BAB II : JUAL BELI DALAM ISLAM
H. Pengertian Hadiah
Hadiah adalah suatu akad pemberian hak milik oleh seseorang kepada orang lain diwaktu ia masih hidup tanpa mengharapkan imbalan
51
dan balas jasa, namun dari segi kebiasaan hadiah lebih dimotivasi oleh rasa terima kasih dan kekaguman seseorang.58
Adapun hadiaah merupakan perilaku sosial ekonomi bahwa dimana seseorang memberikan sesuatu pada orang lain dalam rangka
menghormati pada orang yang bersangkutan.59
I. Rukun Hadiah
Rukun hadiah adalah sebagai berikut:60
a. Pihak yang memberi hadiah;
b. Pihak penerima hadiah;
c. Benda yang dihadiahkan, dan
d. Sighat ijab kabul.
J. Dasar Hukum Hadiah
1. Al-Qur’an
Berbagai ayat dalam Al-Qur’an dan hadist menganjurkan untuk
berbuat baik dan tolong menolong sebagai berikut:
Artinya:
“dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya”.61
2. Dalil Hadis
ُتْلُ ق ْتَلاَق
:
َر اَي
اًباَب ِكِْم اَمَِِِرْ قَأ ََِإ َلاَق يِدُْأ اَمِهِيَأ ََِإَف ِنْيَراَج َِ َنِإ ِهَللا َلوُس
58Mardani, Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia, (Bandung: Refika Aditama, 2011), 345.
59 Ismail Nawawi, Fiqh Muamalah, (Jakarta: CV. Dwiputra Pustaka Jaya, 2010), 458. 60 Mardani, Hukum Ekonomi..., 345.
61
52
Artinya:
“Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, aku mempunyai dua tetangga. Kepada yang manakah dari keduanya bila aku memberikan hadiah?" Beliau menjawab: "Kepada yang terdekat pintu rumahnya denganmu diantara keduanya".62
Disunahkan membalas hadiah sekalipun hadiah itu dari orang yang lebih tinggi, hal ini didasari oleh hadis Nabi Muhammad SAW:63
ىَلَص ِها ُلْوُسَر َناَك
)يراخبلا هاور(اَهْ يَلَع َبْيِثُيَو َةَيِدَْْا ُلَبْقَ ي َمَلَس َو ِهْيَلَع ُها
Artinya:
Rasulullah SAW, pernah menerima hadiah dan membalasnya.(HR. Al- Bukhari)64
Nabi melakukan hal itu untuk membalas kebaikan dengan kebaikan, semisal sehingga tidak ada seorangpun yang mengutangkan kebaikan kepada beliau.
Al-Khaththabi mengatakan bahwa di antara ulama ada yang menjadikan urusan tersebut dalam tiga tingkatan berikut:65
a. Pemberian hadiah kepada orang yang lebih rendah, seperti kepada pembantu dan semisalnya, karena menghormati dan mengasihinya. Pemberian hadiah demikian tidak menghendaki suatu balasan.
b. Pemberian hadiah kepada orang yang lebih tinggi untuk mendapatkan
kebutuhan dan manfaat. Pemberian yang demikian wajib dibalas.
c. Pemberian hadiah kepada orang yang setingkat. Pemberian ini
mengandung makna kecintaan dan pendekatan. Dikatakan juga bahwa pemberian wajib dibalas.
62
Bukhari, Kitab Bukharii, Hadist No. 2405, Lidwah Pustaka i-Software-Kitab Sembilan Imam).
63 Abdul Rahman Ghazaly, dkk Fiqh Muamalat..., 163. 64 Ibn Hajar Al-Asqalani, Bulûghul Marâm..., 382. 65 Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah Jilid 4,... 440.
