BAB III METODE PENELITIAN
3.7 Analisis Data dan Pengujian Hipotesis
3.7.3 Uji Asumsi Klasik
3.7.3.3 Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali (2011), uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang tidak mengalami gejala heteroskedastisitas.
Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas, salah satunya dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan denghan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu Y adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di-studentized.
41
Dasar analisis:
1. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
2. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
Selain menggunakan grafik plot, uji heteroskedastisitas dapat diuji menggunakan uji Glejser. Menurut Sanusi (2014), gejala heteroskedastisitas diuji dengan metode Glejser dengan cara menyusun regresi antara nilai absolut residual dengan variabel bebas. Apabila masing-masing variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap absolut residual (α = 0,05) maka dalam model regresi tidak terjadi gejala heteroskedastistas.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Kafe B-One
Kafe B-One yang terletak di Jalan Pancing, Medan, merupakan salah satu pendatang baru dalam bisnis kuliner. Hadir di Medan sejak tahun 2016. Konsep yang mereka usung adalah anak muda kaum urban yang dinamis dan juga progresif. Pemilihan lokasi yang dekat dengan beberapa kampus besar di Kota Medan, yaitu Universitas Negeri Medan, Universitas Medan Area, Universitas Islam Negeri Medan, Universitas Amir Hamzah, Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPAP) dan juga Politeknik Pariwisata (dibawah Dinas Pariwisata).
Kafe B-One mengambil segmen anak muda sebagai sasaran mereka. Oleh karena itu mereka menawarkan tempat yang strategis, didukung oleh lokasi yang nyaman. Menu yang mereka tawarkan bervariasi dengan menu andalan B-One Ice Coffee, Bandeng Bakar, Nasi Goreng Bengkel. Harga yang mereka tawarkan kompetitif, dimulai dari Rp. 15.000,- per porsi.
Disamping sebagai rumah makan, mereka juga menyediakan fasilitas outdoor yang luas, dilengkapi dengan soundsystem yang canggih, sehingga mendukung untuk acara – acara perkawinan, seminar, live music, pertemuan komunitas, fashion show.
Posisi mereka yang bersebelahan dengan Bengkel dan Doorsmeer Beta – One, membuat suasana kafe yang semakin marak. Pelanggan bengkel Beta – One umumnya juga singgah untuk menikmati hidangan di Kafe B-One, Medan.
43
4.2 Deskripsi Hasil Penelitian
Pada bab ini akan menguraikan deskripsi hasil penelitian berdasarkan identitas responden yang diperoleh dari kuesioner yang disebarkan. Sebaran data berdasarkan usia, jenis kelamin, jenjang pendidikan dan domisili. Berikut adalah data keseluruhan responden, seluruh nama diubah untuk menjaga privasi responden:
tahun Wanita Lulusan SMA Pandau Hilir, Medan 05 Mr. X 05 46 tahun ke
atas Wanita Lulusan SMA Bantan, Medan 06 Mr. X 06 Dibawah 17
atas Pria Lulusan SMA Bandar Selamat,
