Geopark atau Taman Bumi, konsep pemikiran yang dicetuskan pertama kali oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientif and Cultural Organization). Pada awalnya perkembangan Geopark diawali dengan terbentuknya organisai non-pemerintahan di negara-negara Eropa yaitu EGN ( Europe Geopark Network) pada tahun 2001. Tujan dari EGN ini sendiri yaitu untuk melindungi warisan warisan geologi yang sangat banyak jumlahnya di Eropa. Selanjutnya UNESCO
9 Geopark Network) yang berdiri pada tahun 2004. Tujuan dari GGN ini sendiri agar dapat menampung lebih banyak negara di dunia, dengan harapan tidak hanya warisan geologi negara-negara eropa saja yang dilindungi namun mencakup seluruh warisan geologi yang berada diseluruh dunia.
Sebuah kawasan yang memiliki unsur geologi terkemuka, termasuk juga didalamnya nilai arkeologi, ekologi, juga budaya merupakan defenisi Geopark menurut UNESCO. Masyarakat setempat juga harus berperan aktif demi dapat melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam yang terdapat di lingkungan mereka. Dengan adanya Geopark warisan alam, hal itu digunakan untuk mendorong kesadaran masyarakat atas isu-isu yang dihadapi terutama berkaitan dengan dinamika kebumian yang terjadi disekitar mereka. Hal tersebut memilki tujuan agar masyarakat lebih menghargai dan menjaga serta merwat warisan alam di daerahnya masing-masing.
Geopark juga dapat diartikan berupa suatu upaya/gerakan dalam melestarikan warisan geologi agar dapat mengembangkan lingkungan, masyarakat, serta budaya didaerahnya. Pengertian Geopark sangat beragam, pengertiannya juga dapat dibagi dalam beberapa aspek :
a. Sebagai Suatu Kawasan
Geopark adalah sebuah kawasan yang berisi aneka jenis unsur geologi yang memilki makna dan fungsi sebagai warisan alam. Dikawasan ini dapat diimplementasikan berbagai strategi pengembangan wilayah secara berkelanjutan,
10 yang promosinya harus didukung oleh program pemerintah. Sebagai kawasan, geopark harus memiliki batas yang tegas dan nyata. Luas permukaan Geopark pun harus cukup, dalam artian dapat mendukung penerapan kegiatan rencana aksi pengembangannya.
b. Sebagai Sarana Pengenalan Warisan Bumi
Geopark mengandung sejumlah situs geologi (geosite) yang memiliki makna dari sisi ilmu pengetahuan, kelangkaan, keindahan, serta pendidikan. Kegiatan di dalam Geopark tidak terbatas pada aspek geologi saja, tetapi juga aspek lain seperti arkeologi, ekologi, sejarah, dan budayanya.
c. Sebagai Kawasan Lindung Warisan Bumi
Situs geologi penyusun Geopark adalah bagian dari warisan bumi. Berdasarkan arti, fungsi dan peluang pemanfaatannya, keberadaan dan kelestarian situs-situs itu perlu dijaga dan dilindungi.
d. Sebagai Tempat Pengembangan Geowisata
Objek objek warisan bumi di dalam Geopark berpeluang menciptakan nilai ekonomi. Pengembangan ekonomi lokal melalui kegiatan pariwisata berbasis alam (geologi) atau geowisata merupakan salah satu pilihan. Penyelenggaraan kegiatan pariwisata Geopark secara berkelanjutan dimaknai sebagai kegiatan dan upaya penyeimbangan antara pembangunan ekonomi dengan usaha konservasi
11
Masyarakat Lokal
Pengembangan Geopark di suatu daerah akan berdampak langsung kepada manusia yang tinggal di dalam dan sekitar kawasan. Konsep Geopark memperbolehkan masyarakat untuk tetap tinggal di dalam kawasan, yaitu dalam rangka menghubungkan kembali nilai-nilai warisan bumi kepada mereka. Masyarakat dapat berpartisipasi aktif di dalam revitalisasi kawasan secara keseluruhan.
