• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untuk mendefenisikan perusahaan dana pension ini, terdapat beberapa kata/istilah yang berhubungan dengan dana pensiun yaitu: Dana Pensuin dan Program dana Pensiun. Jika diuraikan, maka Menurut UU No. 11 tahun 1992 Dana Pensiun ialah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Defenisi yang disampaikan dalam Undang-undang ini memiliki arti bahwa Dana Pensiun merupakan lembaga atau badan hukum yang mengelola program pensiun yang dimaksudkan untuk memberikan kesejahteraan kepada karyawan suatu perusahaan terutama yang telah pensiun9. Sedangkan Menurut Abdul Kadir Muhammad dan Rita Murniati Dana Pensiun adalah yang secara khusus dihimpun dengan tujuan untuk memberikan manfaat kepada peserta ketika mencapai usia pensiun, mengalami cacat, atau meninggal dunia.

Secara umum, dana pensiun merupakan dana yang sengaja dihimpun secara khusus dengan tujuan untuk memberikan manfaat kepada karyawan pada saat mencapai usia pensiun, meninggal dunia atau cacat. Dana yang terhimpun ini dikelola dalam suatu lembaga yang disebut trust sedangkan pengelolanya disebut trustee atau dapat juga dilakukan oleh perusahaan asuransi atau badan lain yang dibentuk secara khusus untuk mengelola dana tersebut. 10

9 Andri Soemitra, Bank dan Lemabag Keuangan Syariah, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group), 2009, Hal 292.

10 Veithzal Rivai, dkk. Bank dan Financial Institution Management, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), 2007, Hal 1072

Adapun mengenai pengertian pensiun itu sendiri adalah hak seseorang untuk memperoleh penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab-sebab lain sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan yang menyebabkan pekerja berhenti dari pekerjaannya. 11

Selanjutnya, Program dana pensiun adalah dana yang dibentuk untuk pembayaran karyawan setelah tidak bekerja lagi karena memasuki masa pensiun. Dengan adanya dana pensiun karyawan peserta kelak akan tetap memperoleh jumlah penghasilan tertentu, sekalipun sudah tidak bekerja lagi. Tidak hanya teruntuk karyawan saja, namun orang pribadipun dapat mamanfaatkan produk dana pensiun untuk menjamin kelansungan hidupnya di hari tua nanti.

Secara umum, tujuan kegiatan lembaga keuangan Perusahaan Dana Pensiun ini adalah:

1. Sebagai Kewajiban Moral bagi Pemberi Kerja

Perusahaan pemberi kerja mempunyai kewajiban moral untuk memberikan rasa aman kepada karyawan terhadap masa yang akan datang dengan tetap memiliki penghasilan pada saat mereka mencapai usia pensiun. Dengan adanya hal ini, diharapkan Loyalitas karyawan terhadap perusahaan dapat meningkat dan motivasi karyawan dalam melaksanakan tugas sehari-hari juga semakin tinggi.

Selain hal tersebut, perusahaan juga membutuhkan tenaga kerja yang terampil agar mampu bersaing dengan perusahaan lainnya, pemberian jaminan atas hari tua dapat menjadi kekuatan tersendiri bagi perusahaan untuk menarik tenaga kerja yang handal untuk bekerja pada perusahaan tersebut. Selanjutnya, pemberian pensiun kepada karyakan merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap karyawan yang telah berjasa mengembangkan perusahaan, oleh karena itu dirasa wajar apabila memasuki pasa pensiunnya, karyawan tersebut masih bisa mendapatkan maanfaat dari perusahaan tempat ia bekerja dalam bentuk jaminan hari tua. Dari segi lingkungan sosial kemasyarakatan, perusahaan yang mampu memberikan

11 Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, (Jakarta: Rajawali Press), 2010, hal 325

jaminan kesejahteraan dihari tua memiliki citra yang positif di masyarakat dan pemerintan.

2. Karyawan

Bagi karyawan yang akan mendapatkan manfaat pensiun nantinya akan mendapatkan rasa aman dan tenang karena tetap memiliki penghasilan pada saat mereka mencapai usia pensiun. Selanjutnya, manfaat pensiun juga merupakan sebuah kompensasi yang lebih baik bagi karyawan karena mempunyai tambahan manfaat dari perusahaan meskipun baru bisa dinikmati pada saat mencapai usia pensiun atau berhenti bekerja nantinya.

Selain hal tersebut, bagi peserta atau karyawan yang memperoleh pensiun dapat menggunakan pensiun sebagai: 12

a. Asuransi, yaitu peserta yang meninggal dunia atau cacat sebelum mencapai usia pensiun dapat diberikan uang pertanggungan atas beban bersama dari dana pensiun.

b. Tabungan, yaitu himpunan iuran peserta dan iuran pemberi kerja merupakan tabungan untuk dan atas nama pesertanya sendiri.

