• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Langkah-langkah

BAB IV. USULAN PROGRAM UNTUK PENGHAYATAN ADORAS

F. Contoh Persiapan Program Katekese SCP untuk Umat d

3. Pengembangan Langkah-langkah

1) Pengantar

Bapak, ibu, dan saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, pada 3 (tiga) bulan yang akan datang, kita akan mendalami khusus tentang adorasi Ekaristi yang menjadi devosi utama bagi kita sebagai umat di Paroki St. Petrus dan Paulus. Hari ini merupakan pertemuan pertama, maka pada kesempatan ini sebagai umat yang melaksanakan adorasi setiap hari, kita perlu memahami bahwa adorasi Ekaristi merupakan salah satu cara perwujudan meneladan spiritulaitas St. Petrus dan Paulus. Sebagai anggota jemaat yang menghidupi semangat pelayanan St. Petrus dan Paulus, umat perlu mengetahui dan memahami bahwa penyembahan kepada Tuhan yang hadir dalam Sakramen Mahakudus atau adorasi merupakan salah satu tindakan untuk bersatu dengan Tuhan. Dalam adorasi kita menyembah Tuhan Yesus yang sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Sebagai umat Kristiani, perlu memahami dan memaknai adorasi Ekaristi sebagai perwujudan spiritualitas St. Petrus dan Paulus dalam kehidupan setiap hari.

2) Lagu Pembukaan : "Kusiapkan Hatiku Tuhan" (Lampiran 4) 3) Doa pembukaan

Allah Bapa yang maha baik, kami menghaturkan pujian dan syukur yang berlimpah kepadaMu atas segala rahmat dan berkat yang Engkau limpahkan kepada kami secara khsusus pada kesempatan ini, Engkau memperkenankan kami berkumpul di sini untuk mendalami lebih jauh adorasi Ekaristi yang menjadi bagian dari hidup kami setiap hari sehingga dengan demikian kami semakin

menyadari kehadiranMu yang nyata dalam Sakramen Mahakudus dan memahami balrwa adorasi merupakan perwujudan dari spiritualitas St. Petrus dan Paulus sehingga mampu menghayatinya dalam kehidupan kami setiap hari lewat karya- karya bakti kami yang Engkau berikan kepada kami. Semuanya ini kami mohon dengan perantaraan PuteraMu Yesus Kristus yang hidup bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus sepanjang segala masa. Amin.

b. Langkah I : Mengungkapkan Pengalaman Hidup umat

1) Peserta diberi kesempatan untuk menonton slide "Menampilkan Wajah Tuhan dalam Dunia".

2) Pendamping meminta beberapa peserta untuk menceritakan kembali dengan singkat isi pokok slide "Menampilkan Wajah Tuhan dalam Dunia" tersebut.

3) lnti pokok slide "Menampilkan Wajah Tuhan dalam Dunia'' adalah sebagai berikut :

Slide "Menampilkan Wajah Tuhan dalam Dunia" menggambarkan situasi dunia saat ini dengan segala gejolaknya. Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat manusia mampu melakukan apa saja tanpa harus banyak berkorban karena dikuasai oleh teknologi canggih. Berbagai tindakan kejahatan maupun kebaikan selalu mewarnai hidup manusia. Hidup manusia seakan bergantung sepenuhnya pada kenikmatan duniawi. Dan ketika kenikmatan itu tidak diperolehnya di dunia yang berkembang saat ini, orang merasa hidupnya telah hancur dan tidak ada harapan untuk hidup. Kehormatan, kekuasaan, uang yang selalu dikejar-kejar oleh

manusia saat ini membuat orang tidak mau lagi menghargai orang lain. Dalam situasi yang demikian justru manusia merasa kehilangan orang- orang yang dicintai bahkan kehilangan makna hidupnya sendiri. Dan pada saat yang demikian manusia mulai berusaha mencari jawaban atas kegalauan dan kehampaan di dalam hidupnya. Hanya pada Dialah semua kekalutan hidup akan terjawab. Dengan mendengarkan suaraNya dan selalu tinggal pada Dia segala pergulatan hidup akan menjadi ringan dan hidup kita semakin tenang dan bahagia.

