BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
G. Pengembangan Pasar Barter Wulandoni Ke Depannya
pendapat masyarakat Kecamatan Wulandoni dan dari segi rancangan peneliti.
1. Dari Segi Pendapat Masyarakat Kecamatan Wulandoni
Sampai saat ini perkembangan pasar barter dari dahulu ke sekarang mungkin hanya pada cara bertransaksi yang dapat menggunakan uang, tetapi bukan berarti hal tersebut menghilangkan sedikit demi sedikit ciri pasar, yaitu barter. Barter tetaplah menjadi tradisi yang tidak akan dihilangkan.
Setelah mengetahui perkembangan yang telah terjadi dahulu kala ke sekarang, pastilah peneliti ingin mengetahui apa saja pengembangan yang mungkin telah di gagas oleh masyarakat Kecamatan Wulandoni. Hanya saja dari hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti, ternyata tidak terdapat rencana pengembangan yang akan dikembangkan untuk Pasar Barter Wulandoni sampai saat ini. Tetapi dari para narasumber ada
yang memiliki keinginan pribadi untuk pengembangan pasar ke depannya. Inilah rincian keinginan yang disampaikan oleh narasumber:
a. Pasar barter sampai sekarang belum memiliki gedung. Sehingga mereka berharap agar pasar barter ini bisa dibuatkan gedung agar terhindar dari panasnya matahari dan dinginnya hujan.
b. Tidak adanya terpal sebagai alat untuk berlindung sehingga ke depannya mungkin bisa disediakan terpal untuk berlindung jika memang gedung pasar belum dapat terealisasi.
c. Tempat untuk berteduh, jangan hanya sekedar tempat terbuka, tetapi ada bangunan untuk berlindung.
d. Jalan menuju ke pasar sebaiknya menggunakan aspal atau rabat yang sudah lubang diperbaiki.
Dari rincian di atas, sebenarnya memiliki satu kesimpulan yang dapat diambil, yaitu diperlukan adanya tempat mungkin untuk berlindung dari terik matahari ataupun air hujan. Sehingga masyarakat bisa merasa nyaman selama berada di pasar barter. Kebanyakan pasar yang kita ketahui sudah memiliki tempat berlindung, sehingga sebaiknya Pasar Barter Wulandoni juga memiliki tempat untuk berlindung, seperti gedung misalnya. Selain itu juga tentang sarana prasarana yang memadai menuju pasar dibuat atau diperbaiki, supaya memudahkan masyarakat untuk sampai ke pasar barter.
Gambar 4.1 Tempat yang Digunakan dalam Proses Barter Hanya Menggunakan Karung
2. Dari Segi Rancangan Peneliti
Dalam merancang pengembangan ini, peneliti menggunakan teori pengembangan produk dari ilmu ekonomi. Terdapat delapan tahapan untuk mengembangkan produk menurut Tjiptono (2008):
a. Analisis Kebutuhan Pelanggan
Dalam tahapan ini, peneliti merangkum kebutuhan-kebutuhan dari masyarakat Kecamatan Wulandoni diantaranya ketersediaan sarana dan prasarana seperti yang telah disampaikan diatas tentang pengembangan Pasar Barter Wulandoni dari segi pendapat masyarakat Kecamatan Wulandoni, yaitu:
gedung agar terhindar dari panasnya matahari dan dinginnya hujan.
2) Tidak adanya terpal sebagai alat untuk berlindung sehingga ke depannya mungkin bisa disediakan terpal untuk berlindung jika memang gedung pasar belum dapat terealisasi.
3) Tempat untuk berteduh, jangan hanya sekedar tempat terbuka, tetapi ada bangunan untuk berlindung.
4) Jalan menuju ke pasar sebaiknya menggunakan aspal atau rabat yang sudah lubang diperbaiki.
Dalam menganalisis kebutuhan pelanggan, peneliti juga melakukan peninjauan terhadap Pasar Barter Wulandoni. Dari sini terlihat ada hal-hal yang sudah baik dan ada yang belum baik pula. Hal-hal yang sudah baik dalam Pasar Barter Wulandoni adalah sebagai berikut:
1) Saling menguntungkan antara satu sama lain baik antara masyarakat daerah pesisir pantai dan daerah gunung. Sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. 2) Terdapat barang-barang dari hasil pertanian dan hasil laut
yang beragam. Tidak terbatas misal dari daerah gunung hanya ubi saja dan dari daerah pesisir pantai hanya ikan saja. 3) Terkait pandemi virus corona yang terjadi pada tahun 2020
ini, hal baik yang dapat diambil dari semua pasar barter, khususnya Pasar Barter Wulandoni adalah tidak
menggunakan unag, yang mana diketahui, uang adalah salah satu sumber penularan virus atau rentan sebagai tempat bersarangnya virus.
