• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. LANDASAN TEORI

7. Pengertian Anchorage Area

Menurut Branch (2012:2) definisi pelabuhan menambahkan lokasi perairan (anchorage area) tempat kapal menunggu gilirannya bertambat untuk bongkar muat sebagai bagian dari fasilitas pelabuhan. Biasanya pelabuhan mempunyai antarmuka (interface) sebagai layanan penghubung antar jenis alat transportasi. Hopkins (2012:2) juga berpandangan bahwa area “parkir” sementara (anchorage area) bagi kapal yang menunggu giliran untuk dimuat dan/atau di bongkar adalah bagian dari pelabuhan tanpa terpengaruh oleh jarak antara lokasi labuh jangkar tersebut dengan tempat bertambat. Dapat disimpulkan bahwa area lepas jangkar (anchorage area) merupakan area yang digunakan untuk berlabuh kapal (lepas jangkar).

19

Analisa Kapal Larat Saat Proses Berlabuh Jangkar Akibat Pengaruh seabed di anchorage area

Faktor Penyebab Kapal Larat

Faktor Eksternal :

Karakteristik Faktor Eksternal Dasa Laut (Seabed) yang Menyebabkan Kapal Larat

Akibat Yang Dialami Jika Kapal Larat

Upaya Pencegahan Agar Kapal Tidak Mengalami Larat

B. KERANGKA PEMIKIRAN

Kerangka berpikir adalah suatu diagram yang menjelaskan secara garis besar alur logika berjalannya sebuah penelitian, dengan meninjau teori yang disusun. Adapun kerangka pemikiran dalam karya ilmiah terapan ini adalah sebagai berikut :

BAB III

METODE PENELITIAN

A. JENIS PENELITIAN

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian Kualitatif.

Menurut Suryabrata (2006), Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti transkripsi wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus, catatan lapangan, gambar, foto rekaman video dan lain-lain. Sehingga metode penelitian berisi pengetahuan yang mengkaji ketentuan mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian. Pada umumnya penelitian merupakan refleksi keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan yang merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga menjadi motivasi untuk melakukan penelitian. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang dihadapi serta mengumpulkan data atau informasi untuk disusun, dijelaskan dan selanjutnya dianalisis.

B. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan ketika penulis melaksanakan praktek layar (Prala) diatas kapal KM. Bukit Siguntang milik perusahaan PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) selama 12 bulan dari 22 Agustus 2019 sampai dengan 25 Agustus 2020.

20

21

2. Waktu Penelitian

Penulis melakukan praktek laut selama satu tahun tiga hari di KM.

Bukit Siguntang dari tanggal 22 Agustus 2019 sampai dengan 25 Agustus 2020 sebagai deck cadet. Dalam kurun waktu tersebut kegiatan yang dilakukan tidak hanya meneliti permasalahan yang diangkat dalam karya ilmiah terapan ini, melainkan juga mengerjakan tugas – tugas dari Politeknik Pelayaran Surabaya serta dari para mualim dalam memperlancar pengoperasian kapal yang membatasi waktu penulis dalam melaksanakan penelitian.

C. SUMBER DATA DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA 1. Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan informasi yang diperoleh penulis melalui pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti dan buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Ada pun data yang diperoleh dari sumber-sumber ini sebagai berikut :

a. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya, melalui narasumber yang tepat dan yang dijadikan responden dalam penelitian penulis. Yaitu hasil observasi langsung terhadap analisa kapal larat saat proses berlabuh jangkar akibat pengaruh seabed di anchorage area. Dalam melengkapi pengamatan juga dilakukan dokumentasi dengan mengambil gambar-gambar

22

untuk mengetahui kebenarannya, disesuaikan dengan situasi saat pengamatan dan kondisi yang ada.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung, biasanya berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi, yang diusahakan sendiri pengumpulannya oleh penulis, selain dari sumbernya yang diteliti. Data sekunder diperoleh dari buku-buku maupun internet yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas, yang diperlukan sebagai pedoman teoritis dan ketentuan formal dari keadaan nyata dalam observasi serta informasi lain yang didapat.

2. Teknik Pengumpulan Data

Penyajian untuk penulisan ini adalah menggunakan metode Deskriptif. Yaitu penulisan yang berisi paparan dan uraian mengenai suatu obyek permasalahan yang timbul pada saat tertentu. Metode ini digunakan untuk memaparkan secara rinci dengan tujuan memberikan informasi mengenai masalah yang timbul dan berhubungan dengan materi pembahasan penulisan ini. Berikut adalah metode-metode yang dipakai dalam penelitian ini :

a. Metode Observasi

Menurut Margono (1997:158), mendefinisikan observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Metode ini dilakukan melalui pengamatan langsung pada objek yaitu kapal, dalam hal ini adalah

23

analisa kapal larat saat proses berlabuh jangkar akibat pengaruh seabed di anchorage area, kendala yang dihadapi dan upaya untuk

mengatasi kendala tersebut.

