B. Kualitas Pendidikan Agama Islam
1. Pengertian Kualitas Pendidikan Agama Islam
Secara etimologi, kualitas atau mutu diartikan sebagai kenaikan tingkatan menuju suatu perbaikan atau kemapanan. Sebab kualitas mengandung makna bobot atau tinggi reandahnya sesuatu. Jadi dalam hal ini kualitas pendidikan adalah pelaksanaan pendidikan disuatu lembaga, sampai dimana pendidikan tersebut telah mencapai suatu keberhasian.
50
Sehartian Piet A, Konsep Dasar dan Tehnik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka
Konteks pendidikan pengertian kualitas, dalam hal ini mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Dalam “proses pendidikan” yang
berkualitas terlibat berbagai input, seperti: bahan ajar, metedologi, saran sekolah, dukungan administrasi, sarana prasarana dan sumber daya lainnya serta penciptaan suasana yang kondusif. Manajemen sekolah, dukungan kelas berfunsi mensinkronkan berbagai input tersebut atau mensinergikan semua komponen dalam interaksi (proses) belajar mengajar baik atar guru, peserta didik, dan sarana pendukng dikelas maupun diluar kelas: baik konteks kurikuler maupun ekstra-kurikuler, baik dalam lingkup substansi yang akademis maupun yang non-akademis dalam suasana yang mendukung proses pembelajaran.
Kualitas dalam konteks “ hasil pendidikan” mengacu pada hasil atau
prestasi yang dicapai oleh peserta didik atau sekolah pada setiap kurun waktu tertentu (apakah tip akhir tahun, 2 tahun atau 5 tahun, bahkan 10 tahun). Prestasi yang dicapai atau hasil pendidikan (student achievement) dapat berupa hasil test kemampuan akademis, misalnya ulangan umum, EBTA atau UN. Dapat pula prestasi dibidang lain seperti di suatu cabang olahraga, seni atau keterampilan tambahan tertentu. Bahkan prestasi peserta didik atau sekolah dapat berupa kondisi yang tidak dapat dipegang (intangible) seperti suasan disiplin, keakraban, saling menghormati, kebersihan dan sebagainya. Selain itu kualitas pendidikan merupakan kemampuan sistem pendidikan dasar, baik dari segi pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan, yang diarahkan secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah dan factor-faktor input agar menghasilkan ouput yang setinggi-tingginya.
Jadi pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dasar untuk belajar, sehingga dapat mengikuti bahkan menjadi pelopor dalam pembaharuan dan perubahan dengan cara memberdayakan sumber-sumber pendidikan secara optimal melalu pembelajaran yang baik dan kondusif. Pendidikan yang berkualitas disebut juga sekolah yang berprestasi, sekolah yang baik atau sekolah yang sukses, sekolah yang efektif dan sekolah yang unggul. Sekolah yang unggul dan bermutu itu adalah sekolah yang mampu bersaing dengan peserta didik diluar sekolah. Juga
memiliki akar budaya serta nilai-nilai etika moral (akhlak) yang baik dan kuat.51
Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang mampu menjawab tantangan dan permasalahan yang akan dihadapi sekarang dan masa yang akan datang. Dari sini peneliti dapat simpulkan bahwa kualitas pendidkan adalah kemampuan lembaga dan sistem pendidikan dalam memberdayakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kualitas yang sesuai dengan harapan atau tujuan pendidikan melalui proses pendidikan yang efektif. Pendidikan yang berkualitas ialah pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, yaitu lulusan yang memiliki prestasi akademik dan non-akademik yang mampu menjadi pelopor pembaharuan dan perubahan sehingga mampu menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapinya, baik di masa sekarang atau di masa yang akan datang.
