• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian

4.4.1 Pengaruh Secara Serempak Gaya Hidup dan Media Sosial

Hasil utama dalam penelitian ini menemukan bahwa secara keseluruhan bahwa Gaya Hidup dan Media Sosial mempengaruhi Keputusan Pembelian di Kafe B-One. Hal ini menjadi masukan penting bagi Kafe B-One dalam meningkatkan penjualan dengan memperhatikan gaya hidup konsumen mereka.

Mayoritas dalam penelitian ini adalah mereka yang tergolong remaja dan masa dewasa awal, yakni antara rentang usia 18 hingga 30 tahun. Rentang usia ini tergolong mereka yang berada pada generasi milenial yaitu generasi serba instan (BPS, 2019). Data BPS (2019) juga menunjukkan bahwasanya mayoritas kelompok konsumen aktif di Indonesia adalah generasi milenial. Generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1980 hingga 2000 (BPS, 2019).

Secara parsial juga ditemukan bahwasanya variabel Gaya Hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian dan begitu juga dengan variabel Media Sosial yang juga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Namun, dengan memperhatikan koefisien korelasi pada Uji t, ditemukan bahwasanya koefisien Media Sosial (4,037) memiliki koefisien yang lebih tinggi dibandingkan dengan Gaya Hidup (3,673).

Hal ini menunjukkan berdasarkan hasil penelitian ini bahwasanya secara parsial faktor Media Sosial memiliki hubungan yang lebih erat dibandingkan dengan

61

Gaya Hidup. Hal ini perlu menjadi saran dan pertimbangan strategi bagi Kafe B-One dalam memprioritaskan strategi mereka.

4.4.2 Gaya Hidup terhadap Keputusan Pembelian

Hasil penelitian ini menemukan bahwasanya Gaya Hidup mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Satria (2015), dimana ia menemukan bahwa kecenderungan masyarakat Kota Jambi dalam memilih handphone dipengaruhi oleh gaya hidup mereka, yakni agar terlihat masyarakat urban.

Sebagaimana dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwasanya responden ingin makan/minum di Kafe B-One agar terlihat tren dan mengikuti zaman.

Hasil penelitian yang sama juga ditunjukkan oleh Long-Yi Lin , Hsing-Yu Shih (2012) dimana mereka menemukan bahwa gaya hidup dalam responden mereka mempengaruhi keputusan pembelian. Mereka menemukan bahwasanya responden mereka adalah mahasiswa dalam melakukan keputusan pembelian terhadap apapun mempertimbangkan dengan gaya hidup mereka yang serba urban, modern dan dinamis.

Pangestu dan Suryoko (2016) juga menemukan bahwasanya Keputusan Pembelian responden penelitian mereka selalu memperhatikan Gaya Hidup mereka. Responden dalam penelitian mereka adalah pelanggan warung kopi Peacockoffie yang pada umumnya juga berada pada rentang usia remaja. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang penulis lakukan.

4.4.3 Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian di Kafe B-One adalah positif dan signifikan. Pelanggan

62

mengaku tertarik dengan promosi Kafe B-One di Instagram dan mengikuti perkembangannya. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Putri (2016) dimana ia menemukan promosi yang dilakukan oleh toko Cherie melalui media online mampu meningkatkan minat pelanggan untuk meningkatkan keputusan pembelian. Toko Cherie sendiri adalah toko yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman dengan menyediakan kue kering atau makanan ringan yang dikemas dalam bentuk parcel yang bisa diberikan dalam berbagai momen istimewa, seperti natal, tahun baru, imlek, lebaran, ulang tahun dan momen-momen tertentu.

Hal yang sama juga ditemukan oleh Rahman (2015) yang menemukan bahwa perkembangan tekhnologi informasi semakin memudahkan mahasiswa (yang menjadi responden penelitiannya) dalam berbelanja. Pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian mereka positif dan signifikan. Media sosial bagi mahasiswa tidak lagi dipergunakan sebagai gaya hidup, namun juga tempat untuk bertransaksi secara online.

Hajli (2013) menyatakan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara peran media sosial dalam meningkatkan keputusan pembelian pelanggan.

Selanjutnya ia menekankan dalam mengadakan pemasaran di dunia maya, dimana tidak terdapat kontak fisik secara langsung terhadap produk yang dipasarkan, maka kepercayaan menjadi modal yang utama. Pembeli tidak lagi langsung mempercayai terhadap suatu produk yang dipasarkan. Mereka pada umumnya mencari referensi mengenai keabsahan produk tersebut. Itu sebabnya penilaian atau review suatu produk yang berasal dari pembeli langsung menjadi hal yang sangat penting bagi calon pembeli.

