• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Belajar dan Minat Belajar a. Memahami Pembelajaran

KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka

2. Pengertian Belajar dan Minat Belajar a. Memahami Pembelajaran

Belajar adalah kata yang cukup akrab bagi setiap orang. Untuk siswa atau siswa, kata belajar tidak lagi asing. Memang, ini adalah bagian tak terpisahkan dari setiap latihan mereka dalam pelatihan di organisasi pengajaran konvensional.

Latihan belajar mereka dilakukan kapan saja sesuai keinginan mereka.

Pembelajaran seperti yang dikemukakan oleh Sudiman (2003:20), bahwa:

“Belajar adalah perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan rangkaian kegiatan, misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru, dan sebagainya. Belajar juga akan lebih baik jika subjek belajar mengalami atau melakukannya, mempelajari suatu proses interaksi antara diri manusia (id-ego-super ego) dengan lingkungan berupa pribadi, fakta, konsep atau teori. Dalam hal ini yang dimaksud dengan proses interaksi adalah: (1) proses internalisasi ke dalam diri peserta didik, (2) dilakukan secara aktif, dengan semua panca indera berperan.”

Slameto (2003: 2) mencirikan belajar sebagai interaksi bisnis yang telah dilakukan oleh individu untuk memperoleh perbedaan lain dalam perilaku berbicara secara umum, konsekuensi dari belajar dapat ditampilkan dalam berbagai sudut seperti informasi, mendapatkan, perspektif, perilaku, kemampuan, diskusi, kecenderungan, dan perubahan bagian dari orang yang ada.Belajar diartikan sebagai interaksi, demonstrasi pada yang diingat, namun lebih luas dari itu, yang mampu.

Dilihat dari acuan kata Bahasa Indonesia Besar, belajar adalah suatu usaha untuk memperoleh wawasan dan informasi, mengamalkan, mengubah tingkah laku atau reaksi yang ditimbulkan oleh pengalaman. Sementara itu, pengertian memahami menurut para ahli sebagai berikut:

1) Bagi Gagne (dalam Anitar, 2008.13) Belajar adalah interaksi dimana asosiasi bekerja pada perilaku mereka karena keterlibatan.

2) Bagi Slavin (dalam Anni dan Rifai, 2009.82) Belajar adalah transformasi individu yang diperoleh dari kesempatan-kesempatan pada setiap titik yang dilakukan.

3) Bagi Travers (dalam Suprijono, 2009:82) Belajar adalah cara paling umum untuk membentuk perilaku

4) bagi Morgan (dalam Suprijona, 2009: 3) Belajar adalah proses mengubah perilaku yang super tahan lama karena keterlibatan

5) Robbins (dalam Trianto, 2009:15). ) pembelajaran dapat diadakan sebagai langkah awal yang membingkai hubungan antara sesuatu (informasi), yang telah diketahui dan sesuatu yang baru (informasi).

6) Bagi spers (dalam Hamdani, 2011: 20) Belajar adalah metode yang melibatkan memperhatikan, meneliti, memulai, mencoba sendiri, menyetel, mengikuti petunjuk.

Berdasarkan uraian di atas, cenderung dapat disimpulkan bahwa belajar adalah pergaulan antara pendidik dan peserta didik yang sengaja diatur, baik di dalam maupun di luar kelas untuk mendorong kemampuan peserta didik.

Pembelajaran di sekolah dasar seharusnya terkoordinasi antara pendidik dan siswa yang sengaja diatur dan diatur baik di dalam kelas maupun di luar ruang belajar untuk meningkatkan daya tampung siswa. Ukuran mendidik dan belajar digambarkan sebagai suatu kondisi yang sengaja dibuat. Pakar atau tutor yang dibuat untuk menunjukkan siswa atau siswa yang sedang belajar. Upaya bersama

dari kedua komponen manusia membuat kerjasama edukatif dengan memanfaatkan materi sebagai media.

Sejak saat itu, semua bagian pertunjukan idealnya dimainkan untuk mencapai target yang telah ditetapkan sebelum instruksi dijalankan. Latihan melompat membantu untuk memiliki komunikasi dua arah antara pendidik dan siswa untuk menyebabkan suasana mencari tahu bagaimana menjadi menguntungkan. Tidak lagi sebagai komunitas pendidik kecuali sebagai tempat belajar sehingga sistem pertunjukan akan diarahkan pada pencapaian tujuan pembelajaran. Selama ini persoalan dalam pembelajaran tidak hanya terfokus pada pengajar sebagai sumber belajar, tidak terpaku pada siswa dengan tujuan agar pendidik akan mengatur sistem pembelajaran di kelas sedangkan siswa hanya tidak dilibatkan. Situasi ahli sebagai fasilitator belum terlihat dalam sistem pembelajaran. Instruktur perlu mendominasi empat kemampuan dasar yang dapat mengatur korespondensi dua arah untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tetapi, belajar akan lebih baik jika subjek mencari tahu bagaimana merasakan atau melakukannya sendiri dengan banyak latihan

b. Prinsip Pembelajaran

Suhana, Cucu (2014.15) berpendapat bahwa prinsip belajar sebagai kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan memiliki aturan-aturan dasar sebagai berikut:

1) Belajar berlangsung seumur hidup.

