BAB IV: ANALISIS DAN PEMBAHASAN
H. Pengaruh Variabel Makro Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Sukuk
Dalam melihat pengaruh variabel makroekonomi terhadap pertumbuhan sukuk korporasi dapat menggunakan Analisis VD. Analisis ini digunakan untuk memprediksikan seberapa besar kontribusi varians setiap variabel berpengaruh terhadap variabel lainnya pada saat ini dan periode kedepannya.
Berikut hasil analisis Variance Decomposition untuk melihat pengaruh variabel makroekonomi yaitu jumlah uang beredar, inflasi, nilai tukar, BI rate dan bagi hasil deposito mudharabah terhadap pertumbuhan sukuk korporasi.
Tabel 4.13. Hasil Analisis Variance Desomposition (VD)
Periode LNSUKUK LNM2 IHK LNKURS RBI DPST
1 100 0 0 0 0 0 5 93.06498 0.028749 0.455423 0.953558 1.584418 3.912869 10 86.55076 0.127032 0.432379 3.936068 1.040176 7.913586 15 83.20533 0.192104 0.494085 5.748254 0.725697 9.63453 20 81.41988 0.227806 0.529926 6.734314 0.561834 10.52624 25 80.33961 0.249443 0.551807 7.332364 0.463185 11.06359 30 79.61943 0.263873 0.566428 7.731213 0.397472 11.42159 35 79.10549 0.274171 0.576866 8.015859 0.350583 11.67704 40 78.72034 0.281888 0.584688 8.22917 0.315445 11.86846 45 78.42098 0.287887 0.590768 8.394971 0.288134 12.01726 50 78.18162 0.292683 0.595629 8.527544 0.266296 12.13623
6Mohammad Agus Khairul Wafa, Analisa Faktor–faktor yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan Sukuk Ritel-1(Periode Maret 2009-Juni 1 , La_Riba Volume IV, no.2 (Desember 2010): h.175.
Tabel 4.7 diatas menjelaskan hasil uji VD dimana pada periode pertama pertumbuhan sukuk korporasi dipengaruhi oleh sukuk korporasi itu sendiri. Namun seiring bertambahnya periode, variabel-variabel lain mulai mempengaruhi pertumbuhan sukuk korporasi walaupun besarnya tidak sebesar pengaruh sukuk korporasi itu sendiri.
Bagi hasil deposito mudharabah memberikan pengaruh terbesar kedua setelah variabel sukuk korporasi, dimana pada awal periode pengaruhnya sebesar 3.9 persen dan terus meningkat sampai pada akhir periode pengaruhnya sebesar 12.13 persen terhadap pertumbuhan sukuk korporasi. Hal ini menunjukkan seiring berjalannya waktu, nisbah bagi hasil yang diberikan deposito mudharabah
semakin kompetitif, sehingga pengaruhnya terhadap keputusan masyarakat untuk menempatkan dananya pada deposito mudharabah semakin besar. Sukuk korporasi perlu memberikan imbalan yang cukup kompetitif sehingga masyarakat tertarik untuk berinvestasi dengan sukuk korporasi.
