BAB 2 LANDASAN TEORI
D. Citra merek
1. Pengertian citra merek
Menurut Ginting mendefenisikan merek adalah suatu nama, istilah, tanda atau simbol, desain atau kombinasi, dari padanya untuk menandai produk atau jasa dari satu penjual atau kelompok penjual untuk membedaknnya dari pesaing.
Menurut kotler dan Armstrong merek adalah nama, istilah,tanda,lambang atau desain atau kombinasi dari semua ini yang memperlihatkaan identitasproduk atau jasa dari satu penjual atau sekelompok penjual dan membedakan produk itu dari produk pesaing.
16Rafidah, kualitas pelayanan islam pada perbankan syariahvol 10 No 2. hal 117. diakses tanggal 25 Desember 2020
17frida setya ayu wulandari,pengaru hkualitas pelayanan dan citra merek terhadpa keputusan pemilihan produk tabungan (studi pada bank BNI syariah cabang Yogyakarta) hal.2. di akses tanggal 25 desember 2020
berikut ini adalah beberapa pengertian citra merek dari beberapa sumber:
1) Citra merek adalah seperangkat keyakinan konsumen mengenai merek tertentu. (Kotler dan Amstrong, 2001)
2) Citra merek adalah kumpulan persepsi kumpulan persepsi tentang sebuah merek yang saling berkaitan yang ada dalam pikiran manusia.
(Ouwersoot dan Tudorica,2001)
3) Citra merek adalah persepsi tentang merek yang digambarkan oleh asosiasi merek yang ada dalam ingatan konsumen. (Keller, 1998) 4) Asosiasi merek adalah sesuatu yang berhubungan dengan merek dalam
ingatan konsumen.( Aker, 1991)
Keller dan Aaker mengemukakan bahwa adanya hubungan yang erat diantara asosiasi merek dengan citra merek diamana asosiasi yang terjalin pada suatu merek dapat membentuk citra merek. Asosiasi merek dapat merek dapat membantu proses mengingat kembali informasi yang berkaitan dengan produk, kususnya selama proses pembuatan keputusan untuk melakukan pembelian. Jadi antara citra merek dan asosiasi merek mempunyai keterkaitan yang erat yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya.18
Menurut Rahman menjelaskan dalam suatu merek memiliki enam tingkatan pengertian citra merek sebagai berikut:
a) Atribut
18 Anang firmansya, pemasaran produk dan merek. hal 60-62
Merek mengingatkan pada atribut tertentu dari sebuah produk, baik dari program jualny, pelayannan maupun kelebihannyada perusahaan menggunakan atribut tersebut sebagai materi iklan mereka.
b) Manfaat
pelanggan tertentu tidak membeli sebatas atribut dari suatu produk melainkan manfaatnya.
c) Nilai
merek mewakili nilai dari produknya.
d) Budaya
Merek mewakili budaya tertentu e) Kepribadian
Merek layaknya seseorang yang merefleksikan sebuah kepribadian tertntu.
f) Pemakai
Merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan suatu produk tersebut.
2. Unsur Citra merek
1) Favorability of brand association
keunggulan asosiasi merek dapat membuat konsumen percaya bahw atribut dan manfaat yang diberikan oleh suatu merek dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga menciptakan sikap yang positif terhadap merek tersebut.
2) streght of brand association
kekuatan asosiasi merek, tergaantung pada bagaimana informasi masuk dalam ingatan konsumen dan bagaimana inforamsi tersebut dikelola oleh data sensoris di otak sebagai bagian dari brand image.
3) Uniqueness of brand association
sebuah merek harus lah unik dan menarik sehingga produk tersebut memilki ciri khas dan sulit untuk ditiru oleh para produsen pesaing.
3. Fungsi citra merek
Boush dan Jones mengemukakan bahwa citra merek ( brand imge ) memiliki beberapa fungsi diantaranya:
1) Sumber nilai tambah produk
fungsi dari citra merek adalah sbagai nilai tambah produk. Para pemasar mengakui bahwa citra merek tidak hanya merangkum pengalaman konsumen. tapi benar-benardapat mengubah pengalaman itu.
2) Penyimpanan nilai perusahaan
nama merek merupakan penyimpanan nilai dari hasil investasi biaya iklan dan peningkatan kualitas produk yang terakumulasi.
perusahaan dapt menggunakan penyimpanan nilai iniuntuk mengkonversiide pemasaran strategis menjadikeuntungan kompetitif jangka panjang.