63

4.5 Implikasi Manajerial

Guna melengkapi tujuan dari penelitian ini, yakni ingin melihat dampak dari gaya hidup dan media sosial terhadap keputusan pembelian di Kafe B-One, maka berikut implikasi manajerial yang dapat diimplementasikan:

1. Disain ulang interior Kafe B-One sesuai dengan gaya hidup milenial Sebagaimana observasi yang penulis lakukan bahwasanya disain interior Kafe B-One terkesan klasik, dimana mayoritas pelanggan mereka berdasarkan hasil penelitian ini adalah remaja dan dewasa awal yang tergolong generasi milenial, maka Kafe B-One ada baiknya melakukan disain ulang terhadap interior dengan disain yang instagramable, penuh warna dan juga pemilihan warna yang terang.

2. Perbanyak postingan di Instagram

Konten di akun instagram Kafe B-One saat ini masih sedikit, aktivitas pun tidak banyak. Admin Kafe B-One perlu memikirkan aktivitas ataupun menu-menu yang bisa ditampilkan dalam Instagram mereka, agar tampilan Instagram mereka lebih menarik. Penambahan unggahan ini bisa dalam bentuk kegiatan-kegiatan, aktivitas pelanggan, bisa juga testimoni dari pelanggan.

3. Pakai kamera profesional dan melakukan proses editing gambar

Salah satu hal yang tidak menarik dari Instagram Kafe B-One adalah kualitas foto yang mereka unggah. Saat penulis bertanya kepada Manajer Operasional, mereka menyampaikan menggunakan iPhone seri 6.

Harusnya ini sudah baik, hanya saja dari sisi pengambilan gambar yang perlu diperbaiki. Disamping itu, karena Instagram adalah salah satu media

64

promosi yang efektif, maka ada baiknya jika Kafe B-One menggunakan kamera yang berkualitas dan bisa sedikit melakukan proses editing gambar yang lebih eyecatching dengan tujuan lebih menarik perhatian pelanggan sehingga pelanggan lebih tertarik untuk melihat dan menggali informasi.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berikut adalah kesimpulan yang dapat disampaikan dalam penelitian ini:

1. Secara bersamaan, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Gaya Hidup dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian di Kafe B-One, Medan.

2. Secara parsial, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Gaya Hidup dengan Keputusan Pembelian di Kafe B-One, Medan.

3. Secara parsial, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Media Sosial dengan Keputusan Pembelian di Kafe B-One, Medan.

5.2 Saran

Adapun saran dalam penelitian ini yang bisa dijadikan rekomendasi strategi Kafe B-One dalam meningkatkan pelanggan mereka adalah:

1. Saran dari Sisi Gaya Hidup

Berdasarkan gaya hidup mereka, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan sesuai dengan selera mereka. Generasi milenial menyenangi sesuatu yang bersifat simpel dan kasual. Karena itulah mereka bisa dengan cepat tertarik terhadap gaya modern dan dinamis, dan sebaliknya tidak tertarik terhadap sesuatu yang klasik atau monoton. Hal ini yang justru kurang menjadi perhatian Kafe B-One. Disain ruangan dan tata letak kafe mereka terlihat klasik, dengan lukisan di dinding bergaya tahun 1960-an. Begitu juga terdapat beberapa lukisan di dinding mereka. Hal ini sejalan jika mereka mengkhususkan kafe mereka untuk

66

kaum profesional yang usianya di atas 45 tahun. Namun, karena hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya mayoritas pelanggan Kafe B-One adalah generasil milenial, maka ada baiknya Kafe B-One mendisain ulang kafe mereka bergaya retro dan instagramable (yaitu disain yang sesuai jika mereka foto-foto di belakangnya dan upload ke instagram mereka).

Generasi milenial juga menyenangi sesuatu yang instan. Mereka hanya mencari informasi yang diinginkan dalam waktu singkat. Hal ini bisa menjadi masukan bagi admin instagram Kafe B-One agar memposting informasi dalam instagram mereka dengan memuat informasi seringkas mungkin, langsung pada inti informasi. Mereka juga menyenangi sesuatu yang tidak formal, oleh karena itu penggunaan kata-kata dalam instagram juga sebaiknya adalah kata-kata yang sedang tren dan mudah dimengerti dan langsung kepada intinya sebelum perhatian mereka hilang.

