• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Promosi Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

2. Pengaruh Promosi Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan

C. Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah yang sudah disampaikan sebelumnya maka perumusan masalah dalam penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bentuk-bentuk promosi apa yang palig disukai dalam variabel X bagi pemustaka perpustakaan SDI Cikal Harapan I BSD Tangerang Selatan? 2. Adakah pengaruh promosi perpustakaan terhadap pemanfaatan

D. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti yang telah diajukan dalam bentuk rumusan masalah. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui bentuk-bentuk promosi perpustakaan yang paling disukai dalam variabel X bagi pemustaka SDI Cikal Harapan I BSD Tangerang Selatan

2. Untuk mengetahui pengaruh promosi terhadap pemanfaatan perpustakaan SDI Cikal Harapan I BSD Tangerang Selatan.

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang didapat dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Memberikan informasi mengenai kegiatan promosi di perpustakaan SDI Cikal Harapan I BSD Tangerang Selatan.

2. Menambah khazanah ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu perpustakaan, khususnya mengenai promosi perpustakaan.

3. Memperkaya kajian literatur tentang promosi perpustakaan sebagai bagian dari kajian program studi Ilmu Perpustakaan.

F. Sistematika Penulisan

Penulisan ini terdiri dari lima BAB, dan tiap bab terdiri dari sub bab sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

masalah, perumusan masalah, tujuan masalah, manfaat penelitian, sistematika penulisan

Bab II Tinjauan Literatur

Membahas mengenai pengertian, tujuan perpustakaan sekolah, fungsi perpustakaan sekolah, jenis koleksi perpustakaan sekolah, jenis layanan perpustakaan sekolah, sistem layanan perpustakaan, pengertian promosi perpustakaan, tujuan promosi perpustakaan, metode promosi perpustakaan, penelitian yang terdahulu.

Bab III METODE PENELITIAN

Membahas mengenai jenis dan pendekatan penelitian, variabel penelitian, hipotesis penelitian, sumber data, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan jadwal penelitian.

Bab IV Pembahasan dan Hasil Penelitian

Membahas tentang bentuk-bentuk promosi perpustakaan yang paling disukai dalam variabel X bagi pemustaka di perpustakaan SDI Cikal Harapan I BSD Tangerang Selatan, pengaruh promosi terhadap pemanfaatan perpustakaan SDI Cikal Harapan I BSD Tangerang Selatan.

Bab V Penutup

Pada bab ini diuraikan kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan promosi yang dilakukan perpustakaan SDI Cikal Harapan I BSD Tangerang Selatan khususnya pemanfaatan perpustakaan.

8 A. Perpustakaan Sekolah

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan kata perpustakaan berasal dari kata pustaka yang berarti (1) kitab, buku-buku, (2) kitab primbon. Kemudian kata pustaka mendapat awalan per- dan akhiran –an, menjadi perpustakaan. Perpustakaan mengandung arti (1) tempat, gedung ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dsb, (2) koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lainnya yang disimpan untuk dibaca, dipelajari, dibicarakan.9

Menurut Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007, Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka10.

Terdapat beberapa jenis perpustakaan yang tersebar di masyarakat, salah satunya adalah perpustakaan sekolah. Menurut Carter V.Good sebagaimana dikutip oleh Ibrahim Bafadal dalam buku Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Sekolah merupakan suatu ruangan yang di dalamnya terdapat koleksi, yang dikelola agar dapat digunakan oleh murid dan guru.11

9

Departemen Pendididkan Nasional dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Ed. 3. Cet 4. (Jakarta : Balai Pustaka, 2007). Hal 912

10

Darmono. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. (Jakarta : Grasindo, 2007). Hal 1.

11

Bafadal, Ibrahim. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. (Jakarta : Bumi Aksara, 2005) hal 3.

Lasa Hs mengatakan bahwa perpustakaan sekolah adalah sebuah sistem informasi yang memanfaatkan gedung atau tata ruang, anggaran, sarana dan prasarana yang dikelola oleh manusia yang terdidik dalam bidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi.12

Sedangkan menurut Pungki Purnomo, Perpustakaan Sekolah merupakan tempat dimana para peserta didik dapat mengeksplor (mengadakan penjelajahan ilmiah secara lebih luas) terhadap berbagai subjek secara mandiri dan demokratis terhadap apa yang dikaji agar memperoleh pengetahuan lebih dalam dari sekedar apa yang diperoleh pada ruang kelas.13

Keberadaan perpustakaan sekolah sebagai penunjang belajar siswa tentunya memiliki peranan yang sangat penting. Perpustakaan harus mampu mendukung dan menyediakan bahan untuk pembelajaran bagi siswa dan guru.

