• Tidak ada hasil yang ditemukan

VII PENUTUP

Dalam dokumen BIODIVERSITAS TUMBUHAN PAKAN TERNAK (Halaman 89-101)

K

eberadaan HPT di Indonesia sejak lama belum mendapatkan perhatian yang serius. Meskipun disadari atau tidak, upaya untuk meningkatkan produktivitas ternak ruminansia sangat ditentukan oleh ketersediaan HPT baik kuantitas ataupun kualitasnya. Demikian pula halnya dengan ternak non ruminansia, produktivitasnya sangat ditentukan oleh ketersediaan tanaman penghasil biji-bijian pakan ternak. Kelangkaan ketersediaan jagung misalnya akan sangat mempengaruhi produksi ternak unggas akibat meningkatnya harga pakan, dimana jagung merupakan komponen utama penyusun ransum ternak unggas. Menyikapi fenomena di atas sudah selayaknya ke depan sangat diperlukan riset-riset tentang tanaman pakan yang sampai saat ini masih dilaksanaan secara terbatas pada kementerian pertanian dan perguruan tinggi. Apabila potensi daya hasil dan kualitas HPT lokal dapat ditingkatkan maka upaya tersebut merupakan sumbangan yang sangat besar bagi perkembangan peternakan Indonesia.

Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi para petani dan peternak serta para komunitas peduli tumbuhan pakan untuk meningkatkan produktivitas ternaknya serta dapat menjadi inspirasi bagi para peneliti tumbuhan pakan untuk melakukan riset-riset sesuai dengan kompetensinya.

BIODIVERSITAS TUMBUHAN PAKAN TERNAK

81

DAFTAR PUSTAKA

Abberton, M. T., Marshall, A. H., Humphreys, M. W., Macduff, J. H. 2008. Genetic improvement of forage crops for climate change mitigation. Pp. 60-63 in: Rowlinson, P., Steele, M., Nefzaoui, A. (Eds). Proceedings of the Livestock and Global Climate Change Conference, Hammamet, Tunisia, 17-20 May 2008.

Alikodra, H. S. dan Syaukani H.R. 2008. Global Warming: Banjir dan Tragedi Pembalakan Hutan. Nuansa. Bandung.

Andiku . 2009. Mitigasi perubahan iklim dengan pertanian organik dan distribusi lokal http://www.suprememastertv.com/ina (verified 30 September 2009).

Anonymous. 2002. Deklarasi Johannesburg Mengenai Pembangunan Berkelanjutan dan Rencana Pelaksanaan KTT Pembangunan Berkelanjutan. Direktorat Jenderal Multilateral Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Departemen Luar Negeri. Jakarta.

Bahar, S., Chalidjah, U. Abduh, dan M. Sariubang. 1999. Pertanaman campuran rumput dan legum untuk meningkatkan produksi dan kualitas hijauan. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner 1: 852-858.

Bapedda Bali. 2007. Laporan Penelitian Model Skenario Dukungan Iptek Unggulan Daerah (Sapi Bali). Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Bali bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Udayana, Denpasar.

Bogdan, A.V. 1977. Tropical pasture and fodder plants (grasses and legumes). Longman, London, New York, p. 15-55.

Brändli, R., T. Kupper, T. Bucheli, J. Mayer, F.X. Stadelmann, J. Tarradellas. 2004. Occurrence and relevance of organic pollutants in compost, digestate and organic residues. Literature review

Brewer, R. 1993 The Science of Ecology. 2nd ed. Saunders College Pub. New York.

Clamphan, W.B. 1973. Natural Ecosystems. MacMillan Publishing Co. Inc. New York.

Clapham W.B, Jr. 1973. Natural Ecosystems. Macmillan Publishing Co, Inc, New York.

Damayani, M. 1993. Usaha perbaikan beberapa sifat kimia ultisol, serapan hara dan hasil kedelai (Glycine max L.Merr) dengan pemberian kapur

dan kascing . Tesis Magister. Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Bandung, 56 halaman.

Davies, W.J. , J. Metcalfe, T.A.Lodge, and Alexandra R. da Costa. 1986. Plant growth substances and the regulation of growth under drought. Aust. J. Plant Physiol. 13:105-125.

