• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian dan Peran Vegetasi

Di dalam masyarakat tumbuh-tumbuhan dikenal adanya formasi tumbuh-tumbuhan. Bagian dari formasi ini dikenal dengan asosiasi. Dalam asosiasi diketemukan populasi tumbuh-tumbuhan atau tanaman. Populasi adalah sekumpulan tanaman terdiri dari jenis yang sama yang menempati suatu habitat tertentu yang tidak terlalu luas dan memungkinkan terjadinya interbreeding antar sesamanya. Dikenal adanya populasi tanaman di hutan payau, rawa, gambut, pasang surut, di sawah, padang rumput dan di pegunungan kapur. Semua tumbuhan baik sejenis maupun tidak sejenis (flora) yang tumbuh di suatu wilayah dan bagaimana distribusi dari masing-masing jenisnya biasanya disebut dengan vegetasi. Vegetasi dapat tumbuh di daratan (terrestris) maupun di perairan dan ada pula yang tumbuh di antara keduanya. Apabila diamati lebih mendalam dan dikelompok-kelompokkan terdapat beberapa formasi tumbuh-tumbuhan. Di dalam formasi ini terdapat komunitas tanaman. Komunitas suatu tanaman adalah kesatuan atau kelompok tanaman yang didalamnya terdapat hubungan/interaksi dengan sesamanya dan dengan lingkungan. Ahli-ahli ekologi sangat menaruh perhatian terhadap komunitas tumbuh-tumbuhan ini, sebab akan dapat dipelajari struktur dari komunitas (jenis, kerapatan, dominasi, frekuensi dan nilai penting) dan adanya pengaruh-pengaruh habitat terhadap komunitas atau sebaliknya. Pada saat ini perhatian pakar ekologi semakin meningkat sebab mempelajari komunitas tanaman ini akan dapat diketahui perkembangan dari komunitas bila habitatnya berubah. Sebaliknya bila komunitasnya berubah maka proses perubahan habitat tempat tumbuhnya (lingkungannya) dapat diketahui (Fandeli, C;

2001 dalam Swatikawati, dkk, 2005).

Vegetasi memegang peran penting dalam biosfir. Pertama, karena berperan mengatur aliran sejumlah siklus biokimia seperti air, karbon dan nitrogen yang berperan penting sebagai penyeimbang energi secara lokal dan global. Kedua, vegetasi mempengaruhi karakteristik tanah seperti volume, kandungan kimia dan struktur yang menentukan karakteristik tumbuhan termasuk produktifitas dan strukturnya. Ketiga, vegetasi adalah sumber hidup sejumlah habitat hewan liar. Keempat dan merupakan fungsi terpenting bahkan untuk vegetasi alga sekali pun adalah menjalankan fungsi sebagai penyedia oksigen (http://www.siej.or.id).

Vegetasi dapat memberikan stabilitas permukaan tanah yang positif dari jalinan akar dan terhambatnya aliran air di permukaan. Sistim akar tumbuhan yang menyebar secara lateral, keluar dari tumbuhan mengikat butiran tanah menjadi menyatu, meningkatkan kuat geser, atau

8 dapat tumbuh secara vertikal masuk ke dalam tanah hingga menembus lapisan tanah yang lebih stabil sehingga mampu menjangkar tanah. Penggunaan vegetasi untuk stabilisasi tanah mempunyai berbagai keunggulan antara lain relatif murah, swa-perbaikan (self-repairing), tidak memerlukan peralatan rumit/berat, ramah lingkungan dan bermanfaat bagi kehidupan. Meski begitu, penggunaan vegetasi memiliki kelemahan, diantaranya sulit dilakukan pada lereng yang terjal dan memerlukan waktu yang relatif lama untuk dapat berfungsi

Menurut Eckbo (1964) dan Fakuara (1987) dalam Swastikawati, dkk, 2005) secara umum manfaat dan fungsi penghijauan memiliki banyak manfaat yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Lebih lanjut manfaat penghijauan tersebut dapat memberikan dampak yang positif bagi unsur-unsur biotis (manusia, binatang, dan tumbuhan) dan abiotis di dalam lingkungan tersebut. Manfaat penghijauan tersebut adalah manfaat estetis, orologis, hidrologis, klimatologis, edafis, ekologis, protektif, hygienis, dan edukatif.

