• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

E. Pembahasan

3. Pengaruh UMP terhadap Penyerapan Tenaga Kerja

Dalam penelitian ini menunjukan bahwa variabel UMP (Upah Minimum Provinsi) memiliki hubungan yang positif terhadap variabel Penyerapan Tenaga Kerja dengan nilai 0.300450, dimana berarti berpengaruh positif terhadap Penyerapan Tenaga Kerja. Ketika terjadi kenaikan Satu Rupiah pada nilai UMP maka akan menaikan Penyerapan Tenaga Kerja sebesar 0.300450 Persen. Hal tersebut dapat dilihat bahwa setiap tahun dari 2015-2019 upah minimum provinsi selalu mengalami kenaikan. Kenaikan tingkat upah dapat disebabkan salah satunya dengan berbagai pembangunan pada sektor-sektor. Dengan terjadinya kenaikan upah minimum provinsi tersebut akan mendorong tenaga kerja untuk mendapatkan pekerjaan dan juga bagi sektor usaha, kenaikan tingkat upah ini tidak disikapi oleh manajemen perusahaan untuk mengurangi jumlah pekerjanya, melainkan untuk dijadikan strategi dalam meningkatkan kinerja pekerja yang dapat mendorong produktivitas yang tinggi dan pada akhirnya akan mengurangi tingkat pengangguran yang ada dan menyerap tenaga kerja lebih banyak. Variabel UMP ini memiliki nilai Probabilitas sebesar 0.0190 maka variabel UMP memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Penyerapan Tenaga Kerja karena Probabilitas t-statistic lebih kecil dari 0,05.

79

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dari Ika Rahmawati, 2019 yang menyatakan bahwa upah memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Timur tahun 2011-2017. Hasil penelitian ini juga didukung oleh Kuncoro (2002) yang sejalan dengan penelitian ini mengatakan bahwa secara signifikan upah minimum mempengaruhi daya beli masyarakat yang mengakibatkan permintaan menjadi meningkat, kemudian akan diikuti oleh banyaknya perusahaan yang masuk dalam pasar sehingga akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Dan dengan adanya kenaikan tingkat upah maka para pengusaha akan mengupayakan untuk mendapatkan tingkat dan menambah jumlah unit usahanya sehingga diharapkan dengan adanya penambahan dari unit usaha, pengusaha juga akan menambah jumlah dari tingkat usahanya. Hal ini juga sejalan dengan Teori Klasik yang menyatakan bahwa hubungan antara Upah dan Penyerapan tenaga kerja naik maka akan menyebabkan pertambahan penduduk sehingga permintaan akan barang akan meningkat pula sehingga untuk menambah produksi, produsen akan menambah faktor-faktor produksi termasuk tenaga kerja.

80 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan pada hasil pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh dari variabel-variabel yang meliputi: produk domestik regional bruto, indeks pembangunan manusia, dan upah minimum provinsi terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia tahun 2015-2019 yang meliputi 10 provinsi, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja. Hal ini menunjukan bahwa ketika terjadi peningkatan terhadap nilai PDRB maka akan menurunkan Penyerapan Tenaga Kerja. Pada penelitian ini sektor unggulan dari kebanyakan provinsi adalah sekror industri pengolahan atau manufacturing. Maka lebih banyak menggunakan teknologi seperti mesin-mesin untuk memproduksi lebih efektif dan efisien, yang menyebabkan tidak mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak.

2. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja. hal ini menunjukkan bahwa ketika IPM mengalami peningkatan maka akan meningkatkan Penyerapan Tenaga Kerja. Ketika IPM naik artinya kualitas pada pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat semakin membaik. Dengan begitu maka akan meningkatkan produktivitas masyarakat, dan akan

81

mempengaruhi suatu perusahaan atau instansi untuk menambah tenaga kerja mereka.

3. Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja. hal tersebut berarti ketika UMP mengalami kenaikan maka akan meningkatkan Penyerapan Tenaga Kerja.