Disnak Tabanan. 2007. Laporan Investigasi dan Desain Perluasan Areal Kebun Hijauan Makanan Ternak. Dinas Peternakan Kabupaten Tabanan, Tabanan.

Distan Bali. 2010. Kegiatan Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) di Provinsi Bali. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, Denpasar. Distan Bali. 2010. Kegiatan Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) di

Provinsi Bali. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, Denpasar. Djuarnani,N., Kristian, dan B.S. Setiawan. 2006. Cara cepat membuat

kompos. Agromedia Pustaka.

Ella, A., S. Yahya, dan S. Harjosoewignjo. 1999. Pola tanam tumpangsari jagung dengan leguminosa: Suatu alternatif dalam rangka meningkatkan ketersediaan hijauan pakan. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner 1: 846-851.

Gaga, I.B.P, I G. Mahardika, I W. Suarna, dan D.N. Suprapta. 2007. Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Melalui Peningkatan Kualitas Ransum Berbasis Bahan Pakan Lokal. Laporan Penelitian. Bappeda Provinsi Bali.

Ginantra, I K., I W. Suarna, I W. Kasa and D. Ismail. 2017. Consumption and Digestibility of the Ration by Timor Deer (Cervus timorensis Blainville) to Forage the Composition Grass, Forbs and Woody Plants. Journal of Biological and Chemical Research. Volume 34 (1) 29-41

Goeswono Soepardi. 1983. Sifat dan ciri tanah. IPB, Bogor, halaman. 85-449. Gray, K.R. and A.J. Biddlestone. 1974. Decomposition of Urban Waste. In

C.H. Dickinson, and G.J.F. Pugh. p. 743-775 . (Ed.) Biology of Plant Litter Decomposition. Vol.2. Academic Press. London and New York. Harjadi, M.M.S.S. 1979. Pengantar Agronomi. PT. Gramedia Jakarta. Herawati, T. 2012. Refleksi Sosial Dari Mitigasi Emisi Gas Rumah Kaca Pada

Sektor Peternakan Di Indonesia. Wartazoa, vol 21 No.1.

Horne, P.M. dan W.W. Stür. 1999. Developing forage technologies with smallholder farmers: how to select the best varieties to offer farmers in Southeast Asia. ACIAR and CIAT, ACIAR Monograph No. 62. Humphreys, L.R. 1987. Tropical Pastures and Fodder Crops. Longman Group

Ltd. England.

Humphreys, L.R. 1987. Tropical pastures and fodder crops: IntermediateTropical Agriculture Series. Longman, Singapore.

Hutton, E.M. 1978. Problems and succesess of legume-grass pastures, especially in Tropical Latin America. p. 81-93 In: P.A. Sanchez, and

DAFTAR PUSTAKA

83

L.E.Tergas (ed.) Pasture production in acid soils of the tropics. Proc. Seminar, CIAT, Cali, Colombia.

Iman Santosa, I., R.A. Sugardiman, A. Wibowo,S. Rachman, A.Tosiani, I. W.S. Darmawan, M. Lugina, F. Agus, Ai Dariah, M. Prihasto, Setyanto, M. Arianti, Wiharjaka, A. Hervani, A.Pramono, Y. Widiawati, W. Puastuti, D. Yullistiani, A. Meilani, S. Dewi, F. Johanna, D. H. A. Ekadinata, F. Suryaningrum, Y. C.Wulan. 2014. Pedoman Teknis Penghitungan Baseline Emisi Dan Serapan Gas Rumah Kaca Sektor Berbasis Lahan. Buku I: Landasan Ilmiah. Bappenas, Jakarta

IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change). 2006. IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. Prepared by The National Greenhouse Gas Inventories Programme, In Eggleston H.S., Buendia, L., Miwa, K., Ngara, T. & Tanabe, K. (Eds.). IPCC National Greenhouse Gas Inventory Programme, Published by IGES. Institute for Global Environmental Strategies (IGES), Hayama, Japan

Karsli, M. A. ang Russell, J. R. 2001. Effect of Some Dietary Factors on Ruminal Microbial Protein Synthesis. Turk. J. Vet. Anim. Sci. 25 (2001) 681-686.