BAB III
PRAKTEK JUAL BELI PIRING BONUS DI TOKO NURUL ILMU MAUMERE NUSA TENGGARA TIMUR
A. Gambaran tentang Toko Nurul Ilmu Maumere Nusa Tenggara Timur 1. Sejarah berdiri Toko Nurul Ilmu Maumere Nusa Tenggara Timur
Toko Nurul Ilmu adalah sebuah toko yang bergerak dibidang usaha dagang yang menjualkan segala macam keperluan dapur, seperti beras, gula, garam, dan lain-lain. Tidak hanya keperluan dapur yang diperjualkan, melainkan toko tersebut juga menjualkan keperluan kebutuhan sehari-hari mulai dari sabun mandi, sabun cuci, odol, dan lain-lain. Toko Nurul Ilmu berdiri sejak tahun 2009 dan lokasinya berada di kawasan pasar tradisional.
Asal mulanya Toko Nurul Ilmu ini merupakan nama dari Toko Buku yang didirikan oleh bapak Wandi Sukarno pada tahun 1985. Pemilik toko adalah orang asli Jawa Timur tepatnya di kota Gresik, beliau merantau dari tahun 1980 hingga saat ini, dari masih muda hingga sekarang memiliki keluarga dengan memiliki satu istri dan empat orang anak, dari berjualan di emperan hingga memilki rumah dan toko sendiri dan akhirnya bapak Wandi Sukarno menetap menjadi warga penduduk Nusa Tenggara Timur. 1
Toko Nurul Ilmu ini merupakan Toko Buku yang berada gabung dengan rumah dari pemilik toko tersebut, kemudian pada tahun 2009, pemilik toko
1
54
berkeinginan menambahkan usahanya dengan membuka toko sembako, dengan membuka cabang di pasar tradisional, yang letaknya tidak jauh dari kediaman bapak Wandi Sukarno yang berlokasi di pasar tradisional Alok Maumere Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur dengan luas toko 12,71 m² (dua belas koma tujuh puluh satu meter persegi) blok B nomor 50.2
Banyak sekali toko yang merupakan saingan dari toko Nurul Ilmu , meskipun begitu di Toko Nurul Ilmu sudah memiliki pelanggan tetap dari berbagai kalangan mulai dari dari restoran, warung rumahan, warung pinggir jalan dan masyarakat setempat. Toko Nurul Ilmu merupakan toko terlengkap yang berada di Maumere, karena pemilik toko mengambil barang dagangannya langsung dari pusatnya yaitu Pasar Pabean yang berada di Surabaya, tapi tidak semua di ambil langsung dari Surabaya ada beberapa barang yang di ambil dari gudang toko lain yang ada di Maumere tersebut. 2. Jenis pelayanan di Toko Nurul Ilmu Maumere Nusa Tenggara Timur
a. Penjualan bahan-bahan makanan dan minuman (sembako)
Toko Nurul Ilmu menjual bahan-bahan makanan dan minuman (sembako) semacam beras, gula, garam, kecap hal-hal yang merupakan fungsi untuk masyarakat membuat makanan dan minuman. Toko Nurul Ilmu merupakan usaha dagang yang cukup dikenal masyarakat, mulai dari restoran, warung rumahan, warung pinggir jalan dan ibu rumah tangga masyarakat setempat.3
2
Wandi Sukarno (pemilik toko), Wawancara, Maumere, 1 Juni 2016 3
55
b. Penjualan kebutuhan sehari-hari
Menurut pemilik toko, bahwasannya manusia tidak lepas dari barang kebutuhan sehari-hari karena barang tersebut dipakai oleh manusia setiap hari seperti: pasta gigi, sikat gigi, sabun, sampo, bedak, minyak wangi dan lain-lain.4
Apa yang dijualkan di Toko Nurul Ilmu merupakan kebutuhan masyarakat yang selalu harus terpenuhi, salah satunya adalah sembako. c. Penjualan jajan (makanan ringan)
Tidak hanya keperluan sembako saja yang diperjualbelikan, tapi jajan untuk oleh-oleh anak dirumah juga disediakan di toko Nurul Ilmu.