f. Sebagai Tempat Implementasi Aneka Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
Di dalam kegiatan melindungi objek-objek warisan alam dari perusakan atau penurunan mutu lingkungan, kawasan Geopark menjadi tempat uji coba metoda perlindungan yang diberlakukan. Selain itu, kawasan Geopark juga terbuka sepenuhnya untuk berbagai kegiatan kajian dan penelitian aneka ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut Pedoman GGN (Global Geopark Network), tujuan Geopark adalah menggali, menggembangkan, menghargai serta mengambil manfaat dari mulai warisan geologi, alam, serta budaya yang terdapat pada area tersebut. Agar tujuan dari Geopark itu tercapai maka harus terjadinya 3(tiga) kegiatan penting yaitu ; konservasi, pendidikan, geowisata.
12 Terdapat 111 (seratus sebelas) Taman Bumi atau Geopark di seluruh dunia, hal ini tentu saja juga sudah di akui oleh UNESCO. Cina merupakan negara terbanyak dari 111 tempat 30 diantaran terletak di Negara Cina. Di Asia Tenggara sendiri hanya terdapat ditiga negara yaitu Indonesia, Malaysia, Vietnam. Kawasan Gunung Batur yang terletak di Bali, Kabupaten Bangli merupakan satu satunya Geopark yang terdapat di Negara Indonesia dengan nama resmi yaitu Batur Global Geopark. Seperti yang sudah dijelaskan diawal, Negara Indonesia adalah negara yang berlimpah akan kekayaan alamnya, begitu juga Provinsi Sumatera Utara. Provinsi ini terletak dipulau Sumatera yang menjadi salah satu lokasi yang juga sudah ditetapkan UNESCO untuk pengembangan Geopark kedua di Indonesia dengan nama . Danau Toba merupakan titik kedua perencanaan Geopark, dengan keindahan alamnya, sejarah dari warisan geologinya, juga budayanya nama Geopark Kaldera Toba diajakuan dan dimulai pengembangannya untuk beberapa waktu kedepan.
Danau toba merupakan warisan alam yang memilki kisah yang sangat luar biasa. Tercipta dari letusan maha dahsyat oleh Gunung Super Volcano yaitu Gunung Toba. Pada akhirnya membentuk sebuah garis lempengan yang dengan kata lain garis tersebut menciptakan salah satu dari 3(tiga) danau terbesar di dunia. Dalam rangka perwujudan pengembangan, penataan dan pembanguna Geopark Kaldera Toba dibutuhkan rencana dan persiapan yang matang. Hal ini disebabkan pengusulan Geopark untuk diakui oleh GGN, yang memilki waktu-waktu tertentu sehingga pengembangannya harus dilakukan tepat waktu. Pengembangan yang
13 alam yang dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, juga sarana wisata sampai di mana masyarkat toba harus belajar dan berkembang demi meningkatkan dan mempertahankan Geopark Kaldera Toba.
Danau toba merupakan warisan alam yang sangat luar biasa. Keberadaan Danau Toba menghasilkan pemikiran Geopark Kaldera Toba. Hal ini layaknya judul Bab I pada tulisan skripsi saya yaitu Aku Ada Karena Kau Tercipta.
BAB II
BERLARI DAN BERNYANYI
Geopark yang memiliki arti Taman Bumi, merupakan sebuah pengembangan kawasan yang memilki nilai warisan geologi dengan potensi ilmiah dan juga outstanding. Kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kawasan wisata, namun juga sebagai kawasan edukasi/pendidikan hal ini mencakup sebagai sarana penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Banyak kawasan Geopark didunia yang sudah diakui secara Nasional, namun belum diakui secara Internasional oleh GGN. Hal ini disebabkan oleh letak dan lokasi kebanyakan kawasan tersebut berada diantar permukiman penduduk yang padat, sehinggal tidak jarang kawasan yang diwariskan sejarah itu sudah terkontaminasi. Konsep Geopark sendiri yaitu mengembangkan sebuah kawasan yang memilki warisan geolgi agar dapat menjalin hubungan erat dengan budaya, masyarakat, serta lingkungannya, hal ini tidak dapat terjadi apabila kawasan tersebut sudah terkontaminasi dengan segala aspeknya.