Kartini, Ni Luh. 1997. Efek mikoriza vesikular-arbuskular (MVA) dan pupuk organik kascing terhadap P tersedia tanah, kadar P tanaman, dan hasil bawang putih (Allium sativum L.) pada Inceptisol. Disertasi Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung, 136 halaman.

Kartodiharjo, H. dan H. Jhamtani. 2006. Politik Lingkungan dan Kekuasaan di Indonesia. PT Equinok Pub. Jakarta.

Kesumadewi,A.A, I Made Sudana, I Made Adnyana, dan I Wayan Suarna. 2017. The Differences of Some Soil Biological Properties between Forest and Vegetables Cultivated Lands in Candikuning Bali. ICBB Unud Denpasar.

KLH. 2007a. Pedoman pemulihan kerusakan lingkungan melalui penanaman pohon. Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Jakarta

KLH. 2007b. Rencana aksi nasional dalam menghadapi perubahan iklim. Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Jakarta

Krebs, C. j. 1972. Ecologi. The experiment analysis of distribution and abundance. Harper & Row, Publisher.

Kunc, F. 1988a. Soil organic matter and humic substances. p. 19-28. In V. Vancura and F. Kunc (ed.). Soil microbial associations: Control of structures and functions. Developments in Agricultural and Managed-Forest Ecology 17. Elsivier, Amsterdam, Oxford, New York.

Kunc, F. 1988b. Mutual relations among microbial processes in soil. p. 301-334. In V. Vancura and F. Kunc (ed.). Soil microbial associations: control of structures and functions. Developments in Agricultural and Managed-Forest Ecology 17. Elsivier, Amsterdam, Oxford, New York.

Kusuma Diwyanto. 1999. Kebijaksanaan dan strategi penelitian dan pengembangan peternakan menyongsong abad XXI. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor 1: 74-85.

Mahardika, I G., N.N. Suryani, N.P. Mariani, I.W. Suarna, M.A.P. Duarsa, dan I.M. Mudita. 2011. Pemanfaatan Limbah Lidah Buaya Sebagai Feed Supplement Pakan Sapi Bali Dalam Upaya Mengurangi Emisi Metan. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasonal Tanaman Makanan Ternak Tropik. Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar. McKeon, G.M. and Stone, G.S. and Syktus, J.I. and Carter, J.O. and Flood,

N.R. and Ahrens, D.G. and Bruget, D.N. and Chilcott, C.R. and Cobon, D.H. and Cowley, R.A. and Crimp, S.J. and Fraser, G.W. and Howden, S.M. and Johnston, P.W. and Ryan, J.G. and Stokes, C.J. and Day, K.A. (2009) Climate change impacts on northern Australian rangeland livestock carrying capacity: a review of issues. Rangeland Journal, 31 (1). pp. 1-29. http://www.publish.csiro.au/ (verified 30 September 2009).

Miller, D.A. 1984. Forages crops. Mc Graw-Hill. Inc. New York, p. 53-60 Misra, K.C. 1980. Manual of Plant Ecology. Oxford & IBH Publishing Co.

New Delhi.

Odum, E. P. 1971. Fundamental of Ecology. Third Edition. W.B. Saunders Company. London.

Orskov, E. R. And Ryle. 1990. Energy Nutrition in Ruminant. Elsevier Applied Science. London.

Partama, I.B.G., W. Suarna, M. Suarna, M.A.P. Duarsa, 1990. Growth and yield of soybean intercropped with various combination of maize, cassava and peanut. Bulletin Peternakan.

Prawiradiputra, B.R. 2011. Mengatasi Kendala Penelitian Dan Pengembangan Hijauan Pakan Di Indonesia. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasonal Tanaman Makanan Ternak Tropik. Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar.

Prawiradiputra, B.R. 2013. Tanaman Pakan Ternak Rekayasa Genetik di Indonesia: Status Dan Kemungkinan Perkembangannya. Prosiding Seminar Nasional Tumbuhan Pakan. Himpunan Ilmuwan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI), Denpasar.

Preston, T. R. And E. Murgueitio. 1992. Strategy for Sustainable Livestok Production in The Tropics. Consultorias para el Desarrollo Rural Integrado en el Tropico (CONDRIT) Ltda, Cali, Colombia.

Preston, T. R. and R. A. Leng. 1987. Matching Ruminant Production Systems With Available Resources in The Tropics and Sub-tropics. Penambul Books Armidale.

