A. PENELITIAN PENDAHULUAN
6. Pengaruh Tipe Ventilasi terhadap Compression strength (Kekuatan Tekan)
Pantastico (1975) menyatakan bahwa buah-buahan merupakan produk segar (fresh product) sehingga harus tetap dijaga kesegarannya hingga sampai ke tangan konsumen. Peleg (1985) menyatakan bahwa untuk mendesain sebuah kemasan baik untuk penyimpanan maupun
distribusi produk hortikultura (khususnya buah) perlu diperhatikan sirkulasi udara dengan memberikan ventilasi untuk tujuan mempertahankan kesegaran buah.
Pada pengujian compression strength, kemasan peti karton diberi perlakuan ventilasi dengan tipe ventilasi, luasan ventilasi, dan posisi lubang ventilasi yang berbeda. Tipe ventilasi untuk pengujian adalah tipe oblong ventilation dan circle ventilation yang banyak digunakan pada kemasan distribusi produk hortikultura. Untuk tipe oblong ventilation diberi luasan ventilasi sebesar 3% dari luasan peti karton, sedangkan untuk tipe circle ventilation digunakan luasan ventilasi sebesar 2%. Untuk tipe oblong ventilation diberikan posisi lubang ventilasi yang berbeda, sehingga terdapat tiga perlakuan tipe ventilasi, yaitu type I, II, dan III. Hasil pengujian compression strength berdasarkan tipe ventilasi disajikan pada Tabel 19, sedangkan grafik perbandingan compression strength kemasan berdasarkan tipe ventilasi disajikan pada Gambar 18.
Tabel 19. Compression strength pengujian berdasarkan tipe ventilasi Compression strength (kgf)
Tipe Ventilasi Tipe
Kemasan Tipe Flute
Type I Type II Type III
RSC Flute A 371.390 367.992 358.138
RSC Flute B 234.455 237.513 205.573
RSC Flute AB 465.172 405.708 426.436
FTC Flute A 644.241 655.454 777.778
FTC Flute B 311.587 384.302 409.786
Gambar 18 menunjukkan bahwa tipe kemasan RSC dan FTC dengan flute A dan B untuk perlakuan ventilasi type II rata-rata memiliki compression strength yang lebih baik daripada type I. Hal ini mungkin disebabkan karena posisi lubang ventilasi untuk type II diletakkan dibagian atas dan bawah kemasan (flap kemasan), sehingga peti karton mampu menahan beban yang lebih baik daripada posisi ventilasi yang diletakkan di bagian samping. McDonald (1979) dan Peleg (1985) juga menyatakan bahwa pemberian ventilasi di bagian flap kemasan akan menyebabkan compression strength yang lebih baik daripada pemberian ventilasi di bagian samping kemasan. Pemberian lubang ventilasi di bagian flap
kemasan memberikan compression strength yang lebih baik daripada pemberian lubang ventilasi di bagian samping kemasan, namun pemberian ventilasi juga berhubungan dengan sirkulasi udara di dalam kemasan untuk menjaga kesegaran buah. Diperkirakan pemberian lubang ventilasi di bagian flap kemasan menyebabkan sirkulasi udara yang tidak baik terhadap buah di dalam kemasan ketika ditumpuk. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat pengaruh posisi lubang ventilasi terhadap kekuatan dan sirkulasi udara di dalam kemasan.
0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 Flute A Flute B Tipe Flute G a ya T eka n (kg f) Type I Type II Type III (a) 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 Flute A Flute B Tipe Flute G aya T eka n ( kg f) Type I Type II Type III (b)
Gambar 18. Grafik perbandingan compression strength berdasarkan tipe ventilasi pada (a) tipe kemasan RSC dan (b) tipe kemasan FTC.
Dimana :
Type I = kemasan dengan perlakuan ventilasi seperti Gambar 19(b) Type II = kemasan dengan perlakuan ventilasi seperti Gambar 19(c) Type III = kemasan dengan perlakuan ventilasi seperti Gambar 19(d)
Rata-rata perbedaan compression strength antara type I dan II tidak terlalu besar. Hal ini disebabkan karena type I dan II memiliki persentase luasan ventilasi yang sama, yaitu sebesar 3% dengan tipe oblong ventilation. Untuk tipe kemasan FTC flute B diperoleh perbedaan compression strength yang cukup besar, yaitu sebesar 72.715 kgf. Hal ini mungkin disebabkan karena proses pembuatan dan bahan material yang digunakan untuk membuat kemasan. Kemungkinan pada saat pembuatan peti karton tipe kemasan FTC flute A type I, sudut tepi peti karton tidak membentuk sudut 90o (ada bagian yang menggelembung) sehingga menyebabkan compression strength menjadi lebih rendah. Penggunaan material yang kurang baik, seperti flute yang sudah patah juga akan mempengaruhi compression strength peti karton.
