• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengendalian dan Penanggulangan Daya Rusak Air;

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG (Halaman 23-39)

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3. Pengendalian dan Penanggulangan Daya Rusak Air;

4. Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Masyarakat, Dunia Usaha dan Pemerintah;

5. Peningkatan Ketersediaan dan Keterbukaan Data dan Informasi Pengairan;

Berdasarkan Visi dan Misi seperti tersebut diatas Dinas Pengairan menetapkan tujuan untuk tahun 2013. Tujuan pelaksanaan pembangunan bidang sumber daya air yang telah ditetapkan Dinas Pengairan dapat di lihat pada Tabel 3.1. di bawah ini.

Dinas Pengairan Aceh 24 Tabel 3.1

Keterkaitan Misi dan Tujuan

No. Misi Tujuan

1. Konservasi Pengairan Menjaga kelangsungan keberadaan daya dukung, daya tamping dan fungsi sumber air

2. Pendayagunaan Pengairan dengan Prioritas menyiapkan Prasarana Jaringan Irigasi dan memenuhi Kebutuhan Air Baku

Terwujudnya ketersediaan infrastruktur pendukung pengelolaan SDA

3. Pengendalian dan Penanggulangan Daya Rusak Air

Terwujudnya kinerja infrastruktur pengendali daya rusak air 4. Pemberdayaan dan Peningkatan Peran

Masyarakat, Dunia Usaha dan Pemerintah

Terwujudnya partisipasi masyarakat dan pihak terkait dalam pengelolaan SDA 5. Peningkatan Ketersediaan dan

Keterbukaan Data dan Informasi Pengairan

Menjaga kelangsungan keberadaan data SDA dan sistem informasi SDA yang dapat diakses oleh para pengguna data Terwujudnya efisiensi dan efektivitas sistem informasi pelayanan

Sumber : Dinas Pengairan Aceh, 2014

3.2.2. Sasaran

Bidang Sumber Daya Air secara langsung mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor pertanian, yaitu dengan menyediakan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan irigasi sawah, perikanan darat dan tambak Pasokan air juga disediakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan perkotaan. Dinas Pengairan juga bertanggungjawab dalam pengendalian daya rusak air seperti banjir dan abrasi pantai yang mengancam areal-areal produktif seperti pertaian, tambak, industri, perkotaan dan permukiman yang akhirnya akan mengganggu aktifitas perekonomian.

Untuk mendukung salah satu misi utama Pemerintah Aceh yaitu mengembangkan sektor unggulan, dalam hal ini adalah mempertahankan dan meningkatkan surplus beras. Pada tahun 2014 telah ditetapkan beberapa sasaran beserta indikatornya yang ingin dicapai, dan masih akan melanjutkan sasaran tahun 2015, namun ada perbaikan dari segi bahasa uraian sasaran dan beberapa indikator kinerjanya untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan mudah diukur. Sasaran strategis tahun 2015 yaitu :

1. Meningkatnya keberlanjutan dan ketersedian air untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Indikator atau ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran ini

Dinas Pengairan Aceh 25 adalah: Jumlah Waduk/Embung yang dibangun dan Jumlah Waduk/Embung yang direhabilitasi.

2. Meningkatnya layanan jaringan irigasi. Indikator atau ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran ini adalah: Persentase peningkatan rasio jaringan irigasi, Cakupan layan jaringan irigasi dalam kondisi baik dan Luas irigasi kabupaten dalam kondisi baik.

3. Berkurangnya luas kawasan yang terkena dampak banjir. Indikator atau ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran ini adalah: Panjang pengaman tebing sungai yang dibangun.

4. Terwujudnya daerah pantai aman dari ancaman abrasi. Indikator atau ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran ini adalah: Panjang pengaman pantai yang dibangun.

Dari sumber daya yang tersedia, diperkirakan sasaran yang ingin dicapai menurut tahun adalah seperti tabel terlampir.

3.3. Program dan Kegiatan

3.3.1. Program

Program adalah kumpulan kegiatan-kegiatan nyata, sistematis dan terpadu yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah ataupun dalam rangka kerjasama dengan masyarakat atau yang merupakan partisipasi aktif masyarakat guna mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.