DAFTAR PUSTAKA

85

Hasil-hasil penelitian tanaman pakan ternak. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor 1: 161-169.

Radosevich, S.R. and J.S. Holt. 1984. Weed ecology: Implications for vegetation management. A Wiley-Interscience Publ. New York p: 139-194.

Rowlinson, P and E. Wall. 2009. Adapting livestock management, feeding and breeding systems to climate change. Sustainable Livestock Systems Group, Edinburgh, EH26 0PH.

Salim, E. 2010. Ratusan Bangsa Merusak Satu Bumi. Penerbit Buku Kompas. Jakarta

Sarwono, H. 1989. Ilmu Tanah. PT. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta. Sastroutomo, S. 1990. Ekologi gulma. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta,

217 halaman.

Shelton, H.M. and W.W. Stur (ed). 1991. Forages For Plantation Crops. ACIAR Proc. No.32, 168 p.

Skerman, P.J. 1977. Tropical forage legume. FAO. Rome, p. 69-89.

Soemarwoto, O. 1985. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Djambatan. Bandung

Soemarwoto,O. 1985. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Djambatan.

Soerjani,M, A.Yuwono, dan D.Fardiaz. 2007. Lingkungan Hidup (The Living Environment): Pendidikan, Pengelolaan Lingkungan, dan Kelangsungan Pembangunan (Education, Environmental Management, and Sustainable Development). 2nd ed. Yayasan Institut Pendidikan Lingkungan dan Pengembangan Lingkungan (IPPL) Jakarta.

Soetikno, S.S. 1990. Ekologi Gulma. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Suarna, I W. 2007. Etika Lingkungan dalam Raka Dalem, A.A.G., I.N.

Wardi, I W. Suarna, dan I W.S. Adnyana (ed) Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. UPT Penerbit Universitas Udayana. Denpasar.

Suarna, I W. Ni Nyoman Suryani, Dan K. M. Budiasa. Phasey Bean (Macroptilium Lathyroides (L.) Urb.) Legum Lokal Potensial Sebagai Pakan Ternak

Suarna, I W., M.A.P. Duarsa, N.P. Mariani, L.G. Sumardani, dan S.A. Lindawati. 2016. Daya Dukung Hijauan Pakan Dalam Konservasi Sapi Putih Taro. Jurnal Bumi Lestari. 16 (1): 38-43.

Suarna, W. 1995. Koefisien partisi fotosintat. Setaria Splendida Stapf. pada tinggi dan waktu defoliasi yang berbeda. Majalah Ilmiah Peternakan. Suarna, W. 1996a. Hasil hijauan rumput Brachiaria decumbens pada

berbagai dosis pupuk kotoran sapi dan kadar air tanah yang berbeda. Majalah Ilmiah Peternakan.

Suarna, W. 1996b. The effect of goat manure and soil moisture content on tiller number and leaf yield of Brachiaria decumbens over three growth cycles. Majalah Ilmiah Peternakan.

Suarna, W. 2003. Aplikasi kascing dan sistem tanam sebagai upaya peningkatan produktivitas tanaman pakan yang ramah lingkungan. Jurnal Lingkungan Hidup Bumi Lestari.

Suarna, W. 2004. Teknologi budidaya tanaman pakan ramah lingkungan terhadap kualitas hijauan (studi pemanfaatan pupuk organik kascing dan sistem tanam). Jurnal Bumi Lestari. 4:2 (66-71).

Suarna, W. 2005a. Kembang telang (Clitoria ternatea) tanaman pakan dan penutup tanah. Proc. Lokakarya Tanaman Pakan di IPB, Bogor Suarna, W. 2005b. Peningkatan produktivitas rumput raja melalui aplikasi

teknologi budidaya yang ramah lingkungan. Jurnal Bumi Lestari. 5:1 (23-27).

Suarna, W. 2011. Peran Tanaman Pakan Dalam Mitigasi Dan Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasonal Tanaman Makanan Ternak Tropik. Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar.

Suarna, W. dan I K. M. Budiasa. 2016. Pengaruh pupuk organic terhadap produksi dan kualitas hijauan pasture campuran pada lahan kering di desa Sebudi Karangasem. Majalah Ilmiah Peternakan. Vol. 19 No. 3: 125-128.

