METODE PENELITIAN
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian
C. Hasil Penelitian dan Pembahasan
2. PENGARUH PELAYANAN DENGAN BERBASIS SIMTAP a. Prosedur Layanan
Selanjutnya, di bawah adalah tabel mengenai kejelasan prosedur layanan pada pelayanan berbasis SIMTAP, pernyataan responden adalah sebagai berikut:
(SIMTAP) No Kategori Frekuensi % 1 Sangat Jelas 5 12,5 2 Jelas 14 35 3 Cukup Jelas 21 52,5 4 Kurang Jelas - -5 Tidak Jelas - -Jumlah 40 100
Sumber : Olahan Data 2015
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 40 responden, 5 responden (12,5 persen) menjawab sangat jelas, 14 responden (35 persen) menyatakan jelas, dan 21 responden (52,5 persen) yang menjawab cukup jelas, Dari hasil tersebut dapat diketahui tingkat kejelasan prosedur layanan pada kantor SIMTAP dapat dikatesorikan cukup jelas. hal ini didukung oleh pernyataan sebahagian besar responden yang menyatakan demikian.
Masyarakat mendapatkan informasi mengenai tata cara prosedur pelayanan dari pelaksanaan sosialisasi dan pengarahan-pengarahan sebelumnya oleh aparat Pemerintah Daerah setempat, juga untuk lebih jelasnya maka Kantor UPTD SIMTAP telah memasang papan informasi tentang prosedur layanan untuk lebih memudahkan bagi masyarakat mengetahuinya.
belit pada pelayanan berbasis Sistem Satu Atap (SIMTAP). Pernyataan responden adalah sebagai berikut :
Tabel 19 : Alur Pelayanan Yang Tidak Berbelit-Belit Pada Pelayanan Berbasis Sistem Satu
Atap (SIMTAP) No Kategori Frekuensi % 1 Sangat Mudah 11 27,5 2 Mudah 19 47,5 3 Cukup Mudah 9 22,5 4 Berbelit-belit - -5 Sangat berbelit-belit - -6 Tidak menjawab 1 2,5 Jumlah 40 100
Sumber : Olahan Data 2015
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 40 responden, 11 responden (27,5 persen) menyatakan sangat mudah, 19 responden (47,5 persen) menjawab mudah, 9 responden (22,5 persen) menyatakan cukup mudah, dan 1 responden (2,5 persen) yang tidak menjawab.
Dari hasil tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa alur pelayanan pada Kantor UPTD SIMTAP Takalar dapat dikategorikan memudahkan. Hal ini didukung oleh pernyataan sebahagian besar responden yang menyatakan demikian.
Kantor UPTD SIMTAP telah menerapkan prinsip kesederhanaan, semuanya dilakukan dalam satu ruangan saja, karena transakasi pelayanannya dimonitoring langsung melalui monitor komputer yang terkoneksi pada tiap-tiap kepala bagian yang bersangkutan, sehingga mempersingkat proses transaksi pelayanan tanpa harus melalui beberapa birokrasi lagi.
Alur pelayanan pada kantor UPTD SIMTAP ada 3 tahapan yaitu : pertama, masyarakat mendaftar di loket pendaftaran dengan menyertakan berkas yang telah dipersyaratkan, ke dua, membayar biaya pelayanan pada loket pembayaran, kemudian ke tiga, menunggu hasil layanan pada loket pengambilan.
Selanjutnya, tabel mengenai kemudahan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat pada pelayanan berbasis SIMTAP, pernyataan responden adalah sebagai berikut :
Tabel 20 ; Kemudahan Persyaratan Yang Harus Dipenuhi Pada Pelayanan Berbasis Sistem
Satu Atap (SIMTAP)
No Kategori Frekuensi % 1 Sangat Mudah 3 7,5 2 Mudah 21 52,5 3 Cukup mudah 16 40 4 Susah - -5 Sangat susah - -Jumlah 40 100
menjawab sangat mudah, 21 responden (52,5 persen) menyatakan mudah, 16 responden (40 persen) menyatakan cukup mudah.