Medan
tahun Pria Lulusan SMA Bandar Selamat, Medan
18 Mr. X 18 18 - 30 tahun Pria Lulusan SMA Bandar Selamat,
44
tahun Wanita Lulusan SMP Pahlawan, Medan
tahun Pria Lulusan SMP Bandar Selamat, Medan
45
tahun Wanita Lulusan SMP Pandau Hilir, Medan 46 Mr. X 46 Dibawah 17
tahun Wanita Lulusan SMP Bandar Selamat, Medan
tahun Wanita Lulusan SMP Tembung,
Medan 52 Mr. X 52 18 - 30 tahun Pria Lulusan SMA Lain-lain 53 Mr. X 53 Dibawah 17
tahun Pria Lulusan SMP Tembung, Deli
Serdang
tahun Pria Lulusan SMP Pahlawan,
Medan 59 Mr. X 59 Dibawah 17
tahun Wanita Lulusan SMP Bantan, Medan 60 Mr. X 60 18 - 30 tahun Pria Lulusan SMA Pandau Hilir,
Medan 61 Mr. X 61 18 - 30 tahun Wanita Lulusan SMA Pahlawan,
Medan 62 Mr. X 62 Dibawah 17
tahun Wanita Lulusan SMP Bandar Selamat, Medan
tahun Wanita Lulusan SMP
Lain-lain 67 Mr. X 67 46 tahun ke
atas Pria Lulusan SMA Bandar Selamat,
Medan
46
tahun Pria Lulusan SMP Pahlawan,
Medan 92 Mr. X 92 18 - 30 tahun Pria Lulusan SMA Pahlawan,
Medan 93 Mr. X 93 46 tahun ke
atas Wanita Lulusan SMA Bantan, Medan 94 Mr. X 94 18 - 30 tahun Wanita Lulusan SMA Pandau Hilir,
Medan 95 Mr. X 95 Dibawah 17
tahun Pria Lulusan SMP Bantan, Medan
96 Mr. X 96 Dibawah 17
tahun Pria Lulusan SMP Tembung, Deli
Serdang 97 Mr. X 97 Dibawah 17
tahun Pria Lulusan SMP Bandar Selamat, Medan
98 Mr. X 98 Dibawah 17
tahun Wanita Lulusan SMP Pahlawan, Medan Lanjutan Tabel 4.1
47
No Nama Usia Jenis
Kelamin
Jenjang
Pendidikan Domisili 99 Mr. X 99 30 - 45 tahun Wanita Lulusan S1
keatas Sei Kera, Medan 100 Mr. X 100 18 - 30 tahun Pria Lulusan SMA Tembung, Deli
Serdang Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2019
Sedangkan sebaran responden menurut usia adalah sebagai berikut:
Gambar 4.1 Sebaran Responden Berdasarkan Usia Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2019
Berdasarkan Gambar 4.1 diatas dapat terlihat bahwa usia dominan dalam penelitian ini berada pada rentang 18 – 30 tahun sebanyak 41%, diikuti oleh rentang usia dibawah 17 tahun sebanyak 27%, rentang usia 30 – 45 tahun sebanyak 23% dan rentang usia 46 tahun ke atas sebanyak 9%. Hal ini menunjukkan bahwasanya mayoritas pembeli di Kafe B-One berada pada rentang usia remaja dan dewasa awal, yakni usia antara 18 hingga 30 tahun.
Berikutnya sebaran responden menurut jenis kelamin dapat dilihat pada Gambar 4.2 berikut:
27%
41%
23%
9%
Rentang Usia
Dibawah 17 tahun 18 - 30 tahun 30 - 45 tahun 46 tahun ke atas Lanjutan Tabel 4.1
48
Gambar 4.2 Sebaran Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2019.
Berdasarkan Gambar 4.2. diatas dapat dilihat bahwa jenis kelamin pria mendominasi dalam penelitian ini sebanyak 63%, sedangkan wanita sebanyak 37%. Hal ini menunjukkan bahwasanya pria menjadi prioritas pelanggan Kafe B-One karena pria senang berkumpul bersama dengan teman-temannya dan menghabiskan waktu bersama di Kafe B-One. Pelanggan pria juga senang mengadakan kumpul bareng komunitas, antara lain Komunitas Honda, Klub Sepakbola, dan sebagainya.
