• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAGER WAKIL PIALANG

1. Pengaruh Tingkat Harga Emas Dunia

Emas merupakan jenis komoditas logam mulai berharga. Masyarakat Indonesia umumnya mengenal dekat sarana investasi ini.

Sebagian dari masyarakat memilih emas sebagai sarana investasinya.

Masyarakat memilih emas bukan saja sebagai sarana investasi akan tetapi juga sebagai tanda tingkat sosial individu di lingkungan sekitar.

Umumnya, masyarakat yang menginvestasikan dananya di dalam bentuk emas, pasti menginginkan keuntungan yaitu dengan mendapatkan selisih dari harga beli dan harga jual. Misalkan, jika seorang investor membelinya di harga Rp. 480.000/gramnya, maka investor sebaiknya menjualnya bila harganya naik menjadi Rp. 500.000/gram. Ini yang umum akan dilakukan.

komoditas perdagangan berjangka (future trading /margin trading). Artinya investor tidak memegang fisik dari emas yang dibeli, tetapi hanya memiliki bukti administrasi kepemilikannya.

Harga emas dunia adalah harga spot yang terbentuk dari akumulasi penawaran dan permintaan di pasar emas London. Harga emas yang digunakan adalah harga emas yang berpatokan pada Loco London.

Berikut ini akan disajikan harga emas dunia dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2013 yaitu sebagai berikut :

Tabel 4.1

Tingkat Harga Emas Dunia Tahun 2004 - 2013

Bln Tingkat Harga Emas Dunia

Thn 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013

Jan 401,30 424,00 549,86 631,16 889,89 858,69 111,96 1333,50 1738,00 1674,50 Feb 392,25 423,50 554,99 664,74 922,29 943,16 1095,41 1409,75 1788,00 1591,00 Mar 423,00 434,32 557,09 654,89 968,43 924,27 1113,34 1431,00 1660,75 1602,50 Apr 387,30 429,23 610,65 679,36 909,70 890,20 1148,69 1531,00 1662,50 1472,75 Mei 393,85 421,87 675,39 666,85 888,66 928,64 1205,00 1537,00 1567,50 1410,25 Jun 393,75 430,65 596,14 655,49 889,48 946,67 1232,92 1508,00 1569,50 1203,25 Jul 389,60 424,47 633,70 665,29 939,77 934,23 1192,97 1613,75 `1622,75 1331,50 Agust 408,10 437,92 632,59 665,41 839,02 949,38 1215,81 1826,00 1657,75 1392,75 Sept 412,35 456,04 598,18 712,65 829,93 996,59 1271,10 1629,00 1781,00 1335,75 Okt 426,20 469,89 585,77 754,60 806,61 1043 1342,02 1718,00 1718,00 1333,75 Nov 452,00 476,66 627,82 806,24 760,86 1127 1369,89 1704,00 1728,20 1245,25 Des 435,60 513,00 635,70 836,50 869,75 1087,5 1420,25 1574,50 1664,00 1201,50

Sumber : www.goldfixing.com Tahun 2004-2013

terjadi pada bulan agustus 2011 sebesar 1826,00 dan harga emas terendah terjadi pada bulan april 2004 sebesar 383,30. Dari tabel tersebut terlihat bahwa harga emas dunia mengalami trend kenaikan.

Dari tabel diatas bisa dilihat bahwa walaupun harga emas bisa naik dan turun, tetapi dalam jangka panjang selalu memiliki kecenderungan untuk meningkat. Harga emas saat ini telah mengalami kenaikan lebih dari 300 % selama 10 tahun. Kalau dirata-ratakan, harga emas telah mengalami kenaikan lebih dari 30 % tiap tahun.

Nilai kenaikan ini jelas lebih tinggi dari tingkat rata-rata inflasi di Indonesia pada periode yang sama. Jadi jelas bahwa emas memang terbukti bisa menjadi sarana yang baik bukan hanya untuk menghindari inflasi, tetapi juga menjadi sarana investasi yang menguntungkan.

Pada umumnya orang memilih berinvestasi dalam bentuk emas untuk memperoleh keuntungan dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan pertambahan nilai dari emas dinilai tidak terlalu besar dalam jangka pendek dibandingkan dengan investasi di bursa saham misalnya. Tapi ada periode-periode tertentu dimana investasi emas dalam jangka pendek menghasilkan return yang lebih tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan investasi di bursa saham dan deposito atau obligasi, disebabkan oleh beberapa faktor - faktor fundamental.

