• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III CREDIT UNION „ABDI RAHAYU‟ PAROKI

3.4 Susunan Kepengurusan CU

3.4.1 Tugas Kepengurusan Credit Union “Abdi Rahayu”

3.4.1.1 Pengawas

Pengawas mengawasi jalannya organisasi CU. Pengawas menjalankan fungsinya sebagaimana layaknya seorang dokter yang mampu mendeteksi CU dalam kondisi sehat atau sakit. Pengawas melakukan pemeriksaan secara umum, berkaitan dengan administrasi secara umum dan administrasi keuangan anggota.

50 3.4.1.2 Ketua

Ketua melakukan supervisi secara umum, antara lain:

- Memimpin rapat dan koordinasi dengan staff pengurus

- Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasi karyawan dalam melaksanakan tugas agar mampu memiliki semangat, kemampuan dan pola kerja yang efektif sehingga dapat mencapai hasil kerja yang optimal

- Menindaklanjuti supervisi pengurus dan pengawas

- Membuat laporan kerja yang ada hubungannya dengan kegiatan keuangan dengan instansi terkait dibantu oleh administrasi keuangan

- Mengembangkan dan mengendalikan usaha agar mencapai hasil yang maksimal, serta berupaya menekan resiko sekecil mungkin

- Menyusun usulan perencanaan, program, perubahan kebijakan dan peraturan lainnya guna kepentingan dan kemajuan lembaga

- Menjaga dan meningkatkan hubungan dengan anggota, serta dengan sesama elemen gerakan, lembaga mitra, mitra usaha, pemerintahan dan kalangan lain yang relevan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kerja sama jejaring

- Mewakili lembaga sesuai dengan kapasitas dan otoritas serta mewakili pengurus sesuai dengan penugasannya

- Membuat laporan dan rencana kerja setiap akhir bulan untuk diberikan kepada Pengawas

- Menjadwalkan penanganan pinjaman bermasalah bersama petugas lapangan

51 - Melakukan monitoring angsuran

- Membantu semua kegiatan staff yang memerlukan bantuan atau menggantikan tugas lapangan apabila petugas yang bersangkutan cuti/sakit - Melakukan evaluasi staff setiap akhir tahun

- Mengisi daftar hadir setiap hari

3.4.1.3 Sekretaris

Sekretaris melaksanakan tugas berkaitan dengan administrasi secara menyeluruh, antara lain:

- Menyediakan data dan kelengkapan data yang dibutuhkan untuk menunjang kerja para petugas

- Menyusun, menyimpan dan mengamankan surat-surat penting dan berharga milik lembaga

- Menerbitkan perjanjian pinjaman

- Mencatat, memelihara dan mengendalikan penggunaan inventaris

- Menghimpun dan mencatat bukti-bukti keuangan dan non-keuangan sebagai dasar membuat data dan menerbitkan arsip/file

- Menyusun, memelihara, memperbaharui data-data, arsip, file secara lengkap, rapi, tertib, akurat, aktual, aksestable dan aman

- Meneliti persyaratan pinjaman dan memberikan nomor agenda - Menerbitkan surat perjanjian pinjaman beserta nomor agendanya

52

- Menyiapkan daftar hadir karyawan dan membuat laporan cuti - Membuat laporan dan rencana kerja bulanan

- Mencatat agenda surat masuk dan keluar - Membantu membuat notulensi rapat

- Membantu membayar premi daperma dan klaim daperma - Mengisi daftar kehadiran setiap hari

- Menyiapkan blanko permohonan pinjaman dan perjanjian pinjaman - Mencatat dan meng-arsipkan administrasi karyawan

3.4.1.4 Bendahara

Bendahara melakukan tugas berkaitan dengan administrasi keuangan lembaga dan keuangan anggota, antara lain:

- Melakukan pencatatan, proses pembukuan dengan prinsip: kronologis, sitematis, informatif dan auditable

- Membuat data pendukung kebenaran laporan keuangan secara tertib, lengkap dan akurat

- Membuat laporan keuangan/neraca setiap akhir bulan - Mengisi daftar kehadiran setiap hari

- Membuat monitoring angsuran pinjaman

- Membantu mengirim angsuran dan LKSB ke Puskopdit - Membuat/menghitung deviden dan BJP

53

- Membuat perencanaan pemasukan dan pengeluaran uang setiap akhir bulan

3.4.1.5 Analis Kredit

Analis Kredit bertugas melakukan supervisi keuangan koperasi, antara lain:

