• Tidak ada hasil yang ditemukan

8 Penilaian HOTS dalam pembelajaran IPA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "8 Penilaian HOTS dalam pembelajaran IPA"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Hak

Cipta pada PPPTK IPA

Dilindungi Undang-Undang

#

&

$

'

%

(

!

&

)

*

+

,

!

-

,

!

+

,

$ +

.

-!

"#$ % %

(4)

!

" ""# " " $ #

# % # $

! ""# #

! $

&

$ "

"

$ &

' ( ) ( ( (

& ) "

" ( ) " " ( & " "

$

! ""# # % *+

*+ %

$ , -'

.'

-/ % " 0,

- . " /( . #

$ ! - . " $

. " # &- & $

""# #

!

) $

! $

1 1 23**

"

&-$

(5)

&

" ( )

# &- &

*3 &-$ . 4 (, & ! & !

&( $ 5

( ) &

( ) & $ 7 - ( $ $ " & $ ( ) & -$ ( )

$ $ . " / %

& 1 $

""# *3

' $ . #

. ( $ #

( $ (

) ( ) &

( ! $

( ! $ & !

5 6 7 &

$ ( ) &-8 ( -) &

' ) (

(, & $ 9

$ " . - .

- .

& & $

# (

6 7 &

$ ( )

4

1 23** " " ( )

0( *:5:3:32*:;<3<*3 ) % . $ 23 # # ! . # $ $ ! $ "

( ) &

. (

$

$ ,

$ ( )

(6)

Hal

HALAMAN SAMPUL SAMPUL DALAM

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

DAFTAR GAMBAR iii

DAFTAR TABEL iv

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Pengantar 1

B. Tujuan 2

C. Sistematika 2

BAB II Kegiatan Belajar 4

A. Pengantar 4

B. Tujuan. 5

C. Bahan Alat dan dan nSumber Belajar 5

D. Langkah Kegiatan 6

E. Bahan Bacaan untuk Fasilitator dan Peserta 8

F. Tugas 39

G. Evaluasi 39

BAB III RANGKUMAN 40

(7)

Hal

(8)

Hal

Tabel 2.1 Keterampilan Berpikir dan Bentuk Pertanyaannya 9

Tabel 2.2 Taksonomi Bloom Lama dan Taksonomi Bloom Revisi 10

(9)

A. PENGANTAR

Guru sebagai tenaga profesional memiliki konsekuensi-konsekuensi, salah satu konsekuensi tersebut adalah melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan

(PKB) atau Continuous Professional Development (CPD). Kegiatan CPD ini

merupakan salah satu outcome dari model belajar BERMUTU yang dilaksanakan di

kelompok kerja guru di kabupaten-kabupaten mitra program BERMUTU. Program BERMUTU difokuskan pada upaya peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi dan kinerja guru. Salah satu kompetensi guru dalam dimensi pedagogik adalah: dapat menyelenggarakan penilaian, evaluasi proses dan hasil belajar, dengan kompetensi inti diantaranya dapat menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran SD/MI dan mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar ( Permendiknas no 16 Tahun 2007).

Pada hakikatnya, penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. Dalam pendidikan, penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Untuk melaksanakan penilaian guru memerlukan instrumen penilaian atau soal-soal baik untuk menguji aspek kognitif, afektif maupun psikomotor.

(10)

Para guru biasanya me ranah kognitif yang spes Mengembangkan b baik untuk penullisan so berpikir siswa yang men biasanya merasa ag menentukan perilaku ya pertanyaan. Untuk me siswa melalui soal-soa mengembangkan so Taksonomi Bloom.

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum Setelah mempelaja dan latihan, Anda atau soal-soal IPA

2. Tujuan Khusus Setelah mempelajar

a. menjelaskan Ta b. menjelaskan tekn c. mengidentifikasi d. mengembangkan

C. SISTEMATIKA

Modul ini terdiri at pengantar tentang penil tujuan, dan sistematika Kegiatan Belajar I beris SD/MI, tujuan, bahan, a untuk fasilitator dan pe

encantumkan ranah kognitif tanpa mengan sifik dari soal tersebut.

butir soal harus mengikuti rambu-rambu y oal secara umum maupun rambu-rambu berd ngerjakan soal. Untuk pembuatan soal HO gak kesulitan dalam mengkreasinya. D

ang diukur juga merumuskan masalah yang embantu guru di dalam meningkatkan keter oal, dalam modul ini akan dipaparkan b oal-soal IPA yang termasuk kategori HOTS

ari paparan materi dalam modul ini, melalui d da diharapkan dapat mengembangkan instru

“Higher Order Thinking Skill” (HOTS)

ari modul ini, diharapkan Anda dapat :

aksonomi Bloom yang termasuk “Higher Orde

knik penulisan soal HOTS bentuk uraian dan p i soal-soal HOTS IPA berdasarkan Level Tak

n soal-soal HOT dalam pembelajaran IPA

atas tiga komponen. Pada Bab I Pendahu ilaian hasil belajar kategori HOTS pada pe penulisan. Pada Bab II terdiri dari Kegiatan isikan paparan HOTS dan Taksonomi Bloom alat, dan sumber belajar, langkah kegiatan

eserta, tugas dan soal evaluasi. Kegiatan

nalisis kata kerja

yang ditetapkan, dasarkan tingkat OTS, penulis soal Disamping sulit g dijadikan dasar rampilan berpikir bagaimana cara S berdasarkan

diskusi informasi, rumen penilaian

er Thinking Skill”

pilihan ganda ksonomi Bloom

(11)

teknik penulisan soal HO HOTS IPA berdasarka belajar, langkah kegiata soal evaluasi. Bab III b yang dapat digunakan p

OTS bentuk uraian dan pilihan ganda dan c an level Taksonomi Bloom, tujuan, bahan, a tan, bahan bacaan untuk fasilitator dan pes berisi rangkuman dan bagian terakhir beris peserta untuk melengkapi bahan bacaan.

contoh soal-soal alat, dan sumber

(12)

Higher Order Thinking Skill”

, Taksonomi Bloom dan Pengembangan Soal

HOTS IPA

A. PENGANTAR

Peserta didik tingkat SD/MI harus mulai dilatih berpikir tingkat tinggi sesuai dengan usianya. Keterampilan berpikir dikelompokkan menjadi keterampilan berpikir dasar dan keterampilan berpikir kompleks atau tingkat tinggi. Dalam hal ini keterampilan berpikir dasar meliputi menghubungkan sebab akibat, mentransformasi, menemukan hubungan dan memberikan kualifikasi. Proses berpikir tingkat tinggi meliputi pemecahan masalah, membuat keputusan, berpikir kritis dan berpikir kreatif (Presseisen dalam Costa, 1985).