Pada bab ini saya akan menjelaskan permulaan mengenai kelompok Geopark Kaldera Toba yang saya dapatkan dalam menyelesaikan Perancangan Arsitektur 6 kami. Mulai dari bagaimana gambaran mengenai Danau Toba itu sendiri juga persiapan kami dalam menghadapi Preview 1, dan apa saja yang kami dapatkan selama Preview 1. Selayaknya beberapa orang yang sedang berlari dan bernyanyi. Saya mengibaratkan pembahasan Danau Toba itu seperti berlari dimana kami mengitari Danau Toba tersebut, juga termasuk melihat-lihat ragam Geopark sebagai studi banding kami. Bernyanyi sendiri memiliki arti di mana setiap lirik
15 Toba, dan likungan yang mengapitnya.
Gambaran Umum Danau Toba
1. Letak Geografis dan Luas Danau
Danau toba terletak di Pulau Sumatera yang berlokasi 176 Km arah selatan Kota Medan, danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia serta Asia Tenggara. Permukaan danau berada pada ketinggian 903 dpl, dan daerah tangkapan air (DTA) 1.981 meter dpl. Danau ini memiliki luasan 1.130 Km2 dengan kedalaman maksimal danau 529 M. Total luas Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Tobalebih kurang 4.311,58 Km2.
2. Iklim
DTA Danau Toba juga termasuk ke dalam tipe iklim B1, C1, C2, D2, dan E2. Hal ini berakibat bulan basah (Curah Hujan 200 mm/bulan) yang juga berturut-turut pada kawasan ini bervariasi antara dari 3 bulan sampai dengan 7-9 bulan, sedangkan bulan kering (Curah Hujan 100 mm/bulan) berturut-turut antara 2-3 bulan.
3. Curah Hujan
Curah hujan tahunan yang terdapat di kawasan Daerah Tangkapan Air Danau Toba berkisar antara 1.700 - 2.400 mm/tahun. Sedangkan puncak musim hujannya terjadi pada bulan November-Desember dengan cakupan curah hujan antara 190-320 mm/bulan dan juga puncak musim kemarau terjadi selama bulan Juni - Juli dengan curah hujan berkisar 54-151 mm/bulan.
4. Suhu Dan Kelembapan Udara
Suhu udara bulanan di EKDT ini berkisar antara 18,0 - 19,7 oC di Balige dan antara 21,0 - 20,0 oC di Sidamanik. Sedangkan angka kelembaban tahunannya berkisar antara 79 - 95 %. Pada musim kemarau kelembaban udara cenderung agak rendah apabila hal ini dibandingkan musim hujan. Evaporasi bulanan di EKDT ini berkisar antara 74 - 88 mm/bulan. Angka evaporasi selama musim-musim kemarau cenderung lebih tinggi dibandingkan selama musim hujan.
5. Hidrologi
Air yang masuk ke Danau Toba berasal dari : a. Air hujan yang langsung jatuh ke danau ;
b. Air yang berasal dari sungai-sungai yang masuk ke danau. - Sedangkan Outlet Danau Toba 1 buah yaitu Sungai Asahan.
- Daerah aliran sungai (Catchment Area) tersebut diatas terdiri dari 26 Sub DAS.
- Total jumlah sungai yang masuk ke Danau Toba adalah 289 sungai. - Dari Pulau Samosir adalah 112 sungai dan dari
- Daerah Tangkapan Air lainnya adalah 117 sungai.
- Dari 289 sungai itu, 57 diantaranya mengalirkan air secara tetap dan sisa 222 sungai lagi adalah sungai musiman (intermitten).
6. Curah Hujan
Kondisi topografi DTA Danau Toba didominasi oleh perbukitan dan pegunungan, dengan kelerengan lapangan terdiri dari datar dengan kemiringan( 0 - 8 % ) seluas 703,39 Km2, landai (8 - 15 %) seluas 791,32 Km2, agak curam (15 -
17 dengan terjal (> 45 %) seluas 43,962 Km2.