Pada tahun 2015 Dinas Pengairan Aceh menetapkan beberapa program, yang terdiri dari 4 (empat) program rutin dan 3 (tiga) program wajib. Program rutin, yaitu:

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran;

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur; 3. Program Penigkatan Disiplin Aparatur;

4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur;

Program Wajib sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun

2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah,yaitu:

1. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya;

Dinas Pengairan Aceh 26 2. Program Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Danau dan

Sumber Air Lainnya;

3. Program Pengendalian Banjir.

3.3.2. Kegiatan

Kegiatan adalah tindakan nyata dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan oleh Instansi Pemerintah dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu sesuai Kebijaksanaan dan Program yang telah ditetapkan. Kegiatan dilakukan juga oleh masyarakat sebagai respons terhadap kebijaksanaan dan program yang dikembangkan Instansi Pemerintah untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung sasaran yang telah ditetapkan terbagi 2 (dua), yaitu kegiatan berdasarkan Anggaran Belanja Rutin dan kegiatan berdasarkan Anggaran Pembangunan/ Urusan Wajib. Kegiatan berdasarkan Anggaran Belanja Rutin atau kegiatan rutin adalah kegiatan penunjang untuk mendukung tercapainya seluruh sasaran yang telah ditetapkan dalam pengelolaan sumber daya air atau kegiatan untuk peningkatan kapasitas internal organisasi. Dinas Pengairan pada tahun 2013 melalui dana APBA telah menetapkan 21 (dua puluh satu) kelompok kegiatan rutin dan 15 (lima belas) kegiatan pembangunan (Urusan Wajib). Untuk kegiatan dari dana APBN melalui DIPA TP-OP yang dilaksanakan Dinas Pengairan hanya ada 1 (satu) kegiatan melalui program Pengelolaan Sumber Daya Air yaitu kegiatan Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya. Kegiatan yang dibiayai dengan dana APBN reguler dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera-I yang terdiri dari 3 (tiga) satuan kerja dan 15 (lima belas) kelompok kegiatan. Pelaksanaan dari kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan dengan sistem kontrak dan swakelola. Paket pekerjaan yang dilaksanakan secara swakelola adalah untuk memberdayakan Kelompok Petani Pemakai Air dan masyarakat setempat.

Dinas Pengairan Aceh pada tahun 2015 telah menetapkan 15 (lima belas) Kelompok Kegiatan yang terdiri dari 4 (empat) Kegiatan Rutin dan 15 (lima belas) Kegiatan Pembangunan (Urusan Wajib). Kegiatan-kegiatan tersebut adalah:

Dinas Pengairan Aceh 27

1. Kegiatan Rutin

1.1. Pelayanan Administrasi Perkantoran;

1.2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur; 1.3. Peningkatan Disiplin Aparatur;

1.4. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur.

2. Kegiatan Pembangunan/Urusan Wajib

2.1. Perencanaan Pembangunan Jaringan Irigasi; 2.2. Perencanaan Pembangunan Reservoir; 2.3. Perencanaan Normalisasi Saluran Sungai; 2.4. Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Irigasi;

2.5. Optimalisasi Fungsi Jaringan Irigasi yang telah Dibangun; 2.6. Pemberdayaan Petani Pemakai Air;

2.7. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan; 2.8. Pembangunan Jaringan Irigasi;

2.9. Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Irigasi (WISMP);

2.10. Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Provinsi (WISMP) 2.11. Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (WISMP) 2.12. Pembangunan Embung dan Bangunan Penampung Air Lainnya; 2.13. Pemeliharaan dan Rehabilitasi Bangunan Pengukuran Data Hidrologi; 2.14. Mengendalikan Banjir pada Daerah Tangkapan Air dan Badan-badan

Sungai;

2.15. Pembangunan Prasarana Pengamanan Pantai.

Evaluasi Kinerja SKPA Tahun 2015 dapat dilihat pada lampiran 3.3

3.4. Indikator Kinerja Utama (IKU)

Indikator kinerja adalah uraian ringkas yang menggambarkan tentang suatu kinerja yang akan diukur tingkat keberhasilan dan atau kegagalan dalam pelaksanaan suatu kegiatan atau program terhadap sasaran dan tujuannya. Sedangkan indikator kinerja utama sesuai dengan butir 11 (sebelas) ayat 1

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor

PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di lingkungan instansi pemerintah, disebutkan bahwa Indikator Kinerja

Dinas Pengairan Aceh 28 Utama (Key Performance Indicator) adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan

dan sasaran strategis organisasi. Dinas Pengairan telah menetapkan Indikator

Kinerja Utama (IKU) secara berjenjang, sebagai ukuran keberhasilan organisasi dalam mencapai sasaran strategis organisasi. Penetapan IKU mengacu pada Renstra Dinas Pengairan Tahun 2012-2017.

