BAB II PENGATURAN PENAWARAN UMUM SAHAM DALAM
2. Pengertian dan Dasar Hukum Penawaran umum
Pengertian penawaran umum dalam UUPM diatur dalam Pasal 1 butir 15 yang menyebutkan bahwa penawaran umum merupakan kegiatan penawaran umum yang dilakukan oleh emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-undang ini dan peraturan
pelaksanaannya. Pada hakikatnya perusahaan yang go public adalah perusahaan
yang membuka diri terhadap keikutsertaan masyarakat dalam suatu perusahaan yang awalnya bersifat tertutup, baik dengan cara pemilikan maupun dengan
penetapan kebijakan pengelolaan perusahaannya.34
Lebih lanjut, penawaran umum atau dikenal dengan istilah go public
biasanya diartikan sebagai penjualan pertama saham umum oleh sebuah perusahaan kepada investor umum. Perusahaan tersebut (emiten) hanya akan menerbitkan saham-saham pertama. Emiten akan melibatkan penjamin emisi efek untuk menjamin penawaran tersebut dan profesi penunjang pasar modal seperti konsultan hukum, akuntan, notaris dan penilai untuk membantu membuat prospektus. Prospektus menjadi sebuah persyaratan untuk mengungkapkan
kondisi keuangan dan prospek sebuah perusahaan kepada para calon investor.35
Perusahaan yang sebelum menjual saham kepada masyarakat disebut
perusahaan tertutup (private company) sedangkan perusahaan yang sudah
34
Najib A. Gisymar, Insider Trading dalam Transaksi Efek (PT.Citra Aditya Bakti, 2009), hlm. 12.
35
Arus Akbar Silondae dkk, Pokok-pokok Hukum Bisnis (Jakarta: Salemba Empat, 2012), hlm. 113.
menjual sahamnya ke masyarakat disebut perusahaan terbuka atau perusahaan
public (public listed company). Perusahaan publik di Indonesia sejak tahun 1996,
banyak yang mulai mengubah nama perusahaan dengan menambahkan kata Tbk di belakang nama yang lama. Tbk berarti terbuka. Misalnya: “PT Buana Finance Indonesia” menjadi “PT Buana Finance Indonesia Tbk”.
Unsur-unsur dalam pengertian penawaran umum yakni :
a. Emiten
Emiten adalah pihak yang ingin meminjamkan modal. Modal dipinjamkan emiten dengan cara melakukan emisi yaitu menawarkan efek (surat berharga) untuk dijual atau diperdagangkan. Bila efek yang dijualnya ada yang membeli maka emiten memperoleh uang yang diperlukan. Emiten umumnya adalah perusahaan atau lembaga yang membutuhkan modal untuk membiayai atau memperluas usahanya.
b. Menjual efek
Efek adalah surat berharga yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek. Efek tersebut diterbitkan oleh emiten untuk dijual kepada masyarakat.
c. Investor
Investor adalah individu atau organisasi yang membelanjakan uangnya di pasar modal. Jadi pada prinsipnya semua pihak bisa menjadi investor. Investor atau pemodal adalah pihak yang memiliki modal untuk dipinjamkan atau diinvestasikan. Modal dipinjamkan oleh pemodal dengan cara membeli surat surat
berharga yang ditawarkan oleh emiten. Dengan demikian berarti pemodal telah meminjamkan uangnya kepada emiten dan pemodal bisa memperoleh keuntungan berupa bunga atau deviden. Kemudian untuk memperoleh keuntungan lebih, pemodal bisa menjual kembali surat berharga yang telah dibelinya dengan tujuan
memperoleh capital gain yaitu keuntungan berupa selisih dan harga jual dikurangi
harga beli.
d. Sesuai tata cara yang diatur undang-undang
Yang dapat melakukan penawaran umum hanyalah emiten yang telah menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada OJK dan telah dinyatakan efektif sesuai dengan tata cara yang diatur UUPM dalam Pasal 74. Ketentuan mengenai persyaratan dan tata cara penyampaian pernyataan pendaftaran diatur lebih lanjut
oleh OJK (Pasal 77).36
Dasar hukum penawaran umum antara lain:
a. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Proses go public dari suatu perusahaan dapat dikatakan bahwa suatu
perusahaan berganti baju dari perusahaan biasa menjadi perusahaan terbuka lewat
kegiatan di pasar modal. Karena itu, untuk dapat go public, suatu perusahaan
haruslah juga memenuhi ketentuan tentang perusahaan terbuka yang pengaturannya dalam UUPT.
