• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

F. Pembahasan

2. pengaruh usia pernikahan terhadap pola asuh anak

H0 : Pyx2 = 0

H1 : Pyx2≠ 0

d. Statistik uji yang dipergunakan adalah

t =

Ket:

i = 1, 2, …, k

k = banyaknya variabel eksogen dalam substruktur yang sedang diuji

t = mengikuti distribusi t-Student, dengan derajat bebas (degrees of

freedom) n-k-1

e. Hitung nilai P dan ambil kesimpulan apakah perlu Trimming atau tidak.

Apabila terjadi Trimming, maka perhitungan harus di mulai dengan

menghilangkan jalur yang menurut pengujian tidak bermakna.

Setelah menguji kebermaknan dengan Trimming, untuk menguji

perbedaan besarnya koefisien jalur dalam sebuah sub struktur, maka

langkah-langkahnya sebagai berikut:

1). Menentukan koefisien jalur yang akan diuji perbedaannya.

t =

3). Hitung nilai p (p-value), ambil kesimpulan

4). Mengukur besarnya pengaruh secara proporsional baik pengaruh

BAB V KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Secara umum penelitian ini telah menggambarkan pengaruh antara

persepsi orang tua tentang anak dan usia pernikahan terhadap pola asuh

anak. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah

sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil penelitian bahwa persepsi orang tua tentang anak

memiliki pengaruh terhadap pola asuh yang diterapkan oleh orang tua,

orang tua yang berada pada kategori persepsi tentang anaknya rendah

akan menggunakan pola asuh yang cenderung otoriter, karena orang

tua tersebut tidak mengetahui bagaimana cara memperlakukan anak

yang sesuai dengan kedudukan mereka dirumah, tindakan-tindakan apa

saja yang harus dilakukan oleh orang tua. Sehingga persepi orang tua

memiliki pengaruh yang sangat signifikan, hal tersebut bisa dilihat dari

hasil pengujian hipotesis melalui perhitungan analisis jalur yang

menunjukan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, hal itu berarti variabel

persepsi orang tua tentang anak memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap pola asuh anak.

2. Usia pernikahan merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam

keluarga, upaya orang tua dalam merealisasikan peran dan fungsi

dikeluarga akan menimbulkan berbagai cara orang tua dalam

agar dapat berkembang dengan baik. Cara orang tua dalam mengasuh

anak inilah yang kemudian disebut dengan pola asuh orang tua.

Berdasarkan hasil perhitungan analisis jalur bahwa variabel usia

pernikahan berpengaruh terhadap pola asuh anak hal tersebut bisa

dilihat dari hasil uji hipotesis yang menunjukan bahwa H1 diterima dan

H0 ditolak. Hal ini diperkuat dengan adanya teori yang menyebutkan

bahwa pola asuh anak ditentukan oleh karakter orang tua, pendidikan

orang tua, lingkungan keluarga. Jadi dapat disimpulkan bahwa usia

pernikahan memiliki pengaruh terhadap pola asuh anak, karena

semakin lama usia pernaikahan semakin matang usia orang tua,

meskipun orang tua tersebut pada awalnya menikah di usia muda.

Serta faktor lainnya adalah dari faktor pengalaman, semakin lama usia

menikah orang tua maka akan semakin banyak pengalaman yang di

dapat orang tua dalam menerapkan pola asuh kepada anaknya.

3. Persepsi orang tua tentang anak dan usia pernikahan memiliki

pengaruh terhadap pola asuh anak, terlihat dari hasil perhitungan

melalui analisis jalur menunjukan skor pengaruh total persepsi orang

tua tentang anak dan usia pernikahan terhadap pola asuh anak adalah

sebesar 0,918 jika dipresentasikan sebesar 91,8% Oleh karena itu,

dapat penulis analisis bahwa kedua hal ini sangat begitu

mempengaruhi terhadap pola asuh yang akan diekspresikan oleh orang

kehidupan keluarga yang memang menjadi suatu tolak ukur pada pola

pendidikan di antara orang tua anak.

B. SARAN

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dibuat rekomendasi untuk para pihak

yang terkait diantaranya:

1. Bagi keluarga

Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi anak,

karena dari keluargalah anak mulai belajar mengenai semua hal yang

menyangkut dalam kehidupan. Maka dari itu orang tua merupakan

orang yang harus benar-benar memahami bagaimana cara

memperlakukan atau bagaimana cara memandang anak. Anak terlahir

secara suci, belum mengerti hal apapun, maka dari sini lah tugas orang

tua yang sangat penting yaitu membantu perkembangan anak sampai

anak tumbuh dewasa dengan cara merangsang perkembangan anak

sesuai dengan tahapan-tahapan perkembangannya.