Suarna, W., N.N. Suryani, I G. Mahardika, A.A.A.S. Trisnadewi, dan K.M.Budiasa . 2017. Penguatan Manajemen Padang Gembala Sapi Putih Taro Upaya Konservasi Plasma Nutfah Asli Pulau Bali. Buletin Udayana Mengabdi. BUM: 31-37

Suarna,W. dan Ni Nyoman Suryani. Potensi Mikania Cordata Sebagai Tumbuhan Pakan Lokal Unggul Provinsi Bali

Suarna,W., Ni Nyoman Suryani, dan K. M. Budiasa. Potensi Dan Adaptasi Tumbuhan Pakan Alysicarpus Vaginalis Di Provinsi Bali

Suarna,W., M. Suarna, M.A.P. Duarsa, I.B.G. Partama, I G. N. Sarka. 1991. Growth and yield of maize intercropped with various combination of cassava, soybean and peanut. Majalah Ilmiah Unud, XVII (28): 85-92. Sukarji, N.W., W. Suarna, I.B.Gaga Partama, 2006. Produktivitas rumput

Stenotaphrum secundatum cv Vanuatu pada berbagai taraf pemupukan

nitrogen dalam kondisi ternaung dan tanpa naungan. Majalah Ilmiah Peternakan. 9:1 (16-19).

Surya, L.G. S., Heryani, Nengah Wandia, I. Wayan Suarna and. Ketut Puja . 2016. Morphometric Characteristics of the Taro White Cattle in Bali. Global Veterinaria. 16 (3): 215-218, 2016.

Suryani, N.N., I W Suarna and I G Mahardika. Effects of Mount Agung eruption on botanical composition and nutritive value of ration fed and

BIODIVERSITAS TUMBUHAN PAKAN TERNAK

87

rumen performance of Bali cattle in evacuation zones 1st International Conference on Food and Agriculture 2018. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 207 (2019) 012030

Suryani, N.N., I.W. Suarna, I G. Mahardika, N.P. Mariani, M.A.P. Duarsa, dan I.M. Mudita. 2009. Pemanfaatan Limbah Lidah Buaya Sebagai Feed Supplement (HQFS) untuk Pakan Sapi Bali. Laporan Penelitian. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Bali.

Suryani, N.N., I Wayan Suarna, Ni Putu Sarini, I Gede Mahardika. 2017. Increasing Energy Ration of Bali Cattle to Improve Digestible Nutrient, Milk Yield and Milk Quality. International Research Journal of Engineering, IT & Scientific Research (IRJEIS). Vol. 3 Issue 1, January 2017, pages: 7~15.

Suryani1, N.N., I W. Suarna, N. P. Sarini, I G. Mahardika, M. A. P. Duarsa. 2017; Pemberian Ransum Berenergi Tinggi Memperbaiki Performans Induk dan Menambah Bobot Lahir Pedet Sapi Bali. Maret 2017. Jurnal Veteriner: Indonesian Veterinary Journal. Vol. 18 No. 1 : 154-159. Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi Jilid I. Departemen Ilmu Makanan

ternak, Fakultas Peternakan, Institute Pertanian Bogor.

‘tMannetje, L. and R.M. Jones. 1992. Plant resources of South-east Asia, Forage. No. 4. Pudoc Sci. Publ. Wageningen, p. 17-22

Trisnadewi, A. A. A. S., N. N. Suryani, I W. Suarna, and I G. L. O. Cakra. 2016. Digestibility and Rumen Fermentation Product of Crossbred Etawah Goat given Calliandra calothyrsus and Gliricidia sepium in Ration. J. Biol. Chem. Research. Vol. 33, No. 2: 662-668.

Trisnadewi, A. A. A. S.. I G. L. O. Cakra, I W. Suarna. 2017. Acidity, Vollatyl Fatty Acid and Digestibility In-Vitro of Corn Straw Silage as Energy Source. International Journal of Environment, Agriculture and Biotechnology (IJEAB). Vol-2, Issue-6, N ov-Dec- 2017

Udayana, I D.G.A. 2007. Satir-Satir Bali: Ungkapan-ungkapan Satiris dalam Kehidupan Sehari-hari Orang Bali. Panakom. Denpasar

Yudiandika, I P., Wayan Suarna, dan I Made Sudarma. 2017. Pengaruh Jumlah Bakteri Methanobacterium dan Lama Fermen-tasi Terhadap Proporsi Gas Metana (Ch4). Ecotrophic, Journal of Environmental Science. Volume 11 No. L Mei 20l7. 29-33.