36
Adapun pengaturan UUPT yang berkenaan dengan suatu perseroan terbuka dapat disebutkan sebagai berikut:
1) Nama Perseroan harus didahului dengan frase “ Perseroan Terbatas”
atau disingkat “PT”. Dalam hal Perseroan Terbuka, selain disingkat PT juga pada akhir nama Perseroan ditambah kata singkatan “Tbk” yang artinya terbuka (Pasal 16 ayat 2 dan 3).
2) Perseroan yang modal dan jumlah pemegang sahamnya telah
memenuhi kriteria sebagai perseroan publik sesuai dengan ketetuan peraturan perundang-undang di bidang pasar modal, wajib mengubah modal disetor dan modal yang ditempatkan dalam anggaran dasar dalam jangka waktu 30 hari terhitung sejak terpenuhi kriteria tersebut (Pasal 24 ayat 1).
3) Direksi perseroan wajib mengajukan pernyataan pendaftaran sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal (Pasal 24 ayat 2).
4) Direksi wajib menyerahkan laporan keuangan perseroan kepada
akuntan publik untuk diaudit apabila kegiatan usaha perseroan adalah
menghimpun/mengelola dana masyarakat, menerbitkan surat
pengakuan utang kepada masyarakat, perseroan merupakan perseroan terbuka, perseroan merupakan persero, mempunyai aset/jumlah
peredaran usaha dengan jumlah nilai paling sedikit
Rp50.000.000.000,00 (lima milyar rupiah), dan diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan (Pasal 68).
5) Rapat Umum Pemegang Saham (selanjutnya disebut RUPS) perseroan terbuka dapat diadakan di tempat kedudukan bursa dimana saham perseroan dicatatkan (Pasal 76 ayat 2).
6) Penyelenggaraan RUPS perseroan terbuka tunduk pada ketentuan
UUPT sepanjang ketentuan dalam UUPM tidak ditentukan lain (Pasal 79 ayat 10).
7) Bagi perseroan terbuka, sebelum pemanggilan RUPS dilakukan, wajib
didahului dengan pengumuman mengenai akan diadakan pemanggilan RUPS dengan memperhatikan peraturan UUPM (Pasal 83 ayat 1).
8) Perseroan Terbuka wajib mempunyai paling sedikit 2 (dua) orang
angota direksi (Pasal 92 ayat 4).
9) Perseroan Terbuka wajib mempunyai paling sedikit 2 (dua) orang
angota komisaris (Pasal 108 ayat 5).
10) Bagi Perseroan Terbuka berlaku ketentuan UUPT jika tidak diatur lain
dalam UUPM (Pasal 154 ayat 1).37
b. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
Keberadaan fungsi dan lembaga pengawas pasar modal di tanah air secara historis telah mengalami beberapa kali perubahaan hingga akhirnya dikeluarkan Keputusan Presiden No. 53 Tahun 1990 tentang Pasar Modal, Badan Pengawas pasar modal menjadi lebih fokus pada peran pembinaan, pengaturan dan pengawasan. Pengertian penawaran umum beserta pengaturannya yang
37
merupakan dasar hukum pelaksanaan penawaran umum di Indonesia dalam UUPM adalah sebagai berikut :
1) BAB IX pasal 74-77 : mengatur tentang tata cara penyampaian
pernyataan pendaftaran.
2) BAB IX Pasal 80 -81 : mengatur tentang tanggung jawab atas
informasi yang tidak benar atau
menyesatkan.
3) BAB X Pasal 85-89 : mengatur tentang pelaporan dan
keterbukaan informasi.
4) BAB XI Pasal 90-99 : mengatur tentang penipuan, manipulasi
pasar dan perdagangan orang dalam.
5) BAB XII Pasal 100 : mengatur tentang pemeriksaan.
6) BAB XIII Pasal 101 : mengatur tentang penyidikan.
7) BAB XIV Pasal 102 : mengatur tentang sanksi administratif.