Hal ini dikarenakan salah satu faktor kenaikan tingkat upah yaitu adanya berbagai pembangunan pada sektor-sektor. Maka hal itu akan mendorong pemerintah menaikan upah minimum karena adanya peningkatan biaya hidup. Dengan terjadinya kenaikan upah minimum provinsi tersebut akan mendorong tenaga kerja untuk mendapatkan pekerjaan dan juga bagi sektor usaha, kenaikan tingkat upah ini tidak disikapi oleh manajemen perusahaan untuk mengurangi jumlah pekerjanya, melainkan untuk dijadikan strategi dalam meningkatkan kinerja pekerja yang dapat mendorong produktivitas yang tinggi dan pada akhirnya akan mengurangi tingkat pengangguran yang ada dan menyerap tenaga kerja lebih banyak.

B. Saran

Dari kesimpulan yang telah dipaparkan oleh penulis, maka saran yang ingin diajukan untuk pemangku kebijakan (Pemerintah), masyarakat, dan penulis selajutnya antara lain :

1. Pemerintah

Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa IPM memiliki pengaruh paling tinggi terhadap penyerapan tenaga kerja. maka diharapkan

82

pemerintah dapat terus meningkatkan kualitas manusia melalui pendidikan serta melakukan pelatihan-pelatihan tentang ekonomi kreatif.

Selain itu diharapkan pemerintah dapat meningkatkan investasi diberbagai sektor agar dapat menciptakan lapangan kerja baru yang nantinya akan mengurangi angka pengangguran dan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak dan dapat membuat kebijakan mengenai UMP yang sesuai dan adil bagi para tenaga kerja dan juga pemilik perusahaan.

2. Masyarakat

Di era saat ini masyarakat bukan lagi menjadi objek pembangunan semata, melainkan aktor yang berperan penting dalam suatu pembangunan. Diharapkan masyarakat dapat mendukung pemerintah untuk melakukan pembangunan lebih baik lagi salah satunya dengan semangat meningkatkan kualitas diri dan dapat membantu pemerintah setempat untuk mengelola sumber daya alam yang ada di setiap daerah agar adanya pertumbuhan ekonomi yang baik.

3. Penulis selanjutnya

Bagi penulis selanjutnya diharapkan dapat menggunakan variabel-variabel lain dalam membahas penyerapan tenaga kerja agar lebih menarik dan agar dapat mengetahui pengaruh dari variabel lainnya. dapat menggunakan sampel penelitian yang lebih luas agar pembahasan lebih kongkrit.

83

DAFTAR PUSTAKA

Alamsyah, Titania dan Maulidiyah Indira Hasmarini. (2021). Analisis Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015-2019. Skripsi Thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Astriz Shafira. (2020). Pengaruh PDRB, Upah Minimum, Inflasi dan IPM terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010-2018. Skripsi. Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia.

Badan Pusat Statistik. (2015). Keadaan Tenaga Kerja Indonesia Agustus 2015.

Jakarta. BPS.

Badan Pusat Statistik. (2015). Produk Domestik Regional BrutoIndonesia 2015-2019. Jakarta. BPS.

Badan Pusat Statistik. (2016). Keadaan Tenaga Kerja Indonesia Agustus 2016.

Jakarta. BPS.

Badan Pusat Statistik. (2017). Keadaan Tenaga Kerja Indonesia Agustus 2017.

Jakarta. BPS.

Badan Pusat Statistik. (2018). Keadaan Tenaga Kerja Indonesia Agustus 2018.

Jakarta. BPS.

Badan Pusat Statistik. (2019). Keadaan Tenaga Kerja Indonesia Agustus 2019.

Jakarta. BPS.

84

Badan Pusat Statistik. (2020). Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut Provinsi dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu, 2008-2020.

Jakarta. BPS.

Badan Pusat Statistik. (2020). Produk Domestik Regional Bruto (Milyar Rupiah), 2015-2019. BPS Indonesia. diunduh pada 13 Maret 2021 dari

https://www.bps.go.id/indicator/52/286/2/-seri-2010-produk-domestik-regional-bruto-.html

Budiriansyah, Leo, Nurlina Tarmizi dan Bambang Bemby Soebyakto. (2019).