Pada awal periode BI rate memberikan pengaruh terbesar ketiga sebesar 1.5 persen setelah bagi hasil deposito mudharabah, namun seiring bertambahnya periode pengaruh BI rate terhadap pertumbuhan sukuk korporasi semakin berkurang sehingga pada akhir periode variabel BI rate memberikan kontribusi yang paling kecil dibandingkan semua variabel makroekonomi lainnya yakni hanya sebesar 0.26 persen. Hal ini sesuai dengan pendapat Aulia Pohan, dimana
72
dengan makin mengglobalnya perekonomian dunia penetapan suku bunga semakin hari semakin tidak efektif.7
Nilai tukar pada periode awal berada diurutan ke 4 pengaruhnya terhadap pertumbuhan sukuk korporasi. Namun seiring bertambahnya periode, nilai tukar semakin meningkat pengaruhnya terhadap pertumbuhan sukuk korporasi sehingga pada periode akhir nilai tukar memberikan pengaruh sebesar 8.52 persen dan berada diurutan ke 3 besar pengaruhnya setelah bagi hasil deposito mudharabah. Resiko perubahan nilai tukar tidak dapat dihilangkan karena merupakan efek dari hubungan kegiatan ekonomi suatu negara dengan negara lainnya. Indonesia menganut sistem nilai tukar mengambang dan devisa bebas. Dimana menurut Aulia Pohan, semakin terbuka perekonomian suatu negara yang disertai dengan sistem nilai tukar mengambang dan sistem devisa bebas, maka semakin besar pengaruh nilai tukar dan aliran dana luar negeri terhadap perekonomian dalam negeri.8 Hal ini dapat dilihat dari semakin berpengaruhnya nilai tukar rupiah terhadap pertumbuhan sukuk korporasi seiring bertambahnya periode.
Inflasi dan jumlah uang beredar juga meningkat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan sukuk korporasi walaupun tidak sebesar bagi hasil deposito
mudharabah dan nilai tukar. Inflasi dan jumlah uang beredar masing-masing hanya memberikan pengaruh sebesar 0.59 persen dan 0.29 persen pada periode akhir. Sebagaimana dalam pembahasan uji IRF, inflasi yang terjadi dalam periode penelitian merupakan inflasi ringan sehingga pengaruhnya tidak terlalu besar dalam mempengaruhi pertumbuhan sukuk korporasi. Sedangkan jumlah uang
7 Aulia Pohan, Kerangka Kebijakan Moneter & Implementasinya di Indonesia (Jakarta:
PT RajaGrafindo, 2008), h.48.
beredar terlihat tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhan sukuk korporasi melihat kontribusi pengaruhnya terhadap sukuk korporasi hanya 0.29 persen. Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Khairul Fadli mengenai SBSN, dimana dari hasil penelitiannya diketahui jumlah uang beredar tidak signifikan mempengaruhi volume transaksi SBSN baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.9
Dari hasil uji VD terlihat bahwa variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan sukuk korporasi ialah sukuk korporasi itu sendiri. Sedangkandiantara variabel-variabel makroekonomi terlihat bahwa bagi hasil deposito mudharabah memiliki pengaruh yang paling besar dibandingkan variabel makroekonomi lainnya, diikuti oleh nilai tukar rupiah, inflasi, jumlah uang beredar dan terakhir BI rate.
9Khairul Fadli, Analisis Pengaruh Faktor MakroEkonomi Terhadap Volume
Transaksi Surat Berharga Syariah Negara (Periode 2010- 1 , Skripsi S1 Syariah dan
74
BAB V
PENUTUP
A.Kesimpulan
Penelitian ini menggunakan model VECM untuk mengestimasi hubungan jangka pendek maupun jangka panjang antar variabel dimana didapatkan hasil analisis
Impulse Response Function (IRF) dan Variance Decomposition (VD). Hasil IRF berupa grafik estimasi dalam rentang periode yang memperlihatkan seberapa lama guncangan dari suatu variabel mempengaruhi variabel lain. Sedangkan hasil VD memperlihatkan seberapa besar guncangan dari suatu variabel mempengaruhi variabel lain. Sehingga dapat disimpulkan:
1. Respon pertumbuhan sukuk korporasi terhadap guncangan yang terjadi pada jumlah uang beredar, inflasi dan BI rate ialah positif. Sedangkan guncangan yang terjadi pada nilai tukar dan bagi hasil deposito mudharabah direspon negatif oleh pertumbuhan sukuk korporasi. Respon pertumbuhan sukuk korporasi stabil pada periode ke 22 terhadap guncangan jumlah uang beredar. Pada guncangan inflasi, respon pertumbuhan sukuk korporasi stabil pada periode ke 23. Pada guncangan BI rate, pertumbuhan sukuk korporasi stabil pada periode ke 31. Pada guncangan nilai tukar, pertumbuhan sukuk korporasi stabil pada periode ke 26 dan pada guncangan bagi hasil deposito
mudharabah pertumbuhan sukuk korporasi stabil pada periode ke 24.