4) Peserta diajak untuk sharing berdua-dua lalu diungkapkan dalam kelompok besar dengan pertanyaan sebagai berikut:

a) Kesulitan apa yang dialami manusia dalam slide “Menampilkan Wajah Tuhan dalam Dunia” itu?

b) Ceritakan pengalaman, kesulitan apa saja yang pernah Bapak/ibualami dalam adorasi sebagai perwujudan spiritualitas St. Petrus dan Paulus? 5) Pendamping memberikan suatu arah rangkuman sebagai peneguhan

Dalam slide “Menampilkan Wajah Tuhan dalarn Dunia” tadi kita melihat perjuangan manusia dalam menjalani hidup di zaman teknologi canggih ini. Manusia terpesona dengan kenikmatan duniawi. Manusia sangat berjuang untuk memperoleh kekuasaan, kehormatan dan kekayaan atau uang yang akhirnya membawa mereka sampai pada kehancuran. Mengapa hal ini terjadi?

Karena manusia dikuasai oleh teknologi yang menjanjikan kenikmatan sesaat. Ketidakmampuan manusia dalam menyikapi

perkembangan teknologi membuat hidupnya tidak tenang bahkan merasakan kehilangan makna hidup. Dalam situasi yang demikian, manusia baru menyadari bahwa dirinya sudah terpisah jauh dari Tuhan. Akibat dari perkembangan teknologi itu, manusia semakin egois, manusia mengandalkan kekuatannya sendiri dan sampai pada suatu pengalaman yang menyadarkan mereka bahwa sebenarnya hidup mereka tidak tenang dan bahagia. Dengan kesadaran inilah akhirnya manusia mulai mencari jawaban yaitu Tuhan sendiri yang telah membuka hatiNya untuk setiap orang yang datang kepadaNya.

Begitupun dengan pengalaman kita Suka cita, kegembiraan, kasih mewarnai hidup kita. Tetapi tidak jarang pula berbagai kegiatan yang kita lakukan dalam hal doa berlalu tanpa makna. Bapak dan Ibu di lingungan- lingkungan seringkali mengalami kesulitan dalam adorasi entah itu disadari atau tidak. Hal ini terjadi kurang mampu menyadari kehadiran Tuhan, sulit mengalami perjumpaan dengan Tuhan, adorasi acara rutinitas harian, suasana hati yang kurang mantap dalam mengikuti adorasi, adanya keraguan akan kehadiran Tuhan Yesus dalam Sakramen Mahakudus serta motivasi yang beranekaragam dalam diri setiap pribadi sehingga adorasi yang kita adakan setiap hari berlalu tanpa makna.

c. Langkah II: Mendalami Pengalaman Peserta Dalam Adorasi 1) Lagu "Penuhi Kami ya Tuhan”, (Lampiran 4)

2) Peserta diajak untuk merefleksikan sharing pengalaman di atas dengan bantuan pertanyaan sebagai berikut yang didahului dengan diskusi dalam kelompok besar.

a) Cara mana sajakah yang akan dilakukan peserta dalam menghadapi kesulitan-kesulitan adorasi?

3) Dari jawaban yang telah diungkapkan oleh peserta, pendamping memberikan arah rangkuman singkat sbb :

