• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Soal HOTS

Dalam dokumen 8 Penilaian HOTS dalam pembelajaran IPA (Halaman 21-48)

3. Pengembangan Soal HOTS

Pengembangan soal HOTS memerlukan berbagai kriteria baik dari segi bentuk soalnya maupun konten materi subyeknya. Teknik penulisan soal-soal HOTS baik yang berbentuk pilihan ganda atau uraian secara umum sama dengan penulisan soal tingkat rendah, tetapi ada beberapa ciri yang membedakannya. Untuk mengingat kembali penulisan soal bentuk uraian dan pilihan ganda, berikut ini adalah beberapa petunjuk yang dapat anda ikuti.

a . Penulisan Soal Bentuk Uraian

Menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. Ketepatan yang dimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian, yaitu menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri.

Kaidah penulisan soal uraian sebaiknya memperhatikan beberapa hal baik dari materi soal maupun konstruksinya.

Materi soal sebaiknya mengikuti kriteria penulisan soal seperti berikut ini. 1). Soal harus sesuai dengan indikator.

2). Setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan. 3). Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan pengukuran.

4). Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas.

Konstruksi soal sebaiknya mengikuti kriteria penulisan soal seperti berikut ini. 1). Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai.

2). Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal. 3). Setiap soal harus ada pedoman penskorannya.

4). Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas, terbaca, dan berfungsi.

b. Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda

Soal pilihan ganda terdiri dari bagian pokok soal dan pilihan jawaban. Menulis soal bentuk pilihan ganda memerlukan keterampilan dan ketelitian, terutama pada penulisan pengecohnya. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan, serta panjang-pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. Kaidah penulisan soal pilihan ganda harus memperhatikan materi soal dan konstruksinya.

Materi soal sebaiknya mengikuti kriteria penulisan soal seperti berikut ini. 1). Soal harus sesuai dengan indikator. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan

materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. 2). Pengecoh harus bertungsi

3). Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Artinya, satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban.

Konstruksi soal sebaiknya mengikuti kriteria penulisan soal seperti berikut ini. 1). Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Kemampuan atau materi

yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas. Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan/gagasan

2). Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.

3). Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Artinya, pada pokok soal jangan sampai terdapat kata, kelompok kata, atau ungkapan yang memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar.

4). Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Artinya, pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. Penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri.

5). Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Semua pilihan jawaban harus berasal dari konsep yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal, penulisannya harus setara, dan semua pilihan jawaban harus berfungsi. 6). Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. Kaidah ini diperlukan karena

adanya kecenderungan peserta didik memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban.

7). Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah" atau "Semua pilihan jawaban di atas benar". Artinya dengan adanya pilihan jawaban seperti ini, maka secara materi pilihan jawaban berkurang satu karena pernyataan itu bukan merupakan materi yang ditanyakan dan pernyataan itu menjadi tidak homogen.

8). Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis. Pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun dari nilai angka paling kecil berurutan sampai nilai angka yang paling besar, dan sebaliknya. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus disusun secara kronologis. Penyusunan secara unit dimaksudkan untuk memudahkan peserta didik melihat pilihan jawaban.

9). Gambar, grafik, tabel, diagram, wacana, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Artinya, apa saja yang menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas, terbaca, dapat dimengerti oleh peserta didik. Apabila soal bisa dijawab tanpa melihat gambar, grafik, tabel atau sejenisnya yang terdapat pada soal, berarti gambar, grafik, atau tabel itu tidak berfungsi.

10). Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya, umumnya, kadang-kadang.

11). Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan peserta didik yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya.

Pada penulisan soal pilihan ganda maupun uraian penulis soal harus memperhatikan bahasa pada soal. Secara umum bahasa soal sebaiknya mengikuti kriteria penulisan soal seperti berikut ini.

1). Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subyek, (2) unsur predikat, (3) anak kalimat; b) pemakaian kata: (1) pilihan kata, (2) penulisan kata, dan c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf, (2) penggunaan tanda baca.

2). Bahasa yang digunakan harus komunikatif, sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/peserta didik.