Diantara proses berpikir tingkat tinggi di atas salah satu yang digunakan dalam pembentukan sistem konseptual IPA adalah berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis sangat diperlukan pada zaman perkembangan IPTEK sekarang ini, sebab saat ini selain hasil-hasil IPTEK yang dapat dinikmati, ternyata timbul beberapa dampak yang membuat masalah bagi manusia dan lingkungannya. Para peneliti pendidikan menjelaskan bahwa belajar berpikir kritis tidak langsung seperti belajar tentang materi, tetapi belajar bagaimana cara mengkaitkan berpikir kritis secara efektif dalam dirinya ( Beyer dalam Costa ,1985). Maksudnya masing-masing keterampilan berpikir kritis dalam penggunaanya untuk memecahkan masalah saling berkaitan satu sama lain.

(13)

sintesis atau evaluasi, pada soalnya harus ada komponen yang harus dianalisi, disintesis atau dievaluasi. Komponen ini di dalam soal dikenal dengan istilah stimulus. Di dalam pembelajaran IPA banyak stimulus untuk membantu peserta didik melakukan proses berpikir misalnya dalam bentuk data percobaan, grafik, gambar suatu fenomena atau deskripsi singkat suatu fenomena.

Selain itu soal-soal IPA juga harus menguji keterampilan proses IPA, karena pendekatan pembelajaran yang dianjurkan adalah pendekatan keterampilan proses. Maka kata kerja yang dipilih pada ranah kognitif diutamakan yang sesuai dengan keterampilan proses. Untuk soal-soal IPA guru dapat memilih kata kerja yang sesuai dengan konsep IPA yang dipelajari peserta didik dan sesuai dengan indikator hasil belajar yang dirunkan dari kompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik pada setiap konsep IPA.

B. TUJUAN

Setelah Anda mempelajari kegiatan belajar 1, diharapkan dapat:

1. menjelaskan macam-macam keterampilan berpikir yang termasuk “Higher Order

Thinking Skill”

2. menjelaskan Taksonomi Bloom yang termasuk level . Higher Order Thinking Skill”

3. menjelaskan bentuk pertanyaan untuk meningkatkan keterampilan berpikir yang termasuk “Higher Order Thinking Skill”

4. mengidentifikasi soal-soal HOTS IPA berdasarkan ranah kognitif taksonomi Bloom

5. Mengembangkan soal-soal HOTS dalam pembelajaran IPA

C.

ALAT, BAHAN DAN SUMBER BELAJAR

(14)

Sumber belajar yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut.

No Judul

1 Atherton J S. (2011). Learning and Teaching; Bloom's

taxonomyBloom's taxonomy

2

Wasis & Sugeng ( 2008). Ilmu Pengetahuan Alam, Jilid 2 untuk SMP dan MTs Kelas VIII. Jakarta. Pusat Perbukuan. Departemen Pendidikan Nasional.

3 BBC. Home. (2009). Science. Ks3. http://www.

bbc.co.uk/schools/ks3 bitesize/ science

4 Paul & Elder. (2004). The Nature and Function of Critical & Creative Thinking, www.cricalthinking.org.

5. Penilaian hasil Belajar…….

D. LANGKAH KEGIATAN

Gambar 2.1 Langkah Kegiatan Kegiatan 1:

10 menit PENDAHULUAN Fasilitator/Guru Pemandu menggali pengetahuan tentang soal HOTS pada pembelajaran IPA

Kegiatan 2: 50 menit

MENGKAJI BAHAN BACAAN:

• HOTS

• Taksonomi Bloom • Pengembangan soal

HOTS

• Soal-soal IPA HOTS

Kegiatan 3: 70 menit

LATIHAN Mengembangkan soal HOTS IPA

Kegiatan 4: 50 menit PRESENTASI Presentasi hasil kerja kelompok

(15)

Penjelasan Alur Kegiatan

Kegiatan 1. Pendahuluan (10 menit)

Pada kegiatan pendahuluan pemandu menginformasikan kompetensi, tujuan, kegiatan belajar yang akan dilakukan, dan hasil belajar yang diharapkan dalam pertemuan ini. Selanjutnya mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menggali pengetahuan tentang soal HOTS pada materi pembelajaran IPA

Kegiatan 2. Mengkaji Bahan Ajar (50 menit)

Pada kegiatan ini peserta mengkaji informasi tentang HOTS, Taksonomi Bloom, pengembangan soal HOTS, dan soal-soal HOTS IPA yang tersedia dalam modul. Peserta diminta mempelajari contoh soal HOTS sambil mendiskusikan materi dalam kelompok

Kegiatan 3. Latihan (70 menit)

Pada kegiatan ini peserta mencoba mengembangkan soal HOTS untuk pembelajaran IPA. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapat tugas mengembangkan soal yang berbeda, yaitu aspek fisika, kimia dan biologi. Masing-masing membuat contoh soal pilihan ganda dan uraian

Kegiatan 4. Presentasi ( 50 menit)

Perwakilan peserta mempresentasikan hasil kerja kelompok, peserta lainnya menyimak dan mengomentari presentasi untuk perbaikan

(16)

E.