Pembuatan pertamanan lingkungan situs atau penataan lansekap bukan hanya untuk kepentingan estetika saja, tetapi lebih dari itu, yaitu untuk menciptakan situs yang berwawasan lingkungan.Suatu upaya untuk memperbaiki dan memperbarui sumberdaya lingkungan sehingga tercipta kembali suasana yang asri, serasi, dan sejuk sehingga dapat meningkatkan kualitas lingkungan situs (Swatikawati, dkk, 2005).

Salah satu contoh terabaikannya peran atau fungsi lingkungan terutama vegetasi di sekitar objek wisata adalah yang terjadi di objek wisata Dataran Tinggi Dieng, yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan dari hutan lindung menjadi lahan pertanian kentang. Penanaman kentang dilakukan pada lahan yang kemiringan lerengnya tinggi tanpa dilengkapi dengan teknik konservasi yang memadai. Berdasarkan hasil penelitian Rusiah,M; Satya,N; dan Wahyudin, A;

(2005 dalam Swatikawati, 2005)), menunjukan adanya kerusakan lingkungan di objek Dataran Tinggi Dieng; kondisi lingkungan dan objek wisata Telaga warna, Telaga Merdada, Kompleks Candi Pandawa Lima, Kawah Sikidang dan Kawah Sileri mengalami kerusakan yang cukup parah. Hutan di sekitar objek wisata tersebut telah dibuka menjadi lahan pertanian kentang sedangkan sisa hutan yang masih ada dalam kondisi yang sangat kritis. Kerusakan lingkungan objek wisata Dataran Tinggi Dieng ditandai dengan adanya pendangkalan telaga, warna air yang berubah dan rusaknya kehidupan organisme sebagai akibat penggunaan pupuk kimia dan pertisida, adanya percepatan erosi dan pengambilan air telaga untuk pengairan tanaman kentang. Dampak aktifitas pertanian kentang yang meningkat tanpa memperhatikan kaidah konservasi lahan di sekitar objek wisata menimbulkan kerusakan hutan, tanah, air dan lingkungan. Kerusakan lingkungan telah mengancam objek wisata wisata Dataran Tinggi Dieng.

9 2.2. Pengelolaan Vegetasi Berdasarkan JICA Tahun 1979

Evaluasi vegetasi di zona 1 dan 2 Candi Borobudur ini mengacu kepada masterplan yang dibuat oleh JICA tahun1979. Zona 1 Candi borobudur, dikelola oleh Balai Konservasi peninggalan Borobudur sedang untuk zona 2 Candi Borobudur dikelola oleh PT. Taman Wisata Candi Borobudur.

Berdasarkan masterplan JICA , lingkungan taman harus menyediakan lingkungan yang menyenangkan dan nyaman untuk pengunjung dan keberadaan pohon-pohon sangat penting perannya dalam menciptakan suasana lingkungan dan menjadi elemen penting dalam pembentukan karakter dan lingkungan fisik taman. JICA membagi zona penghijauan ke dalam 5 blok (JICA, 1979):

1. Sanctuary Greennery (Penghijauan di zona inti) Aktivitas Pengunjung : - untuk apresiasi monumen Tujuan :

- kelestarian monumen dan lingkungan sekelilingnya - menambah suasana religius di tempat suci

Lokasi : - zona inti

GCR (Green Coverage Ratio) : 30 – 40%

2. Scenic Greenery;

Aktivitas Pengunjung :

- jalan menuju monumen dan ke sejumlah fasilitas - untuk beristirahat menimati pemandangan Tujuan :

- untuk pedoman bagi pengunjung dan kontrol jalan

- untuk memberikan lingkungan taman yang bervariasi dan menyenangkan selain untuk aspek estetika

Lokasi : - di concourse, tepi jalan taman Fungsi : 1,2,3,8,9,10

GCR (Green Coverage Ratio) : 25%

3. Fasility Geenery Aktivitas Pengunjung :

- untuk belajar dan apresiasi segala sesuatu tentang fasilitas monumen - untuk beristirahat di tempat fasilitas