2. Diantara variabel-variabel makroekonomi didapatkan bahwa bagi hasil deposito mudharabah memiliki pengaruh yang paling besar dibandingkan
variabel makroekonomi lainnya. Bagi hasil deposito mudharabah
mempengaruhi pertumbuhan sukuk sebesar 12.14%, diikuti oleh nilai tukar rupiah sebesar 8.53%, inflasi sebesar 0.59%, jumlah uang beredar sebesar 0.29% dan terakhir BI rate sebesar 0.27%.
B.Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka didapatkan beberapa saran untuk pihak-pihak yang berkepentingan, yakni:
1. Untuk pihak emiten yang menerbitkan sukuk korporasi, disarankan untuk memberikan imbalan yang lebih kompetitif agar dapat bersaing dengan deposito mudharabah, mengingat deposito mudharabah memberikan pengaruh yang paling besar dibandingkan variabel makroekonomi lainnya.
2. Untuk pihak regulator, diharapkan lebih memperhatikan kebijakan mengenai nilai tukar, dikarenakan nilai tukar yang tidak stabil dan melonjak naik akan memberikan efek buruk bagi kegiatan investasi sukuk korporasi dan perekonomian keseluruhannya.
3. Untuk pemerintah, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan agar lebih mensosialisasikan instrumen investasi sukuk korporasi, sehingga masyarakat tidak hanya menyalurkan dananya pada instrumen investasi syariah yang sudah lebih dikenal seperti deposito mudharabah namun dapat juga menyalurkan dananya pada sukuk korporasi. Sebagaimana yang kita tahu kontribusi terbesar pada saat ini untuk pasar industri syariah berasal dari perbankan syariah. Dengan meningkatnya pertumbuhan sukuk korporasi diharapkan pasar industri keuangan syariah akan semakin luas.
76
4. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan untuk meneliti faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan sukuk korporasi, dimana dari hasil penelitian ini diketahui diantara semua variabel termasuk variabel sukuk korporasi, yang paling besar mempengaruhi pertumbuhan sukuk korporasi ialah sukuk korporasi itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
A, Adiwarman karim.Bank Syariah Analisis Fiqh dan Keuangan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2009.
Agus, Muhammad Khairul Wafa. “Analisa Faktor–faktor yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan Sukuk Ritel-1 (Periode Maret 2009-Juni 2010).” La_Riba Volume IV. No.2 (Desember 2010): h.175.
Aziz, Abdul. Manajemen Investasi Syariah. Bandung: Alfabeta, 2010.
Darmadji, Tjiptono dan M, Hendy Fakhrudin. Pasar Modal Di Indonesia: Pendekatan Tanya Jawab. Jakarta: Salemba Empat, 2001.
Dewi, Nila. “Mengurai Masalah Pengembangan Sukuk Korporasi Indonesia
Menggunakan Analytical Network Process.” Tazkia:Islamic Finance & Business Review Vol. 6. No. 20 (Agustus-Desember 2011): h.138-167. Fadli, Khairul. “Analisis Pengaruh Faktor MakroEkonomi Terhadap Volume
Transaksi Surat Berharga Syariah Negara (Periode 2010-2013).” Skripsi S1
Syariah dan Hukum UIN, Jakarta, 2014.
Faizal, Henry Noor. Investasi, Pengelolaan Keuangan Bisnis dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat. Jakarta: PT Indeks, 2009.
Gregory, N. Mankiw.Macroeconomics. Jakarta: Erlangga, 2003. Halim, Abdul. Analisis Investasi. Jakarta: Salemba Empat, 2005.