BAHAN BACAAN UNTUK FASILITATOR DAN PESERTA

Higher Order Thinking Skill, Taksonomi Bloom

dan Pengembangan Soal HOTS

1. “Higher Order Thinking Skill” (HOTS)

Higher Order Thinking Skill” (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu pemecahan masalah, membuat keputusan, berpikir kritis dan berpikir kreatif (Presseisen dalam Costa, 1985). Dalam pembentukan sistem konseptual IPA proses berpikir tingkat tinggi yang biasa digunakan adalah berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis sangat diperlukan pada zaman perkembangan IPTEK sekarang ini, sebab saat ini selain hasil-hasil IPTEK yang dapat dinikmati, ternyata timbul beberapa dampak yang membuat masalah bagi manusia dan lingkungannya. Para peneliti pendidikan menjelaskan bahwa belajar berpikir kritis tidak langsung seperti belajar tentang materi, tetapi belajar bagaimana cara mengkaitkan berpikir kritis secara efektif dalam dirinya ( Beyer dalam Costa ,1985). Maksudnya masing-masing keterampilan berpikir kritis dalam penggunaanya untuk memecahkan masalah saling berkaitan satu sama lain.

Indikator keterampilan berpikir kritis dibagi menjadi lima kelompok (Ennis dalam Costa, 1985) yaitu ; memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, membuat penjelasan lebih lanjut serta mengatur strategi dan taktik. Keterampilan pada kelima kelompok berpikir kritis ini dirinci lagi sebagai berikut:

a). Memberikan penjelasan sederhana terdiri dari keterampilan memfokuskan

pertanyaan, menganalisis argumen, bertanya dan menjawab pertanyaan. b).

Membangun keteranpilan dasar terdiri dari menyesuaikan dengan sumber, mengamati

dan melaporkan hasil observasi. c). Menyimpulkan terdiri dari keterampilan

mempertimbangkan kesimpulan, melakukan generalisasi dan melakukan evaluasi. d).

Membuat penjelasan lanjut contohnya mengartikan istilah dan membuat definisi. e).

(17)

pendidikan. Keterampilan berpikir yang dikembangkan dan bentuk pertanyaannya menurut Linn dan Gronlund adalah seperti tertera pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1 Keterampilan Berpikir dan Bentuk Pertanyaannya

No Keterampilan Berpikir Bentuk Pertanyaan

1 Membandingkan - Apa persamaan dan perbedaan antara ... dan...

- Bandingkan dua cara berikut tentang ....

2 Hubungan

sebab-akibat

- Apa penyebab utama ...

- Apa akibat …

3 Memberi alasan

(justifying)

- Manakah pilihan berikut yang kamu pilih, mengapa?

- Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang ....

4 Meringkas - Tuliskan pernyataan penting yang termasuk ...

- Ringkaslah dengan tepat isi …

5 Menyimpulkan - Susunlah beberapa kesimpulan yang berasal dari

data ....

- Tulislah sebuah pernyataan yang dapat

menjelaskan peristiwa berikut ....

6 Berpendapat

(inferring)

- Berdasarkan ..., apa yang akan terjadi bila

- Apa reaksi A terhadap …

7 Mengelompokkan - Kelompokkan hal berikut berdasarkan ....

- Apakah hal berikut memiliki ....

8 Menciptakan - Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda

tentang ....

- Lengkapilah cerita ... tentang apa yang akan terjadi bila ....

9 Menerapkan - Selesaikan hal berikut dengan menggunakan

kaidah ....

- Tuliskan ... dengan menggunakan pedoman....

10 Analisis - Manakah penulisan yang salah pada paragraf ....

- Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama ...

11 Sintesis - Tuliskan satu rencana untuk pembuktian ...

- Tuliskan sebuah laporan ...

12 Evaluasi - Apakah kelebihan dan kelemahan ....

(18)

2. Taksonomi Bloom

Penilaian hasil belajar sudah biasa dilakukan oleh guru. Instrumen penilaian yang dibuat harus memenuhi ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Selama ini kita sudah mengenal ranah taksonomi Bloom terutama dalam ranah kognitif, biasanya dalam penulisan ranah ini disingkat menjadi C1 untuk tahap kognitif pengetahuan, C2 untuk pemahaman, C3 untuk penerapan, C4 untuk analisis, C5 untuk sintesis dan C6 untuk tahap kognitif evaluasi. Ranah-ranah pada taksonomi Bloom sejak tahun 2001 sebenarnya sudah ada revisi yang dilakukan oleh Anderson, LW. & Krathwohl, D.R., tetapi pada penerapannya di lapangan umumnya masih menggunakan ranah-ranah kognitif taksonomi Bloom yang lama. Perbedaan taksonomi Bloom lama dengan yang baru menurut Anderson, LW. & Krathwohl, D.R. dalam

Atherton J S. (2011),

tertera pada Tabel 2.2

Tabel 2.2 Taksonomi Bloom Lama dan Taksonomi Bloom Revisi

Taksonomi Bloom Lama Taksonomi Bloom Revisi

Pengetahuan Mengingat

Pemahaman Memahami

Penerapan Menerapkan

Analisis Menganalisis

Sintesis Mengevaluasi

Evaluasi Mencipta

Perbedaan taksonomi lama dengan yang baru terletak pada ranah sintesis, dimana pada taksonomi yang direvisi ranah sintesis tidak ada lagi, tetapi sebenarnya digabungkan dengan analisis. Tambahannya adalah mencipta yang berasal dari

Create. Urutan evaluasi posisinya menjadi yang kelima sedangkan mencipta urutan keenam, sehingga ranah tertinggi adalah mencipta atau mengkreasikan. Perbedaan yang kedua adalah pada proses kognitif paling rendah yaitu pengetahuan atau

knowledge. Pengetahuan direvisi menjadi mengingat yang berasal dari remember.

Dalam revisi ini tentu ada peningkatan dalam proses kognitif, contohnya dalam proses yang terendah peserta didik tidak hanya dituntut untuk mengetahui suatu konsep saja tetapi sekarang harus sampai mengingat konsep yang dipelajarinya.

(19)

yang baru HOTS ini sampai dengan level mengkreasikan.

Untuk menguji keterampilan berpikir peserta didik, soal-soal penilaian hasil belajar IPA dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik menjawab soal melalui proses berpikir yang sesuai dengan kata kerja operasional dalam taksonomi Bloom, baik pada soal kognitif, afektif maupun psikomotorik. Di dalam pembelajaran IPA dinyatakan bahwa IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (BSNP, 2006), berarti peserta didik harus selalu diajak untuk belajar IPA menggunakan proses berpikir untuk menemukan konsep-konsep IPA.