3). Pilihan jawaban jangan yang mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal.

c. Penulisan soal yang menuntut keterampilan berpikir tingkat tinggi

Ada beberapa cara yang dapat dijadikan pedoman oleh para penulis soal untuk menulis butir soal yang menuntut berpikir tingkat tinggi. Caranya adalah seperti berikut ini: Materi yang akan ditanyakan diukur dengan perilaku sesuai dengan ranah kognitif Bloom pada level analisis, sintesis dan evaluasi. Setiap pertanyaan diberikan dasar pertanyaan (stimulus) dan soal dapat mengukur kemampuan berpikir kritis.

Agar butir soal yang ditulis dapat menuntut berpikir tingkat tinggi, maka setiap butir soal selalu diberikan dasar pertanyaan (stimulus) yang berbentuk sumber/bahan bacaan seperti: teks bacaan, paragrap, teks drama, penggalan novel/cerita/dongeng, puisi, kasus, gambar, grafik, foto, rumus, tabel, daftar kata/symbol, contoh, peta, film, atau suara yang direkam.

Pada contoh pengembangan soal di dalam modul ini hanya melihat dari keterampilan berpikir tingkat tinggi berdasarkan Bloom. Untuk pengetahuan tambahan dalam penulisan soal Anda dapat pula mempelajari kemampuan berpikir kritis yang dapat dijadikan dasar dalam menulis butir soal yang menuntut berpikir tingkat tinggi. 1). Menfokuskan pada pertanyaan

Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah/problem, aturan, kartun, atau eksperimen dan hasilnya, peserta didik dapat menentukan masalah utama, kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas, kebenaran argumen atau kesimpulan.

2). Menganalisis argumen

Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi sebuah situasi atau satu/dua argumentasi, peserta didik dapat: (1) menyimpulkan argumentasi secara cepat, (2) memberikan alasan yang mendukung argumen yang disajikan, (3) memberikan alasan tidak mendukung argumen yang disajikan.

3). Mempertimbangkan yang dapat dipercaya

Contoh indikator soal: Disajikan sebuah teks argumentasi, iklan, atau eksperimen dan interpretasinya, peserta didik menentukan bagian yang dapat dipertimbangan untuk dapat dipercaya (atau tidak dapat dipercaya), serta memberikan alasannya. 4). Mempertimbangkan laporan observasi

Contoh indikator soalnya: Disajikan deskripsi konteks, laporan observasi, atau laporan observer/reporter, peserta didik dapat mempercayai atau tidak terhadap laporan itu dan memberikan alasannya.

5). Membandingkan kesimpulan

Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang diasumsikan kepada peserta didik adalah benar dan pilihannya terdiri dari: (1) satu kesimpulan yang benar dan logis, (2) dua atau lebih kesimpulan yang benar dan logis, peserta didik dapat membandingkan kesimpulan yang sesuai dengan pernyataan yang disajikan atau kesimpulan yang harus diikuti.

6). Menentukan kesimpulan

Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang diasumsikan kepada peserta didik adalah benar dan satu kemungkinan kesimpulan, peserta didik dapat menentukan kesimpulan yang ada itu benar atau tidak, dan memberikan alasannya.

7). Mempertimbangkan kemampuan induksi

Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan, informasi/data, dan beberapa kemungkinan kesimpulan, peserta didik dapat menentukan sebuah kesimpulan yang tepat dan memberikan alasannya.

8). Menilai

Contoh indikatornya: Disajikan deskripsi sebuah situasi, pernyataan masalah, dan kemungkinan penyelesaian masalahnya, peserta didik dapat menentukan: (1) solusi yang positif dan negatif, (2) solusi mana yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang disajikan, dan dapat memberikan alasannya.

9) . Mendefinisikan Konsep

Contoh indikator soal: Disajikan pernyataan situasi dan argumentasi/naskah, peserta didik dapat mendefinisikan konsep yang dinyatakan.

10). Mendefinisikan asumsi

Contoh indikator soal: Disajikan sebuah argumentasi, beberapa pilihan yang implisit di dalam asumsi, peserta didik dapat menentukan sebuah pilihan yang tepat sesuai dengan asumsi.

11) Mendeskripsikan

Contoh indikator soal: Disajikan sebuah teks persuasif, percakapan, iklan, segmen dari video klip, peserta didik dapat mendeskripsikan pernyataan yang dihilangkan.

