• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Pengertian Administrasi Publik

A. Administrasi Publik

1. Pengertian Administrasi Publik

Sebelum memahami mengenai administrasi publik, maka sebaiknya memahami mengenai administrasi. Administrasi berasal dari bahasa Latin, terdiri dari kata “ad” artinya intensif dan “ministrare” artinya melayani, jadi secara etimologis adaministrasi berarti melayani secara intensif. Siagian (2005:2), “administrasi adalah keseluruhan proses pelaksanaan daripada keputusan-keputusan yang telah diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan oleh dua manusia atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya”.

Soewarno Handayaningrat (1985:2) dalam bukunya , memberikan definisi: “Administrasi sebagai kegiatan daripada kelompok-kelompok yang mengadakan kerjasama untuk menyelesaikan tujuan bersama”. Administrasi dapat dibedakan dalam dua pengertian yaitu:

a. Administrasi dalam arti sempit diartikan terbatas sebagai kegiatan tata usaha yang berkenaan dengan penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sistematis tentang segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi.

b. Administrasi dalam arti luas berhubungan dengan kegiatan kerjasama dan upaya (organisasi dan manajemen) yang bersifat sistematis, rasional, dan manusiawi yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama.

Dari pengertian diatas maka administrasi dapat dipahami sebagai kegiatan tata usaha atau merupakan proses pelaksanaan keputusan dan kerjasama yang dilakukan oleh dua atau lebih orang untuk mencapai tujuan bersama.

Setelah memahami administrasi, maka selanjutnya mengenai administrasi publik. Chandler dan Plano dalam Keban (2004:3) menjelaskan administrasi publik adalah “proses dimana sumberdaya dan personel publik diorganisir dan dikoordinasikan untuk memformulasikan, mengimplementasikan, dan mengelola keputusan-keputusan dalam kebijakan publik”. Kedua pengarang diatas juga menjelaskan bahwa administrasi publik merupakan seni dan ilmu yang ditujukan untuk mengatur “public affairs” dan melaksanakan berbagai tugas yang telah ditetapkan. Sedangkan Henry dalam Indradi (2008:12) melihat administrasi publik sebagai, “suatu kombinasi yang kompleks antara teori dan praktek, dengan tujuan mempromosikan pemahaman terhadap pemerintah dalam hubungannya dengan masyarakat yang diperintah, dan juga mendorong kebijakan publik agar lebih responsif terhadap kebutuhan sosial. Administrasi publik berusaha melembagakan praktek-praktek manajemen agar sesuai dengan nilai-nilai efektivitas, efesiensi, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara lebih baik”.

Felix A. Nigro dalam Pasolong (2007:21) mendefinisikan administrasi publik adalah:

a. Suatu kerjasama kelompok dalam lingkungan pemerintahan

b. Meliputi tiga cabang pemerintahan eksekutif, legislatif, dan serta hubungan diantara mereka.

c. Mempunyai peranan penting dalam perumusan kebijakan pemerintah, dan karenanya merupakan sebagian dari proses politik.

d. Sangat erat berkaitan dengan berbagai macam kelompok swasta dan perorangan dalam menyajikan pelayanan kepada masyarakat.

e. Dalam beberapa hal berbeda pada penempatan pengertian dengan administarasi perorangan.

Administrasi publik di Indonesia dikenal dengan istilah Administrasi Negara yakni, “salah satu aspek dari kegiatan pemerintahan” (Kasim, 1993: 21). Menurut Gordon (dalam Kasim 1993: 22), “administrasi publik adalah studi

tentang seluruh proses, organisasi dan individu yang bertindak sesuai dengan peran dan jabatan resmi dalam pelaksanaan peraturan perundangan yang dikeluarkan oleh lembaga legislatif, eksekutif dan peradilan”. Definisi ini menganggap administrasi publik terlibat dalam seluruh proses, organisasi, dan individu dalam pelaksanaan aturan. Sementara itu, Hughes (1994: 4-9) menyatakan, “administrasi publik merupakan aktivitas melayani publik dan atau aktivitas pelayan publik dalam melaksanakan kebijakan yang diperoleh dari pihak lain”. Pelaksanaannya didasarkan pada prosedur dengan cara menerjemahkan kebijakan ke dalam tindakan. Administrasi publik terfokus pada proses, prosedur dan kesopanan.

Dari beberapa definisi diatas dapat dipahami administrasi publik merupakan proses kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal koordinasi sumberdaya dan personel publik untuk formulasi, implementasi, dan mengelola kebijakan publik serta mendorong kebijakan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Tujuan administrasi publik baik menurut Henry (1989) maupun Garcia dan Khator (1994) ialah untuk memajukan pemahaman tentang pemerintah dan hubungannya dengan rakyat yang pada gilirannya akan memajukan kebijakan publik yang lebih responsif terhadap tuntutan sosial dan untuk menetapkan praktek manajemen yang efisien, efektif dan lebih manusiawi. Land dan Rosenbloom (dalam Kasim, 1998) menyatakan administrasi publik harus dilaksanakan dengan melihat kebutuhan masyarakat. Administrasi publik diharapkan dapat bekerja secara efisien dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat yang dianggap sebagai konsumen, sebagaimana halnya perusahaan

swasta. Pendekatan ini disebut pendekatan populis yang menginginkan administrasi publik agar lebih dikendalikan oleh kebutuhan masyarakat yang memerlukan pelayanan. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, bidang kajian utama administrasi publik pada konteks negara maju menurut Garcia dan Khator (1994) meliputi aktivitas intervensi dan determinasi publik; sifat kekuasaan dan kewenangan publik; penetapan agenda dan perencanaan nasional; informasi dan hubungan publik; mesin pemerintahan dan desain organisasi; hukum dan peraturan, serta diskresi administratif; pembuatan kebijakan publik; penetapan titel publik; pelaksanaan dan pemerataan program publik; perencanaan fisik dan desain tugas publik; keuangan publik; infrastruktur dan pekerjaan sektor publik; regulasi publik; hak milik publik; formasi modal publik; pelayanan administratif umum; kemitraan publik dan perusahaan; praktek manajemen publik; etika publik dan tindakan pegawai; partisipasi publik dan kewarganegaraan; kontrol dan akuntabilitas publik; penelitian, pendidikan dan perlatihan administrasi publik.

Dalam perkembangannya administrasi publik memiliki beberapa paradigma. Paradigma menurut Kuhn (1970:23), “Mencapai statusnya karena paradigma lebih berhasil memecahkan persoalan-persoalan yang gawat dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya atau para kelompok praktisi”. Henry membagi paradigma administrasi negara atas lima paradigma secara diakronis. Menurut Henry (1995:22-24) paradigma dalam administrasi negara terdiri atas:

1) Dikotomi politik-administrasi (1900-1926) 2) Prinsip-prinsip administrasi (1927-1937) 3) Administrasi sebagai ilmu politik (1950-1970)

4) Administrasi negara sebagai manajemen (1956-1970)

Dalam Sjamsiar (2006:18) dari beberapa pengertian administrasi ada bagian-bagian penting dalam administrasi yang menjadikan administrasi itu utuh dan sempurna sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. The Liang Gie menyebutkan ada delapan unsur administrasi tersebut yaitu meliputi organisasi, manajemen, tata hubungan komunikasi, kepegawaian, keuangan, perbekalan, tata usaha perkantoran dan perwakilan masyarakat. kedelapan unsur administrasi tersebut saling bertautan erat sekali sehingga merupakan kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan. Artinya administrasi yang sempurna setidaknya harus memiliki kedelapan unsur tersebut.

2. Ruang Lingkup Administrasi Publik