Pada standar kompetensi mata pelajaran IPA dinyatakan pula bahwa Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Berdasarkan hal itu soal-soal IPA selain untuk menguji daya ingat dan pemahaman dan penerapan harus juga dapat menguji peserta didik sampai tingkat HOTS atau dapat menguji proses analisis, sintesis dan evaluasi. Soal-soal ini dapat dirancang guru dengan melihat kata kerja operasional yang sesuai dengan masing-masing ranah kognitif seperti yang tertera pada table 2.3. Misalnya untuk menguji ranah analisis dari peserta didik pada pembelajaran IPA, guru dapat membuat soal dengan menggunakan kata kerja operasional yang termasuk ranah analisis seperti menganalisis, menditeksi, mengukur dan menominasikan. Untuk menguji ranah evaluasi, contoh kata kerja operasionalnya membandingkan, menilai, memprediksi, dan menafsirkan.

(20)

Tabel 2. 3 Kata Kerja Ranah Kognitif

Pengetahuan Pemahaman Penerapan Analisis Sintesis Evaluasi

(21)

Ada beberapa kata kerja operasional yang sama pada beberapa ranah kognitif, seperti yang dapat Anda lihat pada Tabel 2.3, contohnya menjelaskan ada pada pengetahuan dan juga ada pada pemahaman, demikian pula menyimpulkan ada pada analisis dan pada evaluasi. Perbedaan dari kata kerja operasional yang sama ini dapat dilihat dari bagaimana siswa berpikir melalui pemecahan soal pengujiannya.

3. Pengembangan Soal HOTS

Pengembangan soal HOTS memerlukan berbagai kriteria baik dari segi bentuk soalnya maupun konten materi subyeknya. Teknik penulisan soal-soal HOTS baik yang berbentuk pilihan ganda atau uraian secara umum sama dengan penulisan soal tingkat rendah, tetapi ada beberapa ciri yang membedakannya. Untuk mengingat kembali penulisan soal bentuk uraian dan pilihan ganda, berikut ini adalah beberapa petunjuk yang dapat anda ikuti.

a . Penulisan Soal Bentuk Uraian

Menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. Ketepatan yang dimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian, yaitu menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri.

Kaidah penulisan soal uraian sebaiknya memperhatikan beberapa hal baik dari materi soal maupun konstruksinya.

Materi soal sebaiknya mengikuti kriteria penulisan soal seperti berikut ini. 1). Soal harus sesuai dengan indikator.

2). Setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan. 3). Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan pengukuran.

(22)

Konstruksi soal sebaiknya mengikuti kriteria penulisan soal seperti berikut ini. 1). Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai.

2). Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal. 3). Setiap soal harus ada pedoman penskorannya.

4). Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas, terbaca, dan berfungsi.

b. Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda

Soal pilihan ganda terdiri dari bagian pokok soal dan pilihan jawaban. Menulis soal bentuk pilihan ganda memerlukan keterampilan dan ketelitian, terutama pada penulisan pengecohnya. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan, serta panjang-pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. Kaidah penulisan soal pilihan ganda harus memperhatikan materi soal dan konstruksinya.

Materi soal sebaiknya mengikuti kriteria penulisan soal seperti berikut ini. 1). Soal harus sesuai dengan indikator. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan

materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. 2). Pengecoh harus bertungsi

3). Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Artinya, satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban.

Konstruksi soal sebaiknya mengikuti kriteria penulisan soal seperti berikut ini. 1). Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Kemampuan atau materi

yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas. Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan/gagasan

2). Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.

(23)

4). Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Artinya, pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. Penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri.

5). Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Semua pilihan jawaban harus berasal dari konsep yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal, penulisannya harus setara, dan semua pilihan jawaban harus berfungsi. 6). Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. Kaidah ini diperlukan karena

adanya kecenderungan peserta didik memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban.

7). Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah" atau "Semua pilihan jawaban di atas benar". Artinya dengan adanya pilihan jawaban seperti ini, maka secara materi pilihan jawaban berkurang satu karena pernyataan itu bukan merupakan materi yang ditanyakan dan pernyataan itu menjadi tidak homogen.

8). Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis. Pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun dari nilai angka paling kecil berurutan sampai nilai angka yang paling besar, dan sebaliknya. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus disusun secara kronologis. Penyusunan secara unit dimaksudkan untuk memudahkan peserta didik melihat pilihan jawaban.

9). Gambar, grafik, tabel, diagram, wacana, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Artinya, apa saja yang menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas, terbaca, dapat dimengerti oleh peserta didik. Apabila soal bisa dijawab tanpa melihat gambar, grafik, tabel atau sejenisnya yang terdapat pada soal, berarti gambar, grafik, atau tabel itu tidak berfungsi.

10). Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya, umumnya, kadang-kadang.

(24)

Pada penulisan soal pilihan ganda maupun uraian penulis soal harus memperhatikan bahasa pada soal. Secara umum bahasa soal sebaiknya mengikuti kriteria penulisan soal seperti berikut ini.

1). Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subyek, (2) unsur predikat, (3) anak kalimat; b) pemakaian kata: (1) pilihan kata, (2) penulisan kata, dan c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf, (2) penggunaan tanda baca.

2). Bahasa yang digunakan harus komunikatif, sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/peserta didik.

3). Pilihan jawaban jangan yang mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal.

c. Penulisan soal yang menuntut keterampilan berpikir tingkat tinggi

Ada beberapa cara yang dapat dijadikan pedoman oleh para penulis soal untuk menulis butir soal yang menuntut berpikir tingkat tinggi. Caranya adalah seperti berikut ini: Materi yang akan ditanyakan diukur dengan perilaku sesuai dengan ranah kognitif Bloom pada level analisis, sintesis dan evaluasi. Setiap pertanyaan diberikan dasar pertanyaan (stimulus) dan soal dapat mengukur kemampuan berpikir kritis.

