• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5. PEMBAHASAN

5.3 Pengaruh Persepsi Penyakit terhadap Keterlambatan Penderita

5.3 Pengaruh PersepsiPenyakit terhadap Keterlambatan Penderita Kanker Serviks Mencari Pengobatan ke RSUZA Banda Aceh Tahun 2013

Variabel persepsi penyakit pada penderita kanker serviks untuk mencari pengobatan ke RSUZA Banda Aceh persepsi negatif sebesar 75% karena banyak penderita kanker yang beranggapan merasa takut bahwa penyakitnya akan semakin parah apabila tidak segera mendapatkan pengobatan, sedangkan responden yang beranggapan persepsi positif mengenai kanker serviks sebanyak 25%.

Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi square diperoleh nilai p

= 0,001 < 0,05. Artinya dapat disimpulkan terdapat pengaruh persepsi penyakit terhadap keterlambatan mencari pengobatan pada penderita kanker serviks. Hasil uji

regresi logistik menunjukkan bahwa, diperoleh nilai Exp B 47,680 artinya orang yang memiliki persepsi negatif terhadap penyakit kanker serviks memiliki peluang untuk terlambat dalam mencari pengobatan sebesar 47 kali lebih besar dibandingkan dengan orang dengan persepsi positif terhadap penyakitnya. Hal ini didukung dari jawaban responden terhadap persepsi penyakit tentang kanker serviks terhadap keterlambatan mencari pengobatan ke RSUZA Banda Aceh. Sebanyak 61,7% responden beranggapan bahwa sakit yang dideritanya tidak perlu diobati karena tidak akan sembuh, sedang responden mengetahui karena merasa takut bahwa penyakitnya akan semakin parah apabila tidak segera mendapatkan pengobatan sebesar 88,3%.

Ketakutan responden membuat responden ingin berobat agar cepat mendapatkan kesembuhan sehingga responden terhindar dari kematian yang disebabkan penyakitnya,responden ingin tetap hidup berkumpul dengan keluarganya.Rasa sayang responden kepada keluarganya mengalahkan ketakutan responden atas penyakitnya.

Mitchell (1998) dalam Hawari (2004) menyatakan bahwa salah satu faktor yang menghambat datangnya pasien untuk berobat adalah karena rasa takut bahwa ia menderita kanker dan takut dioperasi. Namun, dalam penelitian ini sebanyak 55%respondentidak mengalami ketakutan terhadap operasi kanker serviks, dan kematian yang akan dialami jika terlambat berobat. Dalam hal ini responden menganggap bahwa apabila penyakit sudah parah atau sudah menyebar kebagian tubuh yang lain maka untuk apa lagi diobati karena tidak akan dapat sembuh hanya tinggal menunggu kematian saja.

64

Universitas Sumatera Utara

Tidak dapat dipungkiri bahwa persepsi masyarakat terhadap sehat-sakit erat hubungannya dengan perilaku mencari pengobatan. Pikiran tersebut akan memengaruhi dipakai atau tidak dipakainya fasilitas kesehatan yang disediakan.

Apabila persepsi seseorang masih tidak memperdulikan tentang penyakitnya maka niat untuk memeriksakan diri kepelayanan kesehatan di nomor dua kan apalagi penyakit yang diderita dirasakan tidak mengganggu dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Gejala-gejala kanker serviks sudah dialami respondentetap membuatresponden tidak segera mengobati penyakitnya karena pengetahuannya tentang kanker serviks tidak ada.Respondenmendiamkan penyakitnya karena responden menganggap penyakitnya tidak parah dan tidak mengganggu kegiatan responden sehari-hari. responden memiliki sikap yang tidak baik dan persepsi yang negative terhadap penyakitnya karena responden tidak mengobati penyakitnya yang disebabkan pengetahuan responden tentang kanker serviks tidak ada. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Muzaham (1995) yang menyatakan bahwa salah satu alasan mengapa beberapa penderita gejala penyakit yang cukup berat namun tidak meminta pertolongan dokter ialah karena mereka dapat bertoleransi pada rasa sakit dan meragukan bahwa rasa sakit itu akan membawa akibat negatif bagi kehidupannya.

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian mengenai determinan keterlambatan penderita kanker serviks mencari pengobatan ke RSUZA Banda Aceh tahun 2013, dapat disimpulkan:

1. Responden yang memiliki persepsi negatif terhadap penyakit kanker serviks memiliki peluang untuk terlambat dalam mencari pengobatan sebesar 47 kali lebih besar dibandingkan orang dengan persepsi positif terhadap penyakitnya.

