• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

MEKANISME PENGELOLAAN

PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

1. Pengawasan Internal/Atasan Langsung

a. KPA/PPK wajib melakukan pemeriksaan kas bendahara sekurang-kurangnya satu kali dalam satu bulan untuk meneliti kesesuaian antara saldo buku dan saldo kas;

b. KPA wajib melakukan rekonsiliasi internal antara pembukuan bendahara hibah dan laporan keuangan UAKPA sekurang-kurangnya satu kali dalam satu bulan sebelum dilakukan rekonsiliasi dengan KPPN. Hasil Pemeriksaan harus dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Kas dan rekonsiliasi;

c. KPA melakukan Monitoring atas realisasi dana hibah setiap bulan yang diterima atau dalam proses ;

d. Pengawasan oleh Atasan langsung terhadap Pengelolaan Keuangan disetiap Satuan Kerja penerima Hibah harus dilakukan secara intensif dan berjenjang;

e. Pengawasan dapat dilakukan dengan pertemuan berkala, melalui pengisian formulir/check list atau melalui kunjungan mendadak (sidak), agar dapat diketahui lebih dini apabila pelaksanaan tidak sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku; dan

f. Hasil Pengawasan dilaporkan kepada Eselon I.

2. Pengawasan Eksternal/Aparat Pengawasan Internal Pemerintah a. Dalam Pelaksanaan pengelolaan hibah langsung dalam

bentuk uang yang pelaksanaannya di daerah harus dengan mekanisme “ one gate policy ”

b. Untuk Tujuan Pengendalian internal, Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan Akan melakukan Review terhadap

48

c. Inspektorat Jenderal akan melakukan Audit Operasional pada satuan kerja

d. Percepatan Penyelesaian Tindak Lanjut LHP atas Pemeriksaan Hibah Langsung

Fund Channeling

BAB VII PENUTUP

Pedoman Pengelolaan Hibah Langsung Luar Negeri Dalam Bentuk Uang yang dilaksanakan di Daerah (Fund Channeling) diharapkan dapat bermanfaat bagi para Pengelola dan Penanggung Jawab hibah langsung baik di daerah dan pusat yang pelaksanaan kegiatannya dilaksankan di daerah, sehingga dalam penyusunan laporan keuangan untuk tingkat UAKPA dapat dilaksanakan dengan baik.

Pedoman ini diharapkan dapat membantu Pengelolaan Keuangan Hibah Langsung dalam bentuk uang agar sesuai dengan ketentuan dan mendukung kewajaran atas opini Laporan Keuangan Kementerian Kesehatan. Disadari bahwa peraturan ini masih belum sempurna sehingga masukan untuk perbaikan tetap diharapkan.

Fund Channeling LAMPIRAN 1 (KOP SURAT) KEMENTERIAN/LEMBAGA Nomor : …….. Sifat : …….. Lampiran : ……..

Hal : Permohonan Permintaan Nomor Register Hibah

Yth. Direktur Evaluasi, Akuntansi dan Setelmen Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang

Kementerian Keuangan

Menunjuk Peraturan Menteri Keuangan Nomor: ………/PMK.05/2011 tentang ……….., dengan ini kami mengajukan permohonan permintaan nomor register hibah untuk proyek/kegiatan …..(1)….. yang berasal dari donor ………(2)………

Sebagai syarat permintaan nomor register terlampir kami sampaikan :

1. Dokumen Perjanjian Hibah (Grant Agreement)/dokumen lain yang dipersamakan; 2. Ringkasan Hibah (Grant Summary).

Untuk memudahkan dalam penyampaian persetujuan nomor register, persetujuan tersebut dapat disampaikan kepada …………..(3)………

Demikian disampaikan untuk dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Atas kerjasamanya yang baik diucapkan terima kasih.