Agar butir soal yang ditulis dapat menuntut berpikir tingkat tinggi, maka setiap butir soal selalu diberikan dasar pertanyaan (stimulus) yang berbentuk sumber/bahan bacaan seperti: teks bacaan, paragrap, teks drama, penggalan novel/cerita/dongeng, puisi, kasus, gambar, grafik, foto, rumus, tabel, daftar kata/symbol, contoh, peta, film, atau suara yang direkam.

Pada contoh pengembangan soal di dalam modul ini hanya melihat dari keterampilan berpikir tingkat tinggi berdasarkan Bloom. Untuk pengetahuan tambahan dalam penulisan soal Anda dapat pula mempelajari kemampuan berpikir kritis yang dapat dijadikan dasar dalam menulis butir soal yang menuntut berpikir tingkat tinggi. 1). Menfokuskan pada pertanyaan

(25)

2). Menganalisis argumen

Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi sebuah situasi atau satu/dua argumentasi, peserta didik dapat: (1) menyimpulkan argumentasi secara cepat, (2) memberikan alasan yang mendukung argumen yang disajikan, (3) memberikan alasan tidak mendukung argumen yang disajikan.

3). Mempertimbangkan yang dapat dipercaya

Contoh indikator soal: Disajikan sebuah teks argumentasi, iklan, atau eksperimen dan interpretasinya, peserta didik menentukan bagian yang dapat dipertimbangan untuk dapat dipercaya (atau tidak dapat dipercaya), serta memberikan alasannya. 4). Mempertimbangkan laporan observasi

Contoh indikator soalnya: Disajikan deskripsi konteks, laporan observasi, atau laporan observer/reporter, peserta didik dapat mempercayai atau tidak terhadap laporan itu dan memberikan alasannya.

5). Membandingkan kesimpulan

Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang diasumsikan kepada peserta didik adalah benar dan pilihannya terdiri dari: (1) satu kesimpulan yang benar dan logis, (2) dua atau lebih kesimpulan yang benar dan logis, peserta didik dapat membandingkan kesimpulan yang sesuai dengan pernyataan yang disajikan atau kesimpulan yang harus diikuti.

6). Menentukan kesimpulan

Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang diasumsikan kepada peserta didik adalah benar dan satu kemungkinan kesimpulan, peserta didik dapat menentukan kesimpulan yang ada itu benar atau tidak, dan memberikan alasannya.

7). Mempertimbangkan kemampuan induksi

(26)

8). Menilai

Contoh indikatornya: Disajikan deskripsi sebuah situasi, pernyataan masalah, dan kemungkinan penyelesaian masalahnya, peserta didik dapat menentukan: (1) solusi yang positif dan negatif, (2) solusi mana yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang disajikan, dan dapat memberikan alasannya.

9) . Mendefinisikan Konsep

Contoh indikator soal: Disajikan pernyataan situasi dan argumentasi/naskah, peserta didik dapat mendefinisikan konsep yang dinyatakan.

10). Mendefinisikan asumsi

Contoh indikator soal: Disajikan sebuah argumentasi, beberapa pilihan yang implisit di dalam asumsi, peserta didik dapat menentukan sebuah pilihan yang tepat sesuai dengan asumsi.

11) Mendeskripsikan

Contoh indikator soal: Disajikan sebuah teks persuasif, percakapan, iklan, segmen dari video klip, peserta didik dapat mendeskripsikan pernyataan yang dihilangkan.

Keterampilan-keterampilan HOTS di dalam taksonomi Bloom termasuk tiga level tertinggi yaitu analisis, sintesis dan evaluasi. Untuk tingkat sekolah dasar tidak semua keterampilan dapat dilatihkan melalui pemecahan soal-soal tetapi kita dapat memilih yang sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik dan mengkreasikan menjadi soal yang mendorong peserta didik berpikir.

4. Soal – soal IPA

Higher Order Thinking Skill

Untuk menerapkan beberapa teori tentang pengembangan soal HOTS kedalam pembelajaran IPA berikut ini disajikan beberapa contoh model soal HOTS pada materi IPA dalam bentuk pilihan ganda dan uraian, selanjutnya diberikan pula contoh soal

HOTS sesuai dengan Standar kompetensi, kompetensi dasar dan Indikator pada

(27)

a. Contoh Soal HOTS Bentuk Pilihan Ganda

1). Analisis Data Gambar

Topik : Cara tumbuhan hijau membuat makanan

Indikator : Disajikan gambar dan data percobaan pengamatan

terhadap tumbuhan , peserta didikdapat

menjelaskan gejala yang terjadi pada percobaan

Kata kerja Ranah

Kognitif

: Menganalisis dan menyimpulkan

Soal:

1. Alicia melakukan percobaan seperti yang tertera pada gambar berikut ini.

Dia meletakkan kedua tumbuhan dalam pot di taman. Setelah satu minggu, dia memperhatikan bahwa tanaman B berubah menjadi kuning dan kering.

Apa yang terjadi?

a. Tanaman B tidak memiliki akar rambut

b. Tanaman B tidak dapat bertahan tanpa udara

c. Tanaman B tidak dapat membuat makanan tanpa cahaya d. Tanaman A lebih sehat daripada tanaman B.

Kantong plastik hitam

(28)

2). Evaluasi

Topik : Gaya dan gerak

Indikator : Disajikan gambar percobaan gaya ( model jungkat

jungkit) , peserta didik dapat memprediksi fenomena yang akan terjadi jika ada perubahan

Kata kerja Ranah Kognitif

: Memprediksi

Soal :

Dua buah bola dengan ukuran sama diletakkan pada neraca dalam keadaan seimbang seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini.

Apa yang akan terjadi ketika bola B kempis? a. Tidak terjadi apa-apa

b. Wadah yang berisi bola A miring ke atas c. Wadah yang berisi bola B miring ke bawah d. Wadah yang berisi bola B miring ke atas

(29)

3). Sintesis

Topik : Perpindahan energi panas

Indikator : Disajikan percobaan tentang perpindahan energi,

peserta didik dapat menjelaskan tujuan percobaan tersebut

Kata kerja Ranah

Kognitif

: Merencanakan dan merumuskan

Soal :

Ali menempelkan beberapa paku payung ke batang suatu logam dengan bantuan lilin atau platisin dalam ukuran yang sama pula. Kemudian ia

melakukan percobaan dengan memanaskan logam seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Dari percobaan yang Ali lakukan, apa yang ingin ditunjukkan? a. Lilin dapat meleleh ketika dipanaskan.

b. Pakupayung akan memanas karena terbuat dari logam c. Logam menekuk ketika dipanaskan.

d. panas merambat sepanjang logam. lilin

Paku payung

(30)

4). Analisis

Topik : Pemuaian

Indikator : Disajikan tiga cara membuka botol melalui

pemanasan bagiannya , peserta didik dapat memilih cara untuk membuka botol yang tutupnya macet dibuka.