Menurut Mbulu yang dikutip Darmono dalam buku Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah menyatakan bahwa perpustakaan sekolah sangat diperlukan keberadaannya dengan pertimbangan bahwa:14

1. Perpustakaan merupakan sumber belajar di sekolah

2. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu bagian dalam sistem pengajaran di sekolah

3. Sumber yang dapat menunjang kualitas pendidikan dan pengajaran di sekolah salah satunya adalah perpustakaan sekolah

12

Lasa, Hs. Manajemen Perpustakaan Sekolah. (Jogjakarta : Pinus book publisher, 2007). Hal 13

13 Purnomo, Pungki. “ pembekalan learning life long di madrasah melalui penerapan

pembelajaran berbasis perpustakaan”. Dalam buku perpustakaan sebagai center for learning

society : gagasan untuk pengembangan perpustakaan madrasah. (Jakarta : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif HIdayatullah Jakarta, 2006) hal 12

14

Darmono. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. (Jakarta : Grasindo, 2007) hal 3.

4. Salah satu fasilitas sekolah yang dapat memajukan peserta didik untuk memperluas kemampuan untuk membaca, menulis, berfikir dan berkomunikasi adalah perpustakaan.

Untuk menunjang hal tersebut, maka perpustakaan yang ada di sekolah harus dikelola dan digunakan dengan baik untuk kepentingan guru dalam mengajar dan siswa untuk belajar. Namun, selain dikelola dengan baik, informasi yang tersedia di perpustakaan juga harus dikomunikasikan. Sebab perpustakaan sebenarnya tidak hanya sekedar mengelola koleksi buku secara fisik, melainkan mengelola informasi yang penting untuk belajar siswa.

1. Tujuan Perpustakaan Sekolah

Penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk mengumpulkan dan menyimpan bahan-bahan pustaka, tetapi diharapkan dapat membantu murid-murid dan guru-guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar.15

Menurut Bafadal Ibrahim, perpustakaan sekolah adalah kumpulan bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan buku (non book materials) yang diorganisasi secara sistematis dalam suatu ruang sehingga dapat membantu murid-murid dan guru-guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.16

Perpustakaan sekolah merupakan bagian integral proses pedidikan. Hal tersebut sesuai dengan yang disebutkan di atas bahwa tujuan perpustakaan sekolah adalah membantu murid-murid dan guru-guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.

15

Darmono. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Hal 11

16Ibid

Secara terinci Bafadal menyebutkan tujuan perpustakaan sekolah baik yang diselenggarakan di sekolah dasar maupun di sekolah menengah adalah sebagai berikut:17

a. Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid-murid terhadap membaca.

b. Perpustakaan sekolah dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid.

c. Perpustakaan sekolah dapat menanamkan kebiasaan belajar mandiri yang akhirnya murid-murid mampu belajar mandiri.

d. Perpustakaan sekolah dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca.

e. Perpustakaan sekolah dapat membantu perkembangan kecakapan berbahasa.

f. Perpustakaan sekolah dapat melatih murid-murid ke arah tanggung jawab.

g. Perpustakaan sekolah dapat memperlancar murid-murid dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah.

h. Perpustakaan sekolah dapat membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pengajaran.

i. Perpustakaan sekolah dapat membantu murid-murid, guru-guru, dan anggota staf sekolah dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

17

Bafadal Ibrahim . Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. (Jakarta : Bumi Aksara, 2006). Hal 6.

Perpustakaan sekolah dapat memenuhi fungsi tersebut dengan mengembangkan kebijakan dan jasa, memilih dan memperoleh sumber daya informasi, menyediakan akses fisik dan intelektual ke sumber informasi yang sesuai, menyediakan fasilitas pembelajaran, serta mempekerjakan staf terlatih. 18

2. Fungsi Perpustakaan Sekolah

Pawit M. Yusuf dalam Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah, menyebutkan bahwa perpustakaan sekolah mempunyai empat fungsi umum yaitu:

a. Fungsi edukatif

Perpustakaan menyediakan berbagai informasi bahan tercetak, terekam maupun bahan koleksi lainnya yang menunjang tujuan pendidikan.

b. Fungsi informatif

Sebagai fungsi informatif, perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya agar kebutuhan pengguna akan informasi dapat terpenuhi. c. Fungsi rekreasi

Adanya perpustakaan sekolah dapat berfungsi rekreasi. Rekreasi yang dimaksud bukan secara fisik yang pergi mengunjungi tempat-tempat tertentu, tetapi secara psikologisnya yaitu sebagai hiburan yang positif.