Tabel 3.2

Indikator Kinerja Utama Dinas Pengairan

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama

1. Meningkatnya layanan jaringan irigasi

1. Persentase peningkatan rasio jaringan irigasi 2. Cakupan layanan jaringan irigasi dalam

kondisi baik

3. Luas irigasi kabupaten dalam kondisi baik 2. Meningkatnya keberlanjutan

dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan

1. Jumlah Waduk/Embung yang yang dibangun 2. Jumlah Waduk/Embung yang yang

direhabilitasi 3. Berkurangnya luas kawasan

yang terkena dampak banjir

1. Panjang pengaman tebing sungai yang dibangun

4. Terwujudnya daerah pantai aman dari ancaman abrasi

1. Panjang pengaman pantai yang dibangun 5. Meningkatnya kemampuan

dan pemahaman masyarakat dan pihak terkait dalam pengelolaan sumber daya air

1. Peningkatan partisipasi masyarakat dan pihak terkait dalam pengelolaan sumber daya air

6. Terbentuknya sistem

pengelolaan data dan sistem informasi sumber daya air yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan

1. Tersedianya data base pegelolaan sumber daya air

Sumber : Dinas Pengairan Aceh, 2014

Indikator kinerja utama ditetapkan dengan memilih indikator-indikator kinerja yang ada dalam Renstra Dinas Pengairan Tahun 2012-2017 yang memiliki fokus pada perspektif stakeholder, sedangkan yang fokusnya pada internal

bussines proses (peningkatan kapasitas internal organisasi) tidak dijadikan

sebagai Indikator Kinerja Utama. Sasaran strategis dan IKU Dinas Pengairan dapat dilihat pada Tabel 3.2.

Dinas Pengairan Aceh 29

2.1 Penetapan Kinerja Tahun 2015

Sebagai dasar kebutuhan penggunaan anggaran yang akan dialokasikan telah disusun Rencana Kinerja, yaitu penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana stratejik. Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya setelah anggaran ditetapkan.

Penetapan Kinerja Tahun 2015 terkait tupoksi Dinas Pengairan dalam buku Penetapan Kinerja Pemerintah Aceh Tahun 2014 yang tetapkan pada tanggal 7 Juni 2013 adalah mewujudkan sasaran startegis dalam RPJM 2012-2017. Penetapan kinerja sesuai buku Penetapan Kinerja Pemerintah Aceh Tahun 2015 dapat dilihat pada tabel 3.3.

Tabel 3.3

Penetapan Kinerja Dinas Pengairan dalam Buku Pernyataan Penetapan Kinerja Pemerintah Aceh Tahun 2014

Sasaran Strategis

Meningkatnya pembangunan infrastruktur antara wilayah dan daerah yang seimbang dan proporsional sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi

daerah

Indikator Kinerja Target

Rasio jaringan irigasi 60.25 %

Luas irigasi kabupaten dalam kondisi baik 50 %

Sumber : Dinas Pengairan Aceh, 2014

Dinas Pengairan Aceh pada Maret 2014 telah menyampaikan Penetapan Kinerja Tahun 2014 yang memuat uraian program dan kegiatan pendukungnya juga dana yang disediakan serta telah ditandatangani oleh kepala dinas. Tabel 3.4 berikut adalah uraian penetapan kinerja seperti pada halaman lampiran tersebut. Pada dasarnya sasaran strategis Dinas Pengairan adalah penjabaran dari tujuan yang telah ditetapkan yang nantinya adalah mendukung misi pemerintah Aceh dalam melaksanakan pembangunan Aceh yang proporsional, terintegrasi dan berkelanjutan yang salah satu sasarannya dalam RPJM

2017-Dinas Pengairan Aceh 30 2017 adalah meningkatnya pembangunan infrastruktur antara wilayah dan daerah yang seimbang dan proporsional sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.

Tabel 3.4

Penetapan Kinerja Dinas Pengairan Tahun 2014

Sasaran Strategis 1

Meningkatnya layanan jaringan irigasi

Indikator Kinerja Target

Persentase peningkatan rasio jaringan irigasi 3,69 %

Cakupan layanan jaringan irigasi dalam kondisi baik 43.627

675.736 Ha M’

Sasaran Strategis 2

Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan

Indikator Kinerja Target

Jumlah Waduk/Embung yang yang dibangun 13 Lokasi

Sasaran Strategis 3

Berkurangnya luas kawasan yang terkena dampak banjir

Indikator Kinerja Target

Panjang pengaman tebing sungai yang dibangun 13.756 M’

Sasaran Strategis 4

Terwujudnya daerah pantai aman dari ancaman abrasi

Indikator Kinerja Target

Panjang pengaman pantai yang dibangun 6.723 M’

Dinas Pengairan Aceh 31

BAB IV

PENUTUP

Perubahan RPJM 2012-2017 Aceh dan Renstra Dinas Pengairan Aceh merupakan pedoman dalam penyusunan Renja tahun 2015, Berhasilnya pelaksanaan dari apa yang telah ditetapkan dalam Renja ini, sangat tergantung kepada Penganggaran Daerah dan Nasional yang dialokasikan kepada Program dan Kegiatan yang telah ditetapkan. Disamping itu semangat dan tekad, serta disiplin dari pelaksana yang diberi tugas dan wewenang untuk Pembangunan di bidang Sumber Daya Air.