Analysis of Labor Absorption Province of South Sumatera. Jurnal Universitas Sriwijaya.

Gilarso. (2003). Pengantar Ilmu Ekonomi. Yogyakarta: upp stim ykpn.

Google Cendekia. https://scholar.google.com/ diakses pada 17 Maret 2021.

Ismail, Aghni. (2020). Pengaruh Investasi Sektor Industri, IPM, dan Inflasi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri di Provinsi Jawa Timur Tahun 2003-2018. Sarjana Thesis, Universitas Siliwangi.

Kairupan, S.P. (2013). Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Inflasi, dan Belanja Daerah Pengruhnya terhadap Kesempatan Kerja di Sulawesi Utara. EMBA, 1 2206-2216.

Mankiw, G. N. (2000). Teori Makrekonomi. Jakarta: Erlanggga.

Pangastuti, Yulia. (2015). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Jawa Tengah. Economics Development Analysis Jornal.

85

Patriansyah, A Rian. (2018). Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk, UMR, PDRB, dan Inflasi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Jawa Tengah tahun 2011-2016. Jurnal Ekonomi. Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia.

Pramusinto, Novia Dani dan Akhmad Daerobi. (2020). Labor Absorption of The Manufacturing Industry Sector in Indonesia. Budapest International Research and Critics Institute(BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences 3 (1), 549-561.

Prawoto, Dini Andriyane. (2018) Pengaruh Upah Minimum, PDRB, dan Inflasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Jawa Tengah Tahun 2011-2015. Jurnal Ilmiyah. Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia.

Purnomo, Sodik Dwi. (2021). Analysis of Labor Absorption in Central Java Province. Ekonomis: Journal of Economics and Business 5 (1), 240-244, 2021.

Putra, Dytto Adenanta. (2016). Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Upah Minimum Kota-Kabupaten dan Indek Pembangunan Manusia Terhadap Tingkat Pengangguran Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2010-2014 (Jurnal Ilmiah). Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya.

Putri, Nofandillah Arumsyah dan Aris Soelistyo. (2018). Analisis Pengaruh Upah, PDRB, dan Investasi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kawasan Gerbangkertasusila tahun 2012-2016. Jurnal Ilmu Ekonomi, Vol 3.

86

Qotrunnadda, Rafita Qonita. (2019). Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Produk Domestik Regional Bruto dan Upah Minimum terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Pulau Jawa Tahun 2010-2018.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti.

Rahmawati, Ika. (2019). Pengaruh Upah Minimum, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Jawa Timur. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember.

Santoso, Singgih. 2020. Panduan Lengkap SPSS 26. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Sholeh, Maimun. (2007). Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja Serta Upah : Teori Serta Beberapa Potretnya di Indonesia. Jurnal Ekonomi &

Pendidikan, Vol 4 (No 1).

Simanjuntak, Payaman J. (1998). Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia.

Jakarta: Fakultas Ekonomi UI.

Sitompul, Thomson & Yasen Simangusong. (2019). The Analysis Of GDP, FDI, Minimum Wage on Employment in Indonesia.

Subri, Mulyadi. (2003). Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspktif Pembangunan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sukirno, Sadono. (2002). Teori Mikro Ekonomi. Jakarta: Rajawali Press.

Sulistiawati, Rini. (2012). Pengaruh Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Masyarakat di Provinsi Indonesia.

Jurnal Ekonomi Sosial, Vol 8 (No 3).

87

Sumarsono, Sonny. (2003). Ekonomi Manajemen Sumberdaya Manusia dan Ketenagakerjaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tadjoeddi, Mohammad Zulfan. (2016). Productivity, Wages and Employment:

Evidence from the Indonesia’s Manufacturing Sector.

Undang – Undang Republik Indonesia Nomo 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan.