Hamid, Abdul. Pasar Modal Syariah. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta. Huda, Nurul dan Edwin, Mustafa, Nasution. Investasi Pada Pasar Modal Syariah.
Jakarta: Kencana, 2008.
Husna, Suad. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Yogyakarta: UPP AMP YKPN, 2001.
Illya, Novie Sasanti. “Analisis Pengaruh Variabel-variabel MakroEkonomi
terhadap Pertumbuhan Obligasi Pemerintah di Indonesia.” Skripsi S1
Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB, 2008. Ismail, Perbankan Syariah. Jakarta: Kencana, 2011.
Kholis, Nur. “Instrumen yang Halal dan Menjanjikan.” La_Riba Volume IV. No. 20 (Desember 2010): h.145-159.
78
Laily, Nur dan Budiyono.Teori Ekonomi. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013. Laporan Perkembangan Keuangan Syariah 2013, OJK
Luthfi, M. Hamidi.The Crisis: Krisis Manalagi Yang Engkau Dustakan. Jakarta: Republika, 2012.
Maftuh, Muhammad. “Pengaruh Harga Sukuk Negara Ritel, Tingkat Inflasi, BI
rate, dan Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Terhadap Tingkat
Permintaan Sukuk Ritel SR 003.” Skripsi S1 Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2014.
Manan, Abdul.Aspek Hukum dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal Syariah Indonesia. Jakarta: Kencana, 2009.
Murni, Asfia. Ekonomika Makro. Bandung: PT Refika Aditama, 2006.
Pohan, Aulia. Potret Kebijakan Moneter Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2008.
__________. Kerangka Kebijakan Moneter & Implementasinya di Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo, 2008.
Pratiwi, Fuji. “Ini Penyebab Sukuk Korporasi Kurang Diminati”. Artikel diakses
pada 12 November 2014 dari www.Republika.co.id.
Purnamawati, Indah, “Perbandingan Sukuk dan Obligasi (Telaah dari Perspektif Keuangan dan Akuntansi).” Jurnal Akuntansi Universitas Jember. T.th., h.62-71.
Rini, Mustika. “Obligasi Syariah (Sukuk) dan Indikator Makro Ekonomi Indonesia: Sebuah Analisis VECM.” SkripsiS1 Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB, 2012.
Ritonga, habibullah. “Pengaruh Tingkat Inflasi, Rating, Yield, Tenor, Size, dan
Tingkat Bagi Hasil Deposito Terhadap Permintaan Sukuk Korporasi Pada
Pasar Modal Syariah.” Skripsi S1 Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, 2013.
Rochaety, Ety, dkk.Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: Mitra Wacana Media, 2009.
Rosadi, Dedi. Ekonometirka & Analisis Runtun Waktu Terapan dengan EViews. Yogyakarta: Andi Offset, 2012.
Salim dan Sutrisno, Budi. Hukum Investasi di Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2008.
Statistik Ekonomi-Keuangan Indonesia November 2014, BI. Statistik Perbankan Indonesia, OJK.
Sukirno, Sadono. Makroekonomi Modern: Perkembangan Pemikiran Dari Klasik Hingga Keynesian Baru. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2000.
_____________. Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Pres, 2010.
Syafii, Antonio et all. “Volatilitas Pasar Modal Syariah dan Indikator Makro Ekonomi: Studi Banding Malaysia dan Indonesia.” Jurnal Liquidity Vol. 2.
No. 1 (Januari-Juni 2013): h.1-12.
Tanjung, Hendri dan Devi, Abrista. Metodologi Penelitian Ekonomi Islam. Jakarta: Gramata Publishing, 2013.