Sebaran responden menurut jenjang pendidikan dapat dilihat pada Gambar 4.3 berikut:
63%
37%
Jenis Kelamin
Pria Wanita
49
Gambar 4.3 Sebaran Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2019
Berdasarkan Gambar 4.3 diatas dapat terlihat bahwa jenjang pendidikan yang dominan dalam penelitian adalah Lulusan SMA sebanyak 43%, dimana mereka saat ini sedang menempuh pendidikan lanjutan (kuliah Diploma atau Strata 1). Berikutnya adalah jenjang pendidikan lulusan Diploma dan S1 keatas masing-masing sebanyak 12%, kemudian lulusan SMP sebanyak 5% dan jenjang lulusan SD sebanyak 3%. Banyaknya pelanggan lulusan SMA karena umumnya mereka berstatuskan mahasiswa. Hal ini sejalan dengan banyaknya Universitas yang berada di sekitar Kafe B-One antara lain Kampus STIPAP, Universitas Negeri Medan, Universitas Medan Area, Universitas Amir Hamzah dan Universitas Islam Medan.
Dan terakhir sebaran responden menurut domisili atau area tempat tinggal responden digambarkan pada Gambar 4.4 berikut. Perlu diketahui bahwa sebaran resonden menurut domisili didasarkan pada Kelurahan responden berada.
Pembagian kelurahan ditentukan berdasarkan zonasi yang terdekat dengan Kafe
3% 5%
68%
12%
12%
Jenjang Pendidikan
Lulusan SD Lulusan SMP LulusanSMA Lulusan Diploma Lulusan S1 keatas
50
B-One. Pembagian zonasi berdasarka domisili Kelurahan agar lebih memperluas cakupan dibandingkan jika hanya dibagi berdasarkan Kecamatan.
Gambar 4.4 Sebaran Responden Berdasarkan Domisili Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2019
Berdasarkan Gambar 4.4 diatas dapat terlihat mayoritas pelanggan berasal dari Kelurahan Pahlawan (17%), Kelurahan Bantan (14%), Kelurahan Tembung, Medan dan Bandar Selamat (12%), kemudian Kelurahan Pandau Hilir (11%), Kelurahan Sei Kera (10%), Kelurahan Lain-lain (9%), Desa Tembung, Deli Serdang (8%), dan Kelurahan Sidodadi (7%). Hal ini menunjukkan bahwasanya sebaran penduduk di sekitar Kafe B-One merata, sehingga peran promosi bisa dilanjutkan ke tahap yang lebih intens.
4.3 Hasil Utama Penelitian
4.3.1 Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur
Uji validitas dilakukan guna mengetahui sejauhmana alat ukur mampu mengukur apa yang hendak diukur. Uji validitas yang dipergunakan adalah Uji Spearman. Uji reliabilitas dilakukan guna mengetahui sejauhmana konsistensi alat ukur jika dilakukan secara berulang-ulang. Uji reliabilitas yang dipergunakan
8%
51
adalah Uji Alpha Cronbach, dan semua uji validitas dan reliabilitas dilakukan melalui program IBM SPSS.
Adapun dalam Uji Validitas dan Reliabilitas alat ukur dilakukan kepada 30 orang pembeli di Kafe B-One. Mereka yang dimasukkan dalam pengujian ini tidak termasuk ke dalam responden penelitian.
Hasil uji validitas dan reliabilitas untuk alat ukur “Kuesioner Gaya Hidup”
adalah sebagai berikut:
Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas Kuesioner Gaya Hidup Item-Total Statistics
Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2020
Data pada Tabel 4.2 diatas untuk melihat korelasi Spearman berada pada kolom Corrected Item-Total Correlation, dan berdasarkan data pada kolom tersebut tampak seluruh aitem dalam kuesioner bergerak antara skor 0,789 hingga 0,829 hal ini berarti berada diatas atau sama dengan 0,300 sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh aitem dalam Kuesioner Gaya Hidup adalah layak dipergunakan.
