Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan
BKP PUSAT DAN DAERAH
2) Pengembangan Akses Pangan
Untuk mendukung kegiatan pengembangan akses pangan, dilakukan beberapa kegiatan pertemuan yang bertujuan memberikan masukan untuk penyusunan kebijakan, dimana kegiatan ini meliputi :
a. Peningkatan kapasitas sumber daya pertanian
Tujuan dari kegiatan pertemuan peningkatan kapasitas sumber daya pertanian adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus LKD dalam pengelolaan keuangan agar dana yang dikelola dapat berkembang dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan pemanfaatannya.
Kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya pertanian dilaksanakan pada tanggal 28 – 30 November 2016 di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Convention Hotel Yogyakarta, Jalan Demangan Baru No. 8 Yogyakarta dengan peserta sebanyak 20 orang yang terdiri dari 5 pengurus dan anggota LKD Muntuk Lestari, 5 pengurus dan
Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan
29
anggota LKD Naka Mura dan 10 anggota LKD di luar penerima bantuan dana hibah AGFUND.
Adapun rumusan hasil pertemuan ini adalah :
1) Lembaga Keuangan Desa Mandiri Pangan (LKD) merupakan lembaga keuangan non bank milik masyarakat desa yang bersepakat untuk bekerja sama saling menolong dengan melaksanakan penghimpunan dana melalui tabungan dan menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada kelompok masyarakat untuk tujuan produktif dan kesejahteraan;
2) LKD memiliki fungsi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat desa rawan pangan, sarana untuk pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah, memberikan layanan permodalan untuk usaha produktif serta mengembangkan kapasitas masyarakat dan membangun jaringan usaha. Prinsip LKD dalam menjalankan fungsinya adalah mandiri, transparan, profesional dan prudential (MANTAP). Dalam perkembangannya, LKD diharapkan bisa menjadi lembaga keuangan berbadan hukum berbentuk koperasi;
3) Dalam mencapai tujuan LKD atau koperasi, perlu ada nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi bersama dan diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan operasional sehari-hari. Salah satunya adalah komitmen yang harus dibangun oleh seluruh anggota dan pengurus, dimana anggota dan pengurus berpegang teguh dan fokus pada keputusan bersama yang diambil, memikul segala resiko dan konsekuensinya dan menjalaninya penuh rasa syukur sebagai bagian dari proses untuk mencapai tujuan bersama;
4) Prinsip pengelolaan usaha LKD atau koperasi adalah orientasi pelayanan pada anggota, dimana anggota adalah segala-galanya, kepuasan anggota adalah yang utama dan memberikan nilai lebih kepada anggota adalah penting. Pelayanan kepada anggota diterapkan untuk meningkatnya keinginan dan harapan anggota, untuk LKD atau koperasi dapat eksis dan berkembang dan untuk mendukung kinerja keuangan LKD atau koperasi;
5) Hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan dana adalah melakukan analisis kelayakan usaha untuk menentukan kelayakan besaran pinjaman yang akan disalurkan terhadap jenis-jenis usaha yang diajukan anggota melalui kelompok. Beberapa hal pokok yang menjadi dasar dalam pemilihan jenis usaha adalah jangka waktu usaha, jumlah pengusahaan, potensi produksi dan waktu proses produksi. Penilaian kelayakan usaha dalam pemilihan jenis kegiatan usaha dilihat dari cakupan daerah pemasaran, cara pemasaran, persaingan pasar, permintaan pasar, penentuan harga, cara pembayaran, penguasaan teknologi, tenaga kerja, sarana dan prasarana serta cara dan tempat pengelolaan usaha dilakukan;
Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan
30
6) Peluang usaha dapat dilihat dari adanya kebutuhan pasar akan suatu barang atau jasa yang dapat diberikan. Peluang usaha juga dapat diciptakan dengan memberi nilai tambah pada suatu objek yang menjadi kebutuhan pasar. Dibutuhkan pengalaman bisnis yang cukup baik dan waktu yang lama agar naluri bisnis menjadi tajam dalam melihat peluang usaha serta dibutuhkan kreativitas untuk menciptakan peluang usaha;