Yulistiani, D., B. Tiesnamurti, U. Adiati, A. Priyanti, dan H. Setianto. 1999. Optimasi teknologi ternak kambing dan domba sebagai upaya meningkatkan efisiensi usaha. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor, 1: 130-146.

A aberasi 17, 18 Acasia vilosa 58, 76 Actinomycetes 38, 42 adhesi 27 adropogon 2, 4 Ageratum conyzoides 55, 60, 74 Agrostis 29 Agroteal 29 Air higroskopik 27 Air kapiler 27 Air Tanah 27 Air tersedia 28 Albizia lebbeck 58, 77 algae 38, 39, 42 Alternanthera sessilis (L) DC 58 Alysicarpus vaginalis 55, 71 Andropogon 4, 28 Andropogon gayanus 4 Aneuploidy 17 Anthoxanthum aristatum 17 Apluda mutica 65 Arachis hypogaea 71 Arachis pintoi 9, 10, 60, 71 Arthraxon hispidus 55, 60, 65 Artocarpus integra Merr 58, 77 Astimesia vulgaris 58 Astrebla spp 29 Asystasia 55, 58, 74, 79 Asystasia gangetica 55, 74 Asystasia gaujyetica 58 Atmosfer tanah 26 Axonopus 9, 29, 31, 55, 60, 65 Axonopus compressus 9, 31, 55, 65 Azadirachta indica Juss 58, 77 Azales 41 B Bakteri 26, 33, 38, 39, 40, 41, 87 Bauhinia purpurea 77 Biothriochloa 28 Botriochloa ischaenum 55, 65 Brachiaria 4, 9, 29, 55, 57, 59, 60, 65, 66, 85, 86 Brachiaria decumbens 4, 9, 57, 59, 60, 85 Brachiaria paspaloides 65 Brachiaria reptans 55, 60, 65 Brachiaria ruzisiensis 66 buffalow gras 2, 4 C Cajanus cajan 76 Calliandra calothyrsus 57, 58, 76, 87, 93 Calliandra calotyrsus 9 Calopogonium 9, 10, 55, 71 Calopogonium muconoides 9, 55, 71 Calopogonium sp 9 Cassia sp 60 cat clay 32

Cayratia trifolia (Galing-galing) 74 Cenchrus 4, 29, 66 Cenchrus ciliaris 66 Cenchrus siliaris 4 Centrocema 9, 10 Centrocema pubescens 9 Centrosema pabescens 31 Centrosema pubescens 55, 60, 72 chemical cycling 25 Chemoautotroph 39 Chemoheterotroph 39, 40 Chloris barbata 55, 58, 66 Cholodny-Went 6 Chromolaena odorata 74 Clements 13 climatic climax 13 Clitoria 4, 10, 72, 79, 86 Clitoria ternatea 4, 72, 86 Coix lachryma 66 Colocasia esculenta (L) 74 Colopogonium caeruleum 31 Commelina diffusa 55, 60, 66 Connel 12, 13 critical photoperiod 30 crossing over 15 Crotalaria juncea 55, 72 Crotalaria Striata/mucronata 72 Crotalaria usaramoensis 58, 72 Crysopogon aciculatus 9, 66 cut and carry 8

Cymbopogon 28

Cynodon dactylon 10, 55, 60, 66 Cyperacea 45

Cyperus rotundus 55, 60, 74 Cyrtococcum patens 55, 60, 66 Cyrtococcum patens A. Camus 55, 66 D

Dactyloctenium aegyptium 9, 55, 67 Dalbergia latifolia (Sonekeling) 76 day-neutral plants 30