Kata kerja Ranah Kognitif

: Menguji dan menyeleksi

Soal:

Perhatikan gambar botol yang tutupnya macet tidak bisa dibuka.

Dodi ingin membuka tutup botol tersebut. Ada beberapa alternatif cara membuka botol yang tutupnya macet. yaitu :

(1) . Memanaskan botol tersebut

(2) . Memanaskan hanya bagian tutup logam (3) . Meletakkan botol tersebut dalam beberapa es

Apa yang dapat dilakukan Steven berdasarkan alternatif percobaan agar botolnya cepat terbuka?

a. (1) dan (2) b. (1) dan (3) c. (2) dan (3) d. (1), (2), dan (3)

Tutup

logam

(31)

5). Sintesis

Topik : Cara perkembangbiakan tumbuhan

Indikator : Disajikan gambar cara pencangkokan secara

acak, peserta didik dapat mengurutkan prosesnya pada tumbuhan

Kata kerja Ranah Kognitif : Menyusun

Soal

Pak Prabu akan melakukan pencangkokan pada pohon jambu, karena banyak yang menginginkan menanam pohon jambu yang sama dengan miliknya.

Perhatikan gambar teknik penyetekan yang dilakukan pada pohon jambu tersebut.

Urutan yang benar untuk mencangkok tumbuhan adalah . . . .

A. 1,2,3,4

B. 2,1,3,4

C. 2,4,3,1

(32)

6). Analisis

Topik : Perubahan tetap

Indikator : Disajikan data percobaan peniupan terhadap air

kapur, peserta didik dapat menentukan penyebab terjadinya perubahan

Kata kerja Ranah

Kognitif

: Menganalisis dan menyimpulkan

Soal:

Romi dan Rima ingin mengetahui apa yang akan terjadi ketika dia meniup air kapur yang tidak berwarna seperti pada gambar.

Air kapur Air kapur setelah ditiup

Dia menemukan bahwa air kapur menjadi keruh setelah ditiup dalam beberapa saat. Kandungan udara apakah yang menyebabkan air kapur berubah menjadi putih?

A. Karbondioksida B. Oksigen

(33)

7). Evaluasi

Topik : Pertumbuhan kecambah

Indikator : Disajikan data percobaan pertumbuhan biji dalam

kondisi berbeda , peserta didik dapat memprediksi hasil percobaan

Kata kerja Ranah Kognitif : Membandingkan dan memprediksi

Soal

Nugi meletakkan lima biji kacang dalam dua wadah. Kedua wadah diletakkan dekat jendela.

Gambar A Gambar B

Apa yang akan terjadi setelah biji-biji tersebut disimpanselama 3 hari?

A. Kacang dalam kedua wadah akan menjadi bibit muda B. Kacang dalam kedua wadah akan mengering

C. Hanya kacang yang dalam wadah A yang menjadi bibit muda D. Hanya kacang yang dalam wadah B yang menjadi bibit muda

Biji kacang

(34)

8). Evaluasi

Topik : Penggunaan benda berdasarkan sifatnya

Indikator : Disajikan gambar percobaan penggunaan benda

penutup gelas berisi es , peserta didik dapat mengurutkan benda penutup gelas berdasarkan kecepatan melelehnya es

Kata kerja operasional : Membandingkan, memilih dan menyimpulkan

Soal

Sekelpompok peserta didik melakukan percobaan sifat bahan suatu benda. Empat potongan es batu dalam ukuran yang sama disimpan di dalam wadah kemudian gelas ditutup oleh empat jenis bahan seperti yang tertera pada percobaan.

Hasil percobaan peserta didik yang benar untuk urutan kecepatan melelehnya es batu mulai dari yang paling cepat adalah …..

A. (1), (4), (3), (2) B. (2), (3), (1), (4) C. (3), (2), (1), (4) D. (2), (1), (3), (4)

(35)

9). Evaluasi

Topik : Perubahan Tetap

Indikator : Disajikan hasil percobaan pembakaran lilin dalam

kondisi berbeda, peserta didik dapatmenjelaskan penyebab terjadinya perubahan

Kata kerja operasional : Membandingkan , menafsirkan dan menyimpulkan

Soal :

Seorang peserta didik kelas V melakukan percobaan yang ditunjukkan pada gambar berikut dengan dua buah lilin yang mempunyai ukuran yang sama.

Lilin Y akan tetap menyala, akan tetapi lilin X mati. Mengapa hal ini terjadi? 1) Tidak ada karbon dioksida untuk menghentikan nyala lilin Y.

2) Lilin X kekurangan gas karbon dioksida untuk tetap menyala 3) Lilin X kekurangan gas oksigen untuk tetap menyala

4) Sumbu di lilin Y lebih panjang dari pada lilin X

(36)

10). Analisis

Topik :

Struktur akar tumbuhan dengan fungsinya

Indikator : Disajikan empat tanaman dengan akar yang

berbeda, peserta didik dapat menganalisis perbedaan tsb

Kata kerja operasional : Menganalisis dan menyimpulkan

Soal :

Perhatikan gambar tanaman berikut, 1). jagung, 2). ubi jalar, 3). kacang tanah, dan 4). ketela pohon

Tanaman pada gambar di atas yang memiliki akar sebagai tempat menyimpan

makanan adalah . . . .

A. 1, 2, dan 3

B. 1, 3, dan 4

C. 2, 3, dan 4.

(37)

b. Contoh Soal HOTS bentuk Uraian

1). Sintesis

Topik : Rantai makanan

Indikator : Disajikan gambar konsumen dan produsen pada

rantai makanan , peserta didik dapatmenjelaskan rantai makanannya

Kata kerja operasional : Menghubungkan dan merangkum

Soal

Perhatikan bagan Rantai Makanan berikut ini

Cobalah ceritakan dengan kata-katamu sendiri mengenai rantai makanan yang ada pada gambar tesebut!

