BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
B. PengaruhIbuRumahtangga yang bekerja di
Kota Makassar.
Rumah adalah tempat dimana sosialisasi awal konstruksi patriarki itu terjadi. Para orang tua melakukan “gender” pertama-tama pada saat memberi nama kepada anak-anaknya. Anak laki-laki lazimnya diberi nama: Joko, Andi, Iwan, Budi, dan seterusnya. Sedangkan anak perempuan diberi nama: Sita, Wati, Ani, Yuli, Rina, dan lain sebagainya. Anak laki-laki belajar untuk menjadi “maskulin”, dan anak perempuan belajar untuk menjadi “feminin” dari
48
hadiah-hadiah yang diberikan oleh ayah-ibu dan teman-teman dekat pada saat ulang tahun.
Mobil-mobilan dan robot untuk anak-anak laki-laki, dan boneka serta bunga untuk anak perempuan. Hal ini berlanjut juga untuk persoalan perlakuan ayah-ibu terhadap anak-anaknya. Anak laki-laki diajari untuk bisa membetulkan genteng yang bocor atau perangkat listrik yang rusak, sementara anak perempuan belajar memasak dan menyulam. Para orang tua cemas dan gelisah jika anak-anak mereka tidak bertingkah laku sesuai dengan garis konstruksi sosial yang telah menetapkan bagaimana seharusnya anak laki-laki dan anak perempuan itu bertingkah laku.
Kesemua itu merupakan rangkaian pendidikan dalam keluarga.
Sehingga dengan demikian orangtua memiliki andil yang sangat besar dalam pengembangan pendidikan termasuk prestasi belajar anak.. salah satu faktoe yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah factor lingkungan keluarga. Ketika anak tidak mendapatkan control dan motivasi dalam belajar dalam keluarga maka sangat berpengaruh dalam pencapaian prestasi belajar anak yang maksimal dalam pendidikan atau dalam sekolah. hal ini seperti yang di ungkapkan oleh salah seorang ibu rumah tangga Rosmawati mengatakan bahwa:
“Pencapaian prestasi belajar anak dalam sekolah sangat dipengaruhi dengan realitas motivasi belajar yang dilakukan oleh orang tua terkhusus ibu. Karena ketika anak tidak dikontrol dalam kedisiplinan belajar, maka sangat berpengaruh terhadap pencapaian prestasi belajar. (wawancara, pada tanggal 23 Agustus 2012)
49
Senada yang diungkapkan oleh Ratnawati salah seorang pegawai swasta di perusahaan swasta di Kota Makassar yang mengatakan bahwa:
“Berbicara maslah prestasi belajar anak dalam sekolah maka, hal ini tidak terlepas dari peran orang tua dalam menanamkan kedisiplinan anak dalam belajar, sehingga demikian orang tua senantiasa memberika perhatian khusus terhadap pola belajar anak” (wawancara, pada tanggal 23 Agustus 2012)
Dari uraian hasil penelitian di atas maka dapatlah dipahami bahwa orangtua dalam hal ini Ibu merupakan salah satu factor pendukung dalam pencapaian prestasi belajar siswa di dalam sekolah. Akan tetapi bagaimana dengan anak yang ibunya tidak memiliki waktu yang banyak dalam memberikan control dan motivasi terhadap kedisiplinan anak dalam belajar.
Hal ini sudah barang tentu kesibukan ibu rumah tangga bekerja di luar rumah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkemabngan prestasi belajar siswa. Untuk lebih jelasnya lihat hasil penelitian berikut tentang pengaruh ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak:
1. Kurangnya kedisiplinan belajar anak
Kedisiplinan adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban (Prijodarminto 1994 : 23). Sedangkan Menurut Amatembun (1974 : 6) kedisiplinan adalah keadaan tertib dimana orang yang tergabung dalam
50
organisasi tunduk pada peraturan yang telah ada dengan senang hati.
Berdasarkan pengertian tersebut, yang dimaksud kedisiplinan dalam penelitian ini adalah keadaan tertib dimana siswa yang tergabung dalam warga sekolah harus tunduk pada peraturan atau tata tertib sekolah yang telah ada dengan senang hati.
Tabel IV.7
Daftar Distribusi Frekuensi Kurangnya kedisiplinan belajar anak sebagai bentuk Pengaruh ibu rumah tangga
yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak
No Alternative jawaban f %
Sumber data: Olah angket No. 1 2012
Dari hasil; penelitian yang di gambarkan pada uraian table di atas memberikan gambaran bahwa dari 42 responden 9 responden atau 21.4%
mengatakan bahwa bentuk pengaruh ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak adalah sangat disiplin dalam belajar anak, 32 responden atau 76.2% mengatakan bahwa bentuk pengaruh ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak adalah kurang disiplin dalam belajar anak dan 1 responden atau 2.4%
51
mengatakan bahwa bentuk pengaruh ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak adalah tidak disiplin dalam belajar anak
2. Kurangnya motivasi belajar anak
Tabel IV.8
Daftar Distribusi Frekuensi Kurangnya motivasi belajar anak sebagai bentuk Pengaruh ibu rumah tangga
yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak
No Alternative jawaban f %
Sumber data: Olah angket No. 2. 2012
Dari hasil; penelitian yang di gambarkan pada uraian table di atas memberikan gambaran bahwa dari 42 responden 10 responden atau 23.8%
mengatakan bahwa bentuk pengaruh ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak adalah sangat termotivasi dalam belajar anak, 30 responden atau 71.4% mengatakan bahwa bentuk pengaruh ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak adalah kurang termotvasi dalam belajar anak dan 2 responden atau 4.8% mengatakan bahwa bentuk pengaruh ibu rumah tangga yang
52
bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak adalah tidak termotivasi dalam belajar anak.
3. Menurunnya prestasi belajar
Tabel IV.9
Daftar Distribusi Frekuensi menurunnya prestasi belajar anak sebagai bentuk Pengaruh ibu rumah tangga
yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak
No Alternative jawaban F %
Sumber data: Olah angket No. 3 2012
Dari hasil; penelitian yang di gambarkan pada uraian table di atas memberikan gambaran bahwa dari 42 responden 30 responden atau 71.4%
mengatakan bahwa bentuk pengaruh ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak adalah sangat menurun prestasi belajar anak, 11 responden atau 26.2% mengatakan bahwa bentuk pengaruh ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak adalah kurang menurun prestasi belajar dan 1 responden atau 2.4%
mengatakan bahwa bentuk pengaruh ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak adalah tidak menurun prestasi belajar.
53
C. Faktor-faktor yang menjadi penghambat bagi ibu rumah tangga yang