Dari hasil tersebut, persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat sudah dapat dikatakan mudah. Hal ini dibuktikan oleh pernyataan sebahagian besar responden menyatakan demikian.
Dari hasil pengataman selama penelitian, masyarakat dengan mudah melengkapi berkas persyaratan oleh karena kesederhanaan alur pelayanan dan kemudahan persyaratan yang diminta oleh kantor UPTD SIMTAP. dan juga informasi tentang persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat telah dipajang pada loket pendaftaran pengaduan layanan, jadi masyarakat dengan mudah mengetahui dan segera memenuhi persyaratan untuk jenis layanan apa yang akan dia adukan.
b. Waktu Penyelesaian
Dibawah ini adalah tabel mengenai ketetapan batas waktu penyelesaian layanan pada pelayanan berbasis SIMTAP. Pernyataan responden adalah sebagai berikut :
SIMTAP No Kategori Frekuensi % 1 Sangat jelas 27 67,5 2 Jelas 11 27,5 3 Cukup jelas 2 5 4 Kurang jelas - -5 Tidak Jelas - -Jumlah 40 100
Sumber: Olahan Data 2015
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 40 responden, 27 responden (67,5 persen) menjawab sangat jelas, 11 responden menjawab (27,5 persen) menjawab cukup jelas, 2 responden (5 persen) menjawab tidak baik, 5 responden (67,5 persen) menjawab baik.
Dari keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa ketetapan batas waktu penyelesaian layanan dapat dikatakan sudah sangat jelas, hal ini dibuktikan oleh pernyataan sebahagian besar responden menyatakan demikian.
Dari hasil pengamatan selama peneltian, pada loket pelayanan Kantor UPTD SIMTAP telah dipajang papan informasi tentang ketetapan batas waktu penyelesaian layanan yang telah ditentukan oleh kantor UPTD SIMTAP. Jadi dengan itu masyarakat dengan mudah mengetahui batas waktu penyelesaian layanan tanpa harus bertanya lagi kepada petugas.
setelah berbasis SIMTAP. Pernyataan responden adalah sebagai berikut :
Tabel 22 : Kecepatan Memberi Layanan Pada Pelayanan Berbasis SIMTAP
No Kategori Frekuensi % 1 Sangat Cepat 3 7,5 2 Cepat 15 27,5 3 Cukup Cepat 19 37,5 4 Lambat 3 7,5 5 Sangat lambat - -Jumlah 40 100
Sumber : Data Olahan 2015
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 40 responden, 3 responden (7,5 persen)
menjawab lambat, 19 responden (47,5 persen) menjawab cukup cepat, 15 responden (37,5 persen) menjawab cepat, dan 3 responden (7,5 persen) menyatakan sangat cepat.
Dari hasil pengamatan dilapangan, sistem pelayanan berbasis SIMTAP mampu meningkatkan efisiensi pelayanan dan terbukti pada kebanyakan jenis layanan yang dapat diselesaikan tiga kali lebih cepat dari sebelumnya, seperti layanan memperoleh KTP yang dapat diselesaikan dalam jangka waktu maksimal satu hari saja bahkan beberapa jam saja, padahal sebelumnya diselesaikan dalam jangka waktu maksimal tiga hari.
Hasil wawancara dengan kepala Kantor UPTD SIMTAP menyatakan bahwa adapun proses pelayanan akan berjalan lambat karena diakibatkan adanya berkas
instansi khusus yang menangani layanan tersebut sehingga tidak dapat diproses hingga selesai.
c. Biaya Pelayanan
Berikutnya adalah tabel mengenai kecepatan pelayanan kepada masyarakat setelah berbasis SIMTAP. Pernyataan responden adalah sebagai berikut :
Tabel 23 : Tarif/ Biaya Layanan Pada Pelayanan Berbasis SIMTAP
No Kategori Frekuensi % 1 Sangat murah 26 65 2 Murah 11 27,5 3 Cukup murah 3 7,5 4 Mahal - -5 Sangat mahal - -Jumlah 40 100
Sumber : Olahan Data 2015
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 40 responden, 26 responden (65 persen) menjawab sangat murah, 11 responden (27,5 persen) menyatakan murah, dan 3 responden (7,5 persen) menyatakan cukup murah.