10 - untuk masuk ke taman

Tujuan :

- Visual barrier// penghalang pandangan

- mengontrol iklim untuk lingkungan yang lebih menyenangkan - untuk efek estetika taman

Lokasi : - di sekitar fasilitas-fasilitas, lingkungan museum, area parkir Fungsi : 1,2,3,8,6,9

GCR (Green Coverage Ratio) : 50%

4. Recreational Greenery Aktivitas Pengunjung :

- untuk lebih menyatu dengan alam - untuk beristirahat

Tujuan :

- tempat istirahat dan bersantai di lingkungan yang menyenangkan - efek estetika

- mendapatkan keamanan/kenyamanan Lokasi : - Bukit Dagi

Fungsi : 1,2,3,4,9

GCR (Green Coverage Ratio) : 25%

5. Edge Greenery Aktivitas Pengunjung :

- untuk mengenali area taman Tujuan :

- sebagai tanda batas dan area ???

- mencegah pengaruh visual ??? dan fisik dari luar taman (memperoleh keamanan)

Lokasi : - garis keliling dari taman Fungsi : 4,5,6,7

GCR (Green Coverage Ratio) : 70%

Selain 5 blok di atas ada juga yang disebut Green Pavement : - Aktivitas pengunjung :

11

• Untuk beristirahat

• Untuk menikmati pemandangan - Tujuan :

o Aspek estitika

o Kontrol iklim, dan lain-lain.

- Lokasi : tanah di taman kecuali permukaan yang keras, area trotoar/pavement - Fungsi : 4,9

- GCR (Green Coverage Ratio) : -

Pepohonan akan memberikan kontribusinya di tiap-tiap blok sesuai dengan fungsinya masing-masing :

a. Untuk perbaikan iklim (Climate amelioration), pepohonan memberikan fungsi sebagai : 1. Modifikasi Temperatur, dengan menciptakan bayangan pohon akan meningkatkan

iklim mikro taman.

2. Kontrol angin.

b. Untuk fungsi teknis (Engineering Uses), pohon kontribusi sebagai : 3. Perlindungan dari air

Pohon dapat melindungi dari tekanan/pancuran air hujan.

4. Kontrol erosi

Erosi dari angin, air hujan dan elemen alam lainnya.

5. Mengurangi kebisingan

Pohon akan mengurangi/meredam kebisingan yang disebabkan dari jalan.

c. Untuk fungsi arsitektur (Architectural Uses) 6. Visual Barrier

Untuk privasi/pandangan yang lebih baik.

7. Phisical Demarcation

Untuk membuat batas luar dari taman atau batas dari zona atau area di dalam taman.

8. Sebagai peoman (Guidance)

Untuk konfirmasi posisi dan pedoman sepanjang jalan/perjalanan.

9. Untuk keindahan (Beautification)

Di tiap musim, pepohanan akan memberikan suasana pemandangan dengan keindahan tersendiri melalui bunga-bunga.

10. Fungsi lainnya (Other uses) :

12 1. upaya memelihara tanaman langka

2. Sebagai sarana pendidikan/pembelajaran 3. Pepohonan yang lazim/banyak dikenal orang 4. Pohon religius

Area di kawasan Borobudur yang tidak memerlukan untuk ditanami pepohonan adalah :

1. Di daerah pavement/trotorar yaitu di daerah tempat parkir, concourse, jalan taman, jalan untuk layanan, tempat berdagang.

2. Area monumen yaitu daerah di dalam monumen dan yang dekat dengan monumen.

3. Di daerah bangunan/gedung.

Sedangkan daerah yang memerlukan pepohonan adalah daerah lain di dalam taman.

Pepohonan yang tidak dimanfaatkan untuk penghijauan adalah : a. Yang mempunyai nilai rendah untuk dipandang

b. Yang menimbulkan masalah perawatan, yaitu pohon buah-buahan dan semak-semak.