7) Faktor penting yang menentukan keberlanjutan suatu LKD adalah kinerja keuangan yang baik. Jika layanan internal baik, dan layanan ke anggota atau pihak eksternal lainnya baik, maka diharapkan kinerja keuangannya akan baik. Dari aspek pengelolaan keuangan, dibutuhkan kemampuan pengurus dalam mengelola keuangan, menyusun laporan keuangan dan mengintepretasikan hasil laporan keuangan untuk penyusunan rencana usaha;
8) Tertib administrasi atau pencatatan keuangan sangat penting sebagai laporan penerimaan dan pemanfaatan uang LKD atau koperasi sehingga keuntungan yang diperoleh atau kerugian yang dialami dapat dikontrol dan pengelolaan dana yang berkembang secara keseluruhan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Aplikasi berbasis sistem android yang dapat digunakan untuk mempermudah pencatatan keuangan adalah SI APIK;
9) Manajemen resiko kredit adalah manajemen resiko kerugian karena pihak peminjam tidak dapat dan/atau tidak mau memenuhi kewajiban untuk membayar kembali dana yang dipinjamnya secara penuh pada saat jatuh tempo atau sesudahnya. Kerangka manajemen resiko kredit terdiri dari : (1) Pencegahan resiko kredit yaitu desain produk kredit, seleksi nasabah dan analisis kredit, komite kredit; dan (2) Pengendalian resiko kredit yaitu manajemen tunggakan dan pemantauan resiko kredit;
10) Prinsip seleksi nasabah dalam pencegahan resiko kredit adalah 5C, yaitu : (1) Character, yaitu informasi kepribadian nasabah; (2) Capacity, yaitu kemampuan nasabah dalam mengelola dana yang dipinjam; (3) Condition, yaitu kondisi ekonomi yang mempengaruhi kelayakan pinjaman; (4) Capital, yaitu aset atau kekayaan yang dimiliki oleh nasabah; dan (5) Collateral yaitu jaminan atau agunan yang dimiliki oleh nasabah;
11) Permasalahan umum yang dihadapi dalam pemberian modal usaha adalah nasabah tidak dapat mengembalikan pinjaman tepat waktu atau gagal bayar. Untuk mengantisipasi resiko gagal bayar, LKD atau koperasi dapat menyiapkan dana cadangan resiko yang disisihkan dari keuntungan yang diterima setiap bulan atau diambil dari SHU tahunan sesuai dengan akumulasi kerugian yang dialami;
Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan
31
12) Sejak penerimaan tahun pertama pada tahun 2014, dana hibah AGFUND yang
dikelola LKD Nakamura sampai Oktober tahun 2016 berkembang dari Rp.547.938.500,- menjadi Rp.688.068.053 (26%), sedangkan LKD Munthuk Lestari
dari Rp. 543.680.000,- menjadi Rp. 830.298.409,- (53%), yang digunakan untuk mengembangkan berbagai usaha anggotanya dalam bidang pertanian pertanian dalam arti luas dan turunannya diantaranya untuk kerajinan bambu, mebel, ternak kambing, ternak sapi, budidaya padi, perikanan lele, warung sembako dan olahan pangan seperti mie, susu kedelai, nata de casava, geplak dan tempe;
13) Selain kepada anggotanya, LKD penerima dana hibah AGFUND diharapkan dapat melakukan kerja sama dengan memberikan pinjaman modal kepada LKD lain yang membutuhkan penguatan modal usaha produktifnya. Hal ini juga dapat dilakukan oleh LKD lain yang modalnya sudah berkembang, sehingga dapat membantu LKD lain yang membutuhkan penguatan modal.
b. Pembinaan dan pemantauan pemanfaatan dana hibah AGFUND
Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota Lembaga Keuangan Desa (LKD) dalam pemanfaatan dan pengelolaan dana hibah AGFUND.
Pertemuan Peningkatan Kapasitas LKD Pemanfaatan Dana Hibah AGFUND Tahun 2016, dilaksanakan tanggal 27 – 29 Juli 2016, di Asrama Haji Transit Yogyakarta, Jl. Ringroad Utara Siduadi, (Depan SD Al-Azhar), dengan peserta penerima dana hibah AGFUND, yaitu LKD Desa Mandiri Pangan di Desa Madukoro, Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah dan Desa Munthuk, Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Provinsi D.I Yogyakarta, dan pendamping.