Dari hasil tersebut, besarnya biaya layanan pada pelayanan berbasis SIMTAP dapat dinyatakan sangat murah, hal ini didukung oleh pernyataan sebahagian besar responden yang menyatakan demikian.
ditetapkan memang murah karena proses input data dilakukan melalui media komputer sehingga menghemat penggunaan kertas yang berlebihan dan adanya penyederhanaan alur transaksi pelayanan. Masyarakat juga menyatakan biaya yang ditetapkan sudah sangat sesuai dengan kemampuan.
Berikutnya adalah tabel mengenai kejelasan rincian biaya layanan pada pelayanan berbasis SIMTAP, pernyataan responden adalah sebagai berikut :
Tabel 24 : Kejelasan Rincian Biaya Layanan Pada Pelayanan Berbasis SIMTAP
No Kategori Frekuensi % 1 Sangat jelas 34 85 2 Jelas 6 15 3 Cukup jelas - -4 Kurang jelas - -5 Tidak Jelas - -Jumlah 40 100
Sumber : Olahan Data 2015
Dari tabel diatas (Tabel 4.7) menunjukkan bahwa dari 40 responden, 6 responden (15 persen) menyatakan jelas, dan 34 responden (85 persen) menyatakan sangat jelas.
Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa rincian biaya layanan dikategorikan sudah sangat jelas, hal ini didukung oleh pernyataan sebahagian besar responden yang menyatakan demikian. Rincian biaya pelayanan dapat diketahui dengan jelas oleh masyarakat oleh karena pada Kantor UPTD SIMTAP Kab. Takalar, daftar rincian biaya pelayanan tertulis pada papan informasi layanan dan dipajang tepat diatas loket tempat
menunggu pemberitahuan dari pegawai berapa nominal baiaya yang akan dikeluarkan untuk jenis layanan yang akan diadukan.
d. Produk layanan
Selanjutnya, tabel mengenai kejelasan produk layanan pada pelayanan berbasis SIMTAP, pernyataan responden adalah sebagai berikut :
Tabel 25 : Kejelasan Produk Layanan Pada Pelayanan Berbasis SIMTAP
No Kategori Frekuensi % 1 Sangat jelas 25 62,5 2 Jelas 4 10 3 Cukup jelas 9 22,5 4 Kurang jelas - -5 Tidak Jelas - -Jumlah 40 100
Sumber : Data Olah 2015
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 40 responden, 25 responden (62,5 persen) menjawab sangat jelas, 4 responden (10 persen) menyatakan jelas, 9 responden (22,5 persen) menyatakan cukup jelas.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan berdasarkan pernyataan sebahagian besar responden menyatakan produk layanan yang ditawarkan Kantor UPTD SIMTAP Kab. Takalar dikategorikan sudah sangat jelas.
masyarakat dengan mudah mengetahui dengan jelas produk layanan yang ditawarkan oleh kantor UPTD SIMTAP dikarenakan adanya papan informasi jenis produk layanan lengkap dengan persyaratan dan rincian biaya yang dikeluarkan untuk tiap layanan yang dipajang diatas loket tempat pendaftaran pengaduan layanan.
Berikutnya adalah tabel mengenai produk yang diterima sesuai dengan yang ditetapkan pada pelayanan berbasis SIMTAP, pernyataan responden adalah sebagai berikut
Tabel 26 : Produk Yang Diterima Sesuai Dengan Yang Ditetapkan Pada Pelayanan
Berbasis Sistem Satu Atap (SIMTAP)
No Kategori Frekuensi % 1 Sangat Sesuai 9 22,5 2 Sesuai 11 27,5 3 Cukup Sesuai 20 50 4 Kurang Sesuai - -5 Tidak Sesuai - -Jumlah 40 100
Sumber Data Olahan 2015
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 40 responden, 9 responden (22,5 persen) menyatakan sangat sesuai, 11 responden (27 persen) menjawab sesuai, dan 20 responden (50 persen) menyatakan cukup sesuai.
