Cara yang paling sederhana dan biasa digunakan untuk mengelompokkan gulma adalah berdasarkan habitatnya. Ada beberapa kelompok gulma yang penting yaitu : agrestal atau segetal, ruderal, gulma padang rumput, gulma air, gulma hutan, dan gulma lingkungan.
Agrestal atau Segetal
Asal katanya adalah agros yang berarti pertanian oleh karenanya agrestal didefinisikan sebagai gulma dilahan pertanian atau ditanah-tanah yang mengalami pengolahan. Termasuk di dalamnya adalah gulma-gulma tanaman pangan, kebun sayur, buah-buahan, dan perkebunan. Setiap daerah pertanaman mempunyai masalah gulma tersendiri. Ada gulma teh, gulma tebu, gulma karet, gulma cokelat, gulma jagung, dan lain-lain. Sesuai dengan cara-cara bercocok tanam, terutama sekali frekuensi dan musim pengolahan tanah, maka akan dijumpai adanya perbedaan tipe bentuk hidup (life-forms) dari gulma dalam satu komunitas. Pada umumnya, semakin sering lahan mengalami pengolahan semakin tinggi persentase tumbuhan semusim yang dijumpai pada komunitas gulma. Di daerah-daerah dengan perbedaan musim dingin yang nyata, waktu tanam mempunyai pengaruh yang jelas terhadap komposisi bentuk hidup dari komunitas gulma. Penanaman pada musim dingin menyebabkan jenis-jenis gulma yang membutuhkan suhu
IV. FAKTOR LINGKUNGAN TUMBUHAN PAKAN TROPIK
45
rendah untuk perkecambahannya akan tumbuh pesat, sedangkan jenis-jenis yang membutuhkan suhu tinggi akan terhambat.
Pada lahan-lahan perkebunan dimana tanahnya jarang sekali mengalami pengolahan mempunyai jenis-jenis gulma menahun yang komposisinya cukup besar dibandingkan dengan gulma semusimnya. Bahkan pada perkebunan yang tidak terpelihara dengan baik sering juga dijumpai jenis-jenis gulma berkayu seperti harendong (Melastoma malabathricum).
Guna kepentingan praktis agrestal biasanya secara sederhana dibagi menjadi gulma semusim dan gulma menahun. Gulma menahun pada umumnya mempunyai daya reproduksi vegetatif yang tinggi, sedangkan gulma semusim daya reproduksinya hanya bergantung pada biji. Pembagian lain dari agrestal ialah menjadi gulma berdaun lebar (dikot) dan gulma berdaun sempit (monokot) yang dibagi lagi menjadi rerumputan (Gramineae) dan teki-tekian (Cyperacea).
Ruderal
Merupakan tumbuhan yang pada umumnya dijumpai di tempat-tempat ruderal yang berasal dari bahasa Latin rudus yang artinya sisa-sisa (dalam arti luas). Termasuk didalamnya adalah habitat-habitat tepi jalan, rel kereta api, atap gedung, tepi-tepi kolam/danau/rawa/sungai, tempat pembuangan sampah dan lain-lain. Semua tempat ini mempunyai persamaan yang nyata yaitu telah mengalami gangguan akibat adanya aktifitas manusia. Jenis-jenis gulma yang dijumpai pada habitat-habitat ini sangat bervariasi mulai dari yang sederhana hingga berupa pohon yang tinggi. Keanekaragaman jenis yang terjadi disebabkan adanya perubahan lingkungan yang nyata sejalan dengan waktu dari proses suksesi sekunder pada habitat ruderal ini. Perubahan biasanya diawali dari jenis-jenis yang semusim kemudian berubah menjadi herba menahun dan akhirnya akan didominasi oleh pohon yang berkayu dan cukup tinggi.