88 LAMPIRAN A. Lampiran 1 : Data Penelitian

Provinsi Tahun Penyerapan

Tenaga Kerja PDRB IPM UMP

Banten 2015 6.683539 8.566293 1.849542 6.20412

Banten 2016 6.70659 8.588647 1.851014 6.251395

Banten 2017 6.705641 8.612929 1.85382 6.285823

Banten 2018 6.726931 8.637272 1.857031 6.322092

Banten 2019 6.745297 8.65967 1.859978 6.355636

Jawa Barat 2015 7.273961 9.081791 1.841985 6

Jawa Barat 2016 7.283347 9.105721 1.845408 6.118051

Jawa Barat 2017 7.312845 9.12829 1.849358 6.152479

Jawa Barat 2018 7.317643 9.152173 1.85309 6.188749

Jawa Barat 2019 7.340503 9.173645 1.857513 6.222293

Kepulauan Riau 2015 5.922554 8.1907 1.867762 6.290925

Kepulauan Riau 2016 5.934404 8.211796 1.869173 6.338199

Kepulauan Riau 2017 5.952759 8.220322 1.871865 6.372627

Kepulauan Riau 2018 5.954734 8.239296 1.874134 6.408897

Kepulauan Riau 2019 5.971128 8.259823 1.877832 6.442441

Maluku 2015 5.816283 7.395487 1.826399 6.217484

Maluku 2016 5.839344 7.419695 1.829947 6.249198

Maluku 2017 5.807576 7.444264 1.833721 6.284431

Maluku 2018 5.845187 7.46919 1.83803 6.346787

Maluku 2019 5.854798 7.492054 1.841672 6.380331

DKI Jakarta 2015 6.674313 9.162733 1.897572 6.431364

DKI Jakarta 2016 6.6868 9.187497 1.900913 6.491362

DKI Jakarta 2017 6.654097 9.213613 1.903416 6.52579

DKI Jakarta 2018 6.674565 9.239352 1.905634 6.562059

DKI Jakarta 2019 6.684574 9.26392 1.907196 6.595603

Papua Barat 2015 5.580042 7.718888 1.790496 6.304275

Papua Barat 2016 5.604615 7.738077 1.79386 6.349666

Papua Barat 2017 5.604794 7.755173 1.799272 6.384084

Papua Barat 2018 5.620702 7.781508 1.804412 6.426023

Papua Barat 2019 5.63689 7.792901 1.810904 6.467534

Aceh 2015 6.293587 8.051791 1.841672 6.278754

Aceh 2016 6.319532 8.065857 1.845098 6.326028

Aceh 2017 6.330112 8.083649 1.848805 6.39794

Aceh 2018 6.343156 8.103203 1.852419 6.431364

Aceh 2019 6.346294 8.120818 1.856729 6.464908

Sulawesi Utara 2015 6.000014 7.847729 1.847511 6.332438

Sulawesi Utara 2016 6.045544 7.873696 1.851564 6.380211

Sulawesi Utara 2017 6.017378 7.90028 1.855277 6.414639

Sulawesi Utara 2018 6.039472 7.925568 1.858537 6.450909

Sulawesi Utara 2019 6.053663 7.949435 1.863263 6.484453

Kalimantan Timur 2015 6.153497 8.64412 1.870228 6.306639

89

Provinsi Tahun Penyerapan

Tenaga Kerja PDRB IPM UMP

Kalimantan Timur 2016 6.198998 8.642468 1.872681 6.334706

Kalimantan Timur 2017 6.187711 8.655851 1.875756 6.371954

Kalimantan Timur 2018 6.209055 8.667167 1.879841 6.405403

Kalimantan Timur 2019 6.231675 8.687272 1.884285 6.438947

Riau 2015 6.407271 8.652239 1.850279 6.273696

Riau 2016 6.441844 8.661594 1.85248 6.321184

Riau 2017 6.444204 8.673007 1.856064 6.355398

Riau 2018 6.464727 8.68319 1.859978 6.391668

Riau 2019 6.476553 8.695347 1.863323 6.425212

B. Lampiran 2 : Hasil Estimasi Regresi 1. Uji Spesifikasi Model

a. Uji Chow

Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled

Test cross-section fixed effects

Effects Test Statistic d.f. Prob.

Cross-section F 1598.060538 (9,37) 0.0000

Cross-section Chi-square 298.271097 9 0.0000

b. Uji Hausman

Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled

Test cross-section random effects

Test Summary

Chi-Sq.

Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.

Cross-section random 30.915520 3 0.0000

90

Total panel (balanced) observations: 50

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 8.423986 3.876655 2.173004 0.0363

LOG(PDRB) -0.455278 0.199307 -2.284311 0.0282

LOG(IPM) 2.454098 1.179351 2.080888 0.0444

LOG(UMP) 0.300450 0.122496 2.452734 0.0190

Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.990549 Mean dependent var 14.52566 Adjusted R-squared 0.990403 S.D. dependent var 1.103672 S.E. of regression 0.026959 Akaike info criterion -4.170108 Sum squared resid 0.026891 Schwarz criterion -3.672982 Log likelihood 117.2527 Hannan-Quinn criter. -3.980799 F-statistic 6840.582 Durbin-Watson stat 2.721551 Prob(F-statistic) 0.000000

Total pool (balanced) observations: 50

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 8.423986 3.876655 2.173004 0.0363

LOG(PDRB?) -0.455278 0.199307 -2.284311 0.0282

LOG(IPM?) 2.454098 1.179351 2.080888 0.0444

LOG(UMP?) 0.300450 0.122496 2.452734 0.0190

Fixed Effects (Cross) Individual

Effect

BANTEN--C 1.238455 9.662441

JAWABARAT--C 3.271188 11.695174 KEPULAUANRIAU--C -1.094855 7.329131

91

MALUKU--C -1.908677 6.515309

DKIJAKARTA--C 1.339480 9.763466 PAPUABARAT--C -1.964048 6.459938

ACEH--C -0.242468 8.181518

SULAWESIUTARA--C -1.175332 7.248654 KALIMANTANTIMUR--C -0.090864 8.333122

RIAU--C 0.627121 7.796865

Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.999549 Mean dependent var 14.52566

Adjusted R-squared 0.999403 S.D. dependent var 1.103672 S.E. of regression 0.026959 Akaike info criterion -4.170108 Sum squared resid 0.026891 Schwarz criterion -3.672982 Log likelihood 117.2527 Hannan-Quinn criter. -3.980799 F-statistic 6840.582 Durbin-Watson stat 2.721551 Prob(F-statistic) 0.000000

3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

b. Uji Multikolinearitas

Variance Inflation Factors Date: 12/27/21 Time: 14:34 Sample: 1 50

Included observations: 50

Coefficient Uncentered Centered

Variable Variance VIF VIF

C 31.73793 6965.446 NA

LOG(PDRB) 0.006287 514.6876 2.257337 LOG(IPM) 3.401799 13623.01 2.722203 LOG(UMP) 0.106406 4995.763 1.528672

92 c. Uji Heteroskedastisitas

Variance Inflation Factors Date: 12/27/21 Time: 14:34 Sample: 1 50

Included observations: 50

Coefficient Uncentered Centered

Variable Variance VIF VIF

C 31.73793 6965.446 NA

LOG(PDRB) 0.006287 514.6876 2.257337 LOG(IPM) 3.401799 13623.01 2.722203 LOG(UMP) 0.106406 4995.763 1.528672

d. Uji Autokorelasi

Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:

F-statistic 0.036244 Prob. F(2,43) 0.9644

Obs*R-squared 0.082462 Prob. Chi-Square(2) 0.9596

4. Uji Hipotesis a. Uji T-Statistic

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 8.423986 3.876655 2.173004 0.0363

LOG(PDRB) -0.455278 0.199307 -2.284311 0.0282

LOG(IPM) 2.454098 1.179351 2.080888 0.0444

LOG(UMP) 0.300450 0.122496 2.452734 0.0190

b. Uji f

F-statistic 6840.582

Prob(F-statistic) 0.000000

c. Uji Koefisien Determinasi

R-squared 0.990549

Adjusted R-squared 0.990403