- Memeriksa keuangan dan arsip koperasi

- Mengadakan pemeriksaan secara teliti terhadap pembukuan dan neraca Credit Union

- Mengadakan pemeriksaan terhadap Buku Anggota dari setiap anggota CU untuk dibandingkan dengan buku Bendahara

- Memeriksa surat-surat permohonan pinjaman, surat-surat perjanjian pinjaman, serta semua bukti pinjaman

- Memeriksa laporan-laporan yang dibuat Ketua, Bendahara dan Panitia CU

3.4.1.6 Bidang Pendidikan

Petugas yang ditunjuk untuk melayani di bidang Pendidikan bertugas untuk menyalurkan pengetahuan dengan mengarahkan anggota agar wawasan mereka bisa berkembang. Bentuk kegiatan meliputi: perkoperasian, keorganisasian, administrasi, kepemimpinan dengan mengirimkan peserta ke tempat-tempat pelatihan.

3.4.1.7 Pelaksana Harian

54

Pelaksana Harian mempunyai beberapa tugas, antara lain:

- Mengendalikan penerimaan dan pengeluaran uang atas pertimbangan dan persetujuan ketua

- Mencatat secara lengkap dan tertib transaksi anggota pada buku/kartu anggota dan kartu pendukung lainnya

- Menyimpan dan mengamankan uang lembaga

- Memberikan pelayanan kepada anggota, relasi, lembaga mitra dengan ramah, cepat cermat, akurat dan aktual

- Mengisi daftar hadir setiap hari

3.4.1.8 Petugas Lapangan

Petugas lapangan mempunyai beberapa tugas, antara lain:

- Memfasilitasi anggota dalam menyusun perencanaan usaha dan pengembangan anggota

- Mengoptimalkan penerimaan

- Mengoptimalkan angsuran pinjaman masuk sebesar 100%

- Mengoptimalkan pelayanan dan pengembalian pinjaman sesuai dengan sasaran program dengan cermat

- Memfasilitasi anggota dalam pembentukan dan pembinaan kelompok

55

- Melaksanakan analisis pinjaman dan rangkaiannya secara cepat dan cermat agar terjaga tingkat kualitas dan keamanan pinjaman

- Memastikan kebenaran dan akurasi data kelompok - Membuat laporan hasil kerja setiap bulan

- Mengisi daftar hadir setiap hari

3.4.2 Hak Dan Kewajiban Anggota Credit Union22

Credit Union adalah suatu usaha di bidang ekonomi yang didirikan atas dasar suatu kepentingan bersama yang juga merupakan kepentingan masing-masing anggota. Maka perlu agar setiap anggota melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai anggota CU.

3.4.2.1 Hak Anggota Credit Union

Setiap anggota Credit Union berhak:

a. Mendapat jasa-jasa dan pelayanan terutama dalam bentuk pinjaman yang diberikan Credit Union.

b. Menghadiri rapat-rapat anggota dan ikut serta dalam segala kegiatan Credit Union.

22 CUCO (Credit Union Counselling Office), Credit Union dalam 100 Tanya Jawab, Jakarta 1973, No.

20-21.

56

c. Menabung dan menarik tabungan pada setiap waktu kantor Credit Union dibuka.

d. Memberikan suara dalam segala hal yang perlu diputuskan oleh anggota-anggota.

e. Dipilih untuk setiap jabatan dalam Credit Union.

f. Meneliti buku-buku keuangan Credit Union.

3.4.2.2 Kewajiban Anggota Credit Union

Setiap anggota Credit Union mempunyai kewajiban:

a. Ikut serta secara aktif dalam rapat anggota, baik tahunan maupun khusus.

b. Menabung secara terus-menerus dan mengembalikan pinjamannya tepat pada waktunya.

c. Menjaga agar hanya orang-orang yang baik dan cakap dipilih sebagai pejabat-pejabat Credit Union.

d. Menjaga kepentingan dan nama baik Credit Union di mata masyarakat.

e. Berusaha untuk memperkembangkan keanggotaan Credit Union.

f. Secara terus-menerus menambah pengetahuannya mengenai Credit Union.

g. Menanggung segala kewajiban Credit Union yang tercantum dalam Anggaran Dasarnya.