Manajemen juga perlu mengakomodir gaya hidup mereka yang serba instan, dengan memudahkan pemesanan online, baik melalui Go-Jek, Grab, dan sebagainya, dan memudahkan metode pembayaran (melalui aplikasi OVO, Link, dan sebagainya). Hal ini yang belum dikembangkan secara serius oleh Kafe B-One. Saat penulis melakukan wawancara dengan Manager Operasional mereka menyatakan bahwa sebelumnya mereka pernah melakukan hal ini, namun karena tidak ada orang yang secara khusus fokus pada pembelian dan pembayaran online, maka mereka menghentikannya.

Salah satu strategi pemasaran bagi generasi milenial yang sedang tren adalah penggunaan tokoh influencer, yakni tokoh yang memiliki pengikut (follower) ribuan orang sehingga banyak yang melihat atau membaca instagram

67

mereka. Influencer ini tidak harus berasal dari selebrity atau artis, kebanyakan malah mereka yang tidak pernah masuk ke layar televisi tetapi eksis di dunia maya. Pengguna sosial media sangat menyenangi mengikuti influencer ini, sehingga banyak produk yang berpromosi melalui mereka atau yang dikenal dengan endorse. Strategi ini bisa diterapkan oleh Kafe B-One dalam mengangkat kesadaran masyarakat terhadap kehadiran Kafe B-One dengan bekerja-sama dengan influencer lokal yang berasal dari Kota Medan.

2. Saran dari Sisi Media Sosial

Disamping itu, manajemen Kafe B-One juga perlu meningkatkan komunikasi pemasaran melalui media sosial guna menarik minat pelanggan milenial dengan cara meningkatkan promosi melalui internet (media sosial). Saran yang dapat diberikan adalah dengan memperbaiki sisi tampilan gambar yang mereka posting di Instagram mereka agar lebih baik dengan meggunakan kualitas kamera dan sisi gambar yang menarik.

Disamping itu, Kafe B-One perlu mempertimbangkan suatu ikonik yang bisa merepresentasikan Kafe B-One dan menjadi pengingat bagi pelanggan. Dan terakhir pengelola (admin) Instagram Kafe B-One perlu menambah unggahan agar pelanggan atau sering dikenal dengan istilah netizen selalu mendapatkan informasi yang terbaru dari Kafe B-One.

Sedangkan saran dari sisi penggunaan instagram Kafe B-One untuk promosi antara lain adalah:

1. Perkuat dari sisi tampilan

Penulis melihat kualitas gambar yang dipergunakan dalam mengunggah promosi makanan sangat biasa saja. Pada saat penulis tanyakan, hanya

68

menggunakan kamera iPhone seri 6. Sebenarnya bukan terletak pada kualitas kamera, namun dari sisi pengambilan gambar serta latar belakang pengambilan foto harus juga diperhatikan oleh pengelola Kafe B-One 2. Menampilkan ikon yang bisa menjadi referensi

Kafe B-One harus menampilkan sosok ataupun ikon yang bisa menjadi referensi pelanggan. Ikon tidak harus endorse oleh artis, bisa saja logo yang menarik ataupun segala sesuatu yang mudah diingat.

3. Perbanyak posting

Pengelola harus mengunggah foto atau kejadian ataupun menu makanan secara reguler, apakah setiap hari, atau 2 hari sekali. Penulis melihat saat ini media sosial yang aktif dipergunakan adalah Instagram, namun unggahan bisa mencapai sebulan sekali. Hal ini sangat lama, mengingat konsumen itu terus membuka media sosial mereka. Sehingga jika lama, maka akan membuat konsumen lupa dengan kehadiran Kafe B-One.

4. Fokus pada Promosi

Dalam beberapa hal, penulis mendapatkan Kafe B-One “Like” terhadap sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan bisnis kuliner ataupun lainnya. Pengelola media sosial Kafe B-One harus bisa profesional memisahkan mana kebutuhan bisnis dan mana kebutuhan pribadi. Dalam Instagram, orang lain bisa mengetahui apa yang kita “Like”.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Nanang Khoirul dan Herlina. (2017). Analisis Segmentasi terhadap Keputusan Pembelian Produk Eiger di Bandar Lampung. Jurnal Manajemen Magister, Vol. 03. No.01, pp. 75 – 95. Informatics and Business Institute Darmajaya

Al-Dmour, Rand, Farah Hammdan, Hani Al-Dmour, Ala'aldin Alrowwad, dan Sufian M Khwaldeh. (2017). The Effect of Lifestyle on Online Purchasing Decision for Electronic Services: The Jordanian Flying E-Tickets Case.

