BAB II TINJAUAN PUSTAKA
C. Pengertian Dan Jenis Deposito
Menurut Kasmir (2014 : 74 ) Deposito merupakan simpanan jenis ketiga yang di keluarkan oleh bank. Berbeda dengan dua jenis simpanan sebelumnya dimana simpanan deposito mengandung unsur jangka waktu (jatuh tempo) lebih panjang dan tidak dapat ditarik setiap saat atau setiap hari.
Menurut undang-undang No 10 tahun 1998 yang dimaksud dengan dengan deposito adalah simpanan yang penarikanya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpanan dengan bank.
Artinya jika nasabah deposan menyimpan uangnya untuk jangka waktu tiga bulan maka uang tersebut baru dapat di cairkan setelah jangka waktu tersebut berakhir yang sering disebut tanggal jatuh tempo.
Adapun jenis-jenis deposito yang ada di indonesia dewasa ini : 1. Deposito Berjangka
Merupakan deposito yang di terbitkan menurut jangka waktu tertentu , jangka waktu deposito biasanya bervariasi mulai dari 1.2.3.6.12.18 sampai dengan 24 bulan.deposito berjangka
diterbitkan atas nama baik perorangan maupun lembaga.Artinya didalam bilyet deposito tercantum nama seseorang atau lembaga.
Bunga deposito dapat ditarik setiap bulan atau setelah jatuh tempo (jangka waktu) sesuai jangka waktunya,baik ditarik tunai maupun non tunai (pemindahbukuan) dan dikenakan pajak dari jumlah bunga yang diterimanya.
Jumlah yang distorkan dalam bentuk bulat dan ada batas minimalnya. Penarikan deposito sebelum jatuh tempo dikenakan penalty rate (denda)
Inisiatif dibarikan untuk jumlah nominal yang besar baik berupa special rate maupun insentif,seperti hadiah atau cendra mata lainya.Insentif juga dapat diberikan kepada nasabah yang loyal terhadap bank tersebut.
Deposito berjangka yang diterbitkan dalam valuta asing ,biasanya diterbitkan oleh bank devisa .Perhitungan ,penerbitan ,pencairan dan bunga dilakukan menggunakan kurs devisa umum.Penerbitan deposito berjangka dalam valas yang kuat seperti US dollar ,yen jepang atau DM jepang.
2. Sertifikat Deposito
Merupakan deposito yang diterbitkan dengan jangka waktu 2,3,6,12 dan 12 bulan sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat dan dapat di jual belikan atau dipindah tangankan kepada pihak lain.
Pencairan bunga sertifikat deposito dapat dilakukan dimuka, baik tunai maupun non tunai.
Penerbit nilai sertifikat deposito sudah tercetak dalam berbagai nominal dan biasanya dalam jumlah. Dengan demikian, nasabah dapat membeli dalam lembaran banyak untuk jumlah nominal yang sama.
3. Deposito On Call
Merupakan deposito yang berjangka waktu minimal tujuh hari dan paling lama kurang dari satu bulan. Diterbitkan atas nama dan biasanya dalam jumlah yang besar misalnya 50 juta rupiah (tergantung Bank yang bersangkutan).
Pencairan bunga dilakukan pada saat pencairan deposito on call sebelum deposit on call dicairkan terlebih dahulu tiga hari sebelumnya nasabah sudah memberitahukan bank penerbit.
Besarnya bunga biasanya dihitung perbulan dan biasanya untuk menentukan bunga dilakukan negosiasi antara nasabah dengan pihak bank.
Menurut buku yang berjudul, Dana Perbankan II (2004 :9) rekening deposito terdiri sebagai berikut:
a. Deposito Umum, yaitu simpanan dalam bentuk deposito yang dilakukan oleh masyarakat tanpa diwajibkan oleh pihak lain yaitu pemerintah, seperti deposito perorangan dan deposito perusahaan. b. Deposito wajib, yaitu simpanan dalam bentuk deposito yang
dilakukan oleh perusahaan/badan usaha tertentu atas dasar perintah/ketentuan yang berlaku, yang dikeluarkan oleh lembaga/instansi Pemerintah.