18Ibid

d. Fungsi riset

Sebagai fungsi penelitian, perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang menunjang kegiatan penelitian. Dengan adanya informasi yang lengkap, peneliti dapat melakukan riset, yaitu mengumpulkan data atau keterangan-keterangan yang diperlukaan.

Ibrahim Bafadal sependapat dengan hal tersebut, namun ia menambahkan bahwa fungsi tanggung jawab administratif termasuk salah satu fungsi perpustakaan sekolah.19 Fungsi ini tampak pada kegiatan sehari-hari di perpustakaan sekolah seperti pada layanan sirkulasi yang harus dilakukan pencatatan untuk buku yang dipinjam dan dikembalikan.

Darmono menambahkan bahwa fungsi perpustakaan selain yang sudah disebutkan di atas adalah fungsi deposit, yaitu perpustakaan berkewajiban menyimpan dan melestarikan semua karya cetak dan karya rekam yang telat diterbitkan di Indonesia, namun perpustakaan yang melakukan fungsi deposit ini adalah Perpustakaan Nasional.

Ada pula yang mengatakan fungsi perpustakaan sekolah sebagai berikut:20

a. Pusat layanan bahan pustaka b. Tempat bimbingan membaca c. Faktor pengikat pengalaman belajar

Dari beberapa pendapat yang telah disampaikan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa hampir semua pendapat menyatakan hal yang sama

19

Ibid. Hal 7

20

Sulistia. Materi Pokok Manajemen Perpustakaan Sekolah. (Jakarta : Universitas Terbuka, 2009). Hal 1.10

tentang tujuan perpustakaan sekolah yaitu menunjang proses pendidikan, tempat mengembangkan minat baca, sumber penelitian, dan sebagai sumber informasi.

3. Jenis Koleksi Perpustakaan

Tidak akan ada koleksi yang lengkap, yang ada adalah koleksi yang berdasarkan pada kebutuhan. International Federation Library Association (IFLA) misalnya, membuat standar yang harus dipenuhi oleh perpustakaan sekolah diantaranya adalah koleksi buku yang sesuai hendaknya menyediakan sepuluh buku per murid.21

Beberapa jenis koleksi perpustakaan sekolah antara lain:22 a. Buku teks atau buku pelajaran

Buku-buku teks meliputi buku pegangan guru dan murid yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku-buku teks berisi materi pelajaran untuk pegangan guru dan murid dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Buku teks harus sesuai dengan pedoman kurikulum terbaru. Contoh buku teks untuk sekolah dasar misalnya buku teks IPS ( Ilmu Pengetahuan Sosial).

b. Buku pelengkap

Buku-buku teks pelengkap adalah buku-buku yang materinya bersifat melengkapi isi buku-buku teks utama. Materi buku teks pelangkap ini didasarkan pada kurikulum yang berlaku di sekolah.

21

Zohra Ibrahim dan Saidatul Akamar Ismail. Garis Panduan Perpustakaan Sekolah IFLA/UNESCO diakses http://www.ifla.org/VII/s11/index.htm pada 11 Maret 2014

22

Pawit M. Yusuf. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. (Jakarta : Kencana, 2007). Hal 9

Buku jenis ini diterbitkan oleh berbagai penerbit swasta dan disahkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

c. Buku-buku jenis fiksi

Buku-buku ini memuat ceritera-ceritera tentang kehidupan maupun kegiatan-kegiatan yang berdasarkan kehendak dan khayalan pengarang dan berfungsi sebagai bacaan hiburan. Buku-buku fiksi sangat besar peranannya untuk mendorong minat baca murid. Contoh buku yang termasuk fiksi adalah Malin Kundang.

d. Buku-buku referensi

Yang dimaksud dengan buku-buku referensi atau rujukan adalah buku-buku yang memuat informasi secara khusus sehingga dapat menjawab atau menunjukan secara langsung bagi pembacanya.23 Termasuk ke dalam jenis buku-buku referensi adalah :