Asian Social Science; Vol. 13, No. 11, pp. 157 – 169. ISSN 1911-2017 Badan Pusat Statistik. (2019). Kota Medan dalam Angka 2019. Medan: BPS Kota

Medan.

Badan Pusat Statistik. (2018). Profil Generasi Milenial Indonesia. Jakarta:

Kerjasama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Badan Pusat Statistik.

Boyd, Walker Larreche. (2009). Manajemen Pemasaran, Suatu Pendekatan Strategis dengan Orientasi Global, Edisi 2 Jilid I. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Chaffey, Dave. (2002). E-Business and E-Commerce Management. Strategy, Implementation and Practice. Fourth Edition. Prentice Hall.

Desra. (2019). Mengembangkan Bisnis Lewat Strategi Marketing untuk Generasi Milenial. Online: https://www.jurnal.id/id/blog/mengembangkan-bisnis-lewat-strategi-marketing-untuk-generasi-milenial/ Diunggah pada tanggal 8 Januari 2020.

Ekasari, Novita. (2014). Pengaruh Promosi Berbasis Sosial Media Terhadap Keputusan Pembelian Produk Jasa Pembiayaan Kendaraan pada PT. BFI Finance Jambi. Jurnal Penelitian Universitas Jambi: Seri Humaniora. Vol. 16, No. 2, Hal.81-102.

Fiano Dendi Sualang (2015). The Influence Analysis Of Integrated Marketing Communication Mix On Consumer Purchasing Decision – Study Case of PT.

Multi Citra Abadi. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Volume 15, No. 05.

International Business Administration (IBA) Program, Economics and Business Faculty, University of Sam Ratulangi, Manado.

Fitriani, Citra Ramayani dan Desi Areva. (2013). Pengaruh Gaya Hidup dan Sikap Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Pond’s pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat.

Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi. Vol 1, No 1, Hal 1 – 9.

70

Gandhy, Abel dan Hairuddin, Julio Arthur (2018). Analysis of Promotion and Product Differentiation of Jukajo on Consumer Purchase Decision. Binus Business Review. Vol 9, No. (1), pp. 9 – 18. P-ISSN: 2087-1228.

Agribusiness Study Program, Faculty of Social and Economy, Surya University.

Hajli, M. Nick. (2013). A Study of the Impact of Social Media on Consumers.

International Journal of Marketing Research, Vol. 56, Issue 3, pp. 387 – 404.

Heidrick and Struggles. (2009). The Adoption of Digital Marketing in Financial.

Services Under Crisis. China Marketing Press.

Khan, M.M. dan Razzaque, R. (2015). Measuring The Impact Of Brand Positioning On Consumer Purchase Intention Across Different Products.

Journal of Quality and Technology Management. Volume XI, Issue I, Page 69–95. Institute of Business Administration, University of the Punjab, Lahore, Pakistan.

Kotler, Philip dan Armstrong, Gary. (2014). Principles of Marketing, Fifteenth Edition. Boston: Pearson.

Lovelock, C. dan Gummesson, E. (2011). Pemasaran Jasa (Edisi ke-7). Jakarta:

Penerbit Erlangga.

Marshall, Greg W., Johnston, Mark W. (2015). Marketing Management, Second Edition. New York: McGraw Hill Education

Medan.tribunnews.com (2019). Tren tempat Nongkrong di Medan Kian Hari

Kian Menjamur. Berita online.

https://medan.tribunnews.com/2019/03/24/tren-tempat-nongkrong-di-medan-kian-hari-kian-menjamur. Tanggal Akses: 24 Maret 2019.

Mileva, Lubiana dan Achmad Fauzi DH. (2018). Pengaruh Social Media Marketing Terhadap Keputusan Pembelian. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB). Vol. 58, No. 1, hal. 190 – 199.

Mohiuddin, Zaeema Asrar. (2018). Effect of Lifestyle on Consumer Decision Making: A Study of Women Consumer of Pakistan. Journal of Accounting, Business and Finance Research. Vol. 2, No. 1, pp. 12-15. ISSN: 2521-3830.

Mothersbaugh, David L. dan Del I. Hawkins. (2016). Consumer Behavior:

Building Marketing Strategy, Thirteenth Edition. New York: McGraw-Hill Company.