Keterampilan-keterampilan HOTS di dalam taksonomi Bloom termasuk tiga level tertinggi yaitu analisis, sintesis dan evaluasi. Untuk tingkat sekolah dasar tidak semua keterampilan dapat dilatihkan melalui pemecahan soal-soal tetapi kita dapat memilih yang sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik dan mengkreasikan menjadi soal yang mendorong peserta didik berpikir.

4. Soal – soal IPA

Higher Order Thinking Skill

Untuk menerapkan beberapa teori tentang pengembangan soal HOTS kedalam pembelajaran IPA berikut ini disajikan beberapa contoh model soal HOTS pada materi IPA dalam bentuk pilihan ganda dan uraian, selanjutnya diberikan pula contoh soal

HOTS sesuai dengan Standar kompetensi, kompetensi dasar dan Indikator pada

a. Contoh Soal HOTS Bentuk Pilihan Ganda 1). Analisis Data Gambar

Topik : Cara tumbuhan hijau membuat makanan

Indikator : Disajikan gambar dan data percobaan pengamatan

terhadap tumbuhan , peserta didikdapat

menjelaskan gejala yang terjadi pada percobaan

Kata kerja Ranah

Kognitif

: Menganalisis dan menyimpulkan

Soal:

1. Alicia melakukan percobaan seperti yang tertera pada gambar berikut ini.

Dia meletakkan kedua tumbuhan dalam pot di taman. Setelah satu minggu, dia memperhatikan bahwa tanaman B berubah menjadi kuning dan kering.

Apa yang terjadi?

a. Tanaman B tidak memiliki akar rambut

b. Tanaman B tidak dapat bertahan tanpa udara

c. Tanaman B tidak dapat membuat makanan tanpa cahaya d. Tanaman A lebih sehat daripada tanaman B.

Kantong plastik hitam

Tanaman B Tanaman A

2). Evaluasi

Topik : Gaya dan gerak

Indikator : Disajikan gambar percobaan gaya ( model jungkat

jungkit) , peserta didik dapat memprediksi fenomena yang akan terjadi jika ada perubahan

Kata kerja Ranah Kognitif

: Memprediksi

Soal :

Dua buah bola dengan ukuran sama diletakkan pada neraca dalam keadaan seimbang seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini.

Apa yang akan terjadi ketika bola B kempis? a. Tidak terjadi apa-apa

b. Wadah yang berisi bola A miring ke atas c. Wadah yang berisi bola B miring ke bawah d. Wadah yang berisi bola B miring ke atas

3). Sintesis

Topik : Perpindahan energi panas

Indikator : Disajikan percobaan tentang perpindahan energi,

peserta didik dapat menjelaskan tujuan percobaan tersebut

Kata kerja Ranah

Kognitif

: Merencanakan dan merumuskan

Soal :

Ali menempelkan beberapa paku payung ke batang suatu logam dengan bantuan lilin atau platisin dalam ukuran yang sama pula. Kemudian ia

melakukan percobaan dengan memanaskan logam seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Dari percobaan yang Ali lakukan, apa yang ingin ditunjukkan? a. Lilin dapat meleleh ketika dipanaskan.

b. Pakupayung akan memanas karena terbuat dari logam c. Logam menekuk ketika dipanaskan.

d. panas merambat sepanjang logam. lilin

Paku payung

Logam

besi

4). Analisis

Topik : Pemuaian

Indikator : Disajikan tiga cara membuka botol melalui

pemanasan bagiannya , peserta didik dapat memilih cara untuk membuka botol yang tutupnya macet dibuka.

Kata kerja Ranah Kognitif

: Menguji dan menyeleksi

Soal:

Perhatikan gambar botol yang tutupnya macet tidak bisa dibuka.

Dodi ingin membuka tutup botol tersebut. Ada beberapa alternatif cara membuka botol yang tutupnya macet. yaitu :

(1) . Memanaskan botol tersebut

(2) . Memanaskan hanya bagian tutup logam (3) . Meletakkan botol tersebut dalam beberapa es

Apa yang dapat dilakukan Steven berdasarkan alternatif percobaan agar botolnya cepat terbuka?

a. (1) dan (2) b. (1) dan (3) c. (2) dan (3) d. (1), (2), dan (3) Tutup

logam

Gelas

5). Sintesis

Topik : Cara perkembangbiakan tumbuhan

Indikator : Disajikan gambar cara pencangkokan secara

acak, peserta didik dapat mengurutkan prosesnya pada tumbuhan

Kata kerja Ranah Kognitif : Menyusun

Soal

Pak Prabu akan melakukan pencangkokan pada pohon jambu, karena banyak yang menginginkan menanam pohon jambu yang sama dengan miliknya.