80
LAMPIRAN
Uji Stasioneritas Tingkat Level
Null Hypothesis: LNSUKUK has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 0 (Automatic based on SIC, MAXLAG=10)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -0.159543 0.9367
Test critical values: 1% level -3.565430
5% level -2.919952
10% level -2.597905
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Null Hypothesis: LNM2 has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 1 (Automatic based on SIC, MAXLAG=10)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -1.166143 0.6819
Test critical values: 1% level -3.568308
5% level -2.921175
10% level -2.598551
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Null Hypothesis: IHK has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 1 (Automatic based on SIC, MAXLAG=10)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -2.220342 0.2019
Test critical values: 1% level -3.568308
5% level -2.921175
10% level -2.598551
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Null Hypothesis: LNKURS has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 0 (Automatic based on SIC, MAXLAG=10)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic 0.273728 0.9746
Test critical values: 1% level -3.565430
10% level -2.597905 *MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Null Hypothesis: RBI has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 1 (Automatic based on SIC, MAXLAG=10)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -1.001174 0.7460
Test critical values: 1% level -3.568308
5% level -2.921175
10% level -2.598551
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Null Hypothesis: DPST has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 0 (Automatic based on SIC, MAXLAG=10)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -2.015712 0.2794
Test critical values: 1% level -3.565430
5% level -2.919952
10% level -2.597905
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Uji Stasioneritas Tingkat First Difference
Null Hypothesis: D(LNSUKUK) has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 0 (Automatic based on SIC, MAXLAG=10)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -5.760328 0.0000
Test critical values: 1% level -3.568308
5% level -2.921175
10% level -2.598551
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Null Hypothesis: D(LNM2) has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 0 (Automatic based on SIC, MAXLAG=10)
t-Statistic Prob.*
82
Test critical values: 1% level -3.568308
5% level -2.921175
10% level -2.598551
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Null Hypothesis: D(IHK) has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 0 (Automatic based on SIC, MAXLAG=10)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -5.316178 0.0000
Test critical values: 1% level -3.568308
5% level -2.921175
10% level -2.598551
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Null Hypothesis: D(LNKURS) has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 0 (Automatic based on SIC, MAXLAG=10)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -6.739201 0.0000
Test critical values: 1% level -3.568308
5% level -2.921175
10% level -2.598551
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Null Hypothesis: D(RBI) has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 0 (Automatic based on SIC, MAXLAG=10)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -4.143537 0.0020
Test critical values: 1% level -3.568308
5% level -2.921175
10% level -2.598551
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Null Hypothesis: D(DPST) has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 0 (Automatic based on SIC, MAXLAG=10)
t-Statistic Prob.*
Augmented Dickey-Fuller test statistic -8.840679 0.0000
5% level -2.921175
10% level -2.598551
*MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Lag Optimum
VAR Lag Order Selection Criteria
Endogenous variables: Y X1 X2 X3 X4 X5 Exogenous variables: C
Date: 08/05/15 Time: 23:09 Sample: 2011M01 2015M04 Included observations: 48
Lag LogL LR FPE AIC SC HQ
0 730.6378 NA 3.11e-21 -30.19324 -29.95934 -30.10485
1 1022.878 499.2437 7.26e-26* -40.86992 -39.23262* -40.25118*
2 1059.322 53.14690* 7.65e-26 -40.88840 -37.84770 -39.73932
3 1092.448 40.02824 1.04e-25 -40.76869 -36.32458 -39.08925
4 1140.780 46.31774 9.37e-26 -41.28250* -35.43500 -39.07272
* indicates lag order selected by the criterion
LR: sequential modified LR test statistic (each test at 5% level) FPE: Final prediction error
AIC: Akaike information criterion SC: Schwarz information criterion HQ: Hannan-Quinn information criterion
Stabilitas VAR
Roots of Characteristic Polynomial
Endogenous variables: LNSUKUK LNM2 IHK LNKURS RBI DPST Exogenous variables: C Lag specification: 1 1 Date: 08/19/15 Time: 19:23 Root Modulus 0.992953 0.992953 0.925534 - 0.135105i 0.935343 0.925534 + 0.135105i 0.935343 0.577938 - 0.051268i 0.580207 0.577938 + 0.051268i 0.580207 0.170993 0.170993
No root lies outside the unit circle. VAR satisfies the stability condition.
