• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengelompokan Kecamatan Berdasarkan Potensi Ternak Besar

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.2 Pengelompokan Kecamatan Berdasarkan Potensi Ternak Besar

Pengelompokan ternak besar setiap kecamatan Kabupaten Tulungagung yang terbentuk merupakan gambaran karakteristik yang membentuk pola penyebaran. Pengelompokkan kecamatan

akan menggunakan metode ward’s dimana metode tersebut adalah

untuk meminimumkan varians dalam kelompok.

Pengelompokkan tersebut dapat dilihat pada dendogram di Gambar 4.13

Gambar 4.13 Dendogram Kelompok Wilayah Ternak Besar dan Kecil

Berdasarkan gambar 4.13 dapat diketahui dendogram pengelompokan wilayah kecamatan di Kabupaten Tulungagung

31

berdasarkan potensi ternak besar dan kecil. Untuk mengetahui jumlah klaster yang optimum berbeda satu klaster dengan klaster yang lain dalam melakukan pengelompokan harus memperhatikan manakah kelompok yang memiliki nilai Pseudo-F yang paling besar. Berikut adalah perhitungan nilai Pseudo-F yang telah dilakukan pada cluster yang beranggotakan 2 hingga 4 kelompok.

Tabel 4.1 Pseudo-F Kelompok Ternak Besar dan Kecil

Jumlah Kelompok Pseudo-F

2 Kelompok 25,4266

3 Kelompok 23,0249

4 Kelompok 35,9742

Berdasarkan Tabel 4.1 dapat diketahui hasil perhitungan nilai Pseudo-F dari ketiga kelompok yang paling optimum. Nilai Pseudo F paling besar ditunjukkan pada claster yang beranggotakan 4 kelompok yaitu sebesar 35,9741. Sehingga jumlah kelompok yang paling optimum pada pengelompokan potensi ternak besar di Kabupaten Tulungagung adalah sebanyak 4 kelompok.

Berikut adalah peta tematik hasil pengelompokan potensi ternak besar dan kecil yang meliputi jenis ternak sapi, kambing, dan domba pada setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung.

Gambar 4.14 Peta Penyebaran Kelompok Ternak Besar dan Kecil

Untuk mengetahui karakteristik setiap kelompok yang sudah terbentuk, peneliti mencari perbedaan setiap kelompok dengan menggunakan uji Man Whiteney dari setiap variabel dari kelompok yang terbentuk. Berikut adalah hasil uji Man Whiteney dari setiap kelompok yang terbentuk.

a. Pengujian Antar Kelompok untuk Ternak Sapi Hipotesis :

H0: Populasi kedua kelompok yang diamati identik

H1: Nilai-nilai kelompok ke-i tidak sama dengan dari kelompok ke-j ; i = 1, 2, 3, 4 ; j = 1, 2, 3, 4

33

Taraf signifikan α = 10%

Daerah kritis : Tolak H0jika t t ,df

2

atau P-value < α

Tabel 4.2 Hasil Pengujian Kelompok-kelompok yang Terbentuk pada Ternak

Sapi

No. Hipotesis P-value Keputusan

1. Ho: Populasi kel 1 =

Populasi kel 2

H1: Populasi kel 1 ≠

Populasi kel 2

0,0127

Tolak H0 karena P-value

(0,0127) < 0,1 sehingga dapat disimpulkan nilai kelompok 1 tidak sama dengan kelompok 2

2 Ho: Populasi kel 1 =

Populasi kel 3

H1: Populasi kel 1 ≠

Populasi kel 3

0,0127

Tolak H0 karena P-value

(0,0127) < 0,1, sehingga dapat disimpulkan nilai kelompok 1 tidak sama dengan kelompok 3

3 Ho: Populasi kel 1 =

Populasi kel 4

H1: Populasi kel 1 ≠

Populasi kel 4

0,1388

Gagal tolak H0karena P-value

(0,1388) > 0,1, sehingga dapat

disimpulkan nilai kedua

kelompok adalah identik.

4 Ho: Populasi kel 2 =

Populasi kel 3

H1: Populasi kel 2 ≠

Populasi kel 3

0,3827

Gagal tolak H0karena P-value

(0,3827) > 0,1, sehingga dapat

disimpulkan nilai kedua

kelompok adalah identik.

5 Ho: Populasi kel 2 =

Populasi kel 4

H1: Populasi kel 2 ≠

Populasi kel 4

0,1489

Gagal tolak H0karena P-value

(0,1489) > 0,1, sehingga dapat

disimpulkan nilai kedua

kelompok adalah identik.

6 Ho: Populasi kel 3 =

Populasi kel 4

H1: Populasi kel 3 ≠

Populasi kel 4

0,1489

Gagal tolak H0karena P-value

(0,1489) > 0,1, sehingga dapat

disimpulkan nilai kedua

kelompok adalah identik.

Berdasarkan Tabel 4.2 dapat dilihat pengujian antar kelompok diperoleh keputusan gagal tolak H0 Hal ini dapat diindikasikan jika pada kelompok-kelompok tersebut tidak memiliki beda dengan kelompok yang lain. Pada kelompok 1 dan 2 serta kelompok 1 dan 3 diperoleh keputusan Tolak H0sehingga dapat disimpulkan dari kelompok ini memilik perbedaan.

b. Pengujian Antar Kelompok untuk Ternak kambing Hipotesis :

H0: Populasi kedua kelompok yang diamati identik

H1: Nilai-nilai kelompok ke-i tidak sama dengan dari kelompok ke-j ; i = 1, 2, 3, 4 ; j = 1, 2, 3, 4