………(4)….,…..(5)………… ….. ……….(6)……… ….. ………..(7)……..……… ….. NIP ……… Tembusan :

56

PETUNJUK PENGISIAN PERMOHONAN NOMOR REGISTER HIBAH

Nomor Uraian

(1) Diisi nama proyek/kegiatan hibah sesuai Perjanjian Hibah atau dokumen yang dipersamakan

(2) Diisi nama Negara/Lembaga Pemberi Hibah

(3) Diisi nama dan alamat Instansi beserta nomor telepon/fax Pemohon nomor register hibah

(4) Diisi lokasi Pemohon nomor register hibah

(5) Diisi tanggal surat permohonan nomor register hibah

(6)

Diisi jabatan penandatangan surat permohonan nomor register hibah, dapat diisi Sekretaris Jenderal Kementerian/Lembaga atau Kepala Satuan Kerja penerima hibah

(7) Diisi nama dan NIP Pejabat penandatangan surat permohonan nomor register hibah

(8)

Diisi pihak-pihak yang mendapat tembusan surat permohonan nomor register hibah, termasuk kepada Unit pada Kementerian/Lembaga yang memiliki tugas dan fungsi menyusun Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga.

Fund Channeling

RINGKASAN HIBAH (GRANT SUMMARY) 1. Nama Hibah/Grant :

2. Nilai Hibah/Grant :

3. Mata Uang :

4. Nomor Hibah/Grant : 5. Nomor Referensi lain : 6. Tanggal Penandatanganan :

7. Kementerian Lembaga Penerima/Executing Agency : Kode Satker : 8. Implementing Agency/Beneficiary dan Kode Satker (bisa lebih dari satu)

a. Nama : b. Alamat : c. Kode Satker : d. Nomor Telepon/Faximile : / e. E-mail : 9. Donor/Pemberi Hibah : a. Negara : b. Alamat : c. Nomor Telepon/Faximile : / d. E-mail :

10. Sumber Pembiayaan : Ƒ Lembaga Multilateral Ƒ Lembaga Bilateral Ƒ Lembaga Swasta Ƒ Perorangan Ƒ Lainnya :

11. Jenis Pembiayaan (Grant Purpose) :

12. Jenis Hibah : Ƒ Terencana Ƒ Langsung 13. Penarikan Hibah :

a. Tatacara Penarikan : Ƒ PP Ƒ L/C Ƒ PL Ƒ Reksus b. Rencana Penarikan/Disbursement Plan :

No. Penarikan Tgl/Bln/Thn Nilai

1. I 2. II 3. III 4. IV 5. V 6. Dan seterusnya c. Diterushibahkan

No. Kepada Nilai

1. 2. 14. Sektor Pembiayaan

58 15. Lokasi/Alokasi Proyek :

No. Lokasi Alokasi

1. 2.

16. Tanggal Efektif/Effective Date : Tanggal Bulan Tahun

17. Tanggal Batas Waktu Pengefektifan/

Date Effective Limit : Tanggal Bulan

Tahun

18. Tanggal Batas Penarikan/Closing Date : Tanggal Bulan Tahun

19. Tanggal Penutupan Rekening/

Date of Closing Account : Tanggal Bulan

Tahun 20. Biaya

:

No. Uraian I II III IV V

1. Jenis Biaya 2. Besar biaya 3. Jatuh tempo

21. Ketentuan pengiriman NoD : Ƒ Ada Ƒ Tidak ada 22. Persyaratan Pengefektifan/

Conditions Precedent for Effectiveness :

23. Nomor Registrasi Grant/Hibah : (Diisi oleh Direktorat EAS) 24. DMFAS Grant ID : (Diisi oleh Direktorat EAS)

Tempat, tanggal, bulan, tahun Jabatan

Nama NIP/NRP

Fund Channeling

PENJELASAN & PETUNJUK PENGISIAN RINGKASAN HIBAH/GRANT SUMMARY

No Penjelasan 1 Diisi dengan nama proyek sesuai yang tertulis dalam Perjanjian Hibah/Grant

Agreement.