Perhatikan gambar teknik penyetekan yang dilakukan pada pohon jambu tersebut.

Urutan yang benar untuk mencangkok tumbuhan adalah . . . . A. 1,2,3,4

B. 2,1,3,4 C. 2,4,3,1 D. 1,3,4,2

6). Analisis

Topik : Perubahan tetap

Indikator : Disajikan data percobaan peniupan terhadap air

kapur, peserta didik dapat menentukan penyebab terjadinya perubahan

Kata kerja Ranah

Kognitif

: Menganalisis dan menyimpulkan

Soal:

Romi dan Rima ingin mengetahui apa yang akan terjadi ketika dia meniup air kapur yang tidak berwarna seperti pada gambar.

Air kapur Air kapur setelah ditiup

Dia menemukan bahwa air kapur menjadi keruh setelah ditiup dalam beberapa saat. Kandungan udara apakah yang menyebabkan air kapur berubah menjadi putih?

A. Karbondioksida B. Oksigen

C. Uap air D. Nitrogen

7). Evaluasi

Topik : Pertumbuhan kecambah

Indikator : Disajikan data percobaan pertumbuhan biji dalam

kondisi berbeda , peserta didik dapat memprediksi hasil percobaan

Kata kerja Ranah Kognitif : Membandingkan dan memprediksi

Soal

Nugi meletakkan lima biji kacang dalam dua wadah. Kedua wadah diletakkan dekat jendela.

Gambar A Gambar B

Apa yang akan terjadi setelah biji-biji tersebut disimpanselama 3 hari?

A. Kacang dalam kedua wadah akan menjadi bibit muda B. Kacang dalam kedua wadah akan mengering

C. Hanya kacang yang dalam wadah A yang menjadi bibit muda D. Hanya kacang yang dalam wadah B yang menjadi bibit muda

Biji kacang

Kapas kering Kapas basah

8). Evaluasi

Topik : Penggunaan benda berdasarkan sifatnya

Indikator : Disajikan gambar percobaan penggunaan benda

penutup gelas berisi es , peserta didik dapat mengurutkan benda penutup gelas berdasarkan kecepatan melelehnya es

Kata kerja operasional : Membandingkan, memilih dan menyimpulkan

Soal

Sekelpompok peserta didik melakukan percobaan sifat bahan suatu benda. Empat potongan es batu dalam ukuran yang sama disimpan di dalam wadah kemudian gelas ditutup oleh empat jenis bahan seperti yang tertera pada percobaan.

Hasil percobaan peserta didik yang benar untuk urutan kecepatan melelehnya es batu mulai dari yang paling cepat adalah …..

A. (1), (4), (3), (2) B. (2), (3), (1), (4) C. (3), (2), (1), (4) D. (2), (1), (3), (4)

9). Evaluasi

Topik : Perubahan Tetap

Indikator : Disajikan hasil percobaan pembakaran lilin dalam

kondisi berbeda, peserta didik dapatmenjelaskan penyebab terjadinya perubahan

Kata kerja operasional : Membandingkan , menafsirkan dan menyimpulkan

Soal :

Seorang peserta didik kelas V melakukan percobaan yang ditunjukkan pada gambar berikut dengan dua buah lilin yang mempunyai ukuran yang sama.

Lilin Y akan tetap menyala, akan tetapi lilin X mati. Mengapa hal ini terjadi? 1) Tidak ada karbon dioksida untuk menghentikan nyala lilin Y.

2) Lilin X kekurangan gas karbon dioksida untuk tetap menyala 3) Lilin X kekurangan gas oksigen untuk tetap menyala

4) Sumbu di lilin Y lebih panjang dari pada lilin X

10). Analisis

Topik :

Struktur akar tumbuhan dengan fungsinya

Indikator : Disajikan empat tanaman dengan akar yang

berbeda, peserta didik dapat menganalisis perbedaan tsb

Kata kerja operasional : Menganalisis dan menyimpulkan

Soal :

Perhatikan gambar tanaman berikut, 1). jagung, 2). ubi jalar, 3). kacang tanah, dan 4). ketela pohon

Tanaman pada gambar di atas yang memiliki akar sebagai tempat menyimpan makanan adalah . . . .