1) Kamus

Kamus adalah daftar alfabetis kata-kata yang disertai dengan arti, lafal, contoh penggunaannya dalam kalimat, dan keterangan lain yang berkaitan dengan kata tadi.24

2) Ensiklopedia

Ensiklopedia adalah daftar istilah-istilah ilmu pengetahuan dengan tambahan keterangan ringkas tentang arti istilah-istilah tadi.25

23

Pawit M. Yusuf. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Hal 12

24

Ibid. Hal 12

25Ibid

3) Almanak

Almanak adalah suatu publikasi tertentu tentang keterangan seperti data statistik, ramalan cuaca, dan berbagai peristiwa penting yang terjadi serta informasi bidang ilmu pengetahuan dalam jangaka waktu tertentu.26 Misalnya Almanak tahun 1977.

4) Buku tahunan

Buku tahunan adalah buku yang memuat peristiwa-peristiwa selama setahun terakhir (yang sudah lewat). Pada umumnya buku tahunan ini berisi masalah stastik dan kejadian-kejadian penting selama setahun lewat.27contohnya adalah Kaleidoskop Indonesia tahun 2012

5) Buku pedoman

Buku pedoman ini berisi petunjuk praktis dalam melakukan sesuatu contohnya buku yang sedang and abaca ini, contohnya lagi adalah teknik bertenak itik.28

6) Direktori

Direktori sering disebut dengan buku alamat sebab memuat alamat-alamat seseorang atau badan.29 Contoh yang paling mudah untuk direktori adalah buku telepon.

7) Terbitan pemerintah

Terbitan pemerintah adalah suatu penerbitan yang dicetak atas biaya dan tanggung jawab pemerintah.30 Contohnya adalah

26

Pawit M. Yusuf. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Hal 15

27 Ibid. Hal 14 28 Ibid. Hal 14 29 Ibid. Hal 14 30 Ibid. Hal 17

buku tentang petunjuk perjalanan para wisatawan yang diterbitkan oleh Kementerian Pariwisata.

8) Bibliografi

Bibliografi adalah daftar buku atau karangan yang merupakan sumber rujukan dari sebuah tulisan atau karangan atau daftar tentang suatu objek ilmu.31

Bibliografi disusun berdasarkan urutan abjad nama pengarang judul, atau keterangan lain dari buku. Contohnya adalah Bibliografi Nasional Indonesia-Terbitan Perpustakaan Nasional RI.

9) Indeks

Indeks adalah daftar istilah yang disusun berdasar urutan abjad atau dengan susunan tertentu dan disertai keterangan yang menunjukan halaman tenpat kata atau istilah ditemukan.32

10) Abstrak

Abstrak adalah uraian yang dipadatkan dari suatu karangan atau artikel yang biasanya bersifat ilmiah.33

11) Atlas

Atlas adalah buku yang berisi peta bumi.34 Contoh adalah atlas Indonesia

e. Bahan bukan buku 1) Terbitan berkala

Terbitan berkala biasanya memuat beberapa artikel atau tulisan dari beberapa pengarang serta berbagai berita dan

31

Pawit M. Yusuf. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Hal 147

32 Ibid. Hal 16 33 Ibid. Hal 16 34 Ibid..Hal 75

keterangan lain yang dianggap penting, dengan kala terbit secara teratur dan dalam jangka waktu yang tidak ditentukan kapan terbit terkahirnya. Contoh terbitan berkala antara lain adalah surat kabar, majalah, dan bulletin.

2) Pamflet

Pamflet merupakan bahan cetakan yang terdiri dari beberapa lembar, namun tidak dijilid, dan berisi tentang berbagai masalah ynag masih hangat atau mutakhir. Misalnya informasi tentang keistimewaan penggunaan komputer merek tertentu.

3) Brosur

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Brosur adalah (1) bahan informasi yang disusun secara bersistem, (2) cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid, (3) selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat, tetapi lengkap (tentang perusahaan atau organisasi)

4) Guntingan surat kabar

Guntungan surat kabar disebut juga dengan kliping. Berita atau tulisan dan artikel tertentu dalam surat kabar dan majalah yang dianggap penting, digunting dan ditempelkan pada selembaran kertas yang agak tebal kemudian disusun secara sistematis untuk memudahkan penggunaannya.