Sedangkan pepohonan yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan adalah : a. Yang berguna untuk tujuan pemandangan yang indah

b. Pohon-pohon religi

c. Pohon-pohon yang lazim/umum ditanam

d. Yang dapat menyesuaikan dengan fungsi pepohonan di taman.

Desain kriteria dan garis-garis besar penghijauan di tiap blok : 1. Sanctuary Greenery

Di taman Borobudur, titik berat diberikan kepada daerah-daerah yang ditanami belukar dengan ketinggian medium dan di atas medium, dengan mahkota yang lebar dan dalam pemilihan pohon, dipilih yang mempunyai arti tertentu. Tanah harus ditutupi dengan rumput.

2. Scenic Greenery

Di concourse ditekankan untuk penanaman pohon-pohon bertipe tunggal yang tinggi secara berderet untuk memberikan kesan teratur. Ruang jalan yang ideal akan memberikan banyak kesan teduh kepada pengunjung. Belukar ditanam di daerah tertentu sebagai tanaman pendukung, dan kecuali pada permukaan yang keras, tanah harus ditutupi dengan rumput dan sebagian belukar atau tanaman penutup lahan lainnya.

Di tepi jalan, penghijauan di sepanjang jalan dan tempat parkir tidak hanya menciptakan teduh tapi juga kelestarian secara visual dan orinentasi ke arah

13 fasilitas-fasilitas pendukung. Di sini terdiri atas pohon-pohon dengan ketinggian medium dan belukar untuk tujuan yang berbeda-beda.Tipe, warna, bentuk dan lain-lain dari vegetasi akan memberikan petunjuk kpada pergerakan pengunjung menuju ke relief candi.

3. Fasility Greenery

Tanaman di sekitar dan diatas lahan fasilitas-fasilitas pendukung taman menggunakan pohon-pohon dengan ketinggian medium dan tinggi yang bentuknya menyolok, belukar yang bervariasi dan tanaman tropis dengan bunga, daun dan warna yang indah. Kolan kecil juga merupakan elemen kebun dan taman juga, ini untuk fasilitas gedung pertunjukkan dan diteduhi oleh pohon-pohon tinggi dengan mahkota yang besar/lebar.

4. Recreation Geenery

Tanaman di bukit Dagi, terditi atas pohon-pohon kelapa yang masih ada, sebagian tambahan pohon palem dengan tipe yang berbeda-beda dan beberapa belukar tertentu, memberi kesan keseluruhan sebagai kebun palem dengan pandangan indah di daerah sekitarnya.

5. Edge Greenery

Tanaman ini lokasinya di sepanjang batas dari daerah taman, akan berfungsi sebagai pembatas, pengaturan pandangan dan batas fisik taman. Disini terdiri dari deretan phon-pohon tinggi yang lebat dan ditambah dengan tanaman belukar.

6. Green Pavement

Tanaman disini terdiri dari bermacm-macam jenis rumput dan tanaman penutup lahan dengan penyinaran matahari dan kondisi tanah yang berbeda-beda. Tanaman ini akan melindungi permukaan tanah, mengontrol pertumbuhan semak dan menyediakan ruang/lingkungan yang menarik untuk berbagai macam kegiatan.

14 Gambar 1. Zona penghijuajun dalam konsep JICA 1979

15 Berdasarkan studi yang dilakukan oleh JICA tahun 1979, berikut adalah pohon-pohon yang cukup memadai dan penting untuk ditanam :

‐ pohon-pohon besar (tinggi ≥ 12,5 m)

Nama pohon Nama latin

Pinang Areca catechu

Nangka Artocarpus integra

Cemara Casuarina equisetifolia

Pohon kapuk Ceiba pentandra

Kelapa Cocos nucifera

Flamboyan Delonix regia

Durian Durio zibethinus

Beringin Ficus benjamina

Pohon bodi Ficus religiosa

Kere payung Filicium decipiens

Pohon karet Ficus elastic

Waru Hibiscus tiliaceus

Mangga Mangifera indica

Mindi Melia azedarach

Tanjung Mimusops elengi

Rambutan Nephelium lappaceum

Adpokat Persea Americana

Palem raja Roystonea regia

Mahoni Swietenia mahagoni

Asam Tamarindus indica

‐ pohon-pohon medium (tinggi ≥ 7,5 m)