………..

………..

………..

(38)

Topik : Listrik

Indikator : Disajikan dua rangkaian listrik yang berbeda ,

peserta didik dapatmenjelaskan akibat dari perbedaan itu

Kata kerja operasional : Membandingkan, menafsirkan, dan

memperjelas Soal:

Cobalah amati gambar rangkaian listrik di bawah ini

.

a. Carilah persamaan dan perbedaan yang terdapat pada kedua gambar

rangkaian listrik tersebut!

(39)

3) Evaluasi

Topik : Sifat benda

Indikator : Disajikan gambar percobaan pengukuran suhu suatu

bahan, peserta didik dapat mempredikdi suhu bahan lainnya

Kata kerja operasional : Memprediksi

Soal:

Sekelompok peserta didik melakukan percobaan mengukur suhu benda, pada percobaan pertama mereka mengukur suhu es batu. Hasil pengamatannya adalah:

Perkirakan olehmu suhu benda yang terletak pada gambar berikut

A B C

Jawaban :

(40)

4) Evaluasi

Topik : Pertumbuhan tanaman

Indikator : Disajikan beberapa gambar tanaman,

peserta didik dapat menjelaskan faktor yang mempengaruhi tumbuhnya tanaman

Kata kerja operasional : Membandingkan, menyimpulkan dan

memutuskan

Soal:

Di depan kelas banyak tanaman di dalam pot. Tiga di antaranya tertera pada gambar dibawah ini.

A B C

Walaupun tanaman itu berbeda tentunya kamu dapat membandingkan ketiga tanaman di atas, menurutmu apakan tanaman itu dirawat dengan cara yang berbeda? Coba jelaskan !

……… ………

(41)

5) Evaluasi

Topik : Sifat bahan

Indikator : Disajikan data ketahanan makanan , peserta

didik dapat menentukan jenis pembungkus makanan

Kata kerja operasional : Membandingkan, menyimpulkan dan memutuskan

Soal:

Seorang penjual makanan melakukan pengujian terhadap beberapa pembungkus makanan untuk menentukan bungkus makanan yang paling baik agar kerupuk yang dijualnya tetap renyah. Hasilnya dicatat dalam tabel berikut:

No

Yang Diuji

Ketahanan Makanan

1.

2.

3.

4.

Bungkus A

Bungkus B

Bungkus C

Bungkus D

2 Hari

1,5 Hari

3 Hari

6 Hari

a. Jika pembungkus yang diuji itu terdiri dari kertas koran, kertas HVS, Plastik dan karton, tentukan Bungkus A, B, C dan D itu terbuat dari apa? ………..

……….. b. Bungkus mana yang sebaiknya dipilih oleh penjual makanan tersebut, jelaskan jawabanmu ………..

(42)

6). Analisis

Topik : Energi panas

Indikator : Disajikan gambar percobaan pengaruh suhu,

peserta didik dapat menjelaskan proses perpindahan panas pada percobaan tersebut

Kata kerja operasional : Menganalisis dan menyimpulkan dan

Soal:

Seorang ibu menyiapkan susu untuk bayinya dalam botol. Ternyata susu itu terlalu panas untuk bayi. Dia merendam botol susu tersebut dalam wadah yang berisi air dingin seperti yang tertera pada gambar.

Mengapa ibu merendam botol susu dalam air dingin?

... Jelaskan perpindahan panas yang terjadi pada proses!

... Wadah

(43)

7). Evaluasi

Topik :

Struktur akar tumbuhan dengan fungsinya

Indikator : Disajikan empat tanaman dengan akar yang

berbeda, peserta didik dapat menganalisis perbedaan tsb

Kata kerja operasional : Memprediksi

Soal :

Yulia menempatkan dua pot tanaman di dekat jendela rumahnya dengan posisi

seperti yang tertera pada gambar di bawah ini.

A. Menurutmu Yulia akan meneliti tentang apa terhadap tanaman tersebut?

……….

B. Perkirakan apa yang dia temukan pada tanaman setelah beberapa hari,

jelaskan jawabanmu?.

……….

(44)

c. Contoh soal HOTS sesuai dengan standar kompetensi pembelajaran IPA

Topik : Benda dan kegunaannya

Kelas : IV

Standar Kompetensi : 3. Memahami sifat-sifat benda, perubahan sifat benda dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari

Kompetensi Dasar :

3.3 Menjelaskan kegunaan benda plastik, kayu, kaca, dan kertas

Indikator : Disajikan bagan yang berisi macam-macam benda

peserta didik dapat menentukan bahan pembuat benda tersebut

Ranah Kognitif : Sintesis

Kata kerja Ranah

Kognitif

: Memadukan

Soal

Menurutmu apa bahan benda X, Y dan Z

X Y Z

A Kain Karet Logam

B Kain Logam Karet

C Logam Kain Karet

D Karet Kain Logam

Benda

X

Y

Z

Penghapus pinsil Balon Klip

Pakupayung Sweater

(45)

Topik : Energi Listrik

Kelas : VI

Standar Kompetensi : 8. Memahami pentingnya penghematan ener

Kompetensi Dasar :

8.1 Mengidentifikasi kegunaan energi listrik dan berpartisipasi dalam penghematannya dalam kehidupan sehari-hari

Indikator : Disajikan beberapa gambar rangkaian listrik

peserta didik dapat menjelaskan pengaruh rangkaian terhadap nyala lampu

Ranah Kognitif : Analisis

Kata kerja Ranah

Kognitif

: Menganalisis dan menyimpulkan

Soal

Sekelompok siswa sedang mencoba menguji pengaruh rangkaian listrik terhadap nyala lampu

Rangkaian yang dibuat digambar, dan gambarnya adalah sebagai berikut.

A. Apakah semua lampu akan menyala dengan terang yang sama? B. Jika tidak, mana yang lebih terang, lampu pada rangkaian A atau B? C. Mana yang akan lebih terang, lampu pada rangkaian C atau D? D. Buatlah kesimpulan dari percobaan siswa tersebut!

