METODOLOGI PENELITIAN
C. Pengaruh Pendidikan Kesehatan dan SMS Reminder terhadap Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet Besi
Pendidikan kesehatan adalah proses perubahan perilaku yang dinamis,
bukan hanya proses pemindahan materi dari individu ke orang lain dan bukan
seperangkat prosedur yang akan dilaksanakan atau pun hasil yang akan
dicapai (Nyswender, 1947 ; Maulana, 2007). Menurut Wood (1926) dalam,
menguntungkan terhadap kebiasaan, sikap, dan pengetahuan terkait dengan
kesehatan individu, masyarkat, dan bangsa. Semuanya dipersiapkan untuk
mempermudah penerimaan secara sukarela perilaku yang akan meningkatkan
atau memelihara kesehatan ( Azwar, 1983 ; Maulana, 2007). Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya pendidikan kesehatan merupakan
upaya-upaya terencana untuk mengubah perilaku individu, kelompok,
keluarga dan masyarakat. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa pendidikan
kesehatan membutuhkan pemahaman yang mendalam, karena melibatkan
berbagai istilah atau konsep seperti perubahan perilaku dan proses pendidikan
(Maulana, 2007).
Perawatan rutin dan dukungan informasi sangat membantu dalam
meningkatkan status kesehatan terkait penyakit. Teknologi komunikasi dapat
membantu dalam memberikan perawatan dan dukungan tersebut. Banyak
literatur yang menyatakan bahwa dukungan layanan pesan singkat (Short Message Service-SMS) dapat membantu meningkatkan status kesehatan termasuk dalam kepatuhan pasien minum obat (Krishna, Boren & Balas, 2009;
Herlina, Sanjaya & Emilia, 2013).
Intervensi pada penelitian ini juga merupakan pendidikan kesehatan
dan pemberian SMS reminder karenanya terdapat upaya-upaya terencana
untuk mengubah perilaku pada individu tersebut. Dimana setiap responden
akan diberikan pendidikan kesehatan dan SMS reminder selama 3 minggu pada kelompok intervensi. Dan untuk kelompok kontrol akan diberikan
Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi pada kelompok
intervensi antara pengukuran pretest dan posttest, menunjukkan bahwa pada pengukuranposttestpada kelompok intervensi terjadi peningkatan jumlah ibu hamil yang patuh dalam mengkonsumsi tablet besi. Dimana pada saat
pengukuran pretest jumlah ibu hamil yang patuh sebanyak 6 orang dan saat pengukuranposttestjumlah ibu hamil yang patuh menjadi 12 orang. Sehingga dapat disimpulkan terjadi peningkatan kepatuhan ibu hamil dalam
mengkonsumsi tablet besi pada pengukuranposttest.
Ada berbagai hambatan untuk taat sehingga pasien sulit patuh
meskipun sebenarnya pasien ingin melakukannya, hambatan kepatuhan antara
lain , efek samping setelah minum tablet besi, faktor lupa dan aroma tablet
besi yang berbau besi sehingga ibu malas untuk minum tablet besi (Mariyam,
Yuliati, & Rahayu, 2007) Selain itu, dalam proses melakukan pendidikan
kesehatan dipengaruhi beberapa faktor diantaranya faktor materi, lingkungan,
instrumental, dan individual subjek belajar. Dalam faktor individual subjek
belajar yang dibedakan kedalam kondisi fisiologis seperti kekurangan gizi,
dan kondisi panca indra (terutama pendengaran dan penglihatan). Sedangkan
kondisi psikologis misalnya intelegensia, pengamatan, daya tangkap, ingatan,
motivasi, dan lain sebagainya (Notoatmodjo, 2007).
Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kepatuhan ibu
hamil dalam mengkonsumsi tablet besi yang bermakna ( p= 0,009) antara
kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hal ini sesuai dengan penelitian
yang dilakukan oleh Kusfriyadi, Hadi, & Fuad (2012) mengenai Pendidikan
Kepatuhan Ibu Hamil Minum Tablet Besi di Puskemas Pahandut, Kayon, dan
Tangkiling Kota Palangkaraya bahwa ibu hamil yang mendapatkan
pendidikan gizi dan pesan gizi melalui SMS meningkatkan pengetahuan,
perilaku, dan kepatuhan yang signifikan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang
dilakukan oleh Costa dkk (2012) bahwa pesan SMS pengingat dapat
membantu wanita Brasil yang hidup dengan HIV/AIDS untuk mematuhi ART
untuk jangka waktu minimal 4 bulan. Selain itu, metode pendidikan kesehatan
lain seperti konseling dan leaflet yang digunakan untuk pasien hipertensi dapat
meningkatkan kepatuhan pasien dalam minum obat antihipertensi (Dewanti,
Andrajati, & Supardi , 2015)
Kelompok kontrol merupakan kelompok yang diberikan perlakuan
yang berbeda oleh peneliti dan bertujuan sebagai pembanding kelompok
intervensi dalam mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan dan SMS
reminder terhadap kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet besi. Dalam penelitian ini kelompok kontrol diberikan pendidikan kesehatan saja tanpa
diberikan SMS reminder sehingga tidak terjadi perubahan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet besi, hal ini yang membuat kelompok kontrol tidak
mengalami perubahan kepatuhan yang bermakna (p> 0,05) pada pengukuran
pretestdanposttest.
Sesuai dengan hasil penelitian Vervloet dkk (2012) bahwa kepatuhan
minum obat pada pasien diabetes melitus tipe dua pada kelompok kontrol
(tidak mendapatkan SMS reminder ) tidak mengalami perbedaan yang bermakna (p> 0,05) pada pengukuran pretest dan posttest. Penelitian Kusfriyadi, Hadi, & Fuad (2012) yang menemukan tidak ada perbedaan
bermakna (p>0,05) antara kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet besi pada
kelompok kontrol (kelompok yang mendapatkan pendidikan gizi saja). Ini
membuktikan bahwa pada kelompok kontrol tidak terjadi perbedaan yang
bermakna karena tidak ada perubahan pada kepatuhan antara pengukuran
pretestdanposttest.
Melalui dukungan SMS ini diharapkan dapat mempermudah,
mempercepat, dan juga menghemat biaya dalam melakukan penyampaian
informasi berupa motivasi ataupun jadwal minum obat kepada pasien
(Wilieyam & Sevani, 2013). Pada kelompok intervensi yang diberikan SMS
reminder setiap satu minggu sekali mendapatkan respon yang baik dari responden. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Vervloet dkk (2012)
bahwa Penggunaan SMS reminder secara umum disukai dan setengah dari responden menjawab SMS untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya. Pada
penelitian yang dilakukan oleh Pop Eleches dkk (2011) bahwa SMS reminder
mingguan lebih efektif dibandingkan dengan SMS harian.
SMS reminder dapat menkadi alat yang penting untuk mencapai
respon pengobatan yang optimal (Pop Eleches dkk, 2011). Edukasi pasien
merupakan salah satu pilar penting untuk mengoptimalkan terapi. Jika edukasi
dapat dijalankan secara efektif, dapat meningkatkan kepatuhan dan
pengelolaan diri sendiri oleh pasien terhadap penyakitnya (Adawiyani, 2013).
Dalam melaksanakan penelitian ini terdapat keterbatasan-keterbatasan
1. Jumlah responden yang standar untuk penelitian eksperimen (15
responden untuk setiap kelompok; n=30). Hal ini disebabkan karena pada
saat melakukan penelitian, waktu yang digunakan peneliti untuk
melakukan tahap seleksi lebih banyak responden yang usia kehamilannya
sudah memasuki trimester ke-3 atau sudah melewati usia 32 minggu. Jadi
banyak responden yang tidak lolos dalam tahap seleksi.
2. Pada penelitian ini yang dilihat adalah kepatuhan ibu hamil dalam
mengkonsumsi tablet besi. Ketersediaan tablet besi di Puskesmas Pisangan
yang terbatas membuat peneliti menambahkan jumlah tablet besi yang
kurang pada beberapa responden.
3. Saat pelaksanaan SMS reminder selama 3 minggu, pada minggu pertama
ada 1 responden yang nomer handphone tidak dapat dihubungi. Sehingga
peneliti mencari kembali responden untuk menggantikan responden yang
drop out. Hal tersebut terjadi karena peneliti tidak teliti dalam memeriksa
74