d. Penjualan alat-alat dapur
Toko Nurul Ilmu menjual alat-alat dapur tidak selengkap yang dibayangkan, yang di jual hanya meliputi piring, gelas, ember, sendok dan sapu, karena toko Nurul Ilmu lebih menjualkan barang sembako. e. Penjualan barang secara grosir
Toko menyediakan barang untuk di jualkan secara grosir, sehingga melayani pembelian grosir untuk dijual kembali, seperti bawang merah, bawang putih, daun salam dan banyak lagi. Tapi Toko Nurul Ilmu tidak menyediakan grosiran untuk penjualan sembako.
56
3. Struktur organisasi Toko Nurul Ilmu Maumere Nusa Tenggara Timur
Struktur organisasi merupakan unsur yang harus ada di setiap usaha kecil maupun besar. Seperti yang diterapkan oleh usaha dagang Nurul Ilmu Maumere Nusa Tenggara Timur, berikut merupakan susunan struktur organisasi:5
Tabel 3.1 Struktur Organisasi
Pada setiap bagian struktur organisasi memiliki tugas dan tangungjawab kerja masing-masing, yaitu sebagai berikut:6
a. Pemilik toko dalam hal ini sebagai orang utama yang berperan penting dalam mengoperasionalkan usaha dagang tersebut, sehingga pemilik toko lebih paham dengan apa yang di perjualbelikan.
b. Asisten/pegawai tetap bertugas melayani pelanggan yang ingin membeli kebutuhan di toko tersebut, sekaligus pengganti menjaga toko apabila pemilik toko sedang keluar atau sedang istirahat, dan bisa mengambil
5 Ibid. 6 Ibid. Pemilik Toko: Wandi Sukarno dan Siti Asiyah Asisten:
Huda Algazali
Pembantu: Icha Lande
57
alih sebagai kasir. Asisten salah satu pegawai yang memiliki tanggung jawab penuh dalam menjalankan usaha dagang ini, selain pemilik toko. c. Pembantu bertugas melayani pelanggan dan membantu pekerjaan
bosnya.
B. Gambaran Umum Piring Bonus
1. Cara Toko Nurul Ilmu mendapatkan piring bonus
Toko Nurul Ilmu adalah toko yang menjualkan barang sembako yang dibutuhkan masyarakat, yang dapat di beli secara ecer ataupun grosir. Dari wawancara yang dilakukan oleh penulis terhadap pemilik toko, bahwasannya barang yang diperoleh untuk mengisi stock jualan ataupun digudang dapat diperoleh dari kulakan dari Jawa ataupun dari agen toko besar di Maumere tersebut, sehingga dapat mempermudah kulaknya.7
Piring yang diperoleh pemilik toko adalah dari bonus pembelian deterjen Daia, dimana jelas tertulis gratis piring cantik. Sehingga dari pihak agen pun wajib memberikan bonus/hadiah piring tersebut kepada setiap pembeli deterjen Daia tersebut, sehingga dari agen dijualkan kepada toko-toko kecil dipasar tradisional untuk di jual kepada konsumen. Piring yang di berikan dari agen merupakan barang titipan untuk di berikan kepada setiap konsumen yang sudah membeli produk deterjen Daia, sebagai bonusannya
7
58
mendapatkan piring. Jadi piring bonus atau hadiah tersebut merupakan hak milik dari pembeli deterjen.8
Dari banyaknya pembeli yang membeli deterjen Daia di Toko Nurul Ilmu, ada beberapa yang tidak diberikan bonus piring tersebut, karena beberapa alasan, yaitu:9
a. Pegawai lupa memberikan bonus piring tersebut kepada pembeli. b. Disengaja tidak memberikan bonus piring, kecuali diminta oleh
pembeli, maka diberikan piring bonus tersebut kepada pembeli. 2. Penjualan piring bonus oleh Toko Nurul Ilmu