57

3.4.3 Jam Pelayanan Kantor Credit Union “Abdi Rahayu”

CU membuka pelayanan selama satu minggu penuh, dengan waktu pelayanan sebagai berikut:

Hari Minggu – Kamis : Pkl. 08.00-12.00 Hari Jumat – Sabtu : Pkl. 17.00 – 20.00

CU memilih jam pelayanan seperti di atas karena menyesuaikan dengan waktu Perayaan Ekaristi di Paroki. Pada hari Jumat memilih jam pelayanan sore hari karena pada hari itu ada Perayaan Ekaristi di Gereja Paroki. Pada Hari Minggu membuka pelayanan pagi hari hari menyesuaikan dengan Perayaan Ekaristi di pagi hari.

Anggota bisa memilih salah satu hari dari waktu yang disediakan untuk mendatangi Kantor CU. Dengan adanya waktu pelayanan setiap hari, CU mengharapkan agar anggota bisa menggunakan salah satu hari untuk datang ke Kantor. Sehingga, anggota bisa menyampaikan kebutuhan dan kesulitannya setiap hari kerja.

3.4 Resume

Credit Union berasal dari dan untuk anggotanya. Credit Union “Abdi Rahayu”

hadir untuk membantu umat setempat dalam pengelolaan dan pengembangan

58

ekonomi. CU “Abdi Rahayu” berawal dari arisan hingga berkembang menjadi CU dalam arti yang sebenarnya, dilengkapi dengan sistem komputerisasi, menggunakan database InKopDit, administrasi yang lengkap dan kepengurusan yang jelas. Proses administrasi yang tidak berbelit-belit, menanggapi setiap keluhan anggota, Balas Jasa Simpanan lebih tinggi daripada Bank dan Balas Jasa Pinjaman lebih rendah dari Bank menjadi daya tarik tersendiri. Dengan membuka pelayanan setiap hari, diharapkan bisa melayani anggota secara lebih baik.

59

BAB IV

HASIL PENELITIAN

PELAYANAN CREDIT UNION “ABDI RAHAYU” SEBAGAI WUJUD DIAKONIA PAROKI MARGANINGSIH-KALASAN

4.1 Metode Penelitian

Penelitian dilaksanakan di 8 Wilayah Paroki Marganingsih-Kalasan yaitu Wilayah St. Yohanes Pembaptis-Payak, Wilayah Tyas Dalem-Macanan, Wilayah St.

Maria-Cupuwatu, Wilayah St. Andreas-Kalasan Barat, Wilayah Marganingsih-Kalasan Timur, Wilayah St. Yusuf-Berbah, Wilayah St. Agnes dan St. Paulus-Manisrenggo, Wilayah St. Lukas-Prambanan. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 06 Oktober hingga 10 November 2013. Dalam penelitian ini, reponden yang diwawancarai ada 50 Kepala Keluarga dari 483 anggota Credit Union “Abdi Rahayu”.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu, kuantitatif dan kualitatif. Metode Penelitian kuantitatif meliputi survei, dengan pengambilan data kuesioner, dengan teknik sampling diambil secara acak dan di-stratifikasi (Stratified

60

Random Sampling). Terdapat 50 anggota Credit Union “Abdi Rahayu” yang tersebar di 8 wilayah Paroki Marganingsih-Kalasan. Sampel yang tersedia diteliti supaya dapat menggambarkan secara tepat mengenai sifat-sifat populasi yang heterogen23. Kriteria yang digunakan sebagai dasar untuk menstratifikasi populasi adalah lapisan (strata) pendidikan dan lapisan (strata) pekerjaan. Lapisan pendidikan terdiri dari kelompok umur SD-SMP, SMA, dan Sarjana (Perguruan Tinggi). Lapisan pekerjaan terdiri dari kelompok pedagang, pegawai, buruh/tani dan pensiun. Penulis menggunakan analisa pendidikan karena tingkat pendidikan bisa mempengaruhi kualitas seseorang dalam memimpin dan memikirkan masa depan, terutama masa depan anak dan kesejahteraan keluarga. Selain itu, Penulis juga menggunakan analisa pekerjaan karena jenis pekerjaan bisa menentukan penggunaan uang pinjaman dan alasan menjadi anggota CU.