Gambar 18 di atas juga menunjukkan bahwa rata-rata perlakuan ventilasi type III menghasilkan compression strength yang lebih baik daripada type I dan II. Hal ini disebabkan karena pemberian luasan ventilasi yang lebih kecil daripada type I dan II, yaitu sebesar 2%. Seperti yang telah dilakukan pada penelitian pendahuluan bahwa semakin besar luasan ventilasi yang diberikan kepada kemasan peti karton maka semakin kecil compression strength kemasan tersebut. Untuk tipe kemasan RSC type III, baik untuk flute A dan B justru memiliki kekuatan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan type I dan II. Hal ini mungkin disebabkan karena faktor kesalahan pengujian dan pengaruh proses pembuatan dan bahan material yang digunakan peti karton.
Formula McKee tidak memperhitungkan faktor pemberian ventilasi dalam menentukan compression strength, sedangkan pemberian tipe ventilasi dapat menyebabkan penurunan compression strength. Penurunan compression strength ini menimbulkan nilai faktor koreksi.
Hasil penelitian pendahuluan telah mendapatkan faktor koreksi berdasarkan persentase luasan ventilasi yang diberikan kepada kemasan, baik untuk tipe oblong ventilation maupun circle ventilation seperti yang telah disajikan pada Tabel 9. Faktor koreksi tersebut didapat dari hasil perbandingan compression strength teoritis peti karton tanpa ventilasi
dengan peti karton yang mendapatkan perlakuan ventilasi. Pada penelitian utama peti karton diberikan perlakuan ventilasi dengan luasan 3% untuk type I dan II, sedangkan untuk type III diberikan luasan ventilasi sebesar 2%, sehingga secara teoritis type I dan II memiliki faktor koreksi sebesar 0.70 sedangkan untuk type III adalah sebesar 0.83. Dengan mengalikan faktor koreksi teoritis tersebut dengan compression strength teoritis peti karton tanpa ventilasi akan didapatkan compression strength teoritis untuk peti karton type I, II, dan III.
Peti karton type I dan II diberikan perlakuan luasan ventilasi yang sama dengan posisi lubang ventilasi yang berbeda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan compression strength akibat pengaruh posisi lubang ventilasi tersebut. Penurunan compression strength akibat perbedaan posisi lubang ventilasi ini dapat dinyatakan dengan nilai faktor koreksi. Faktor koreksi ini didapat dari hasil perbandingan compression strength pengujian peti karton tanpa ventilasi dengan peti karton type I, II, dan III. Faktor koreksi pengujian digunakan untuk mendapat perkiraan compression strength peti karton yang mendapat perlakuan tipe ventilasi dengan luasan ventilasi dan posisi ventilasi yang berbeda. Nilai faktor koreksi berdasarkan tipe ventilasi, luasan ventilasi, dan posisi ventilasi hasil pengujian disajikan pada Tabel 20.
Tabel 20. Faktor koreksi berdasarkan tipe ventilasi (pengujian) Tipe
kemasan
Tipe Flute
Tipe ventilasi Faktor koreksi Type I 0.81 Type II 0.80 Flute A Type III 0.78 Type I 0.91 Type II 0.93 RSC Flute B Type III 0.80 Type I 0.76 Type II 0.77 Flute A Type III 0.91 Type I 0.66 Type II 0.81 FTC Flute B Type III 0.87
Hipotesa terhadap perlakuan pada penelitian ini adalah pemberian tipe ventilasi mempengaruhi kekuatan kemasan distribusi produk hortikultura. Selain itu perlakuan tipe ventilasi untuk tipe kemasan dan tipe flute yang berbeda juga akan menyebabkan perbedaan compression strength kemasan. Hasil analisis RAL juga menyatakan bahwa tipe ventilasi berpengaruh nyata terhadap compression strength kemasan, demikian pula interaksi antara tipe kemasan dan tipe ventilasi, interaksi antara tipe flute dengan tipe ventilasi, dan interaksi antara tipe kemasan, tipe flute, dan tipe kemasan (Lampiran 5). Dari hasil analisis didapat nilai F hitung sebesar 2.904 yang lebih kecil daripada F tabel. Selain itu nilai Pr>F jauh lebih kecil dibandingkan dengan selang kepercayaan (α) sebesar 0.05 yang digunakan dalam analasis (α>>>Pr>F). Hal ini menunjukkan bahwa pemberian tipe ventilasi dengan tipe kemasan dan tipe flute yang berbeda akan menyebabkan perbedaan kekuatan kemasan yang sangat signifikan, yaitu sebesar 95%. Pernyataan ini didukung oleh McDonald et al. (1979) yang menyatakan bahwa pemberian luasan ventilasi yang semakin besar untuk tipe kemasan dan tipe flute yang berbeda akan menyebabkan nilai compression strength yang makin rendah.