Toko Nurul Ilmu merupakan toko sembako dan keperluan rumah tangga ataupun warung makan. Macam-macam yang dibutuhkan oleh pembeli di Toko Nurul Ilmu, tetapi tidak semua pembeli selalu membeli piring. Penulis hanya menggolongkan beberapa yang membeli piring salah satunya pembelian piring oleh pemilik warung makan, dikarenakan penjualan piring biasanya dikhususkan kepada pemilik warung, tapi jika warga rumahan ada yang membutuhkan, maka bisa dijualkan. 10
Pihak toko menjualkan piring bonus tersebut karena ada beberapa alasan, yaitu karena menumpuknya piring bisa hingga lima lusin per tahunnya. Daripada dibiarkan di gudang, maka dijual kepada orang yang membutuhkan.11
8
Magdalena (sales), Wawancara, Maumere, 2 Juni 2016 9
Ibid. 10
Siti Asiyah (istri pemilik toko), wawancara, Gresik, 21 Agustus 2016 11
59
C. Praktek Jual Beli Piring Bonus di Toko Nurul Ilmu Maumere Nusa Tenggara Timur
Adapun kronologi praktek jual beli pelayanan yang dilakukan oleh Toko Nurul Ilmu Maumere Nusa Tenggara Timur sebagai berikut:
Bagan 3.2.
Praktek Jual Beli Barang dari Agen ke Toko Nurul Ilmu12
12
60
Penjelasan:
1. Cara Toko Nurul Ilmu mendapatkan barang/produk dari agen
Toko Nurul Ilmu mengambil stock persediaan barang dengan membeli barang dagangannya melalui dua jalan, yang pertama mengambil barang langsung dari Surabaya dan kedua mengambil barang dari membeli ke toko agen yang berada di Maumere. Toko Nurul Ilmu memiliki
Sales mengunjungi toko Nurul Ilmu dan menawarkan produknya kepada Toko Nurul Ilmu.
Toko Nurul Ilmu memesan barang/produk yang ditawarkan oleh sales agen tersebut.
Sales mencatat apa saja yang dipesan oleh pelanggannya toko Nurul Ilmu.
Kemudian esok harinya barang yang sudah di pesan oleh Toko Nurul Ilmu dari Sales agen tersebut di antar langsung ke Toko Nurul Ilmu
Toko Nurul ilmu memeriksa ulang barang/produk yang di pesannya kemarin, setelah selesai memeriksa barang yang di kirim, Toko Nurul Ilmu membayar
61
langganan yang dimana pembelian barang/produk untuk dijual kembali (kulakan) di Surabaya, apabila toko Nurul Ilmu membutuhkan barang- barang tinggal menelpon memesan barang yang akan di belanjakan dan mengirim barang melalui ekspedisi tujuan Maumere yang sudah menjadi langganan toko tersebut. Adapun belanja dari toko agen yang berada di Maumere, toko Nurul Ilmu tidak perlu belanja ke toko agen karena sales dari agen setiap minggunya mengunjungi toko-toko kecil yang berada di pasar tradisional. Sehingga sistem perekonomian sekarang lebih maju, karena dengan adanya sales menjadikan alternatif usaha yang maju.13
Sales setiap minggunya mengunjungi toko-toko kecil di pasar tradisional, untuk menawarkan barang produk yang dimiliki agen tersebut.14
Pihak toko lebih menyukai keberadaan sales agen tersebut, yang lebih aktif menawarkan barangnya, sehingga mempermudah mendapatkan stok barangnya dan dengan tidak perlu lagi berbelanja langsung ke agen tersebut.15
2. Cara pelaksanaan akad penjualan barang/produk
Akad yang dilakukan dimulai dari penawaran yang diberikan oleh sales agen kepada pemilik toko tersebut, dan pihak toko memesan
13 Wandi Sukarno (pemilik toko), Wawancara, Maumere, 1 Juni 2016
14
Huda Alghazali (asisten), Wawancara, Maumere, 1 Juni 2016 15
62
barang/produk apa saja yang akan dibeli. Kemudian pengantaran barang/produk sesuai kesepakatan dari pihak sales agen.16
Berakhirnya transaksi jual beli pada saat pihak agen mengantarkan barang yang dipesan toko. Dengan pemeriksaan ulang barang yang dipesan dan membayar tagihan agen tersebut.
3. Cara agen menawarkan barang/produk ke Toko Nurul Ilmu
Agen menyebutkan apa saja barang/produk yang dimilikinya, dengan menjelaskan keunggulan dari barang/produknya, salah satu cara untuk menarik konsumen untuk membeli barang/produknya tersebut. dari sisi manfaat barang/produk, gratisan yang diperoleh dari barang/produk tersebut. Contoh saja sabun deterjen Daia yang jelas terdapat dibungkusannya tertera gratis piring cantik.17
Tidak hanya itu, dijelaskan semua barang/produk dengan harga asli dijual agen dan harga jual kembali untuk konsumen kedua. Masih mendapatkan untung apabila barang/produk yang ditawarkan agen untuk dijual kembali
Bagan 3.3
Praktek Jual Beli Barang di Toko Nurul Ilmu18
16
Wandi Sukarno (pemilik toko), Wawancara, Maumere, 1 Juni 2016 17
Magdalena (Sales), Wawancara, Maumere, 2 Juni 2016 18
63
Penjelasan:
1. Cara pelanggan mendapatkan barang/produk dari Toko Nurul Ilmu Pelanggan/pembeli mendatangi toko untuk berbelanja kebutuhan.
pembantu/pegawai bertanya kepada pelanggan yang datang untuk menanyakan apa yang akan dibeli
pelanggan/pembeli menyebutkan satu persatu apa saja yang dibutuhkan untuk dibeli di toko tersebut, salah satunya adalah sabun deterjen Daia.
kemudian segera pembantu/pegawai mengambil semua yang dibutuhkan pelanggan dan meletakkannya diatas meja untuk diperiksa kembali oleh pelanggan/pembeli.
pelanggan/pembeli kemudian memeriksa kembali barang kebutuhan yang sudah disiapkan oleh pembantu/pegawai toko tersebut.
setelah selesai memeriksa barang kebutuhannya, pembantu/pegawai akan mentotal harga jual barang kebutuhan tersebut.
64
Seperti halnya di Toko Nurul Ilmu yang menjualkan kebutuhan sehari-hari meliputi beras, gula, garam, kopi dan lain-lain. Dan tidak hanya itu, Toko Nurul Ilmu menyediakan sabun, sampo, deterjen, pasta gigi dan lan-lain.
Berdasarkan skema di atas, pelanggan/pembeli membeli deterjen Daia di Toko Nurul Ilmu. Pihak toko memberikan deterjen Daia sesuai permintaan pelanggan. Setelah selesai transaksi jual beli sabun deterjen tersebut, pihak pelanggan tidak menyadari bahwasannya sebenarnya dari setiap pembelian sabun deterjen tersebut mendapatkan gratis piring cantik yang jelas tertera di bungkus sabun deterjen tersebut, tapi dari pihak toko tidak memberikannya. Dalam hal ini kita belum mengetahui apakah itu unsur kesengajaan yang memang sengaja tidak di berikan gratis piring cantik tersebut, atau dari pihak toko lupa untuk memberikan piring cantik tersebut.19
2. Cara pelaksanaan akad penjualan barang/produk dari toko kepada pelanggan
Akad yang dilakukan dimulai dari pelanggan membeli barang/produk yang dibutuhkan untuk melengkapi kebutuhannya sehari-hari, mulai dari beras, minyak, gula, garam, hingga sampai sabun, deterjen dan sampo. Apa yang sudah dipesan segera di siapkan oleh pembantu/pelayan toko,
19
65
kemudian di sebutkan satu-satu harga dari barang/produk yang dibeli untuk dijumlah harga pembayarannya.20
Akad berakhir di saat pihak pelanggan sepakat untuk membayar semua barang/produk belanjaan tersebut.
Bagan 3.4
Praktek Jual Beli piring bonus konsumen terhadap Toko Nurul Ilmu21
20
Ibid.
21
Wasita Lianasari (Penulis), Observasi, Maumere, 01 Juni 2016
Pelanggan/pembeli mendatangi toko untuk membeli piring.
pembantu/pegawai bertanya berapa lusin yang akan di beli
pelanggan/pembeli membeli piring hanya satu lusin/12 biji piring
kemudian segera pembantu/pegawai mengambil piring yang diminta pelanggan dan meletakkannya diatas meja untuk diperiksa kembali oleh pelanggan/pembeli.
pelanggan/pembeli kemudian memeriksa kembali piring yang sudah disiapkan oleh pembantu/pegawai toko tersebut.
setelah selesai memeriksa piring tersebut, pembantu/pegawai akan mentotal harga jual piring tersebut.
66
Penjelasan:
1. Cara pelanggan mendapatkan piring dari Toko Nurul Ilmu
Pelanggan/pembeli mengetahui jika di Toko Nurul Ilmu menjual piring beling, bisa dibeli ecer ataupun per lusinan. Pelanggan/pembeli berdasarkan informasi yang diberitahukan pemilik toko, bahwa toko juga menjual piring beling. Padahal setahu pembeli bahwa Toko Nurul Ilmu menjual sembako, tetapi ini lengkap dan lebih mudah untuk belanja di satu tempat.22
Pelanggan yang membeli piring adalah pemilik warung makan di sekitar pasar tersebut dan ada juga warga rumahan, salah satunya adalah ibu Rukhayatun pemilik warung nasi Semarang, dan ada juga beberapa pembeli dari kalangan ibu rumah tangga yaitu ibu Siti Hajar. Alasan kenapa ibu Rukhayatun sebagai pemilik warung membeli piring dikarenakan sebagai tambahan stock piring di dapur warung, beliau memang jarang membeli tapi pernah beberapa kali membeli. Dan begitu juga ibu Siti Hajar membeli piring yang sebagai stock di rumah, menjaga-jaga jika dibutuhkan pada saat pesta atau acara pengajian dan juga di pakai sendiri.23 Tidak banyak jumlah piring yang dibeli, biasanya satu
22
Siti Hajar, Wawancara, Gresik, 21 Agustus 2016
67
lusin piring yang dibeli, hanya cukup untuk keperluan di rumah. Selanjutnya jika membutuhkan lagi maka akan membeli lagi.24
Berdasarkan skema di atas dan penjelasannya, pembeli piring tidak mengetahui bahwa piring yang mereka beli adalah piring bonusan yang merupakan bonusan dari setiap pembelian sabun deterjen Daia. Dan dari pihak toko tetap menjualkan piring sesuai permintaan pelanggan, kemudian diperiksa kembali barang yang dibeli apa sudah sesuai dengan permintaan pelanggan, kemudian dibayarlah total pembelian tersebut.25
2. Cara pelaksanaan akad penjualan piring dari toko kepada pelanggan
Akad yang dilakukan dimulai dari pelanggan membeli piring yang dibutuhkan untuk melengkapi kebutuhannya. Apa yang sudah dipesan segera di siapkan oleh pembantu/pelayan toko, kemudian pengecekan ulang piring tersebut, ditakutkan kurang atau ada yang pecah. Setelah selesai segera membayar totalan harga piring yang dibeli.26
Akad berakhir di saat pihak pelanggan sepakat untuk membayar semua piring belanjaan dan wujudnya piring jelas tersebut.