16

Nama pohon Nama latin

Sawo manila Achras zapota

Mimosa Albizia julibrissin

Sirsak Annona muricata

Srikaya Annona squamosa

Cherimoya Annona cherimola

Sukun Artocarpus communis

Belimbing wuluh Averrhoa bilimbi

Gandaria Bouea macrophylla

Pepaya Carica papaya

Trengguli Cassia javanica

Flamboyan Delonix regia

Jambu air Eugenia aquea

Salam Eugenia polyantha

Manggis Garcinia mangostana

Bungur Langerstroemia flos reginae

Petai cina Leucaena glauca

Jambu biji Psidium guajava

Pisang kipas Ravenala Madagascariensis

Duwet Syzygium polycephalum

‐ pohon-pohon kecil (tinggi ≥ 4,5 m)

Nama pohon Nama latin

Buni Antidesma bunius

Kenanga Cananga odorata

Trengguli Cassia fistula

17

Kayu manis Cinnamomum burmani

Jeruk keprok Citrus nobilis

Cerakin Croton tiglium

Cemara natal Cupressus funebris

Pakis hias Cycas revolta

Dadap Erythrina sepium

Cengkeh Eugenia aromatic

Cempaka Michelia champaca

Kamboja merah Plumeria rubra

Karamunting Rhodomyrthus tomentosa

Coklat Theobroma cacao

‐ pohon-pohon religius

Nama pohon Nama latin

Palmyra palm Borasus flabellifera

Yellow cotton tree Cochlospermum gossypium

Kelapa Cocos nucifera

Gebang Corypha utan

Maja Crataeva religiosa

Sonokeling Darbegia sisso

Banyan Ficus bengalensis

Beringin Ficus benjamina

Pohon bodi Ficus religiosa

Mangga Mangnifera indica

Pohon asoka Saraca indica

Sal Shorea robusta

18

Anting putri Wrightia religiosa

‐ Semak tinggi sampai medium (tinggi 2,5 m)

Nama pohon Nama latin

Duri landak Agave Americana

Kembang merak Caesalpinia pulcherrima

Palem hias Chrysalidocarpus lutescens

Pakis pohon Cyathea sp dan Alsophila sp

Koka Erythroxilon coca

Kembang sepatu Hibiscus sp

Kembang asoka Ixora coccinea

Melati Jasminum sambac

Bungur cina Lagerstroemia indica

Kemuning Murraya paniculata

Oleander Nerium indicum

Kamboja merah Plumeria rubra

Rhododendron Rhododendron mucronatum

‐ Semak rendah (tinggi 1,5 m)

Nama pohon Nama latin

Kadaka Asplenium nidus

Bugenvil Bougainvillea spectabilis

Mamang besar Cleome spinosa

Teklan/prasman Eupatorium triplinerve

Kaca piring Gardenia augusta

Monstera Monstera deliciosa

Kembang tungau Salvia splendens

19   

BAB III

HASIL DAN PEMBAHSAN

3.1. Hasil

A. Kondisi vegetasi saat ini di kawasan Borobudur

Dalam menjabarkan kondisi saat ini vegetasi di zona 1 dan zona 2 digunakan konsep yang tercantum dalam JICA 1979. Hal dilakukan untuk memudahkan ketika akan membandingkan kondisi penataan vegetasi saat ini dengan konsep penataan vegetasi dalam JICA 1979.

1. Sanctuary Greenery

Di halaman Candi Borobudur ditanam rumput pada daerah-daerah tertentu yang berfungsi sebagai pencegah erosi air hujan dan untuk keindahan pemandangan. Batas antara halaman dengan bukit ditanam semak dan perdu sebagai pembatas, diantaranya yaitu teh-tehan (Acalypha siamensis), landepan (Barleria cristata), malihan (Duranta sp.), duranta kuning (Duranta sp.), terang bulan (Duranta variegata). Di halaman candi ditanami pepohonan yang selain berfungsi untuk perindang juga sebagai penahan tanah agar tidak tererosi dan sebagai pemandangan yang indah. Tanaman tersebut antara lain keben (Baringtonia asiatica), biola cantik (Ficus lyrata), kemuning (Murraya paniculata), nyamplung (Calophyllum inophyllum).