Sedangkan hasil uji reliabilitas untuk Kuesioner Gaya Hidup dapat dilihat pada Tabel 4.3 dibawah berikut:
52
Tabel 4.3 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Gaya Hidup Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100,0
Excludeda 0 ,0
Total 30 100,0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items
,828 6
Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2020
Hasil uji validitas dan reliabilitas untuk alat ukur “Kuesioner Media Sosial” adalah sebagai berikut:
Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Kuesioner Media Sosial Item-Total Statistics Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2020
Data pada Tabel 4.4 diatas untuk melihat korelasi Spearman berada pada kolom Corrected Item-Total Correlation, dan berdasarkan data pada kolom tersebut tampak seluruh aitem dalam kuesioner bergerak antara skor 0,839 hingga 0,902 hal ini berarti berada diatas atau sama dengan 0,300 sehingga dapat
53
disimpulkan bahwa seluruh aitem dalam Kuesioner Media Sosial adalah layak dipergunakan.
Sedangkan hasil uji reliabilitas untuk Kuesioner Keputusan Pembelian dapat dilihat pada Tabel 4.5 dibawah berikut:
Tabel 4.5 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Media Sosial Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100,0
Excludeda 0 ,0
Total 30 100,0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items
,896 4
Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2020
Hasil uji validitas dan reliabilitas untuk alat ukur “Kuesioner Keputusan Pembelian” adalah sebagai berikut:
Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas Kuesioner Keputusan Pembelian Item-Total Statistics
Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2020
Data pada Tabel 4.6 diatas untuk melihat korelasi Spearman berada pada kolom Corrected Item-Total Correlation, dan berdasarkan data pada kolom tersebut tampak seluruh aitem dalam kuesioner bergerak antara skor 0,766 hingga
54
0,836 hal ini berarti berada diatas atau sama dengan 0,300 sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh aitem dalam Kuesioner Keputusan Pembelian adalah layak dipergunakan.
Sedangkan hasil uji reliabilitas untuk Kuesioner Keputusan Pembelian dapat dilihat pada Tabel 4.7 dibawah berikut:
Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Keputusan Pembelian Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100,0
Excludeda 0 ,0
Total 30 100,0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items
,845 4
Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2020
Berdasarkan tabel diatas tertera bahwa skor Alpha Cronbach untuk Kuesioner Gaya Hidup adalah 0,845 dan diatas 0,7, ini tergolong baik sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ukur Kuesioner Keputusan Pembelian reliabel untuk dipergunakan.
4.3.2 Uji Asumsi Klasik
Sebelum dilakukan pengujian terhadap hipotesis yang diajukan perlu dilakukan evaluasi ekonometri terhadap model persamaan regresi agar memenuhi syarat sebagai Best Linier Un-biased Estimator (BLUE). Adapun uji asumsi klasik yang dipergunakan adalah: Uji Homogenitas, Uji Autokorelasi, dan Uji Multikolinearitas.
55
Uji Homogenitas
Asumsi yang melatarbelakangi uji ini adalah bahwa seluruh residual tidak memiliki variasi, dengan kata lain konstan. Adapun untuk melihat homogenitas dalam penelitian dapat melalui tabel dibawah berikut:
Tabel 4.8 Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances
Levene
Statistic df1 df2 Sig.
Gaya Hidup 1,477a 12 34 ,181
Media Sosial 1,763b 12 34 ,096
a. Groups with only one case are ignored in computing the test of homogeneity of variance for Gaya Hidup.
b. Groups with only one case are ignored in computing the test of homogeneity of variance for Media Sosial.
Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2020
Berdasarkan data pada Tabel 4.8 diatas, dapat dipastikan bahwa seluruh data variabel penelitian adalah homogen, hal ini ditunjukkan bahwa seluruh nilai signifikansi diatas lebih dari 0,05.
Uji Autokorelasi
Ada kalanya residual terjadi akibat serangkaian observasi saat ini dipengaruhi oleh hasil observasi sebelumnya, pengaruh observasi sebelumnya terhadap observasi saat ini disebut dengan autokorelasi. Uji ini untuk memastikan seluruh variabel tidak memiliki autokorelasi yang dapat dilihat pada tabel dibawah berikut:
Tabel 4.9 Uji Autokorelasi
a. Predictors: (Constant),, Gaya Hidup, Media Sosial b. Dependent Variable: Keputusa Pembelian
56
Berdasarkan data pada Tabel 4.9 diatas menunjukkan nilai Durbin Watson 1,855 yang berarti terletak diantara 1,550 hingga 2,460, disimpulkan tidak ada autokorelasi dalam penelitian ini.