Pendidikan secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata “pais” asrtinya seseorang, dan “again” diterjemahkan membimbing. Jadi
51
Abdul Chafidz, Sekolah Unggul Konsepsi dan Prombelamtikanya, MPA No. 142, Juli 2008. h. 39
pendidikan (paedogoige) artinya bimbingan yang diberikan kepada seseorang. 52 Sedangkan secara umum pendidikan merupakan bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Oleh karena itu, pendidikan dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan pokok dalam membentuk
generasi muda agar memiliki kepribadian yang utama.53
Dalam buku Nik Haryanti yang berjudul “Ilmu Pendidikan Islam”
mengutip pendapat Zakiyah Darajat yang mendefinisikan Kata “ta’lim” dengan kata kerjanya “’allama” juga sudah digunakan pada zaman Nabi. Baik dalam al-Qur’an, Hadits atau pemakaian sehari-hari kata ini lebih banyak digunakan
daripada kata “tarbiyah”.54 Namun istilah yang sekarang berkembang di dunia
Arab adalah tarbiyah.
Istilah tarbiyah berakar pada tiga kata, “raba yarbu” yang artinya bertambah dan tumbuh, yang kedua “rabiya yarba” yang artinya tumbuh dan berkembang, yang ketiga “rabba yarubbu” yang artinya memperbaiki, menguasai,
memimpin, menjaga dan memelihara. Kata al rabb juga berasal dari kata tarbiyah yang berarti mengantarkan pada sesuatu kesempurnaan secara bertahap atau
membuat sesuatu menjadi sempurna secara berangsur-angsur.55 Jadi pengertian
pendidikan secara harfiah berarti membimbing, memperbaiki, menguasai, memimpi, menjaga, dan memelihara. Esensi dari pendidikan adalah generasi tua
52
Syafril & Zelhendri Zen, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, Depok: Kencana, 2017, h. 26 53
Zuhairini, Metedologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Malang: UIN Press, 2004, h. 1
54
Nik Haryanti, Ilmu Pendidikan Islam, (Malang: Gunung Samudera, 2014), h. 6 55
Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny, Islam Dan Ipteks Al-Islam dan Kemuhammadiyahan III, (Tasikmalaya: Edu Publisher, 2019) h. 171
kepada generasi muda agar generasi muda mampu hidup. Oleh karena itu, ketika kita menyebut pendidikan agama Islam, maka akan mencakup dua hal, yaitu: a) Mendidik peserta didik untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai atau akhlak
Islam, b) Mendidik peserta didik untuk mempelajari materi ajaran agama Islam.56
Sedangkan pengertian pendidikan jika ditinjau atau dikemukakan oleh para ahli dalam rumusan yang beraneka ragam diantaranya adalah:
a. Tayar Yusuf mengartikan Pendidikan Agama Islam sebagai usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan, dan keterampilan kepada generasi muda agar menjadi manusia bertakwa
kepada Allah.57
b. Zuhairini, Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk membimbing kearah pembentukan kepribadian peserta didik secara sistematis dan pragmatis, supaya hidup sesuai dengan ajaran Islam,
sehingga terjadinya kebahagiaan dunia akhirat.58
c. Ki Hadjar Dewantara mengartikan Pendidikan Agama Islam adalah uapaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek) dan tubuh anak, dalam rangka kesempurnaan
hidup dan keselarasan dengan dunianya.59 Pendidikan itu membentuk
56 Zakiyah Darajat, Jurnal Pendidikan Dwija Utama Forum Komunikasi Pengembangan
Profesi Pendidik Kota Surakarta, Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 2018, II(1) h. 13
57
Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetisi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004, h. 130
58 Zuhairini, Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Malang: UIN Press, 2004, h. 11
59
Hamid Darmadi, Pengantar Pendidikan Era Globalisasi Konsep Dasar, Teori, Strategis
manusia yang berbudi pekerti, berpikiran (pintar, cerdas) dan bertumbuh sehat.
Dengan demikian, maka pengertian Kualitas Pendidikan Agama Islam berdasarkan rumusan-rumusan diatas ialah kemampuan suatu lembaga dalam pembentukan perubahan sikap dan tingkah laku sesuai dengan petunjuk ajaran agama Islam. Sebagaimana yang pernah dilakukan Nabi dalam usaha menyampaikan seruan agama dengan berdakwah, menyampaikan ajaran, member contoh, melatih keterampilan berbuat, member motivasi dan menciptakan lingkungan social yang mendukung pelaksanaan ide pembentukan pribadi muslim. Untuk perlu usaha, kegiatan, cara, alat, dan lingkungan hidup yang
menunjang keberhasilannya.60