3) kekuatan dalam penyaluran produk
sementara itu, nama merek dengan citrayangkuat berfungsi baik sebagai indikator maupun kekuatan dalam saluran distribusi.19 4. Komponen citra merek
a) Citra pembuat (corporate image) yaitu sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap perusahaan yang membuat suatu produk dan jasa.
b) Citra pemakai (user image) yaitu sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap pemakai yang menggunakan barang atau jasa.
c) Citra produk (product image) yaitu sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap suatuproduk,yang meliputi atribut produk tersbut, manfaat bagi konsumen, penggunaannya serta jaminannya.
5. Membangun citra merek
a) Memiliki positioning yang tepat
Merek yang dipositioningkan dengan berbagai car. misalnya dengan menempatkan posisinya secara spesifik dibenak pelanggan.
Membantu positioning adalah menepatkan semua aspek daari brand value (termasuk manfaat fungsinya)secara konsisten, sehingga selalu jadi nomor satu dibenak pelanggan.
b) Memiliki brand value yang tepat
19 ibid,..hal 68- 70
Semakin tepat merek dipositioningkan dibenak pelanggan, merek tersebut akan kompetitif. untuk mengelola hal tersebut kita perlu mengetahui barand value membentuk brand personality.
c) Memiliki konsep yang tepat
tahap akhir untuk mengkomunikasikan brand value dan positioning yang tepat kepda konsumen harus didukung oleh konsep yang tepat.20
6. Elemen citra merek
Beberapa elemen yang mempengaruhi pembentukan citra merek yaitu:
1) Kualitas atau mutu yang berkaitan dengan kualitas produk barang yang di tawarkan dengan merek yang dibuat oleh perusahaan.
2) Dipercaya dan disenangi konsumen tentang produk yang dikomsumsi.
3) Berguna dan bermanfaat yang terkait dengan fungsi dari suatu produk.
4) Harga dalam hal ini berkaitan dengan banyak sedikitnya jumlah uang yang dikeluarkan konsumen untuk membeli produk.
5) Citra yang dimiliki oleh mereka senidri, yaitu berupa informasi yang berkaitan dengan suatu merek dari produk tertentu.21
20 ibid,..hal 75-76
21ibid,..hal 80
E. Kajian terdahulu kualitas pelayanan, dan citra merek terhaadap keputusan konsumen menggunakan jasa perbankan syariah (studi kasus pada bank syariah maandiri kota semarang)
pada penelitian ini ditemukan variabel dependen terbukti secara positif dan signifikan baik simultan maupun persial dipengaruhi oleh seluruh variabel independen ( diferensiasi produk, kualitas pelayanan dan citra merek) yang digunakan dalam penelitian. Variabel
dideferensiasi produk, kualitas pelayanan dan citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. nilai signifikan pada variabel diferensiasi produk = 0,000 pada variabel kualitas pelayanan = 0,010 dan
pada variabel citra merek = 0,003. mempunyai hasil t hitung yang lebih besar dari pada t tabel dengan signifikasi dibawah 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan.
Terdapat pengaruh yang antara diferensiasi produk (X) dengan layolalitas pelanggan (Y2), dan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kepuasan pelaanggan (Y1)
pada penelitian ini ditemukan hasil pengujian hipotesis minor atau uji t diperoleh nilai
signifikan hitung sebesar 0,000
produk tabungan. < 0,05 sehingga kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pemilihan produk tabungan.
pengujian hipotesis minor atau uji tdiperoleh nilai signifikan hitung sebesar 0,128 > 0,05 sehingaa citra merek
berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan pemilihan produk tabungan.
pengujian hipotesis mayor atau uji F diperoleh nilai signifikan hitung sebesar 0,000 < 0,05 sehingga kualitas pelayanan dan citra merek secara bersam.-sama berpengaruh positif terhadap keputusan pemilihan produk tabungan.