Pada habibat ini banyak dijumpai jenis-jenis agrestal, akan tetapi banyak pula dari jenis-jenis yang dapat menguasai daerah ruderal tidak pernah dapat menguasai daerah-daerah pertanian. Beberapa sebab yang mungkin mempengaruhinya adalah :
1. Habitat ruderal lebih menguntungkan karena derajat kompetisi pada awal suksesi tidaklah begitu tinggi jika dibandingkan dengan habitat pertanian dimana jenis-jenis gulma harus mampu bersaing dengan tanaman budidaya yang disebar secara rapat.
2. Beberapa habitat ruderal mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi atau memiliki iklim mikro yang lebih menguntungkan.
3. Beberapa habitat ruderal kadangkala mempunyai kondisi tanah yang tidak menguntungkan sehingga hanya jenis-jenis tertentu yang dapat hidup.
Gulma Padang Rumput
Gulma ini pada umumnya terdiri dari jenis-jenis gulma menahun. Gulma didaerah ini didefinisikan sebagai semua jenis tumbuhan yang tidak mempunyai nilai gizi tinggi dan tidak produktif. Definisi lainnya ialah semua tumbuhan yang mempunyai nilai dan pengaruh negatif terhadap ternak atau hasilnya atau didefinisikan sebagai tumbuhan yang tidak dapat dimakan ternak dan beracun, mempunyai nilai kompetisi yang tinggi jika dibandingkan dengan rumput makanan ternaknya.
Gulma Air
Tumbuhan air dalam keadaan populasi dan tingkat kepadatan yang tinggi akan menimbulkan masalah terhadap manusia dengan mengganggu aktivitas lalu lintas air, menghambat kelancaran aliran air irigasi, mempercepat pendangkalan, dan lain-lain.
Pada masa kini gulma air telah menimbulkan masalah yang serius di perairan, ini disebabkan :
— Penyuburan air yang disebabkan oleh limbah industri, rumah tangga, dan pertanian menyebabkan peledakan populasi gulma air sehingga untuk pengendaliannya diperlukan biaya yang sangat tinggi; — Penggunaan pestisida khususnya herbisida telah menyebabkan
munculnya gulma-gulma air baru yang sebelumnya tidak menimbulkan masalah di perairan.
Gulma Hutan
Selain gulma yang dijumpai pada lahan-lahan persemaian pohon yang dipergunakan untuk peremajaan hutan atau hutan industri yang umumnya terdiri dari jenis agrestal, beberapa jenis tumbuhan hutan yang tidak dikehendaki atau tumbuhan pionir juga sering ditemukan.
Ada enam tipe gulma didaerah perhutanan yaitu :
— gulma lahan persemaian yang umumnya terdiri dari gulma semusim, — gulma lahan perhijauan yang umumnya terdiri dari jenis menahun
atau tumbuhan berkayu,
— gulma berkayu dari jenis-jenis pionir dan bukan berasal dari daerah itu,
— gulma merambat atau memanjat,
— tumbuhan semak atau perdu yang berasal dari hutan alami kemudian menguasai hutan buatan, dan
— jenis-jenis pohon yang berasal dari hutan alami.
Gulma Lingkungan
Gulma lingkungan merupakan jenis-jenis tumbuhan yang agresif, bukan tumbuhan asli daerah itu (pendatang) yang mampu menguasai vegetasi
IV. FAKTOR LINGKUNGAN TUMBUHAN PAKAN TROPIK
47
alami dan menghambat pertumbuhan jenis-jenis yang asli atau bahkan memusnahkannya. Beberapa contoh diantaranya ialah Eichornia crassipes,
Mikania micrantha, Mimosa pigra, dan lain-lain.
Pada umumnya vegetasi alami yang belum mengalami gangguan manusia tidak mudah dikuasai oleh jenis-jenis gulma pendatang ini. Oleh karena itu, habitat-habitat yang telah dikuasai oleh gulma lingkungan dapat dijadikan indikator besar kecilnya derajat gangguan yang telah ditimbulkan oleh manusia.