METODE PENELITIAN
SESUDAH SIMTAP 3
1 59 61 2 36 46 3 48 54 4 51 60 5 46 64 6 33 47 7 47 54 8 55 65 9 50 62 10 52 65 11 39 61 12 46 51 13 47 54
14 54 60 15 50 64 16 34 47 17 49 54 18 46 65 19 47 62 20 54 63 21 50 51 22 36 54 23 49 60 24 57 64 25 38 65 26 49 65 27 58 65 28 54 64 29 50 51 30 46 54 31 49 65 32 47 65 33 48 51 34 55 54 35 50 65
36 36 64
37 49 51
38 57 51
39 54 54
40 50 51
Dari table hasil olahan program SPSS tabel 36, dilakukan pengujian dengan menentukan hipotesisnya, dengan :
H0 : tidak ada perbedaan antara pelayanan sebelum berbasis SIMTAP dengan pelayanan berbasis SIMTAP, dan
H1 : ada perbedaan antara pelayanan sebelum berbasis SIMTAP dengan pelayanan berbasis SIMTAP.
Pengujian menggunakan dua sisi dengan tingkat signifikansinya a = 5 persen = 0.05. Tingkat signifikansi dalam hal ini berarti mengambil resiko salah dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis yang benar sebanyak-banyaknya 5 persen (ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian).
Dari tabel diatas didapat nilai t hitung adalah -8.100, tabel distibusi dicari pada a = 5% : 2 = 2/5 persen (uji 2 sisi), dan derajat kebebasan (df) n-1 atau 40 – 1= 39. Dengan pengujian 2 sisi (signifikansi = 0.0025), hasil yang diperoleh untuk t tabel sebesar 2,023. Kriteria pengujian adalah sebagai berikut :
H0 ditolak jika –t hitung > –t tabel atau t hitung < t tabel, dengan berdasarkan probabilitas :
H0 diterima jika P value > a dan
H0 ditolak jika P value < a
Perbandingan t hitung dengan t tabel dan probabilitas sebagai berikut :
t hitung < t tabel dan P value, maka (-8.100 < 2.023), dan (0.00 < 0.05). berarti H0 ditolak.
Dengan melihat hasil perhitungan pada Paried Sample Statistic, sistem pelayanan sebelum berbasis SIMTAP jumlah rata-rata jawaban responden mencapai 48,18 persen dan dikategorikan cukup baik, dan sistem pelayanan dengan berbasis SIMTAP jumlah rata-rata jawaban responden meningkat menjadi 58.02 persen dan dikategorikan baik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan sistem pelayanan berbasis SIMTAP di kabupaten Takalar dinyatakan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan dapat dikatakan efektif. Pengadaan Kantor Unit Pelayanan Terpadu SIMTAP oleh Pemerintah Kabupaten Takalar merupakan salah satu usaha dari PEMDA setempat untuk meningkatkan kualitas layanannya guna mencapai pemerintahan yang lebih baik (good governance) dan alhasil, langkah tersebut sudah menuai kesuksesan dalam meningkatkan kepuasan masyarakat akan kinerja pelayanan pemerintah. Hal tersebut terbukti dari jumlah rata-rata sebahagian besar responden (58,02 persen) menyatakan efekti, dan salah satu hasil wawancara dengan sebagian responden menyatakan bahwa :
“ Dengan adanya kantor tersebut, tidak perlu lagi repot-repot mencari informasi dimana, apa persyaratannya kalau ingin mengurus KTP, Kartu Keluarga, dll. Pokoknya saya sangat setuju dengan adanya kantor ini, dan mudah-mudahan bisa lebih ditingkatkan lagi pelayanannya.” (masyarakat, wawancara JANUARI 2015 )
PENUTUP A. Kesimpulan
Dari hasil pembahasan penelitian, disimpulkan bahwa sistem pelayanan publik berbasis Sistem Satu Atap (SIMTAP) yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Takalar pada Kantor Pelayanan Terpadu SIMTAP Kabupaten. Takalar dapat dinyatakan efektif.
Dari hasil penelitian selama di lokasi, dalam pelaksanaan pelayanan di Kantor Unit Pelayanan Terpadu Sistem Satu Atap (UPTD SIMTAP) Kabupaten. Takalar telah memberikan kemudahan, kesederhanaan alur pelayanan, efisiensi, serta sarana dan fasilitas yang lebih lengkap dari pelayanan sebelum berbasis Sistem Satu Atap . Sistem pelayanan kantor Unit Pelayanan Terpadu Sistem Satu Atap (UPTD SIMTAP) terus mengalami peningkatan kualitas karena mengingat kantor Unit Pelayanan Terpadu Sistem Satu Atap (UPTD SIMTAP) Kabupaten. Takalar merupakan simbol percontohan bagi Pemerintah Daerah lain yang ingin menerapkan sistem pelayanan tersebut.