Dari kajian terdahulu di atas dapat diambil kesimpulan dari penelitian yang ditemukan oleh Ramdhani Harri Pratama dengan judul skripsi Analisis pengaruh diferensiasi produk, kualitas pelayanan, dan citra merek terhaadap
keputusan konsumen menggunakan jasa perbankan syariah (studi kasus pada bank syariah maandiri kota semarang yaitu nilai signifikan pada variabel diferensiasi produk = 0,000 pada variabel kualitas pelayanan = 0,010 dan pada variabel citra merek = 0,003. mempunyai hasil t hitung yang lebih besar dari pada t tabel dengan signifikasi dibawah 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Dari penelitian yang ditemukan oleh Thariz baharmal, srikandi kumadji, yusri abdillah. jurnal administrasi bisnis.Vol 17.No 2./ 2014 dengan judul Pengaruh diferensiaasi produk terhadap kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan dapat di ambil kesimpulan yaitu Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel diferensiasi produk (X) terhadap variabel kepuasan pelanggan (Y1), Terdaapat pengaruh yang signifikan antara diferensiasi produk (X) dengan layolalitas pelanggan (Y2), dan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kepuasan pelaanggan (Y1) terhadap variabel loyalitas pelanggan (Y2)
Dari penelitian yang temukan oleh fridya setya ayu wuandari, 2015 (skripsi) dengan judul pengaruh kualitas pelayanan dan citra merek terhadap keputusan pemilihan produk tabungan dapat diambil kesimpulan yaitu pengujian hipotesis minor atau uji tdiperoleh nilai signifikan hitung sebesar 0,128 > 0,05 sehingaa citra merek berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan pemilihan produk tabungan.pengujian hipotesis mayor atau uji F diperoleh nilai signifikan hitung sebesar 0,000 < 0,05 sehingga kualitas pelayanan dan citra merek secara bersam.-sama berpengaruh positif terhadap keputusan pemilihan produk tabungan.
F. Kerangka Pemikiran
H1
H2 H3
Kerangka pemikiran di atas dimaksudkan untuk menjelaskan, mengungkapkan dan menentukan persepsi-persepsi keterkaitan antara variabel bebas yaitu diferensiasi produk (X1), kualitas pelayanan (X2) dan Citra merek (X3). masing-masing atau secara sendiri-sendiri berpengaruh terhadap variabel terikat keputusan nasabah (Y).
1) Diferensiasi Produk (X1) berpengaruh terhadap Keputusan konsumen (Y) menggunakan jasa perbankan syariah
2) Kualitas pelayanan ( X2) berpengaruh terhadap Keputusan konsumen (Y) menggunakan jasa perbankan syariah.
3) Citra merek (X3) berpengaruh terhadap Keputusan konsumen (Y) menggunakan jasa perbankan syariah
G. Hipotesis
Diferensiaasi produk (X1)
kualitas pelayanan
((X2)
Keputusan konsumen (Y)
Citra merek (X3)
1) H1 :Diferensiasi produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen menggunakan jasa perbankan syariah.
2) H2 :Kualitas pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen menggunakan jasa perbankan syariah.
3) H3 :Citra merek berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen menggunakan jasa perbankan syariah.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu metode untuk menguji teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar variabel.
Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research). Penelitian ini bersifat depkriptis analitis, yaitu penelitian yang memaparkan data yang didapatkan dilapangan dan selanjutnya dilakukan analisis dengan pendekatan landasan teori yang ada sebagai pijakan dalam menganalisis.
B. Lokasi Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan di PTBank Syariah IndonesiaKantor cabang pembantu Solok yang beralamat di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 110 Pandan – Kota Solok.
C. Jenis dan Sumber Data 1. Data primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan dan di olah sendiri oleh suatu orgnisasi atau perorangan langsung dari objekya. pengumpulan data tersebut dilakukan secara khusus untuk mengatasi masalah riset yang diteliti.
Data primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung oleh peneliti yang mana dilakukan melalui kusioner dan wawancara.
Dalam peneitian data primer dilakukan dengan langsung menyebarkan kusioner kepada respoden.22 Dan melakukan wawancara kepada nasabah di PT Bank Syariah Indonesia KCP Solok Ahmad Dahlan 1.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan jenis data dalam bentuk yang sudah jadi melalui publikasi dan informasi yang di keluarkan dari berbagai organisasi atau perusahaan, termasuk majalah yang di keluarkan dan lembaga-lembaga yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.23
Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari berbagai buku-buku, dokumentasi, hasil penelitan, dan surat kabar yang berkaitan dengan masalah yang di teliti.