Eksisting penggunaan dan penutupan lahan di DTA Danau Toba terdiri dari
hutan alam, hutan rapat, hutan tanaman, hutan
jarang dan kebun campuran, semak belukar, resam, tanaman semusim, persawahan dan lahan terbuka (permukiman, bangunan lain, lahan terbuka, padang rumput dan alang-alang).
7. Fungsi dan Manfaat Danau Toba
a. Cadangan Air (Air Baku Air Minum
Air danau Toba dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai air baku air minum. b. Objek Wisata
Danau Toba yang memiliki pemandangan alam yang menakjubkan sangat berpotensi sebagai objek wisata.
c. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
PLTA memproduksi energy listrik 450 megawatt. Potensi sumber daya air Danau Toba telah memproduksi energy listrik sebesar 450 Megawatt melalui PLTA Asahan yang memanfaatkan outlet air Danau Toba yang Sungai Asahan. d. Sarana transportasi di Kawasan Danau Toba
Danau Toba dimanfaatkan sebagai sarana transportasi di Kawasan Danau Toba. e. Budidaya pertanian meliputi budidaya: tanaman pangan, perkebunan,
peternakan, perikanan.
8. Batas-Batas Pada Site
Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya site yang berada di Kaldera Danau Toba tercipta akibat letusan gunung super volcano yaitu Gunung Toba. Akibat letusan itu pulalah terciptalah garis lempengan yang mengarah ke 7(tujuh) kabupaten yaitu :
- Kab. Samosir - Kab. Dairi
- Kab. Tobasa - Kab. Tanah Karo
- Kab. Tapanuli Utara - Kab. Simalungun - Kab. Humbahas
Dalam sebuah proses merancang, seorang arsitek biasanya melihat-lihat, berjalan-jalan, hal ini digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai studi banding dan studi literatur bangunan, atau projek serupa. Tidak hanya berpaku pada sebuah rancangan saja, namun seorang arsitek harus melihat dan membahas kesegala aspek mulai dari; pertatruan yang harus dipenuhi sampai pada standart yang dibutuhkan untuk memenuhi sebuah projek.
Terdapat 111 Geopark yang sudah terdaftar oleh GGN (Global Geopark Network). Jumlah Geopark terbanyak terdapat dihongkong dengan 30 Geoparknya. Indonesia negara yang sangat luar biasa. Begitu banyak kekayaan alam yang seharusnya dapat dikembangkan, dengan adanya pencetusan ide mengenai Geopark Kaldera Toba yang terletak di Danau Toba. maka diharapkan dapat meningkatkan ekonomi, pendidikan serta masyarakatnya untuk lebih peduli, menghargai, dan menjaga lingkungannya. Untuk memenuhi semua hal berikut adalah beberapa gambaran mengenai Geopark-geopark yang sudah resmi dan diakui oleh dunia;
19 Krka National Park adalah tempat wisata alam yang terdapat di negara Kroasia, yang berlokasi di sungai Krka. Pada sungai Krka terdapat 7(tujuh) air terjun yang tercipta dari bukit batu kapur. Yang paling terkenal dari ketujuh tersebut adalah Skradinski Buk dengan tinggi 44m dan Roski dengan jauhnya yang bermil-mil dan juga deras airnya. Salah satu keindahan yang luar biasa dari tempat wisata ini adalah pulau kecilnya Visovac yang terletak di tengah danau tersebut. Didalam pulau kecil yang indah tersebut ada biara terkenal sebagai pusat monument yang bersejarah. Skradinski Buk adalah salah satu bagian yang paling menarik dari Krka River National Park. Hal ini jelas airnya yang jernih dengan air terjun yang paling tinggi diantara lainnya. karena kekayaan dan berbagai bentuk geomorfologi, vegetasi, dan berbagai efek yang disebabkan oleh cahaya pada pusaran air.
Pada taman nasional ini terdapat beragam biodiversity yang dijaga kelestariannya dan manusia tetap bisa berinteraksi secara langsung. Contohnya akses disekitar air terjun yang disediakan agar pengunjung dapat melihat formasi Travertine dibagian atas sungai, dapat berinteraksi langsung dengan mikrokosmos yang unik, serta pengunjung juga dapat mendengar suara burung dan melihat-lihat binatang-binatang liar berkeliaran.
Gambar 2.1. Peta Kawasan Krka National Park
21 Hongkong Geopark salah satu Geopark yang terkenal di Negara China. Geopark tersebut melakukan penataan geowisata yang menarik dan tetap menyediakan fasilitas edukasi bagi pengunjung juga penggunanya. Hongkong Global Geopark juga membagi kawasannya menjadi 8(delapan) geo-area yang bisa dikunjungi wisatawan. Masing-masing spot dijaga agar tidak terlalu banyak terkontaminasi oleh manusia. Salah satunya dengan menerapkan system Boat-tour hal itu dilakukan agar dengan fasilitas ini pengunjung dapat menikmati pemandangan dan tanpa disadari telah meminimalisir dampak langsung manusia terhadap lingkungan sekaligus tetap menjaga keselamatan pengunjung.
Agar mendorong partisipai masyarakat lokal maka Geoparknya sendiri bekerja memfasilitasi untuk membantu restoran lokal hal ini berguna untuk membuat hidangan geologi bagi pengunjung. Point ini sangat penting karena dengan adanya hal tersebut membuat daya tarik tersendiri bagi para turis, juga sangat menguntungkan bagi pengelola Geopark dan juga masyarkat lokalnya. Para pengunjung juga dapat bergabung dengan mengikuti persyaratan yang telah ditentukan oleh pengelolah.
Pada geopark ini juga diusung wisata edukasi yang mendukung prinsip Ecotourism. Seluruh kegiatan konservasi, museum, maupun fasilitas-fasilitas di kawasan Geopark ini merupakan sarana edukasi bagi para pengunjungnya. Wisatawan diajak untuk berperan langsung dalam menjaga warisan alam yang telah ada. Kemudian disediakan juga fasilitas seperti Rock Classroom yang bertujuan
mengedukasi anak-anak tentang bebatuan dan geo-konservasi. Kelas ini bekerjasama dengan sekolah-sekolah yang berada disekitar wilayah Hongkong geopark.
23 Sejak awal dimulainya Studio Perancangan Arsitektur 6 kami dibagi menjadi sebuah kelompok. Yang mana kelompok kami harus menyiapkan data untuk preview 1.
Seperti yang dijelaskan di dalam gambaran umum, yaitu terdapat 7(tujuh) kabupaten yang berada tepat digaris lepengan akibat letusan gunung toba. ketujuh kabupaten itu yaitu ; Samosir, Tobasa, Tapanuli Utara, Humbahas, Dairi, Tanah Karo, dan Simalungun. Persiapan preview satu kami lebih mengarah ke pada mencari data dimana semua letak, potensi, budaya, sampai pada akses transpotasi bagi semua kabupatennya.