Pembangunan dibidang Sumberdaya air lebih diarahkan dalam rangka ketahanan pangan yaitu dengan pembangunan waduk-waduk untuk menjamin ketersediaan air serta mempertahankan jaringan irigasi yang sudah terbangun guna mempertahankan suplai air kedaerah pertanian serta pengendalian banjir agar terjamin infrastruktur yang sudah ada.

Hasil capaian kinerja sasaran yang ditetapkan secara umum dapat memenuhi target dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Namun demikian, perlu ditelaah kembali berbagai kebijakan yang digunakan demi terlaksananya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Pembangunan Sumber Daya Air ditujukan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat secara adil dan merata melalui suatu demokrasi dalam pengelolaan. Hal ini perlu ditanamkan di dalam hati setiap pemangku kebijakan, khususnya kepada setiap pegawai di lingkungan Dinas Pengairan Aceh harus selalu mengarahkan setiap aktifitasnya.

SKPD Penanggung

Jawab Target Rp target Rp Target Rp target Rp target Rp target Rp

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

URUSAN WAJIB 743.401.600.723 616.208.000.000 ########## 573.686.000.000 ########## ########### 1 3 Pekerjaan Umum 743.401.600.723 616.208.000.000 ########## 573.686.000.000 ########## ###########

1 3 24

Program Pengembangan Dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa & Jaringan Pengairan Lainnya

Terlaksananya Pembangunan & Pengelolaan Jaringan Irigasi 248.825.194.905 296.957.000.000 ########## 314.770.000.000 ########## ########### Pengairan

01 Perencanaan Pembangunan Jaringan Irigasi

Tersedianya Laporan Desain

14 Lokasi 18 Lokasi 3.473.984.000 3 Lokasi 1.450.000.000 1 Lokasi 750.000.000 - - 22 Lokasi 5.673.984.000 03 Perencanaan Pembangunan Reservoir Tersedianya Laporan Desain 9 Lokasi 13 Lokasi 4.270.676.000 2 Lokasi 1.600.000.000 1 Lokasi 500.000.000 - - 16 lokasi 6.370.676.000 05 Perencanaan Normalisasi Saluran SungaiTersedianya Laporan Desain 4 Lokasi 19 Lokasi 4.380.353.220 20 Lokasi 3.400.000.000 6 Lokasi 750.000.000 5 Lokasi 600.000.000 4 Lokasi 500.000.000 54 Lokasi 9.630.353.220 10 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jaringan

Irigasi

Jumlah Jaringan Pengairan

Yang Terpelihara 675.736 M 675.736 M 46.017.984.000 675.736 M 114.222.000.000 675.736 M 126.484.000.000 675.736 M 113.215.000.000 675.736 M 138.281.000.000 675.736 M 538.219.984.000 15 Optimalisasi Fungsi Jaringan Irigasi yang

telah dibangun

Terwujudnya jaringan irigasi

yang berfungsi normal 43.627 Ha 44.041 Ha 120.281.183.483 13.681 Ha 37.365.000.000 10.964 Ha 29.945.000.000 10.961 Ha 29.935.000.000 10.400 Ha 28.405.000.000 90.047 Ha 245.931.183.483 16 Pemberdayaan Petani Pemakai Air Tercapainya pemahaman dalam

O & P Irigasi Partisipatif 170 Unit P3A 170 Unit P3A 3.383.146.300 170 Unit P3A 2.550.000.000 170 Unit P3A 2.550.000.000 170 Unit P3A 2.550.000.000 170 Unit P3A 2.550.000.000 170 Unit P3A 13.583.146.300 17 Monoitoring Evaluasi dan Pelaporan

Terlaksananya Kegiatan Monitoring Evaluasi dan Pelaporan

60 Orang 60 Orang 250.000.000 60 Orang 320.000.000 60 Orang 400.000.000 60 Orang 320.000.000 60 Orang 320.000.000 240 Orang 1.610.000.000