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Sugiyono, populasi adalah wilayah generalisasi yangterdiri atas obyek dan subyek yang mempunyai kaulitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan.24Target populasi dalam penelitian ini yaitu nasabah yang menggunakan produk tabungan dan pembiayaan
22Jonathan Sarwo, Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif, (Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu,2016). Hlm.209
23Supranto, Metode Ramalan Kualitatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), Hlm 8.
24Sugiyono, metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R & D,(Bandung: CV Alfabeta, 2013)hal 80
sebanyak 153 orang dari Bank Syariah Indonesiakcp Solok Ahmad Dahlan 1.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.25 Tujuan penggunaan sampel dalam penelitian ini adalah untuk mempermudah peneliti dalam menganalisis data.26Untuk menentukan ukuran sampel disini peneliti menggunakan teknik Slovin sebagai berikut:
n= N 1 + Ne2 Dimana: n= jumlah sampel
N= jumlah populasi
e= batas toleransi kesalahan n= 153
1 + (153 x (0,1)2 n= 153
1 +153 x 0,01 n= 153
1 + 153
n= 153 = 60,4743 dibulatkan menjadi 60 2,53
25ibid., hlm 81
26 ibid., hlm 82
Berdasarkan dari hasil perhitungan di atas sampel dalam penelitian ini adalah 60,4743 yang dibulatkan menjadi 60 responden, yang kemudian akan dilakukan penyebaran kuisioner kepada responden sebanyak 60 eksemplar yakni kepada nasabah yang mengunakan produk tabungan dan produk pembiayaan di PT bank syariah indonesia KCP Solok Ahmad Dahlan 1.
E. Teknik Pengumpulan Data a. Metode Angket
Metode ini digunakan untuk memperoleh data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari subjek penelitian melalui pengisian angketk kuesioner. Angket yang digunakan dalam penelitian ini merupakan angket langsung , yaitu angket yang secara langsung di isi oleh responden.27
Dalam pengumpulan data dengan menggunakan teknik kuesioner ini, peneliti memberikan pertanyaan untuk masing-masing variable.
Adapun skor dari masing-masing alternatif jawaban ini diberikan skor dengan menggunakan pengukuran Ordinal, yaitu sebagai berikut
Table 3.1
Kriteria Pembobotan Butir Pertanyaan
27Sugiyono, metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R & D,(Bandung: CV Alfabeta, 2013)hal 145
Kriteria Simbol Bobot
Sangat Setuju SS 5
Setuju S 4
Kurang Setuju KS 3
Tidak Setuju TS 2
Sangat Tidak Setuju STS 1
Responden pada penelitian ini adalah nasabah yang telah terdaftar menggunakan produk tabungan dan produk pembiayaan bank syariah Indonesia KCP Solok Ahmad Dahlan 1
Pada teknik pengumpulan data ini peneliti memberikan kuesioner/angket kepada responden berdasarkan jenis kelamin, umur/usia, pendidikan terakhir, penghasilan perbulan, status, dan jumlah tanggungan
b. Metode wawancara
Metode wawancara digunakan untuk memperoleh informasi secara langung dan mendalam. Bentuk metode wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur. Dalam penelitian ini objek yang akan diwawancarai adalah pihak Bank syariah Indonesia Kcp solok Ahmad Dahlan 1 dan nasabah bank syariah Indonesiakcp solok
F. Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menetapkan dua macam variabel yaitu Variabel Bebas X (Independen Variabel) dan Variabel Terikat Y (Dependen Variabel).
1. Variabel bebas X
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya varibel terikat.28 Penelitian ini menggunakan 3 (dua) variabel. Yang menjadi variabel X1 dalam penelitian ini adalah Diferensiasi produk, X2 dalam penelitian ini adalah Kualitas Pelayanan dan X3 dalam penelitian ini adalah citra merek.
2. Variabel terikat Y
Variabel terikat adalah variabel yang diakibatkan suatu yang dipengaruhi oleh variabel bebas.29Yang menjadi variabel Y dalam penelitian ini adalah keputusan Konsumen / nasabah.
G. Metode analisis data
Adapun teknik anaisis yang telah dikumpulkan adalah sebagai berikut:
a. Uji instrument penelitian 1) Uji Validitas
Uji validitas adalah dilakukn dengan melihat korelasi / skor masing-masing item pertanyaan dengan skor total. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengkorelasikan skor yang diperoleh
28Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mxed Methods)”, (Bandung:Alfabeta, 2012), hal 64.
