G. Sekretariat DPRD
1) Peningkatan Pelayanan Kecamatan
2.4.2. Pengeluaran Konsusi Rumah Tangga Per Kapita
Kebutuhan makanan merupakan kebutuhan utama, sehingga kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan tersebut akan semakin meningkat. Namun kebutuhan ini mempunyai titik jenuh, sehingga pada tingkat pendapatan yang lebih tinggi pengeluaran akan dialihkan ke kebutuhan lain. Oleh karena itu pengeluaran makanan dan non makanan dapat dijadikan sebagai indikator tingkat kesejahteraan penduduk. Besarnya konsumsi untuk makanan menandakan bahwa sebagian besar penduduk masih mementingkan kebutuhan pokok.
9.203 10.221 8.186 9.433 9.890 12.312 12.830 0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota Pekalongan Kota Tegal
Pengeluaran Kab/Kota Se Eks Karesidenan Pekalongan (Ribu Rupiah/Orang/Tahun)
RPJMD Kabupaten Tegal Tahun 2019-2024 BAB II - 136
Tabel 2. 163 Rata-rata Pengeluaran (Rupiah/kapita/bulan) Kabupaten Tegal
TAHUN MAKANAN NON MAKANAN
2014 310.000 225.860
2015 340.313 281.668
2016 377.317 346.992
2017 451.189 350.816
2018 449.371 402.025
Sumber : BPS Kabupaten Tegal Tahun 2019
Konsumsi makanan penduduk Kabupaten Tegal mencapai Rp.402.025 atau 52,78% dari total pengeluaran. Dari total pengeluaran makanan sebesar 13,94% digunakan untuk padi-padian. Pengeluaran makanan terbesar lainnya adalah konsumsi makanan/minuman jadi dan rokok masing-masing sebesar 34,05% dan 14,57% dari total pengeluaran konsumsi makanan, sedangkan pengeluaran konsumsi paling sedikit adalah umbi-umbian sebesar 0,59%. Pengeluaran konsumsi rumah tangga dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 2. 164 Pola Konsumsi Makanan dan Non Makanan Tahun 2018
MAKANAN % NON MAKANAN %
Padi-padian 13,94 Perumahan dan Fasilitas Rumah Tangga 43,38 Umbi-umbian 0,59 Aneka Barang dan Jasa 25,90 Ikan, Udang, Cumi,
Kerang 3,33 Kesehatan 6,21
Daging 3,20 Pendidikan 6,46
Telur dan Susu 5,07 Lainnya 13,22
Sayur-sayuran 6,73 Pakaian, Alas Kaki dan Tutup Kepala 5,94 Kacang-kacangan 3,63 Barang Tahan Lama 15,27
Buah-buahan 4,07 Pajak, pungutan dan Asuransi 4,85 Minyak dan Kelapa 2,35 Keperluan Pesta dan Upacara/Kenduri 4,66
Bahan Minuman 3,64 Bumbu-bumbuan 2,63 Konsumsi Lainnya 2,18 Makanan dan Minuman Jadi 34,05 Rokok 14,57 Jumlah 100 Jumlah 100
RPJMD Kabupaten Tegal Tahun 2019-2024 BAB II - 137 2.4.3. Nilai Tukar Petani (NTP)
Mulai Bulan Januari 2013, penghitungan nilai tukar petani menggunakan diagram timbang yang baru, yaitu diagram timbang tahun 2012 yang merupakan hasil Survei penyempurnaan Diagram Timbang Tahun 2007.
Gambar 2. 39. Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP)
Sumber : Data Olahan, BPS Kabupaten Tegal Tahun 2019
Kondisi petani Kabupaten Tegal tahun 2018 secara umum mengalami surplus. Hal tersebut terlihat dari NTP yang berada diatas 100. Keadaan tersebut menunjukan nilai yang diterima petani dari komoditas pertanian naik lebih besar dibandingkan kenaikan nilai yang dibayar petani untuk barang/jasa konsumsi dan biaya produksi. Pada Januari 2018 NTP Kabupaten Tegal mencapai 106,35 sedangkan di akhir tahun, NTP mengalami kenaikan sebanyak 1,65 dibandingkan bulan Januari atau NTP mencapai 108,00 di Bulan Desember 2018. NTP tertinggi dicapai pada bulan Desember 2018 yaitu mencapai 108,00. Sedangkan capaian NTP terendah pada bulan Juli 2018 yaitu hanya mencapai 105,41.
Kenaikan nilai NTP akan terjadi apabila perubahan nilai It (Indeks yang dierima petani) lebih besar dibandingkan perubahan nilai Ib (Indeks yang dibayar petani). Sebaliknya penurunan nilai NTP terjadi apabila perubahan nilai It (Indeks yang dierima petani) lebih kecil dibandingkan perubahan nilai Ib (Indeks yang dibayar petani). Kenaikan NTP tertinggi pada bulan Januari 2018 yaitu naik sebesar 1,35 dari bulan Desember 2017, disusul Bulan November dan Agustus yaitu terdapat kenaikan sebesar 0,81 dan 0,72 dibandingkan bulan sebelumnya. Selama tahun 2018, penurunan NTP terendah terjadi pada bulan Juni yaitu NTP turun sebesar 0,28 dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan lainnya terjadi pada Bulan Februari sampai dengan Bulan Juli.