4) Sarana pertukaran infomasi.
5) Memperkuat sikap toleransi yang sudah ada, baik dari segi agama maupun dari segi kemanusiaan. Sikap toleransi sendiri sudah dimiliki masyarakat sebelum adanya Pasar Barter Wulandoni, sehingga dengan adanya Pasar Barter Wulandoni ini semakin memperkuat sikap toleransi yang ada dalam masyarakat.
6) Kejujuran adalah prinsip yang dipegang teguh oleh masyarakat. Masyarakat tidak memiliki niat menipu dalam berbarter.
7) Tidak ada persepsi untung rugi secara finansial yang dapat menimbulkan konflik. Semua dianggap setara dalam berbarter.
Hal-hal yang belum baik dalam Pasar Barter Wulandoni adalah sebagai berikut:
1) Tidak semua hasil pertanian dijadikan barang barter.
2) Seperti telah dikemukan oleh para narasumber bahwa dari dahulu kala sampai sekrang belum ada gedung yang dibuat untuk melindungi masyarakat pasar dari teriknya matahari ataupun dinginnya air hujan.
3) Akses menuju Pasar Barter Wulandoni dari desa-desa pun masih terhambat karena tidak menggunakan jalanan aspal. Walaupun ada sebagian jalan yang sudah menggunakan jalan rabat tetapi banyak juga jalan rabat tersebut yang sudah hancur dan rusak parah. Pemerintah Kabupaten Lembata harusnya lebih memperhatikan pembangunan sarana dan prasarana agar seluruh wilayah di Kabupaten Lembata merata.
4) Selain Pasar Barter Wulandoni, di Kecamatan Wulandoni sendiri sudah memiliki objek wisata yang terkenal di Indonesia, yaitu budaya penangkapan ikan paus di daerah Lamalera. Seharusnya ini menjadi awal yang baik agar Pasar Barter Wulandoni juga dapat dijadikan sebagai kumpulan objek wisata yang ada di Kecamatan Wulandoni.
5) Para pelajar yang berasal dari daerah Wulandoni biasanya hanya ikut orang tua mereka atau menggantikan orang tua mereka untuk berbarter di Pasar Barter Wulandoni. Mereka tidak diajak oleh para pengajar untuk menjadikan Pasar Barter sebagai objek pembelajaran.
6) Pasar Barter Wulandoni belum mengikuti perkembangan zaman yang ada.
8) Barang yang ditukarkan harus dibawa ke Pasar Barter Wulandoni.
9) Barang yang dibarter hanya bahan-bahan mentah.
Oleh karena itu, peneliti mengajukan rancangan pengembangan Pasar Barter Wulandoni yang akan tampak dalam tahapan pengembangan pemunculan gagasan di bawah ini.
b. Pemunculan Gagasan
Selain kebutuhan yang dipaparkan masyarakat Wulandoni di atas, kebutuhan lain yang dapat menjadi ide pengembangan Pasar Barter Wulandoni adalah sebagai berikut:
1) Bahan-bahan barter
Ketersediaan bahan-bahan yang cukup untuk proses barter dan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari merupakan salah satu hal yang penting dalam pasar barter sekarang ini maupun ke depannya. Adapun bahan yang dimaksud selain bahan yang sebelumnya telah tersedia di Pasar Barter Wulandoni, juga bahan-bahan lain sebagai bahan tambahan, misalnya beras, atau sayuran organik.
2) Pemberian Workshop
Dapat diberikan workshop pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) sehingga bahan-bahan dasar untuk proses barter dapat diolah menjadi bahan dengan nilai tukar lebih tinggi, misalnya ikan diolah menjadi bakso ikan, ubi menjadi
kripik ubi, dan lain-lain. Sehingga nantinya barter tidak hanya untuk bahan mentah saja tetapi juga untuk bahan jadi yang pasti nilainya lebih tinggi.
3) Perluasan Pasar Barter
Pengembangan selanjutnya yang dapat dikembangkan adalah tentang perluasan pasar barter. Di mana pasar barter tidak hanya ada di desa Wulandoni, tetapi juga ada di desa-desa lainnya. Sehingga secara bergilir pasar barter itu masuk ke desa-desa Kecamatan Wulandoni dan lebih melestarikan pasar. Karena jika hanya ada di Wulandoni maka mungkin saja bisa hilang tergerus zaman karena kemalasan orang untuk pergi ke Wulandoni.
