TABEL 3.4 HASIL UJI RELIABILITAS
4.3 Uji Asumsi Klasik
4.6.4 Pengaruh Rekan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel rekan kerja yang terdiri dari indikator kompertisi yang sehat, karyawan yang saling menghormati, karyawan yang saling bekerja sama dalam menyelesaikan masalah, dan suasana kekeluargaan yang ada berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja kinerja karyawan pada PT Euro Design Semarang.
Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, ternyata terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel rekan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada unit PT Euro Design Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai thitung2,526 dengan nilai taraf signifikansinya 0,013. Dengan demikian taraf
signifikansi (0,013) < (0,05), sehingga Ha diterima dan Ho di tolak. Hal tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan Siagian dalam Wahyudin dan Djumino (2006:6).
Hubungan kerja antar para karyawan perlu dibina, agar para karyawan dapat saling bekerja sama dan membantu dalam pencapaian tujuan perusahaan. Hubungan kerja tidak hanya bersifat formal kedinasan, tetapi juga tidak kalah pentingnya hubungan batin yang bersifat non formal.
Karyawan yang merasa senang terhadap kegiatan dan tugasnya serta ramah tamah dengan orang lain menunjukan suasana kerja yang harmonis. Rekan kerja yang baik akan mendorong seseorang untuk bekerja lebih baik dan bersikap positif seperti mempunyai kesetiaan yang tinggi terhadap rekan kerja dan pekerjaan, kegembiraan, serta mempunyai kepuasan dalam bekerja
Hasil deskripsi data penelitian menunjukkan bahwa rekan kerja pada PT Euro Design tergolong dalam kriteria tinggi atau baik yang dilihat dari dominan responden yang mengisi jawaban setuju dengan rata-rata persentase sebesar 58%. Sedangkan sisanya masuk dalam kategori sangat setuju 29,75%, 8% ragu-ragu dan tidak setuju 4%. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh rekan kerja yang ada dan dirasakan oleh karyawan pada PT Euro Design Semarang sudah sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
Indikator-indikator pekerjaan itu sendiri yang digunakan berada pada kriteria tinggi yaitu : kompertisi yang sehat 56,4%, karyawan yang saling menghormati 59,2%, karyawan yang saling bekerja sama dalam menyelesaikan masalah 61,9%, dan suasana kekeluargaan yang ada 56,1%.
116
5.1. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dijelaskan di bab terdahulu, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:
1). Terdapat adanya pengaruh secara parsial antara kompensasi terhadap kepuasan karyawan bagian produksi PT. EURO DESIGN Semarang. Besarnya pengaruh kompensasi terhadap kepuasan karyawan sebesar (0,461)2 atau 21,25%. Jika kompensasi yang diberikan semakin besar maka kepuasan kerja karyawan juga semakin besar.
2). Terdapat adanya pengaruh secara parsial antara pekerjaan itu sendiri terhadap kepuasan karyawan bagian produksi PT. EURO DESIGN Semarang. Pengaruh pekerjaan itu sendiri terhadap kepuasan karyawan sebesar (0.186)² atau 3.46%. Semakin karyawan memahami pekerjaan masing masing maka kepuasan kerja karyawan semakin tinggi.
3). Terdapat adanya pengaruh secara parsial antara rekan kerja terhadap kepuasan karyawan bagian produksi PT. EURO DESIGN Semarang. Pengaruh rekan kerja terhadap kepuasan karyawan sebesar (0.186)² atau 3.46%. Keberadaan rekan kerja dalam lingkungan kerja pada PT. EURO DESIGN Semarang mempengaruhi kepuasan karyawan karena dengan adanya rekan kerja yang saling menghormati dan mampu bekerja sama dengan baik, maka karyawan akan merasa nyaman di tempat kerja serta mampu menyelesaikan
kewajibannya dengan adanya bantuan dari rekan kerjanya dan kepuasan kerja juga semakin meningkat.
4). Terdapat adanya pengaruh secara parsial antara kepemimpinan terhadap kepuasan karyawan bagian produksi PT. EURO DESIGN Semarang. Pengaruh kepemimpinan terhadap kepuasan karyawan sebesar (0.190)² atau 3.61%. Tingginya pengaruh pimpinan terhadap kepuasan kerja pada PT. EURO DESIGN Semarang terjadi karena pimpinan PT. EURO DESIGN Semarang mampu menciptakan suasana yang menyenangkan di lokasi kerja, mampu mengambil kebijakan secara adil, mampu berkomunikasi serta melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan maka kepuasan kerja karyawan juga semakin tinggi.