A. 1, 2, dan 3 B. 1, 3, dan 4 C. 2, 3, dan 4. D. 1, 2, dan 4

b. Contoh Soal HOTS bentuk Uraian

1). Sintesis

Topik : Rantai makanan

Indikator : Disajikan gambar konsumen dan produsen pada

rantai makanan , peserta didik dapatmenjelaskan rantai makanannya

Kata kerja operasional : Menghubungkan dan merangkum

Soal

Perhatikan bagan Rantai Makanan berikut ini

Cobalah ceritakan dengan kata-katamu sendiri mengenai rantai makanan yang ada pada gambar tesebut!

………..

………..

………..

Topik : Listrik Indikator : Disajikan dua rangkaian listrik yang berbeda , peserta didik dapatmenjelaskan akibat dari perbedaan itu Kata kerja operasional : Membandingkan, menafsirkan, dan memperjelas Soal: Cobalah amati gambar rangkaian listrik di bawah ini . a. Carilah persamaan dan perbedaan yang terdapat pada kedua gambar rangkaian listrik tersebut!

………

………

b. Jelaskan olehmu mengenai kedua rangkaian listrik tersebut!

………

………

………

3) Evaluasi

Topik : Sifat benda

Indikator : Disajikan gambar percobaan pengukuran suhu suatu

bahan, peserta didik dapat mempredikdi suhu bahan lainnya

Kata kerja operasional : Memprediksi

Soal:

Sekelompok peserta didik melakukan percobaan mengukur suhu benda, pada percobaan pertama mereka mengukur suhu es batu. Hasil pengamatannya adalah:

Perkirakan olehmu suhu benda yang terletak pada gambar berikut

A B C Jawaban : A= ... B=... C= ...

4) Evaluasi

Topik : Pertumbuhan tanaman

Indikator : Disajikan beberapa gambar tanaman,

peserta didik dapat menjelaskan faktor yang mempengaruhi tumbuhnya tanaman

Kata kerja operasional : Membandingkan, menyimpulkan dan

memutuskan

Soal:

Di depan kelas banyak tanaman di dalam pot. Tiga di antaranya tertera pada gambar dibawah ini.

A B C

Walaupun tanaman itu berbeda tentunya kamu dapat membandingkan ketiga tanaman di atas, menurutmu apakan tanaman itu dirawat dengan cara yang berbeda? Coba jelaskan !

……… ………

Bagaimana sebaiknya merawat tanaman agar tumbuh seperti gambar A? ……… ………

5) Evaluasi

Topik : Sifat bahan

Indikator : Disajikan data ketahanan makanan , peserta

didik dapat menentukan jenis pembungkus makanan

Kata kerja operasional : Membandingkan, menyimpulkan dan memutuskan

Soal:

Seorang penjual makanan melakukan pengujian terhadap beberapa pembungkus makanan untuk menentukan bungkus makanan yang paling baik agar kerupuk yang dijualnya tetap renyah. Hasilnya dicatat dalam tabel berikut:

No Yang Diuji Ketahanan Makanan

1.

2.

3.

4.

Bungkus A

Bungkus B

Bungkus C

Bungkus D

2 Hari

1,5 Hari

3 Hari

6 Hari

a. Jika pembungkus yang diuji itu terdiri dari kertas koran, kertas HVS, Plastik dan karton, tentukan Bungkus A, B, C dan D itu terbuat dari apa? ………..

……….. b. Bungkus mana yang sebaiknya dipilih oleh penjual makanan tersebut, jelaskan jawabanmu ………..

6). Analisis

Topik : Energi panas

Indikator : Disajikan gambar percobaan pengaruh suhu,

peserta didik dapat menjelaskan proses perpindahan panas pada percobaan tersebut

Kata kerja operasional : Menganalisis dan menyimpulkan dan

Soal:

Seorang ibu menyiapkan susu untuk bayinya dalam botol. Ternyata susu itu terlalu panas untuk bayi. Dia merendam botol susu tersebut dalam wadah yang berisi air dingin seperti yang tertera pada gambar.