3. Tujuan dan manfaat penawaran umum
Semua pengusaha tentunya selalu ingin menjadikan perusahaannya bertahan selamanya, bahkan menjadi besar. Namun untuk mencapai itu tidaklah mudah. Paling tidak harus dipenuhi dua hal, pertama profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan dan kedua tambahan modal untuk melakukan
peningkatan kapasitas produksi. Go public atau penawaran umum bisa memenuhi
kebutuhan kedua hal tersebut. Sebab, dengan go public penempatan orang-orang
perusahaan, melainkan harus diputuskan lewat RUPS. Dengan demikian, akan diperoleh para profesional yang andal, karena dipilih oleh banyak orang. Demikian pula dengan modal, perusahaan bisa menggali dana secara tak terbatas
untuk dijadikan tambahan modal.38
Adapun tujuan dari penawaran umum adalah sebagai berikut :39
a. Perluasan usaha atau ekspansi
Perluasan usaha dapat berupa peningkatan kapasitas produksi atau penganekaragaman jenis produksi, dan atau kedua-duanya. Dalam hal ini selain ditunjang oleh manajemen yang profesional juga diperlukan modal, baik untuk investasi pada harta tetap maupun modal kerja. Apabila penambahan modal tidak dapat dipenuhi dari dalam perusahaan, baik yang bersumber dari laba ditahan maupun peningkatan modal disetor dari pemegang saham, maka biasanya karena kebutuhan usaha sangat mendesak, perusahaan akan memutuskan untuk mendapatkan modal dari luar perusahaan antara lain dengan menjual saham atau obligasi di pasar modal.
b. Memperbaiki struktur modal
Modal perusahaan pada umumnya terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman (kredit) yang memerlukan pembayaran bunga. Tidak jarang perusahaan menderita kerugian dan beban yang berat karena beban pinjaman. Hal ini apabila dibiarkan berlarut dapat menyebabkan perusahaan menjadi bangkrut dan salah satu tindakan penyelamatan adalah dengan mengurangi utang dan diganti dengan modal saham.
38
Sawidji Widoatmodjo, Op.Cit., hlm. 26-27. 39
Tindakan ini disebut restrukturisasi modal dengan menjual modal saham baru untuk membayar utang yang menjadi beban tersebut, sehingga terjadi perubahan komposisi modal dimana modal saham menjadi besar dan sebaliknya modal pinjaman mengecil. Apabila situasi bisnis menguntungkan dan tingkat keuntungan perusahaan lebih tinggi dari beban bunga pinjaman yang harus dibayar, serta rasio hutang terhadap modal sendiri masih memungkinkan, maka perubahan struktur modal dapat dilakukan dengan meningkatkan modal pinjaman atau menjual obligasi di pasar modal.
c. Pengalihan pemegang saham
Perusahaan yang akan go public adalah perusahaan yang secara hukum
dan nyata sudah beroperasi serta memiliki beberapa pemegang saham. Dalam kondisi tertentu karena perkembangan dinamika usaha, ada kalanya perusahaan mempertimbangkan untuk mengalihkan saham yang dimilikinya kepada pihak lain. Media pengalihan tersebut adalah melalui pasar modal, yaitu pemilik saham
dapat melalui perusahaan dapat menawarkan secara umum (public offering)
melalui pasar modal.
Perusahaan dalam hal ini tidak memperoleh pemasukan dana karena dana hasil penjualan saham merupakan hak pemegang saham semula. Perusahaan yang go public dapat melaksanakan ketiga tujuan diatas sekaligus, yakni memperoleh tambahan dana sekaligus memperbaiki sturuktur modal dan juga melakukan
pengalihan pemegang saham sesuai keinginan pemegang saham yang lama.40
40
Manfaat penawaran umum saham bagi perusahaan yang menerbitkan efek (emiten) antara lain :
1) Dapat memperoleh dana yang relatif besar dan diterima sekaligus.
2) Biaya go public relatif murah.
3) Proses relatif mudah.
4) Pembagian dividen berdasarkan keuntungan.
5) Investor publik biasanya tidak berminat masuk dalam manajemen,
sehingga tidak mengurangi kekuasaan pemilik lama.
6) Perusahaan dituntut lebih terbuka, sehingga hal ini dapat memacu
perusahaan untuk meningkatkan profesionalisme.
7) Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta
memiliki saham perusahaan, sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial.
8) Emiten akan lebih dikenal oleh masyarakat (go public merupakan
media promosi).
