan dari uji normalitas (Saphiro-Wilk) adalah untuk mengetahui data yang didapat memiliki distribusi data normal atau tidak. Dari hasil uji normalitas didapat semua data memiliki p-value > 0,05, hal ini menunjukkan bahwa viskositas dan daya sebar memiliki distribusi data normal (Dahlan, 2011).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Setelah dilakukan uji normalitas selanjutnya dilakukan kesamaan varians. Tujuan dari uji kesamaan varians adalah untuk mengetahui kesamaan varians dari suatu populasi. Uji kesamaan varians dilakukan dengan metode Lavene’s test, karena data yang digunakan memiliki distribusi data normal. Dari hasil uji kesamaan varians dengan menggunakan metode Lavene’s test, didapatkan p-value > 0,05 yang artinya data viskositas dan daya sebar memiliki kesamaan varians (Dahlan, 2011).
Nilai efek yang didapat dari perhitungan memiliki notasi positif dan negatif. Untuk mengetahui faktor yang dominan dapat dilihat dari nilai efek yang paling besar tanpa memperhatikan notasi positif atau negatif. Notasi positif dan negatif menunjukkan bahwa faktor tersebut memiliki efek meningkatkan atau menurunkan respon. Jika memiliki notasi negatif maka faktor mempunyai efek untuk menurunkan respon, sedangkan jika notasi positif maka faktor mempunyai efek untuk meningkatkan respon.
1. Viskositas
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang memiliki nilai efek paling besar dalam menentukan viskositas adalah Na-CMC yaitu 76,667, kemudian natrium alginat dengan nilai 24,167, dan yang paling kecil adalah interaksi keduanya yaitu 3,759. Jika p-value dari suatu faktor < 0,05 maka faktor tersebut memberikan efek yang signifikan dan didapat p-value dari semua faktor < 0,05, berarti natrium alginat, Na-CMC dan interaksi keduanya memberikan efek yang signifikan terhadap viskositas. Dari model persamaan viskositas didapat p-value < 0,05 yaitu 1,627x10-8, berarti persamaan yang
40
didapat signifikan sehingga bisa digunakan untuk menentukan pengaruh masing-masing faktor terhadap viskositas. Persamaan desain faktorial untuk viskositas yang didapat adalah:
Y = -416,667(±202,093) - 24,167(±19,817) X1 + 76,667(±19,817) X2
+ 3,750(±1,943) X1X2; dengan p-value = 1,627x10-8. ... (persamaan 1) Hubungan antara natrium alginat dan Na-CMC terhadap viskositas dapat dilihat pada grafik berikut:
Gambar 9. Grafik hubungan natrium alginat terhadap respon viskositas setelah 2 hari
Gambar 10. Grafik hubungan Na-CMC terhadap respon viskositas setelah 2 hari 200 400 600 800 7 8 9 10 11 12 13 Visk osit as ( dPa.s)
Natrium Alginat (gram)
Pengaruh Natrium Alginat
terhadap Viskositas
Level Rendah CMC-Na
Level Tinggi CMC-Na
200 400 600 800 7 8 9 10 11 12 13 Visk osit as ( dPa.s) CMC-Na (gram)
Pengaruh CMC-Na terhadap
Viskositas
Level Rendah Natrium Alginat Level Tinggi Natrium Alginat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Pada gambar 9 tampak bahwa natrium alginat dapat berpengaruh dalam meningkatkan viskositas. Semakin banyak jumlah natrium alginat maka viskositas sediaan gel antiinflamasi ekstrak daun petai cina juga semakin tinggi. Hal ini sesuai dengan sifat natrium alginat yang dapat membentuk rantai-rantai polimer. Semakin banyak jumlah natrium alginat maka semakin banyak pula rantai polimer yang terbentuk hal ini menyebabkan peningkatan viskositas sediaan gel antiinflamasi ekstrak daun petai cina. Pada gambar 10 tampak bahwa Na-CMC dapat berpengaruh dalam meningkatkan viskositas. Mekanismenya sama dengan natrium alginat, yaitu dengan terbentuknya rantai-rantai polimer sehingga konsentrasi Na-CMC berpengaruh meningkatkan viskositas sediaan gel antiinflamasi ekstrak daun petai cina. Sistem gel yang terbentuk merupakan cross link dari natrium alginat dan Na-CMC yang berbentuk random coil.