Dari hasil rata-rata jawaban responden, maka dapat disimpulkan bahwa produk yang diterima oleh masyarakat sudah sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat.
Selanjutnya, di bawah adalah tabel mengenai fasilitas tempat layanan pada pelayanan berbasis SIMTAP, adapun pernyataan responden adalah sebagai berikut :
Tabel 27 : Fasilitas Tempat Layanan Setelah Pelayanan Berbasis SIMTAP
No Kategori Frekuensi % 1 Sangat baik 1 2,5 2 Baik 15 37,5 3 Cukup baik 22 55 4 Buruk 2 5 5 Sangat buruk - -Jumlah 40 100
Sumber : Data Olahan 2015
Dari tabel disebelah (Tabel 4.10) menunjukkan bahwa dari 40 responden, 1 responden (2,5 persen) yang menjawab sangat baik, 15 responden (37,5 persen) menyatakan baik, 22 responden (55 persen) menjawab cukup baik, dan 2 responden (5 persen) menyatakan buruk.
Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa fasilitas tempat layanan Kantor SIMTAP Takalar menurut para responden menyatakan kondisinya sudah baik, meskipun hasil pengamatan dilapangan masih ada fasilitas yang belum lengkap seperti televisi, pendingin ruangan (AC), speaker, adanya beberapa kursi yang sudak agak rusak tetapi belum di ganti.
Selanjutnya, di bawah adalah tabel mengenai suasana tempat layanan pada pelayanan berbasis SIMTAP, adapun pernyataan responden adalah sebagai berikut :
No Kategori Frekuensi % 1 Sangat nyaman 8 20 2 Nyaman 19 47,5 3 Cukup nyaman 4 10 4 Kurang nyaman 9 22,5 5 Tidak nyaman - -Jumlah 40 100
Sumber Data Olahan 2015
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 40 responden, 8 responden (20 persen) menyatakan sangat nyaman, 19 responden (47,5 persen) menyatakan nyaman, 4 responden (10 persen) menjawab cukup nyaman, dan 9 responden (22,5 persen) menyatakan kurang nyaman
Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa suasana tempat layanan menurut para responden sudah nyaman meskipun kenyataan dilokasi penelitian masih ada fasilitas yang belum lengkap.
h. Kompetensi Petugas Pemberi Layanan
Selanjutnya, di bawah adalah tabel mengenai pengetahuan petugas pemberi layanan setelah berbasis SIMTAP, pernyataan responden sebagai berikut :
No Kategori Frekuensi % 1 Sangat baik 3 7,5 2 Baik 5 12,5 3 Cukup baik 32 80 4 Kurang baik -5 Tidak baik -Jumlah 40 100
Sumber : Olahan Data 2105
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 40 responden, 3 responden (7,5 persen) menjawab sangat baik, 5 responden (12,5 persen) menyatakan baik, 32 responden (80 persen) yang menjawab cukup baik.
Dari data diatas diketahui bahwa sebahagian besar responden menyatakan pengetahuan petugas pemberi layanan dikategorikan cukup baik. Setiap pegawai negeri sudah tentu memiliki pengetahuan khusus untuk menjalankan tugasnya, karena mereka direkrut melalui proses seleksi penerimaan calon pegawai, dan untuk dapat lulus dari seleksi tersebut maka mereka harus mengikuti tes atau ujian yang sangat menuntut kemampuan pengetahuan dan pengalaman calon pegawai untuk menentukan apakah mereka pantas untuk direkrut menjadi pegawai yang siap untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
Selanjutnya, di bawah adalah tabel mengenai keahlian petugas pemberi layanan pada pelayanan berbasis SIMTAP, pernyataan responden sebagai berikut :
No Kategori Frekuensi % 1 Sangat baik 3 7,5 2 Baik 16 40 3 Cukup baik 20 50 4 Kurang baik 1 2,5 5 Tidak baik - -Jumlah 40 100
Sumber : Olahan Data 2015
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 40 responden, 3 responden (7,5 persen) menjawab sangat baik, 16 responden (40 persen) menjawab baik, 20 responden (50 persen) menjawab cukup baik, dan 1 responden (80 persen) yang menjawab kurang baik.