Uji Multikolinearitas
Asumsi ini menyatakan bahwa sesama variabel bebas tidak saling berhubungan atau berkorelasi, kasus ini disebut dengan multikolinearitas.
Adapun hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel dibawah berikut:
Tabel 4.10 Uji Multikolinearitas
Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)
Gaya Hidup ,389 2,573
Media Sosial ,301 3,318
Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2020
Berdasarkan data diatas seluruh nilai VIF < 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas dalam penelitian ini.
4.3.3 Analisis Regresi Berganda 4.3.3.1 Persamaan Regresi
Persamaan regresi guna melihat hubungan fungsional antara variabel X dan Y. Hubungan fungsional adalah sesuatu yang dianggap menjadi penentu variabel lainnya, dimana jika variabel X naik, maka variabel Y juga naik, begitu sebaliknya.
Berikut persamaan regresi antara variabel Gaya Hidup dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian di Kafe B-One, Medan:
57
Tabel 4.11. Hasil Persamaan Regresi
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4,320 ,926
Gaya Hidup ,375 ,102 ,586
Media Sosial ,164 ,158 ,165
Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2020 Berdasarkan data pada tabel 4.11. diatas, maka diperoleh:
- Konstanta (a) = +4,320, hal ini menyatakan bahwa jika tidak terdapat kenaikan skor dari faktor Gaya Hidup (X1) dan Media Sosial (X2), maka skor Keputusan Pembelian (Y) adalah sebesar +4,320 satuan - Nilai b1 = +0,375, hal ini menyatakan bahwa jika nilai variabel Gaya
Hidup (X1) meningkat 1 satuan, sementara nilai variabel Media Sosial (X2 tidak ada kenaikan, maka variabel Keputusan Pembelian akan meningkat sebesar +0,375 satuan
- Nilai b2 = +0,164, hal ini menyatakan bahwa jika nilai variabel Media Sosial (X2) meningkat 1 satuan, sementara nilai variabel Gaya Hidup (X1) tidak ada kenaikan, maka variabel Keputusan Pembelian (Y) akan meningkat sebesar 0,164 satuan
Jika dimasukkan ke dalam persamaan, akan diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 4,320 + 0,375X1 + 0,164X2
58
4.3.3.2 Uji Simultan
Dalam penelitian ini, digunakan 2 (dua) variabel bebas dan 1 (satu) variabel tergantung, sehingga dipakai persamaan regresi berganda. Adapun dasar dalam pengambilan keputusan adalah:
- Jika Fhitung > Ftabel H1 diterima, dengan kata lain terdapat pengaruh antara Gaya Hidup dan Media Sosial dengan Keputusan Pembelian di Kafe B-One, Medan
- Jika Fhitung < Ftabel H1 ditolak, dengan kata lain tidak terdapat pengaruh antara Gaya Hidup dan Media Sosial dengan Keputusan Pembelian di Kafe B-One, Medan.
Adapun hasil uji F disajikan pada Tabel 6.15 sebagaimana berikut:
Tabel 4.12 Analisis Regresi Berganda ANOVAa
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 974,187 2 487,093 58,147 ,000b
Residual 812,563 97 8,377
Total 1786,750 99
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian b. Predictors: (Constant), Media Sosial, Gaya Hidup
Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2020
Dari Tabel 4.12 dapat dilihat nilai Fhitung yaitu 58,147 sedangkan nilai Ftabel
dapat diperoleh dengan menggunakan tabel F dengan derajat bebas df Regression (perlakuan) yaitu 2 sebagai df pembilang, dan (df) Residual (sisa) yaitu 97 sebagai df penyebut dan dengan tarap siginifikan 0,05, sehingga diperoleh nilai F tabel yaitu 3,090. Maka dapat dilihat nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel, hal ini
59
menunjukkan bahwa H1 diterima, dengan kata lain terdapat pengaruh antara Gaya Hidup dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian di Kafe B-One, Medan.
