• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.5. Kegunaan Penelitian

2.1.4. Pengertian Komunikasi

6. Easily adaptable for all graphic media

Faktor kemudahan aplikasi logo, baik menyangkut bentuk, warna, maupun konfigurasi logo pada berbagai media grafis perlu diperhitungkan pada saat proses perancangannya agar tidak menimbulkan kesulitan dalam penerapannya.

2.1.4. Pengertian Komunikasi

Istilah komunikasi dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata latin yaitu communis yang berarti sama yang dapat dimaksudkan berarti sama makna. Menurut Everret M.Rogers yang dikutip oleh Hafied Cangara, menjelasakan bahwa “Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.(Cangara, 2003 : 20)

Robert T Craig yang dikutip oleh Littlejohn mengatakan bahwa :

“…komunikasi merupakan proses utama dimana kehidupan kemanusiaan dijalani komunikasi mendasari kenyataan.Komunikasi sendiri bersifat dinamis terhadap banyak situasi.”

Craig menggambarkan pentingnya pemikiran ini terhadap komunikasi sebagai sebuah bidang:

“…Komunikasi bukanlah fenomena sekunder yang dapat dijelaskan oleh faktor-faktor psikologis, sosiologis, kultural atau ekonomi; tetapi komunikasi itu sendiri merupakan proses sosial yang utama dan mendasar yang menjelaskan semua faktor lain”

(LittleJhon, 2009 : 9)

Craig membagi dunia komunikasi ke dalam tujuh tradisi pemikiran:

1. Semiotik

Semiotik atau penyelidikan simbol-simbol merupakan tradisi pemikiran yang penting dalam teori komunikas.

Tradisi semiotik terdiri atas sekumpulan teori tentang bagaimana tanda-tanda merepresentasikan benda, ide, keadaan, situasi, perasaan, dan kondisi di luar tanda-tanda itu sendiri. Penyelidikan tanda-tanda tidak hanya memberikan cara untuk melihat komunikasi, melainkan memiliki pengaruh yang kuat pada hampir semua perspektif yang sekarang diterapkan pada teori komunikasi. Konsep dasar yang menyatukan tradisi ini adalah tanda yang didefinisikan sebagai stimulus yang menandakan atau menunjukan beberapa kondisi lain.

Konsep dasar kedua adalah simbol yang biasanya menandakan tanda yang kompleks dengan banyak arti, termasuk arti yang sangat khusus.

2. Fenomologi

Istilah phenomenon mengacu pada kemunculan sebuah benda,kejadian, atau kondisi yang dilihat.Oleh karena itu, fenomologi merupakan cara yang digunakan manusia untuk memahami dunia melalui pengalaman langsung.Stanley Deetz menyimpulkan tiga prinsip dasar fenomologi, pertama, pengetahuan ditemukan secara langsung dalam pengalaman sadar.Kedua, makna benda terdiri atas kekuatan benda dalam kehidupan seseorang.Ketiga adalah bahwa bahasa merupakan kendaraan makna.

3. Sibernetika

Sibernetika merupakan tradisi sistem-sistem kompleks yang didalamnya banyak orang saling berinteraksi, memengaruhi satu sama lainnya. Dalam sibernetika, komunikasi dipahami sebagai sistem bagian-bagian atau variabel-variabel yang saling memengaruhi satu sama lainnya, membentuk, serta mengontrol karakter keseluruhan sistem, dan layaknya organisme, menerima keseimbangan dan perubahan.

4. Sosiopsikologis

Kajian individu sebagai mahluk sosial merupakan tujuan dari tradisi sosiopsikologis. Berasal dari kajian psikologi sosial, tradisi ini memiliki tradisi yang kuat dalam komunikasi. Teori-teori tradisi ini berfokus pada perilaku social individu, variable psikologis, efek individu, kepribadian dan sifat, persepsi, serta kognisi.