2) Proses belajarnya kompleks tetapi terorganisir.

3) Belajar berkembang dari yang sederhana ke yang kompleks.

4) Belajar dari faktual ke konseptual.

5) Belajar dari konkrit ke abstrak.

6) Belajar adalah bagian dari pembangunan.

7) Keberhasilan belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor.

8) Belajar meliputi seluruh aspek kehidupan yang bermakna.

9) Interaksi belajar dilakukan setiap saat.

10) Pembelajaran dilaksanakan ada maupun tanpa ada guru.

11) Pembelajaran direncanakan

12) Saat belajar terkadang mengalami hambatan lingkungan internal.

13) interaksi belajar sudah pasti memerlukan arahan dari orang lain.

c. Memahami Minat Belajar

Pengertian minat belajar adalah kecenderungan atau biasa disebut minat belajar dapat diartikan sebagai perasaan pendapatan, pertimbangan, lebih mendambakan individu memiliki sesuatu terhadap sesuatu, tanpa tekanan. Pola atau minat, akan tetap dan mengisi dirinya untuk mendapatkan dukungan dari iklim yang layak seperti penguasaan. Kemampuan akan diperoleh dengan berkomunikasi dengan seluruh dunia, baik melalui pelatihan dan pembelajaran.

Faktor alasan untuk mengambil minat adalah dorongan dari dalam individu atau tema sosial dan dorongan yang penuh gairah. Meskipun premium, sangat berpengaruh pada kemauan belajar untuk belajar beradaptasi dengan sungguh-sungguh sambil belajar. Sistem pembelajaran akan berjalan seperti yang diharapkan setiap kali bergabung dengan pendapatan.

Minat dapat digambarkan sebagai artikulasi yang menunjukkan bahwa siswa cenderung pada satu hal daripada hal lain, dapat dipahami melalui dukungan dalam suatu tindakan. Siswa yang memiliki minat pada mata pelajaran

tertentu pada umumnya akan berkonsentrasi pada materi tersebut. Djaali (2014) berpendapat bahwa kepentingan dapat dikomunikasikan melalui artikulasi yang menunjukkan bahwa siswa bersandar pada lebih dari apa pun, juga dapat diketahui dari kerjasama suatu tindakan. Kecenderungan atau minat itu tidak diambil sejak lahir, melainkan didapat setelahnya. Muhibbin Shah (2012) juga merekomendasikan bahwa minat adalah kecenderungan dan antusiasme yang tinggi atau keinginan yang luar biasa terhadap sesuatu.

Diidentikkan dengan pernyataan para ahli yang digambarkan di atas, cenderung beralasan bahwa pendapatan belajar adalah kontribusi penuh seorang siswa dengan semua latihan otaknya dengan pertimbangan lengkap untuk memperoleh informasi.

d. Karakteristik Minat Belajar

Minat belajar memiliki beberapa ciri. Menurut Elizabeth Hurlock (dalam Susanto, 2013:62) menyatakan ada tujuh ciri minat belajar sebagai berikut:

1) Minat berkembang seiring dengan perkembangan fisik dan mental.

2) Minat tidak terlepas dari aktivtas belajar.

3) Pengembangan minat akan terbatas.

4) Minat berkaitan dengan peluang belajar.

5) Minat diakibatkan oleh budaya.

6) Ketertarikan yang emosional.

7) Minat bersifat ambisius dan cenderum akan melakukan apapun untuk medapatkan apa yang diinginkan

Selain itu Slameto (2002:57) mengemukakan bahwa siswa yang berminat belajar adalah sebagai berikut:

1) Mempunyai keinginan yang konstan untuk mendengarkan dan mengingat sesuatu yang dipelajari secara terus menerus.

2) Memiliki ketertarikan dan senang terhadap sesuatu yang menarik minatnya.

3) Dapatkan kesenangan dan kepuasan dalam sesuatu yang menarik minatnya.

4) kecenderungan menyukai sesuatu yang menarik baginya dibandingkan hal lain

5) Diwujudkan dengan keterlibatan dalam kegiatan.

Berdasarkan pemaparan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa ciri-ciri minat belajar yakni mempunyai keinginan yang kuat untuk memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus menerus, mendapatkan kebanggaan dan kepuasan terhadap hal-hal yang diminati, berpartisipasi dalam belajar, dan minat belajar dipengaruhi oleh budaya. Ketika siswa memiliki minat belajar, siswa akan selalu ikut serta dalam pembelajaran dan akan memberikan kemampuan yang baik dalam prestasi belajar.

Dokumen terkait