Berinvestasi emas di bursa berjangka seperti PT. Solid Gold Berjangka di Makassar berbeda, karena bisa menjual terlebih dahulu saat harga mahal dan membelinya saat harga murah (sell high, buy low).

Investasi di bursa berjangka merupakan investasi perdagangan, yakni mengurangi resiko sekaligun mencari keuntungan dari selisih jual beli sebagai akibat perubahan harga komoditas yang diperdagangkan, dalam hal ini adalah emas.

Secara singkat investasi emas melalui sistem online di bursa berjangka PT. Solid Gold Berjangka di Makassar adalah suatu perjanjian kontrak yang mengikat secara hukum diantara 2 pihak untuk membeli (long) apabila harga emas diperkirakan akan naik dengan melakukan open buy atau menjual (short) jika harga emas diperkirakan akan turun dengan melakukan open sell. Transaksi investasi emas pada bursa berjangka hanya dilakukan di Bursa Berjangka seperti PT. Solid Gold Berjangka yang telah mendapatkan ijin dari BAPPETI.

Jadi misalkan tingkat harga emas dunia pada kontrak berjangka emas berada pada level Rp. 510.000/gram pada akhir bulan april.

Ekspektasinya, jika harga emas dalam beberapa hari ke depan akan mengalami penurunan maka untuk mendapatkan keuntungan atau meminimalisir resiko dari penurunan harga tersebut,maka seorang investor harus mengambil posisi jual (short) dengan melakukan open sell.

ingin membeli 1 lot kontrak berjangka untuk melakukan investasi emas melalui online pada akhir bulan april, dengan initial margin yang harus disetor sebesar Rp.10.000.000/lot atau sama dengan 100 gram emas.

Andaikan pada hari yang sama, pada saat perdagangan ditutup, harga emas turun ke posisi 480.000/gram. Pada posisi ini, investor sudah mendapatkan keuntungan karena (1 lot x ( Rp. 51.000.0000 - Rp.

47.000.000) jadi akan didapatkan keuntungan sebesar Rp. 4.000.000,-menjadi Rp. 40.000.000,- dengan memasang posisi jual, maka seorang investor telah menjual seharga Rp. 51.000.000 dan sekarang membelinya dengan harga Rp. 47.000.000,-.

Kalau ternyata keesokan harinya harga emas akan naik menjadi Rp.

530.000,-/gram maka nilai per lot menjadi Rp. 53.0000.000 maka seorang investor akan mengalami kerugian karena (1 lot x (Rp. 51.000.000 – Rp.

53.000.000) saldo akan berkurang sebesar Rp. 2.000.000 menjadi Rp.

20.000.000 . Untuk melanjutkan transaksi maka investor harus melakukan penyetoran biaya sebesar Rp. 20.000.000,- .

Karena dalam transaksi kontrak emas berjangka melalui sistem online jika saldo lebih kecil dari Rp. 10.000.000,- /lot , maka investor harus menyetorkan dana tambahan sehingga rekening kembali seperti semula yaitu Rp. 10.000.000,-/lot. Apabila tidak dilakukan penambahan uang untuk mengembalikan saldo awal investasi maka investor tidak bisa melakukan transaksi atau investasi selanjutnya.

Berjangka di Makassar selama tahun 2004 - 2013 yaitu sebagai berikut : Tabel 4.2

Data Investasi Emas Tahun 2004 – 2013 Bulan Data Investasi Emas Berjangka

Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013

Jan 0 1 2 2 3 2 3 2 2 4

Sumber : Data Investasi emas pada PT. Solid Gold Berjangka

Dari tabel diatas terlihat bahwa investasi emas berjangka pada awal adanya perdagangan emas investasi emas hanya terjadi diakhir tahun 2004. Hal tersebut disebabkan karena pada bulan-bulan tersebut belum banyak orang yang mengenal adanya investasi emas berjangka dengan sistem online. Kemudian tahun 2005 sampai dengan tahun 2010 terus mengalami peningkatan puncaknya investasi emas mengalami

mengalami kenaikan. Akan tetapi pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 tingkat investasi emas berjangka pada PT. Solid Gold Berjangka mengalami penurunan disebabkan tingkat kepercayaan masyarakat yang mulai berkurang serta tingkat harga emas yang mengalami kemerosotan di akhir tahun 2012 hingga tahun 2013 disebabkan oleh faktor-faktor fundamental, sehingga investor banyak mengalami kerugian terhadap investasi yang dilakukan.