Setiap orang pasti mempunyai dan keterbatasan dalam hidupnya. Suka-duka jatuh bangun selalu silih berganti dan senantiasa mewarnai hidup seseorang. Pada dasarnya setiap orang juga mempunyai kemampuan untuk mengatasi keterbatasannya. Setiap orang mengalami kesulitan dalam doa bukan hal yang sangat asing. Hal itu selalu mewamai perjalanan hidup rohani setiap orang. Berbagai kesulitan yang dialami oleh hampir setiap orang disebabkan oleh kurangnya kesiapan hati untuk menghadap Tuhan, pengetahuan tentang adorasi kurang, kurangnya iman akan kehadiran Tuhan dalam berbagai bentuk dan kesempatan. Tentu saja setiap orangpun tidak ingin hal ini terus terhanyut dalam kesulitan-kesulitan yang senantiasa menghantui hidupnya. Oleh karena itu, pengetahuan pengetahuan tentang adorasi, teori-teori yang berkaitan dengan adorasi dan penjelasan tentang adorasi baik dari kongregasi maupun dari ajaran Gereja Katolik. Pengetahuan ataupun pengalaman kehadiran Kristus dalam

adorasi Ekaristi menurut Gereja maupun Bapa-bapa Gereja sangat penting dipelajari sehingga dengan demikian mendukung dan meneguhkan iman peserta yang masih mengalami kesulitan serta keragu-raguan akan kehadiran Tuhan dalam Sakamen Mahakudus.

4) Doa Malam Bersama

a) Doa Malam : "Doa Malam I" (MB, no. 38; bdk. Lampiran )

b) Lagu : "Dalam TarganMu ya Tuhan" (MB, no. 563; bdk' Lampiran ).

d. Langkah III : Menggali Pengalaman lman Kristiani Umat Dalam Meneladan Spiritualitas St. Petrus dan Paulus.

1) Doa pembuka : "Litani Kehadiran Tuhan" (MB, no. 18; bdk Lampiran 3) 2) Lagu : "SabdaMu Bagai Air Segar (KE, no. 49; bdk. Lampiran 4).

3) Salah seorang peserta membacakan perikop Kitab Suci dari Yoh 15:1-8 dan peserta yang lain mendengarkan dan membaca dalam hati.

4) Peserta diberi waktu untuk hening sejenak membaca dan merenungkan secara pribadi perikop itu dan menanggapiaya dengan bantuan pertanyaan: a) Ayat-ayat mana sehubungan dengan adorasi sebagai perwujudan

spiritualitas St. Petrus dan Paulus?

b) Sikap-sikap mana yang ditanamkan Yesus dalam adorasi?

5) Peserta diajak untuk mencari dan menemukan sendiri pesan inti perikop sehubungan dengan dua pertanyaan di atas.

6) Pendamping memberikan tafsir dari Yoh l5:l-8 dan menghubungkannya dengan tanggapan peserta dalam hubungan dengan tema dan tujuan, misalnya sebagai berikut :

Yohanes l5:l-8 merupakan bagian monolog yang terpanjang dalam Injil Yohanes. Monolog ini berisi alegori tentang pohon anggur. Yesus adalah pokok anggur yang benar (ayat I dan 5) yang sangat diperhatikan secara pribadi oleh Bapa. Pokok anggur itu mempunyai cabang-cabang yang bersemi dan menghasilkan buah-buah yang bagus. persatuan manusia dengan Yesus Kristus melalui kurnia penyerahan diri akan lebih erat dan hidup. Hidup manusia akan menjadi subur apabila selalu menyatukan diri dengan Yesus Kristus sebagaimana Yesus dan Bapa adalah satu.

Pada ayat 2 dikatakan bahwa Bapa sebagaimana pengusaha yang memotong dan membersihkan. Pembersihan yang dilakukan dengan Fiiman yang disampaikan oleh Yesus kepada para muridNya. Dampak dari pembersihan yang dilakukan Bapa; hubungan semakin erat, hidup lebih bersemangat dan menghasilkan buah yang banyak. persatuan dengan Yesus akan menjadi lebih subur bila disirami dengan Firman Tuhan. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu (ayat 4) adalah ajakan Yesus kepada para muridNya untuk selalu bersatu denganNya. Suatu gambaran persatuan paling erat antara pokok dan ranting. Pokok anggur hidup, tumbuh dan berkembang serta berbuah yang banyak dalam ranting karena ranting tinggal dan bersatu dalam pokok. Tetapi tanpa tinggal bersama Yesus sebagai pokok anggur, ranting tidak akan menghasilkan buah yang banyak sebab seperti sabdaNya: “Sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (ayat 5). Sedangkan ayat 3 dan 7 menjelaskan bagian-bagian pohon adalah para murid yang telah menerima sabda Yesus