2. Responden dengan akses yang sulit dijangkau menuju ke RSUZA memiliki kemungkinan 17 kali besar besar terlambat mencari pengobatan dibandingkan dengan akses yang mudah dijangkau.

3. Responden yang memiliki pengetahuan kurang baik, memiliki kemungkinan peluang 12 kali lebih besar untuk terlambat mencari pengobatan terhadap penyakit kanker serviks dibandingkan dengan pengetahuan baik.

6.2 Saran

1. Bagi pemerintah, Dinas Kesehatan dan Yayasan Kanker Indonesia Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hendaknya membantu memberikan kemudahan dalam akses pelayanan ke rumah sakit

Universitas Sumatera Utara66

2. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai penyakit kanker serviks baik dari tanda, gejala, tindakan pengobatan, serta memberikan dukungan moril yang positif yang diharapkan dapat membentuk persepsi positif terhadap penyakit agar dapat segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan guna mencegah terjadinya keterlambatan dalam mencari pengobatan

3. Program yang dilakukan oleh pemerintahan Kota Banda Aceh dalam gerakan pemeriksaan deteksi dini (Papsmear) terhadap kanker hendaknya lebih ditingkatkan lagi dengan cara mengikutsertakan para bidan desa, kader dan tokoh agama untuk dapat membantu dalam program tersebut diseluruh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, agar para wanita yang sudah menikah atau sudah aktif dalam seksualitasnya untuk mau memeriksakan diri, supaya tidak terjadi keterlambatan dalam mencari pengobatan.

4. Diharapkan dalam pembuatan rujukan dari daerah sekitar Nanggroe Aceh Darusalam hendaknya dipermudah dengan sistem yang lebih baik lagi seperti setiap puskesmas yang berada didaerah sudah melakukan pemeriksaan awal pada penderita kanker serviks agar menuju ke RSUZA Banda Aceh segera dilakukan tindakkan langkah lebih lanjut dalam pengobatan.

DAFTAR PUSTAKA

Alan, 2002.Obstetric and Gynecology Diagnosis and Treatment. Los Angeles California: David Gaffen School of Medicine

Anderson, 2006. Antropologi Kesehatan. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Anderson, 1995. Revisiting the Behavioral Model and Access to Medical Care: Does it Matter? J Health Soc Behavior, 36: 1-10

Andrijono, 2003. Sinopsis Kanker Genekologi. Jakarta : FKUI

Arikunto,2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi VI.

Jakarta: PT Rineka Cipta

Benson, 2001.Obstetrics and Gynecology. Singapore: Medical Publishing Division Carol, 2006.Menyingkap Tabir yang Selama Ini Tersembunyi tentang Vagina.

Jakarta: Penerbit PT Indeks

Dahlan, 2008.Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan Edisi III. Jakarta: Salemba Medika

Darlimarta, 2004.Deteksi Dini Kanker dan Simplisia Anti Kanker. Jakarta: Penebar Swadaya

Depkes RI. 2007. Pencegahan Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Direktorat Jenderal PP & PL

Dewi, 2008.Keterlambatan Penderita Kanker Serviks dalam Memeriksakan Diri ke Pelayanan Kesehatan. Buletin Penelitian RSU. Dr. Soetomo 10(3) : 97-100 Dewi, W, 2010. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, Perilaku Manusia.

Jakarta: Medica Book

Elizabeth, 2001. Cegah Kanker Pada Wanita. Jakarta: EGC

Green, 1980. Health Education Planning A Diagnostic Approach.California: Mayfield Publishing Company.

Universitas Sumatera Utara68

Hastono, S.P., 2007. Analisis Data Kesehatan. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia

Hawari, 2004. Kanker Dimensi Psikoreligi. Jakarta : Balai Penerbit FKUI Jakarta.

Ida, 2001. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Genekologi Sosial Indonesia. Jakarta: EGC

Indra, 2007.Pengalaman Hidup Klien kanker Serviks di Bandung.http://id.pdfsb.Kanker Serviks.com/2007/pengalaman-hidup-klien-kanker-serviks.Diperoleh tanggal 17 Desember 2011

Louis, 2002.Obstetric and Gynecology. Washington: University of Washington School of Medicine Seattle

Mahesa, 2009.Bersahabat dengan Kanker; Panduan Mengelola dan Mengobati Kanker.Yogyakarta. Araska

Manuaba, 2001.Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Kehidupan. FK UNUD

Mardiana, 2004. Kanker Pada Wanita, Pencegahan dan Pengobatan dengan Tanaman.Jakarta: Penebar Swadaya

Muzaham, 1995. Sosiologi Kesehatan. Jakarta: UI Press Notoatmodjo, S.2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta __________, S. 2005.Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

__________, S. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Cetakan I. Jakarta:

Rineka Cipta

__________, S. 2011. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Cetakan II. Jakarta:

Rineka Cipta

Nuranna, 2012. Kanker rahim Penyebab Kematian Nomor Satu Wanitahttp://www.Republika.co.id.BandaAceh/2012kanker-rahimDiperoleh 4 Maret 2013

Nursalam, 2008.Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan.Edisi 2.