A

B

C

(46)

C. TUGAS

1. Buatlah contoh soal HOTS untuk topik IPA SD aspek Fisika, Kimia, Biologi dan IPBA, cantumkan Ranah kognitif Bloom yang dikembangkan dan kata kerja ranah kognitifnya!

2. Buatlah soal tes HOTS untuk menguji ketercapaian salah satu kompetensi dasar pada pembelajaran IPA SD kelas III, IV, V dan VI dalam bentuk pilihan ganda dan uraian berikut indikator soalnya!

D. EVALUASI

1. Salah satu keterampilan berpikir yang termasuk “Higher Order Thinking Skill”

adalah keterampilan berpikir kritis. Menurut Ennis dalam Costa, Indikator keterampilan berpikir kritis dibagi menjadi lima kelompok . Coba jelaskan masing-masing indicator tersebut!

2. Pada ranah apa saja dalam taksonomi Bloom yang kata kerja operasionalnya termasuk “Higher Order Thinking Skill”. Berikan contoh yang sering digunakan didalam penguji penguasaan konsep IPA SMP/MTs

3. Perhatikan soal berikut, Apakah soal ini termasuk soal HOTS?. Kalau ya tentukan ranah kognitif dan kata kerja operasionalnya

Seorang guru melakukan demonstrasi tentang gaya dorong terhadap benda seperti pada gambar berikut.

I II

Gaya dorong

Gaya dorong

Truk diam

Gaya dorong

(47)

a. Carilah persamaan dan pebedaan pada demonstrasi ke I dan II

b. Bagaimana pengaruh gaya dorong terhadap benda sesuai dengan gambar demonstrasi?

4. Perhatikan soal berikut, Apakah soal ini termasuk soal HOTS?. Kalau ya tentukan ranah kognitif dan kata kerja operasionalnya

Pernyataan berikut menjelaskan tanaman air dalam kolam

Tanaman P : tumbuh dari dasar kolam dimana sebagian ada diatas kolam Tanaman Q : Tumbuh seluruhnya berada di dalam air

Tanaman R : melayang di atas air

Banyak tanaman air yang tumbuh di sekitar kita. Pilihlah tanaman sesuai dengan dengan pernyataan diatas:

P Q R

A Teratai Hidrila Kamboja

B Cocorbebek kamboja Teratai

C Kangkung air Cocorbebek Selada air

D Lotus Hidrila Selada air

(48)

Higher Order Thinking Skill” (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu pemecahan masalah, membuat keputusan, berpikir kritis dan berpikir kreatif (Presseisen dalam Costa, 1985). Dalam pembentukan sistem konseptual IPA proses berpikir tingkat tinggi yang biasa digunakan adalah berpikir kritis, karena sangat diperlukan pada zaman perkembangan IPTEK sekarang ini. Indikator keterampilan berpikir kritis dibagi menjadi lima kelompok (Ennis dalam Costa, 1985) yaitu ; memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, membuat penjelasan lebih lanjut serta mengatur strategi dan taktik.

Soal-soal untuk menguji pencapaian hasil belajar biasanya diukur menggunakan ranah kognitif pada taksonomi Bloom. Soal HOTS bila ditinjau berdasarkan taksonomi Bloom berada pada level analisis, sintesis dan evaluasi. Untuk taknonomi Bloom yang baru berarti sampai level menciptakan atau mengkreasi. Kata kerja ranah kognitif yang sering diujikan melalui soal IPA contohnya : pada ranah analisis adalah menganalisis, mengukur, menyeleksi, menyimpulkan, dan mendideksi. Pada ranah sistesis contohnya merancang, merumuskan, menyusun, menggabungkan, membentuk, mengeneralisasikan, sedangkan pada ranah evaluasi contohnya menafsirkan, memprediksi, membandingkan, menilai dan menyimpulkan. Pada daftar kata kerja ranah kognitif Bloom ada yang sama dari dua Ranah misalnya menyimpulkan ada pada ranah evaluasi dan analisis, keduannya ini akan kelihatan perbedaannya jika ditinjau dari soalnya.

(49)

Atherton J S. (2011). Learning and Teaching; Bloom's taxonomyBloom's taxonomy

http://www. bbc.co.uk/schools/ks3 bitesize/ science. BBC. Home. (2009). Science. KS2 BSNP. ( 2006). Pengembangan Penilaian. Jakarta . Depdiknas

http://honolulu.hawaii.edu/intranet/committees/FacDevCom/guidebk/teachtip/questype.

htm TYPES OF QUESTIONS BASED ON BLOOM'S TAXONOMY lats update

mei 2011

http://eduscapes.com/tap/topic69.htm Critical and Creative Thinking - Bloom's

Taxonomy

http://www.brighthub.com/education/k-12/articles/23423.aspx . USING BLOOM'S TAXONOMY OF QUESTIONS TO CREATE ASSESSMENTS last update 31 Maret 2011

Paul & Elder . ( 2004). The Nature and Function of Critical & Creative Thinking, www.cricalthinking.org.

Devi.Poppy & Angraini ( 2008). Ilmu Pengetahuan Alam BSE. Jakarta. Pusbuk.

National Commite. (1996). National Science Educations Standards. Washington. National Academic Press

Linn dan Gronlund (... ) ?

(50)

Referensi

Dokumen terkait

IPA sebagai proses yaitu proses mendapatkan IPA melalui suatu proses atau metode Ilmiah. Ilmu Pengetahuan Alam tidak berupa kumpulan pengetahuan atau kumpulan

Fisika berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga fisika bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep- konsep, atau

Ilmu pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya kumpulan pengetahuan yang berupa

Jika kemampaun yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta, bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi

Merujuk pada pengertian IPA, hakikat IPA meliputi empat unsur, yaitu: (1) produk: berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum; (2) proses: prosedur pemecahan masalah melalui

Dengan demikian, pada hakikatnya IPA merupakan ilmu pengetahuan tentang gejala alam yang dituangkan berupa fakta, konsep, prinsip dan hukum yang teruji kebenarannya dan melalui