yang memberi hidup. Para murid diundang, didorong untuk terus hidup, dan tetap tinggal dalam Yesus. Kata tinggal adalah suatu penekanan mengenai kebersamaan yang terus menerus antara Yesus dan para muridNya. Hubungan yang tidak terpisahkan antara Yesus dan para muridNya ini seperti hubungan Yesus dengan BapaNya. Persatuan dengan Kristus yang berlangsung terus-menerus oleh para murid dan seluruh Gereja sebagai kenangan akan karya keselamatan Allah yang terdadi dalam diri puteraNya yang tunggal Yesus Kristus dilambangkan dalam perayaan Ekaristi.

Sikap-sikap yang nampak dalam perikop ini yang dikehendaki oleh Yesus adalah supaya selalu tinggal di dalam Dia, hidup dihadiratNya keheningan lahir maupun batin dan hidup selalu berpusat padaNya. Yesus sebagai pokok anggur yang benar dan para pengikutNya bisa hidup bersemi subur bila menjadi ranting-ranting hidup yang tumbuh dari pokok itu. Hal ini bisa terjadi apabila bersatu dan melekat pada Yesus, kesiapsediaan untuk dipangkas pada bagian-bagian hidup yang dapat menghambat perkembangan sabdaNya, tekun menyirami hidup dengan sabdaNya supaya tetap bersatu denganNya sehingga menghasilkan buah yang berkelimpahan dalam pelayanan di tengah umat setiap hari.

e. Langkah IV : Menerapkan Iman Kristiani Dalam Situasi Konkret Peserta.

1) Pengantar

Bapak, ibu, dan saudara yang terkasih, kita sudah menemukan sikap-sikap yang dikehendaki oleh Yesus bagi hidup kita untuk selalu tinggal bersama Dia dan menyembahNya dalam seluruh hidup kita, tekun menyirami hidup dengan sabdaNya dan hidup selalu berpusat padaNya. Hal ini tidak mungkin terjadi bila tanpa disertai kesiapsediaan untuk membiasakan diri dalam mewujudkan sikap-sikap yang dikehendaki Yesus dalam kehidupan kita setiap hari, karena banyak kelemahan dan hambatan yang kita hadapi dalam hidup ini baik dari diri sendiri, komunitas, tempat kita bekerja, relasi maupun dari lingkungan yang lebih luas.

Semoga penemuan kita ini membawa rahmat dan berkat bagi kita karena Tuhan yang menawarkan dan menyemangati kita dalam menghayati hidup di dalam dan bersama PuteraNya yang kita wujudkan dalam adorasi Ekaristi setiap hari.

2) Sebagai bahan refleksi agar kita semakin dimampukan untuk menghayati adorasi sebagai perwujudan spiritulaitas St. Petrus dan Paulus, marilah kita mencoba merenungkan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :

a) Apakah yang dikehendaki Yesus bagi hidupku lewat adorasi Ekaristi sebagai perwujudan spiritualitas St. Petrus dan Paulus?

b) Sikap-sikap mana yang bisa kita perjuangkan agar semakin menghayati adorasi Ekaristi sebagai perwujudan spirutualitas St. Petrus dan Paulus di tengah-tengah masyarakat umum?

(1) Saat hening diiringi instrumen Taize untuk mengiringi renungan secara pribadi akan pesan Injil dengan situasi konkret yang dialami para peserta.

(2) Kemudian diberi kasempatan untuk bersharing dengan teman sebelahnya, lalu hasil renungan pibadi dan kelompok diungkapkan dalam kelompok yang besar.

Sebagai bahan renungan dalam langkah konfrontasi ini dapat diberi arah rangkuman singkat dari hasil-hasit renungan pribadi dan kelompok, misalnya sebagai berikut :

3) Suatu contoh arah rangkuman penerapan pada situasi para peserta :

Dalam perikop Yohanes 15:l-8 berbicara mengenai Yesus Kristus sebagai pokok anggur yang benar yang mempunyai ranting-ranting yang bersemi dan menghasilkan buah yang lebat apabila selalu bersatu dengan pokoknya. Yesus sendiri telah banyak menawarkan keheningan lahir dan batin, selalu bersatu denganNya dalam seluuh kegiatan kita setiap hari, hidup berpusat padaNya serta nilai-nilai lainnya yang berguna untuk kegiatan adorasi yang para peserta laksanakan setiap hari sebagai perwujudan spiritualitas St. Petrus dan Paulus. Marilah dengan kerelaan hati dan keterbukaan hati menyadari bahkan berani melepaskan hal-hal yang menghambat kemampuan kita untuk mewujudkan spiritualitas St.

Petrus dan Paulus dengan selalu tinggal dan bersatu pada Dia terutama ketika adorasi di depan Sakramen Mahakudus dan hal ini akan terjadi bila kita dengan rendah hati memohon bantuan rahmat Allah agar hidup kita dipenuhi dengan Roh dan kebenaran untuk menyembah Tuhan yang hadir dalam Sakramen Mahakudus.

f. Langkah V : Mengusahakan Suatu Aksi Konkret Dalam Hidup Para Peserta.

1) Pengantar

Bapak, ibu, dan saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus. Setelah kita bersama-sama menggali pengalaman lewat slide dimana cara hidup manusia di zaman ini dengan adanya perkembangan teknologi selalu mencari kenikmatan duniawi yang hanya dinikmati sesaat. Namun justru dengan kenikmatan sesaat inilah manusia kehilangan arah, kehilangan makna hidup karena terpisah dari sang sumber hidup. Banyak orang mengalami kesulitan untuk mendengarkan tawaran kasihNya apalagi tinggal bersama dengan Dia. Pengalaman kesulitan ini, juga melanda kehidupan para peserta dalam menghayati adorasi Ekaristi sebagai perwujudan spiritualitas St. Petrus dan Paulus. Dan Tuhan Yesus mengingatkan kita agar selalu tinggal bersama dan bersatu dengan Dia sebagai pokok anggur sejati, Hal ini memberi semangat serta harapan baru bagi kita untuk menemukan nilai-nilai dari sabda Yesus yang mengharapkan persatuan kita denganNya secara terus-menerus. Dalam seluruh pengalaman hidup yang sudah kita alami sebagai usaha untuk

menghayati adorasi Ekaristi sebagai perwujudan spiritualitas St.Petrus dan Paulus menyadarkan kita bahwa Allah sungguh hadir memberi peneguhan, semangat kegembiraan, bahkan dalam kesulitan yang kita hadapi untuk menyembah dan bersatu mesra dengan Tuhan dalam adorasi Ekaristi yang kita lakukan setiap hari. Maka sepatutnya kita bersyukur kepada Tuhan karena Dia memberi kesempatan kepada kita untuk menggali pengalaman hidup dan pengalaman iman kita selama ini dan mengusahakan suatu tindakan konkret agar penghayatan kira menjadi lebih baik dari waktu ke waktu dalam seluruh perjalanan dan perjuangan hidup kita masing-masing. 2) Memikirkan niat-niat dan betuk keterlibatan yang baru

Marilah sekarang kita memikirkan niat-niat secara pribadi sebagai bentuk keterlibatan kita yang baru untuk lebih menghayati adorasi Ekaristi sebagai perwujudan spiritualitas St. Petrus dan Paulus dalam kehidupan setiap hari.

Berikut ini adalah pertanyaan penuntun untuk membantu para suster merumuskan niat-niat :

Niat-niat apa yang hendak kita lakukan untuk meningkatkan penghayatan hidup kita dalam adorasi sebagai perwujudan spiritulitas St. Petrus dan Paulus?