9) Memberikan kesempatan bagi koperasi dan karyawan perusahaan
untuk membeli saham.41
4. Pihak-pihak yang terlibat dalam penawaran umum
Kegiatan pasar modal terdapat beberapa lembaga yang terkait, baik lembaga/instansi pemerintah maupun swasta. Keberadaan lembaga/instansi pemerintah yang terkait dengan pasar modal sangat penting karena ia berperan sebagai pembina, pengatur dan pengawas, sedangkan lembaga swasta memegang
41
peranan penting karena berperan sebagai perantara dalam kegiatan pasar modal. Oleh karenanya, transaksi antara pihak perusahaan atau emiten dengan pihak investor yang berkaitan dengan pasar modal tidak dapat dilakukan secara
langsung tanpa didukung oleh lembaga-lembaga tersebut.42
Lembaga-lembaga yang terkait dengan kegiatan pasar modal baik lembaga atau instansi pemerintah maupun swasta tersebut adalah sebagai berikut :
a. Otoritas Jasa Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan mulai bertugas sejak 1 Januari 2013 mengggantikan wewenang Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan) sehingga Bapepam-LK dibubarkan. Menurut pengamat ekonomi, Seto Wardono, berpindahnya wewenang ini tidak akan membawa dampak yang besar terhadap dunia pasar modal karena kinerja OJK sebenarnya sama saja dengan Bapepam-LK walaupun akan membawa perubahaan dan perbedaan sedikit. UU OJK sendiri telah disahkan pada 2010 lalu yang mengamanatkan kepada OJK untuk melakukan pengawasan terhadap lembaga keuangan baik sektor perbankan, sektor pasar modal maupun sektor non perbankan. Pada pertengahan 2011 lalu, Kementerian Keuangan bersama Dewan Perwakilan Rakyat melakukan seleksi pemilihan ketua OJK beserta dewan komisarisnya. Sesuai amanat undang-undang, OJK mulai menjalankan tugas dan fungsinya melakukan pengawasan kepada pasar
modal. Untuk perbankan, pengawasan mulai dilakukan pada tahun 2014.43
42
Abdul R. Saliman dkk, Hukum Bisnis untuk Perusahaan (Jakarta: kencana, 2008), hlm. 264.
43
Bapepam-LK dan Sedikit tentang OJK,
https://cornelisious.wordpress.com/2013/03/11/bapepam-lk-dan-sedikit-tentang-ojk/ (diakses tanggal 12 November 2015).
b. Bursa efek
Undang-Undang Pasar Modal Pasal 1 angka 4 memberikan definisi dari Bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka. Perdagangan efek yang sah menurut undang-undang adalah di bursa efek. Penyelenggara bursa efek haruslah perseroan yang telah memperoleh izin dari OJK (UUPM Pasal 6 ayat 1).
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal (selanjutnya disebut PP No. 45) Pasal 2, Bursa efek sebagai pengelola diwajibkan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp7.500.000.000,00 (Tujuh milyar lima ratus juta rupiah). Saham bursa efek ini dimiliki oleh perusahaan efek yang telah memperoleh izin usaha sebagai perantara pedagang efek (Pasal 5 ayat 1). Bursa efek diharuskan menerima permohonan perusahaan efek untuk menjadi pemegang saham yang menjadi anggota bursa efek sepanjang jumlahnya belum mencapai 200 (Pasal 5 ayat 3). Pengalihan saham dimungkinkan, tetapi hanya kepada perusahaan efek yang mempunyai izin sebagai perantara pedagang efek dan memenuhi syarat menjadi anggota bursa efek (Pasal 7 ayat 1). Dengan demikian, pemindahan hanya dapat terlaksana kalau bursa efek telah menyatakan perusahaan penerima penghasilan saham telah memenuhi syarat (Pasal 7 ayat 2).
Bursa efek mempunyai dewan komisaris dan direksi dengan jumlah anggota 7 orang (Pasal 9). Setiap anggota direksi dan komisaris dilarang merangkap jabatan di perusahaan lain (Pasal 9 ayat 2) dengan masa jabatan 3
tahun dan dapat diangkat kembali (Pasal 9 ayat 3). Berdasarkan Pasal 12 UUPM bursa efek mempunyai tugas pengawasan yang dilakukan oleh satuan pemeriksaan yang berwenang untuk melakukan inspeksi pemeriksaan kepada anggota bursa yaitu perusahaan efek yang diduga atau dicurigai tidak memenuhi
ketentuan dan kriteria permodalan sesuai dengan diwajibkan pasar.44
Untuk back off service dalam kegiatan perdagangan efek, bursa dapat
membentuk perusahaan anak yang disebut Lembaga Kliring dan Penjamin (LKP) yang diberi izin oleh OJK untuk melakukan kegiatan usaha di bidang kliring dan penjaminan transaksi yang terjadi di bursa. Sedangkan bank kustodian dan perusahaan efek dapat membentuk Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian
(LPP) untuk mempermudah penyelesaian pemindahbukuan.45
Saat ini di Indonesia terdapat dua bursa yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Pengelola bursa berupaya mengembangkan bursa mengikuti perkembangan dunia bisnis, teknologi informasi dan siap bersaing dengan bursa-bursa internasional lainnya. Diharapkan kedua bursa ini mampu menciptakan kondisi yang dapat mendorong perusahaan efek berperan dalam perkembangan bursa, memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya, serta menjaring investor untuk melakukan investasi di pasar modal. Dari instrumen yang diperdagangkan, kedua bursa tersebut mempunyai penekanan yang berbeda.