Taraf signifikan α = 10%

Daerah kritis : Tolak H0jika t t ,df

2

atau P-value < α

Tabel 4.3 Hasil Pengujian Kelompok-kelompok yang Terbentuk pada Ternak

Kambing

No. Hipotesis P-value Keputusan

1. Ho: Populasi kel 1 =

Populasi kel 2

H1: Populasi kel 1 ≠

Populasi kel 2

0,0127

Tolak H0 karena P-value

(0,0127) < 0,1 sehingga dapat disimpulkan nilai kelompok 1 tidak sama dengan kelompok 2

2 Ho: Populasi kel 1 =

Populasi kel 3

H1: Populasi kel 1 ≠

Populasi kel 3

0,0868

Tolak H0 karena P-value

(0,0868) < 0,1, sehingga dapat disimpulkan nilai kelompok 1 tidak sama dengan kelompok 3

3 Ho: Populasi kel 1 =

Populasi kel 4

H1: Populasi kel 1 ≠

Populasi kel 4

0,0127

Tolak H0 karena P-value

(0,0127) < 0,1, sehingga dapat disimpulkan nilai kelompok 1 tidak sama dengan kelompok 4

4 Ho: Populasi kel 2 =

Populasi kel 3

H1: Populasi kel 2 ≠

Populasi kel 3

0,1489

Gagal tolak H0 karena P-value

(0,1489) > 0,1, sehingga dapat

disimpulkan nilai kedua

kelompok adalah identik.

5 Ho: Populasi kel 2 =

Populasi kel 4

H1: Populasi kel 2 ≠

Populasi kel 4

0,1489

Gagal tolak H0 karena P-value

(0,1489) > 0,1, sehingga dapat

disimpulkan nilai kedua

kelompok adalah identik.

6 Ho: Populasi kel 3 =

Populasi kel 4

H1: Populasi kel 3 ≠

Populasi kel 4

0,1489

Gagal tolak H0 karena P-value

(0,1489) > 0,1, sehingga dapat

disimpulkan nilai kedua

kelompok adalah identik.

Berdasarkan Tabel 4.3 dapat dilihat pengujian antar kelompok diperoleh keputusan gagal tolak H0 Hal ini dapat diindikasikan jika pada kelompok-kelompok tersebut tidak memiliki beda dengan kelompok yang lain. Pada kelompok 1 dan

35

2, kelompok 1 dan 3, serta kelompok 1 dan 4 diperoleh keputusan Tolak H0sehingga dapat disimpulkan dari kelompok ini memilik perbedaan.

c. Pengujian antar kelompok untuk ternak domba Hipotesis :

H0: Populasi kedua kelompok yang diamati identik

H1: Nilai-nilai kelompok ke-i tidak sama dengan dari kelompok ke-j ; i = 1, 2, 3, 4 ; j = 1, 2, 3, 4

Taraf signifikan α = 10%

Daerah kritis : Tolak H0jika t t ,df

2

atau P-value < α

Tabel 4.4 Hasil Pengujian Kelompok-kelompok yang Terbentuk pada Ternak

Domba

No. Hipotesis P-value Keputusan

1. Ho: Populasi kel 1 =

Populasi kel 2

H1: Populasi kel 1 ≠

Populasi kel 2

0,8763

Gagal tolak H0karena P-value

(0,8763) > 0,1 sehingga dapat

disimpulkan nilai kedua

kelompok adalah identik.

2 Ho: Populasi kel 1 =

Populasi kel 3

H1: Populasi kel 1 ≠

Populasi kel 3

1,00

Tolak H0karena P-value (1,00)

> 0,1, sehingga dapat

disimpulkan nilai kedua

kelompok adalah identik.

3 Ho: Populasi kel 1 =

Populasi kel 4

H1: Populasi kel 1 ≠

Populasi kel 4

0,4897

Gagal tolak H0karena P-value

(0,4897) > 0,1, sehingga dapat

disimpulkan nilai kedua

kelompok adalah identik.

4 Ho: Populasi kel 2 =

Populasi kel 3

H1: Populasi kel 2 ≠

Populasi kel 3

1,00

Gagal tolak H0karena P-value

(1,00) > 0,1, sehingga dapat

disimpulkan nilai kedua

kelompok adalah identik.

5 Ho: Populasi kel 2 =

Populasi kel 4

H1: Populasi kel 2 ≠

Populasi kel 4

1,00

Gagal tolak H0karena P-value

(1,00) > 0,1, sehingga dapat

disimpulkan nilai kedua

kelompok adalah identik.

6 Ho: Populasi kel 3 =

Populasi kel 4

H1: Populasi kel 3 ≠

Populasi kel 4

0,7728

Gagal tolak H0karena P-value

(0,1489) > 0,1, sehingga dapat

disimpulkan nilai kedua

Berdasarkan pengujian pada Tabel 4.2, 4.3, dan 4.4 dapat dilihat keputusan yang diperoleh dari Uji Mann Whiteney kelompok 1 vs. 2 dan 1 vs. 3 pada jenis ternak sapi adalah tolak H0,kemudian juga pada jenis ternak kambing kelompok 1 vs. 2 , 1 vs. 3 , dan 1 vs. 4 juga diperoleh keputusan tolak H0sehingga pada kelompok ini dapat disimpulkan jika data pertama yang diamati lebih besar dari data kedua yang diamati. Hal ini dapat diindikasikan jika kelompok 2 meliputi Kalidawir, Rejotangan, dan Ngunut serta kelompok 3 yang meliputi kecamatan Sumbergempol, Ngantru, dan Sendang merupakan kecamatan yang dominan terhadap ternak jenis sapi dan kambing. Pada kelompok 1 dan 4 dinilai dominan pada ternak domba karena pada semua kecamatan tersebut menyebar secara merata.

4.3

Pengelompokan Kecamatan Berdasarkan Potensi

Dokumen terkait