2 Diisi dengan jumlah hibah/grant sesuai yang tertulis dalam Perjanjian Hibah/Grant Agreement.

3 Diisi dengan mata uang sesuai yang tertulis dalam Perjanjian Hibah/Grant

Agreement.

4 Diisi dengan nomor reference dari donor 5 Diisi dengan nomor referensi lainnya (jika ada)

6 Diisi dengan tanggal penandatangan hibah/grant date signing. 7 Diisi dengan nama Kementerian/Lembaga penerima hibah/grant. 8 Diisi dengan nama eselon I/Satker penerima dan pengelola hibah/grant. 9 Jelas

10 Jelas

11 Diisi dengan jenis peruntukkan pembiayaan dari hibah/grant, misal bantuan program, bantuan proyek, technical assistance.

12 Jelas 13

a. Jelas.

b. Dilampirkan dengan Rencana Penarikan/Disbursement Schedule dan

executing agency, termasuk alokasi per jenis kategori dan per tahun.

c. Diisi nama Lembaga/Pemda/BUMN penerima penerusan hibah 14 Diisi dengan sektor yang dibiayai dalam hibah/grant, misal infrastructure,

education, health dsb.

15 Dalam hal proyek diberbagai lokasi, disebutkan lokasi dan alokasi dana per propinsi dan kab/kota

16 Diisi dengan tanggal efektif hibah/grant tersebut 17 Jelas

18 Jelas

19 Diisi dengan tanggal penetapan penutupan rekening/account sesuai dengan ketentuan pemberi hibah.

20 1. Diisi dengan jenis-jenis biaya/fee.

2. Diisi dengan besarnya rate yang ditetapkan dalam Perjanjian Hibah. 3. Diisi dengan saat jatuh tempo yaitu saat pembayarannya sesuai yang telah

disepakati dalam Perjanjian Hibah (jika ada).

21 Diisi penjelasan bahwa dalam Perjanjian Hibah telah diatur/belum tentang ketentuan pencantuman ketentuan pengiriman NoD oleh Donor

22 Diisi dengan keterangan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk pengefektifan Hibah/Grant tersebut (jika ada).

23 Jelas 24 Jelas

60

KOP SURAT

Nomor : S- ……../2007 ….. …… 2007

Sifat : ……….

Lampiran : ……….

Hal : Permohonan Persetujuan Pembukaan Rekening

Yth. ………..1) di

……….2)

Menunjuk Peraturan Menteri Keuangan Nomor : ……./PMK.05/2007 tentang Pengelolaan Rekening Milik Kementerian Negara/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja, dengan ini kami mengajukan permohonan persetujuan pembukaan rekening………3) pada ……….4) untuk keperluan ……….5)

Demikian disampaikan untuk dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Atas kerjasamanya yang baik diucapkan terima kasih.

Kepala Kantor,

………..6) NIP. ……….

Fund Channeling

PETUNJUK PENGISIAN

SURAT PERMOHONAN PEMBUKAAN REKENING

Nomor Uraian

(1)

Diisi:

- Direktur Jenderal Perbendaharaan untuk kantor/satuan kerja yang dibayar melalui Dit. Pengelolaan Kas Negara; atau

- Kepala KPPN untuk kantor/satuan kerja yang dibayar melalui KPPN.

(2) Diisi : Jakarta atau nama kota tempat lokasi KPPN

(3) Diisi : penerimaan atau pengeluaran atau lainnya (selain penerimaan atau pengeluaran)

(4) Diisi: Bank Indonesia/nama bank umum/kantor pos giro dimana akan dibuka rekening tersebut.

(5) Diisi :

a. Menampung pendapatan Negara dalam rangka pelaksanaan APBN yang di tata usahakan oleh Bendahara Penerimaan; atau b. Menampung uang untuk keperluan belanja negara dalam rangka

pelaksanaan APBN yang di tata usahakan oleh Bendahara Pengeluaran; atau

c. Menampung selain a dan b, berdasarkan kebutuhan yang benar-benar diperlukan untuk kantor/satuan kerja sesuai dengan bidang tugasnya.