1. Prosedur Pelayanan
Prosedur Pelayanan yang dibakukan bagi pemberi dan penerima pelayanan termasuk pengaduan.
2. Waktu Penyelesaian
Waktu penyelesaian yang ditetapkan sejak saat pengajuan permohonan sampai dengan penyelesaian pelayanan termasuk pengaduan.
3. Biaya Pelayanan
Biaya/tarif pelayanan termasuk rinciannya yang ditetapkan dalam proses pemberian pelayanan.
Hasil pelayanan yang akan diterima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan
5. Sarana dan Prasarana
Penyediaan sarana dan prasarana pelayanan yang memadai oleh penyelenggara pelayanan public.
6. Kompetensi Petugas Pemberi Pelayanan
Kompetensi petugas pemberi pelayanan harus ditetapkan dengan tepat berdasarkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, sikap, dan perilaku yang dibutuhkan.
B. SARAN
Adapun yang menjadi rekomendasi sipeneliti yang ditujukan kepada Kantor Pelayanan Terpadu Sistem Satu Atap Kabupaten. Takalar adalah nilai-nilai positif dari sistem pelayanan berbasis SIMTAP tersebut diupayakan agar terus dikembangkan untuk pelayanan yang lebih bagus lagi dan sebagai paduan bagi Pemerintah Daerah lain yang akan menerapkan dan sementara menerapkan sistem pelayanan berbasis SIMTAP tersebut. Dan sesegera mungkin melakukanpembenahan dan perbaikan pada kekurangan-kekurangan atau faktor-faktor negatif dalam pelaksanaan sistem pelayanan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Agung Kurniawan, 2005, Transformasi Pelayanan Publik, Yogyakarta:Pembaruan
Atep Adya Barata, 2006, Pengertian dan Konsep Pelayanan Prima, Jakarta:Gramedia
Boediono, 2003. Pelayanan Prima Perpajakan, Jakarta:PT. Rineka Cipta, Dizard, Wilson, Old Media New Media, 1994, Longman Inc, New York
Ensiklopedi Administras, 1989,
Gibson, Ivancevih, Donnelly, 1994., Organization. Terjemahan Darkasih. Jakarta :Erlangga Handayaningrat, 1985, Handoko, 1993,
Indrajit, Richardus E., 2002, Electronic Government, Penerbit Andi, Yogyakarta
, 2005, Electronic Government In Action, Ragam Kasus Implementasi di Berbagai Belahan Dunia, Penerbit Andi, Yogyakarta. Munir, 2000, Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, Bumi Aksara, Jakarta. M. Manullang, 1981
Mohammad Iqbal, 2007, Pelayanan yang Memuaskan, Jakarta:PT. Gramedia Moenir, 2006, Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, Jakarta:Bumi
Aksara
Sampara Lukman, 2000, Manajemen Kualitas Pelayanan, Jakarta: STIA LAN Siagian, SP, 1981, Evaluasi Sebagai Fungsi Manajemen, Remaja
Karya, Bandung
Sosiawan, Edwi Arief, 2003, Teori Komunikasi Virtual, Jurnal Ilmu Komunikasi, UPNVY
, 2004, Implementasi E-government Pada pemerintah Daerah di Indonesia, Penelitian Semi Que V
, 2005, , Penggunaan isi, bentuk dan desain komunikasi virtual pada websites pemerintah daerah di wilayah Yogyakarta, Penelitian LPPM UPN
Sterrs, Richard M, Lyman W, Porter, Gregory A. Bigley, 1996, Motivation
and Leadership at Work, 6th edition, McGraw-Hill International
Edition
Suryadi MT, 2002, TCP/IP dan Internet, Elex Media Computindo, Jakarta Thoha, Miftah, 1995, Birokrasi Indonesia Dalam Era Globalisasi,
Pusdiklat Pegawai Depdikbud, Sawangan –Bogor
Tim Penyusun, 2008, Buku Pedoman Penulisan Skripsi Jurusan Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Usman, Husaini, & Purnomo Setiady Akbar, 2004. Cetakan Ke-5,v Metodologi Penelitian Sosial, PT. Bumi Aksara, Jakarta
Yin,Robert K, 2006. Studi kasus (Desain dan Metode), PT.Raja grafindo persada,Jakarta
http://www.freewebs.com/pelayanan/.htm di akses pada tanggal 08 Mei 2009
http://www.explore-indo.com/layanan-publik/48-layanan-publik/174-pelayanan- publik-bagian-1.html. di akses pada tanggal 08 Mei 2009
http://www.beritanet.com/news/definisi-manfaat-e-government.html. di akses pada tanggal 08 Me