18 Pembangunan Jaringan Irigasi Terlaksananya pembangunan

Jaringan Irigasi 26.869 M 43.152 M 64.727.614.302 89.967 M 134.950.000.000 95.200 M 142.800.000.000 111.367 M 167.050.000.000 103.533 M 155.300.000.000 443.219 M 664.827.614.302

19 Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Irigasi (WISMP)

Tersedianya Kegiatan untuk Meningkatkan Kualitas Pengelolaan DPS dan Irigasi Partisipatif

3 Kab 3 Kab 942.671.100 4 Kab 500.000.000 4 Kab 500.000.000 4 Kab 500.000.000 4 Kab 500.000.000 19 Kab 2.942.671.100

20 Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Provinsi (WISMP)

Tersedianya Kegiatan untuk Meningkatkan Kualitas Pengelolaan DPS dan Irigasi Partisipatif

3 Kab 3 Kab 535.000.000 4 Kab 300.000.000 4 Kab 300.000.000 4 Kab 300.000.000 4 Kab 300.000.000 19 Kab 1.735.000.000

21 Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (WISMP)

Tersedianya Kegiatan untuk Meningkatkan Kualitas Pengelolaan DPS dan Irigasi Partisipatif

3 Kab 3 Kab 562.582.500 4 Kab 300.000.000 4 Kab 300.000.000 4 Kab 300.000.000 4 Kab 300.000.000 19 Kab 1.762.582.500

1 3 26

Program Pengembangan, pengelolaan, dan konservasi sungai, danau dan sumber daya air

Terlaksananya Pembangunan, Pengelolaan & Konservasi

55.035.866.607

89.311.000.000 70.611.000.000 62.916.000.000 54.631.000.000 332.504.866.607 Pengairan

01 Pembangunan Embung dan Bangunan penampung Air Lainnya

Terlaksananya pembangunan embung dan bangunan penampung air lainnya

17 Lokasi 28 Lokasi 53.443.602.607 13 Unit 86.931.000.000 11 Lokasi 69.331.000.000 10 Lokasi 61.996.000.000 9 Lokasi 52.631.000.000 71 Lokasi 324.332.602.607

08 Pemeliharaan dan Rehabilitasi Bangunan Pengukuran Data Hidrologi

Terbangunnya AWLR di wilayah

sungai provinsi 1 Unit 8 Unit 1.592.264.000 7 Unit 2.380.000.000 5 Unit 1.280.000.000 5 Unit 920.000.000 7 Unit 2.000.000.000 32 Unit 8.172.264.000

1 3 28 Program Pengendalian Banjir

Terlaksananya Pengendalian Banjir dan Pengaman Pantai

14.556

439.540.539.211 229.940.000.000 ########## 196.000.000.000 ########## ########### Pengairan

06 Mengendalikan banjir pada Daerah Tangkapan Air dan Badan-badan Sungai

Terlaksananya kegiatan

pengendaliaan banjir 78.688 M 44.415 M 148.415.794.660 3.569 M 86.840.000.000 2.319 M 48.400.000.000 2.034 M 67.500.000.000 1.748 M 58.900.000.000 54.085 M 410.055.794.660 09 Pembangunan Prasarana Pengaman

Pantai

Terlaksananya pembangunan

sarana pengaman pantai 7.869 M 11.479 M 291.124.744.551 8.340 M 143.100.000.000 8.473 M 132.600.000.000 8.167 M 128.500.000.000 8.000 M 125.000.000.000 44.459 M 820.324.744.551

JUMLAH 743.401.600.723 616.208.000.000 ########## 573.686.000.000 ########## ########### 2015 2016 2017 Kondisi Kinerja pada akhir periode

RPJMD Kode Bidang Urusan Pemerintahan dan

Program Prioritas Pembangunan

Indikator Kinerja Program (outcome)

Kondisi Kinerja pada Awal RPJMD (Tahun 2012)

Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan (Rupiah)

SKPA : DINAS PENGAIRAN ACEH

8=7/6 11 = (10/4)

1 1 03 1 03 02

1 03 02 24 Terlaksananya pembangunan dan

pengelolaan jaringan irigasi

01 Perencanaan pembangunan jaringan irigasi Tersedianya Laporan Desain 20 Lokasi 14 Lokasi 18 Lokasi 18 Lokasi 100% 20 Lokasi 52 Lokasi 100

03 Perencanaan pembangunan reservoir Tersedianya Laporan Desain 19 Lokasi 9 Lokasi 13 Lokasi 13 Lokasi 100% 19 Lokasi 41 Lokasi 100

05 Perencanaan normalisasi saluran sungai Tersedianya Laporan Desain 14 Lokasi 4 Lokasi 19 Lokasi 19 Lokasi 100% 14 Lokasi 37 Lokasi 100