84
Uji Kointegrasi
Date: 08/05/15 Time: 23:10
Sample (adjusted): 2011M03 2015M04 Included observations: 50 after adjustments Trend assumption: Linear deterministic trend Series: Y X1 X2 X3 X4 X5
Lags interval (in first differences): 1 to 1 Unrestricted Cointegration Rank Test (Trace)
Hypothesized Trace 0.05
No. of CE(s) Eigenvalue Statistic Critical Value Prob.**
None * 0.516741 106.9973 95.75366 0.0067 At most 1 * 0.420869 70.63720 69.81889 0.0430 At most 2 0.293963 43.32590 47.85613 0.1248 At most 3 0.271484 25.92155 29.79707 0.1311 At most 4 0.164068 10.08429 15.49471 0.2743 At most 5 0.022227 1.123883 3.841466 0.2891
Trace test indicates 2 cointegrating eqn(s) at the 0.05 level * denotes rejection of the hypothesis at the 0.05 level **MacKinnon-Haug-Michelis (1999) p-values
Uji Diagnostik Pada Model VECM
VEC Residual Portmanteau Tests for Autocorrelations Null Hypothesis: no residual autocorrelations up to lag h Date: 08/05/15 Time: 23:16
Sample: 2011M01 2015M04 Included observations: 50
Lags Q-Stat Prob. Adj Q-Stat Prob. df
1 7.156046 NA* 7.302088 NA* NA*
2 45.21378 0.1396 46.94556 0.1047 36 3 77.72371 0.3015 81.53059 0.2071 72 4 118.8284 0.2241 126.2096 0.1112 108 -1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5 -1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5 Inverse Roots of AR Characteristic Polynomial
5 150.9469 0.3292 161.8969 0.1462 144 6 177.1897 0.5453 191.7182 0.2612 180 7 222.6434 0.3638 244.5714 0.0885 216 8 267.9219 0.2344 298.4743 0.0236 252 9 294.2364 0.3875 330.5652 0.0427 288 10 323.9136 0.4909 367.6616 0.0475 324 11 344.9736 0.7065 394.6616 0.1008 360 12 382.4549 0.6784 443.9791 0.0481 396
*The test is valid only for lags larger than the VAR lag order. df is degrees of freedom for (approximate) chi-square distribution
Analisis IRF -.0004 .0000 .0004 .0008 .0012 .0016 .0020 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of LNSUKUK to Cholesky One S.D. LNM2 Innovation .0000 .0005 .0010 .0015 .0020 .0025 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of LNSUKUK to Cholesky One S.D. IHK Innovation
-.010 -.008 -.006 -.004 -.002 .000 .002 .004 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of LNSUKUK to Cholesky One S.D. LNKURS Innovation
.000 .001 .002 .003 .004 .005 .006 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of LNSUKUK to Cholesky One S.D. RBI Innovation
-.012 -.010 -.008 -.006 -.004 -.002 .000 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of LNSUKUK to Cholesky One S.D. DPST Innovation