Jakarta: Salemba Medika

Nurcahyo, 2010.Awas !!!Bahaya Kanker Rahim dan Kanker Payudara; Mengenal, Mencegah, dan Mengobati Sejak Dini Dua Kanker Pembunuh Paling Ditakuti Wanita. Yogyakarta: PT Buku Kita

Rasjidi, 2007. Panduan Pelaksanaan Kanker Genekologi, Berdasarkan Evidence Base.

Jakarta: EGC

Riska, A., 2010. Tentang Kankerhttp://www.tentangkanker.com/2011 mengenal-kanker-serviks-kanker-leher-rahim/&#8221 Diperoleh 10 Desember 2011.

Sabareta, N,.2011. Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Kanker Serviks.http://www.penelitianmatoh.blogspot.com/2011/12/gambaran

pengetahuan-ibu-tentang.htm1?m=1 Diperoleh 24 Desember 2011

Samadi, P., 2010 .Kanker Serviks, Solo: Metagra

Satmoko, 2009. Buku Pintar Kanker, Yogyakarta: Powerbooks

Sarwono, S., 1997. Sosiologi Kesehatan Beberapa Konsep dan AplikasinyaYogyakarta: Universitas Gadjah Mada

Setiati, 2009.Waspadai 4 Kanker Ganas Pembunuh Wanita.Yogyakarta : CV Andi Offset

Smet, B., 1994. Psikologi Kesehatan.Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia Soekardja, I 2000. Onkologi Klinik Edisi 2. Surabaya : Airlangga University Press Sukaca, 2009. Cara Cerdas Menghadapi Kanker Serviks. Yogyakarta: Genius

Syafrudin, 2011.Menejemen Mutu Pelayanan Kesehatan untuk Bidan. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Tjokronegoro, A.2002. Deteksi Dini Kanker. Jakarta : FKUI Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit

Verralls, S. 2003. Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan.Edisi 3.Jakarta : FKUI

70

Universitas Sumatera Utara

Yatim, F., 2005. Penyakit Kandungan, Myoma, Kanker Rahim/Leher Rahim dan Indung Telur, Kista, serta gangguan lain. Jakarta: Pustaka Populer Obor

WHO.2012. Cervical Cancer, Human Papiloma Virus (HPV) and GPV Vaccineshttp://who.int/healthinfo/boprojections2030/en/cervical-cencer-hpv-human- papiloma-virus-vaccines.html Diperoleh 2 April 2013

Wiknjosastro, H., 2005. Ilmu Kebidanan. Cetakan Pertama. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Lampiran 1

KUESIONER PENELITIAN

Determinan Keterlambatan Penderita Kanker Serviks Mencari Pengobatan ke RSUZA Banda Aceh

Tahun 2013

1. Kanker leher rahim (kanker serviks) adalah penyakit yang mematikan

2. Penyakit kanker leher rahim salah satu penyebabnya adalah Human Papiloma Virus

3. Penyakit kanker leher rahim dapat menyebar keorgan-organ tubuh yang lain

4. Tanda penyakit kanker leher rahim salah satunya adalah keluar lendir yang berwarna kuning dan berbau

5 Ketidakteraturan datang bulan merupakan gejala dari kanker leher rahim

6 Merasakan nyeri setelah melakukan hubungan intim merupakan gejala dari penyakit kanker leher rahim 7 Penyakit kanker leher rahim harus segera diobati