Defisiensi 15

Indeks

BIODIVERSITAS TUMBUHAN PAKAN TERNAK

89 Desa Kubu Karangasem 61

desmanthus 2, 4 Desmanthus virgatus 55, 72 Desmantus virgatus 4, 58 desmodium 2, 4 Desmodium gangeticum 72 Desmodium ovalifolium 31 Desmodium rensonii 56, 72 Desmodium sp 55, 73 Desmodium triflorium 55, 60, 73 Desmodium triflorum 58 Desulfatomaculum 40 Desulfovibrio 40 Devlin 6 Dichanthioum 28 Dichanthium sericeum 29 Dichantium sp 60 Digitaria 29, 31, 48, 55, 60, 67 Digitaria decumbens cv Transvale 31 Digitaria didactyla 67

Diplazium esculentum 55, 60, 75 Donahue 33, 34, 41

Duplikasi 15 E

Echinochloa colona (L.) Link 67 Egler 13 Eichornia crassipes 47 Eleucine indica 55, 67 Eleusin indica 60 Eragosteae 29 Eragrotis amabilis 55, 67 Erythrina lithosperma Miq 58, 78 etiolasi 6 Eulalia 28 Eupatorium odoratum 8 F Festuceae 29 Ficus glauca 78 Ficus montana 56, 58, 75 Ficus montana (uyah-uyah) 75 Ficus septica 58, 76 forage-crop 10 fotosintesis 6, 27, 30, 33 fototropisme 6 Fungi 41 G Galing-galing 58, 74 gamal 2, 4, 53, 59 gamet 14, 15, 16, 17 ganggang 42 Gibberellin 6 Gliricidia sepium 58, 78, 87 Gmelina arborea 58, 78 gulma 9, 21, 37, 38, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 48, 49, 50, 51, 85 H Haploidy 17 hay 8 Heryawan 5 Heteropogon 28, 56, 67 Heteropogon contortus 56, 67 heterozygote 16 Hibiscus tileaceus 78 Holm 49 homozygote 16

HQFS (High Quality Feed Supplement) 4 Hyparrhenia 7, 28, 56, 60, 67 Hyparrhenia rufa 56, 60, 67 I Imperata cylindrica 9, 56, 60, 67 indeterminate 30 Indigotera 58 Inversi 16 inversi parasentrik 16 Ipomoea batatas 56, 75 Ipomoea reptans 56, 60, 75 Ischaenum aristatum 68 Ischaenum timorense 68 Ischaenum timorensis 56 isokhromosom 15 J Juncaceae 75 Juskiw 5 K kacang pinto 2, 4, 10, 60 kaliandra 2, 4, 57 kambing gembrong 1 kambing kacang 1 Kapasitas Lapang 28 Kartadisastra 8 kebun koleksi 2, 4 kembang telang 2, 4

Keragaman Tanaman dan Adaptasi 18 khromosom 14, 15, 16, 17, 18, 19 Khromosom seks 17 Killinga monocephala 56, 75 King Grass 57 klimaks iklim 13 kohesi 23, 27 kualitas gen 15 L lamtoro 2, 4, 57 Lanea coramandelica 58 Lantana tamara 8 Leptochloa chinensis 56, 68 Lersia hexandra 56, 68 Leucaena leucocephala 4, 56, 58, 76 lidah buaya 4 lingkaran kimia 25

lingkungan abiotik 20, 21 Lingkungan Abiotik 21 lingkungan biotik 20, 21, 38 long-day plants 30 M Macrophtilium arthropurpureom 58 Macroptilium lathyroides 73 Marsilia minuta 56 mass flow 34 Melastoma malabathricum 45 Melinis repens (rose Natal grass) 68 Mikania cordata 56, 58, 60, 75 Mikania micrantha 47 Mikrofauna 38 Mikroflora 38 Miller 8, 84 Mimosa pigra 47 Mimosa pudica 56, 58, 73 mineralisasi 25 moisture tension 28 Monochoria vaginalis 44 monosomik 17