Jadi berdasarkan hasil analisis data tingkat harga emas dan tingkat investasi emas berjangka selama tahun 2004 sampai dengan tahun 2013 yang telah dibahas diatas maka didapatkan hasil bahwa apabila terdapat perubahan tingkat harga emas maka juga terjadi perubahan pada tingkat investasi emas berjangka. Perubahan yang terjadi baik pada tingkat harga emas maupun tingkat investasi emas berjangka dapat berupa perubahan positif maupun negatif.

Harga emas yang terus mengalami kenaikan setiap tahun adalah salah satu alasan mengapa investasi dengan menggunakan emas adalah pilihan terbaik. Akan tetapi sebelum melakukan transaksi investasi emas berjangka melalui sistem online pada kontrak berjangka PT. Solid Gold maka sebaiknya terlebih dahulu harus memahami dan mempertimbangkan beberapa hal seperti menganalisis aspek fundamental dan aspek teknikal komoditi emas berjangka sehingga dapat diketahui pengaruh tingkat harga emas dunia terhadap investasi emas

stock komoditi emas , apakah permintaaanya semakin bertambah atau semakin menurun. Dan Aspek teknikal dalam hal ini, alat utamanya adalah menggunakan grafik perkembangan tingkat harga emas dunia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Ada faktor analisis lain juga yang harus dipertimbangkan yaitu dengan menganlisis trend harga emas dunia dimasa yang akan datang sehingga investor dapat menentukan apakah harus melakukan open buy atau open sell dalam melakukan investasi.

Berikut ini akan dijelaskan analisa tersebut sebagai berikut : a. Analisa Fundamental.

Secara harfiah fundamental merupakan suatu pernyataan atau kebenaran umum tentang suatu hal. Namun jika diterjemahkan kedalam konteks forex, fundamental adalah kebenaran umum akan faktor-faktor global pada suatu negara atau wilayah yang dampaknya dapat mempengaruhi pergerakan harga mata uang, baik mata uang negaranya sendiri maupun negara lain. Sedangkan analisa fundamental menurut Hartono Yogiyanto (2009) adalah pendekatan yang sifatnya menganalisis (atau mengamati) yang mengacu pada indikator-indikator atau faktor-faktor global suatu negara/wilayah tadi seperti: kondisi perekonomian, kebijakan moneter, kebijakan politik, keadaan geopolitis, dan lain sebagainya. Pengamatan atau analisa fundamental ini bertujuan untuk memahami keadaan ekonomi suatu negara/wilayah tertentu yang nantinya dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam memprediksi pergerakan harga

namun tetap tidak bisa kita sama-artikan dengan gambling. Prediksi di sini jelas berbeda maknanya dengan prediksi dalam sebuah permainan judi.

Terdapat beberapa faktor dalam fundamental s\eperti yang sudah disebutkan di atas. Namun, jika kita himpun semua faktor fundamental yang ada ke dalam suatu kelompok, semuanya akan terkumpul ke dalam empat kelompok/kategori besar, yakni: faktor politik, faktor keuangan, faktor eksternal, dan faktor ekonomi.

1) Faktor Politik.

Keadaan politik suatu negara/wilayah dapat dijadikan sebagai salah satu referensi atau indikator dalam memprediksi pergerakan nilai tukar mata uang negara/wilayah tersebut. Keadaan politik seringkali mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah.

(Kebijakan yang berbau politis tentunya). Kebijakan tersebut pada nantinya akan sangat mempengaruhi keadaan pasar domestik. Kebijakan tersebut pulalah yang secara tidak langsung dapat menentukan masuk/keluarnya investor, baik lokal maupun asing, dari bursa/pasar negara yang bersangkutan. Namun, adakalanya keadaan politis tidak berdampak apa-apa terhadap pergerakan nilai tukar suatu mata uang.

2) Faktor Keuangan.