5. Dilihat dan segi valuta, deposito terdiri atas :
a. Deposito Rupiah, yaitu simpanan masyarakat/umum dalam bentuk yang nilai nominal dan bunganya dinyatakan/dibayar dalam mata uang rupiah.
b. Deposito Valuta Asing (Valas), adalah simpanan masyarakat dalam bentuk deposito yang nilai nominal dan bunganya dinyatakan/dibayar dalam valuta asing. Valuta Asing yang diperkenankan untuk disimpan dalam deposito adalah US Dollar, Pound Sterling, Deutsche Mark, Yen, dan Guilden
Dari uraian pengertian dan jenis-jenis deposito tersebut kecuali sertifikat deposito, terlihat hubungan yang sangat erat dengan pengertian nasabah. Divisi Pelatihan dan Pengembangan Bank BRI (1994:18), nasabah adalah setiap orang perorangan atau badan usaha bukan badan hukum yang mempunyai hubungan transaksi dengan bank, seperti orang perorangan (pribadi, toko, perusahaan dagang den usaha dagang), Badan hukum seperti
PT. Koperasi, Yayasan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha bukan badan hukum seperti Firma (Fa), dan Perseroan Komanditer.
Dari pengertian tersebut, setiap Deposan digolongkan sebagai nasabah. Deposan diberikan kesempatan untuk memilih cara perpanjangan depositonya, yaitu:
1) Deposito Berjangka, artinya deposito yang berakhir pada akhir jangka waktu yang diperjanjikan. Deposito ini dapat diperpanjang atas dasar permohonan deposan sebelum depositonya jatuh tempo. Jika deposan tidak datang ke bank untuk memperpanjang depositonya dan telah jatuh tempo, maka bank memperpanjang deposito tersebut secara otomatis sesuai dengan jangka waktu pertama kali dibuka dan diberikan bunga sesuai dengan tingkat bunga yang berlaku pada saat perpanjangan.
2) Deposito On Call, artinya deposito, yang jatuh tempo antara 7 sampai dengan 21 hari dan diperpanjang untuk jangka waktu yang sama tanpa pemberitahuan atau penegasan lebih lanjut. Perpanjangan deposito secara otomatis sama dengan jangka waktu yang disepakati sebelumnya, diberikan bunga sesuai dengan tingkat bunga yang berlaku pada saat deposito tersebut diperpanjang. Deposito jenis ini jika dicarikan harus ada pemberitahuan minimal 2 hari kerja.
Sebagaimana telah disebutkan pada uraian sebelumnya bahwa, deposito adalah merupakan salah satu sumber dana (simpanan) dari masyarakat yang sangat bermanfaat. Manfaat tersebut terutama bagi masyarakat dan deposan dan bagi bank pelaksana.
Menurut buku yang berjudul Dana Perbankan-II (1994:23) manfaat deposito untuk deposan dan bank dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Manfaat bagi nasabah/deposan a. Menghindari resiko hilang
Mungkin sedang bepergian dengan membawa uang dalam jumlah yang banyak. Pada umumnya uang yang disimpan di bank tentu akan terhindar dari resiko kehilangan. Dengan demikian berarti bank adalah merupakan tempat yang paling aman untuk menyimpan uang.
b. Memperoleh bunga
Khusus untuk deposito rupiah, deposan dapat memilih pembayaran bunganya dengan sistem harian
2) Optimalisasi pendapatan
Dengan penempatan dana yang direncanakan dengan baik, maka produk deposito akan diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam rangka mengoptimumkan pendapat bagi bank.
Usaha bank tersebut akan semakin lancar dan berkembang. Hal ini terlihat dari hal-hal berikut:
a. pelayanan yang semakin baik karena didukung dengan peralatan tehnologi dan kantor yang cukup canggih
b. para pegawainya yang semakin handal dalam setiap menjalankan tugasnya karena diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan atau pendidikan.