BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
F. Pengertian Koperasi dan Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi di Indonesia telah dikenal lebih dari setengah abad yang lalu.Sudah tentu koperasi yang pernah didirikan mengalami pasang surut dalam pelaksanaan usahanya.Berikut ini tinjauan periodesasi sejarah koperasi di Indonesia.Dimulai dari periodesasi pada zaman penjajahan Belanda, zaman penjajahan Jepang, zaman pembangunan/kemerdekaan, zaman orde baru, dan zaman reformasi.Secara umum yang dimaksud dengan koperasi merupakan suatu badan usaha bersama yang bergerak dalam bidang perekonomian, beranggotakan mereka yang umumnya berekonomi lemah yang bergabung secara sukarela dan atas dasar persamaan hak, kewajiban melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan para anggotanya.UUD 1945 Pasal 33 ayat (1) juga menjelaskan bahwa koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisah dalam sistem perekonomian nasional.
Koperasi merupakan badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum Koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip Koperasi.13
13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian, Pasal 1 angka 1
Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan perundang-undangan perkoperasian14
Koperasi merupakan salah satu bentuk badan hukum yang sudah lama dikenal di Indonesia.Pelopor pengembangan perkoperasian di Indonesia adalah Bung Hatta, dan sampai saat ini beliau sangat dikenal sebagai bapak koperasi Indonesia.15Dalam perjalanannya koperasi yang sebenarnya sangat sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia justru perkembangannya tidak menggembirakan.Koperasi yang dianggap sebagai anak kandung dan tulang punggung ekonomi kerakyatan justru hidupnya timbul tenggelam, sekalipun pemerintah telah berjuang keras untuk menghidupkan dan memberdayakan koperasi ditengah-tengah masyarakat.Begitu banyak kemudahan yang diperoleh oleh badan hukum koperasi melalui berbagai fasilitas, namun tidak banyak mengubah kehidupan koperasi itu sendiri.Memang tidak dapat dipungkiri bahwa ada sebagian kecil koperasi yang masih tetap eksis ditengah masyarakat. Lalu apa sebenarnya badan hukum koperasi apa tujuan pendirian koperasi dan kegiatan apa saja yang dijalankan oleh badan hukum tersebut.16
14Peraturan Menteri Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Nomor 16 /Per/M.KUKM/IX/2015 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Oleh Koperasi.Pasal 1 angka 1.
15Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta, Rajagrafindo Persada, 2016, hal. 252
16Ibid.
Koperasi merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai tujuan atau kepentingan bersama.Jadi koperasi merupakan bentukan dari sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama. Kelompoki orang inilah yang akan menjadi anggota koperasi yang didirikannya. Pembentukan koperasi berdasarkan asas kekeluargaan dan gotong royong khususnya untuk membantu para anggotanya memerlukan bantuan baik berbentuk barang ataupun pinjaman uang.17
Sebagai suatu badan usaha, koperasi dapat didirikan oleh orang perseotangan atau badan hukum koperasi itu sendiri. Koperasi yang didirikan oleh orang perseorangan tersebut adalah koperasi primer misalnya koperasi karyawan PT. Indomalaytex Yogyakarta, koperasi yang didirikan oleh badan hukum koperasi adalah wujud koperasi sekunder, misalnya beberapa koperasi karyawan yang ada di Yogyakarta membentuk badan hukum koperasi lagi, yakni pusat koperasi karyawan Yogyakarta (Puskopkar), kemudian untuk tingkat pusat dibentuk Induk Koperasi Karyawan (Inkopkar).18
Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah selanjutnya dalam peraturan ini disebut (KSPPS)merupakan koperasi yang kegiatan usahanya meliputi simpanan, pinjaman dan pembiayaan sesuai prinsip syariah, termasuk mengelola zakat, infaq/sedekah, dan wakaf.19
Koperasi Simpan Pinjam didirikan untuk memberikan kesempatan kepada para anggotanya memperoleh pinjaman dengan mudah dan biaya bunga yang
17Ibid. hal. 252-253
18 Ridwan Khairandy, Pengantar Hukum Dagang, Yogyakarta,FH. UII Press, 2006, hal.
771
19 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2012, Op.Cit., Pasal 1 angka 15
ringan.Koperasi ini bergerak dalam lapangan usaha pembentukan modal melalui tabungan para anggota secara terus menerus untuk kemudian dipinjamkan kepada para anggotanya secara mudah, murah dan cepat untuk tujuan produktif dan kesejahteraan20
1. Menghimpun simpanan koperasi berjangka dan tabungan koperasi dari anggota dan calon anggotanya, koperasi lain dan atau anggotanya;
.
Kegiatan Usaha Koperasi Simpan Pinjam diatur dalam Pasal 19 Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1995. Kegiatan usaha Koperasi Simpan Pinjam meliputi:
2. Memberikan pinjaman kepada anggota, calon anggotanya, koperasi lain dan atau anggotanya.
Perkembangan koperasi tidak dapat dipisahkan dan seperangkat nilai luhur yang disebut sebagai landasan dan asas Koperasi.Landasan dan asas ini diperlukan oleh koperasi sebagai tempat berpijak yang kuat guna menopang pertumbuhannya.Landasan Koperasi Indonesia merupakan pedoman dalam menentukan arah, tujuan, peran, serta kedudukan Koperasi terhadap pelaku pelaku ekonomi lainnya.Dinyatakan UU No 17 Tahun 2012 Pasal 2 bahwa, “Koperasi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2012 Pasal 5 1. Nilai yang mendasari kegiatan koperasi yaitu:
a. kekeluargaan;
b. menolong diri sendiri;
c. bertanggungjawab;
20Pandji Anoraga dan H. Djoko Sudantoko.Koperasi, Kewirausahaaan dan Usaha Kecil.
Jakarta, Rineka Cipta, 2002, hal 21-22
d. demokrasi;
e. persamaan;
f. berkeadilan dan;
g. kemandirian;
2. Nilai yang diyakini anggota koperasi yaitu:
a. kejujuran;
b. keterbukaan;
c. bertanggung jawab dan;
d. kepedulianterhadap orang lain.21
Prinsip koperasi dalam Pasal 6 Undang-Undang No. 17 Tahun 2012 meliputi:
1. keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka;
2. pengawasan oleh Anggota diselenggarakan secara demokratis;
3. anggota berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi koperasi;
4. koperasi merupakan badan usaha swadaya yang otonom, dan independen;
5. koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi anggota, Pengawas, Pengurus, dan karyawannya, serta memberikan informasi kepada masyarakat tentang jati diri, kegiatan, dan kemanfaatan Koperasi;
6. koperasi melayani anggotanya secara prima dan memperkuat Gerakan Koperasi, dengan bekerja sama melalui jaringan kegiatan pada tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional; dan
21 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2012, Op.Cit., Pasal 5
7. koperasibekerja untuk pembangunan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakatnya melalui kebijakan yang disepakati oleh anggota.
Prinsip koperasi sebagaimana dimaksud diatas menjadi sumber inspirasi dan menjiwai secara keseluruhan organisasi dan kegiatan usaha koperasi sesuai dengan maksud dan tujuan pendiriannya