Dari keterangan diatas diketahui bahwa keahlian petugas dalam menjalankan tugasnya menurut sebahagian besar responden dinyatakan sudah cukup baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa orang pegawai Kantor UPTD SIMTAP menyatakan bahwa pegawai yang khususnya bertugas pada loket pelayanan dan petugas pemrosesan dokumen, telah mendapatkan pelatihan khusus seperti diklat pelatihan dan pengarahan langsung dari penanggung jawab operator sistem mengenai teknik menginput data pada komputer, karena hampir keseluruhan proses penginputan data kedalam dokumen dilakukan dengan menggunakan komputer dan disimpan dalam bentuk data file. Selanjutnya, tabel mengenai tanggungjawab petugas layanan pada pelayanan berbasis SIMTAP pernyataan responden adalah sebagai berikut :
No Kategori Frekuensi % 1 Sangat baik - -2 Baik 11 27,5 3 Cukup baik 19 47,5 4 Kurang baik 8 20 5 Tidak baik 2 5 Jumlah 40 100
Sumber Data Olahan 2015
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 40 responden, 11 responden (27,5 persen) yang menjawab baik, 19 responden (47,5 persen) menyatakan cukup baik, dan 8 responden (20 persen) menjawab kurang baik, dan 2 responden (5 persen) menjawab tidak baik.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keterampilan petugas layanan sudah dapat dinyatakan cukup terampil, hal ini didukung oleh pernyataan sebahagian besar responden menyatakan demikian.
Selanjutnya, tabel mengenai sikap petugas layanan setelah berbasis SIMTAP pernyataan responden adalah sebagai berikut :
No Kategori Frekuensi % 1 Sangat baik - -2 Baik 10 27 3 Cukup baik 28 70 4 Kurang baik 2 5 5 Tidak baik - -Jumlah 40 100
Sumber : Olahan Data 2015
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 40 responden, 10 responden (25 persen) yang menjawab baik, 28 responden (70 persen) menyatakan cukup baik, dan 2 responden (5 persen) menjawab kurang baik.
Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa menurut sebahagian besar responden menyatakan bahwa petugas yang memberikan layanan pada kantor SIMTAP sudah memberikan sikap yang cukup baik. Dari hasil pengamatan selama penelitian menunjukkan bahwa pegawai dalam memberikan pelayanan sangat menghargai masyarakat yang dilayaninya tanpa membeda-bedakan. Hal ini bisa saja dipengaruhi oleh sifat ataupun karakter pribadi pegawai tersebut.
Selanjutnya, tabel mengenai prilaku petugas layanan setelah berbasis SIMTAP, pernyataan responden sebagai berikut :
No Kategori Frekuensi % 1 Sangat ramah 2 5 2 Ramah 21 52,5 3 Cukup ramah 17 42,5 4 Kurang ramah - -5 Tidak ramah - -Jumlah 40 100
Sumber : Data Olahan 2015
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 40 responden, 2 responden (5 persen) menjawab sangat ramah, 21 responden (52,5 persen) yang menjawab ramah, dan 17 responden (42,5 persen) menyatakan cukup ramah.
Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa petugas layanan Kantor UPTD SIMTAP telah menunjukkan prilaku yang ramah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, hal ini didukung oleh pernyataan sebahagian besar responden yang menyatakan demikian.
D. Analisis PENGARUH pelayanan publik berbasis Sistem Satu Atap (SIMTAP) di