29Bambang Prasetya, “Metode Penelitian Kuantitatif”, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2005), hal. 68
pada setiap item dengan skor total dari masig-masing atribut. 30 uji validitas sering digunakan untuk mengukur ketepatan suatu item dalam kuisioner atau sakala, apakah item-item pada kuisioner tersebut sudah tepat dalam mengukur apa yang ingin di ukur. Ujian ini dilakukan dengan cara membandingkan angka r hitung dan r table. Jika r hitung lebih besar dari r tabel maka maka item diakatakan valid dan sebaliknya jika r hitung lebih kecil dari r tabel maka item dikatakan tidak valid. r hitung dicari dengan menggunakan program SPSS.31
Rumus uji validitas adalah sebagai berikut : Rumus 1.1
Validitas
∑ (∑ )(∑ )
√*( ∑ ) (∑ ) +*( ∑ ) (∑ )
Dimana:
= koefisien korelasi = jumlah skor
= skor butir item = jumlah data 2) Uji Reliabilitas
30Uman sekaran, metode penelitian untuk bisnis jilid 2 Edisi ke, hal 146
31Duwi Priyanto, paham Analisi Statistik Data dengan SPSS, (Jakarta:Media Kom,2010), hal 90
Reliabilitas yaitu sebuah instrument dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsisten dari waktu kewaktu. Artinya kapanpun alat ukur tersebut digunakan akan memberikan hasil ukur yang sama.32 Uji ini dilakukan dengan cara membandingkan angka Cronbach Alpha dengan ketentuan nilai Cronbach Alpha minimal 0,6. Artinya jika nilai Cronbach alpa yang didapatkan dari hasil perhitungan spss lebih besar dari 0,6 maka disimpulkan koesioner tersebut reliabel, sebaliknya jika cronbach alpha lebih kecil dari 0,6 maka disimpulkan tidak reliabel. 33
Rumus 1.2 Reabilitas
[ ] [ ∑ ]
Dimana:
r = reliabilitas instrument k = banyak butir pertanyaan
∑σb2= jumlah varians butir Σt2= varians total
b. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas
32Irawan Soeharton, metode penelitian sosial cet, ke-4 (Bandung: Remaja Rosda Karya,2000) hal 86
33www.spssstatistik.com/uji-validitas-dan-reliabilitas-dengan-spss/, di akses pada 5 april 2021
Ujian Normalits digunakan untuk mengkaji data variabel X dan Variabel Y pada persamaan regresi yang dihasilkan, yaitu berdistribusi normal dan berdistribusi tidak normal. Dalam menguji data variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi normal atau tidak dengan cara normal probability plot lebih handal dari pada cara grafik histogram karena cara ini membandingkan data rill dengan data distribusi normal ( otomatis oleh komputer ) secara komulatif. Suatu data dialkukan berdistribusi normal jika garis data rill mengikuti garis diagonal.34 2) Uji Multikoliniaritas
Multikoliniaritas adalah sebuah situasi yang menunjukkan adanya korelasi atau hubungan kuat antara dua variabel bebas atau lebih dalam sebuah model regresi berganda.
Multikoliniaritas merupakan uji yang dilakukan untuk memastikan apakah di dalam sebuah model regresi ada interkorelasi atau klinearitas antar variabel bebas.
Multikoliearitas di dalam model regresi dapat dideteksi dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF), yaitu:
1. Jika nilai tolerance> 0.10 dan VIF < 10, maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat multikolinearitas pada penelitian tersebut.
2. Jika nilai tolerance < 0.10 dan VIF > 10, maka dapat diartikan bahwa terdapat multikolinearitas pada penelitian tersebut.