Dalam suasana hening diberi kepada para peserta untuk memikirkan niat-niat secara pribadi dan niat-niat bersama dalam yang akan dilakukan di dalam kehidupan bermasyarakat. Diiringi musik instrumen.

3) Kemudian diberi kesempatan untuk mengungkapkan niat-niat pribadi kemudian para suster mendiskusikan niat-niat bersama yang akan menjadi program bersama di tengah-tengah masyarakat.

g. Penutup

Setelah merumuskan niat pribadi dan bersama dan sebelum menutup seluruh rangkaian acara rekoleksi sejak kemarin sampai hari ini, akan diadakan adorasi bersama.

1) Pelaksanaan adorasi yang diawali dengan lagu pembuka dan doa singkat. 2) Pemimpin atau fasilitator melanjutkan acara penutupan rekoleksi.

3) Bapak, ibu, dan saudara yang terkasih, setelah selesai merumuskan niat- niat pribadi dan bersama, marilah kita menyalakan lilin yang telah disediakan untuk masing-masing peserta satu lilin. Semoga terang lilin ini menyemangati hidup kita dalam menyembah Tuhan Yesus Kristus dan selalu tinggal dan bersatu dengan seluruh perjalanan dan perjuangan hidup kita terutama ketika kita berada di depan Sakramen Mahakudus dan juga dalam pelayanan setiap hari. Semoga kesetiaan Tuhan Yesus pada BapaNya menyadarkan kita untuk selalu bersatu denganNya dalam seluruh perjalanan hidup setiap saat hingga hidup kita lebih berkenan pada Bapa. 4) Kesempatan doa umat secara spontan dan penyerahan niat-niat yang sudah

disepakati lalu dibakar pada tempat yang sudah disediakan di depan Sakramen Mahakudus.

6) Doa Penutup :

Allah Bapa yang maha pengasih dan penyayang, kami menghaturkan pujian dan struktur yang berlimpah kepadaMu karena Engkau telah memanggil dan memilih kami untuk mengikuti Engkau di jalan yang khusus ini, Kami Engkau perkenankan untuk menggali pengalaman hidup yang telah kami alami dalam mewujudkan meneladan spiritualitas St. Petrus dan Paulus lewat sembah bakti kami kepadaMu. Kami menyadari bahwa sering kali kami kurang mampu hidup bersatu dan tinggal bersamaMu baik dalam adorasi maupun dalam pelayanan hidup kami setiap hari sebagai wujud konkret penghayatan kami akan spiritualitas St. Petrus dan Paulus. Maka kami mohon ya Bapa. berilah kami iman yang teguh, harapan yang kokoh dan cinta kasih yang ikhlas kepadaMu agar kami selalu tinggal dan bersatu dengan Engkau sehingga kami mampu menyembah Engkau dengan tulus ikhlas dalam seluruh hidup kami terutama ketika kami memuji dan menyembah Engkau lewat puteraMu Yesus Kristus yang bersemayam dalam Sakramen Mahakudus dan semoga hidup kami menjadi pujian bagi namaMu dan demi kebahagiaan sesama yang kami layani setiap hari. Semuanya ini kami mohon dengan perantaraan Kristus Tuhan dan Juru selamat kami yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin..

7) Sebelum Sakramen di dalam Monstran dikembalikan ke Tabernakel akan diadakan pemberkatan kepada para peserta oleh Romo Paroki sebagai

bekat dalam perjalanan hidup para peserta untuk mewujudkan spiritualitas St. Petrus dan Paulus dalam adorasi dan dalam kehidupan setiap hari. 8) Adorasi ditutup dengan lagu Tantum.Ergo (Lampiran 4)

9) Sakramen Mahakudus dikembalikan ke tabernakel.

G. Contoh Pendalaman Iman untuk Remaja

Dokumen terkait