Gambar 2.4. Peta Tujuh Kabupaten Kaldera Toba
Kab. Samosir
A. Gambaran Umum
Ibu Kota : Pangururan
Luas : 254.715 Ha
Kabupaten ini berada diketinggian 700 s/d 1.995 meter di atas permukaan lautJumlah Kecamatan :
1. Kec. Harian 6. Kec. Ronggur Nihuta
2. Kec. Nainggalon 7. Kec. Sianjur Mulamula
3. Kec. Onan Runggu 8. Kec. Simanindo
4. Kec. Palipi 9. Kec. Sitiotio
5. Kec. Pangururan
25 Gambar 2.6. Ragam Potensi Kab. Samosir
Kab. Tobasa
A. Gambaran Umum
Ibu Kota : Balige
Luas : 2.021,81 km2
Kab. Tobasa berada di Dataran Tinggi Bukit Barisan, ketinggian 300-2.200 m dpl. Jumlah Kecamatan:
1. Kecamatan Balige 9. Kecamatan Porsea
2. Kecamatan Tampahan 10. Kecamatan Pintu Pohan Meranti
3. Kecamatan Laguboti 11. Kecamatan Siantar Narumonda
4. Kecamatan Habinsaran 12. Kecamatan Parmaksian
5. Kecamatan Borbor 13. Kecamatan Lumban Julu
6. Kecamatan Nassau 14. Kecamatan Uluan
7. Kecamatan Silaen 15. Kecamatan Ajibata
8. Kecamatan Sigumpar 16. Kecamatan Bonatua Lunasi
27 Gambar 2.8. Ragam Potensi Kab. Toba Samosir
Kab. Tapanuli Utara
A. Gambaran Umum
Ibu Kota : Tarutung
Luas : 3.800,31 Km2
- Luas dataran 3.793,71 Km2
- Luas perairan Danau Toba 6,60 Km2 Ketinggian : 300-1500 m dpl
Jumlah Kabupaten :
1. Muara 9. Tarutung
2. Siborongborong 10. Siatas Barita
3. Pagaran 11. Pahae Julu
4. Parmonangan 12. Pahae Jae
5. Sipahutar 13. Adiankoting
6. Pangaribuan 14. Simangunban
7. Garoga 15. Purbatua
29 Gambar 2.10. Ragam Potensi Kab. Tapanuli Utara
Kab. Humbahas
A. Gambaran Umum
Ibu Kota : Dolok Sanggul Luas : 2.335,33 km2 Jumlah Kecamatan:
1. Baktiraja 6. Paranginan
2. Dolok Sanggul 7. Parlilitan 3. Lintong Nihuta 8. Pollung 4. Onan Ganjang 9. Sijama Polang
5. Pakkat 10. Tarabintang
31 Gambar 2.12. Ragam Potensi Kab. Humbahas
Kabupaten. Dairi
A. Gambaran Umum
Ibu Kota : Sidikalang
Luas : 1927,8 km2
Jumlah Kecamatan :
1. Kec. Berampu
2. Kec. Gunung Sitember
3. Kec. Lae Parira
4. Kec. Parbluuan
5. Kec. Pegagan Hilir
6. Kec. Sidikalang
7. Kec. Siempat Nempu
8. Kec. Siempat Nempu Hilir
9. Kec. Siempat Nempu Hulu
10. Kec. Silahisabungan
11. Kec. Silima Pungga-pungga
12. Kec. Sitinjo
13. Kec. Sumbul
14. Kec. Tanah Pinem
33 Gambar 2.13. Peta Kabupaten Dairi
B. Potensi-Potensi
Gambar 2.14. Ragam Potensi Kab. Dairi
Kab. Tanah Karo
A. Gambaran Umum
Ibu Kota : Kabanjahe
Luas : 2127,25 km2
Jumlah Kecamatan :
1. Kec. Barusjahe 10. Kec. Merek
2. Kec. Berastagi 11. Kec. Munthe
3. Kec. Dolat Rayat 12. Kec. Naman Teran
4. Kec. Juhar 13. Kec. Payung
5. Kec. Kabanjahe 14. Kec. Simpang Empat
6. Kec. Kuta Buluh 15. Kec. Tigabinanga
7. Kec. Laubalen 16. Kec. Tiganderket
8. Kec. Mardingding 17. Kec. Tigapanah
9. Kec. Merdeka
35 Gambar 2.15. Ragam Potensi Kab. Tanah Karo
Kab. Simalungun
A. Gambaran Umum
Ibu Kota : KECAMATAN RAYA Luas : 4.386,60 Km2
Jumlah Kabupaten : 31 Kecamatan
1. Bandar 14. Huta Bayu Raja
2. Bandar Huluan 15. Jawa Maraja Bah Jambi 3. Bandar Masilam 16. Jorlang Hataran
4. Bosar Maligas 17. Panei
5. Dolok Batunanggar 18. Panombeian Panei 6. Dolok Panribuan 19. Pematang Bandar 7. Dolok Pardamean 20. Pematang Sidamanik 8. Dolok Silau 21. Pematang Silima Huta 9. Girsang Sipangan Bolon 22. Purba
10. Gunung Malela 23. Raya
11. Gunung Maligas 24. Raya Kahean 12. Haranggaol Horison 25. Siantar
37
28. Silimakuta 31. Ujung Padang
29. Tanah Jawa
Gambar 2.16. Peta Kabupaten Simalungun
B. Potensi-Potensi
Gambar 2.17. Ragam Potensi Kab. Simalungun
MATRIKS Kab. Samosir
39 Tabel 2.2. Matriks Kab. Samosir
Kab. Toba Samosir
41 Tabel 2.4. Matriks Kab. Tapanuli Utara
Kab. Humbahas
43 Tabel 2.6. Matriks Kab. Dairi
Kab. Tanah Karo
45 Tabel 2.8. Matriks Kab. Simalungun
Tabel 2.9. Legenda
LAMPIRAN
Data yang kami kumpulkan dan setelah pengerjaan matriksnya, maka didapat beberapa titik yang memiliki potensi potensi terbanyak dan yang terbaik.
Gambar 2.18. Potensi-Potensi 1
Terdapat beberapa titik yang diusulkan dan keterangan mengenai potensi-potensi apa saja pada titik-titik tersebut. Setelah melakukan diskusi dan mengulas kembali data data yang ada akhirnya titik-titik tersebut lebih terselektif.
47 Gambar 2.19. Potensi-Potensi 2
Terdapat 4(empat) titik akhir yang menjadi usulan kami dalam menghadapi Preview 1. Adapun titik-titik tersebut adalah Pantai Pasir Putih Parbaba, G. Pusuk Buhit, Air terjun Sipiso-piso, dan terakhir Danau Sidihoni.
Pada pencapaian akhir sebelum kami memasuki preview 1 kami membuat penzoningan usulan fungsi pada keempat titik tersebut.
Gambar 2.20. Pengembangan 1
49 Gambar 2.22. Pengembangan 3
Gambar 2.23. Pengembangan 4
Preview 1
Persiapan preview 1 sudah selesai. Pada saat itu persiapan kami dari mulai mencari data mengenai potensi potensi apa saja yang di punyai 7(tujuh) kabupaten lalu merangkumnya dalam sebuah matriks, sampai menentukan dan mengusulkan usulan fungsi pada titik akhir yang kami pilih sebelum preview 1.
Sampailah dihari preview 1 dimana kami mempresentasikan data dan menjelaskan mengenai bagaimana usulan kami mengenai 4 titik yang menjadi usulan untuk pengembangan Geopark Kaldera Toba kami. Setelah presentasi kami mendapatkan beberapa kritik dan saran dari dosen penguji.
A. Kritik
Pada presentasi dari awal kami tidak ada menjelaskan apa itu Geopark, bagaimana dia berfungsi, dan bagaimana kaitannya dengan Tema Sustainable dan Sybiosiss.
B. Saran
Kelompok kami mendapatkan saran yang sangat penting dan sangat bagus. Seperti halnya pada perancanaan Geopark, mungkin pada akhirnya kami tidak perlu mengeluarkan design namun lebih kepenataan dan pengembangan bagaimana menghasilkan Geopark Kaldera Toba tersebut menjadi tempat yang dapat mengembangkan potensi luar biasa pada Danau Toba. Hal ini bisa berupa bagaimana wisatawan dapat nyaman dan dapat menikmati semua fasilitas yang diusulkan namun tetap dapat merasakan suasana Danau Toba itu sendiri.
51 yang tujuannya untuk edukasi. Hal tersebut juga berupa saran yang diberikan dosen penguji kami dikarenakan bagai mana para pengunjung yang ingin datang melalui jalur travel. Pada kebanyakan travel biasanya menawarkan berbagai paket wisata pada para wisatawan sehingga menjadi daya tarik sendiri.
Pengembangan dari sebuah tema besar yaitu Sustainable and symbiosiss.