BEJ lebih banyak memperdagangkan instrumen saham (equity), sementara BES
lebih banyak memperdagangkan instrumen utang (obligasi).46
44
M. Irsan Nasarudin dkk, Op.Cit., hlm. 126. 45
Ibid.
46
c. Perusahaan efek
Perusahaan efek dalam UUPM Pasal 1 angka 21 adalah perusahaan yang melakukan kegiatan usahanya sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara
Perdagangan Efek, dan /atau Manajer Investasi.47 Dalam kegiatan usahanya
sebagai penjamin emisi efek, maka perusahaan efek berperan sebagai penjamin
dalam penjualan efek yang diterbitkan oleh perusahaan go public. Izin usaha
sebagai penjamin emisi efek ini berlaku juga sebagai izin usaha perantara perdagangan efek. Oleh karenanya perusahaan efek yang telah mempunyai izin usaha sebagai penjamin emisi efek dapat juga menjalankan kegiatan usaha sebagai
perantara perdagangan efek (Pialang atau Broker).48
Peran dari penjamin emisi adalah peran perusahaan efek untuk melakukan
penjaminan emisi (underwritting) bagi emiten, yaitu perusahaan ingin
mendapatkan dana dari calon-calon investor dari masyarakat luas. Penjamin emisi ini membuat kontrak emiten untuk melakukan penawaran umum bagi kepentingan
emiten dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa efek yang tidak terjual.49
Perantara perdagangan efek atau dikenal dengan Pialang atau broker
adalah pihak yang melakukan kegiatan usaha jual beli efek untuk kepentingan sendiri atau pihak lain. Dalam penanaman modal, investor yang berminat membeli
efek bisa juga mengamanatkan kepada pialang atau broker yang ia percaya.
Demikian juga halnya dengan investor yang ingin menjual efek, maka ia cukup
memberi amanat kepada pialang atau broker yang ia percaya. Dengan demikian,
47
Lihat UUPM 48
Abdul R. Saliman, Op.Cit., hlm. 266. 49
M. Irsan Nasarudin dkk, Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia (Jakarta: Kencana, 2008), hlm. 144.
jelaslah bahwa pihak yang boleh melakukan transaksi dilantai bursa adalah
Perantara Perdagangan Efek.50
Selain menerima pesanan dari investor, perantara perdagangan efek dapat pula memberi pelayanan lain kepada investor. Pelayanan ini berupa pemberian informasi yang dibutuhkan investor untuk mengambil keputusan dalam pengelolaan keuangan. Kegiatan usaha lain yang dapat dilakukan oleh perusahaan efek adalah sebagai manajer investasi. Yang dimaksud dengan manajer investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio yang meliputi kumpulan efek yang dimiliki orang perorangan, usaha bersama, asosiasi atau kelompok yang terorganisasi untuk para investor atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok investor kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.51
Berdasarkan penjelasan diatas, jelaslah bahwa perusahaan efek mempunyai peranan sebagai pendukung aktivitas bursa dalam hal memperlancar perputaran dana dan informasi, mendukung sistem dan aktivitas bursa sebagai bagian dari pasar modal dan sebagai unit usaha, dan meningkatkan kegiatan investasi pasar modal untuk menunjang kegiatan ekonomi nasional. Disamping itu juga, perusahaan efek berfungsi sebagai perantara dalam aliran dana dan informasi
antar pemodal dengan pemodal, dan antara pemodal dengan perusahaan go public
yang tercatat di bursa.52
50
Abdul R. Saliman, Op.Cit., hlm. 268. 51
Ibid., hlm. 269. 52
d. Lembaga penunjang pasar modal
Lembaga penunjang pasar modal ini terdiri atas :
1) Biro Administrasi Efek (BAE)
Yang dapat menyelenggarakan Biro Administrasi Efek atau selanjutnya disebut BAE adalah perseroan yang telah memperoleh izin usaha dari OJK. BAE adalah pihak yang berdasarkan kontrak dengan emiten melaksanakan pencatatatan pemilikan efek dan pembagian hak yang berkaitan degan efek. Kontrak tersebut secara jelas menyebutkan hak dan kewajiban BAE dan emiten, termasuk