(6) Nama Kepala Kantor selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran

62 LAMPIRAN 4 KOP SURAT Nomor : S- ……../2007 ….. …… 2007 Sifat : ………. Lampiran : ……….

Hal : Pernyataan Penggunaan Rekening

Yth. ………..1) di

……….2)

Menunjuk Peraturan Menteri Keuangan Nomor : ……./PMK.05/2007 tentang Pengelolaan Rekening Milik Kementerian Negara/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja, dengan ini kami menyatakan dengan sungguh-sungguh, sesuai dengan surat kami tanggal ……….3) Nomor …………..4) hal permintaan persetujuan pembukaan rekening, untuk menggunakan rekening yang dibuka atas nama jabatan, yaitu rekening ………5) pada ………6) hanya untuk keperluan ………..7)

Demikian disampaikan untuk dapat dimaklumi.

Kepala Kantor,

………..8) NIP. ……….

Fund Channeling

PETUNJUK PENGISIAN

SURAT PERMOHONAN PEMBUKAAN REKENING

Nomor Uraian

(1) Diisi:

- Direktur Jenderal Perbendaharaan untuk kantor/satuan kerja yang dibayar melalui Dit. Pengelolaan Kas Negara; atau

- Kepala KPPN untuk kantor/satuan kerja yang dibayar melalui KPPN.

(2) Diisi : Jakarta atau nama kota tempat lokasi KPPN

(3) Diisi : tanggal surat permohonan persetujuan pembukaan rekening

(4) Diisi : nomor surat permohonan persetujuan pembukaan rekening

(5) Diisi : penerimaan atau pengeluaran atau lainnya (selain penerimaan atau pengeluaran)

(6) Diisi: Bank Indonesia/nama bank umum/kantor pos giro dimana akan dibuka rekening tersebut.

(7) Diisi :

a. Menampung pendapatan Negara dalam rangka pelaksanaan APBN yang di tata usahakan oleh Bendahara Penerimaan; atau b. Menampung uang untuk keperluan belanja negara dalam rangka

pelaksanaan APBN yang di tata usahakan oleh Bendahara Pengeluaran; atau

c. Menampung selain a dan b, berdasarkan kebutuhan yang benar-benar diperlukan untuk kantor/satuan kerja sesuai dengan bidang tugasnya.

(8) Nama Kepala Kantor selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran

64 LAMPIRAN 5 KOP SURAT Nomor : S- ……../2007 ….. …… 2007 Sifat : ………. Lampiran : ……….

Hal : Pernyataan Pembukaan Rekening

Yth. ………..………..1) di

……….2)

Menunjuk Peraturan Menteri Keuangan Nomor : ……./PMK.05/2007 tentang Pengelolaan Rekening Milik Kementerian Negara/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja, dengan ini dilaporkan bahwa, berdasarkan surat persetujuan Menteri Keuangan tanggal ……….3) Nomor …………..4), kami telah melakukan pembukaan rekening ……….5) pada ………..6) dengan nomor rekening ……….. 7) untuk keperluan ………..8).

Demikian disampaikan untuk dapat dimaklumi.

Kepala Kantor,

………..9) NIP. ……….

Fund Channeling

PETUNJUK PENGISIAN

SURAT PERMOHONAN PEMBUKAAN REKENING

Nomor Uraian

(1) Diisi:

- Direktur Jenderal Perbendaharaan untuk kantor/satuan kerja yang dibayar melalui Dit. Pengelolaan Kas Negara; atau

- Kepala KPPN untuk kantor/satuan kerja yang dibayar melalui KPPN.