Sehat atau tidaknya keadaan pasar suatu negara bermula dari kebijakan moneter dan fiskal negara tersebut. Keadaan keuangan suatu negara akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan fiskal yang

akan berdampak signifikan terhadap keadaan ekonomi dalam negeri.

Misalnya saja penetapan\ tingkat suku bunga (interest rate). Tingkat suku bunga suatu negara merupakan tolok ukur nilai tukar mata uang negara yang bersangkutan. Tingkat suku bunga yang tinggi biasanya akan diikuti dengan penguatan nilai tukar mata uangnya. Dalam memperhitungkan dan menetapkan tingkat suku bunga, pemerintah sudah menyertakan unsur atau variabel seperti tingkat inflasi di dalamnya. Nah, dari tingkat inflasinya saja kita sudah bisa mengetahui apakah suatu negara yang bersangkutan memiliki keadaan pasar domestik yang sehat atau tidak.

3) Faktor Eksternal.

Barangkali, pada era-era terdahulu, faktor eksternal ini tidak terlalu berpengaruh terhadap nilai tukar mata uang suatu negara. Namun, ketika sudah memasuki era global, yang mana para investor tidak lagi menaruh modalnya di satu negara saja melainkan meluas hingga ke berbagai negara, faktor ini menjadi sa\ngat mempengaruhi keadaan pasar domestik suatu negara/wilayah. Perubahan keadaan ekonomi suatu negara/wilayah dapat membawa dampak yang beragam pada negara lain. Ini dikarenakan perputaran modal, perubahan arus kas, dan perpindahan portofolio yang dilakukan para investor tadi.

Di samping itu, pada era global ini, kita tidak lagi mengenal batas-batas wilayah dalam melakukan investasi, sehingga seringkali keadaan ekonomi suatu negara/wilayah yang buruk berdampak pula pada

tersebut. Hal ini dik\enal dengan istilah dampak regional. Simplenya, dampak regional adalah dampak yang terjadi dikarenakan alokasi aset dan pemindahan portofolio yang dilakukan oleh para investor mancanegara sehingga membuat keadaan pasar negara yang bersangkutan bermasalah.

4) Faktor Ekonomi.

Indikator ini merupakan indikator terpenting dalam analisa fundamental karena indi (panggilan keren indikator) ini merupakan gambaran keseluruhan dari semua faktor fundamental yang ada. Semua faktor yang sudah disebutkan tadi akan tergambar ke dalam keadaan ekonomi suatu negara/wilayah. Selain itu, faktor ekonomi mengandung semua unsur penting dalam fundamental khususnya dari sektor ekonomi.

Faktor fundamental adalah faktor yang mendominasi terciptanya sebuah trend pergerakan mata uang. Dibandin\gkan faktor teknikal, faktor fundamental lebih berpengaruh terhadap pergerakan harga secara keseluruhan karena memiliki unsur-unsur ekonomi di dalamnya.

Berikut ini unsur-unsur ekonomi fundamental yang mempengaruhi tingkat harga emas dunia terhadap investasi emas yang dikelompokan ke dalam kategori-kategori sebagai berikut :

1) Pertumbuhan Ekonomi

Berikut ini akan disajikan pertumbuhan ekonomi selama tahun 2004 sampai dengan tahun 2013 yaitu sebagai berikut :

Pertumbuhan Ekonomi Dunia Tahun 2004 - 2013 Tahun Pertumbuhan Ekonomi

2004 5,38 %

2005 4,20 %

2006 3,69 %

2007 3,19 %

2008 1,81 %

2009 3,81 %

2010 2,93 %

2011 1,74 %

2012 1,75 %

2013 1,76 %

Sumber : www.bi.go.id

Dari data diatas, diketahui bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2013 terus mengalami penurunan.

Akan tetapi diperkirakan sekitar 80 % emas dikonsumsi oleh industri perhiasan sehingga permintaan pasar untuk perhiasan biasanya akan meningkat. Namun premis ini tidak berarti bahwa pengaruh peningkatan ekonomi sama besar dengan perubahan yang terjadi pada harga emas dunia.