Indeks harga yang diterima petani (It) pada tahun 2018 relatif mengalami kenaikan, hal ini ditunjukkan oleh perubahan nilai indeks dari bulan januari ke bulan desember yang naik sebesar 11,06persen. Pada awal tahun 2017, yaitu pada bulan Januari It berada pada posisi 153.67 dan terus berfluktuasi hingga nilai It di bulan Desember sebesar 164,73.
106,35 106,12 105,95 105,88 105,81 105,53 105,41 106,13 106,38 106,98 107,80 108,00
RPJMD Kabupaten Tegal Tahun 2019-2024 BAB II - 138 Perubahan It terbesar terjadi pada Bulan Januari sebesar 3,56 disusul Bulan Oktober dan Mei yaitu sebesar 2,82 dan 1,63. Pada Januari 2018 terjadi keniakan It di seluruh sub sektor. Kenaikan terbesar terjadi pada sub sektor tanaman pangan. Kenaikan harga gabah menjadi pemicu kenaikan It pada sub sektor tersebut. Kenaikan It yang cukup besar pada Bulan Oktober terjadi pada sub sektor tanaman pangan dan hortikultura. Perlu diketahui bahwa kedua sub sektor tersebut menjadi dua penyumbang terbesardalam pembentukan nilai NTP. Perubahan yang terjadi pada kedua sub sektor tersebut meberikan pengaruh yang cukup besar terhadap nilai NTP. Kenaikan It di Bulan Oktober pada sub sektor tanaman pangan terjadi baik pada kelompok padi maupun palawija. Kenaikan harga pada kelompok palawija lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan harga pada kelompok padi. Sedangkan pada sub sektor hortikultura di Bulan Oktober terjadi karena kenaikan harga terjadi pada kelompok sayur-sayuran dan buah-buahan. Kenaikan It di bulan Mei 2018, di sumbang oleh kenaikan It pada sub sektor tanaman perkebunan rakyat yang memiliki kenaikan It tertinggi di bulan Mei. Disusul oleh sub sektor hortikultura dan perikanan yang memiliki kenaiakan It tertinggi kedua dan ketiga di Bulan Mei 2018.
Penurunan It hanya terjadi pada bulan Maret, yaitu terjadi penurunan sebesar 0,11 dari bulan sebelumnya. Hampir semua sub sektor pada bulan Maret memiliki It yang turun kecuali sub sektor hortikultura yang mengalami kenaikan pada It.
Tabel 2. 165 Perkembangan Indeks Terima (It) dan Indeks Bayar (Ib) Tahun 2018
No. Bulan It Perubahan No Bulan Ib Perubahan
(1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) 1. Januari 153,67 3,56 1. Januari 144,49 1,54 2. Februari 154,41 0,74 2. Februari 145,50 1,01 3. Maret 154,30 -0,11 3. Maret 145,63 0,13 4. April 154,33 0,03 4. April 145,76 0,13 5. Mei 155,96 1,63 5. Mei 147,39 1,64 6. Juni 157,07 1,11 6. Juni 148,84 1,45 7. Juli 157,65 0,57 7. Juli 149,55 0,71 8. Agustus 158,92 1,28 8. Agustus 149,74 0,19 9. September 159,47 0,55 9. September 149,91 0,17 10. Oktober 162,29 2,82 10. Oktober 151,69 1,78 11. November 163,59 1,30 11. November 151,76 0,06 12. Desember 164,73 1,14 12. Desember 152,53 0,78 Sumber : Data Olahan, BPS Kabupaten Tegal Tahun 2019
Indeks yang dibayar petani (Ib) terdiri dari 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) dan kelompok biaya produksi dan pembentukan barang modal (BPPBM). Kelompok IKRT terdiri dari beberapa sub kelompok, yaitu bahan makanan, perumahan, sandang dan aneka barang jasa (kesehatan, pendidikan, rekreasi dan olah raga, serta transportasi dan komunikasi. Perubahan Indeks harga konsumsi rumah tangga (IKRT) mencerminkan angka inflasi/deflasi di wilayah pedesaan. Sedangkan Kelompok BPPBM terdiri dari bibit, obat-obatan, pupuk, sewa, upah buruh tani, penambahan barang modal dan lainnya,
RPJMD Kabupaten Tegal Tahun 2019-2024 BAB II - 139 Pada Januari 2018 nilai Ib mencapai 144,46 dan terus naik hingga mencapai 152,53 di Bulan Desember atau naik sebesar 8,04. Nilai Ib terus naik disetiap bulannya. Kenaikan tertinggi terjadi pada bulan Oktober yaitu mencapai 1,78 persen. Sedangkan kenaikan terkecil terjadi di bulan November yang hanya naik sebesar 0,06.