Iuran yang dibayarkan oleh karyawan dapat dilihat setiap bulan sebagai tabungan dari para pesertanya.

3. Penyelenggara Dana Pensiun

Bagi perusahaan penyelenggaran dana pensiun, mka merka dapat mengelola dana yang diperuntukkan untuk pensiun nantinya untuk memper-oleh keuntungan. Selanjutnya penyelenggaran dana pensiun juga telah membantu program pemerintah dalam mensejahterakan masyarkatnya di hari tua nantinya serta juga merupakan bakti sosial perusahaan terhadap karyawannya.13

Adapun fungsi program dana pensiun antara lain: Asuransi, yaitu peserta yang meninggal dunia atau cacat sebelum mencapai usia pensiun dapat diberikan uang pertanggungan atas beban bersama dari dana pensiun.

tabungan, yaitu himpunan iuran peserta dan iuran pemberi kerja merupakan

12 Y. Sri Susilo, dkk. Bank dan Lembaga Keuangan Lain, (Jakarta: Salemba Empat), 2000, Hal 217

13 Andri Soemitra, Opt. Cit, Hal. 294

tabungan untuk dan atas nama pesertanya sendiri. Pensiun, yaitu seluruh himpunan iuran peserta dan iuran pemberi kerja serta hasil pengelolaannya akan dibayarkan dalam bentuk manfaat pensiun sejak bulan pertama, sejak mencapai usia pensiun, selama seumur hidup peserta, dan janda/duda peserta.

Program dana pensiun di Indonesia dilaksanakan oleh lembaga pemerintah maupun swasta. Pelaksanaan dana pensiun pemerintah di Indonesia selama ini, antara lain; 1). Jamsostek (yang sekarang telah diubah dalam bentuk BPJS), suatu program kontribusi tetap wajib untuk karyawan swasta dan BUMN di bawah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dan Kementerian Keuangan memegang peranan dalam pengawasannya (UU No. 3/1992). 2). Taspen, yaitu tabungan pensiun pegawai negeri sipil dan program pensiun swasta yang ditanggungjawabi oleh Kementerian Keuangan (Keputusan Presiden No.

8/1997). 3). ASABRI bagi dana pensiun TNI, berada di bawah Kementerian Pertahanan (Kepres No. 8/1977). Ketiga program ini diatur melalui ketentuan hukum yang berbeda-beda.

Selanjutnya, Undang-undang Dana Pensiun No. 11 Tahun 1992 merupakan kerangka hukum dasar untuk dana pensiun swasta di Indonesia. Undang-undang ini didasarkan pada prinsip “kebebasan untuk memberikan janji dan kewajiban untuk menapatinya” yaitu, walaupun pembentukan program pensiun bersifat sukarela, hak penerima manfaat harus dijamin. Tujuan utama diajukannya Undang-Undang Pensiun adalah untuk menetapkan hak peserta, menyediakan standar peraturan, yang dapat menjamin diterimanya manfaat-manfaat pensiun pada waktunya, untuk memastikan bahwa manfaat-manfaat pensiun digunakan sebagai sumber penghasilan yang berkesinambungan bagi para pensiunan, untuk memberikan pengaturan yang tepat untuk dana pensiun, untuk mendorong mobilisasi tabungan dalam bentuk dana pensiun jangka panjang, dan untuk memastikan bahwa dana tersebut tidak ditahan dan digunakan oleh pengusaha untuk investasi-investasi yang mungkin berisiko dan tidak sehat, tetapi akan mengalir ke pasar-pasar keuangan dan tunduk pada persyaratan tentang penanggulangan resiko.

Adapun landasan hukum operasional dana pensiun syariah, dalam konteks regulasi misalnya. Jika perbankan, asuransi, obligasi dan reksadana syariah sudah banyak memiliki peraturan dan juga dukungan fatwa DSN-MUI, berbeda halnya dengan dana pensiun syariah, menurut seorang

konsultan Ekonomi Syariah, yang juga seorang praktisi, Izzuddin Abdul Manaf Belum ada satupun peraturaan dan fatwa yang mendukung.

Sehingga regulasi sebagai kerangka operasional dana pensiun syariah hanya mengacu pada peraturan dana pensiun yang umum dan fatwa MUI yang juga umum, tidak bersifat khusus. Hal ini pula lah yang menjadi salah satu faktor  lambatnya pertumbuhan dana pensiun syari’ah di Indonesia.