Tujuannnya adalah agar mengerti akan keadaan objek yang dijadikan topik yaitu analisa pengaruh seabed akibat kapal larat saat proses berlabuh jangkar di tempat padat labuh kapal secara menyeluruh dan langsung, untuk memberi kesesuaian antara keterangan-keterangan yang diperoleh dengan yang sebenarnya terjadi.

b. Metode Kuesioner

Metode penulis ini dilakukan dengan teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada.

c. Wawancara

Percakapan yang dilakukan oleh dua pihak antara pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interview) yang memberikan jawaban atas pertanyaan dan saling bertukar informasi untuk meneliti lebih mendalam.

Tohirin (2012:65) menyatakan Dalam melakukan wawancara, peneliti boleh menggunakan 3 pola pendekatan sebagai berikut.

24

1) Dalam bentuk percakapan informal yang dilakukan secara spontanitas, santai, tanpa pola atau arah yang ditentukan sebelumnya.

2) Menggunakan lembaran berisi garis besar pokok-pokok, topik atau masalah yang dijadikan pegangan dalam melakukan wawancara.

3) Menggunakan daftar pertanyaan (pedoman wawancara) yang lebih terperinci, tetapi bersifat terbuka yang telah dipersiapkan terlebih dahulu dan akan diajukan menurut urutan pertanyaan yang telah dibuat.

D. TEKNIK ANALISIS DATA

Teknik yang digunakan oleh penulis adalah metode “deskriptif kualitatif“ dan data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triagulasi), dan dilakukan secara terus-menerus sampai datanya jenuh. Analisis data kualitatif bisa diartikan sebagai upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya dan mencari apa yang penting dan apa yang dapat dipelajari. Berdasarkan dari penjelasan diatas, bisa disimpulkan langkah-langkah yang akan dilakukan yaitu:

1. Data yang terkumpul dikategorikan dan dipilah-pilah menurut jenis datanya.

2. Melakukan seleksi terhadap data yang dianggap data inti yang berkaitan langsung dengan permasalahan dan yang hanya merupakan data

25

pendukung. Menelaah, mengkaji dan mepelajari lebih dalam data tersebut kemudian melakukan interprestasi data untuk mencari solusi dalam permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Pada penelitian deskriptif kualitatif ini, analisis data dilakukan semenjak awal penelitian.

Pengamatan dilaksanakan di kapal niaga yang akan ditempati saat PRALA.

26

DAFTAR PUSTAKA

Abdillah, M.H., Djaja, R., Ibrahim, A.L. (2013) Program Studi Teknik Geodesi.

Pakuan: Universitas Pakuan

Creed, J.C., Filho, G.M.A. (1999). Disturbance and recovery of the macroflora of a seagrass (Halodule wrightii Ascherson) meadow in the Abrolhos Marine National Park. Brazil: experimental evaluation of anchor damage.

Koers,Albert.W. (1991) Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Hukum Laut.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Okada, Takuzo. (2018) Dragging Anchor Case Studies and Preventive Measures.

Japan: Japan P&I Club

Purwantomo, Agus H. (2007), Buku Teknik Pengendallian dan Olah Gerak Kapal.

Semarang: PIP Semarang

Politeknik Ilmu Pelayaran Makasar (2011), Modul Olah Gerak dan Pengendalian Kapal. Makasar: Politeknik Ilmu Pelayaran Makasar

Sasmita, Eka Arganata. (2017) Analisis Jangkar Larat KM. Hijau Sejuk Di Rede Maspion Anchorage Pada Voyage 01 Tahun 2017. Semarang: Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Widagdo M., Adrianus. (2018) Analisa Pencegahan Larat Dalam Berlabuh Jangkar Pada MV. Lintas Damai 1. Semarang: Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Shipping Guides Ltd. (2019), Guide To Port Entry 2019-2020 4 Volumes Set.

United Kingdom: Shipping Guides Ltd

Wilson. J., Rotinsulu. C., Muljadi. A., Wen. W., Barmawi. M., Mandagi. S.

(2006), Pola Tata Ruang dan Temporal Pemanfaatan Sumberdaya Laut di Kabupaten Raja Ampat dari Hasil Survei Udara. The Nature Conservancy:

Conservation International dan WWF Indonesia

Yuliantiningsih, Aryuni. (2010) Penerapan Asas Pacta Tertiis Nec Nocent Nec Prosunt Berkaitan Dengan Status Hukum Daerah Dasar Laut Samudera Dalam (SEA BED). Jawa Tengah: Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

https://www.sailingissues.com/yachting-guide/seabed.Diakses pada tanggal 12 maret 2019

https://www.academia.edu/22253701/Seabed. Diakses pada tanggal 15 Maret 2019

27

https://www.facebook.com/pages/Surabaya-Anchorage Area/2724020864290071.

Diakses pada tanggal 20 Maret 2019

http://jurnal.stimart-amni.ac.id/index.php/JSTM/article/download/50/15.

Diakses pada tanggal 27 Maret 2019

https://www.skippertips.com/public/.Know_Your_Seabed_symbols_for_Safer_Sa iling_Navigation.cfm. Diakses pada tanggal 04 Oktober 2020

Dokumen terkait