(2) Diisi : Jakarta atau nama kota tempat lokasi KPPN

(3) Diisi : tanggal surat permohonan persetujuan pembukaan rekening

(4) Diisi : nomor surat permohonan persetujuan pembukaan rekening

(5) Diisi : penerimaan atau pengeluaran atau lainnya (selain penerimaan atau pengeluaran)

(6) Diisi: Bank Indonesia/nama bank umum/kantor pos giro dimana akan dibuka rekening tersebut.

(7) Diisi : nomor rekening yang telah dibuka

(8) Diisi :

a. Menampung pendapatan Negara dalam rangka pelaksanaan APBN yang di tata usahakan oleh Bendahara Penerimaan; atau b. Menampung uang untuk keperluan belanja negara dalam rangka

pelaksanaan APBN yang di tata usahakan oleh Bendahara Pengeluaran; atau

c. Menampung selain a dan b, berdasarkan kebutuhan yang benar-benar diperlukan untuk kantor/satuan kerja sesuai dengan bidang tugasnya.

(9) Nama Kepala Kantor selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran

66 LAMPIRAN 6 KOP SURAT Nomor : S- ……../2007 ….. …… 2007 Sifat : ………. Lampiran : ……….

Hal : Permohonan Persetujuan atas Rekening yang sudah dibuka.

Yth. ………..………..1) di

……….2)

Menunjuk Peraturan Menteri Keuangan Nomor : ……./PMK.05/2007 tentang Pengelolaan Rekening Milik Kementerian Negara/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja, dengan ini dilaporkan bahwa sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini, kami telah melakukan pembukaan rekening ………3) pada ……….4) dengan nomor rekening ………..5) untuk keperluan ………6).

Sehubungan dengan hal tersebut dimohon agar pembukaan rekening dimaksud dapat diterbitkan surat persetujuannya.

Demikian disampaikan untuk dapat ditindak lanjuti sebagaimana mestinya. Atas kerjasamanya yang baik diucapkan terima kasih.

Kepala Kantor,

………..7) NIP. ……….

Fund Channeling

PETUNJUK PENGISIAN

SURAT PERMOHONAN PEMBUKAAN REKENING

Nomor Uraian

(1) Diisi:

- Direktur Jenderal Perbendaharaan untuk kantor/satuan kerja yang dibayar melalui Dit. Pengelolaan Kas Negara; atau

- Kepala KPPN untuk kantor/satuan kerja yang dibayar melalui KPPN.

(2) Diisi : Jakarta atau nama kota tempat lokasi KPPN

(3) Diisi : penerimaan atau pengeluaran atau lainnya (selain penerimaan atau pengeluaran)

(4) Diisi: Bank Indonesia/nama bank umum/kantor pos giro dimana akan dibuka rekening tersebut.

(5) Diisi : nomor rekening yang telah dibuka sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini

(6) Diisi :

a. Menampung pendapatan Negara dalam rangka pelaksanaan APBN yang di tata usahakan oleh Bendahara Penerimaan; atau b. Menampung uang untuk keperluan belanja negara dalam rangka

pelaksanaan APBN yang di tata usahakan oleh Bendahara Pengeluaran; atau

c. Menampung selain a dan b, berdasarkan kebutuhan yang benar-benar diperlukan untuk kantor/satuan kerja sesuai dengan bidang tugasnya.

(7) Nama Kepala Kantor selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran

68

I. BUKU KAS UMUM BENDAHARA PENGELUARAN PEMBANTU

Bagian 1 : Halaman Muka

Petunjuk Pengisian Halaman Muka Buku Kas Umum: (1) : Diisi tahun anggaran

(2) : Diisi kode dan nama Kementerian (3) : Diisi kode dan nama unit organisasi (4) : Diisi kode dan nama provinsi/kabupaten/kota (5) : Diisi kode dan nama satuan kerja (6) : Diisi alamat satuan kerja (7) : Diisi kode dan nama KPPN

(8) : Diisi jenis dokumen anggaran (DIPA, SKPA, atau lainnya) (9) : Diisi nomor dan tanggal, bulan, tahun dokumen anggaran