4.3.3.3 Uji Parsial
Guna melihat dampak dari masing-masing komponen variabel Gaya Hidup dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian di Kafe B-One, Medan ditinjau dengan menggunakan uji t berikut:
Tabel 4.13 Uji Parsial
Model t Sig.
1 (Constant) 4,666 ,000
Gaya Hidup 3,673 ,000 Media Sosial 4,037 ,002 Sumber: Pengolahan Data Penelitian Berdasarkan data pada Tabel 4.13, maka:
- Nilai thitung untuk Gaya Hidup terhadap Keputusan Pembelian diperoleh sebesar 3,673 sedangnkan nilai ttabel untuk df = 97 dan signifikansi sebesar 0,05 adalah 1,985, hal ini menunjukkan bahwa thitung lebih besar daripada ttabel, sehingga H0 diterima, dengan kata lain Gaya Hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian di Kafe B-One, Medan.
- Nilai thitung untuk Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian diperoleh sebesar 4,037 sedangnkan nilai ttabel untuk df = 97 dan signifikansi sebesar 0,05 adalah 1,985, hal ini menunjukkan bahwa thitung lebih besar daripada ttabel, sehingga H1.3 diterima, dengan kata lain Media Sosial berpengaruh
60
positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian di Kafe B-One, Medan.
4.4 Pembahasan Hasil Penelitian
4.4.1 Pengaruh Secara Serempak Gaya Hidup dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian
Hasil utama dalam penelitian ini menemukan bahwa secara keseluruhan bahwa Gaya Hidup dan Media Sosial mempengaruhi Keputusan Pembelian di Kafe B-One. Hal ini menjadi masukan penting bagi Kafe B-One dalam meningkatkan penjualan dengan memperhatikan gaya hidup konsumen mereka.
Mayoritas dalam penelitian ini adalah mereka yang tergolong remaja dan masa dewasa awal, yakni antara rentang usia 18 hingga 30 tahun. Rentang usia ini tergolong mereka yang berada pada generasi milenial yaitu generasi serba instan (BPS, 2019). Data BPS (2019) juga menunjukkan bahwasanya mayoritas kelompok konsumen aktif di Indonesia adalah generasi milenial. Generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1980 hingga 2000 (BPS, 2019).
Secara parsial juga ditemukan bahwasanya variabel Gaya Hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian dan begitu juga dengan variabel Media Sosial yang juga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Namun, dengan memperhatikan koefisien korelasi pada Uji t, ditemukan bahwasanya koefisien Media Sosial (4,037) memiliki koefisien yang lebih tinggi dibandingkan dengan Gaya Hidup (3,673).
Hal ini menunjukkan berdasarkan hasil penelitian ini bahwasanya secara parsial faktor Media Sosial memiliki hubungan yang lebih erat dibandingkan dengan
61
Gaya Hidup. Hal ini perlu menjadi saran dan pertimbangan strategi bagi Kafe B-One dalam memprioritaskan strategi mereka.
4.4.2 Gaya Hidup terhadap Keputusan Pembelian
Hasil penelitian ini menemukan bahwasanya Gaya Hidup mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Satria (2015), dimana ia menemukan bahwa kecenderungan masyarakat Kota Jambi dalam memilih handphone dipengaruhi oleh gaya hidup mereka, yakni agar terlihat masyarakat urban.
Sebagaimana dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwasanya responden ingin makan/minum di Kafe B-One agar terlihat tren dan mengikuti zaman.