sedini mungkin agar penyakit tersebut tidak semakin parah

8 Penyakit kanker serviks apabila sudah parah dan menyebar di dalam rahim dapat membuat kondisi tubuh semakin lemah

9 Pap smearmerupakan salah satu cara deteksi dini terhadap kanker yang harus dilakukan oleh setiap

Universitas Sumatera Utara72

wanita yang sudah menikah

10 Kanker leher rahim dapat diatasi dengan mengubah pola hidup tanpa berobat ke dokter

11 Jangan pernah menaburi bedak pada vagina yang terasa gatal atau kemerahan, karena bisa berubah menjadi sel kanker

12 Pada kanker leher rahim apabila tingkat

keparahannya semakin parah maka penyembuhannya semakin sulit

13 Dengan teratur minum obat anti kanker dan menjalani terapi di rumah sakit akan memberikan kesembuhan terhadap penyakit kanker leher rahim 14 Radioterapi (penyinaran) dengan sinar x merupakan

salah satu pengobatan dari kanker leher rahim 15 Salah satu pengobatan yang dilakukan pada kanker

leher rahim adalah dengan cara operasi pengangkatan peranakkan (rahim)

B. Akses

1. Berapakah jarak dari rumah anda ke RSUZA : ………Km 2. Apakah jarak tersebut menyulitkan anda menuju ke RSUZA?

3. Berapa lama waktu tempuh yang dibutuhkan dari rumah anda menuju ke RSUZA?...Menit/ Jam

4. Apakah waktu tersebut terasa memberatkan anda menuju ke RSUZA?

5. Berapa biaya transportasi yang dibutuhkan dari rumah anda untuk menuju ke RSUZA. Rp………….

6. Apakah biaya transportasi tersebut memberatkan anda

7. Apa jenis kendaraan yang tersedia untuk menuju ke RSUZA dari rumah anda?

8. Apakah kendaraan tersebut mudah di dapat dari rumah anda untuk menuju ke RSUZA

9. Apakah anda ke RSUZA ada yang menemani?

10. Siapa yang menemani anda ke RSUZA?

Ya Tidak

Ya Tidak

Ya Tidak

Ya Tidak

Ya Tidak

C. Persepsi Terhadap Penyakit

No Pernyataan Ya Tidak

1. Anda merasa takut bahwa penyakit anda akan semakin parah apabila tidak segera mendapatkan pengobatan?

2. Anda merasa bahwa penyakit kanker leher rahimmerupakan penyakit yang mematikan?

3. Anda merasa harus segera ke rumah sakit karena sudah menimbulkan tanda dan gejala suatu penyakit?

4. Anda merasa kanker leher rahim dapat

membahayakan hidup anda apabila tidak dilakukan pengobatan secara dini

5. Anda terus berusaha mencari pengobatan agar sembuh dari penyakit kanker leher rahim 6. Anda merasa menderita penyakit kanker leher

rahim bukan merupakan akhir dari segalanya 7. Sakit yang saya derita tidak perlu diobati karena

tidak akan bisa sembuh

8. Apabila terus minum obat dan menjalani terapi di rumah sakit memberikan kesembuhan terhadap penyakit kanker yang saya derita

9. Anda merasa takut untuk menjalani operasi pengangkatan rahim karena operasi merupakan salah satu pengobatan yang dilakukan agar sembuh dari penyakit kanker serviks

10. Penyakit kanker serviks yang saya derita akan sembuh dengan sendirinya tanpa diobati

74

Universitas Sumatera Utara

3 35 SARJANA PNS Askes 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 9 1 1 1 1 1 1 5 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 5 0

Analisis Univariat Frequencies

Statistics

Umur Pend.Terakhir Pekerjaan Penangg.Biaya

N Valid 60 60 60 60

Missing 0 0 0 0

Frequency Table

Umur

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid 23 - 33 thn 19 31.7 31.7 31.7