Bagian yang masih popular dalam pendekatan sosiopsikologis adalah teori sifat, yang mengidentifikasi variable kepribadian serta kecenderungan-kecenderungan pelaku komunikasi yang memengaruhi bagaimana individu bertindak dan berinteraksi.

5. Sosiokultural

Pendekatan sosiokultural terhadap teori komunikasi menunjukan cara pemahaman kita terhadap makna, norma, peran, dan peraturan yang dijalankan secara interaktif dalam komunikasi. Tradisi ini memfokuskan diri pada karakteristik individu atau model mental.

Sosiokultural memiliki beragam sudut pandang yang berpengaruh:

simbolis,konstruksionisme,sosiolinguistik, filosofi bahasa, etnografi, dan etnometodologi.

6. Kritik

Tradisi kritik berlawanan dengan banyak asumsi dasar dari tradisi lainnya. Sangat dipengaruhi oleh karya-karya di Eropa, feminism Amerika, dan kajian-kajian post-modernisme dan post-kolonialisme. Tradisi ini berkembang pesat dan berpengaruh pada teori komuikas. Tradisi kritik memiliki tiga keistimewaan pokok.

Pertama tradisi kritik mencoba memahami sistem yang sudah dianggap benar, struktur kekuatan, dan keyakinan dengan pandangan tertentu dimana minat-minat disajikan oleh struktur-struktur kekuatan tersebut. Kedua, para ahli teori kritik pada umumnya tertarik dengan membuka kondisi-kondisi sosial yang menindas dan rangkaian kekuatan untuk mempromosikan emansipasi atau masyarakat yang lebih bebas dan lebih berkecukupan. Teori kritik yang ketiga, menciptakan kesadaran untuk menggabungkan teori dan tindakan. Teori-teori kritik sangat luas,sehingga teori-teori tersebut selalu sulit ditempatkan dan dikelompokan dalam keseluruhan teori komunikasi.

7. Retorika

Kajian retorika secara umum didefinisikan sebagai simbol yang digunakan manusia. Pada awalan, ilmu ini berhubungan dengan persuasi, sehingga retorika adalah seni penyusunan argument dan pembuatan naskah pidato. Pusat dari trasidi retorika adalah kelima karya agung retorika: penemuan,penyusunan,

gaya, penyampaian, dan daya ingat. (Ibid, 2001 : 53- 73)

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tradisi komunikasi semiotika. Karena dalam teori semiotika didalamnya membahas berbagai macam tanda-tanda dan arti. Selain itu teori yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah teori desain, Karena desain merupakan komunikasi yang disampaikan melalui gambar yang bisa disebut sebagai komunikasi non verbal, Seorang desain grafis harus bisa mengkomunikasikan memalui visual kepada masyarakat (konsumen).

Desainer grafis menyelesaikan masalah komunikasi dan melahirkan rancangan yang membujuk konsumen menerima gagasan yang bisa membangkitkan emosi, logika atau keinginan.

Desainer grafis ditugaskan untuk memilih, meciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Tugas desainer grafis juga termasuk menciptakan identitas visual untuk institusi dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi, seperti membuat logo.

Buku desain menjadi sumber pemikiran sumber pemikiran dan pengetahuan penulisan dalam karya tulisan ilmiah. Buku yang membahas logo di Indonesia adalah buku

Surianto Rustan yang berjudul Mendiesain Logo. Dalam bukunya dijelaskan bahwa

“…Suatu logo yang ideal secara keseluruhan merupakan instrument rasa harga diri dan nilai-nilai yang mampu mewujudkan citra positif dan bonafiditas.Pada akhirnya adalah refleksi cita bisnis perusahaan, Institusi, Instansi, dan lain sebagainya yang disimbolisasikan serta direpresentasikan secara utuh dan total, bahwa logo tersebut mengandung arti atau makna suatu “kebijakan berfikir” dan “maksud tertentu”.

Badan usaha (aspirasi perusahaan), suatu kualitas dan nilai-nilai yang ditunjukan”.(Rustan, 2009:8)

Dokumen terkait