4) Objek Wisata
Pasar Barter Wulandoni sampai sekarang mungkin sudah cukup dikenal, tetapi tidak lebih terkenal dari budaya penangkapan ikan paus yang berada di Kecamatan Wulandoni juga yang lebih tepatnya berada di dasa Lamalera. Oleh karena itu, sebagai pelengkap pariwisata yang ada di Kecamatan Wulandoni, seharusnya budaya Pasar Barter Wulandoni juga masuk dalam objek pariwisata yang menjadi destinasi wisata untuk selalu menarik pengunjung untuk datang ke Kecamatan Wulandoni yang dapat menjadi pemasukan bagi kecamatan
sehingga kecamatan dapat memperbaiki bahkan menambah yang perlu ditambah khususnya untuk Pasar Barter Wulandoni. 5) Sarana Pembelajaran
Dari sisi pendidikan, sebaiknya Pasar Barter Wulandoni ini dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran. Peserta didik diajak untuk terjun langsung ke dalam proses barter sehingga para generasi muda lebih mencintai dan meneruskan warisan budaya agar tidak hilang ke depannya. Sarana pembelajaran itu bisa datang langsung ke Pasar Barter Wulandoni dan bisa membuat buku-buku pembelajaran yang semua isinya berkaitan dengan Pasar Barter Wulandoni, baik secara online maupun cetak.
6) Pasar Barter Online
Seperti halnya buku yang bisa dibuat online, peneliti juga berpikir untuk membuat pasar barter ini dalam versi online, dalam bentuk aplikasi yang dapat di download secara gratis di play store atau app store. Dalam bentuk seperti ini agar memudahkan orang, misalnya dalam hal membawa barang-barang yang dibutuhkan ke pasar karena msyarakat sudah mengetahui apa-apa saja yang dibutuhkan masyarakat dari seberang. Atau aplikasi online itu bisa terhubung dengan semacam ojek online supaya masyarakat tidak perlu pergi ke pasar. Sehingga dapat menjadi pasar barter online.
c. Penyaringan Ide dan Evaluasi
Dalam penyaringan ide ini maka gagasan atau ide yang mungkin belum bisa dikembangkan untuk era sekarang adalah ide pengembangan terakhir, yaitu ide untuk membuat pasar barter online beserta ojek onlinenya. Hal ini dikarenakan harus terealisasikan dulu pengembangan dalam hal sarana dan prasaran semacam jalan yang bagus dan alat transportasinya, serta sinyal provider yang harus masuk di semua kawasan Kecamatan Wulandoni terlebih dahulu barulah bisa terwujud pengembangan pasar barter online. Sehingga pengembangan ini cocok untuk pengembangan jangka panjang.
d. Analisis Bisnis
Dalam pengembangan Pasar Barter Wulandoni akan melewati tahapan ini. Hal ini dikarenakan penelitian ini hanya berbicara tentang pengembangan yang ada tanpa menganalisis bisnis ini dalam bentuk ilmu ekonomi. Seperti bagaimana ramalan penjualan-pembeliannya, ataupun biaya untuk pengembangannya. e. Pengembangan Strategi Pemasaran
Pada tahapan ini, peneliti memerlukan startegi pemasaran. Di mana peneliti berencana melakukan pengembangan strategi pemasaran dari sisi menjelaskan produk yang direncanakan kepada masyarakat Kecamatan Wulandoni. Karena merekalah yang akan berperan aktif dalam perencanaan pengembangan ini. Tahapan ini
masih dalam rencana karena peneliti ingin langsung bertemu dengan para masyarakat atau bertemu dengan pejabat daerah yang mengurus tentang pasar barter tersebut.
f. Pengembangan Produk
Pengembangan produk ini dapat terlaksana jika para masyarakat dan pejabat pemerintah setuju dengan pengembangan yang dibuat oleh peneliti. Sehingga pengembangan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang melakukan kegiatan barter di Pasar Barter Wulandoni.
Pengembangan yang ditawarkan oleh peneliti adalah sebagai berikut:
1) Kebutuhan lain yang perlu ditambahkan dalam pasar barter. 2) Workshop pengembangan Usaha Kecil Menengah
3) Perluasan pasar barter 4) Objek pariwisata
5) Bahan pembelajaran kontekstual (Sarana Pembelajaran) g. Pengujian Produk dan Pasar
Pengembangan tersebut tidak diujikan pada Pasar Barter Wulandoni karena peneliti hanya sebatas ide untuk pengembangan Pasar Barter Wulandoni.
h. Komersialisasi
Tahapan ini juga tidak dilaksanakan karena peneliti hanya sebatas ide untuk pengembangan Pasar Barter Wulandoni.