86 Analisis VD Variance Decomposition of Y: Period S.E. Y X1 X2 X3 X4 X5 1 0.025221 100 0 0 0 0 0 2 0.037695 99.00483 0.007876 0.281725 0.33951 0.02901 0.337053 3 0.046767 97.75116 0.009842 0.463899 0.260337 0.633851 0.880912 4 0.054 95.16607 0.023033 0.499944 0.502183 1.3942 2.414572 5 0.060561 93.06498 0.028749 0.455423 0.953558 1.584418 3.912869 6 0.066544 91.4064 0.040502 0.411657 1.531869 1.517405 5.092169 7 0.071991 89.97481 0.060356 0.392158 2.169015 1.384945 6.018717 8 0.077017 88.69611 0.084063 0.396207 2.809507 1.252753 6.761362 9 0.081717 87.55347 0.107135 0.413205 3.405347 1.13768 7.383167 10 0.086162 86.55076 0.127032 0.432379 3.936068 1.040176 7.913586 11 0.090396 85.68106 0.14382 0.44887 4.400362 0.957419 8.368473 12 0.094447 84.92897 0.158229 0.46236 4.805513 0.88653 8.758396 13 0.098333 84.27631 0.170881 0.473939 5.160401 0.825321 9.093148 14 0.102073 83.70631 0.182118 0.484428 5.472616 0.772148 9.382384 15 0.10568 83.20533 0.192104 0.494085 5.748254 0.725697 9.63453 16 0.109168 82.7626 0.200963 0.502889 5.992391 0.684869 9.856294 17 0.112549 82.36938 0.208828 0.510802 6.209453 0.648751 10.05278 18 0.11583 82.01844 0.215841 0.517874 6.403325 0.616591 10.22793 19 0.119022 81.70365 0.222131 0.52421 6.577346 0.587783 10.38488 20 0.122131 81.41988 0.227806 0.529926 6.734314 0.561834 10.52624 21 0.125162 81.16287 0.232951 0.535115 6.876549 0.538347 10.65417 22 0.128121 80.92907 0.237634 0.539848 7.005977 0.516992 10.77048 23 0.131014 80.71551 0.241912 0.544178 7.124214 0.497494 10.87669 24 0.133844 80.51973 0.245834 0.548151 7.232623 0.479623 10.97404 25 0.136616 80.33961 0.249443 0.551807 7.332364 0.463185 11.06359 26 0.139332 80.17337 0.252774 0.555181 7.424429 0.448014 11.14624 27 0.141997 80.01946 0.255857 0.558305 7.509666 0.43397 11.22275 28 0.144613 79.87656 0.25872 0.561206 7.588803 0.420932 11.29378 29 0.147182 79.74355 0.261386 0.563907 7.66247 0.408796 11.35989 30 0.149706 79.61943 0.263873 0.566428 7.731213 0.397472 11.42159 31 0.15219 79.50334 0.266199 0.568786 7.79551 0.38688 11.47929 32 0.154633 79.39452 0.268379 0.570996 7.855777 0.376952 11.53338 33 0.157038 79.29232 0.270427 0.573071 7.912381 0.367628 11.58417 34 0.159407 79.19615 0.272354 0.575024 7.965646 0.358854 11.63197 35 0.161741 79.10549 0.274171 0.576866 8.015859 0.350583 11.67704 36 0.164042 79.01987 0.275886 0.578604 8.063274 0.342772 11.71959 37 0.166311 78.9389 0.277509 0.580249 8.10812 0.335385 11.75983 38 0.16855 78.86221 0.279046 0.581807 8.150599 0.328388 11.79795 39 0.170759 78.78945 0.280503 0.583284 8.190894 0.32175 11.83412 40 0.17294 78.72034 0.281888 0.584688 8.22917 0.315445 11.86846
41 0.175094 78.65462 0.283205 0.586023 8.265573 0.309449 11.90113 42 0.177222 78.59203 0.284459 0.587294 8.300239 0.303738 11.93224 43 0.179324 78.53235 0.285655 0.588506 8.333289 0.298294 11.9619 44 0.181402 78.4754 0.286796 0.589663 8.364832 0.293098 11.99021 45 0.183457 78.42098 0.287887 0.590768 8.394971 0.288134 12.01726 46 0.185489 78.36894 0.28893 0.591825 8.423796 0.283385 12.04312 47 0.187498 78.31911 0.289928 0.592837 8.451393 0.27884 12.06789 48 0.189487 78.27137 0.290885 0.593806 8.477836 0.274484 12.09162 49 0.191455 78.22558 0.291802 0.594736 8.503199 0.270306 12.11438 50 0.193402 78.18162 0.292683 0.595629 8.527544 0.266296 12.13623