Selanjutnya, Peneliti menggunakan Metode Penelitian Kualitatif, dengan menggunakan riset partisipatori, instrumen pengambilan datanya berupa panduan wawancara. Informan dipilih sesuai dengan kompetensi. Peneliti mengambil 5 informan pengurus Credit Union “Abdi Rahayu”. Kelima informan adalah pengurus yang bertugas di bagian Pelaksana Harian, Petugas Lapangan, Analis Kredit, Ketua CU, dan di Bidang Pendidikan CU/Konsultan CU. Oleh karena bantuan mereka, peneliti mendapatkan banyak informasi mengenai peraturan, kebijakan, program dan manajemen Credit Union “Abdi Rahayu”.

23 Ida Bagoes Mantra dan Kasto, “Penentuan Sampel” dalam Masri Singarimbun dan Sofian Effendi (eds.), Metode Penelitian Survei, LP3ES, Jakarta 1989, 162.

61 4.2 Variabel-Variabel Penelitian

Variabel merupakan bentuk operasional dari suatu konsep tertentu agar bisa diteliti secara empiris24. Suatu penelitian digunakan untuk mencari hubungan antar variabel. Ciri-ciri variabel yang terkait dengan penelitian ini adalah anggota CU yang berumur 30-60 tahun ke atas, tingkat pendidikan, pekerjaan, bentuk-bentuk pelayanan CU “Abdi Rahayu” dan bentuk-bentuk pelayanan Gereja Paroki Marganingsih-Kalasan.

Penelitian ini digunakan untuk mencari dan menemukan hubungan antara dua variabel yaitu Variabel Pengaruh (independent variable) dan Variabel Terpengaruh (dependent variable)25. Variabel Pengaruh terdiri dari bentuk-bentuk Pelayanan Gereja yang selama ini sudah dilakukan Paroki. Bentuk-bentuk pelayanan yang sudah dilakukan Paroki antara lain: bantuan karitatif, penggunaan DaPaMis, pelayanan kesehatan Paroki, pendampingan Paroki terhadap CU.

Variabel Terpengaruh terdiri dari bentuk-bentuk pelayanan yang selama ini dilakukan oleh CU, terkait dengan kebijakan, peraturan, dan program. Bentuk-bentuk pelayanan yang sudah dilakukan CU antara lain: mendidik dan mendampingi anggota pada saat menjadi anggota dan selama menjadi anggota, terutama pendampingan saat meminjam dan mengangsur pinjaman. Pendidikan keuangan, alasan menyimpan CU,

24 Peter Hagul, Chris Manning dan Masri Singarimbun, “Penentuan Variabel Penelitian dan Hubungan Antar Variabel” dlm Masri Singarimbun & Sofian Effendi (eds), Metode Penelitian Survai, LP3ES, Jakarta 1989, 41.

25 Masri Singarimbun & Sofian Effendi (eds), Metode Penelitian Survai, 64.

62

bentuk simpanan, kemudahan pinjaman, tujuan meminjam, ketepatan waktu simpanan wajib, pendampingan kepada anggota yang mengalami kredit macet.

Penelitian tentang Pelayanan Credit Union “Abdi Rahayu” Sebagai Wujud Diakonia Paroki Marganingsih-Kalasan didasarkan pada 4 aspek, antara lain:

1. Identitas responden terdiri atas empat (6) pertanyaan, yaitu: Nama Responden, Pekerjaan, Usia, Nama Wilayah, Pendidikan Terakhir, Jumlah Anggota Keluarga.

2. Kesejahteraan Responden, terdiri atas delapan (8) pertanyaan terkait dengan tingkat pendidikan, pendapatan tetap, pendapatan tambahan, tempat berobat, sumber air bersih, jumlah pendapatan sebulan, hutang.

3. Pelayanan Credit Union “Abdi Rahayu” terdiri atas enam belas (16) pertanyaan terkait dengan lama keanggotaan CU, alasan menjadi anggota CU, pendidikan, menabung, bentuk simpanan, meminjam, kemudahan pinjaman, tujuan pinjaman, kedisplinan anggota dalam hal angsuran dan simpanan wajib, pendampingan penggunaan pinjaman, kredit macet.

4. Hubungan Credit Union dan Gereja terdiri atas sembilan belas (19) pertanyaan terkait dengan kekhasan CU dibandingkan Bank, bantuan Gereja bagi KLMTD, cara Gereja menyalurkan DaPaMis, Pelayanan Kesehatan Paroki, Pendampingan Paroki terhadap CU, letak kaitan CU dengan Gereja, CU sebagai sarana pewartaan, pelayanan, kesaksian. Ditambah satu (1) pertanyaan saran untuk Gereja.