Mowen, John C. (2002). Perilaku Konsumen, Jilid I, Edisi ke-5. Diterjemahkan oleh: Dwi Kartika Yahya. Jakarta: Penerbit Erlangga.

71

Pangestu, Suci Dwi dan Sri Suryoko. (2016). Pengaruh Gaya Hidup (Lifestyle) Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus pada Pelanggan Peacockoffie Semarang). Jurnal Administrasi Bisnis, Universitas Diponegoro, Vol. 5, No. 1. Hal 63 – 70.

Peter, J. Paul dan Olson, Jerry C. (2013). Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran. Edisi Kesembilan. Diterjemahkan oleh: Diah Tantri Dwiandani.

Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Putri, Citra Sugianto. (2016). Pengaruh Media Sosial Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Cherie Melalui Minat Beli. PERFORMA: Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis. Volume 1, Nomor 5, hal. 594 – 603.

Rahman, M.A. (2015). Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian Lewat Internet di Kalangan Mahasiswa. Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (ASSETS). Vol. 6, No. 1, hal. 103 – 115.

Karamoy, Sandy Wulan (2013). Strategi Segmenting, Targeting Dan Positioning Pengaruhnya Terhadap Keputusan Konsumen Menggunakan Produk KPR BNI Griya. Jurnal EMBA. Vol. 1, No.3. Hal. 562-571. ISSN 2303-1174.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Pascasarjana, Magister Manajemen Universitas Sam Ratulangi Manado

Riyanti, Yuzi Akbari Vindita. (2016). Hubungan Intensitas Mengakses Media terhadap Perilaku Belajar Mata Pelajaran Produktif pada Siswa Kelas XI Jasa Boga di SMKN 3 Klaten. Skripsi. Yogyakarta: Pendidikan Teknik Boga FT Universitas Negeri Yogyakarta.

Sanjaya, Ridwan dan Josua Tarigan. (2009). Creative Digital Marketing. Jakarta:

PT. Elex Media Komputindo.

Satria, Edi. (2015). Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Merek Blackberry Di Kota Sungai Penuh Jambi. Jurnal Sosial dan Humaniora, Vol. 1, No. 2, hal. 1 – 14. ISSN: 2459-9530.

Schiffman, Leon G. dan Joseph Wisenblit. (2015). Consumer Behavior, Global Edition. Pearson.

Setiadi, Nugroho J. (2010). Perilaku Konsumen, Konsep dan implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Jakarta: Prenada Media.

Sinulingga, Sukarya. (2017). Metodologi Penelitian. Medan: Universitas Sumatera Utara Press.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Penerbit Alfabeta.

Supadiyono, Agus. (2008). Pengaruh Nilai Konsumen (Customer Value) terhadap Keputusan Pembelian Produk dengan Kepuasan sebagai Variabel Moderasi.

72

Studi Kasus pada Pelanggan Jangka Pendek dan Jangka Panjang Kartu Prabayar Mentari, (PT. Indosat Cabang Surakarta). Jurnal LPPM.

Sutisna. (2002). Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Tjiptono, Fandy, Chandra Gregorius dan Dadi Adriana. (2008). Pemasaran Strategik. Edisi 1. Yogyakarta: Andi Offset.

Widarjono, Agus. (2015). Analisis Multivariat Terapan, Edisi Kedua.

Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Wijaya, D. Nata, Sunarti dan Edriana Pangestuti (2018). Pengaruh Gaya Hidup dan Motivasi terhadap Keputusan Pembelian (Survei pada Konsumen Starbucks, Kota Malang). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), Vol. 55, No. 2.

Hal. 75 – 83. Malang, Indonesia.

Yogesh, Funde dan Mehta Yesha (2014). Effect of Social Media on Purchase Decision. Pacific Business Review International Volume 6, Issue 11, pp. 45 – 51. Mumbai, India.

73

KUESIONER GAYA HIDUP DAN MEDIA SOSIAL

Yth.

Bapak/Ibu Pelanggan Kafe B-One

Salam Sejahtera

Perkenalkan nama saya adalah Ahmad Taufik Lubis Mahasiswa Sekolah Pasca Sarjana Program Studi Magister Management Universitas Sumatera Utara. Saat ini saya sedang mengadakan penelitian di Kafe B-One, Jalan Pancing, Medan. Penelitian ini mengambil tema tentang gaya hidup dan media sosial terhadap keputusan pembelian.