10 Rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi Jumlah jaringan irigasi yang terpelihara

675.736

M 675.736 M 675.736 M 675736 M 100% 675.736 M 2.027.208 M 100

15 Optimalisasi fungsi jaringan irigasi Terwujudnya jaringan irigasi yang berfungsi normal

13.681 Ha 43.267 Ha 44.041 Ha 44041 Ha 100% 13.681 Ha 100.989 Ha 100

16 Pemberdayaan petani pemakai air Tercapainya Pemahaman dalam O & P Irigasi Partisipatif

170 Unit P3A 170 Unit P3A 170 P3A 170 P3A 100% 170 Unit P3A 510 Unit P3A 100

17 Monitoring, evaluasi dan pelaporan Tersedianya laporan Monitoring dan Evaluasi

3 Lap 60 Orang 60 Orang 60 Orang 100% 3 Lap 123 Lap 100

18 Pembangunan jaringan irigasi Terlaksananya pembagunan jaringan irigasi

89.976 M 26.869 M 43.152 M 43.152 M 100% 89.976 M 159.997 M 100

19 Pengelolaan Sumberdaya Air untuk irigasi (WISMP)

Tersedianya kegiatan untuk meningkatakan kualitas pengelolaan DPS dan irigasi partisipatif

3 Kab 3 Kab 3 Kab 3 Kab 100% 3 Kab 9 Kab 100

20 Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Provinsi (WISMP)

Tersedianya kegiatan untuk meningkatakan kualitas pengelolaan DPS dan irigasi partisipatif

3 Kab 3 Kab 3 Kab 3 Kab 100% 3 Kab 9 Kab 100

21 Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (WISMP)

Tersedianya kegiatan untuk meningkatakan kualitas pengelolaan DPS dan irigasi partisipatif

3 Kab 3 Kab 3 Kab 3 Kab 100% 3 Kab 9 Kab 100

Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun Lalu Tahun 2013

Realisasi Renja SKPA Tahun 2013 Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d Tahun 2012 Tingkat Realisasi (%)

Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya

Dinas Pengairan

Tersebar

Prakiraan Realisasi Capaian Target Renstra SKPA s/d tahun berjalan

3 5

Target Renja SKPA Tahun 2013

PEKERJAAN UMUM

10 = (5+7+9) Realisasi Capaian Program dan Kegiatan

s/d tahun berjalan (2014) 1 9 URUSAN WAJIB 6 7 2 4 Target Capaian Kinerja Program (Renstra SKPA) Tahun 2014 Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan

Program/Kegiatan

Indikator Kinerja Program (Outcomes)/Kegiatan (Output)

Target Program dan Kegiatan (Renja SKPA Tahun

2014) Tingkat Capaian Realisasi Target

8=7/6 11 = (10/4) SKPA Tahun 2013 s/d Tahun 2012 Realisasi (%) 3 5 Tahun 2013 10 = (5+7+9) s/d tahun berjalan (2014) 1 2 4 6 7 9 Realisasi Target Renstra (%) 1 03 02 26 Terlaksananya pembangunan,

pengelolaan dan konservasi SDA

01 Pembangunan embung dan bangunan penampung air lainnya

Terlaksananya kegiatan pembangunan embung dan bangunan penampung air lainnya

33 Lokasi 17 Lokasi 25 Lokasi 25 Lokasi 100% 25 Lokasi 67 Lokasi 100

08 Pemeliharaan dan rehabilitasi bangunan pengukur data hidrologi

Terlaksananya pemeliharaan dan rehabilitasi bangunan hidrologi

7 Unit 1 Unit 8 Unit 8 Unit 100% 7 Unit 16 Unit 100

1 03 02 28 Terlaksananya pengendalian banjir

dan pengaman pantai 06 - Mengendalikan banjir pada daerah

tangkapan air dan badan-badan sungai

Terlaksananya kegiatan pengendaliaan banjir

3.569 M 78688 M 44.415 M 44.415 M 100% 3.569 M 126.672 M 100

09 - Pembangunan prasarana pengaman pantai Terlaksananya sarana pengaman pantai

8.340 M 7869 M 11.479 M 11.479 M 100% 8.340 M 27.688 M 100

Tersebar Program Pengembangan, Pengelolaan dan

Konservasi Sungai,Danau dan Sumber Daya Air Lainnya

Program Pengendalian Banjir

1 4 13

1 Peningkatan fungsi jaringan irigasi 74.000Ha 43.627,00 Ha 44.041,00 Ha 13.681,00 Ha 10.964,00 Ha 43.627,00 Ha 44.041,00 Ha 13.681,00 Ha 10.964,00 Ha