(10) : Diisi nomor dan tanggal, bulan, tahun revisi dokumen anggaran (jika ada) (11) : Diisi nomor dan tanggal SK Penetapan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) (12) : Diisi nomor dan tanggal SK Penetapan BPP

(13) : Diisi tempat, dan tanggal, bulan serta tahun Buku Kas Umum dibuat (14) : Diisi nama lengkap dan NIP PPK atas nama KPA

(15) : Diisi nama lengkap dan NIP BPP

BUKU KAS UMUM

Tahun Anggaran : ………... (1) Kementerian/Lembaga : (……)..………... (2) Unit Organisasi : (……)..………... (3) Provinsi/Kabupaten/Kota : (……)..………... (4) Satuan Kerja : (……)..………... (5) Alamat : (……)..………... (6) KPPN : (……)..………... (7) Dokumen : (……)..………... (8) Nomor, Tanggal Dokumen : …………,………... (9)

Revisi ke: 1. : …………,………... (10) 2. : …………,………... 3. : …………,………

Nomor, Tgl, SK Penetapan : ………... 1. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) : ………... (11) 2. Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) : ………... (12) Mengetahui …..,………..(13)

PPK atas nama KPA, Bendahara Pengeluaran Pembantu,

14) (15)

………. ……….. NIP……….. NIP………

Fund Channeling

Bagian 2 : Halaman Isi

Tanggal Nomor Bukti Uraian Debet Kredit Saldo

1 2 3 4 5 6

Petunjuk pengisian :

Kolom (1) : Diisi tanggal pembukuan (format: tanggal-bulan-tahun) Kolom (2) : Diisi nomor bukti pembukuan

Kolom (3) : Diisi uraian transaksi penerimaan/pengeluaran

Kolom (4) : Diisi jumlah penerimaan yang tercantum dalam dokumen sumber Kolom (5) : Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum dalam dokumen sumber

Kolom (6) : Diisi jumlah saldo setelah ditambah/dikurangi jumlah penerimaan/setoran yang tercantum dalam dokumen sumber

70

II. BUKU PEMBANTU

1. BP Kas/BP UM Perjadin/BP Uang Uang Muka (Voucher)/BP LS-Bendahara/BP Lain-lain

Petunjuk Pengisian Halaman Muka Buku Kas Umum: (1) : Diisi jenis BP berkenaan

(2) : Diisi tahun anggaran

(3) : Diisi kode dan nama Kementerian (4) : Diisi kode dan nama unit organisasi (5) : Diisi kode dan nama Provinsi/Kabupaten/Kota (6) : Diisi kode dan nama satuan kerja

(7) : Diisi alamat Satuan Kerja (8) : Diisi kode dan nama KPPN

(9) : Diisi jenis dokumen anggaran (DIPA, SKPA, atau lainnya) (10) : Diisi nomor dan tanggal, bulan, tahun dokumen anggaran

(11) : Diisi nomor dan tanggal, bulan, tahun revisi dokumen anggaran (jika ada) (12) : Diisi nomor dan tanggal SK Penetapan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) (13) : Diisi nomor dan tanggal SK Penetapan BPP

Pengisian kolom 1 sampai 6 mengikuti petunjuk pengisian halaman isi Buku Kas Umum

Buku Pembantu ……… (1) Tahun Anggaran : ……… (2) Kementerian/Lembaga : (……)..……….. (3) Unit Organisasi : (……)..……….. (4) Provinsi/Kabupaten/Kota : (……)..……….. (5) Satuan Kerja : (……)..……….. (6) Alamat : (……)..……….. (7) KPPN : (……)..………... (8) Dokumen : (……)..……….. (8)

Nomor, Tanggal Dokumen : …………,………... (9)

Revisi ke: (11) Nomor, Tgl, SK Penetapan: 1. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) : …………,………... (12)

2. Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) : …………,………... (13)