5) Gambar atau lukisan

Gambar atau lukisan adalah bentuk karya seni seseorang yang diperlu dihargai keberadaannya. Di perpustakaan karya

tulisan biasanya ditempel di dinding ruangan, dikumpulkan dalam sebuah buku, atau di tempat khusus yang disediakan untuk menyimpan koleksi karya ini.

6) Globe

Globe dikenal pula dengan bola bumi buatan, atau peta bumi yang bulat seperti bola.35 Ini digunakan untuk mengethaui berbagai tempat bumi ini dalam bentuk mini serta perbandingannya dengan benda-benda lain di angkasa luar.

7) Bahan pandang dengar (Audiovisual)

Bahan pandang dengar (audiovisual), seperti : kaset, piringan hitam, film, slide, foto, gambar, lukisan, mikrofis, model dan lain sebagainya baik dimiliki perpustakaan sebagai alat peraga dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.

4. Jenis Layanan Perpustakaan

Sebagai sebuah unit kerja perpustakaan terdiri dari beberapa bagian seperti pengadaan bahan pustaka, pengolahan bahan pustaka, dan bagian layanan bahan pustaka. Masing-masing bagian saling terkait, dan bagian layanan merupakan ujung tombak dari setiap kegiatan perpustakaan karena berhubungan secara langsung dengan pemakai. Baik buruknya citra perpustakaan juga ditentukan pada bagian ini.

Pengertian layanan perpustakaan berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini sejalan dengan perkembangan kebutuhan manusia terhadap

35

Departemen Pendididkan Nasional dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Ed. 3. Cet 4. (Jakarta : Balai Pustaka, 2007).. Hal. 366

informasi yang terus meningkat. Pada awalnya yang dimaksud dengan layanan perpustakaan adalah menawarkan semua bentuk koleksi yang dimiliki perpustakaan kepada pemakai yang datang ke perpustakaan dan meminta informasi yang dibutuhkannya.36

Ada beberapa macam bentuk pelayanan di perpustakaan, antara lain:37

a. Layanan sirkulasi

Layanan sirkulasi adalah kegiatan melayani peminjaman dan pengembalian buku-buku perpustakaan sekolah. Kegiatan sirkulasi dapat dilaksanakan sesudah buku-buku selesai diproses lengkap dengan labelnya seperti kartu buku, kartu tanggal kembali, kantong kartu buku, dan call number pada punggung buku.

Layanan pengembalian dan peminjaman bahan pustaka merupakan kegiatan yang dilakukan hampir semua perpustakaan. Layanan sirkulasi merupakan denyut dari semua kegiatan perpustakaan karena kegiatan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka merupakan jasa layanan yang secara langsung bisa dirasakan oleh pemakai perpustakaan.

Menurut Sulistyo-Basuki yang dikutip oleh Darmono dalam buku "Perpustakaan sekolah" bagian layanan sirkulasi mempunyai tugas melayani pengunjung perpustakaan khususnya dalam hal berikut:

36

Darmono. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. (Jakarta : Grasindo, 2007). Hal 163

37Ibid.

1) Mengawasi keluarnya setiap bahan pustaka dari ruang perpustakaan.

Mengawasi bahan pustaka yang dipinjam dan dikembalikan dari ruang perpustakaan merupakan tanggung jawab bagian sirkulasi. Untuk itu bagian sirkulasi harus bersikap tegas dan tetap mempertimbangkan sikap sebagai unit layanan publik yaitu ramah, simpatik dan lugas.

2) Pendaftaran anggota perpustakaan

Salah satu tugas sirkulasi adalah menerima pendaftaran anggota perpustakaan.

3) Peminjaman dan pengembalian bahan pustaka

Bagian sirkulasi bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka yang dipinjam oleh pemakai perpustakaan.

4) Memberikan sanksi bagi anggota yang terlambat mengembalikan peminjaman

Jika ada anggota yang terlambat mengembalikan bahan pustaka yang dipinjam, maka bagian sirkulasi memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

5) Memberikan peringatan bagi anggota yang belum mengembalikan pinjaman.

Bagian sirkulasi juga bertugas untuk memberikan surat peringatan terhadap pengguna yang terlambat mengembalikan pinjaman.

6) Menentukan penggantian buku yang dihilangkan anggota

Jika anggota menghilangkan bahan pustaka yang dipinjam, bagian sirkulasi berhak meminta anggota untuk menggantu buku yang sama.