2) Kurs Rupiah Terhadap Dollar

Berikut ini akan disajikan pertumbuhan ekonomi selama tahun 2004 sampai dengan tahun 2013 yaitu sebagai berikut :

Kurs Rupiah Terhadap Dollar Tahun 2004 - 2013

Bln KURS RUPIAH TERHADAP DOLLAR

Thn 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Jan 8441 9165 9395 9090 9291 11355 9275 9057 9000 9698 Feb 8447 9260 9230 9160 9051 11980 9348 8823 9085 9667 Mar 8547 9480 9075 9118 9271 11575 9173 8709 9180 9719 Apr 8661 9570 8775 9083 9234 10713 9027 8574 9190 9722 Mei 9210 9220 8220 8828 9318 10340 9183 8537 9565 9802 Jun 9415 9300 9300 9054 9225 10225 9147 8597 9480 9929 Jul 9168 9186 9070 9186 9118 9920 9048 8508 9485 10278 Agust 9328 9410 9100 9410 9153 10060 8971 8578 9560 10924 Sept 9170 9378 9235 9137 9378 9681 8975 8823 9588 11613 Okt 9090 10995 9110 9103 10995 9545 8927 8835 9615 11234 Nov 9018 10035 9165 9376 12151 9480 8938 9170 9605 11977 Des 9290 9830 9020 9419 10950 9400 9020 9068 9670 12189

Sumber : www.bi.go.id Tahun 2004-2013

Berdasarkan tabel 4.4 diatas dapat dilihat bahwa nilai tukar (kurs rupiah terhadap dollar) selama tahun 2004 sampai dengan tahun 2013 terus menerus mengalami fluktuasi. Data kurs yang digunakan adalah kurs tengah rupiah terhadap USD. Nilai kurs rupiah terhadap US$ tahun 2004 secara umum cenderung menguat dengan votalitas yang meningkat.

Pada bulan April rupiah sebesar Rp. 8661/US$ kemudian menguat menjadi Rp. 9415/US$ pada bulan Juni. Nilai kurs rupiah sepanjang tahun 2005 mengalami penguatan pada bulan Oktober sebesar Rp. 10.995/US$.

Nilai kurs rupiah terhadap dollar US$ cenderung menguat dengan

menjadi Rp. 8220/US$ cenderung mengalami apresiasi, hal ini didukung oleh kondisi ekonomi global yang secara umum lebih kondusif dan membaiknya fundamental perekonomian Indonesia dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu .

Nilai kurs rupiah sepanjang tahun 2007 cenderung stabil terlihat dari awal tahun sampai pertengahan tahun 2007 dimana nilai kurs rupiah bergerak stabil pada kisaranRp. 9.000,-/US$. Pada Oktober tahun 2008 rupiah sebesar Rp. 10.995,-/US$ menjadi Rp. 12.151,-/US$ sampai pertengahan tahun 2009 pada kisaran Rp. 10.000/US$. Pada September tahun 2009 sampai pertengahan tahun 2013 rupiah berada pada posisi Rp. 8.000, - Rp. 9.000,-/US$. Sedangkan kurs rupiah terhadap dollar terus menguat dari bulan Juli 2013 sebesar Rp. 10.278,-/US$ menjadi Rp.

12.189,-/US$ pada akhir Desember 2013.

Jadi investor/trader yang ingin melakukan investasi emas berjangka harus memperhatikan kurs rupiah terhadap dollar sehingga bisa berhati-hati untuk melakukan transaksi pembelian atau penjualan dibursa berjangka dengan sistem online sehingga dapat diketahui langkah apa yang harus dilakukan terhadap investasi kedepannya agar tidak mengalami kerugian yang cukup besar.

3) Tingkat Suku Bunga

Berikut ini akan disajikan tingkat suku bunga selama tahun 2004 sampai dengan tahun 2014 yaitu sebagai berikut :

Tingkat Suku Bunga Tahun 2004 - 2013 Tahun Pertumbuhan Ekonomi

2004 7,43 %

2005 12,75 %

2006 9,75 %

2007 8,00 %

2008 11,82 %

2009 6,59 %

2010 6,60 %

2011 5,04 %

2012 4,80 %

2013 3,50 %

Sumber : www.bi.go.id

Dari tabel diatas, tingkat suku bunga tertinggi terjadi pada tahun 2005 dan terendah terjadi pada tahun 2013. Ini berarti ketika tingkat suku bunga naik satu negara, mata uang mereka dipandang lebih kuat dari mata uang lainnya. Hal ini terjadi karena investor mencari mata uang yang lebih banyak untuk mendapatkan keuntungan lebih. Tingkat bunga pada dasarnya adalah harga dari mata uang. Jadi, ketika tingkat suku bunga diperkirakan akan naik maka hal ini merupakan keuntungan besar bagi investor/trader untuk melakukan investasi emas dengan open buy dipasar bursa berjangka sehingga investor/trader akan mendapatkan keuntungan yang besar. Sedangkan jika tingkat suku bunga diperkirakan akan turun maka investor/trader sebaiknya melakukan investasi emas dengan open

besar.