Tanggal Nomor

Bukti Uraian Debet Kredit Saldo

Fund Channeling

LAMPIRAN 8

III. Berita Acara Pemeriksaan Kas Bendahara Pengeluaran Pembantu

KOP SURAT

BERITA ACARA PEMERIKSAAN KAS BENDAHARA PENGELUARAN PEMBANTU

Pada hari ini,….. tanggal…….. bulan……. tahun………., kami selaku Pejabat Pembuat Komitmen telah melakukan pemeriksaan kas Bendahara Pengeluaran Pembantu dengan nomor rekening: …………, dengan posisi saldo Kas Umum

sebesar Rp…………. dan nomor bukti terakhir: ……..

Adapun hasil pemeriksaan kas sebagai berikut : I. Hasil pemeriksaan pembukuan BPP A. Saldo Kas (yang belum dipertanggungjawabkan BPP) 1. Saldo BP Kas (tunai dan bank) Rp ………

2. Saldo BP Umum (voucher) Rp ……… (+)

3. Jumlah (A.1+A.2) Rp ………

B. Saldo Kas tersebut pada huruf A, terdiri dari 1. Saldo BP UP Rp ………

2. Saldo BP LS-Bendahara Rp ………

3. Saldo BP Pajak Rp ………

4. Saldo BP Lain-Lain Rp ……… (+)

5. Jumlah (B.1+B.2+B.3+B.4) Rp ………

C. Selisih Pembukuan (A.4-B.5) Rp …………...

II. Saldo BP Lain-lain sebagaimana angka I.B.4 terdiri atas: a. ………

b. ………

dst. III. Hasil Pemeriksaan kas A. Kas yang dikuasai BPP 1. Uang tunai di brankas Rp ………

2. Uang di rekening Rp ………

Uang di rekening RP ……… (+)

3. Jumlah Kas (A.1+A.2) Rp ………

B. Selisih Kas (I.A.1-II.A.3) Rp …………..

IV. Penjelasan atas selisih kas ………...

………...

………,………..

Yang Diperiksa, Yang memeriksa, Bendahara Pengeluaran Pembantu PPK atas nama KPA Nama ……… Nama ………

72

LAMPIRAN 9

KOP SURAT

BERITA ACARA PEMERIKSAAN KAS DAN SERAH TERIMA BENDAHARA PENGELUARAN PEMBANTU

Pada hari ini,….. tanggal…….. bulan……. tahun………., kami selaku Pejabat Pembuat Komitmen telah melakukan pemeriksaan kas Bendahara Pengeluaran Pembantu dengan nomor rekening: …………, dengan posisi saldo Kas Umum sebesar

Rp…………. dan nomor bukti terakhir: ……..

Adapun hasil pemeriksaan kas sebagai berikut : I. Hasil pemeriksaan pembukuan BPP A. Saldo Kas (yang belum dipertanggungjawabkan BPP) 1. Saldo BP Kas (tunai dan bank) Rp ………

2. Saldo BP Umum (voucher) Rp ……… (+)

3. Jumlah (A.1+A.2) Rp ………

B. Saldo Kas tersebut pada huruf A, terdiri dari 1. Saldo BP UP Rp ………

2. Saldo BP LS-Bendahara Rp ………

3. Saldo BP Pajak Rp ………

4. Saldo BP Lain-Lain Rp ……… (+)

5. Jumlah (B.1+B.2+B.3+B.4) Rp ………

C. Selisih Pembukuan (A.4-B.5) Rp …………...

II. Saldo BP Lain-lain sebagaimana angka I.B.4 terdiri atas: a. ………

b. ………

dst. III. Hasil Pemeriksaan kas A. Kas yang dikuasai BPP 1. Uang tunai di brankas Rp ………

2. Uang di rekening Rp ………

Uang di rekening RP ……… (+)