5). Terdapat adanya pengaruh secara simultan antara kompensasi, pekerjaan itu sendiri, rekan kerja dan kepemimpinan terhadap kepuasan karyawan bagian produksi PT. EURO DESIGN Semarang. Besarnya pengaruh secara simultan kompensasi, pekerjaan itu sendiri, rekan kerja dan kepemimpinan terhadap kepuasan karyawan bagian produksi PT. EURO DESIGN Semarang adalah 67,7%. Tingginya pengaruh variabel kompensasi, pekerjaan itu sendiri, rekan kerja dan kepemimpinan terhadap kepuasan karyawan secara simultan membuktikan bahwa melalui variabel-variabel tersebut akan mampu digunakan untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan PT. EURO DESIGN Semarang.
5.2.Saran
Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana telah diuraikan dalam kesimpulan diatas, maka selanjutnya peneliti akan menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Sebaiknya dari perusahaan menggali potensi dari masing-masing karyawan secara maksimal, sehingga untuk karyawan yang potensial diberikan pekerjaan yang lebih sesuai keunggulannya untuk kemajuan perusahaan..
2. Bagi perusahaan, dalam hal kepemimpinan hal yang perlu dilakukan adalah tetap menjaga hubungan baik terhadap karyawan, terlebih lagi bila pimpinan menganggap karyawan adalah keluarga, bukan hanya sekedar bawahan di dalam bekerja. Hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai masukan dan menentukan kebijakan untuk menyusun strategi untuk lebih meningkatkan kepuasan karyawan.
3. Diharapkan Manajemen PT. EURO DESIGN memberikan apresiasi atas hasil kerja karyawan dengan memberikan kompensasi sesuai dengan prestasi kerja karyawan. Kompensasi tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk pemberinan bonus kepada karyawan yang berprestasi.
4. Bagi yang tertarik untuk meneliti dengan tema sejenis, disarankan untuk menggunakan alat ukur yang lebih baik, serta menggunakan variabel lain seperti lingkungan kerja, komunikasi dalam organisasi, sehingga produktivitas struktur organisasi, motivasi , lingkungan kerja dan lain-lain sehingga kepuasaan kerja yang diharapkan dapat mencapi titik optimal.
119
Daft, Richard L. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Dessler, Gary. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Buku satu, Edisi kesepuluh: PT. Indeks.
Ghozali, Imam. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: B-P UNDIP.
Handoko, T. Hani. 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.Yogjakarta: BPFE.
Hariandja, Mrihot Tua Efendi. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia Pengadaan, Pengembangan,Pengkompensasian, dan Peningkatan Produktivitas Pegawai. Jakarta : PT. Grasindo.
Haryono Sudriamunawar, 2006 Kepemimpinan, peran serta dan produktivitas Intergrated HRD: Human Resources Develoupment Grasindo.
Hasibuan, Melayu S.P. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Luthans, Fred. 2006. Organizational Behavior, New York : Mc Graw Hill Inc. Mathis. L. Robert dan Jackson, H. Jhon. 2006. Human Resource Management.
Terjemahan: Manajemen Sumber Daya Manusia (Jimmy Sadeli dan Bayu Pravira Hie) . Edisi Sepuluh. Jakarta : Salemba Empat.
Munandar, 2004. Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. Jakarta: Gramedia pustaka Utama.
Moekijat, 2003, Manajement Tenaga Kerja Dan Hubungan Kerja. Bandung : Pionir Jaya.
Nitisemito, Alex S. 1992. Manajemen Personalia. Jakarta: Ghalia Indonesia.2000. Manajemen Personalia. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Panggabean, Mutiara S. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan Kedua. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Pangkuriang, Arya. 2010. “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kompensasi Terhadap Kepusan Kerja Karyawan Unit Sewing PT. Vision Land
Semarang”. 2009. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Unnes.
Rivai, Veithzal. 2003, Kepemimpinan dan perilaku organisasi. Jakarta : RajaGrafindo Persada.
Rivai, Veithzal. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan dari Teori ke Praktek. Jakarta.
Robbins, Stephen P dan Timothy A Judge .2008. Perilaku Organisasi buku 1. Jakarta:Salemba Empat.
Siagian, Sondang. 2003. Manajemn Sumber Daya Manusia. Cetakan Kesembilan. Jakarta . PT. Bumi Aksara.
Simamora, Henry. 1997. Manjemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:BPFE. Sonny Sumarsono, 2003 Ekonomi manajemen sumberdaya manusia dan
ketenagakerjaan. Graha Ilmu,.
Sopiah. 2008. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Andi.
Sugiono. 2008. Metode Penelitian kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suharso, dan Retnoningsih, A. 2005. Kamus Besar Bahasa Indoneisa Edisi Lux.Semarang: Widya Karya.
Sulistiyani, Ambar T. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sumarsono, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan Cetakan Ke-8. Bandung:Remaja Rosdakarya.
www.google.com. Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya. Panudju, Agung. 2003.“Pengaruh Kompensasi dan Karakteristik Pekerjaan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Unit Produksi PT.X Palembang”. Di akses oleh Nurhalimah Rambe pada tanggal 13 desember 2009 pukul 15.00 WIB.
FAKULTAS EKONOMI