Hasil penelitian yang sama juga ditunjukkan oleh Long-Yi Lin , Hsing-Yu Shih (2012) dimana mereka menemukan bahwa gaya hidup dalam responden mereka mempengaruhi keputusan pembelian. Mereka menemukan bahwasanya responden mereka adalah mahasiswa dalam melakukan keputusan pembelian terhadap apapun mempertimbangkan dengan gaya hidup mereka yang serba urban, modern dan dinamis.
Pangestu dan Suryoko (2016) juga menemukan bahwasanya Keputusan Pembelian responden penelitian mereka selalu memperhatikan Gaya Hidup mereka. Responden dalam penelitian mereka adalah pelanggan warung kopi Peacockoffie yang pada umumnya juga berada pada rentang usia remaja. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang penulis lakukan.
4.4.3 Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian di Kafe B-One adalah positif dan signifikan. Pelanggan
62
mengaku tertarik dengan promosi Kafe B-One di Instagram dan mengikuti perkembangannya. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Putri (2016) dimana ia menemukan promosi yang dilakukan oleh toko Cherie melalui media online mampu meningkatkan minat pelanggan untuk meningkatkan keputusan pembelian. Toko Cherie sendiri adalah toko yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman dengan menyediakan kue kering atau makanan ringan yang dikemas dalam bentuk parcel yang bisa diberikan dalam berbagai momen istimewa, seperti natal, tahun baru, imlek, lebaran, ulang tahun dan momen-momen tertentu.
Hal yang sama juga ditemukan oleh Rahman (2015) yang menemukan bahwa perkembangan tekhnologi informasi semakin memudahkan mahasiswa (yang menjadi responden penelitiannya) dalam berbelanja. Pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian mereka positif dan signifikan. Media sosial bagi mahasiswa tidak lagi dipergunakan sebagai gaya hidup, namun juga tempat untuk bertransaksi secara online.
Hajli (2013) menyatakan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara peran media sosial dalam meningkatkan keputusan pembelian pelanggan.
Selanjutnya ia menekankan dalam mengadakan pemasaran di dunia maya, dimana tidak terdapat kontak fisik secara langsung terhadap produk yang dipasarkan, maka kepercayaan menjadi modal yang utama. Pembeli tidak lagi langsung mempercayai terhadap suatu produk yang dipasarkan. Mereka pada umumnya mencari referensi mengenai keabsahan produk tersebut. Itu sebabnya penilaian atau review suatu produk yang berasal dari pembeli langsung menjadi hal yang sangat penting bagi calon pembeli.
63
4.5 Implikasi Manajerial
Guna melengkapi tujuan dari penelitian ini, yakni ingin melihat dampak dari gaya hidup dan media sosial terhadap keputusan pembelian di Kafe B-One, maka berikut implikasi manajerial yang dapat diimplementasikan:
1. Disain ulang interior Kafe B-One sesuai dengan gaya hidup milenial Sebagaimana observasi yang penulis lakukan bahwasanya disain interior Kafe B-One terkesan klasik, dimana mayoritas pelanggan mereka berdasarkan hasil penelitian ini adalah remaja dan dewasa awal yang tergolong generasi milenial, maka Kafe B-One ada baiknya melakukan disain ulang terhadap interior dengan disain yang instagramable, penuh warna dan juga pemilihan warna yang terang.
2. Perbanyak postingan di Instagram
Konten di akun instagram Kafe B-One saat ini masih sedikit, aktivitas pun tidak banyak. Admin Kafe B-One perlu memikirkan aktivitas ataupun menu-menu yang bisa ditampilkan dalam Instagram mereka, agar tampilan
Konten di akun instagram Kafe B-One saat ini masih sedikit, aktivitas pun tidak banyak. Admin Kafe B-One perlu memikirkan aktivitas ataupun menu-menu yang bisa ditampilkan dalam Instagram mereka, agar tampilan