Pada kesempatan ini saya mengharapkan Bapak/Ibu sekalian untuk dapat meluangkan waktu mengisi kuesioner yang telah saya susun berikut. Kuesioner ini merupakan data pelengkap, tidak ada jawaban yang benar ataupun salah. Saya hanya meminta pendapat Bapak/Ibu berkaitan dengan pandangan Bapak/Ibu pada kuesioner yang saya ajukan dengan pilihan sebagai berikut:

SS = Jika Bapak/Ibu merasa sangat setuju dengan pernyataan yang dimaksud S = Jika Bapak/Ibu merasa setuju dengan pernyataan yang dimaksud

N = Jika Bapak/Ibu merasa diantara pilihan yang ada memiliki nilai yang sama TS = Jika Bapak/Ibu merasa tidak setuju dengan pernyataan yang dimaksud STS = Jika Bapak/Ibu merasa sangat tidak setuju dengan pernyataan yang

dimaksud

Saya menjamin dan menjaga kerahasiaan data-data yang Bapak/Ibu berikan, dan data ini semata-mata hanya untuk kebutuhan penelitian saja.

Hormat Saya

Ahmad Taufik Lubis

PETUNJUK PENGISIAN

Sebelum Bapak/Ibu mengisi kuesioner berikut, mohon untuk membaca Petunjuk Pengisian ini dengan seksama.

1. Kuesioner ini terdiri dari 21 pernyataan, Bapak/Ibu baca dengan baik setiap pernyataan dan Bapak/Ibu tentukan pilihan sesuai dengan pilihan Bapak/Ibu dengan cara memberi centang (√) ataupun tanda silang (X) pada kolom yang dimaksud.

NO PERNYATAAN STS TS N S SS

01 Saya mengikuti gaya hidup urban yang menjadi tren kekinian saat ini

2. Apabila Bapak/Ibu ingin mengkoreksi pilihan yang sudah Bapak/Ibu tentukan, cukup Bapak/Ibu beri garis dua kali pada pilihan yang dimaksud dan kemudia pilih kembali pilihan Bapak/Ibu.

NO PERNYATAAN STS TS N S SS

01 Saya mengikuti gaya hidup urban yang menjadi tren kekinian saat ini

3. Mohon periksa kembali setiap jawaban yang sudah Bapak/Ibu pilih, jangan sampai ada yang terlewatkan ataupun tidak terisi.

DATA PENELITIAN

Mohon Bapak/Ibu lengkapi Data Penelitian berikut:

Nama : ………

Pekerjaan : ………

Jenis Kelamin : ………

Domisi Tempat Tinggal : ………

Pendapatan kotor per bulan : ………

Mohon untuk dijawab dengan baik dan benar

75

A. GAYA HIDUP

NO PERNYATAAN STS TS N S SS

01 Saya senang di Kafe B-One karena mereka memfasilitasi hobi saya

02 Saya senang di Kafe B-One karena saya bisa berkumpul dengan teman-teman saya

03 Saya singgah di Kafe B-One karena saya menyenangi kuliner

04 Saya senang di Kafe B-One karena saya bisa kumpul bersama keluarga saya disini

05 Saya senang di Kafe B-One karena mereka menerapkan harga yang kompetitif

06 Saya senang makan/minum di Kafe B-One karena menu masakannya yang enak

B. MEDIA SOSIAL

NO PERNYATAAN STS TS N S SS

01 Saya mengetahui dan sering melihat postingan Kafe B-One melalui FB atau Instagram mereka

02 Kafe B-One selalu memberi respon ketika ada pertanyaan ataupun tanggapan di komen kolom yang ada di FB atau IG mereka

03 Saya mengunggah apa yang saya lakukan atau makan di Kafe B-one melalui FB atau IG saya

04 Konten yang ditampilkan dalam FB atau IG milik Kafe B-One mudah saya pahami dan mengerti karena bersifat informatif

C. KEPUTUSAN PEMBELIAN

NO PERNYATAAN STS TS N S SS

01 Saya mengetahui apa yang saya butuhkan dalam hal makanan

02 Saya mencari informasi mengenai jajanan ataupun makanan yang enak di media sosial saya

03 Saya selalu mencari pilihan – pilihan sebelum memutuskan untuk

mengerjakan sesuatu

04 Saya sudah merasa pas dalam memutuskan jajan/kuliner di Kafe B-One, baik dari sisi menu maupun tampilan.

04 Saya sudah merasa pas dalam memutuskan jajan/kuliner di Kafe B-One, baik dari sisi menu maupun tampilan.

Dokumen terkait