Gambar 2. Tamanan teh-tehan (Acalypha siamensis) di utara candi

Gambar 3. Tanaman rumput di halaman sebelah barat laut candi

20   

Di lereng bukit ditanam pohon-pohon keras yang berfungsi sebagai penahan erosi tanah dan sebagai peneduh, diantaranya adalah pohon bodi (ficus religiosa), pinus (Pinus sp.), asem jawa (Tamarindus indica), trengguli (Cassia fistula), akasia (Acacia auriculiformis), kasia (Cassia javanica), santenan, nyamplung (Calophyllum inophyllum), biola cantik (Ficus lyrata), kelapa (Cocos nucifera) dan berbagai semak dan perdu diantaranya alamanda (Allamanda cathertica), joko nantang (Duranta repens), teh-tehan (Acalypha siamensis), akalipa (Acalypha wilkesiana), puring (Condeseum veriegantum), mojo (Cresentia cujete), walisongo (Schefflera).

Gambar 4. Penanaman rumput di beberapa lokasi halaman candi

Gambar 5. Pohon keben (Baringtonia asiatica) di halaman sebelah barat laut candi

Gambar 6. Pohon biola cantik (Ficus lyrata) di sebelah utara candi

Gambar 7. Deretan pohon kemuning (Murraya paniculata) di halaman sebelah selatan candi

21   

Di areal zona 1, ditanam juga pohon-pohon yang mempunyai arti tertentu diantaranya pohon-pohon religius yang selalu dikaitkan dengan beberapa peristiwa kehidupan Budha yaitu kelahiran, pernikahan, keselamatan dan meninggal. Tapi tidak semua pohon ada yang terdapat di sanctuary zone, yaitu Saraca indica (saraka), hubungannya dengan kelahiran dan pernikahan, dan Ficus religiosa (bodi), hubungannya dengan keselamatan. Pohon lain yang juga mempunyai hubungan dekat dengan umat Budha sebagiai contoh tentang pengajaran Budha dan pohon obat adalah : kelapa (Cocos nuficera), gebang (Corypha utan), mojo (Crataeva religiosa), sonokeling (Dalbergia sisso), beringin (Ficus benjamina), mangga (Mangifera indica).

Gambar 8. Tamanan semak duranta kuning (Duranta sp.) sebagai batas halaman candi dengan

Gambar 9. Pohon pinus (Pinus sp.) di lereng sebelah utara candi

Gambar 10. Asam jawa (Tamarindus indica) di lereng utara

  Gambar 11. Pohon bodi (Ficus religiosa) di lereng

sebelah timur laut candi

22   

Gambar 12. Pohon saraka (Saraca indica) di sebelah selatan candi

Gambar 13. Pohon gebang (Corypha elata).) di lereng sebelah barat candi

Gambar 14. Pohon mojo (Cresentia cujete) di halaman candi

Gambar 15. Pohon sonokeling (Dalbergia sisso) di lereng sebelah timur laut candi

Gambar 16. Pohon beringin (Ficus religiosa) di selatan candi

Gambar 17. Pohon kelapa (Cocos nucifera) di sebelah barat daya candi

23   

Untuk melestarikan tanaman yang sudah langka di zona ini juga ditanam tanaman langka diantaranya tejo (Cinnamomum iners), keben (Baringtonia asiatica), sintok (Cinnamomum sintok), nam-nam (Cynometra cauliflora), bodi (Ficus religiosa), titi (Gmelina), kanthil (Michelia alba), cempaka mawar (Michelia cempaka), malaka (Phillantus embrica), wijaya kusuma (Pisonia silvertis), walikukun (Schoutenia ovata Korth), kosambi (Schleichera), cakar ayam (Selaginella doedelenii Hieron), kandri (eurya nitida), pulai (Alstonia scholaris), santenan, mahkota dewa (Phaleria macrocrpa) dan matoa (Pometia pinnata).

