BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.2 Pembahasan Hasil Penelitian
5.2.2 Pengaruh pemanfaatan sistem informasi pengelolaan
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pemanfaatan SIPKD berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pada SKPD di Kabupaten Bireuen dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari α = 0,05 dan koefisien regresi 0,510. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial pemanfaatan SIPKD berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.
Indikator yang mendukung hasil penelitian ini dapat dilihat dari persepsi responden yang sebagian besar menyatakan setuju (57,4,3%) bahwa pemanfaatan SIPKD dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan pada SKPD di Kabupaten Bireuen, namun sebagian responden menjawab tidak setuju (0,3%) bahwa pemanfaatan SIPKD dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan pada SKPD di Kabupaten Bireuen. Hal ini berarti bahwa jika pemanfaatan SIPKD meningkat maka akan meningkat pula kualitas laporan keuangan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Winidyaningrum dan Rahmawati (2010) yang menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi akan sangat membantu mempercepat proses pengolahan data
transaksi dan penyajian laporan keuangan pemerintah sehingga laporan keuangan tersebut tidak kehilangan nilai informasi yaitu ketepatwaktuan. Selain itu penelitian Wastika (2013) juga membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap ketepatwaktuan pelaporan keuangan SKPD.
Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2005 menjelaskan bahwa “pemerintah daerah berkewajiban mengembangkan dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan kemampuan mengelola keuangan daerah, dan menyalurkan informasi keuangan daerah kepada publik”. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi adalah dengan penggunaan perangkat lunak sebagai alat bantu dalam sistem akuntansi dan keuangan daerah. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengelolaan keuangan yang baik dalam rangka mengelola keuangan daerah secara akurat, tepat waktu, transparan, dan akuntabel.
Informasi yang tepat waktu merupakan bagian dari nilai informasi (ketepakwaktuan) dapat dicapai dengan komponen teknologi, informasi merupakan produk dari sistem teknologi informasi (Jogiyanto, 1995). Teknologi informasi berperan dalam menyediakan informasi yang bermanfaat bagi para pengambil keputusan di dalam organisasi termasuk dalam hal pelaporan sehingga mendukung proses pengambilan keputusan dengan lebih efektif. Begitu pula dalam hal penyusunan laporan keuangan, pemanfaatan teknologi informasi berupa software akuntansi akan sangat membantu mempercepat proses pengolahan data transaksi dan proses penyusunan laporan keuangan.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah menjelaskan bahwa “laporan keuangan bisa dikatakan relevan apabila informasi akuntansi keuangan pemerintah disajikan selengkap
mungkin yaitu mencakup semua informasi akuntansi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan”. Informasi yang melatarbelakangi setiap butir informasi utama yang termuat dalam laporan keuangan diungkapkan dengan jelas agar kekeliruan dalam penggunaan informasi tersebut dapat dicegah.
Hasil penelitian Budiman dan Arza (2013) menemukan bahwa aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah merupakan salah satu produk dari teknologi sistem informasi yang banyak digunakan oleh pemerintah daerah di Indonesia untuk mempermudah pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, dengan adanya pemanfaatan program Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah di seluruh SKPD Daerah di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Bireuen, diharapkan dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan pada masing-masing SKPD di Kabupaten Bireuen guna menghasilkan informasi yang komprehensif, tepat waktu dan akurat.
5.2.3 Pengaruh kompetensi terhadap kualitas laporan keuangan
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pada SKPD di Kabupaten Bireuen dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari α = 0,05 dan koefisien regresi 0,282. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.
Indikator yang mendukung hasil penelitian ini dapat dilihat dari persepsi responden yang sebagian besar menyatakan setuju (50,7%) bahwa kompetensi dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan pada SKPD di Kabupaten Bireuen, namun sebagian responden menjawab kurang setuju (3,4%) bahwa kompetensi dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan pada SKPD di Kabupaten Bireuen.
Hal ini berarti bahwa jika tingkat kompetensi meningkat maka akan meningkat pula tingkat kualitas laporan keuangan.
Kompetensi diperlukan agar pegawai dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan, atau dengan kata lain memenuhi ukuran mutu hasil pekerjaan yang diharapkan (Soepardi, 2012). Dengan demikian, kompetensi merupakan suatu karakteristik dari seseorang yang memiliki keterampilan, pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan suatu pekerjaan serta yang mendasari seseorang mencapai kinerja yang tinggi dalam pekerjaannya.
Peningkatan kualitas pegawai yang memadai khususnya dalam bidang keuangan pada SKPD sangat dibutuhkan, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik terutama dalam hal penyusunan laporan keuangan pada masing-masing SKPD. Oleh karena itu, dengan adanya komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi para PPK pada masing-masing SKPD, diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pegawai tersebut dan meningkatkan prestasi kerja.
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Nugraha dan Kurnia (2014) yang menunjukkan bahwa kompetensi pegawai berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan SKPD. Selanjutnya penelitian Yuliarta (2013) yang menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan pemerintah daerah. Oleh karena itu, peranan sumber daya manusia yang melaksanakan sistem akuntansi menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam rangka terlaksananya penyusunan laporan keuangan SKPD dan pemerintah daerah. Selain itu hasil penelitian Adhi dan Suhardjo (2013) juga menunjukkan bahwa pegawai yang berkualitas dan kompeten dalam bidang akuntansi/ keuangan
menjadi penyangga utama untuk dapat tersusunnya laporan keuangan yang berkualitas.
5.2.4 Pengaruh pengendalian intern terhadap kualitas laporan keuangan
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pengendalian intern berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pada SKPD di Kabupaten Bireuen dengan tingkat signifikansi sebesar 0,017 yang lebih kecil dari α = 0,05 dan koefisien regresi 0,175. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial pengendalian intern berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.
Indikator yang mendukung hasil penelitian ini dapat dilihat dari persepsi responden yang sebagian besar menyatakan setuju (59,8%) bahwa pengendalian intern dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan pada SKPD di Kabupaten Bireuen, namun sebagian responden menjawab kurang setuju (1,5%) bahwa pengendalian intern dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan pada SKPD di Kabupaten Bireuen. Hal ini berarti bahwa jika tingkat pengendalian intern meningkat maka akan meningkat pula tingkat kualitas laporan keuangan.
Menurut Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, pengendalian intern merupakan proses yang dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai mengenai pencapaian tujuan dan efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan serta dipatuhinya peraturan perundangundangan.
Fungsi pertama dilakukan untuk mencegah terjadinya inefisiensi dinamakan pengendalian intern akuntansi, sedangkan fungsi kedua dan ketiga dilakukan secara khusus untuk meningkatkan efisiensi operasional dan
mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen dinamakan pengendalian intern administratif (Moscove et al., 1990 dalam Triyuwono dan Roekhudin, 2000).
Komponen penting dari pengendalian intern organisasi yang terkait dengan sistem akuntansi antara lain: (a) sistem dan prosedur akuntansi, (b) otorisasi, (c) formulir, dokumen, dan catatan, dan (d) pemisahan tugas (Mahmudi, 2007).
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Winidyaningrum dan Rahmawati (2010), dan Arfianti (2011) yang menunjukkan bahwa pengendalian intern akuntansi berpengaruh positif terhadap keandalan pelaporan keuangan pemerintah daerah. Selain itu hasil penelitian Yuliarta (2013) juga menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern pemerintah berpengaruh terhadap Nilai Informasi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.