4) Inflasi

Berikut ini akan disajikan tingkat inflasi selama tahun 2004 sampai dengan tahun 2014 yaitu sebagai berikut :

Tabel 4.6

Tingkat Inflasi Tahun 2004 - 2013

Bln TINGKAT INFLASI

Thn 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Jan 4,82 7,32 14,2 5,2 6,1 7,6 3,1 7,02 3,65 4,57

Berdasarkan tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa tingkat inflasi selama 10 tahun terakhir cenderung mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, tingkat inflasi di Indonesia tertinggi terjadi pada tahun 2005 dan terendah terjadi pada tahun 2009, dimana tingkat inflasi tertinggi pada

sebesar 2,0 %.

Menuru t Eduardus Tandelilin (2010:342), Inflasi yang terlalu tinggi akan menyebabkan penurunan daya beli uang (purchasing power money).

Disamping itu, inflasi yang tinggi juga bisa mengurangi tingkat pendapatan riil yang diperoleh investor dari investasinya. Sebaliknya, jika tingkat inflasi suatu negara mengalami penurunan, maka hal ini merupakan hal positif bagi investor seiring dengan turunnya resiko daya beli uang dan resiko penurunan pendapatan riil.

Menurut Ahmad Rodoni dan Herni Ali (2010:184), Inflasi merupakan resiko yang harus dipertimbangkan dalam proses investasi. Adanya kenaikan harga secara umum akan berdampak pada berkurangnya daya beli sehingga tingkat hasil riil akan turun. Dengan demikian, apabila inflasi naik, maka investor akan menginginkan hasil nominal guna melindungi tingkat inflasi yang riilnya.

b. Analisa Teknikal

Menurut Sulistiawan dan Liliana (2009: 8), Analisa Teknikal adalah salah satu analisis atau metode pendekatan yang mengevaluasi pergerakan harga saham,valas,kontrak berjangka (future contract), komoditas dan beberapa instrumen keuangan lainnya. Analisa teknikal adalah salah satu analisis atau metode pendekatan yang mengevaluasi pergerakan diartikan sebagai suatu teknik analisis yang dikenal dalam dunia keuangan yang digunakan untuk memprediksi trend suatu harga

pergerakan harga dan volume untuk meramalkan pergerakan harga di masa yang akan datang. Para analisisnya melakukan studi dengan menggunakan grafik (chart), dimana mereka berharap dapat menemukan suatu pola pergerakan harga sehingga mereka dapat mengeksploitasinya untuk mendapatkan keuntungan dari hasil prediksi dari grafik tersebut.

Para Analis teknikal beranggapan bahwa analisa fundamental terlalu bervariasi dan pemakaiannya sulit diperhitungkan. Selain itu informasi berita hanyalah penyebab dan bukan penentu arah pergerakan harga.

Oleh karena itu orang beranggapan bahwa cara analisa yang paling tepat adalah dengan mempelajari tingkah laku dari para pelaku pasar dan ini tercermin didalam pola grafik harga. Faktanya juga tidak ada perbedaan antara harga turun karena penawaran yang berlimpah atau karena tindakan sepihak dari industri keuangan yang menekan harga uang. Tidak ada pula perbedaan karena kondisi politik, pertimbangan ekonomi, atau likuidasi posisi beli investor untuk kebutuhan dana tunai.

