BAB II PENGATURAN PENAWARAN UMUM SAHAM DALAM
1. Prosedur Internal perusahaan dalam Penawaran umum
Ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum suatu perusahaan dapat menawarkan efeknya kepada masyarakat. Pertama, tentunya perusahaan tersebut harus melakukan pembenahan internal guna memenuhi persyaratan-persyaratan
83
yang telah ditentukan dalam UUPM beserta peraturan pelaksanaannya. Masing-masing tahapan tersebut akan diuraikan dibawah ini :
a. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyamakan persepsi dan visi
diantara pihak manajemen dan pemegang saham mengenai konsep go public dan
kaitannya dengan aktivitas perusahaan. Bila inisiatif go public datang dari pihak
manajemen maka pihak manajemen harus menyakinkan pemegang saham terlebih
dahulu bahwa go public akan memberikan konstribusi positif bagi perusahaan di
masa mendatang. Dengan demikian tahap yang paling awal yang harus dilewati
adalah memperoleh persetujuan atas rencana go public tersebut dari pemegang
saham di dalam RUPS.84
b. Penunjukan penjamin emisi, profesi penunjang pasar modal, dan lembaga penunjang pasar modal.
Sangat dipahami bahwa proses go public bukanlah suatu kegiatan yang
sederhana. Kegiatan tersebut membutuhkan waktu yang tidak sedikit disamping ketrampilan, dan pemahaman yang memadai mengenai ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan proses penawaran umum. Menyadari hal tersebut, dibuka kemungkinan bagi perusahaan untuk menggunakan jasa penjamin emisi untuk membantu perusahaan dalam menawarkan dan menjual efeknya kepada
masyarakat.85
Selain penjamin emisi, perusahaan membutuhkan pula peranan profesi penunjang pasar modal seperti akuntan publik, notaris, perusahaan penilai dan
84
M. Paulus Situmorang, Op.Cit., hlm. 89. 85
konsultan hukum. Di samping itu, perusahaan dapat pula menunjuk lembaga penunjang pasar modal seperti BAE, wali amanat dan kustodian. Pada prinsipnya kewenangan untuk menunjuk penjamin emisi, profesi penunjang pasar modal dan lembaga penunjang pasar modal tersebut ada di tangan perusahaan.
c. Mempersiapkan dokumen
Setelah tahap diatas dilalui, maka perusahaan dibantu penjamin emisi, profesi dan lembaga penunjang pasar modal mulai melakukan pengumpulan dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam rangka penawaran umum. Peraturan rangka penawaran umum menyebutkan beberapa jenis dokumen yang harus disiapkan dalam rangka penawaran umum yaitu:
1) Surat pengantar pernyataan pendaftaran
Dokumen ini pada prinsipnya merupakan media penyampaian maksud dari emiten untuk melakukan penawaran umum kepada OJK dalam rangka memperoleh pernyataan efektif dari otoritas pasar modal tersebut. Sekurang-kurangnya dalam surat tersebut harus dimuat beberapa informasi singkat berkaitan dengan rencana perusahaan untuk melakukan penawaran umum antara lain keterangan tentang efek yang akan ditawarkan, identitas perusahaan, masa penawaran umum yang direncanakan dan daftar dokumen yang dilampirkan
dalam surat pengantar pernyataan pendaftaran.86
2) Prospektus
Undang-Undang Pasar Modal memberikan definisi singkat tentang prospektus, yakni setiap informasi tertulis sehubungan dengan penawaran umum
86
dengan tujuan pihak lain membeli efek. Prospektus disusun sebagai alat penentu pengambilan keputusan investasi pihak lain. Oleh sebab itu, bentuk dan isi prospektus mendapatkan pengaturan sedemikian rupa guna menjaga akurasi dan
kewajaran dari informasi yang terdapat didalamnya.87
Begitu pentingnya prospektus sehingga dalam Pasal 71 UUPM disyaratkan bahwa tidak satu pihak pun dapat menjual efek dalam penawaran umum, kecuali pembeli atau pemesan telah menerima atau memperoleh kesempatan untuk membaca prospektus berkenaan dengan efek yang bersangkutan sebelum atau pada saat pemesanan dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar investor mempunyai waktu untuk berfikir sebelum mengambil keputusan berinvestasinya.