Adapun rumusan hasil pertemuan ini adalah :
a) Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota Lembaga Keuangan Desa (LKD) dalam pemanfaatan dan pengelolaan dana hibah AGFUND. Sasarannya adalah pengurus dan anggota LKD yang menerima dana hibah AGFUND, yaitu LKD Munthuk Lestari, Desa Munthuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi DI. Yogyakarta dan LKD Nakamura, Desa Madukoro, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah;
b) LKD sebagai suatu organisasi memiliki tujuan bersama yang ingin dicapai yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya secara khusus dan masyarakat sekitarnya secara umum. Dalam pembentukannya, LKD diharapkan dapat mengelola dan mengembangkan dana yang dimiliki melalui berbagai usaha atau kegiatan yang dilaksanakan anggotanya;
Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan
32
c) Dalam mencapai tujuan LKD, perlu ada nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi dan diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan operasional sehari-hari. Salah satunya adalah komitmen yang harus dibangun oleh seluruh anggota dan pengurus, dimana anggota dan pengurus berpegang teguh dan fokus pada keputusan yang diambil, kemudian memikul segala resiko dan konsekuensinya tanpa mengeluh, dan menjalaninya penuh rasa syukur sebagai bagian dari proses kehidupan untuk mencapai tujuan bersama;
d) Ketrampilan teknis pengelolaan keuangan menjadi salah satu hal yang harus dimiliki oleh pengurus LKD agar dana yang dikelola dapat berkembang dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan pemanfaatannya. Administrasi pembukuan atau akuntansi koperasi/LKD harus dilakukan dengan cermat, tertib dan tepat, sehingga laporan keuangan yang disusun dapat memberikan gambaran yang baik mengenai arus kas yang masuk dan keluar, jumlah dana yang dipinjam dan dikembalikan anggota serta jumlah hasil usaha yang diperoleh LKD;
e) Keberhasilan usaha yang dilakukan koperasi juga ditentukan oleh kemampuan membangun jaringan usaha dan kemitraan. Karakteristik yang harus dimilki seorang wirausaha/pengurus LKD adalah 1). adanya kemauan; 2). memiliki keberanian; 3). mampu membela usahanya dan mitranya; 4). Jujur dan amanah (bisa dipercaya); 5). hemat; 6). tepat guna didalamnya termasuk menempatkan orang sesuai dengan kemampuannya; 7). mencintai usahanya dan 8). pantang menyerah;
f) Dalam menjalin kemitraan, prinsip utama yang harus dipegang adalah saling memperkuat, saling memerlukan dan saling menguntungkan;
g) Untuk mewujudkan berkembangnya koperasi, koperasi harus melayani anggota melalui pemahaman atas kebutuhan anggotanya yaitu dengan memenuhi sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk kemajuan usaha anggotanya, sehingga diversifikasi usaha dari koperasi di Nakamura dan Munthuk dapat dilakukan berdasarkan pemenuhan kebutuhan anggota;
h) Sejak penerimaan dana hibah AGFUND oleh 2 LKD pada tahun 2014, perkembangan dana maupun organisasi desa telah meningkat, sebagai berikut: (1) Dana hibah AGFUND yang dikelola oleh LKD Munthuk Lestari dan LKD
Nakamura sampai tahun 2016 telah berkembang masing-masing dari
Rp.543.680.000,- menjadi Rp. 792.560.730,- (45,8 persen) dan Rp. 547.938.500,- menjadi Rp. 821.050.000,- (50 persen) yang digunakan
untuk mengembangkan berbagai usaha anggotanya dalam bidang pertanian pertanian dalam arti luas dan turunannya diantaranya untuk kerajinan bambu, mebel, ternak kambing, ternak sapi, budidaya padi, perikanan lele, warung sembako dan olahan pangan seperti mie des, susu kedelai, nata de casava, geplak dan tempe;
Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan
33
(2) Di samping itu modal dari bantuan program Desa Mandiri Pangan (Demapan) yang diterima LKD Muntuk sebesar 100.000.000,- pada tahun 2006 berkembang sampai saat ini sebesar Rp. 465.472.000,- dan LKD Nakamura Desa replikasi sebesar Rp. 25.000.000,- pada tahun 2011 berkembang menjadi Rp. 30.000.000,- di samping berbagai kegiatan produktif yang sampai saat ini masih dilakukan oleh anggota kelompok afinitas;
(3) Terkait dengan kelembagaan LKD Muntuk Lestari, sejak tanggal 15 Oktober 2015, No. 26/BH/XV.I/X/2015 telah berbadan hukum menjadi Koperasi, sedangkan LKD Nakamura sedang mengajukan proses untuk menjadi koperasi.