34Danang sunyoto, metodologi penelitian untuk ekonomi, (Yogyakarta:CAPS, 2011),hal 133
VIF (Variance Inflation Factor) adalah suatu estimasi berapa besar multikolinearitas meningkatkan varian pada suatu koefisien estimasi sebuah variabel penjelas. VIF yang tinggi menunjukkan bahwa multikolinearitas telah menaikkan sedikit varian pada koefisien estimasi. Akibatnya menurunkan nilai t.
c. Analisis Regresi Berganda
Analisis Regresi Berganda adalah alat untuk meramalkan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap satu variabel terikat yaitu untuk membuktikan ada tidaknya hubungan fungsional atau hubungan kausal anatara dua atau lebih variabel bebas.35
Rumus 1.3
Persamaan Regresi Linear Berganda
Dimana:
Y = Keputusan Nasabah
= Konstanta
b1, b2 = Koefisien regresi X1 = Diferensiasi produk X2 = Kualitas pelayanan X3 = Citra merek
35 ibid,. hal 137
e = Error Term (Variabel Pengganggu atau Residual
Dalam penelitian ini kegunaan analisis regresi ganda untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh diferensiasi produk, kualitas pelayanan dan citra merek terhadap keputusan konsumen menggunakan jasa Perbankan Syariah ( SK: Bank Syariah Indonesia KCP Solok Ahmad dahlan 1).
d. Koefisien Determinasi
Koefesien Determinasi (R2) yaitu mengukur seberapa jauh kemampuan model (Diferensiasi produk, kualitas pelayanan, citra merek dalam menerangkan variasi variabel dependen atau tidak bebas ( keputusan pembelian). Nilai Koefesien determinasi adalah antara nol (0) dan satu (1). Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen ( bebas) dalam menjelaskan variasi variabel-variabel dependen yang terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
e. Uji hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, karena jawaban yang diberikan beru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Hipotesis penelitian ini adalah:
H1 :Diferensiasi Produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Keputusan konsumen menggunakan jasa perbankan syariah.
H2 : Kualitas pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Keputusan konsumen menggunakan jasa perbankan syariah.
H3 :Citra merek berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Keputusan konsumen menggunakan jasa perbankan syariah
Untuk membuktikan hipotesis dalam penelitian apakah variabel bebas berpengaruh terhadap varabel terikat, maka digunakan beberapa pengujian yaitu uji– T dan uji-F.
1) Uji-T
Utuk menguji apakah masing-masing variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat secara satu persatu ( parsial ) dengan α
= 0,05 dan juga penerimaan dan penolakan hipotesa dengan cara:
Merumuskan hipotesis:
a) Ho1 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara diferensiasi produk terhadap keputusan konsumen.
Ha : Ada pengaruh yang signifikan antara doferensiasi produk terhadap keputusan konsumen.
b) Ho2 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan terhadap keputusan konsumen.
Ha :Ada pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan terhadap keputusan konsumen.
c) Ho3 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara citra merek terhadap keputusan knsumen
Ha : Ada pengaruh yang signifikan antara citra merek terhadap keputusan konsumen.
Mencari t-hitung:
Rumus 1.4 : t = √
√ 2
keterangan : R : Koefesien korelasi R2 : Koefesien Determinasi n : Banyak nya sampel Dengan asumsi:
Ho : diterima bila sig > α = 0,05 Ho: ditolak bila sig <α = 0,05
2) Uji – F
pengujian secara simultan dilakukan dengan uji- F yang membandingkan antara variasi variabel dependen yang dijelaskan didalam model dengan variasi yang dijelaskan dengan variabel diuar model juga penerimaan atau penolakan hipotesis.
Rumus 1.5 F-hitung:
Rumus : F = R2 / (k -1)
(1-R2) / (n-k)
keterangan: R2 : Koefesien determinasi k : Banyaknya variabel bebas n : Banyaknya Sampel Dengan asumsi F- hitung
Apabila tingkat signifikan < α = 0,05, maka Ho ditolak dan H1
dierima, berarti variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen.
Apabila tingkat signifikan > α = 0,05, maka Ho diterima dan H1 ditolak, berarti variabel independen secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
Ho : ditolak bila sig <α = 0,05
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran umum objek penelitian
1. Sejarah berdirinya Bank Syariah Indonesia kantor cabang pembantu solok Ahmad Dahlan 1
PT. Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi sejak senin tanggal 1 november 1999 atau 25 rajab 1420 H. PT Bank Syariah Mandiri hadir dengan harmonosasi idelisme usaha dengan nilai-nilai spiritual. Bank syariah mandiri tumbuh sebagai bank yang mampu
memadukan keduanya, yang melandasi kegiatan
operasionalnya.Harmonisasi idealisme usaha dan nilai-nilai spiritual inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam
operasionalnya.Harmonisasi idealisme usaha dan nilai-nilai spiritual inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam