• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengawasan kepada karyawan

Dalam dokumen BAB I BAB V docx (Halaman 36-46)

ANALISIS SITUASI

B. Program Kesehatan dan keselamatan Kerja pada PT. PLN (Persero) Area Bandung

2) Pengawasan kepada karyawan

Perusahaan memprogramkan pengawasan kepada karyawan untuk menjamin bahwa pekerjaan dilakukan dengan benar dan karyawan menggunakan alat pengaman kerja dengan benar. Setiap karyawan bidang distribusi tenaga listrik yang melaksanakan perbaikan ataupun pemeliharaan yang merupakan anggota dari tim keselamatan ketenagalistrikan.

b) Penerapan Standar Prosedur Kerja (SPK)

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Area Bandung memprogramkan penerapan prosedur kerja secara umum yang

telah dibuat sebelumnya. Prosedur ini wajib dilaksanakan oleh seluruh karyawan perusahaan yaitu:

1) Setiap karyawan harus hadir 15 menit sebelum waktu kerja pukul 07.30. Perusahaan mewajibkan karyawan datang 15 menit sebelum waktu kerja dengan tujuan agar karyawan bisa mempersiapkan berbagai peralatan untuk bekerja.

2) Setiap karyawan diharuskan untuk membaca dan memahami petunjuk penggunaan alat-alat atau fasilitas yang akan digunakan dalam bekerja. Perusahaan mewajibkan seluruh karyawan memahami semua petunjuk penggunaan peralatan kerja dan alat pengaman kerja.

3) Setiap karyawan diharuskan memakai alat pengaman kerja saat bekerja. Perusahaan mewajibkan seluruh karyawan menggunakan alat pengaman kerja yang telah diberikan.

4) Setiap karyawan diharuskan untuk memelihara atau merawat peralatan dan fasilitas kerja. Perusahaan mewajibkan seluruh karyawan untuk memelihara peralatan dan fasilitas kerja yang telah disediakan.

5) Setiap karyawan diharuskan untuk memeriksa peralatan dan fasilitas kerja yang akan digunakan secara berkala. Perusahaan mewajibkan para karyawan untuk memeriksa

peralatan dan fasilitas kerja sebelum memulai pekerjaan secara seksama.

6) Setiap karyawan diharuskan melaporkan kepada perusahaan bila terjadi kerusakan pada peralatan dan fasilitas kerja. Perusahaan mewajibkan para karyawan untuk segera melaporkan kerusakan pada peralatan dan fasilitas kerja kepada perusahaan.

Untuk karyawan bidang distribusi tenaga listrik, perusahaan menyusun standar prosedur kerja secara khusus sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan. Prosedur ini wajib dilaksanakan oleh karyawan. Misalnya prosedur kerja pemulihan gangguan SUTM, prosedur kerja pemulihan gangguan trafo distribusi, prosedur kerja pemeliharaan transformator gardu tiang, dan sebagainya. Para karyawan bidang pendistribusian tenaga listrik diwajibkan untuk memahami dan melaksanakan semua prosedur kerja yang telah dibuat perusahaan.

c) Penyediaan fasilitas olah raga dan mengadakan kegiatan olahraga yang dilaksanakan setiap hari Jum’at.

Perusahaan memprogramkan kegiatan olahraga yang harus diikuti oleh seluruh karyawan. Untuk mendukung program tersebut perusahaan menyediakan beberapa fasiitas olahraga

seperti lapangan olah raga dan fasilitas pendukung lainnya. Perusahaan menyediakan anggaran kusus untuk membiayai dan menyediakan fasilitas pendukung olahraga. Kegiatan olah raga ini dilaksanakan setiap hari Jum’at mulai pukul 07.00 sampai dengan 09.00. Program ini dirancang untuk menjaga kondisi fisik (Kesehatan Jasmani) para karyawan agar terhindar dari berbagi penyakit yang dapat mengganggu pekerjaan.

d) Pemeliharaan fasilitas ibadah dan mengadakan kegiatan keagamaan.

Perusahaan memprogramkan pemeliharaan sarana ibadah untuk kegiatan keagamaan para karyawan seperti mushola atau mesjid. Perusahaan juga memprogramkan kegiatan siraman rohani (Tabligh akbar) setiap bulan dan mengharuskan setiap karyawan melaksanakan shalat berjamaah. Perusahaan menyediakan anggaran tertentu untuk membiayai pelaksanaan kegiatan ini. Program ini dimaksudkan untuk memelihara kesehatan rohani para karyawan.

e) Penyediaan fasilitas dan pemberian jaminan kesehatan pada karyawan.

Perusahaan memprogramkan penyediaan fasilitas dan pemberian jaminan kesehatan untuk seluruh karyawan yang diatur dan dikelola sendiri oleh perusahaan, sehingga para

karyawan meras lebih terjamin pada saat bekerja. Perusaaan menjalin kerjasama dengan rumah sakit guna menyediakan fasilitas kesehatan serta mengontrak beberapa doktor. Para karyawan wajib melakukan general check up kesehatan setiap tahun. Program ini dimaksudkan untuk memelihara kesehatan jasmani karyawan.

f) Memberikan alat pengaman kerja pada karyawan.

Perusahaan memprogramkan pemberian alat pengaman kerja kepada karyawan ( alat pelindung diri ). Alat ini berguna untuk melindungi karyawan pada saat melaksanakan pekerjaan. Salah satunya pada saat melakukan perbaikan atau pemeliharaan saluran distribusi tenaga listrik agar terhindar dari sengatan listrik dan bahaya kecelakaan lainnya. Alat pengaman kerja yang dimaksud antara lain :

1) Pemerian pakaian kerja / werkpaak dan jas hujan

Perusahaan memprogramkan pemberian pakaian kerja dan jas hujan setiap tahun kepada karyawan yang berguna untuk melindungi tubuh saat karyawan bekerja. Dengan menggunakan pakaian kerja yang baik dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan pada saat melaksanakan perbaikan ataupun pemeliharaan saluran

apabila pada saat perbaikan atau pemeliharaan terjadi hujan.