3) Prospektus singkat
Pada prinsipnya, persyaratan mengenai bentuk dan isi prospektus ringkas hampir sama dengan prospektus. Kecuali sesuai dengan namanya, prospektus ringkas adalah lebih singkat karena tidak membutuhkan halaman sampul dan informasinya tidak sampai serinci prospektus dan dimaksudkan untuk diumumkan
dalam surat kabar.88
4) Dokumen lainnya
Dokumen lainnya yang diwajibkan sebagai bagian dari pernyataan pendaftaran adalah terdiri dari :
a) Rencana penawaran umum b) Contoh surat efek.
c) Laporan keuangan yang telah diaudit akuntan.
87
Ibid.
88
d) Surat dari akuntan sehubungan dengan perubahan keuangan emiten yang terjadi setelah tanggal keuangan yang diaudit akuntan.
e) Surat pernyataan dari emiten di bidang akuntansi.
f) Keterangan lebih lanjut tentang perkiraan atau proyeksi.
g) Laporan pemeriksaan dan pendapatan dari segi hukum. h) Perjanjian penjamin emisi efek (jika ada).
i) Perjanjian perwaliamanatan (jika ada).
j) Perjanjian penanggungan (jika ada).
k) Perjanjian pendahuluan dengan satu atau beberapa bursa efek (jika dicatatkan di bursa efek).
l) Informasi lain sesuai dengan permintaan OJK yang dipandang
perlu dalam penelahaan pernyataan pendaftaran, sepanjang dapat diumumkan kepada masyarakat tanpa merugikan kepentigan emiten atau pihak lain yang terafiliasi dalam proses penawaran umum.
m) Peringkat yang dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat efek atas
obligasi atau efek yang bersifat hutang lainnya.
n) Pernyataan tentang kelengkapan dokumen penawaran umum dari emiten, penjamin emisi, profesi penunjang pasar modal.
5) Kontrak pendahuluan dengan bursa efek
Sebagai upaya untuk melindungi pemodal khususnya pemegang saham, serta untuk menjaga likuiditas efek yang diperdagangkan di bursa, maka diberlakukan peraturan pencatatan yang harus dipenuhi oleh
perusahaan-perusahaan yang akan atau telah mencatatkan saham-sahamnya dibursa efek yang bersangkutan. Bagi perusahaan yang akan melakukan penawaran umum dan merencanakan untuk mencatatkan sahamnya di bursa efek, maka perusahaan bersangkutan harus membuat kontrak pendahuluan dengan bursa dimana efek perusahaan tersebut direncanakan akan dicatatkan.
Kontrak tersebut memuat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh emiten yang akan mencatatkan sahamnya di bursa seperti pernyataan kondisi
perusahaan, jumlah saham yang akan dicatatkan, penentuan fee, ketentuan
delisting, dan sebagainya. Apabila telah memenuhi persyaratan pendahuluan, maka bursa akan menerbitkan surat persetujuan awal yang menerangkan bahwa perusahaan yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan pendahuluan untuk dapat melakukan pencatatan di bursa efek. Surat persetujuan tersebut harus dilampirkan ketika menyampaikan pernyataan pendaftaran di OJK dan informasi
persetujuan tersebut harus dimuat pada bagian dalam kulit muka prospektus.89
6) Public expose
Dalam suatu proses go public dilakukan juga kegiatan yang disebut public
expose. Dalam hal ini pihak emiten mengumumkan kepada publik, termasuk media massa tentang berbagai hal yang berkenaan dengan perusahaannya dan bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan jika ada. Tetapi pada waktu setelah
penyampaian pendaftaran kepada OJK, juga disyaratkan adanya semacam mini
89
public expose (presentasi) yang juga mesti dilakukan dengan proses yang hampir
sama dengan public expose sebenarnya.90