63 4.3 Identitas Responden

Saat penelitian dilakukan mulai tanggal 06 Oktober hingga 10 November 2013, anggota CU Abdi Rahayu ada 483 orang; mereka bekerja sebagai buruh, tani, bakul (dagang), pensiunan dan pegawai. 60.0% anggota CU Abdi Rahayu masuk kelompok KLMTD bekerja sebagai buruh, tani dan dagang. 40.0% anggota masuk dalam kelompok sejahtera. Mereka bekerja sebagai pegawai dan pensiunan26.

Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ada 50 responden. Dari 50 responden ada 15 orang bekerja sebagai pegawai, 8 orang sebagai pensiunan, 20 orang bekerja sebagai buruh/tani, dan 7 orang bekerja sebagai pedagang. Responden yang bekerja sebagai pegawai dan pensiunan ada 28 orang mewakili seluruh anggota yang bekerja sebagai pegawai dan pensiunan. Mereka masuk dalam kelompok sejahtera. Responden yang bekerja sebagai buruh/tani, dagang ada 22 orang mewakili seluruh anggota yang bekerja sebagai buruh, tani dan dagang. Mereka masuk dalam kelompok ekonomi sulit (KLMTD).

26 Ag. Heriawan Kusbyantoro sebagai Petugas Lapangan CU “Abdi Rahayu”, wawancara tgl 25 Maret 2014

64 berpendidikan dasar (SD-SMP), berpendidikan lanjut (SMA) dan perguruan tinggi (Sarjana). Dari 50 responden itu, dengan status pendidikan SD-SMP berjumlah 11 orang, dengan status pendidikan SMA berjumlah 23 orang, dan dengan status pendidikan Sarjana berjumlah 16 orang. Mereka yang usia 30-39 tahun berjumlah 6 orang (12.0%), usia 40-49 tahun berjumlah 11 orang (22.0%), usia 50-59 tahun berjumlah 13 orang (26.0%) dan usia 60 tahun ke atas berjumlah 20 orang (40.0%).

Respoden yang berumur di atas 60 tahun jumlahnya paling banyak dibandingkan dengan kelompok usia yang lain. Lebih dari separuh responden (masuk dalam usia menjelang pensiun dan lanjut usia. Bahkan, lebih dua pertiga dari responden yang berpendidikan SD-SMP berumur 60 tahun ke atas. Banyak anggota yang berusia lanjut menunjukkan adanya kemandirian dan persiapan ke depan. Responden yang berusia lanjut tidak ingin merepotkan anak-anak atau anggota keluarganya. Mereka bisa menyisihkan sebagian uang pensiunnya untuk disimpan di CU agar nantinya bisa digunakan untuk kesejahteraan hari tua dan biaya sehari-hari tanpa membebani anak-anak mereka.

65 pedagang pegawai buruh/tani pensiun

SD-SMP 9.1 - 90.9 - 11

SMA 21.7 26.1 39.1 13.0 23

Sarjana 6.3 56.3 6.3 31.3 16

14.0 30.0 40.0 16.0 50

Responden bekerja sebagai pedagang, pegawai, buruh/tani, dan pensiun.

Sepertiga responden bekerja sebagai pegawai PNS/Swasta (30.0%) dan lebih dari sepertiga responden bekerja sebagai buruh/tani (40.0%). 14.0% responden bekerja sebagai pedagang. 16.0% respoden sudah purna karya (pensiun). Hampir separuh (46.0%) bekerja sebagai pegawai dan pensiunan dengan penghasilan tetap setiap bulan. Lebih dari separuh (54.0%) responden berpendapatan tidak tetap. Pendapatan tidak tetap karena pendapatan reponden bergantung pada lingkungan alam, permintaan jasa dari orang lain. Pendapatan petani amat tergantung hasil panen yang juga dipengaruhi oleh cuaca dan alam. Pendapatan buruh tergantung pada seberapa banyak jasanya digunakan orang. Pendapatan pedagang tergantung dari jumlah barang yang laku dijual.

Responden yang berpendidikan SD-SMP sebagian besar bekerja sebagai buruh dan tani. Sedangkan, responden yang berpendidikan Sarjana sebagian besar bekerja sebagai pegawai dan pensiunan. Hal itu mengindikasikan bahwa tingkat pendidikan menentukan Pekerjaan.