24
Siti Hajar, Wawancara, Gresik, 21 Agustus 2016 25
Rukhayatun (warung semarang), Wawancara, Gresik, 21 Agustus 2016 26 Ibid.
BAB IV
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI PIRING BONUS DI TOKO NURUL ILMU MAUMERE NUSA TENGGARA TIMUR
A. Tinjauan Praktek Jual Beli Piring Bonus di Toko Nurul Ilmu Maumere Nusa Tenggara Timur
Sebagaimana penjelasan yang tertulis pada bab II hukum jual beli dalam Islam dikatakan syara’ apabila telah memenuhi rukun dan syarat yang telah ditetapkan oleh syara’. Pada zaman sekarang perkembangan dunia bisnis begitu pesat dan berkembang, namun perkembangan dan persaingan yang ketat sehingga masyarakat tidak menyadarinya, bahwa didalam bisnis tersebut terdapat kaidah-kaidah agama yang sudah diluar batas norma. Mereka beranggapan apa yang mereka anggap dapat menguntungkan bisnis dan tidak menyalahi aturan atau undang-undang yang diberlakukan negara. Seperti halnya transaksi jual beli yang dijelaskan dalam bab III perlu dianalisis lebih lanjut bagaimana analisis hukum Islam terhadap jual beli piring bonus di Toko nurul Ilmu Maumere Nusa Tenggara Timur.
Di mana jual beli tersebut merupakan jual beli piring bonus, dalam jual beli ini yang merupakan obyeknya adalah piring tersebut, yang mana piring tersebut adalah piring bonusan yang terdapat dibungkus deterjen Daia yang menjelaskan, bahwasannya setiap pembelian satu deterjen gratis piring cantik. Kemudian apakah sah jika piring tersebut dijual terpisah, padahal sebenarnya
68
piring tersebut adalah bonusan dari setiap pembelian deterjen Daia. Maka perlu dianalisis lebih lanjut mengenai rukun dan syarat atau macam-macam jual beli yang dilarang yang telah di tetapkan oleh syara’ terhadap jual beli piring bonusan, analisisnya sebagai berikut:
Rukun jual beli ada empat yaitu:1 Pihak yang berakad adalah penjual (pihak toko Nurul Ilmu) dan pembeli yaitu pembeli barang/piring, shighat (lafal ijab dan qabul) anatar kedua belah pihak penjual dan pembeli, ada barang yang dibeli (piring), ada nilai tukar pengganti barang (uang sebagai barter).
Selain rukun, ada faktor yang harus melengkapi agar akad menjadi sah
(lengkap) yaitu syarat. Menurut Mazhab Hanafi “bila rukun sudah terpenuhi
tetapi syarat tidak terpenuhi, rukun menjadi tidak lengkap sehingga transaksi tersebut menjadi fa>sid (rusak).2
B. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI PIRING BONUS DI TOKO NURUL ILMU MAUMERE NUSA TENGGARA TIMUR
Kegiatan ekonomi adalah sesuatu yang dilakukan oleh manusia dalam bidang ekonomi, untuk memperoleh pendapatan dalam rangka memenuhi kehidupan sehari-hari. Yakni manusia berusaha mendapatkan barang atau jasa guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga manusia tidak lepas dari kegiatan ekonomi seperti distribusi, produksi dan konsumsi. Seperti halnya yang dilakukan Toko Nurul Ilmu, Toko Nurul Ilmu merupakan distribusi yang menjualkan dagangannya kepada konsumen.
1
Abdul Rahman Ghazaly, Ghufron Ihsan dan Sapiudin Shidiq, Fiqh..., 71 2
69
Kegiatan ekonomi yamg terjadi dimasyarakat yang berhubungan dengan urusan duniawi selalu berubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi manusia itu sendiri. Apabila kemaslahatan yang terjadi dimasyarakat tidak diperhatikan maka manusia akan mengalami kesulitan dalam kehidupannya.