Di lereng sebelah timur lebih banyak ditanami semak, perdu dan pohon hias karena merupakan pintu masuk pengunjung sehingga dapat memberikan kesan indah dan memberikan pemandangan yang asri. Jenis tanaman yang ditanam diantaranya wijaya

Gambar 18. Pohon walikukun (Schoutenia ovate Korth) di selatan candi

Gambar 19. Pohon tejo (Cinnamomum iners) di sebelah barat laut candi

Gambar 20. Cakar ayam (Selaginella doedelenii Hieron) di lereng timur candi

Gambar 21. Pohon wijaya kusuma (Selaginella doedelenii Hieron) di tangga selatan

24   

kusuma (Pisonia silvertis), daun lebar (Heliconia sp), Nusa indah (Mussaenda philippica), mojo (Cresentia cujete), joko nantang (Duranta repens), teh-tehan (Acalypha siamensis), mondokaki (Tabernaemontana coronaria), akalipa (Acalypha wilkesiana), landepan (Barleria cristata), terang bulan (Duranta vareigata), soka kecil (Ixora sp) dan sringin.

2. Scenic Greenery

Di sepanjang jalan concourse pintu masuk ke Candi Borobudur, di tepi jalan ditanam deretan pohon-pohon yang berbatang tunggal dan tinggi serta mempunyai tajuk yang lebar sehingga berfungsi sebagai peneduh bagi para pengunjung yang akan menuju ke candi.

Pohon yang ditanam adalah pohon tejo (Cinnamomum iners) yang termasukm pohon langka dan glodogan (Polyathea pendula) yang termasuk pohon hias. Dua pohon ini ditanam secara selang seling di sepanjang concourse.

Di bagian tengah concourse dibuat taman untuk memperindah halaman. Jenis vegetasi yang ditanam tanaman semak dan perdu yang batangnya tidak terlalu tinggi sehingga tidak menghalangi pandangan ke arah candi. Jenis tanaman tersebut diantaranya sri gading (Nyctanthes arbor trystis), mondokaki (Tabernaemontana coronaria), kana (Canna indica).

Di sepanjang tepi-tepi jalan di dalam taman di tanam vegetasi yang bertujuan untuk memberikan arah bagi pengunjung untuk menuju candi dan sebagai kontrol jalan serta memberikan lingkungan taman yang bervariasi dan menyenangkan selain untuk aspek estetika/keindahan seperti yang direncanakan oleh JICA. Jenis vegetasi yang ditanam berupa pohon-pohon yang mempunyai ketinggian medium. Vegetasi yang ditanam diantaranya kelapa (Cocos nucifera), kenari (Canarium commune L), palem ekor tupai (Wodyetia bifurcata), keben (Barringtonia asiatica), palem raja (Oreodoxa regia), kenari

Gambar 22. Taman di lereng timur candi, pintu masuk pengunjung

25   

londo (Canarium commune), pohon tejo (Cinnamomum iners), jambe/pinang (Arecha cathecu), gayam (Inocarpus edulis).

3. Fasility Greenery

Berbagai fasilitas yang ada sebagai pendukung keberadaan Candi Borobudur dibangun di zona 2, diantaranya Museum Kapal Samudraraksa, Museum Karmawibangga, Kantor PT.

Taman Wisata Unit Candi Borobudur, Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Hotel Manohara, Museum Muri dan Pasar Souvenir. Berbagai jenis vegetasi yang ditanam adalah pohon-pohon dengan ketinggian tinggi (≥ 12,5 m) dan medium (≥ 7,5 m) yang bentuknya mencolok dan belukar yang bervariasi dengan bunga, daun dan warna yang indah. Jenis tanaman di sekitar tempat-tempat fasilitas tersebut antara lain :

- yang termasuk semak adalah monokaki (Tabernaemontana coronaria), Gambar 23. Deretan pohon ditepi concourse yang

terdiri pohon tejo dan glodogan

Gambar 24. Tanaman yang ada di tengah concourse

Gambar 25. Deretan pohon kelapa (Cocos nucifera)ditepi di tepi jalan taman di barat laut