66

Tabel 4.3 Pekerjaan dan Pendapatan Responden

Pekerjaan

Tabel di atas menunjukkan adanya variasi jumlah rata-rata pendapatan responden tiap bulan berdasarkan pekerjaannya. Lebih dari separuh responden berpendapatan lebih dari Rp. 1.000.000,00 per bulan. Mereka didominasi oleh responden yang bekerja sebagai pegawai dan pensiunan. Sepertiga (38.0%) responden berpendapatan kurang dari Rp. 1.000.000,00 per bulan. Mereka didominasi oleh responden yang bekerja sebagai buruh/tani dan sebagian pedagang. Mereka tidak mempunyai pendapatan tetap karena besar pendapatan bergantung pada permintaan jasa atau musiman. Bila musim panen tiba maka mereka mempunyai cukup uang untuk memenuhi kebutuhan. Pendapatan dari musim panen digunakan untuk mencukupi kebutuhan hingga musim panen berikutnya.

Dua pertiga responden tergolong sejahtera di mana pendapatan mereka di atas Rp. 1.000.000,00 per bulan. pendapatan tetap per bulan di atas Rp. 1.000.000,00 didominasi oleh pegawai dan pensiunan. Sehingga, pekerjaan berbanding lurus dengan jumlah pendapatan di mana pekerjaan Kepala Keluarga mempengaruhi jumlah pendapatan keluarga.

Tabel 4.4 Pekerjaan dan Anggota Yang Pinjaman

67 berpartisipasi sebagai anggota tanpa meminjam karena sudah sejahtera. Sebagian besar responden sudah pernah meminjam di CU.

Tabel 4.5 Pekerjaan dan Penggunaan Uang Pinjaman

Pekerjaan

Dalam hal penggunaan uang pinjaman, responden menggunakan uang pinjaman sesuai dengan tingkat pendidikan dan jenis pekerjaannya. Responden yang bekerja sebagai pedagang menggunakan uang pinjaman untuk tambahan modal usaha. Mereka tidak bisa mengandalkan ijasah pendidikannya untuk bekerja formal.

Mereka meminjam uang untuk mengembangkan keterampilannya di bidang non-formal agar bisa mengembangkan pendapatan keluarga. Pegawai menggunakan sebagian besar pinjaman digunakan untuk mencukupi biaya pendidikan.

68

Sebagian besar (85.7%) responden yang bekerja sebagai Pedagang menggunakan uang pinjaman untuk modal usaha atau tambahan modal usaha.

Sebagian besar pegawai menggunakan uang pinjaman untuk biaya pendidikan anak.

Responden sudah menggunakan uang pinjaman sesuai dengan yang diharapkan CU.

CU “Abdi Rahayu” mengutamakan pengajuan pinjaman untuk modal atau tambahan usaha dan biaya pendidikan. Sehingga, latar belakang pekerjaan Kepala Keluarga mempengaruhi orientasi penggunaan uang pinjaman dan sekaligus orientasi dalam membimbing anak-anaknya.

Hampir semua responden mengajukan pinjaman dan menggunakan uang pinjaman dengan ragam kegunaannya. Responden sudah menggunakan uang pinjaman sesuai dengan yang diharapkan CU di mana lebih dari separuh (68.2%) menggunakan pinjaman untuk biaya pendidikan dan modal usaha. Hal itu mengindikasikan bahwa anggota memiliki tingkat kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kemauan untuk sejahtera cukup tinggi.

Tabel 4.6 Pekerjaan dan Sumber Pendapatan Keluarga

Pekerjaan

Semua pedagang memperoleh pendapatan dari hasil dagangannya. Pegawai dan pensiunan memperoleh pendapatan dari gaji bulanan. Responden yang bekerja

69

Responden mempunyai tingkat pendidikan berbeda-beda. Kurang dari seperempat (22.0%) Kepala Keluarga berpendidikan SMP, hampir separuh (46.0%) berpendidikan SMA. Sepertiga Kepala Keluarga adalah Sarjana. Sebagian besar Kepala Keluarga cukup berpendidikan sehingga mempunyai kemampuan yang cukup dalam mengatur dan mengarahkan anggota keluarga dalam hal pendidikan dan kesejahteraan keluarga.