kewajiban terhadap pemegang efek.53
Biro Administrasi Efek mempunyai peran yang cukup penting dalam pengembangan pasar modal. Penyelesaian transaksi melalui pemindah-bukuan merupakan tugas kerja dari BAE dan BAE dituntut untuk selalu dapat mengikuti dan melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap praktik-praktik yang berlaku saat ini.54
Biro Administrasi Efek dapat memberikan jasa berkaitan dengan kepentingan efek yang disimpan dalam penitipan kolektif Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sehingga dapat memberikan informasi kepada emiten mengenai tidak melakukan pelanggaran sehubungan dengan perdagangan orang dalam (insider trading), benturan kepentingan, dan manipulasi pasar.55
Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Biro Administrasi Efek, meliputi :
a) Membantu emiten dan underwitter dalam rangka emisi Efek.
53
M. Irsan Nasarudin dkk, Op.Cit., hlm. 171. 54
Ibid.
55
b) Melaksanakan kegiatan penyimpanan dan pengalihan atas saham para investor.
c) Menyusun Daftar Pemegang Saham dan perubahannya untuk
melakukan pembukuan pemegang saham (pembuatan daftar pemegang saham) atas permintaan emiten.
d) Menyiapkan korespodensi emiten kepada pemegang saham misalnya pengumuman RUPS dan pengumuman pembayaran dividen atas nama emiten.
e) Membuat laporan-laporan bila diminta oleh instansi berwenang
seperti OJK.56
2) Kustodian
Kustodian adalah pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk dividen, bunga dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Yang dapat menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai kustodian adalah KSEI, perusahaan efek atau bank umum yang telah mendapat
persetujuan dari OJK.57
Setiap kustodian wajib mengadministrasikan, menyimpan, dan memelihara catatan pembukuan, data, keterangan tertulis yang berhubungan dengan :
a) Nasabah yang efeknya disimpan pada bank kustodian.
b) Posisi efek yang disimpan pada bank kustodian.
56
Abdul R. Saliman, Op.Cit., hlm. 276. 57
c) Buku daftar nasabah dan administrasi penyimpanan serta hak nasabah yang melekat pada efek yang dititipkan.
d) Tempat penyimpanan yang aman dan terpisah.
Penitipan efek yang merupakan salah satu jasa yang diberikan kustodian dalam hal ini termasuk juga Penitipan Kolektif. Kustodian dalam UUPM dan peraturan pelaksana, diberikan kesempatan yang sangat luas dan didorong untuk berpartisipasi menciptakan keberhasilan dalam pengembangan usaha reksadana di Indonesia. Jasa kustodian dibutuhkan dalam hal penerbitan dan pelunasan unit
penyertaan reksadana terbuka.58
Kustodian hanya dapat mengeluarkan efek atau dana yang tercatat pada rekening efek atas perintah tertulis dari pemegang rekening atau pihak yang diberi wewenang untuk bertindak atas namanya (UUPM Pasal 45). Kustodian dilarang untuk memberikan keterangan mengenai rekening efek nasabah kepada pihak manapun kecuali kepada pihak yang ditunjuk secara tertulis oleh pemegang rekening atau ahli waris, polisi, jaksa atau hakim untuk kepentingan peradilan perkara pidana, pejabat pajak, OJK, bursa efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, emiten, BAE dan pihak yang memberikan jasa kepada kustodian, seperti
konsultan, konsultan hukum, dan akuntan (UUPM Pasal 47).59
3) Wali amanat (Trustee)
Wali amanat adalah lembaga atau perusahaan yang mewakili kepentingan pemegang efek yang bersifat utang. Wali amanat ini bertanggung jawab terhadap efek yang diwaliamanatkan, sehingga wali amanat wajib memberi ganti rugi
58
Ibid.
59
kepada pemegang efek bersifat utang atas kerugian yang timbul karena