Gambar 26. pohon kenari (Canarium commune L) dan palem raja (Oreodoxa regia) di barat laut

26   

duri landak (Agave americana)

- yang termasuk tanaman perdu adalah landepan (Barleria cristata), puring (Condeseum variegantum), terang bulan (Duranta variegata), soka kecil (Ixora sp.),

- yang termasuk palma yaitu kelapa (Cocos nuficera), pakis haji (Cycas rumpii), palem ekor tupai (Wodyetia bifurcata), palem kuning (Chrysalidocarpus lutescens), palem segitiga (Dypsis decary),

- yang termasuk pohon hias adalah jati mas (Cordea sebestina), podokarpus (Podocarpus sp.)

- yang termasuk jenis tanaman langka yaitu keben (Baringtonia asiatica),

- yang termasuk tanaman buah-buahan yaitu nangka (Artocarpus sp.), rambutan (Napheliun lapacum), kepel (Stelechocarpus burahol),

- yang termasuk jenis tanaman peneduh yaitu biola cantik (Ficus lyrata), sapu tangan (Maniltoa granoiflora scheff), weru (Albizia procera Benth)

  Gambar 27. Jenis tanaman di sekitar fasilitas

mushola

  Gambar 28. Jenis tanaman di sekitar fasilitas

Museum Kapal

  Gambar 29. Jenis tanaman di sekitar fasilitas

Museum Karmawibangga

  Gambar 30. Jenis tanaman di sekitar fasilitas

Toilet

27   

Tujuan dari fasility greenery ini adalah untuk mengontrol iklim agar lingkungan lebih menyenangkan, dan untuk aspek estetika taman. Di sini pengunjung dapat belajar dan beristirahat menikmati pemandangan..

4. Recreation Greenery

Tempat yang direkomendasikan sebagai tempat rekreasi adalah bukit Dagi, sebagai tempat kemah para siswa sekolah dan tempat beristirahat. Sebagian besar tanaman yang terdapat di bukit Dagi adalah pohon pinus (Pinus sp.), selain itu terdapat pula pohon kelapa (Cocos nuficera), tarena, flamboyan (Delonix regia), pandan (Pandanus sp.), kelapa sawit (Elaeis guiensis). Tanaman di bagian bawah lereng bukit Dagi didominasi oleh pohon kelapa (Cocos nucifera) sedangkan bagian atas Gambar 31. Jenis tanaman di sekitar fasilitas

Tempat Pembelian Tiket Masuk

Gambar 32. Jenis tanaman di sekitar fasilitas Pusat Informasi

Gambar 33. Jenis tanaman di sekitar fasilitas Hotel Manohara

Gambar 34. Jenis tanaman di sekitar fasilitas pos P3K

28   

didominasi pohon pinus (Pinus sp.). Seluruh tanah ditutupi dengan tanaman rumput.

Tanaman-tanaman ini secara keseluruhan memberikan kesan indah.

.

5. Edge Greenery

Tanaman yang sering dipakai sebagai pembatas taman biasanya dipilih deretan pohon-pohon tinggi ditambah dengan tanaman semak. Jenis tanaman pembatas yang terdapat di sepanjang jalan batas antara zona 1 dan 2 dan batas taman adalah palem raja (Oreodoxa regia), Angsana (Pterocarpus indica), bambu paris (Bambusa sp.), kelapa (Cocos nuficera), palem ekor tupai (Wodyetia bifurcata), kenari (Canarium communi), kenari londo (Canarium commune), duri landak (Agave americana), jambe/pinang (Arecha catechu), tejo (Cinnamomum iners), tanjung (Mimusops elengi).

Gambar 35. Jalan mesuk menuju Bukit Dagi Gambar 36. Sebagian besar tanaman di Bukit Dagi adalah pinus (Pinus sp.)

Gambar 37. Pohon kelapa di lereng sebelah timur bukit Dagi

29   

Jenis tanaman rendah yang sering menyertai pohon-pohon tinggi pembatas adalah

Jenis tanaman rendah yang sering menyertai pohon-pohon tinggi pembatas adalah

Dokumen terkait