Ibu Keluarga sudah mengenyam pendidikan, baik itu pendidikan dasar, lanjutan dan Perguruan Tinggi. 8.0% Ibu Keluarga berpendidikan SD. 24.0% Ibu Keluarga berpendidikan SMP. 24.0% Ibu Keluarga berpendidikan Sarjana. 44.0% Ibu

70

Keluarga berpendidikan SMA. Dua pertiga lebih (68.0%) Ibu Keluarga berpendidikan SMA dan Sarjana. Sehingga, baik Kepala Keluarga dan Ibu Keluarga mempunyai kesadaran dan kemampuan yang sama dalam mengarahkan dan mengatur keluarga.

Tabel 4.9 Pendidikan Anak

Pendidikan perempat (80%) keluarga-keluarga mampu menyekolahkan anak hingga jenjang SMA dan Sarjana. Kemampuan ekonomi keluarga bisa dilihat melalui kemampuan keluarga menyekolahkan anak-anak mereka. Semua responden yang berpendidikan SD-SMP mampu menyekolahkan anak mereka melebihi pendidikan terakhir orang tua mereka. Bahkan, lebih dari sepertiga (36.4%) responden yang berpendidikan SD-SMP mampu menyekolahkan anak mereka hingga Sarjana. Semua responden yang berpendidikan SMA mampu menyekolahkan anak-anak mereka, ada yang sedang di bangku SD dan lebih dari seperempat responden (26%) mampu menyekolahkan hingga Perguruan Tinggi. Semua responden berpendidikan Sarjana mampu menyekolahkan anak-anaknya, ada yang sedang sekolah di bangku SD dan separuh responden menyekolahkan hingga Sarjana.

71

Realita itu mengindikasikan bahwa tingkat kesadaran akan pendidikan cukup tinggi. Sebagian besar responden mampu menyekolahkan anak hingga melebihi pendidikan akhir mereka. Dengan mampu menyekolahkan anak hingga setara atau melebihi pendidikan orang tua merupakan prestasi bagi orang tua. Orang tua juga merasa bahagia dan bangga karena bisa membiayai pendidikan anak hingga selesai.

Sebagian besar responden tergolong sejahtera karena memiliki penghasilan tetap yang bisa mencukupi segala kebutuhan hidupnya. Tingkat pendidikan dan kesadaran akan pentingnya pendidikan juga cukup tinggi. Anggota tidak cukup menyekolahkan anaknya setara dengan pendidikan terakhir orang tua melainkan mampu menyekolahkan anak hingga melebihi pendidikan orang tuanya. Walaupun tingkat kesadaran akan pendidikan dan secara ekonomi anggota tergolong mampu, mereka memilih CU sebagai lembaga keuangan yang bisa membantu mereka. Mereka memilih CU karena: pertama, faktor tawaran produk CU antara lain: bila membandingkan dengan Bank, CU menawarkan bunga simpanan tinggi (8% per tahun) dan bunga pinjaman rendah (1.5% per bulan). Produk-produk CU yang ditawarkan menarik umat mulai dari yang sederhana hingga sejahtera. Proses administrasi mudah saat menjadi anggota atau saat mengajukan pinjaman. Kedua:

faktor suasana pelayanan. Petugas mampu menciptakan suasana yang nyaman dan tanggap terhadap setiap kebutuhan anggota dengan baik. Ketiga, faktor kedekatan relasi. Anggota tertarik menjadi anggota karena mengenal baik petugas CU atau anggota CU.

72

Pendapatan seberapa pun besarnya akan tetap kurang bila tidak dikelola dengan baik. Mereka membutuhkan CU agar bisa membantu dalam mengelola keuangan keluarga (financial planning). CU tidak mengkondisikan agar anggota bisa meminjam melainkan membantu anggota agar bisa menciptakan saldo keuangan sendiri. Anggota hanya boleh mengajukan pinjaman bila sudah selama tiga kali berturut-turut setor simpanan wajib dan tabungan.

4.4 Hasil Penelitian tentang Pelayanan Credit Union “Abdi Rahayu” Sebagai Wujud Diakonia Paroki Marganingsih-Kalasan

4.4.1 Tingkat Kesejahteraan Anggota Credit Union “Abdi Rahayu”

Kesejahteraan adalah seluruh persyaratan yang diperlukan agar

Kesejahteraan adalah seluruh persyaratan yang diperlukan agar

Dokumen terkait