Orang tua diharapkan dapat mengerti cara memahami anak, dengan

memberikan pola asuh yang tepat bagi anak, agar anak dapat

mengembangkan potensi sesuai deng tahapan perkembangannya.

2. Bagi peneliti selanjutnya.

Penelitian ini mudah-mudahan bermanfaat sebagai landasan atau

bahkan pertimbangan bagi para peneliti selanjutnya yang merasa

hal pola asuh yang diterapkan kepada anak-anaknya. Para peneliti

selanjutnya diharapkan dapat lebih bisa mengkaji hal-hal apa saja yang

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an dan Al-Hadist QS Ar-rum (30:21)

Al-Qur’an QS Al-Baqarah (2:220)

Amirudin, Aam. (2006). Membingkai Surga Dalam Rumah Tangga. Bandung: Khazanah Intelektual

(2011). Sudahkan Kudidik Anakku Dengan Benar?. Bandung: Khazanah Intelektual

Arikunto. S (2010) Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Aqib, Zainal. (2011). Pedoman Teknis Penelenggaraan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Bandung: Nuansa Aulia

Chodijah S. K (2009). Perbedaan Keterampilan Sosial Ditinjau dari Pola Asuh Orang Tua. Skripsi PGSD FIP UPI. Tidak diterbitkan.

Darajat, Zakiah. (2001) Peranan Agama Dalam Kesehatan Mental. Jakarta: Gunung Agung

(2009) Fikih Munakahat. Jakarta: Gunung Agung

Hurlock, Elizabeth. (1995) Perkembangan Anak. Jakarta:Erlangga

Kamus Besar Bahasa Indonesia (1999) Jakarta: Balai Pustaka

Kebijakan Kependudukan Indonesia (Menneg Kependudukan 1993:22-23)

Khairuddin, H.(2008). Sosiologi Keluarga. Yogyakarta: Liberty

Maccoby. E. (1980)Sosial Development, Psychological Growth and The Parent, Child Relationship. New York: Harcout Brace Jovanovich,inc.

Mar’at (1984). Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukurannya. Jakarta: Balai Aksara

Ma’sum Djauhari (1994). Bimbingan Perkawinan Dalam Berumah Tangga. Jakarta: CV. Aji

Meliala, Andyda. (2012). Successful parenting”41 tip mencetak anak cerdas berkreatif”. Bogor: By pass

Mulyana Dedy (2000). Ilmu Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya

Munandar (1996) Mengambangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta

Nuraeni (2006) Pengaruh Pola asuh Orang Tua Terhadap Pembentukan Kepribadian Anak. Tugas Akhir pada Diploma II. Pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Semaranga. Semarang: Tidak diterbitkan.

Rakhmat, Jalaludin (2005). Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosda

Robandi. (2007). Orang Tua dan Keluarga. Yogyakarta: Andi

Santrock, J.W. (2007) Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga

Shochib,Moh (2010). Pola Asuh Orang Tua, Dalam Membantu Anak Mengembangkan

Disiplin Diri. Jakarta:Rineka Cipta

Sobur, Alex (2003). Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia

Soelaeman, M.I.(1994). Pendidikan Dalam Keluarga. Bandung : CV Alfabeta

Sudjana D. (2004). Pendidikan Luar Sekolah (Wawasan Sejarah Perkembangan Filsafah dan

Teori Pendukung Azas ). Bandung: Nusantara Perrs

Sudjana.N. (1998) Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung:Sinar Baru Algesindo

Sugiyono (2009). Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif R&D.

(2012). Statistik Untuk Penelitian. Bandung:CV Alfabeta

Templar,Richard (2009). The Rules of Parenting. Jakarta: Esensi Erlangga Group.

Undang-Undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 5 ayat 1 dan 2

Undang-Undang pernikahan dalam islam no 22 tahun 1946 tentang peraturan pernikah dalam islam.

Undang – Undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Yusup, S. (2005). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : PT Remaja Rosda Karya

Sumber Lain:

Nurhasmi, Edi (2002) Dampak Berat Pernikahan Dini. [online]. Tersedia:

http/www.ceria.bkkbn.go.id/ceria/referensi/artikel/detail 155: [09 juli 2012].

Shanti, Indira Theresia(2009). Pola Asuh Anak Usia Dini. [online]. Tersedia:

Dokumen terkait