2. Daya sebar
Dari hasil analisis yang didapat menunjukkan bahwa faktor yang memiliki nilai efek paling besar dalam menentukan daya sebar adalah Na-CMC yaitu 0,323167, kemudian natrium alginat dengan nilai 0,054417, dan yang paling kecil adalah interaksi keduanya yaitu 0,002625. Hasil perhitungan p-value dari Na-CMC < 0,05, berarti Na-CMC memberikan efek yang signifikan terhadap daya sebar. Natrium alginat dan interaksi keduanya memiliki p-value > 0,05, berarti natrium alginat dan interaksi keduanya tidak memberikan efek yang signifikan terhadap daya sebar. Dari model persamaan
42
daya sebar didapat p-value < 0,05 yaitu 8,141x10-6, berarti persamaan yang didapat signifikan sehingga bisa digunakan untuk menentukan pengaruh masing-masing faktor terhadap daya sebar. Persamaan desain faktorial untuk daya sebar yang didapat adalah:
Y = 8,278(±1,160130) - 0,054417(±0,113760) X1 - 0,323167(±0,113760) X2 + 0,002625(±0,011155) X1X2; dengan p-value = 8,141 x 10-6 ... (persamaan 2)
Hubungan antara natrium alginat dan Na-CMC terhadap daya sebar dapat dilihat pada grafik berikut ini:
Gambar 11. Grafik hubungan natrium alginat terhadap respon daya sebar setelah 2 hari
Gambar 12. Grafik hubungan Na-CMC terhadap respon daya sebar setelah 2 hari 4 4,5 5 5,5 7 8 9 10 11 12 13 D aya S e bar ( cm )
Natrium Alginat (gram)
Pengaruh Natrium Alginat
terhadap Daya Sebar
Level Rendah CMC-Na
Level Tinggi CMC-Na
4 4,5 5 5,5 7 9 11 D aya S e bar ( cm ) Na-CMC (gram)
Pengaruh Na-CMC terhadap Daya
Sebar
Level Rendah Natrium Alginat Level Tinggi Natrium Alginat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Pada gambar 11 tampak bahwa natrium alginat memiliki pengaruh menurunkan daya sebar. Semakin banyak jumlah natrium alginat maka daya sebar semakin kecil. Dari gambar 12, Na-CMC juga memiliki pengaruh menurunkan daya sebar, hal ini sesuai dengan teori bahwa daya sebar berbanding terbalik dengan viskositas.
3. Pergeseran viskositas
Dari hasil analisis yang didapat menunjukkan bahwa faktor yang memiliki nilai efek paling besar dalam menentukan pergeseran viskositas adalah Na-CMC yaitu 3,2769, kemudian natrium alginat dengan nilai 2,6188, dan yang paling kecil adalah interaksi keduanya yaitu 0,2760. Hasil perhitungan p-value dari natrium alginat, Na-CMC, dan interaksi keduanya > 0,05, berarti natrium alginat, Na-CMC dan interaksi keduanya tidak memberikan efek yang signifikan terhadap pergeseran viskositas. Dari model persamaan pergeseran viskositas didapat p-value > 0,05 yaitu 0,9214, berarti persamaan yang didapat tidak signifikan sehingga tidak bisa digunakan untuk menentukan pengaruh masing-masing faktor terhadap pergeseran viskositas. Hal ini bisa disebabkan karena interaksi dari komponen-komponen dalam sediaan, namun untuk mengetahui komponen yang saling berinteraksi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.