Trader yang selalu siaga akan mengamati setiap pergerakan harga agar berpeluang meraih keuntungan sewaktu harga naik atau turun. Jika membuka posisi beli ia bersiap-siap mencari saat yang tepat untuk mengubahnya menjadi posisi jual untuk mengambil keuntungan, begitu pula sebaliknya. Perubahan itu bisa terjadi dalam hitungan menit hingga jam tapi bisa juga memakan waktu lebih lama misalnya berminggu-minggu hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

kecenderungan harga pasti akan terjadi jika saatnya tiba. Perkembangan investasi modern terhadap keputusan investasi lebih banyak mengandalkan analisa teknikal daripada analisa fundamental terutama keputusan investasi jangka pendek seperti pasar berjangka (futures). Ini terjadi karena pergerakan harga sekuritas (termasuk mata uang) bukan lagi secara random melainkan secara berulang dan membentuk pola tertentu yang dapat diidentifikasi di masa yang akan datang.

Dalam menganalisis teknikal, memprediksikan pergerakan harga saham sama seperti memprediksi pergerakan harga komoditi karena para analis hanya melihat faktor grafik. Jadi pada intinya analisa teknikal merupakan analisis terhadap pergerakan harga di masa lampau dengan tujuan untuk meramalkan pergerakan harga di masa yang akan datang dengan menggunakan grafik (chart).

Gambar 4.2 Grafik Pergerakan Tingkat Harga Emas Dunia Pada PT. Solid Gold Berjangka di Makassar Selama Tahun 2004 - 2013

dunia dari tahun 2004 sampai awal Januari 2013 terus mengalami peningkatan akan tetapi pada Desember tahun 2013 atau awal bulan Januari 2014 pergerakan tingkat harga emas mengalami penurunan yang cukup signifikan sehingga apabila investor melakukan investasi emas pada bulan itu maka dapat diprediksikan bahwa investor tersebut akan mengalami kerugian apabila tidak mengantisipasinya terlebih dahulu.

c. Analisis Trend

Analisis trend menurut Munawir (2009: 36) merupakan suatu metode analisis yang ditujukan untuk melakukan suatu estimasi atau peramalan pada masa yang akan datang. Untuk melakukan peramalan dengan baik maka dibutuhkan berbagai macam informasi (data) yang cukup banyak dan diamati dalam periode waktu yang relatif cukup panjang, sehingga dari hasil analisis tersebut dapat diketahui sampai berapa besar fluktuasi yang terjadi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terhadap perubahan tersebut. Secara teoristis, dalam analisis time series yang paling menentukan adalah kualitas atau keakuratan dari informasi atau data-data yang diperoleh serta waktu atau periode dari data-data tersebut dikumpulkan.

Jika data yang dikumpulkan tersebut semakin banyak maka semakin baik pula estimasi atau peramalan yang diperoleh. Sebaliknya, jika data yang dikumpulkan semakin sedikit maka hasil estimasi atau peramalannya akan semakin buruk.

perusahaan yang dinyatakan dalam persentase adalah suatu metode atau teknik analisa untuk mengetahui tendensi daripada keadaan keuangannya, apakah menunjukkan tendensi tetap, naik atau turun.

Berikut ini akan disajikan tabel perhitungan trend tingkat harga emas dunia selama 10 tahun terakhir mulai dari tahun 2004 - 2013 yaitu :

Tabel 4.7

Perhitungan Trend Tingkat Harga Emas Dunia Tahun 2004 – 2013

Catatan: yang bertuliskan tebal adalah trend (kecenderungan) yang akan dicari.

Tahun Nilai Emas (Y) X XY X2

2004 435.60 - 4 -1742.40 16

2005 513.00 - 3 - 1539.00 9

2006 635.70 - 2 - 1271.40 4

2007 836.50 - 1 - 836.50 1

2008 869.75 0 0 0

2009 1087.50 1 1087.50 1

2010 1420.25 2 2840.50 4

2011 1531.00 3 4593.00 9

2012 1664.00 4 6656.00 16

2013 1201,50 5 6007,5 25

2014 6

2015 7

Jumlah 10194,8 15795,2 85

datang maka digunakan rumus sebagai berikut : Trend Tingkat Harga Emas Dunia Tahun 2014

Secara umum persamaan garis linier dari analisis time series adalah:

Y = a + b

Sedangkan untuk mencari nilai (a) dan (b) adalah

=

=

Dimana :

= Nilai emas dunia

= konstanta

= parameter

= variabel waktu (tahun)

= jumlah jangka waktu (tahun) Jawab :

Untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut :

Untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut :

Dokumen terkait