7) Membuat statistik sirkulasi

Tugas bagian sirkulasi yang lain adalah membuat statistik peminjaman. Statistik peminjaman terdiri dari jumlah dan kelompok buku yang dipinjam, diperpanjang, dikembalikan. Statistik kelompok buku yang banyak dipinjam, statistik kelompok pemakai atau peminjaman.

b. Layanan referensi

Layanan referensi adalah layanan yang diberikan oleh perpustakaan untuk koleksi-koleksi khusus seperti kamus, ensiklopedi, almanak, direktori, buku tahunan yang berisi informasi teknis dan singkat. Koleksi referensi hanya boleh digunakan di dalam ruang perpustakaan saja.38

Menurut Ibrahim Bafadal dalam buku Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, mengatakan layanan referensi berhubungan dengan:

1) Layanan informasi

Perpustakaan sekolah tidak hanya sebagai tumpukan tanpa ada gunanya, tetapi secara prinsip perpustakaan sekolah harus

38Ibid.

dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi yang membutuhkannya. Oleh karena itu perpustakaan sekolah harus mampu memberikan pelayanan informasi.

Tugas layanan informasi ini akan bisa diselenggarakan dengan sebaik-baiknya tergantung pada dua faktor, yaitu:

a) Kelengkapan koleksi

Kelengkapan koleksi yang tersedia di perpustakaan sekolah sangat mempengaruhi terhadap pelayanan informasi. Dalam layanan referensi koleksi seperti kamus, ensiklopedi, buku pegangan, buku tahunan, almanak, buku petunjuk, biografi tidak diperbolehkan dibawa pulang, hanya boleh dibaca di ruang baca atau ruang referensi.

b) Kemampuan petugas

Perpustakaan sekolah yang masih tahap perintisan petugasnya sedikit atau hanya satu sehingga selain sebagai kepala perpustakaan juga sekaligus menjabat sebagai petugas sirkulasi dan petugas referensi. pada perpustakaan yang sudah maju khususnya di sekolah menengah dan sekolah tinggi mempunyai tenaga yang cukup banyak, sehingga ada petugas yang bertugas sebagai kepala sekolah, dan yang bertugas di bagian sirkulasi.

Namun terlepas dari petugas yang merangkap sebagai kepala sekolah ataupun petugas khusus referensi harus

mempunyai pengetahuan yang luas dan mengetahui isi dan ciri khas setiap bahan referensi seperti kamus, ensiklopedi, almanak dan sebagainya.

2) Layanan bimbingan pembaca

Pelayanan ini meliputi kegiatan petugas perpustakaan dalam upaya membantu para siswa untuk mendayagunakan semua koleksi yang dimiliki perpustakaan. Bentuk pelayanan ini antara lain:39

a) Menerangkan cara menggunakan perpustakaan dengan baik kepada pengunjung atau pembaca seperti cara menggunakan katalog yang baik.

b) Menerangkan kepada pengunjung atau pembaca mengenai keberadaan dan kemanfaatan perpustakaan melalui momentum-momentum yang tepat, seperti pada kegiatan ekstra kulikuler. c) Mengadakan kegiatan pameran sederhana tentang masalah

perpustakaan, perbukuan, pendidikan dan sejenisnya dengan melibatkan para guru dan siswa sekolah.

d) Mengadakan kegiatan pemutaran film jika memungkinkan. e) Mengadakan berbagai kegiatan perlombaan secara berkala

seperti lomba minat baca.

f) Pustakawan harus bersikap ramah dan selalu ingin menolong dan membantu pemustaka yang membutuhkan informasi.

39

Pawit M. Yusuf. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. (Jakarta : Kencana, 2007). Hal. 81

3) Layanan Ruang Baca

Layanan ruang baca adalah layanan yang diberikan oleh perpustakaan berupa tempat untuk melakukan kegiatan membaca di perpustakaan.40 Layanan ini diberikan untuk mengantisipasi pengguna perpustakaan yang tidak ingin meminjam untuk dibawa pulang namun memanfaatkannya di perpustakaan.

Selain layanan yang telah disebutkan sebelumnya, beberapa perpustakaan memberikan layanan dalam bentuk lain antara lain:41 a) Layanan audio visual

Layanan audio visual adalah layanan perpustakaan khusus untuk bahan audio visual. Layanan ini meliputi peminjaman dan pemutaran film, video, slide atau filmstrip. Bahan yang disediakan berupa film bercerita, film dokumenter

Dokumen terkait