34 - 44 thn 24 40.0 40.0 71.7

45 - 55 thn 17 28.3 28.3 100.0

Total 60 100.0 100.0

Pend.Terakhir

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid SD 13 21.7 21.7 21.7

SMP 16 26.7 26.7 48.3

SMA 20 33.3 33.3 81.7

DIPLOMA 4 6.7 6.7 88.3

SARJANA 7 11.7 11.7 100.0

Total 60 100.0 100.0

Pekerjaan

Universitas Sumatera Utara76

PEDAGANG 3 5.0 5.0 56.7

SWASTA 15 25.0 25.0 81.7

PNS 11 18.3 18.3 100.0

Total 60 100.0 100.0

Penangg.Biaya

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Pribadi 18 30.0 30.0 30.0

Askes 11 18.3 18.3 48.3

Jamsostek 7 11.7 11.7 60.0

JKA 24 40.0 40.0 100.0

Total 60 100.0 100.0

Analisis Bivariat Crosstabs

Case Processing Summary Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

Pengetahuan * Diagnosa 60 100.0% 0 .0% 60 100.0%

Pengetahuan * Diagnosa Crosstabulation Diagnosa

Total Terlambat Tidak Terlambat

Pengetahuan Kurang Count 33 5 38

% within Pengetahuan 86.8% 13.2% 100.0%

% within Diagnosa 84.6% 23.8% 63.3%

% of Total 55.0% 8.3% 63.3%

Baik Count 6 16 22

% within Pengetahuan 27.3% 72.7% 100.0%

% within Diagnosa 15.4% 76.2% 36.7%

% of Total 10.0% 26.7% 36.7%

Total Count 39 21 60

% within Pengetahuan 65.0% 35.0% 100.0%

% within Diagnosa 100.0% 100.0% 100.0%

% of Total 65.0% 35.0% 100.0%

77

Universitas Sumatera Utara

Continuity Correctionb 19.193 1 .000

Likelihood Ratio 22.319 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 21.371 1 .000

N of Valid Cases 60

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 7,70.

b. Computed only for a 2x2 table

Case Processing Summary Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

Akses * Diagnosa 60 100.0% 0 .0% 60 100.0%

Akses * Diagnosa Crosstabulation Diagnosa

Total Terlambat Tidak Terlambat

Akses Sulit dijangkau Count 38 15 53

% within Akses 71.7% 28.3% 100.0%

% within Diagnosa 97.4% 71.4% 88.3%

% of Total 63.3% 25.0% 88.3%

Mudah dijangkau Count 1 6 7

% within Akses 14.3% 85.7% 100.0%

% within Diagnosa 2.6% 28.6% 11.7%

% of Total 1.7% 10.0% 11.7%

Total Count 39 21 60

% within Akses 65.0% 35.0% 100.0%

% within Diagnosa 100.0% 100.0% 100.0%

% of Total 65.0% 35.0% 100.0%

Chi-Square Tests

Continuity Correctionb 6.613 1 .010

Likelihood Ratio 8.799 1 .003

Fisher's Exact Test .006 .006

Linear-by-Linear Association 8.810 1 .003

N of Valid Cases 60

a. 2 cells (50,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 2,45.

b. Computed only for a 2x2 table

Case Processing Summary Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

Persepsi * Diagnosa 60 100.0% 0 .0% 60 100.0%

Persepsi * Diagnosa Crosstabulation Diagnosa

Total Terlambat Tidak Terlambat

Persepsi Negatif Count 37 8 45

Universitas Sumatera Utara79

Persepsi Negatif Count 37 8 45

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 5,25.

Analisis Multivariat Logistic Regression

Case Processing Summary

Unweighted Casesa N Percent

Selected Cases Included in Analysis 60 100.0

Missing Cases 0 .0

Total 60 100.0

Unselected Cases 0 .0

Total 60 100.0

a. If weight is in effect, see classification table for the total number of cases.

Dependent Variable Encoding Original Value Internal Value

Terlambat 0

Tidak Terlambat 1

Block 0: Beginning Block

Classification Tablea,b

Observed Predicted

Diagnosa

Percentage Correct Terlambat Tidak Terlambat

Step 0 Diagnosa Terlambat 39 0 100.0

Tidak Terlambat 21 0 .0

Overall Percentage 65.0

a. Constant is included in the model.

b. The cut value is ,500

Universitas Sumatera Utara81

tep 0 onstant .619 71 231 22 538

Variables not in the Equation S

Omnibus Tests of Model Coefficients

a. Estimation terminated at iteration number 6 because parameter estimates changed by less than ,001.

Classification Tablea

Observed Predicted

Diagnosa

Percentage Correct Terlambat Tidak Terlambat

Step 1 Diagnosa Terlambat 37 2 94.9

Tidak Terlambat 4 17 81.0

Overall Percentage 90.0

a. The cut value is ,500

Variables in the Equation

B S.E. Wald df Sig. Exp(B)

Step 1a Pengetahuan 2.526 .948 7.092 1 .008 12.500

Akses 2.835 1.398 4.110 1 .043 17.027

Persepsi 3.865 1.078 12.848 1 .000 47.680

Constant -3.186 .806 15.645 1 .000 .041

a. Variable(s) entered on step 1: Pengetahuan, Akses, Persepsi.

Variables in the Equation

95% C.I.for EXP(B) Lower Upper Step 1a Pengetahuan 1.948 80.205

Akses 1.099 263.870

Persepsi 5.762 394.511

Constant

a. Variable(s) entered on step 1: Pengetahuan, Akses, Persepsi.

Universitas Sumatera Utara83