2 Terpeliharaan jaringan irigasi 644.435M 675.736M 675.736M 675.736M 675.736M 675.736M 675.736M 675.736 M 675.736 M

3 Peningkatan penyediaan air yang cukup untuk berbagai kebutuhan

50

Unit 1 Unit 8 Unit 7 Unit 5 Unit 1 Unit 8 Unit 7 Unit 5 Unit

4 Peningkatan sarana dan prasarana pengendalian banjir

350.000

M 78.688M 74.208M 43.420M 24.200M 78.688M 74.208M 43.420M 24.200 M

5 Peningkatan sarana dan prasarana pengaman pantai

15.000

M 7.869M 11.479M 8.340M 8.473M 7.869M 11.479M 8.340,00 M 8.473,00 M

6 Peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola jaringan irigasi

170

P3A 170 P3A 170 P3A 170 P3A 170 P3A 170 P3A 170 P3A 170 P3A 170 P3A

7 Peningkatan ketersediaan data dan disain/perencanaan yang berkualitas

140

Lokasi 27 Lokasi 50 Lokasi 25 Lokasi 7 Lokasi 27 Lokasi 50 Lokasi 25 Lokasi 7 Lokasi

Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPA SPM/Standar Nasional 6 Tahun 2015 12 Catatan Analisis

Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2014

9 11 Realisasi Capaian Tahun 2012 Tahun 2013 10 Proyeksi No IKK

Target Renstra SKPA

Tahun 2012 Tahun 2015

5 7

Lokasi Lokasi

1 3 8 12

Rp. 584.322.094.685,00 URUSAN WAJIB Rp. 696.433.252.250,10

I Rp. 584.322.094.685,00 I Bidang Pekerjaan Umum Rp. 696.433.252.250,10

Rp. 33.008.909.269,00 BELANJA PEGAWAI (GAJI DAN TUNJANGAN) Rp. 36.309.800.195,90

Rp. 14.523.704.450,00 PROGRAM KEGIATAN PADA SETIAP SKPA Rp. 15.976.074.895,00

Rp. 536.789.480.966,00 PROGRAM KEGIATAN SPESIFIK SKPA Rp. 644.147.377.159,20

1 Program Pengembangan Dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa & - Terselenggaranya Pembangunan dan Pengelolaan Rp. 231.333.981.553,00 1 Program Pengembangan Dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa & - Terselenggaranya Pembangunan dan Pengelolaan Rp. 277.600.777.863,60

Jaringan Pengairan Lainnya Jar. Irigasi, Rawa & Jar. Pengairan Lainnya Jaringan Pengairan Lainnya Jar. Irigasi, Rawa & Jar. Pengairan Lainnya

- Perencanaan Pembangunan Jaringan Irigasi Tersebar - Tersedianya Laporan Desain 20 Lokasi Rp. 6.616.330.812,00 - Perencanaan Pembangunan Jaringan Irigasi Tersebar - Tersedianya Laporan Desain Pemb. Jar. Irigasi 20 Lokasi Rp. 7.939.596.974,40 - Perencanaan Pembangunan Reservoir Tersebar - Tersedianya Laporan Desain 19 Lokasi Rp. 5.896.055.000,00 - Perencanaan Pembangunan Reservoir Tersebar - Tersedianya Laporan Desain Pemb. Jar. Reservoir 19 Lokasi Rp. 7.075.266.000,00 - Perencanaan Normalisasi Saluran Sungai Tersebar - Tersedianya Laporan Desain 14 Lokasi Rp. 5.114.795.000,00 - Perencanaan Normalisasi Saluran Sungai Tersebar - Tersedianya Laporan Desain Normalisasi Sal.

Sungai

14 Lokasi Rp. 6.137.754.000,00 - Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersebar - Terpeliharanya Jaringan Irigasi 675.736 M Rp. 9.773.532.000,00 - Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersebar - Terpeliharanya Jaringan Irigasi 675.736 M Rp. 11.728.238.400,00 - Optimalisasi Fungsi Jaringan Irigasi Tersebar - Terwujudnya jaringan irigasi yang berfungsi optimal 13.681 Ha Rp. 148.314.274.736,00 - Optimalisasi Fungsi Jaringan Irigasi yang Telah Dibangun Tersebar - Terwujudnya jaringan irigasi yang berfungsi optimal 13.681 Ha Rp. 177.977.129.683,20 - Pemberdayaan Petani Pemakai Air Tersebar - Terselenggaranya kegiatan pemberdayaan

organisasi P3A

170 P3A Rp. 2.763.533.400,00 - Pemberdayaan Petani Pemakai Air Tersebar - Terselenggaranya kegiatan pemberdayaan organisasi P3A