2) Pemberian Helm Pengaman

Perusahaan memprogramkan pemberian helm pengaman yang berguna untuk melindungi karyawan pada bagian kepala dari benturan dan atau kejatuhan benda keras. Helm yang diberikan adalah helm yang telah diuji ketahanannya dari benturan serta memberikan rasa nyaman saat dipakai.Helm ini wajib digunakan setiap karyawan bidang distribusi tenaga listrik pada saat bekerja.

3) Pemberian Sarung Tangan.

Perusahaan memprogramkan pemberian sarung tangan kepada karyawan yang berguna untuk melindungi tangan bila karyawan bersentuhan dengan saluran yang mengandung arus listrik. Sarung tangan yang diberikan harus melalui uji laboratorium sehingga dapat melindungi karyawan dari arus listrik. Terdapat beberapa jenis sarung tangan yaitu:

(a) Sarung tangan kulit

4) Pemberian sepatu pelindung

Perusahaan memprogramkan pemberian sepatu pelindung yang digunakan untuk melindungi kaki pada saat bekerja. Sepatu juga harus melalui uji laboratorium sehingga dapat melindungi karyawan dari arus listrik. Ada beberapa jenis sepatu yang digunakan yaitu:

a) Sepatu LersTR

b) Sepatu tahan pukul

c) Sepatu tahan tegangan 20 KV

5) Pemberian alat pelindung pernafasan (masker)

Perusahaan memprogramkan pemberian alat pelindung pernafasan yang berguna untuk melindungi / menghalangi masuknya zat-zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan, yang terhirup oleh karyawan pada saat melaksanakan pekerjaannya. Diberikan setiap tahun kepada karyawan.

6) Penyediaan sabuk pengaman

Perusahaan memprogramkan penyediaan sabuk pengaman yang digunakan oleh karyawan agar tidak terjatuh pada saat melaksanakan perbaikan oleh karyawan

agar tidak terjatuh pada saat melaksanakan perbaikan ataupun pemeliharaan saluran tenaga listrik. Alat ini wajib digunakan pada saat melaksanakan perbaikan atau pemeliharaan saluran distribusi tenaga listrik.

7) Penyediaan schakel stock 20 KV

Perusahaan memprogramkan penyediaan schakel stock 20 KV yang digunakan untuk memutus atau menghubungkan kembali saluran / kabel bertegangan tinggi. Terbuat dari bahan khusus yang dapat melindungi karyawan dari arus listrik dan telah diuji di laboratorium.

8) Penyediaan tongkat hubung tanah ( ground stick )

Perusahaan memprogramkan penyediaan tongkat hubung tanah yang berguna untuk menghindari kecelakaan (arus liar) pada saat melaksanakan perbaikan ataupun pemeliharaan saluran tenaga listrik. Terbuat dari bahan khusus yang dapat melindungi karyawan dari arus listrik dan telah melalui uji laboratorium.

9) Penyediaan media / alat penunjang keselamatan lainnya

Perusahaan memprogramkan penyediaan alat penunjang keselamatan lain dan pemasangan rambu-rambu

peringatan di semua tempat kerja, menyediakan APAR (alat pemadam api ringan ) dan lampu emergency.

10) Pemberian gizi tambahan

Perusahaan memprogramkan pemberian gizi tambahan kepada para karyawan sehingga dapat bekerja dengan kondisi/stamina yang lebih baik. Selain itu pemberian tunjangan lauk pauk untuk memenuhi kebutuhan gizi karyawan.

11) Pelatihan tentang kesehatan dan keselamatan kerja.

Perusahaan memprogramkan pemberian pelatihan tentang kesehatan dan keselamatan kerja kepada karyawan. Pelatihan ini diberikan untuk meningkatkan kinerja para karyawan.

g) Tujuan Program Kesehatan dan keselamatan kerja pada PT. PLN (Persero) Area Bandung

Tujuan program kesehatan dari keselamatan kerja pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Area Bandung adalah sebagai berikut:

a) Mengurangi segala risiko yang ditimbulkan akibat terjadinya kecelakaan kerja saat pegawai melaksanakan pemeliharaan saluran pendistriusian tenaga listrik.

b) Meningkatkan dan memelihara keselamatan dan kesehatan pegawai yang melaksanakan pemeliharaan saluran pendistribusian tenaga listrik.

c) Mencegah dan megurangi beban financial yang ditimbulkan karena adanya kecelakaan kerja.

d) Mencegah dan mengurangi angka kecelakaan kerja.

e) Memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan bekerja.

f) Mencegah dan mengendalikan timbulnya gangguan kesehatan (penyakit) yang diakibatkan pekerjaan.

g) Menjaga dan meningkatkan kebugaran fisik maupun mental pegawai.

Dengan demikian, secara umum tujuan program kesehatan dan keselamatan kerja pada PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Area Bandung adalah untuk melindungi para pekerja dari bahaya, ancaman dan segala macam potensi yang dapat mengakibatkan kecelakaan baik

cacat fisik maupun mental atau bahkan kematian ketika melaksanakan pemeliharaan saluran distribusi tenaga listrik, dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman dan nyaman agar bebas dari kecelakaan, sengatan, kebakaran dan penyakit akibat kerja.

Dalam dokumen BAB I BAB V docx (Halaman 36-46)

Dokumen terkait