Moringa oleifera Lamk 58, 77 Musa paradisiaca 77 Mycorhiza 26, 37, 41 N Nematoda 38 Nitrobacter 39 Nitrosomonas 39 nullisomik 17 O Odum 11, 84 Oplismenus burmannii 56, 60, 68 Organisme tanah 26 Orysa sativa 56, 68 P Panicum 4, 9, 29, 31, 56, 57, 60, 68, 69 Panicum maximum 4, 9, 31, 56, 60, 68 Panicum repens 56, 69 panikum 2, 4 Paspalidium desertorum 60 Paspalum 7, 9, 29, 31, 55, 56, 60, 69 Paspalum atratum 69 Paspalum conjugatum 31, 55, 56, 69 Paspalum conyugatum 9, 60 Paspalum dilatatum 9 Paspalum notatum 7, 9, 69 pastura alamiah 55 pastura campuran 7 Pembiakan Generatif 14 Pembiakan Vegetatif 17 Pennisetum 29, 56, 57, 61, 69 Pennisetum purpupoides 57, 69 Pennisetum purpureum 56, 57, 61, 69

Pennisetum purpureum hybrid Pennisetum typhoides 61

Penniseum purpureum 57, 61 Perubahan Jumlah Kromosom 16 Perubahan Struktur Kromosom 15 Phaseolus lunatus 56, 58, 73 Phaseolus radiatus 73 Phasey bean 79 Photoautotroph 39 Photoheterotroph 39 pH Tanah 31, 32, 33 Poa 29 Polyploidy 16 Polytrias amaura 56, 60, 69 Portulaca oleraceae 50 Portulaca oleracea L 56, 58 Prigmitis sp 69 primary succession 12 Produksi Hijauan Pohon 57 Produksi Hijauan Semak 57 protozoa 38 Psopocarps tertagonolobus 73 Pueraria phaseoloides 56, 60, 74 Q Queensland 29 R Rhisobium 40 Rhizobium 6, 37 Rottboellia coelorachis 70 ruderal 44, 45 Ruderal 45 rumput bufel 2, 4 rumput gajah 2, 4, 56, 57 rumput raja 2, 4, 56, 86 S Saccharum officinarum 70 Saccharum sehima 28 Saccharum spontaneum 70 Salvinia molesta 44 Sanchez 6, 82 sapi putih taro 1 Secondary succession 12 Segregasi genetik 13 sentrosema 2, 4 Seraya 59 Sesbania grandiflora 4, 58, 77 setaria 2, 4 Setaria 29, 56, 57, 61, 70, 85 Setaria splendida 56, 57, 61, 70 short-day plants 30 silage 8 Simantri 2, 3, 4, 82 siratro 2, 4 Sirere 7

BIODIVERSITAS TUMBUHAN PAKAN TERNAK

91 Slatyer 13 Smithea sensitivita 10 Smithia sensitiva 56, 60 sorghum 10, 28, 50 Sorghum bicolor 57, 70 Sporobolus barteroanus 70 Stachytarpheta jamaicensis 56, 58, 76 stenotaphrum 2, 4 Stenotaphrum secundatum 9, 10, 60, 70, 86 Stenotaphrum sp 56, 70

Stylosanthes guianensis cv Schofeild 31 Stylosanthes hamata cv Verano 31 stylosanthus 2, 4 Stylosanthus guiyanensis 9, 74 Stylosanthus humilis 4 suksesi 11, 12, 13, 29, 44, 45 sungsang 15, 16 Supernumerary 17 Synedrella nodiflora 56, 60 T Tanah mineral 25 Tanah organik 24, 25 tanaman obat 10 tanaman pakan v, 2, 3, 4, 7, 9, 10, 53, 54, 55, 57, 59, 60, 61, 62, 64, 78, 79, 80, 85, 86 tegangan air 28 Themeda arguens 56, 71 Thiobacillus denitrifican 40 Thiobacillus ferroxidan 40 Thiobacillus thiooxodan 40

Titik Layu Permanen 28 Translokasi 16 trisomik 17 turi 2, 4 U unsur hara 21, 27, 28, 32, 33, 34, 35, 37, 38, 41, 47, 59, 79

unsur hara esensial 33 Upsus Siwab 3 Urochloa 4, 29, 56, 71 Urochloa mosambicensis 56, 71 Urochloa mozambicensis 4 urokhloa 2, 4 V virus 42 Vulpia 29 W Witham 6 Z Zapoteca tetragona 58, 77 Zea mays 71 Zoysea matrella 10, 56, 71 zygote 14, 15 Zyziphus mauriflora 58, 78

Dalam dokumen BIODIVERSITAS TUMBUHAN PAKAN TERNAK (Halaman 89-101)

Dokumen terkait