170 P3A Rp. 3.316.240.080,00 - Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Tersebar - Tersedianya laporan monitoring dan evaluasi 3 Lap Rp. 223.660.600,00 - Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Tersebar - Terlaksananya kegiatan monitoring, evaluasi dan

pelaporan

3 Lap Rp. 268.392.720,00 - Pembangunan Jaringan Irigasi Tersebar - Terlaksananya pembagunan jaringan irigasi 89.976 M Rp. 47.127.152.355,00 - Pembangunan Jaringan Irigasi Tersebar - Terlaksananya pembagunan jaringan irigasi 89976 M Rp. 56.552.582.826,00 - Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Irigasi (WISMP) Tersebar - Meningkatnya kualitas Pengelolaan DPS dan irigasi

partisifatif

3 Kab Rp. 1.131.492.600,00 - Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Irigasi (WISMP) Tersebar - Meningkatnya kualitas Pengelolaan DPS dan irigasi partisifatif

3 Kab Rp. 1.357.791.120,00 - Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Provinsi (WISMP) Tersebar - Pengelolaan Wilayah Sungai dan Irigasi 3 Kab Rp. 1.016.419.550,00 - Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Provinsi (WISMP) Tersebar Pengelolaan Wilayah Sungai dan Irigasi 3 Kab Rp. 1.219.703.460,00 - Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (WISMP) Tersebar - Terselenggaranya Pengelolaan SDA wil. Sungai 3 Kab Rp. 3.356.735.500,00 - Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (WISMP) Tersebar Terselenggaranya Pengelolaan SDA wil. Sungai 3 Kab Rp. 4.028.082.600,00 2 Program Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, - Terselenggaranya Pengelolaan Konservasi Sungai, Rp. 62.696.380.226,00 2 Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Danau dan - Terselenggaranya Pengelolaan Konservasi Sungai, Rp. 75.235.656.271,20

Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Sumber Daya Air Lainnya Danau dan Sumber Daya Air Lainnya

- Pembangunan Embung dan Bangunan Penampung Air Lainnya Tersebar - Terlaksananya pembangunan embung dan bangunan penampung air lainnya

33 Lokasi Rp. 62.431.290.226,00 - Pembangunan Embung dan Bangunan Penampung Air Lainnya Tersebar - Terlaksananya pembangunan embung dan bangunan penampung air lainnya

33 Lokasi Rp. 74.917.548.271,20 - Pemeliharaan dan Rehabilitasi Bangunan Pengukuran Data Hidrologi Tersebar - Terlaksananya pemeliharaan dan rehabilitasi

bangunan hidrologi

7 Unit Rp. 265.090.000,00 - Pemeliharaan dan Rehabilitasi Bangunan Pengukuran Data Hidrologi Tersebar - Terlaksananya pemeliharaan dan rehabilitasi bangunan hidrologi

7 Unit Rp. 318.108.000,00

3 Pengendalian Banjir - Terlaksananya pengendalian bajir dan pengaman

pantai

Rp. 242.759.119.187,00 3 Pengendalian Banjir - Terlaksananya pengendalian bajir dan pengaman pantai

Rp. 291.310.943.024,40 - Mengendalikan Banjir Pada Daerah Tangkapan Air dan Badan- badan Sungai Tersebar - Terlaksananya kegiatan pengendaliaan banjir 3.569 M Rp. 71.483.206.687,00 - Mengendalikan Banjir Pada Daerah Tangkapan Air dan Badan- badan Sungai Tersebar - Terlaksananya kegiatan pengendaliaan banjir 4.289 M Rp. 85.779.848.024,40 - Pembangunan Prasarana Pengamanan Pantai Tersebar - Terlaksananya sarana pengaman pantai 8.340 M Rp. 171.275.912.500,00 - Pembangunan Prasarana Pengaman Pantai Tersebar - Terlaksananya sarana pengaman pantai 10.277 M Rp. 205.531.095.000,00

Target Capaian

10

PROGRAM KEGIATAN SPESIFIK SKPA

Program/Kegiatan Target Capaian

5 URUSAN WAJIB

Bidang Pekerjaan Umum

Catatan Penting Program/Kegiatan

BELANJA PEGAWAI (GAJI DAN TUNJANGAN) PROGRAM KEGIATAN PADA SETIAP SKPA

2 4 6 7

Indikator Kinerja Pagu Indikatif

(Rp. 000) Indikator Kinerja Kebutuhan Dana

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG (Halaman 23-39)

Dokumen terkait