Mengapa ibu merendam botol susu dalam air dingin?

... Jelaskan perpindahan panas yang terjadi pada proses!

... Wadah

Susu Panas Air Dingin

7). Evaluasi

Topik :

Struktur akar tumbuhan dengan fungsinya

Indikator : Disajikan empat tanaman dengan akar yang

berbeda, peserta didik dapat menganalisis perbedaan tsb

Kata kerja operasional : Memprediksi

Soal :

Yulia menempatkan dua pot tanaman di dekat jendela rumahnya dengan posisi

seperti yang tertera pada gambar di bawah ini.

A. Menurutmu Yulia akan meneliti tentang apa terhadap tanaman tersebut? ………. B. Perkirakan apa yang dia temukan pada tanaman setelah beberapa hari,

jelaskan jawabanmu?.

………. ………..

c. Contoh soal HOTS sesuai dengan standar kompetensi pembelajaran IPA

Topik : Benda dan kegunaannya

Kelas : IV

Standar Kompetensi : 3. Memahami sifat-sifat benda, perubahan sifat benda dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari

Kompetensi Dasar :

3.3 Menjelaskan kegunaan benda plastik, kayu, kaca, dan kertas

Indikator : Disajikan bagan yang berisi macam-macam benda

peserta didik dapat menentukan bahan pembuat benda tersebut

Ranah Kognitif : Sintesis

Kata kerja Ranah

Kognitif

: Memadukan Soal

Menurutmu apa bahan benda X, Y dan Z

X Y Z

A Kain Karet Logam

B Kain Logam Karet

C Logam Kain Karet

D Karet Kain Logam

Benda

X Y Z

Penghapus pinsil Balon Klip Pakupayung Sweater Saputangan

Topik : Energi Listrik

Kelas : VI

Standar Kompetensi : 8. Memahami pentingnya penghematan ener

Kompetensi Dasar :

8.1 Mengidentifikasi kegunaan energi listrik dan berpartisipasi dalam penghematannya dalam kehidupan sehari-hari

Indikator : Disajikan beberapa gambar rangkaian listrik

peserta didik dapat menjelaskan pengaruh rangkaian terhadap nyala lampu

Ranah Kognitif : Analisis

Kata kerja Ranah

Kognitif

: Menganalisis dan menyimpulkan Soal

Sekelompok siswa sedang mencoba menguji pengaruh rangkaian listrik terhadap nyala lampu

Rangkaian yang dibuat digambar, dan gambarnya adalah sebagai berikut.

A. Apakah semua lampu akan menyala dengan terang yang sama? B. Jika tidak, mana yang lebih terang, lampu pada rangkaian A atau B? C. Mana yang akan lebih terang, lampu pada rangkaian C atau D? D. Buatlah kesimpulan dari percobaan siswa tersebut!

A

B

C

C. TUGAS

1. Buatlah contoh soal HOTS untuk topik IPA SD aspek Fisika, Kimia, Biologi dan IPBA, cantumkan Ranah kognitif Bloom yang dikembangkan dan kata kerja ranah kognitifnya!

2. Buatlah soal tes HOTS untuk menguji ketercapaian salah satu kompetensi dasar pada pembelajaran IPA SD kelas III, IV, V dan VI dalam bentuk pilihan ganda dan uraian berikut indikator soalnya!

D. EVALUASI

1. Salah satu keterampilan berpikir yang termasuk “Higher Order Thinking Skill”

adalah keterampilan berpikir kritis. Menurut Ennis dalam Costa, Indikator keterampilan berpikir kritis dibagi menjadi lima kelompok . Coba jelaskan masing-masing indicator tersebut!

2. Pada ranah apa saja dalam taksonomi Bloom yang kata kerja operasionalnya termasuk “Higher Order Thinking Skill”. Berikan contoh yang sering digunakan didalam penguji penguasaan konsep IPA SMP/MTs

3. Perhatikan soal berikut, Apakah soal ini termasuk soal HOTS?. Kalau ya

Dalam dokumen 8 Penilaian HOTS dalam pembelajaran IPA (Halaman 21-48)

Dokumen terkait