3. Jumlah Kas (A.1+A.2) Rp ………

B. Selisih Kas (I.A.1-II.A.3) Rp …………..

IV. Penjelasan atas selisih kas : ………

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pada hari ini telah dilakukan serah terima Bendahara Pengeluaran Pembantu. Dengan ditandatanganinya berita acara ini pengelolaan keuangan terhitung sejak hari ini menjadi tanggung jawab bendahara yang menerima. Demikian berita acara ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya. ………,……….. Yang Diperiksa, Yang memeriksa,

Bendahara Pengeluaran Pembantu PPK atas nama KPA

Nama Nama

Fund Channeling

LAMPIRAN 10

FORM LPJ-BPP

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BENDAHARA PENGELUARAN PEMBANTU

Bulan : ………….(1) Tahun Anggaran 20xx Departemen/Lembaga : (……) ………. (2) Unit Organisasi : (……) ………. (3) Propinsi/Kab/Kota : (……) ………. (4) Satuan Kerja : (……) ………. (5)

Alamat dan Telp. : .……..………. (6)

No. SK PPK : .……..………. (7) Tanggal SK : ……… (8) No. SK BPP : .……..………. (9) Tanggal SK : ……… (10) Nomor Rekening : .……..………. (11) Nama Rekening : .……..………. (12) Kode Bank BI : (……) ………. (13) Nama Bank : .……..………. (14)

Nomor Persetujuan : .……..………. (15) Tanggal Persetujuan : ……… (16)

Dokumen : (……) ………. (17)

Nomor Dokumen : .……..………. (18) Tanggal Dokumen : ……… (19)

Fungsi : (……) ………. (20) Subfungsi : (……) ………. (21) Program : (……) ………. (22) Kegiatan : (……) ………. (23) Tahun Anggaran : .……..………. (24) KPPN : (……) ………. (25)

I. Keadaan Pembukuan bulan pelaporan dengan saldo akhir pada BKU sebesar Rp ………. (26)

Dan Nomor Bukti terakhir Nomor : ……….. (27)

No. Jenis Buku Pembantu Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir (1) (2) (3) (4) (5) (6) A. BP Kas, dan BP Uang Muka (Voucher) ………. ………... ………... ……….

1. BP Kas (tunai dan Bank) 2. BP Uang Muka/Voucher ………. ………. ………... ...……… ………... ...……… ………. ……….

B. BP selain Kas, dan Uang Muka (Voucher) 1. BP UP *) - Belanja MA ……

- Belanja MA ……

- Pengembalian Sisa UP 2. BP LS Bendahara - Pembayaran atau LS Bendahara - Setoran atas LS Bendahara 3. BP Pajak 4. BP Lain-lain ………. ………. ………. ………. ………... …….……… …….……… ……….……… ………... ………... ………... ………... ………... ………... ………... ………... ………... ………. ………. ………. ……….

*) jumlah pengurangan sudah termasuk kuitansi UP yang belum di-SPGU-kan sebesar Rp……… (28)

II. Keadaan kas pada akhir bulan pelaporan 1. Uang Tunai di brankas Rp ………(29)

2. Uang di rekening bank (terlampir salinan rekening koran) Rp ………...(30) (+)

3. Jumlah kas Rp ………..(31) (Terlampir Berita Acara Pemeriksaan Kas) III. Selisih kas 1. Saldo Akhir BP (I.A. 1 kolom (6)) Rp ………(32)

2. Jumlah Kas (II.3) Rp ………(33) (-)

3. Selisih Kas Rp ………(34)

IV. Penjelasan selisih kas dan/atau selisih pembukuan (apabila ada) : 1. ……….

2. ………. (35)

…………,………(36)

Mengetahui, PPK atas nama KPA. Bendahara Pengeluaran Pembantu, ………. (37) ………. (39)

NIP. ……… (38) NIP. ……….……… (40)

Petunjuk Pengisian :

(1) : Diisi bulan pelaporam

(2) : Diisi kode dan nama Kementerian

74

Dokumen terkait